SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    2357 research outputs found

    Pengembangan Trainer Panel Monitoring Sel Surya pada Mata Kuliah Lab STL-04 Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Faqih, Kamil. 2018. Pengembangan Trainer Panel Monitoring Sel Surya pada Mata Kuliah Lab STL-04Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi Jurusan Teknik Elektro, Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) A.N. Afandi, ST, MT, MIAEng, MIEEE, PhD. (II) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd.   Kata Kunci: Panel Surya, Media Pembelajaran, Trainer Panel Monitoring Sel Surya.   Panel surya adalah alat yang terdiri dari sel surya yang mengubah cahaya menjadi listrik. Disebut surya atas matahari atau "sol", karena matahari merupakan sumber cahaya terkuat yang dapat dimanfaatkan. Panel surya sering disebut sel photovoltaic, photovoltaic dapat diartikan sebagai "cahaya-listrik". Sel surya atau sel PV bergantung pada efek photovoltaic untuk menyerap energi Matahari dan menyebabkan arus mengalir antara dua lapisan bermuatan yang berlawanan. Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar yang mencakup segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pembelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Penggunaan alat bantu semacam trainer panel monitoring sel surya memiliki pengaruh yang signifikat bagi peserta didik dalam memahami teori pada mata kuliah Lab STL-04. Pada katalog 2014 Jurusan Teknik Elektro Program Studi D3 Teknik Elektro. Terdapat salah satu kompetensi yang perlu dicapai oleh peserta didik, yaitu menganalisis PLTS. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan dosen pengampu, belum ada trainer yang secara spesifik menjelaskan tentang sistem monitoring pada PLTS. Produk ini juga dilengkapi dengan manual book dan jobsheet untuk membantu mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan praktikum. Pembuatan Trainer Panel Monitoring Sel Surya betujuan agar mahasiswa bisa merangkai pengawatan dari sel surya sebagai sumber energi yang kemudian dimanfaatkan untuk menyalakan peralatan listrik. Sehingga mahasiswa lebih mudah menguasai proses konversi dari sel surya dalam mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Selain itu, dengan menggunakan trainer panel monitoring sel surya ini mahasiswa bisa mengetahui nilai output yang dihasilkan pada sel surya, karena trainer dilengkapi dengan alat-alat ukur listrik. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE. tahapan Model pengembangan ADDIE yaitu: Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluatiuon. Media pembelajaran trainer panel monitoring sel surya divalidasi oleh ahli 1 dan ahli 2. Hasil validasi yang didapat untuk trainer sebesar 95% dari segi materi dan 94,79% dari segi media. Kemudian untuk validasi manual book sebesar 89,29% dari segi materi dan 89,39% dari segi media. Serta untuk validasi modul sebesar 90.18% dari segi materi dan 89.29% dari segi media. Hasil validasi produk dikategorikan sangat valid dan siap diuji coba. Dari hasil uji coba saat implementasi. Maka Trainer Panel Monitoring Sel Surya, Modul, Manual Book dinyatakan sangat layak dan siap untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran pada mata kuliah Lab STL-04

