SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    2357 research outputs found

    Pengembangan Bahan Ajar Digital Interaktif Instalasi Tenaga Listrik Berbasis Challenge Based Learning (CBL) Untuk Memfasilitasi Kemandirian Belajar Siswa Kelas XI TIPTL di SMK 2 Probolinggo

    No full text
    RINGKASAN Berdasarkan  hasil  observasi  yang  dilakukan  dalam  pembelajaran  guru menggunakan  bahan  ajar  berupa jobsheet,  power  point,buku  paket  dan  internet. Bahan ajar yang digunakan masih mengambil dari berbagai sumber karena belum tersedianya  modul  pembelajaran  Instalasi  Tenaga  Listrik  yang  sesuai  dengan silabus di SMKN 2 Probolinggo. Bahan ajar yang digunakan tersebut juga belum dimanfaatkan   secara   penuh   oleh   siswa   karena siswa   lebih   suka   membaca menggunakan  media  elektronik  dari  pada  media  cetak.  Belum  tersedianya  modul ajar   yang   sesuai   tersebut   membuat   pembelajaran   menjadi   tidak   terstruktur.  Masalah  tersebut  mengakibatkan  siswa  menjadi  tidak  berminat  untuk  belajar karenatidak memiliki buku pegangan sendiri dan masih bergantung kepada materi yang  disampaikan  oleh  guru  sehingga  kemandirian  belajar  siswa  sangat  rendah. Tujuan dari pengembangan ini adalah membuat bahan ajar digital interaktif dalam bentuk   modul   untuk melihat kemandirian belajar   siswadengan   melakukan observasi kemandirian belajar saat menggunakan bahan ajar digital interaktif yang dikembangkan.  Berdasarkan  analisis  masalah  dan  potensi  siswa  tersebut,  maka dibuatlah pengembangan  bahan  ajar digital  interaktif   instalasi  tenaga  listrik berbasis challenge based learning (CBL) untuk memfasilitasi kemandirian belajar siswa kelas XI TIPTL di SMK Negeri 2 Probolinggo. Prosedur  penelitian  dan  pengembangan  yang  digunakan  adalah  model pengembangan Sugiyono. Dalam model pengembangan Sugiyono ada 10 langkah R&D,  diantaranya:  (1)  potensi  dan  masalah;  (2) Pengumpulan    data; (3)  desain produk;  (4)  validasi  desain;  (5)  perbaikan  desain;  (6)  uji  coba  produk;  (7)  revisi produk; (8) uji coba pemakaian; (9) revisi produk; (10) pembuatan produksi masal Berdasarkan   analisis   data   yang   telah   dilakukan   diperoleh   rata-rata persentase hasil validasi ahli sebesar 93,61%, uji coba produk sebesar 86,54%, uji coba  pemakaian  sebesar  88,42%,  dari  hasil  tersebut  dapat  disimpulkan  bahwa bahan ajartelah memenuhi kriteria sangat valid dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran.   Sedangkan   hasil   observasi   kemandirian   belajar   siswa   nilai keaktifan  satu  kelasnya  yaitu  sebesar  79,44% yang  termasuk  dalam  klasifikasi kemandirian yang tinggi

    PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENDIDIKAN BERBASIS CONTENT MANAGEMENT SYSTEM PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KABUPATEN JOMBANG

