SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UMNot a member yet
2357 research outputs found
Sort by
Klasifikasi Status Gizi Balita dengan Perhitungan Antropometri Menggunakan Algoritma Naive Bayes
ABSTRAK Pemantauan status gizi merupakan salah satu cara untuk mengetahui baik tidaknya tumbuh kembang balita. Perhitungan Antropometri adalah metode perhitungan status gizi yang telah disahkan oleh Kemenkes RI. Perhitungan Antropometri dilakukan berdasar 3 indeks penilaian yang merupakan hasil kombinasi antara beberapa parameter Antropometri, yaitu berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U), dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB).Berdasar hasil survey dari posyandu Desa Tunjungtirto diketahui bahwa posyandu desa tersebut masih belum memantau status gizi balita berdasar 3 indeks Antropometri. Klasifikasi dapat memberikan kemudahan perhitungan status gizi berdasar 3 indeks Antropometri. Klasifikasi merupakan salah satu metode data mining yang bertujuan untuk memperkirakan kelas dari suatu objek yang belum diketahui kelasnya dengan cara menemukan model atau fungsi yang menjelaskan atau membedakan kelas data. Salah satu algoritma yang digunakan dalam proses klasifikasi adalah Naïve Bayes yang termasuk dalam 10 algoritma terbaik data mining. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan klasifikasi status gizi balita berdasarkan 3 indeks Antropometri menggunakan Algoritma Naive Bayes. Proses klasifikasi perlu diuji untuk mengetahui keberhasilannya yang dapat dilakukan dengan menggunakan metode k-fold cross validation. Hasil dari penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa klasifikasi status gizi balita berdasarkan 3 indeks Antropometri menggunakan algoritma Naive bayes memiliki hasil akurasi terbaik pada indeks BB/U sebesar 88%, diikuti indeks BB/TB sebesar 68%, dan terakhir indeksTB/U sebesar 64%
Pengembangan Bahan Ajar Modul Komputer dan Jaringan Dasar Berbasis Problem Based Learning (PBL) Untuk Siswa Kelas X Kompetensi Keahlian TKJ SMKN 1 Bandung Tulungagung
RINGKASAN Pengembangan adalah langkah penelitian untuk membuat produk baru, mengembangkan produk yang sudah ada, dan menguji kelayakan atau keefektifan produk. Berdasarkan observasi dan wawancara di SMKN 1 Bandung Tulungagung beberapa masalah timbul karena penggunaan Kurikulum 2013 Revisi, pembelajaran mata pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar cukup kondusif namun masih ada beberapa siswa yang pasif, hanya menerima dan mengandalkan referensi guru, metode pembelajaran cenderung banyak ceramah, dan bahan ajar hanya dari guru yakni slide presentasi, video tutorial, handout. Modul BSE hanya sebagai acuan materi karena isinya kurang sesuai memenuhi kebutuhan pembelajaran, selain itu belum tersedianya jobsheet sebagai penunjang paktikum siswa, sehingga pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan masih kurang maksimal dimana lebih banyak peran aktif guru dari pada siswa. Maka dibutuhkan bahan ajar yang sesuai kebutuhan pembelajaran silabus kurikulum 2013 revisi dan RPP problem based learning agar siswa dapat belajar dengan kecepatan, karakteristik, kemampuan, pemahaman siswa, mencapai nilai di atas KKM, dan berhasil dalam praktikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berupa modul, membuat jobsheet dan menguji kelayakan bahan ajar modul dan jobsheet tanpa melihat efektifitas penggunaan bahan ajar modul dan jobsheet dalam proses pembelajaran. Metode pengembangan modul dan jobsheet yang digunakan yaitu model pengembangan 4D yang merupakan model pengembangan perangkat pembelajaran bahan ajar bukan sistem pembelajaran sehingga sesuai untuk pengembangan modul dan jobsheet. Langkah-langkahnya antara lain: (1) define (pendefinisian); (2) design (perancangan); (3) development (pengembangan); dan (4) disseminate (penyebarluasan). Berdasarkan analisis data, validasi modul yang dilakukan oleh ahli materi diperoleh hasil sebesar 91.46%, hasil validasi jobsheet sebesar 93.33%, Berdasarkan ahli media diperoleh hasil validasi modul sebesar 85.22%, hasil validasi jobsheet sebesar 82.95%. Berdasarkan uji coba kelompok kecil diperoleh hasil validasi modul sebesar 89.81%, hasil validasi jobsheet sebesar 89.44%. Berdasarkan uji coba kelompok besar diperoleh hasil validasi modul sebesar 88.37%, hasil validasi jobsheet sebesar 88.57%, dengan kualifikasi “sangat valid” (dapat digunakan tanpa revisi) dari batas minimal tingkatan persentase validitas 75.01%. Sehingga berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa modul dan jobsheet Komputer dan Jaringan Dasar berbasis Problem Based Learning (PBL) layak digunakan sebagai bahan ajar untuk pembelajaran mata pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar di SMKN 1 Bandung Tulungagung
Pengembangan Trainer Instrumentasi Gas untuk Mata Kuliah Sensor dan Transduser di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.