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PjBL (PROJECT BASED LEARNING) DIBANDINGKAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING PENGARUHNYA TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PEMROGRAMAN DASAR PADA SISWA KELAS XI MULTIMEDIA DI SMK NEGERI 5 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Pratama, Dea Eri. Penerapan Model Pembelajaran PjBL (Project Based Learning) Dibandingkan Model Pembelajaran Quantum Learning Pengaruhnya Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Pemrograman Dasar pada Siswa Kelas XI Multimedia Di SMK Negeri 5 Malang. Jurusan Teknik Elektro , Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hary Suswanto, S.T., M.T., (II) Triyanna Widiyaningtyas, S.T., M.T.   Kata Kunci : QL (Quantum Learning), PjBL( Project Based Learning), Hasil Belajar, Motivasi Belajar, Pemrograman Dasar Berdasarkan hasil observasi di kelas XI MM 2 dan XI MM 3 serta wawancara langsung dengan guru di SMK Negeri 5 Malang yang menggunakan model pembelajaran project based learning di dapatkan beberapa permasalahan, yaitu: (1) tujuan pembelajaran yang masih belum tercapai dengan maksimal, (2) siswa kurang mendapat motivasi dari guru sebelum memulai pembelajaran, (3) Terlihat masih banyak siswa yang bosan dan malas mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Hal tersebut yang menyebabkan hasil belajar pada beberapa siswa mendapatkan nilai dibawah KKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil dan motivasi belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Learning dan Project Based Learning. Penelitian ini dirancang dengan desain Quasi Experimental atau penelitian semu. Pola penelitian ini menggunakan Nonequivalent Control Group Design dengan pemilihan kelas yang tidak dilakukan secara acak. Uji efektifitas menggunakan uji Independent Sample t-Test, lalu untuk uji efisiensinya menggunakan uji Paired Sample t-Test. Untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar menggunakan uji One Way Anova. Penelitian ini memakai dua kelas yaitu kelas XI MM 2 memakai pembelajaran semula model Project Based Learning dan kelas XI MM 3 diberikan perlakuan Quantum Learning. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan oleh peneliti, dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Hasil belajar Pemrograman Dasar pada kelas eksperimen mendapatkan nilai sebesar 87,32 sedangkan pada kelas kontrol mendapatkan 80,63; (2) Terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan  pada mata pelajaran Pemrograman Dasar dengan model QL  dan PjBL pada siswa kelas XI Multimedia di SMK Negeri 5 Malang; (3) Terdapat perbedaan yang signifikan efektifitas dan efisiensi hasil belajar dalam mata pelajaran Pemrograman Dasar menggunakan model pembelajaran QL  dan PjBL pada siswa kelas XI Multimedia di SMK Negeri 5 Malang; (4) Terdapat perbedaan yang signifikan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Pemrograman Dasar menggunakan model pembelajaran QL  dan PjBL pada siswa kelas XI Multimedia di SMK Negeri 5 Malang.   ABSTRAK   Pratama, Dea Eri. “Implementation of PjBL (Project Based Learning) Model with Quantum Learning Model and It’s Effect to Motivaton and Learning Outcomes in Subject Pemrograman Dasar on the Student in Class XI Multimedia SMK Negeri 5 Malang”.Department of Electronic Engineering , Study Program of S1 Education of Informatics Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Lecture (I) Dr. Hary Suswanto, S.T., M.T., (II) Triyanna Widiyaningtyas, S.T., M.T.   Keywords  : QL (Quantum Learning), PjBL( Project Based Learning), Learning Outcomes, Learning Motivation, Pemrograman Dasar Based on the observation in class XI MM 2 and XI MM 3, the interview directly with the teacher in SMK Negeri 5 Malang which use Project Based Learning model, there are problems: (1) the aim of the learning is not achieved yet maximally, (2) the student don’t get enough motivation from their teacher before learning process begin, (3) there are a lot of students who are bored and lazy to do task from their teacher. That problems cause the outcomes or learning scores of the student are under the standard. This research aims to know the comparation between the learning outcomes and student’s learning motivation which use Quantum Learning and Project Based Learning model. This research is designed with Quasi Experimental design or false research. The scheme of this research uses Nonequivalent Control Group Design with class selection that are not done randomly. Effectiveness test uses Independent Sampe t-Test method, then efisiency test uses One Way Anova method. This research is done in two classes, that are class XI MM which is given Project Based Learning model and class XI MM 3 which is given Quantum Learning model. Based on the result of this research and data analysis that are done by recearcher, the conclusions are: (1) learning outcomes of subject Pemrograman Dasar in experiment class got the score amount 87,32 and in control class got the score amount 80,63; (2) there are significant differences between learning outcomes in the sphere of attitude, knowledge, and skill in subject Pemrograman Dasar with QL and PjBL model on the student in class XI Multimedia SMK Negeri 5 Malang; (3) there are significant differences on effectiveness and efisiency of the learning outcomes in subject Pemrograman Dasar which uses QL and PjBL model on the student in class XI Multimedia SMK Negeri 5 Malang; (4) there are significant differences on student’s learning motivation in subject Pemrograman Dasar which uses QL and PjBL model on the student in class XI Multimedia SMK Negeri 5 Malang

