SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    2357 research outputs found

    PENGEMBANGAN TRAINER KENDALI KESEIMBANGAN QUADCOPTER MENGGUNAKAN KONTROL PID UNTUK MATAKULIAH LAB-PTE 05 DI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Adhi, Komang Trisna. 2018. Pengembangan Trainer Kendali Keseimbangan Quadcopter Menggunakan Kontrol PID untuk Matakuliah Lab-PTE 05 di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Made Wirawan, S.T., S.S.T.,M.T. (2) Dyah Lestari, S.T., M.Eng.   Kata Kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, Trainer, Kontrol PID, Quadcopter Lab PTE-05 merupakan salah satu matakuliah praktikum yang diajarkan dalam Kurikulum 2014 S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Negeri Malang dan merupakan salah satu matakuliah wajib bagi mahasiswa program keahlian elektro maupun elektronika.Berdasarkan hasil observasi dan wawancarayang telah dilakukan terhadap dosen pengampu matakuliah Praktikum Sistem Kendali, media pembelajaran berupa trainer aplikasi sistem kontrol yang ada di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang sudah ada, namun perlu diperbanyak dengan aplikasi-aplikasi teknologi sistem kendali digital yang sesuai perkembangan jaman untuk menunjang pembelajaran sistem kendali, sehingga fasilitas belajar mahasiswa menjadi lebih beraneka ragam untuk membantu mahasiswa dalam pemahaman materi. Tujuan dari pengembangan yang dilakukan adalah (1) Membuat Trainer Kontrol PID pada Quadcopter, (2) Membuat bahan ajar berupa modul praktikum (Jobsheet) Kontrol PID pada Quadcopter, (3) Membuat  buku manual untuk trainerKontrol PID pada Quadcopter, (4) Menguji kelayakan Trainer Kontrol PID pada Quadcopter, (5) Menguji kelayakan bahan ajar berupa modul praktikum (Jobsheet) Kontrol PID pada Quadcopter, (6) Menguji kelayakan buku manual untuk trainerKontrol PID pada Quadcopter. Model pengembangan yang digunakan dalam pengembangan ini adalah model pengembangan ADDIE. Angket yang digunakan terdiri dari tiga jenis berdasarkan responden, yaitu ahli 1, ahli 2, dan  mahasiswa. Hasil validasi dan uji coba bahan ajar dilakukan dengan 5 tahapan adalah sebgai berikut: (1) validasi ahli 1sebesar 98,86%, (2) validasi ahli 2 sebesar 98,36%, (3) uji coba satu lawan satu sebesar 92,24%, (4) uji coba kelompok kecil sebesar 89,26%, (5) uji coba lapangan sebesar 90,95%. Hasil validasi dan uji coba menunjukkan bahwa bahan trainer kontrol PID pada quadcopter  sangat valid dan sangat layak digunakan dalam pembelajaran.

    HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MAHASISWA TENTANG KARIR GURU DAN LITERASI KEGURUAN DENGAN KESIAPAN KERJA DI DUNIA PENDIDIKAN BAGI MAHASISWA S1 PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Pendidikan Teknik Informatika (PTI) merupakan salah satu program studi yang ada di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang yang banyak menghasilkan tenaga pendidik dan tenaga profesional. Kompetensi lulusan dari prodi S1 PTI salah satunya adalah kompetensi bidang keguruan. Berdasarkan kompetensi lulusan tersebut diharapkan mahasiswa lulusan program studiPTI memiliki kesiapan untuk bekerja di dunia pendidikan. Dari observasi awal yang telah dilakukan oleh penulis, diketahui bahwa cukup banyak mahasiswaprogram studi S1 PTI angkatan 2014 yang tidak memiliki rencana karir di bidang pendidikan. Hal tersebut tentu berpengaruh terhadap kesiapan kerja mahasiswa di dunia pendidikan setelah lulus dari perguruan tinggi. Tujuan penilitian ini adalah: (1) mendeskripsikan kesiapan kerja mahasiswa di dunia pendidikan; (2) mendeskripsikan persepsi mahasiswa tentang karir guru; (3) mendeskripsikan literasi keguruan mahasiswa prodi S1 PTI; (4) mengetahui hubungan antara persepsi mahasiswa tentang karir guru(X1) dengan kesiapan kerja di dunia pendidikan (Y); (5) literasi keguruan (X2) dengan kesiapan kerja di dunia pendidikan(Y); (6) persepsi mahasiswa tentang karir guru (X1) dan literasi keguruan (X2) dengan kesiapankerja di dunia pendidikan (Y). Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korasional dengan menggunakan pendekatan ex post facto. Data penelitian di dapat melalui pengisian angket oleh responden. Penelitian ini dilakukan kepada mahasiswa Prodi S1 PTI angkatan 2014 yang telah menempuh studi selama 7 semester dan telah menempuh mata kuliah Praktik Lapangan (KPL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan kerja mahasiswa prodi S1 PTI di dunia pendidikan dalam kategori tinggi dengan persentase 67,4% dari jumlah sampel yang diambil.Persepsi mahasiswa prodi S1 PTI tentang karir guru dalam kategori tinggi dengan persentase 65,2% dari jumlah sampel yang diambil. Literasi keguruan mahasiswa S1 PTI FT UM dalam kategori tinggi atau baikdengan persentase 77,5%. Berdasarkan hasil penelitian juga diketahui bahwa: (1) terdapat hubungan  positif  dan signifikan antara persepsi mahasiswa tentang karir guru dengan kesiapan kerja di dunia pendidikan dengankoefisien korelasi sebesar 0,475;(2) terdapat hubungan  positif  dan signifikan antara literasi keguruan dengan kesiapan kerja di dunia pendidikan dengan koefisien korelasi sebesar  0,511;(3) terdapat hubungan yang positif  dan signifikan antara persepsi mahasiswa tentang karir guru dan literasi keguruan dengan kesiapan kerja di dunia pendidikan dilihat dari nilai R sebesar 0,753 dan nilai F hitung 82,350 dengan Phitung < Pstandar yaitu 0,000 < 0,05 , sehingga H0 ditolak dan Ha diterima

    Pengembangan Aplikasi Mobile untuk Bahan Ajar Mata Pelajaran Basis Data untuk Siswa Kelas XII Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak di SMK Negeri 6 Malang

    No full text
    ABSTRAK Fitria, Ririn Nur. 2018. Pengembangan Aplikasi Mobile untuk Bahan Ajar Mata Pelajaran Basis Data untuk Siswa Kelas XII Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak di SMK Negeri 6 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ir. Syaad Patmanthara, M.Pd., (2) M. Zainal Arifin, S.Si., M.Kom. Kata Kunci: Aplikasi Mobile, Bahan Ajar, Basis DataBahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik sangat penting untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Berdasarkan hasil observasi di SMK Negeri 6 Malang, didapatkan permasalahan bahwa belum tersedia bahan ajar mata pelajaran Basis Data Kelas XII yang sesuai dengan struktur Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2013 (Revisi 2017). Selain itu, peserta didik lebih sering menggunakan smartphone untuk belajar karena keterbatasan peserta didik untuk belajar karena tidak semua peserta didik memiliki komputer/laptop. Persentase kelulusan peserta didik juga masih dibawah 50% dikarenakan minat belajar peserta didik masih rendah. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan adanya bahan ajar Basis Data yang sesuai dengan Kurikulum 2013 (Revisi 2017) dan memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk belajar sehingga minat belajar dan hasil belajar peserta didik dapat meningkat. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah merancang, menghasilkan dan menguji kelayakan dengan validasi ahli materi, validasi ahli media serta ujicoba kelompok.Model penelitian yang digunakan adalah model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu (1) analysis; (2) design; (3) development; (4) implementation; dan (5) evaluation. Sedangkan untuk pengembangan aplikasi, model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Waterfall. Model pengembangan Waterfall terdiri dari 5 tahapan yaitu (1) Requirement Analysis and Definition; (2) System and Software Design; (3) Implementation and Unit Testing; (4) Integration and System Testing; (5) Operation and Maintenance. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Validasi ahli dilakukan dengan ahli materi dan ahli media. Ujicoba kelompok dilakukan dalam 2 jenis kelompok yaitu ujicoba kelompok kecil sebanyak 15 siswa dan uji coba kelompok besar sebanyak 31 siswa. Berdasarkan hasil validasi ahli, diperoleh persentase validitas menurut ahli materi sebesar 92.39% dan persentase validitas menurut ahli media sebesar 98.96%. Sedangkan untuk ujicoba kelompok, diperoleh persentase hasil ujicoba kelompok kecil sebesar 92.28% dan ujicoba kelompok besar sebesar 93.64%. Berdasarkan hasil tersebut, maka secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa produk bahan ajar basis data ini sangat valid dan layak digunakan dengan persentase rata-rata sebesar 94.32% tanpa perlu direvisi

    Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Aplikasi Komputer Bermuatan Discovery Learning sebagai Suplemen Pembelajaran Cascading Style Sheets pada Kompetensi Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak di SMK.