Ringkasan Hadi, Nur Cholis 2018. Pengembangan Trainer Instrumentasi Gas untuk Mata Kuliah Sensor dan Transduser di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eng. Siti Sendari, S.T., M.T. (II) Dr. Eng. Mokh. Sholihul Hadi, S.T., M. Eng. Kata kunci: Pengembangan, Trainer Instumentasi Gas, Sensor dan Transduser. Sensor gas merupakan salah satu bagian yang dipelajari dalam mata kuliah Sensor dan Transduser. Setelah melakukan observasi di Lab Digital dan wawancara pada dosen pengampu mata kuliah Sensor dan Transduser serta laboran Lab Digital, diperoleh informasi bahwa belum terdapat trainer gas yang layak untuk kegiatan praktikum mata kuliah tersebut. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk (1) mengembangkan Trainer Instrumentasi Gas CO dan CH4 Sensor dan Transduser, (2) mengembangkan Jobsheet Instrumentasi Gas CO dan CH4 Sensor dan Transduser, (3) mengembangkan Buku Panduan Instrumentasi Gas CO dan CH4 Sensor dan Transduser, (4) Mengetahui tingkat kelayakan trainer, jobsheet, dan buku panduan dalam proses pembelajaran mata kuliah Sensor dan Transduser. Metode Pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ADDIE, langkah - langkah model pengembangan ADDIE antara lain Analyze atau analisa kebutuhan, Design atau perencanaan, Development atau pengembangan, Implementation atau implementasi, Evaluation atau evaluasi.. Berdasarkan uji validitas oleh Ahli 1 dan Ahli 2, untuk trainer didapatkan validitas sebesar 96% untuk aspek media dan sebesar 96%untuk aspek materi. Kemudian untuk jobsheet didapatkan validitas sebesar 98.5% untuk aspek media dan sebesar 98% untuk aspek materi. Sedangkan untuk buku panduan didapatkan validitas sebesar 96% untuk aspek media dan sebesar 92.5% untuk aspek materi. Selanjutnya produk di implementasikan kepada subjek uji coba dengan hasil kelayakan rata-rata: 87.62% untuk Trianer, 87.11% untuk Jobsheet, 88.26% untuk Buku Panduan dengan kriteria kelayakan produk sangat layak. Berdasarkan hasil uji coba, produk trainer, jobsheet, dan buku panduan dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk mata kuliah Sensor dan Transduser di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang
HUBUNGAN SOCIAL PERSUASION DAN KEBERMAKNAAN WORKSHOP PENGELOLAAN KELAS DENGAN SELF CONFIDENCE SAAT KPL DI SMK MAHASISWA S1 PTI 2014 UNIVERSITAS NEGERI MALANG
RINGKASAN Alfianti, Nur Fitri Kusumaning Diah. 2018. Hubungan Social Persuasion dan Kebermaknaan Workshop Pengelolaan Kelas dengan Self Confidence saat KPL di SMK Mahasiswa S1 PTI 2014 Universitas Negeri Malang. Skripsi,Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Setiadi C.P., M.Pd., M.T., (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Kata Kunci: Social Persuasion, Kebermaknaan Workshop Pengelolaan Kelas, Self Confidence. Universitas Negeri Malang sebagai salah satu LPTK di Indonesia memiliki kewajiban dalam menyiapkan lulusan calon guru yang profesional. Salah satu matakuliah yang dapat meningkatkan profesionalitas seorang calon guru adalah matakuliah Kajian Praktek Lapangan (KPL). Saat pelaksanaan KPL calon guru akan menghadapi kondisi kelas yang sesungguhnya.Self confidence perlu dimiliki seorang calon guru agar dapat melaksanakan semua kegiatan KPL dengan baik. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi self confidence saat KPL di SMK antara lain: (1) tingkat kemampuan social persuasion dan (2) tingkat kebermaknaan Workshop Pengelolaan Kelas berhubungan dengan cara mengelola kelas yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi social persuasion (X1), kebermaknaan Workshop Pengelolaan Kelas (WPK), dan self confidence saat KPL di SMK (Y). Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengungkap hubungan social persuasion dan kebermaknaan Workshop Pengelolaan Kelas (WPK) dengan self confidence saat KPL di SMK baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian yang digunakan yaitu ex post facto dengan rancangan deskriptif korelasional danpendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan yaitu 130 mahasiswa S1 PTI angkatan 2014 yang sudah memenuhi kriteria sampel. Intrumen penelitian untuk mengukur variabel X1, X2, dan Ymenggunakan angket. Nilai reliabilitas instrumen pengukuran X1 sebesar 0,843, variabel X2 sebesar 0,896, dan variabel Y sebesar 0,866. Data yang diperoleh diuji dengan analisis deksriptif korelasional dan analisis regresi linear ganda. Hasil penelitian: (1) Y dikategorikan tinggi sebesar 63,08%; (2) X1 dikategorikan tinggi sebesar 53,08%; (3) X2 dikategorikan tinggi sebesar 46,92%; (4) ada hubungan positif dan signifikan antara X1 dan Y; (5) ada hubungan positif dan signifikan antara X2 dan Y; (6) ada hubungan positif dan signifikan antara X1 dan X2 secara simultan dengan Y. Kesimpulan penelitian ini yaitu: (1) ada hubungan positif dan signifikan antara social persuasion denganself confidence saat KPL di SMK; (2) ada hubungan positif dan signifikan antara kebermaknaan Workshop Pengelolaan Kelas (WPK) dengan self confidence saat KPL di SMK; (3) ada hubungan positif dan signifikan antara social persuasion dan kebermaknaan Workshop Pengelolaan Kelas (WPK) secara simultan dengan self confidence saat KPL di SMK
Pengembangan Media Pembelajaran Berbantuan Video berbasis Augmented Reality pada Mata Pelajaran Teknik Animasi 3D Kompetensi Keahlian Multimedia Kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan
RINGKASAN Fuqaha, Nalendra, 2018: Pengembangan Media Pembelajaran Berbantuan Video berbasis Augmented Reality pada Mata Pelajaran Teknik Animasi 3D Kompetensi Keahlian Multimedia Kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan. Skripsi, Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. Syaad Patmanthara M.Pd.(II) Dila Umnia Soraya, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: media pembelajaran, video, augmented reality, sadiman, animasi 3d Mata Pelajaran Teknik Animasi 3D merupakan salah satu mata pelajaran yang dipelajari pada program keahlian multimedia. Mata pelajaran ini diajarkan pada kelas XI dan memiliki bobot 8 jam studi (JS) yang dibagi menjadi 2 semester. Namun pada penerapannya, mata pelajaran ini hanya diajarkan dalam satu semester saja, karena terdapat kegiatan Praktik Industri (PI) yang harus dilakukan oleh siswa selama satu semester. Berdasarkan hasil observasi terhadap guru mata pelajaran teknik animasi 3 dimensi, hal tersebut membuat materi yang diserap oleh siswa menjadi berkurang karena keterbatasan waktu dan materi yang diajarkan juga cukup banyak. Kondisi pembelajaran yang seperti ini membuat peneliti berencana untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran yang sesuai dengan bahan ajar dan cepat diserap oleh siswa dalam waktu singkat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) merancang media pembelajaran berbantuan video berbasis augmented reality pada mata pelajaran teknik animasi 3D yang digunakan untuk suplemen belajar siswa sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar pada kurikulum 2013, (2) menguji kelayakan media pembelajaran pada mata pelajaran teknik animasi 3D. Perancangan produk ini menggunakan model pengembangan dari Sadiman (2012). Model pengembangan ini dipilih karena model ini bersifat prosedural dengan memiliki langkah-langkah yang jelas, detail dan memudahkan pengembang dalam menghasilkan produk. Prosedur pengembangan Sadiman memiliki 8 tahapan, yaitu sebagai berikut: (1) identifikasi kebutuhan, (2) perumusan tujuan instruksional, (3) perumusan butir-butir materi, (4) perumusan alat pengukur keberhasilan, (5) perumusan naskah