    Pengembangan Bahan Ajar Cetak Mata Pelajran Dasar Listrik dan Elektronika Bermuatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Pada Siswa SMKN 1 Kepanjen Kelas X Program Keahlian Teknik Elektronika Industri

    No full text
    ABSTRAK   Lumban Batu, Freddy. 2018. Pengembangan Bahan Ajar Cetak Mata Pelajran Dasar Listrik dan Elektronika Bermuatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Pada Siswa SMKN 1 Kepanjen Kelas X Program Keahlian Teknik Elektronika Industri. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Dr. Eng. Anik Nur Handayani, S.T., M.T, (II) Drs. Suwasono, M.T   Kata Kunci: Bahan Ajar, Dasar Listrik dan Elektronika, Contextual Teaching and Learning (CTL), Teknik Elektronika Industri Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan proses pembelajaran. Untuk menunjang kegiatan proses belajar dan mengajar, diperlukan sarana dan prasarana yang baik disekolah sehingga kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. Pada prosesnya, kegiatan pembelajaran yang ada di SMKN 1 Kepanjen  masih berpusat pada guru dan  membuat kegiatan pembelajaran kurang efektif serta kurang sesuai dengan kurikulum 2013. Namun, dalam mata pelajaran Dasar Listrik dan Elektronika pada siswa Kelas X masih ada kendala pada proses pembelajaran yaitu kurangnya bahan ajar pada mata pelajaran pelajaran Dasar Listrik dan Elektronika, sedangkan potensi di sekolah alat dan bahan untuk praktikum tersedia. Bahan ajar yang dikembangkan harus memiliki model pembelajaran yang menuntut siswa belajar, bukan untuk menerima saja tetapi berdasarkan pada proses.Solusi yang dilakukan yaitu, dengan mengembangkan bahan ajar itu menjadi lebih baik yang sesuai kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik bermuatanContextual Teaching and Learningpada siswa Kelas X di SMKN 1 Kepanjen. Pengembangan produk yang dilakukan adalah pengembangan berupa buku ajar dan jobsheet menggunakan model pengembangan Sadiman. Model pengembangan tersebut terdiri dari delapan prosedur, yaitu (1) identifikasi kebutuhan (2) perumusan tujuan; (3) pengembangan materi; (4) perumusan alat pengukur keberhasilan; (5) penulisan naskah media; (6) tes/ uji coba; (7) revisi; (8) naskah siap produksi. Produkyang dihasilkan berupa buku ajar Dasar Listrik dan Elektronikadan jobsheet Dasar Listrik dan Elektronika untuk siswa serta buku panduan pelaksanaan pembelajaran dan jobsheet Dasar Listrik dan Elektronika untuk guru, yang telah divalidasi oleh ahli materi, ahli media dan diuji coba kepada siswa sertayang dihasilkan sudah sangat valid dan dapat digunakan tanpa revisi.   ABSTRACT   Lumban Batu. Freddy. 2018. The Develompmentof Instructional Materials E-Learning Handbook Electrical and Electronic Subjects Contextual Teaching and Learning (CTL) Contents On Students of SMKN 1 Kepanjen X Class Program of Industrial Electronics Engineering Skills. Thesis, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering,Universitas Negeri Malang   Keywords:Teaching Materials, Basic Electrical and Electronics, Contextual Teaching and Learning (CTL), Industrial Electronics Engineering Teaching materials are all forms of materials used to assist teachers or instructors in implementing the learning process. To support the learning and teaching activities, good facilities and infrastructure are needed in the school so that the learning activities can run smoothly. In the process, the learning activities that exist in SMKN 1 Kepanjen still centered on the teacher and make less effective learning activities as well as less in accordance with the curriculum 2013. However, in the Elementary Electrical and Electronics subjects in Class X students there are still constraints on the learning process is the lack of materials teach on Electrical and Electronics Elementary subjects, while the potential in school tools and materials for lab work is available. Teaching materials developed should have a learning model that requires students to learn, not to accept but based on the process. The solution is that by developing the teaching materials it is better that according to the 2013 curriculum using scientific approach Contextual Teaching and Learning loaded on the students of Class X in SMKN 1 Kepanjen. Product development is done in the form of textbook development and worksheet by using Sadiman development model. The development model consists of eight procedures, namely (1) identification of needs (2) formulation of objectives; (3) material development; (4) formulation of measuring tools of success; (5) writing media manuscripts; (6) test / trial; (7) revisions; (8) ready made manuscripts. The resulting product is a textbook of Basic Electrical and Electronics and Electrical and Electronics Electrical worksheet for students as well as guidebook of learning and worksheet implementation of Basic Electrical and Electronics for teachers, which has been validated by material experts, media experts and tested to students as well as produced very valid and can be used without revision