    No full text
    RINGKASAN Sekolah Menengah Kejuruan 10 Nopember Jombang telah memiliki Sistem Informasi Pendidikan berupa website, namun sistem yang dimiliki belum dapat memberikan informasi yang sepenuhnya kepada murid, guru dan masyarakat. Sistem kurang up to date dikarenakan manajemen sistem yang kurang ditinjau dari beberapa elemen dan beberapa menu yang tidak tampil, selain itu desain sistem kurang menarik serta tidak responsif, mengacu pada tujuan sistem informasi pendidikan salah satunya penyampaian informasi, promosi program keahlian yang dimiliki terutama sekolah yang membuka program keahlian teknik informatika (Rekayasa Perangkat Lunak, Multimedia, dan Teknik Komputer dan Jaringan) untuk menarik minat calon peserta didik dan calon wali murid maka keberadaan sistem informasi pendidikan menjadi sangat penting di zaman serba online saat ini. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan merancang, mengembangkan, dan menguji kelayakan Sistem Informasi Pendidikan pada Sekolah Menengah Kejuruan Kabupaten Jombang  berbasis Content Management System Wordpress versi 4.9.8. Metode pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan perangkat lunak Waterfall dengan tahapan communication, planning, modeling, construction, dan deployment. Pengujian dilakukan pada tahap construction menggunakan metode pengujian black box dengan mengacu pada user acceptance testing. Serta uji coba usability untuk mengetahui tingkat kelayakan sistem secara subjektif. Pengujian dilakukan oleh ahli Rekayasa Perangkat Lunak, 3 tenaga didik SMK 10 Nopember Jombang sebagai user admin, editor dan author, serta 20 siswa TKJ sebagai user Guest. Hasil penelitian diperoleh pada pengujian secara fungsional menggunakan metode blackbox dengan skor 94.5% oleh ahli Rekayasa Perangkat Lunak, skor 100% diperoleh dari user admin, editor, author serta user umum, berikutnya untuk mengetahui tingkat kelayakan sistem dengan pengujian usability diperoleh skor 91% (sangat layak) dengan tingkat reabilitas 0.86 (sangat tinggi) yang menunjukkan Sistem Informasi Pendidikan berbasis Content Management System pada Sekolah Menengah Kejuran Kabupaten Jombang sudah valid secara fungsionalitas maupun usabilitas sehingga layak untuk digunakan

    Interaksi Antara Faktor Minat Belajar Dan Penerapan Model Pembelajaran (Inquiry Dibandingkan Problem Based Learning) Berbantuan Media Pembelajaran Dinamis Terhadap Hasil Belajar Basis Data Pada Siswa Kelas XI RPL Di SMK Negeri 1 Kepanjen

    No full text
    ABSTRAK   Wiyanto, Rian Hari. 2017. Interaksi Antara Faktor Minat Belajar Dan Penerapan Model Pembelajaran (Inquiry Dibandingkan Problem Based Learning) Berbantuan Media Pembelajaran Dinamis Terhadap Hasil Belajar Basis Data Pada Siswa Kelas XI RPL Di SMK Negeri 1 Kepanjen, Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Setiadi Cahyono P.,M.Pd.,M.T. (II) Drs. Suwasono, M.T Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan dengan guru mata pelajaran Basis Data di SMK Negeri 1 Kepanjen Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak, masih terdapat beberapa permasalahan pada proses pembelajaran, diantaranya : (1)model pembelajaran masih bersifat ceramah bermakna, (2)penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik, (3)minat dan hasil belajar rendah.   Rancangan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya: (1)interaksi antara minat belajar dan penerapan variasi model pembelajaran (Inquiry dan PBL) berbantuan media pembelajaran dinamis terhadap hasil belajar basis data, (2)perbedaan antara kelompok minat belajar siswa dan penerapan variasi model pembelajaran (Inquiry dan PBL) berbantuan media pembelajaran dinamis terhadap hasil belajar basis data, dan (3)perbedaan yang paling signifikan antara kelompok siswa dengan minat belajar rendah dan tinggi dengan Inquiry berbantuan media, dan kelompok siswa dengan minat belajar rendah dan tinggi dengan PBL berbantuan media. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan desain True Experimental dan pola Factorial Design, yang menggunakan dua kelas eksperimen. Pada kelas eksperimen satu adalah siswa yang memiliki minat belajar tinggi dan akan mendapat perlakuan menggunakan model pembelajaran PBL dan Inquiry berbantuan media, sedangkan untuk kelas eksperimen dua adalah siswa yang memiliki minat belajar rendah yang juga akan mendapat perlakuan menggunakan model pembelajaran PBL dan Inquiry berbantuan media. Teknik analisis data hasil penelitian ini terdiri atas uji prasyarat, analisis nilai ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan, serta uji hipotesis menggunakan Two Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara minat belajar dan variasi model pembelajaran berbantuan media pembelajaran dinamis terhadap hasil belajar basis data dengan nilai Sig. < 0,05 yaitu sebesar 0,019. Terdapat perbedaan yang signifikan antar masing-masing kelas yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 pada ranah pengetahuan, 0,000 pada ranah keterampilan, dan 0,000 pada ranah sikap. Perbedaan yang paling signifikan terdapat pada kelas PBL minat tinggi dan kelas PBL minat rendah dengan nilai Sig. sebesar 0,000 sedangkan kelas PBL minat tinggi dan kelas Inquiry minat rendah dengan nilai Sig. sebesar 0,000

    Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Menggunakan Media Video Terhadap Hasil Belajar Rancang Bangun Jaringan Komputer Pada Siswa SMK Negeri 1 Nglegok Kabupaten Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Pembelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru secara terstruktur yang menciptakan proses interaksi antara sesama peserta didik, guru dengan peserta didik dan dengan sumber belajar. Pelaksanaan suatu pembelajaran dibutuhkan model dan media pembelajaran yang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Project Based Learning menggunakan media video terhadap hasil belajar Rancang Bangun Jaringan Komputer pada siswa SMK Negeri 1 Nglegok Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimental Research dengan desain Non-Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu kelas XI TKJ 1 yang berjumlah 35 siswa sebagai kelas kontrol dan kelas XI TKJ 3 yang berjumlah 35 siswa sebagai kelas eksperimen. Kelas eksperimen diberi perlakukan menggunakan model Project Based Learning (PBL) dengan media video, sedangkan untuk kelas kontrol menggunakan model konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perhitungan rata-rata nilai sikap kelas eksperimen sebesar 84,44 lebih tinggi daripada rata-rata kelas kontrol sebesar 80,89 dengan signifikansi sebesar 0,036 < 0,05. Perhitungan rata-rata nilai pengetahuan kelas eksperimen sebesar 83,48 lebih tinggi daripada rata-rata kelas kontrol sebesar 77,27 dengan signifikansi sebesar 0,001 < 0,05. Perhitungan rata-rata nilai keterampilan kelas eksperimen sebesar 90,60 lebih tinggi daripada rata-rata kelas kontrol sebesar 87,38 dengan signifikansi sebesar 0,032 < 0,05. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelas eksperimen yang menggunakan model Project Based Learning menggunakan media video dengan kelas kontrol yang menggunakan model konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif penggunaan model Project Based Learning menggunakan media video terhadap hasil belajar Rancang Bangun Jaringan pada siswa kelas XI TKJ SMK Negeri 1 Nglegok Kabupaten Blitar

    Pengembangan Bahan Ajar E-Learning pada Matapelajaran Komputer dan Jaringan Dasar untuk Siswa SMK Kelas X TKJ

    No full text
    ABSTRAK   Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di salah satu SMK Blitar yaitu SMK Islam 1 Blitar, didapatkan keterangan bahwa siswa sering menggunakan perangkat komputer sebagai penunjang proses pembelajaran, serta terdapat jaringan internet didalam ruang kelas atau ruang pembelajaran. Selain itu belum adanya bahan ajar Komputer dan Jaringan Dasar sebagai pedoman siswa untuk belajar. Tujuan penelitian ini yaitu menghasilkan bahan ajar e-learning pada matapelajaran Komputer dan Jaringan Dasar untuk siswa SMK Kelas X TKJ.   Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Borg And Gall. Terdapat 10 langkah dalam model penelitian dan pengembangan Borg And Gall (2001:775), yaitu : (1) Research and Information collection, (2) Planning, (3) Develop Preliminary from of Product, (4) Preliminary Field Testing,  (5) Main Product Revision, (6) Main Field Testing, (7) Operational Product Revision, (8) Operational Field Testing, (9) Final Product Revision, dan (10) Disemination and Implementasi. Produk yang dihasilkan akan di validasi oleh beberapa ahli yaitu (1) Dosen Fakultas Teknik Elektro Universitas Negeri Malang; dan (2) Guru matapelajaran Komputer dan Jaringan Dasar di SMK Islam 1 Blitar. Pada tahap pengujian akan dilakukan di SMK Islam 1 Blitar dan dilakukan pada siswa kelas X TKJ.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelayakan bahan ajar e-learning berupa bahan ajar digital (.pdf) dan media pembelajaran (.ppt) dinyatakan sangat valid dan layak untuk digunakan. Hasil tersebut diperoleh dari hasil validasi ahli, uji skala kecil dan uji lapangan utama. Persentase yang diperoleh dari validasi ahli adalah sebesar 91,92%, dapat diartikan bahwa bahan ajar e-learning dalam kategori sangat layak. Persentase yang diperoleh dari uji skala kecil adalah sebesar 90,22%, dapat diartikan bahwa bahan ajar e-learning dalam kategori sangat layak. Persentase yang diperoleh dari uji lapangan utama adalah sebesar 91,08%, dapat diartikan bahwa bahan ajar e-learning berupa bahan ajar digital (.pdf) dan media pembelajaran (.ppt) dinyatakan sangat valid dan layak untuk digunakan