    No full text
    Abstrak - Hasil wawancaradengan guru mapelpemrograman web di SMKN 4, SMKN 8 dan SMKN 12 kota Malang, serta SMKN 2 Singosari diperoleh masih ada siswa yang kurang memahami kompetensi materi pokok CSS, serta kurangnya variasi bahan ajar yang berperan sebagai suplemen pembelajaran. Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk menghasilkan dan mengembangkan bahan ajar berbasis aplikasi komputer sebagai suplemen pembelajaran CSS bermuatan discoverylearning. Adapun langkah-langkah pengembangan diadaptasi dari Arif Sadiman (2012) yaitu; (1) identifikasi kebutuhan, (2) merumuskan tujuan instruksional, (3) merumuskan butir-butir materi, (4) mengembangkan alat pengukur keberhasilan, (5) menulis naskah media, (6) tes/uji coba dan revisi. Produk yang telah dikembangkan ini telah divalidasi dari sisi materi dengan perolehan persentase rata-rata sebesar 86,54%. Sedangkan dari sisi media memperoleh hasil persentase sebesar 94,12%. Sedangkan untuk uji coba kelompok kecil dengan jumlah responden yaitu sebanyak 10 orang siswa memperoleh hasil persentase sebesar 92,90%. Terakhir untuk uji lapangan dengan jumlah responden sebesar 30 orang siswa memperoleh persentase rata-rata sebesar 90,00%. Berdasarkan keseluruhan hasil uji coba dapat disimpulkan produk sangat layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran. Keywords—life-based learning, proses pembelajaran, academic skill

    Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Perakitan Komputer Siswa Kelas X Jurusan Teknik Komputer Jaringan Di SMK Negeri 10 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Atma Hidayat, Nur. 2018.Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Perakitan Komputer Siswa Kelas X Jurusan Teknik Komputer Jaringan Di SMK Negeri 10 Malang . Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hary Suswanto, S.T., M.T. (2) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom.   Kata Kunci: Student Team Achievement Division (STAD) , hasil belajar, perakitan komputer Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dengan guru mata pelajaran Perakitan Komputer, pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung banyak siswa yang tidak memperhatikan apa yang dijelaskan oleh guru, siswa cenderung tidak konsentrasi dan jika dilihat dari keaktifan siswa ketika proses belajar mengajar berlangsung, siswa cenderung banyak yang diam dan kurang aktif. Bahkan ketika guru meminta siswa untuk mengerjakan tugas diskusi, siswa banyak yang tidak berperan aktif. Menurut Guru mata pelajaran tersebut tingkat kejenuhan siswa yang sangat tinggi di dalam kelas ketika proses belajar berlangsung menjadi faktor masalah yang sulit diselesaikan. Sehingga siswa mebutuhkan pembelajaran yang menarik untuk mengurangi tingkat kejenuhan tersebut.Untuk itu agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan tercapainya tujuan pelajaran dalam mata pelajaran perakitan komputer perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD.) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi perbedaan hasil belajar pada mata pelajaran perakitan komputer antara siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen yang menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi eksperimental dengan desain nonequivalent control group design. Desain penelitian ini menggunakan dua kelas dimana kelas eksperimen diterapkan perlakuan metode pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) dan kelas kontrol tanpa diberikan perlakuan. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji-t. Hasil Penelitian menunjukkan perbedaan hasil belajar yang signifikan pada kelas kontrol dan eksperimen yang dibuktikan dengan nilai rata-rata kelas eksperimen (83,55) lebih tinggi dari pada nilai rata-rata kelas kontrol (78,55) dengan nilai sig < 0,05 yaitu 0,004. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya pengaruh model pembelajaran Student Team Achievement Division yang dibuktikan dengan nilai rata-rata sebelum perlakuan sebesar 58,70 dan nilai rata-rata sesudah perlakuan sebesar 83,55. Hal ini juga dibuktikan dengan signifikansi korelasi pada kelas eksperimen < 0,05 yaitu 0,001 dan nilai signifikansi dari t hitung yang < 0,025 yaitu 0,000. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Student Team Achievement Divisionefektif dan efisien untuk diterapkan pada mata pelajaran perakitan komputer di SMKN 10 Malang