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS MOBILE SEBAGAI MEDIA PENDUKUNG PADA MATA PELAJARAN KOMPOSISI FOTO DIGITAL KELAS XI MULTIMEDIA DI SMK

    No full text
    ABSTRAK   Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMK Negeri 2 Blitar diperoleh informasi bahwa siswa belum memahami materi mengenai Komposisi Foto Digital. Melalui observasi diketahui juga bahwa nilai UTS siswa masih kurang maksimal. Nilai siswa XI Multimedia 45,7% masih dibawah KKM, itu disebabkan tidak adanya bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran, yang mengakibatkan pemahaman siswa menjadi berbeda. Siswa kelas XI Multimedia 94% telah memiliki Handphone Android. Oleh karena itu, bahan ajar yang akan dikembangkan berbasis Mobile Android. Sehingga siswa lebih mudah memahami materi pada mata pelajaran Komposisi Foto Digital kapan saja dan dimana saja. Penelitian ini bertujuan untuk merancang produk bahan ajar, mengembangkan produk bahan ajar serta mengetahui tingkat kelayakan bahan ajar berbasis mobile pada mata pelajaran komposisi foto digital melalui responden siswa kelas XI Multimedia. Pengembangan bahan ajar berbasis mobile dirancang menggunakan model ADDIE dengan 5 tahapan yakni : (1) Analysis (Analisis); (2) Design (Desain); (3) Development (Pengembangan); (4) Implementation (Implementasi); (5) Evaluation (Evaluasi). Pengujian kelayakan bahan ajar berbasis mobile dilakukan oleh ahli materi, ahli media, guru pengampu mata pelajaran komposisi foto digital, uji kelompok kecil, dan uji lapangan atau kelompok besar.  Berdasarkan validasi yang dilakukan oleh ahli media dan ahli materi, maka diperoleh persentase dari validator yaitu sebesar 88,5% untuk ahli media, 90% untuk ahli materi. Berdasarkan ujicoba yang dilakukan pada pengguna, maka diperoleh persentase sebesar 87,7% untuk uji coba kelompok kecil, dan 89% untuk uji coba kelompok besar. Persentase rata-rata keseluruhan pengujian sebesar 88,8%. Nilai-nilai yang diperoleh tercantum dalam tabel validator dan tabel uji coba di bab 4. Berdasarkan kriteria validitas yang diadaptasi dari Akbar (2010), maka dapat dinyatakan bahwa bahan ajar berbasis mobile sangat valid dan layak untuk digunaka

    Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Mobile Learning Pada Mata Pelajaran Sistem Komputer Bermuatan Discovery Learning Untuk Siswa Kelas X Teknik Komputer Dan Jaringan Di SMKN 2 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Amalia, Anita Rahmi. 2018. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis MobileLearning Pada Mata Pelajaran Sistem Komputer Bermuatan DiscoveryLearning Untuk Siswa Kelas X Teknik Komputer Dan Jaringan Di SMKN2 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Ir. Syaad Patmanthara, M.Pd. (II) M. Zainal Arifin S.Si, M.Kom.   Kata kunci: bahan ajar, mobile learning, sistem komputer, discovery learning Kemajuan bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan pendidikan di sekolah. Termasuk sarana penunjang pendidikan yang digunakan untuk menyampaikan materi salah satunya adalah bahan ajar. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, namun bahan ajar yang sekarang digunakan belum sepenuhnya menunjang proses pembelajaran. Mengacu pada kurikulum 2013 (Revisi 2017) mata pelajaran Sistem Komputer di SMKN 2 Malang belum memiliki bahan ajar yang terstruktur dan relevan. Keterbatasan bahan ajar berdampak pada hasil belajar dan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Siswa kelas X membutuhkan bahan ajar Sistem Komputer yang dapat mengakomodasi keterbatasan intensitas pembelajaran di sekolah sehingga memberikan kemudahan bagi siswa untuk dapat belajar didalam maupun diluar kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain, membuat dan menguji kelayakan bahan ajar Sistem Komputer bermuatan Discovery Learning untuk Siswa Kelas X Teknik Komputer dan Jaringan di SMKN 2 Malang. Model penelitian yang digunakan adalah ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Model pengembangan ini meliputi 5 langkah, yaitu : (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) implementasi, dan (5) evaluasi. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Teknik pengujian yang digunakan menggunakan angket kepada ahli materi, ahli media, dan pengguna. Ahli materi melakukan validasi isi bahan ajar dan ahli media melakukan validasi bahan ajar sebagai media. Pengujian kepada pengguna dibagi menjadi dua tahap yaitu uji kelompok kecil sebanyak 15 siswa dan uji kelompok besar sebanyak 40 siswa. Berdasarkan hasil validasi ahli materi dinyatakan sangat valid dengan hasil rata-rata persentase sebesar 95,14%, validasi oleh ahli media dinyatakan sangat valid dengan hasil rata-rata pesentase sebesar 91,60%, uji coba kelompok kecil pada kelas X TKJ 3 diperoleh hasil rata-rata persentase sebesar 89,21% dan uji coba kelompok besar pada kelas X TKJ 2 dan TKJ 3 diperoleh hasil rata-rata persentase sebesar 92,09%. Berdasarkan hasil tersebut, maka secara keseluruhan bahan ajar ini dinyatakan sangat valid dan sangat layak untuk digunakan dengan hasil validitas dan kelayakan sebesar 92,01% tanpa perlu revisi