    Pengembangan Bahan Ajar E-Learning Mata Kuliah Rangkaian Listrik DC Terkait Metode Analisis Rangkaian Listrik DC untuk Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Azhiimah, Alfiantin Noor. 2017. Pengembangan Bahan Ajar E-Learning Mata Kuliah Rangkaian Listrik DC Terkait Metode Analisis Rangkaian Listrik DC untuk Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Slamet Wibawanto, M.T. (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng.    Kata Kunci: Bahan Ajar, E-learning   Bahan ajar merupakan segala bentuk bahan yang disusun secara sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil observasi di Jurusan Teknik Elektro dan wawancara dengan dosen pengampu mata kuliah Rangkaian Listrik DC, diketahui: (1) konten untuk  matakuliah Rangkaian Listrik DC pada e-learning belum tersedia; (2) bahan ajar yang tersedia berupa bahan ajar cetak yaitu buku teks dan modul.; dan (3) pada proses pembelajaran mahasiswa umumnya masih kesulitan dalam mempelajari konsep analisis rangkaian. Bahan ajar e-learning dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan Sadiman. Model pengembangan Sadiman terdiri dari 8 langkah yaitu: 1) identifikasi kebutuhan; 2) perumusan tujuan; 3) perumusan butir-butir materi; 4) perumusan alat pengukur keberhasilan; 5) penulisan naskah media; 6) uji coba; 7) revisi; dan 8) naskah siap diproduksi. Hasil dari pengembangan ini yaitu bahan ajar e-learning berupa modul, video dan kuis. Bahan ajar yang dikembangkan telah divalidasi oleh ahli 1 dan ahli 2 serta diujicobakan kepada mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Berdasarkan hasil angket didapatkan nilai presentase validitas modul oleh ahli 1 yaitu sebesar 99% (sangat valid), ahli 2 sebesar 90,38% (sangat valid), uji kelompuk kecil sebesar 86,16% (sangat valid) dan uji coba kelompok besar sebesar 87,83% (sangat valid). Sedangkan nilai presentase validitas video oleh ahli 1 yaitu sebesar 98,43% (sangat valid), ahli 2 sebesar 93,75% (sangat valid), uji kelompuk kecil sebesar 86,14%(sangat valid) dan uji coba kelompok besar sebesar 88,31%(sangat valid). Berdasarkan hasil tersebut, bahan ajar yang dikembangkan dinyatakan sangat layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran

    Hubungan Efektivitas Pembelajaran Microteaching dan Kebermaknaan Kajian Praktik Lapangan dengan Minat Menjadi Guru bagi Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Berkaitan dengan pentingnya penggunaan bahan ajar untuk mencapai tujuan pembelajaran, hingga saat ini banyak bahan ajar yang sudah dikembangkan. Salah satunya bahan ajar produk mahasiswa S1 PTI UM. Berdasarkan daftar laporan skripsi mahasiswa jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang program studi S1 Pendidikan Teknik Informatika sejak tahun 2010-2016 menunjukkan bahwa terdapat 275 judul skripsi berupa pengembangan bahan ajar yang ditujukan untuk kepentingan proses pembelajaran di sekolah, baik berupa bahan ajar cetak maupun non cetak. Selain itu, berdasarkan hasil kuesioner yang dilakukan pada bulan November 2016 kepada 95 guru produktif bidang keahlian TKJ, MM, dan RPL di SMK se-Kota Malang baik SMK Negeri maupun Swasta menunjukkan hasil bahwa terdapat 38 guru yang pernah menggunakan bahan ajar hasil pengembangan mahasiswa S1 PTI UM. Namun, dari fakta tersebut masih belum jelas bagaimana pemanfaatan bahan ajar produk mahasiswa S1 PTI UM baik oleh guru maupun peserta didik dalam proses pembelajaran. Selain itu, kriteria pertimbangan guru sehingga memanfaatkan bahan ajar produk mahasiswa S1 PTI UM untuk kepentingan pembelajaran di SMK. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan bahan ajar produk mahasiswa S1 PTI UM oleh guru produktif bidang keahlian TKJ, MM, dan RPL maupun peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa paparan pemanfaatan bahan ajar produk mahasiswa S1 PTI UM dalam bentuk audio dan rekaman pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan bahan ajar produk mahasiswa S1 PTI UM. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap penelaahan data, identifikasi dan klasifikasi, serta evaluasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan bahan ajar produk mahasiswa S1 PTI UM di SMK se-Kota Malang oleh guru produktif TKJ, MM, dan RPL di SMK se-Kota Malang berdasarkan kriteria kesesuaian isi bahan ajar dengan KI dan KD, keterbatasan bahan ajar untuk mata pelajaran produktif yang sesuai dengan konsep materi ajar pada mata pelajaran produktif pemerintah dan bahan ajar interaktif. Bahan ajar produk mahasiswa S1 PTI UM dimanfaatkan oleh guru sebagai bahan ajar utama dan bahan pengayaan

    Pengembangan Modul Ajar Digital Interaktif dengan Metode Pembelajaran Problem Based Learning pada Mata Pelajaran Perakitan Komputer Kelas X Semester 1 Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan di SMKN 4 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Rif’at, Muhammad. 2017. Pengembangan Modul Ajar Digital Interaktif dengan Metode Pembelajaran Problem Based Learning pada Mata Pelajaran Perakitan Komputer Kelas X Semester 1 Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan di SMKN 4 Malang. Skripsi, Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd. (2) Drs. Suwasono, M. T.   Kata Kunci : Modul Ajar, Interaktif, Perakitan Komputer, Model Pengembangan ADDIE.   Keberhasilan pembelajaran di sekolah tidak hanya ditunjang dengan seberapa efektif materi yang disampaikan oleh guru di kelas. Keberhasilan pembelajaran juga harus ditunjang dengan kemauan siswa untuk mempelajari dan mengulang lagi materi yang telah disampaikan oleh guru baik di sekolah maupun di rumah secara mandiri. Faktor yang mengurangi minat belajar siswa yaitu modul ajar perakitan komputer dan media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran masih belum interaktif. Modul ajar digital interktif yang dikembangkan tentunya akan membuat siswa lebih tertarik untuk memeperhatikan materi perakitan komputer ketika guru menjelaskan di kelas dan siswa lebih tertarik untuk mempelajari materi perakitan komputer baik di sekolah maupun di rumah, dikarenakan modul ajar digital interaktif ini lebih interaktif, menarik, dan mudah digunakan. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar digital interaktif dengan model pembelajaran PBL pada mata pelajaran perakitan komputer kelas X semester 1 program keahlian TKJ di SMKN 4 Malang dan menguji kelayakan pengembangan modul ajar digital interaktif dengan model pembelajaran PBL pada mata pelajaran perakitan komputer kelas X semester 1 program keahlian TKJ di SMKN 4 Malang. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan dengan tahapan ADDIE, meliputi: (1) analisis (analyze), (2) desain (design), (3) pengembangan (development), dan (4) implementasi (implementation) dengan setiap langkah model pengembangan dilakukan (5) evaluasi (evaluation). Hasil pengujian ahli materi, ahli media, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan, pada pengujian yang dilakukan ahli materi diperoleh presentase sebesar 88.39%. Pengujian ahli media memperoleh presentase sebesar 81.73%, sedangkan untuk pengujian pada kelompok kecil mendapatkan presentase sebesar 85.13% dan untuk uji coba lapangan mendapatkan presentase sebesar 86.63%. Berdasarkan data yang didapatkan maka disimpulkan bahwa modul ajar digital interaktif dengan metode pembelajaran problem based learning pada mata pelajaran perakitan komputer layak untuk digunakan sebagai bahan ajar

    Perbandingan Model Pembelajaran Creative Problem Solving dan Model Problem Posing Learning Terhadap Hasil Belajar Simulasi Digital Siswa Kelas X SMK N 2 Turen