    PERBEDAAN KEMANDIRIAN DAN HASIL BELAJAR PEMROGRAMAN DASAR KARENA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUICK ON THE DRAW DIBANDINGKAN DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MODUL PADA SISWA KELAS XI DI SMKN 12 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Pembelajaran di sekolah pada awalnya menggunakan model Discovery Learning. Hal tersebut dianggap sebagai penyebab siswa kurang mandiri dan hasil belajar kurang maksimal dalam pembelajaran sehingga diperlukan alternatif lain untuk menumbuhkan hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemandirian, hasil belajar ranah pengetahuan dan ranah keterampilan pemrograman dasar antara model pembelajaran Quick On The Draw Dibandingkan dengan Discovery Learning Berbantuan Modul Pada Siswa Kelas XI di SMKN 12 Malang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Variabel yang digunakan adalah variabel bebas yang berupa dua model pembelajaran yakni Quick On The Draw diberikan pada kelas kelas eksperimen dan Discovery Learning pada kelas kontrol, serta variabel terikat berupa kemandirian dan hasil belajar siswa ranah pengetahuan, serta ranah keterampilan. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI RPL sebagai kelas kontrol dan MM sebagai kelas eksperimen di SMKN 12 Malang. Rata-rata kemandirian belajar siswa setelah diberikan perlakuan yakni, kelas XI RPL sebesar 84,4 dan kelas MM sebesar 79,3. Rata-rata hasil belajar ranah pengetahuan setelah diberikan perlakukan yakni, kelas RPL sebesar 83,9 dan kelas MM sebesar 77,9. Serta rata-rata hasil belajar ranah keterampilan setelah diberikan perlakuan yakni, kelas RPL sebesar 84,3 dan kelas MM 80,1. Hasil Uji-t menunjukkan bahwa kemandirian belajar dengan lembar observasi dan angket memperoleh nilai 0.000, hasil belajar ranah pengetahuan memperoleh nilai 0.000, dan ranah keterampilan memperoleh nilai 0.006. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan rata-rata yang diperoleh kelas eksperimen lebih unggul dibandingkan dengan kelas kontrol dalam kemandirian dan hasil belajar serta berdasarkan Uji-t yang diperoleh terdapat perbedaan kemandirian dan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kontrol

    PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS MOBILE MENGINTEGRASIKAN MODEL PEMBELAJARAN VAK (VISUAL, AUDITORY, KINESTHETIC) UNTUK MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN BELAJAR PEMROGRAMAN DASAR PADA SISWA KELAS X TKJ DI SMK NEGERI 2 SINGOSARI