    Kajian Tentang Peran Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Melaksanakan Bimbingan dan Fasilitasi TIK di SMA Negeri Se-Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2014 tentang Peran Guru TIK dan KKPI dalam Implementasi Kurikulum 2013, guru TIK sudah tidak lagi mengajar seperti dalam kurikulum-kurikulum sebelumnya, tetapi guru TIK berperan sebagai penyedia layanan bimbingan dan fasilitasi berkaitan tentang TIK. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keadaan di lapangan tentang peran guru TIK dalam melaksanakan bimbingan terhadap siswa. Peran guru TIK di sekolah meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program bimbingan TIK. Selain itu mengetahui bagaimana persepsi siswa terhadap pelaksanaan bimbingan TIK serta faktor pendukung dan penghambat bimbingan TIK. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian ini yaitu SMAN 4 Malang, SMAN 8 Malang, dan SMAN 10 Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SMA Negeri Se-Kota Malang yang berjumlah 10 sekolah. Sedangkan sampel penelitian adalah guru TIK dan siswa di tiga sekolah tersebut. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Untuk mengungkap variabel peran guru TIK dengan 4 sub variabel, digunakan empat instrumen penelitian, yaitu observasi, wawancara, angket, dan check list dokumen. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu teknik analisis data kuantitatif dan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peran guru TIK di SMAN 4, 8, dan 10 Malang dalam perencanaan bimbingan TIK belum terlaksana dengan baik. (2) Peran guru TIK dalam pelaksanaan bimbingan TIK telah terselenggara dengan baik, walaupun ada beberapa kegiatan yang belum terlaksana. (3) Peran guru TIK dalam melakukan evaluasi bimbingan TIK belum berjalan dengan baik karena tidak ada evaluasi yang dilakukan untuk mengukur kemampuan siswa. (4) Persepsi siswa terhadap pelaksanaan bimbingan TIK cenderung berada dalam kategori rendah karena sebagian besar siswa tidak pernah melakukan bimbingan secara individu. Siswa hanya mengikuti bimbingan secara klasikal. (5) Faktor pendukung bimbingan TIK di SMAN Se-Kota Malang yaitu sarana dan prasarana, dukungan sekolah, dan jadwal bimbingan TIK telah masuk KBM. Sedangkan faktor penghambat dalam bimbingan TIK, diantaranya TIK bukan mata pelajaran, waktu pelaksanaan bimbingan TIK kurang maksimal, keaktifan siswa selama bimbingan TIK terbilang rendah, dan tidak ada evaluasi atau penilaian

    Hubungan Pengetahuan Pedagogik Mahasiswa dan Keteladanan Guru Saat Kajian Praktik Lapangan dengan Persepsi Berkarir Sebagai Guru Bagi Mahasiswa Prodi S1 PTI FT UM

    No full text
    ABSTRAK   Universitas Negeri Malang merupakan salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang memiliki tujuan dan tugas untuk mencetak calon guru yang memiliki kemampuan dan keahlian yang kompeten dalam bidang tertentu. Persepsi berkarir sebagai guru yang positif sangat penting dimiliki mahasiswa Prodi S1 PTI FT UM sebagai sebagai calon guru. beberapa cara dapat mempengaruhi persepsi berkarir sebagai guru adalah pengetahuan pedagogik dan keteladanan guru saat kajian praktik lapangan.   Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui deskripsi pengetahuan pedagogik mahasiswa prodi S1 PTI FT UM (X1), (2) mengetahui deskripsi keteladanan guru saat kajian praktik lapangan mahasiswa prodi S1 PTI FT UM (X2), (3) mengetahui deskripsi persepsi berkarir sebagai guru bagi mahasiswa prodi S1 PTI FT UM (Y), (4) mengungkap signifikansi dan hubungan X1 dan Y, (5) mengungkap signifikansi dan hubungan X2 dan Y, dan (6) mengungkap signifikansi dan hubungan X1 dan X2 secara simultan dengan Y. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa S1 PTI UM angkatan 2014 sejumlah 130 mahasiswa aktif angkatan 2014. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Data yang diperoleh di uji dengan uji korelasi parsial dan uji hipotesis untuk mengungkapkan hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat baik secara parsial maupun secara simultan. Untuk mengukur variabel X2 dan Y menggunakan instrumen penilaian berupa angket tertutup, serta dokumentasi berupa Data Nilai Akhir (DNA) mahasiswa untuk variabel (X1). Variabel X2 dan Y memiliki tingkat reliabilitas 0,879 dan 0,926. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi parsial dan regresi ganda, analisis uji prasyarat, dan analisis sumbangan efektif-relatif menggunakan bantuan SPSS. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu: (1) X1 dalam kategori tinggi, X2 dan Y dalam kategori sangat tinggi; (2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1 dan Y, X2 dan Y, dan X1, X2 secara simultan dengan Y. Kesimpulan penelitian adalah ada hubungan positif dan signifikan antara: (1) pengetahuan pedagogik mahasiswa dengan persepsi berkarir sebagai guru; (2) keteladanan guru saat kajian praktik lapangan dengan persepsi berkarir sebagai guru; dan (3) pengetahuan pedagogik mahasiswa dan keteladanan guru saat kajian praktik lapangan secara simultan dengan persepsi berkarir sebagai guru