    No full text
    ABSTRAK   Nurwahidah. 2017. Perbandingan Model Pembelajaran Creative Problem Solving dan Model Problem Posing Learning Terhadap Hasil Belajar Simulasi Digital Siswa Kelas X SMK N 2 Turen. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd., (II) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom.   Kata kunci: Creative Problem Solving, Problem Posing, Hasil belaj   Penerapan model pembelajaran yang tepat dengan karakteristik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai mempengaruhi kualitas hasil belajar. Model pembelajaran creative problem solving dan problem posing learning dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran pada mata pelajaran simulasi digital. Model pembelajaran tersebut dapat membantu siswa untuk berfikir secara kreatif dalam pemecahan masalahan dan mampu meningkatkan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi perbedaan hasil belajar ranah pengetahuan, ranah sikap dan ranah keterampilan siswa pada kelas yang belajar menggunakan model pembelajaran creative problem solving dan model problem posing learning pada siswa kelas X SMK N 2 Turen. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode quasi experimental design. Rancangan penelitian yang digunakan adalah non-equivalent control group design. Desain peneltian ini menggunakan dua kelas sebagai kelas eksperimen 1 menggunakan model pembelajaran creative problem solving dan kelas eksperimen 2 yang menggunakan model problem posing learning. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji-t (independent sample t-test). Hasil penelitian, dilihat dari uji-t menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan signifikan hasil belajar ranah pengetahuan antara siswa yang belajar menggunakan model CPS dan PPL (nilai sig. 2 tailed 0,01

    Analisis Kemampuan Menalar Siswa dalam Membuat Program Terhadap Capaian Tingkat Ranah Kognitif pada Mata Pelajaran Pemrograman Dasar Kelas XI SMK Islam Batu

    No full text
    ABSTRAK   Ningrum, Rani Isty. 2017. Analisis Kemampuan Menalar Siswa dalam Membuat Program Terhadap Capaian Tingkat Ranah Kognitif pada Mata Pelajaran Pemrograman Dasar Kelas XI SMK Islam Batu  Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Heru Wahyu Herwanto., S.T., M.Kom., (II) I Made Wirawan., S.T., S.S.T., M.T.   Kata kunci : pemrograman dasar, ranah kognitif, soal cerita Proses pembelajaran pemrograman dasar di SMK tidak hanya dilakukan secara teori tapi juga secara praktik. Pembelajaran teori diberikan bertujuan untuk memberikan dasar pengetahuan kepada siswa yang dapat dijadikan pedoman ketika melakukan pembelajaran praktik. Kedua hal tersebut dapat mempengaruhi bagaimana hasil ranah kognitif siswa. Dalam pembelajaran pemrograman dasar misalnya, terdapat latihan praktik untuk membuat program. Ketika diberikan latihan praktik membuat program dalam mata pelajaran Pemrograman Dasar sebagian besar siswa mengalami kesulitan. Siswa sebagian besar dapat membuat rancangan dari program yang akan dibuat, akan tetapi tidak semua siswa dapat menerapkannya ke dalam bentuk program. Kesulitan lain yang dialami siswa adalah kurangnya pemahaman konsep, kemampuan menalar siswa dan logika siswa dalam mengubah soal menjadi sebuah program yang tepat. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis kemampuan menalar siswa dalam membuat program dan pengaruhnya terhadap hasil belajar kogintif siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh kemampuan menalar terhadap hasil belajar kognitif siswa melalui soal cerita pemrograman, (2) mengetahui faktor penyeebab terjadinya ketidakmampuan siswa dalam menyelesaikan soal pemrograman. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan bahwa kemampuan menalar siswa dalam menyelesaikan soal cerita pemrograman memberikan dampak kepada hasil belajar ranah kognitif. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata yang diperoleh 22 siswa sebesar 54,41. Kemudian faktor penyebab kesulitan siswa dalam mengerjakan soal meliputi siswa kurang dalam pemahaman konsep pemrograman, tidak memahami matematika dengan baik, dan kurang memahami struktur program dengan baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan menalar siswa dalam membuat program mempengaruhi hasil belajar kognitif siswa

    0

    full texts

    2,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