    No full text
    ABSTRAK   Pranata, Aguwin Ardi. 2018. Pengembangan E-Modul Berbasis Mobile Mengintegrasikan Model Pembelajaran VAK (Visual, Auditory, Kinesthetic) untuk Menumbuhkan Kemandirian Belajar Pemrograman Dasar Pada Siswa Kelas X TKJ di SMK Negeri 2 Singosari. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom., (II) Utomo Pujianto, S.Kom., M.Kom. Kata Kunci : E-Modul, Mobile, Kemandirian Belajar, Model Pembelajaran VAK. Menurut Majid (2011:91) guru, murid dan bahan ajar merupakan unsur yang dominan dalam proses pembelajaran. Ketiga unsur ini saling berkaitan, mempengaruhi serta tunjang menunjang antara satu dengan yang lainnya. Jika salah satu unsur tidak ada, maka kedua unsur yang lain tidak dapat berhubungan secara wajar dan proses pembelajaran tidak akan berlangsung dengan baik. Salah satu contoh dari bahan ajar adalah media pembelajaran. SMK Negeri 2 Singosari merupakan salah satu sekolah yang memiliki media pembelajaran yang terbatas. Terlihat dari hasil wawancara yang telah dilakukan kepada guru pengampu mata pelajaran Pemrograman Dasar di SMK Negeri 2 Singosari, hingga saat ini pembelajaran di dalam kelas masih menggunakan metode ceramah dan penggunaan Power point sebagai media penyampaian materi. Model pembelajaran ceramah yang diterapkan pada mata pelajaran Pemrograman Dasar kelas X TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) di SMK Negeri 2 Singosari membuat siswa kesulitan untuk belajar mandiri. Penggunaan slide persentasi sebagai media pembelajaran semakin menambah ketergantungan siswa terhadap bimbingan guru. Akibatnya terlihat dari hasil belajar siswa kelas X TKJ 1 dan 2 pada mata pelajaran Pemrograman Dasar masih tergolong rendah. Dilihat dari hasil belajar siswa, siswa yang telah mencapai standar kelulusan hanya 18 siswa sedangkan sisanya sebanyak 39 siswa masih dibawah standar kelulusan atau KKM. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu mengembang kan E-Modul (modul elektronik) berbasis mobile dengan mengintegrasikan model pembejalaran VAK (Visual, Auditory, Kinesthetic) yang berguna sebagai media pendukung pada mata pelajaran Pemrograman Dasar. Penggunaan model pembelajaran VAK diharapkan dapat menumbuhkan kemandirian belajar siswa, karena model pembelajaran VAK mengoptimalkan tiga modalitas belajar yang akan menyesuaikan karakteristik belajar siswa. Penelitian ini menggunakan model ADDIE yang terdiri dari: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Kelayakan penelitian dan pengembangan dari E-modul diperoleh dari hasil validasi dan uji coba dengan menggunakan penyebaran angket. Hasil pengembangan E-Modul dinyatakan valid, sehingga layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hal ini didukung melalui hasil persentase validasi oleh ahli media sebesar 96%, hasil persentase validasi oleh ahli materi sebesar 88%, hasil persentase uji coba produk sebesar 89%, hasil persentase uji coba pemakaian sebesar 88%, dan untuk kemandirian belajar siswa kelas X TKJ tergolong tinggi. Hal ini didukung melalui hasil penelitian yang didapat sebesar 80%

    Pengembangan Bahan Ajar Digital Interaktif Pekerjaan Dasar Elektromekanik Berbasis Project Based Learning untuk Keaktifan Siswa Kelas X TIPTL di SMKN 2 Probolinggo

    No full text
    ABSTRAK   Dari hasil observasi kepada guru pengampu mata pelajaran, didapat hasil bahwa saat pembelajaran berlangsung guru hanya berceramah dan sesekali menyuruh siswa untuk mencatat. Materi yang diberikan juga hanya sebatas penayangan powerpoint. Hal ini membuat siswanya merasa bosan dan malas saat pembelajaran. Karakteristik siswa kelas X TIPTL SMKN 2 Probolinggo adalah lebih menyukai tayangan bergambar dan bersuara seperti video daripada kegiatan yang hanya mencatat saja. Dengan potensi yang ada diharapkan pengembangan bahan ajar ini dapat membuat siswa aktif dalam pembelajaran di kelas. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Sugiyono. Tahapan-tahapan dari model pengembangan Sugiyono adalah: (a) potensi dan masalah, (b) pengumpulan data, (c) desain produk, (d) validasi desain, (e) revisi desain, (f) uji coba produk, (g) revisi produk, (h) uji coba pemakaian, (i) revisi produk, dan (j) produksi masal. Bahan ajar yang dihasilkan dinyatakan sangat valid atau sangat layak digunakan sebagai bahan ajar alternatif dalam pembelajaran. Selain itu, terdapat hasil dari observasi keaktifan siswa yang menyebutkan bahwa saat pemakaian bahan ajar digital interaktif dalam pembelajaran membuat siswa menjadi aktif