    Hubungan antara Adversity Intelligence dan Persepsi Mahasiswa terhadap Karir Keguruan dengan Ketertarikan Berkarir Menjadi Guru MahasiswaProgram Studi S1 PTI Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Indonesia, Anggirda. 2018. Hubungan antara Adversity Intelligence dan Persepsi Mahasiswa terhadap Karir Keguruan dengan Ketertarikan Berkarir Menjadi Guru MahasiswaProgram Studi S1 PTI Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. Setiadi Cahyono Putro. M.Pd., M.T. (II) Heru Wahyu Herwanto. S. T., M. Kom.   Kata Kunci: Adversity Intelligence, Persepsi Mahasiswa terhadap Karir Keguruan, dan Ketertarikan Berkarir Menjadi Guru. Perkembangan dunia pendidikan sudah selayaknya diimbangi dengan peningkatan mutu dan layanan pendidikan di Indonesia.  Dengan upaya mempersiapkan calon guru yang kompeten, sudah seharusnya mahasiswa yang dididik menjadi calon guru memiliki ketertarikan berkarir menjadi guru. Ketertarikan berkarir menjadi guru dipengaruhi oleh adversity intelligence dan persepsi mahasiswa terhadap karir keguruan.Adanya faktor-faktor tersebut maka dilakukan penelitian yang berjudul “Hubungan antara Adversity Intelligence (X1) dan Persepsi Mahasiswa terhadap Karir Keguruan (X2) dengan Ketertarikan Berkarir Menjadi Guru (Y) bagi Mahasiswa Program Studi S1 PTI Universitas Negeri Malang”. Metode penelitian yang digunakan yaitu expose facto dengan rancangan penelitian kuantitatif korelasional. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa S1 PTI angkatan 2014 sejumlah 130 responden. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan adversity intelligence (X1), (2) mendeskripsikan persepsi mahasiswa terhadap karir keguruan (X2), (3) mendeskripsikan ketertarikan berkarir menjadi guru (Y) mahasiswa Program Studi S1 PTI Universitas Negeri Malang, (4) mengungkap signifikansi hubungan antara X1 dengan Y, (5) mengungkap signifikansi hubungan antara X2 dengan Y, dan(6) mengungkap signifikansi hubungan antara X1 dan X2 terhadap Y secara simultan. Untuk mengungkap adanya hubungan antara variabel X1 dengan Y maupun X2 dengan Y menggunakan analisis data korelasi parsial. Sedangkan untuk mengungkap hubungan X1 dan X2 secara simultan dengan Y menggunakan regresi ganda. Semua analisa data tersebut dilakukan dengan berbantuan SPSS.Hasil peneiltian diketahui: (1)ketertarikan berkarir menjadi guru dalam kategori yang tinggi; (2)adversity intelligence dalam kategori tinggi; (3)persepsi mahasiswa terhadap karir keguruan dalam kategori tinggi; (4)koefisien korelasi parsial X1 dengan Y sebesar 0,216 (sig.: 0,011 < 0,05); (5)koefisien korelasi parsial X2 dengan Y sebesar 0,221 (sig.: 0,009 < 0,05); dan (6)terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara X1 dan X2 terhadap Y secara simultan

    PENGARUH SISTEM PEMBELAJARAN FULLDAY SCHOOL DAN KOMPETENSI GURU TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PRODUKTIF KELAS X MULTIMEDIA SMKN 5 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Dalam penerapan sistem pembelajaran full day school terdapat beberapa permasalahan yaitu kompetensi seorang guru  dalam penyampaian pembelajaran masih menggunakan model yang  kurang variatif sehingga membuat siswa susah termotivasi dalam belajar. Siswa merasa pengaturan jadwal mata pelajaran yang  belum seimbang. Siswa mengalami kesulitan saat ujian dilaksanakan karena banyak materi yang  kurang dimengerti dan mengakibatkan hasil belajar siswa tidak sesuai dengan tujuan belajar  yang  diinginkan  guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari sistem pembelajaran full  day  school dan kompetensi guru terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional dengan kendekatan kuantitatif dimana penelitian ini bersifat korelasional.  Penelitian ini dilakukan pada siswa program keahlian Multimedia di SMKN 5 Malang dengan jumlah sampel sebanyak  84  siswa.  Untuk mengukur sistem pembelajaran full  day  school, kompetensi   guru,  dan motivasi belajar digunakan angket tertutup.  Teknik analisis  data  yang  digunakan adalah korelasi parsial dan simultan (regresi ganda). Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS IBM SPSS Statistic v22. Kesimpulan penelitian ini adalah: 1) sistem pembelajaran full day school yang diterapkan sudah berjalan dengan baik, kompetensi yang dimiliki guru sudah baik, motivasi belajar siswa terhadap proses pembelajaran sudah baik,  dan hasil belajar siswa yang diperoleh sudah cukup baik;  2)  terdapat pengaruh signifikan antara full  day  school terhadap motivasi belajar siswa;  3)  terdapat pengaruh signifikan antara kompetensi guru terhadap motivasi belajar siswa; 4) terdapat pengaruh signifikan antara full day school terhadap hasil belajar siswa; 5) terdapat pengaruh signifikan kompetensi guru terhadap hasil belajar siswa; 6) terdapat pengaruh signifikan full day school dan kompetensi guru terhadap motivasi belajar siswa; 7) terdapat pengaruh signifikan full day school dan kompetensi guru terhadap hasil belajar siswa

    Pengembangan Bahan Ajar Digital EPUB Teknik Listrik Dengan Menggunakan Model Penyajian Contextual Teaching and Learning (CTL) Untuk SMK Kelas X Semester 1 Kompetensi Keahlian Mekatronika

    No full text
    ABSTRAK   Sebanyak 71,5% siswa mekatronika SMK N 8 Malang yang telah mempelajari Teknik Listrik masih merasa kesulitan jika belajar secara mandiri. Upaya yang dilakukan untuk menciptakan kegiatan belajar mengajar yang baik diperlukan adanya bahan ajar yang memadai. Bahan ajar dapat menentukan tingkat kemandirian siswa dalam melakukan pembelajaran secara mandiri. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah (1) Merencanakan bahan ajar digital Teknik Listrik dengan menggunakan model penyajian CTL untuk SMK kelas X Semester 1 Kompetensi Keahlian Mekatronika, (2) Membuat bahan ajar digital Teknik Listrik dengan menggunakan model penyajian CTL untuk SMK kelas X Semester 1 Kompetensi Keahlian Mekatronika, (3) Tingkat kelayakan bahan ajar digital yang akan dikembangkan sehingga dapat berfungsi sebagai bahan ajar yang mampu memberikan materi dengan model penyajian CTL. Bahan ajar digital ini telah divalidasi oleh ahli media dan ahli materi serta telah diuji cobakan kepada siswa kelas X dan XII kompetensi keahlian mekatronika di SMK Negeri 8 Malang melalui uji kelayakan. Kelayakan bahan ajar diketahui berdasarkan angket. Hasil angket review ahli media 91% (sangat valid), ahli materi 93% (sangat valid), uji coba kelompok kecil 94% (sangat valid), dan uji coba kelompok besar 88% (sangat valid). Berdasarkan skor tersebut, bahan ajar digital dinyatakan sangat valid dan layak digunakan sebagai suplemen dalam pembelajaran siswa secara mandiri

    0

    full texts

    2,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