    PERBEDAAN HASIL BELAJAR DASAR PENGUKURAN LISTRIK MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DIBANDINGKAN DENGAN DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN BUKU AJAR DASAR PENGUKURAN LISTRIK SISWA KELAS X PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK di SMKS 3 PGRI KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK Model pembelajaran merupakan salah satu komponen pendukung dalam kegiatan pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi di SMKS 3 PGRI Kota Malang diketahui bahwa model pembelajaran yang digunakan dalam mata pelajaran dasar pengukuran listrik adalah model pembelajaran yang masih terpusat pada guru sehingga siswa menjadi pasif dan kurang memahami materi yang dipelajari akibatnya berdampak pada hasil belajar. Untuk membuat siswa menjadi lebih aktif, kreatif dalam berfikir serta dapat meningkatkan hasil belajar maka perlu diterapkannya model pembelajaran yang berbeda tujuan belajar dapat dicapai dengan optimal. Model pembelajaran Problem Solving dan Discovery Learningdapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi experimental design dengan desain nonequivalent control group desain. Dalam desain pola nonequivalent control group design kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak dipilih secara random. Sampel pada penelitian ini menggunakan dua kelas, yaitu kelompok yang menggunakan model pembelajaran problem solving dan kelompok yang menggunakan model pembelajaran discovery learning. Kelas eksperimen satu adalah kelas yang diajar menggunakan model problem solving sedangkan kelas eksperimen dua adalah kelas yang diajar menggunakan model pembelajaran discovery learning. Instrumen penelitian terdiri dari instrumen penelitian dan instrumen pengukuran. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik kuantitatif untuk menganalisis data kemampuan awal siswa dan hasil belajar siswa yang terdiri dari uji normalitas, uji homogenitas, uji kesamaan dua rata-rata, dan uji hipotesis.Berdasrkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa: (1) hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar Pengukuran Listrik kelas X Pembangkit Tenaga Listrik A yang menggunakan model pembelajaran problem solving ranah sikap diperolehnilai rata-rata 87,04, ranah pengetahuan 83,30, dan pada ranah keterampilan 87,04. (2) ) hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar Pengukuran Listrik kelas X Pembangkit Tenaga Listrik B yang menggunakan model pembelajaran discovery learningranah sikap diperolehnilai rata-rata 93, ranah pengetahuan 86,76, dan pada ranah keterampilan 90,8. (3) hasil analisis signifikansi perbedaan hasil belajar pada mata pelajaran Dasar Pengukuran Listrik menggunakan model pembeajaran problem solving dengan model pembelajaran discovery learning diketahui bahwa tidak ada perbedaan yang siginifikansi rata-rata hasil belajar pada ranah sikap siswa, ada perbedaan yang siginifikansi rata-rata hasil belajar pada ranah pengetahuan siswa, dan tidak ada perbedaan yang siginifikansi rata-rata hasil belajar pada ranah keterampilan siswa. Kata kunci : Hasil Belajar, Model Pembelajaran Problem Solving, Model Pembelajaran Discovery Learning

    Evaluasi Penyelenggaraan Bursa Kerja Khusus (BKK) dalam Membantu Menyalurkan Lulusan ke Industri di SMK Negeri 1 Udanawu Kabupaten Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Putra, Agro Lukman. 2018. Evaluasi Penyelenggaraan Bursa Kerja Khusus (BKK) dalam Membantu Menyalurkan Lulusan ke Industri di SMK Negeri 1 Udanawu Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom., (II) Dila Umnia Soraya, S.Pd., M.Pd.   Kata kunci: evaluasi, CIPP, BKK. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penyelenggaraan BKK di SMK Negeri 1 Udanawu ditinjau dari segi Context, Input, Proses, Product (CIPP).Salah satu tolak ukur keberhasilan SMK adalah seberapa besar lulusannya dapat terserap ke industri. SMK belum bisa dikatakan berhasil jika hanya mengantarkan siswanya mendapatkan ijazah, akan tetapi harus ada tindak lanjut setelah lulus yaitu dengan menjembatani lulusan untuk mendapatkan pekerjaan melalui berbagai kegiatan, salah satunya adalah membentuk BKK. Oleh sebab itu, diperlukan penyelenggaraan BKK yang optimal. Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian adalah siswa kelas XII di SMK Negeri 1 Udanawu. Pengumpulan data mengunakan angket. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan rumus persentase, akhir penelitian berupa rekomendasi pembenahan. Hasil penelitian penyelenggaraan BKK di SMK Negeri 1 Udanawu menunjukan bahwa, 1) ditinjau dari segi contextmendapatkan persentase sebesar 75,49%, 2) ditinjau dari segi input mendapatkan persentase sebesar 74,72%, 3) ditinjau dari segi prosesmendapatkan persentase sebesar 75,36%, 4) ditinjau dari segi productmendapatkan persentase sebesar 73,43%. Kesimpulan penelitian penyelenggaraan BKK di SMK Negeri 1 Udanawu yaitu, 1) ditinjau dari segi context berjalan dengan “Baik”, 2) ditinjau dari segi input berjalan dengan “Cukup Baik”, 3) ditinjau dari segi proses berjalan dengan “Baik”, 4) ditinjau dari segi product berjalan dengan “Cukup Baik”

    0

    full texts

    2,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