media, (6) tes atau uji coba, (7) revisi produk berdasarkan hasil uji coba, dan (8) produksi masal. Hasil pengembangan media ini telah divalidasi oleh ahli media dengan hasil 91,35% dan dinyatakan sangat valid. Ahli materi dengan hasil penilaian 88,00% dan dinyatakan sangat valid. Kemudian media diujicobakan pada siswa dan memperoleh hasil sebagai berikut: (1) uji coba perorangan dengan melibatkan dua orang siswa memperoleh hasil 84,38 % dan dinyatakan cukup valid, (2) uji coba skala kecil dengan melibatkan delapan orang siswa memperoleh hasil 85,60% dan dinyatakan sangat valid, (3) uji coba skala besar dengan melibatkan 36 siswa memperoleh hasil 88,19 dan dinyatakan sangat valid. Dengan demikian media pembelajaran berbantuan video berbasis augmented reality pada modul pembelajaran animasi 3D untuk siswa kelas XI ini layak digunakan dalam proses pembelajaran
Perbandingan Metode Naive Bayes dan C4.5 untuk Memprediksi Mortalitas pada Peternakan Ayam Broiler
RINGKASAN Ayam broiler adalah jenis ternak yang paling cepat untuk dipanen. Namun dalam berternak ayam broiler pasti banyak masalah yang dihadapi contohnya adalah tingkat kematian. Untuk menekan kerugian, para peternak sebaiknya memperhatikan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kematian ayam tersebut. Beberapa penelitian yang meneliti tentang ayam broiler menggunakan metode percobaan dan RAL. Namun masih belum ada yang meneliti mortalitas ayam broiler menggunkan komputasi. Metodologi penelitian yang akan dilakukan adalah (1)pengumpulan data, (2)preprocessing data, (3)implementasialgoritma Naïve Bayes dan C4.5, (4)evaluasiperformaalgoritma Naïve Bayes dan C4.5. Untuk mengetahui metode mana yang lebih baik untuk memprediksi mortalitas pada peternakan ayam broiler dilakukan penelitian perbandingan metode Naïve Bayes dan C4.5. Hasil dari perbandingan akan dievaluasi menggunakan confution matrix. Hasil dari pengujian data menggunakan confution matrix menghasilkan nilai akurasi dari metode C4.5 lebih besar dari pada metode Naïve Bayes. Nilai akurasi dari metode C4.5 adalah 93% dan nilai akurasi dari metode Naïve Bayes adalah 88.66%
Perbandingan Model Pembelajaran Deep Dialogue Critical Thinking (DD/CT) dan Mind Mapping Dengan Berbantuan Handout Terhadap Hasil Belajar Pemrograman Dasar Pada Siswa Kelas X TKJ Di SMK Negeri 8 Malang
RINGKASAN Pangestu, R.M. 2018. Perbandingan Model Pembelajaran Deep Dialogue Critical Thinking (DD/CT) dan Mind Mapping Dengan Berbantuan Handout Terhadap Hasil Belajar Pemrograman Dasar Pada Siswa Kelas TKJ Di SMK Negeri 8 Malang . Skripsi. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd., (II) Dila Umnia Soraya, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: hasil belajar, model pembelajaran DDCT, model pembelajaran Mind Mapping, Pemrograman Dasar. Hasil observasi pada proses pembelajaran pemrograman dasar kelas X TKJ di SMKN 8 Malang, ditemukan sebanyak 68% hasil belajar siswa belum mencapai KKM dan siswa kurang aktif selama proses pembelajaran. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan model pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan hasil belajar. Model pembelajaran yang dapat diterapkan yaitu model DDCT dan model Mind Mapping. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan hasil belajar ranah kognitif karena penerapan model DDCT; (2) Mendeskripsikan hasil belajar ranah kognitif karena penerapan model Mind Mapping; (3) Mendeskripsikan hasil belajar ranah afektif karena penerapan model DDCT dan Mind Mapping; (4) mengetahui perbedaan rerata hasil belajar ranah kognitif pemrograman dasar karena penerapan model DDCT dibandingkan dengan model Mind Mapping; (5) dan mengetahui perbedaan rerata hasil belajar ranah afektif pemrograman dasar karena penerapan model DDCT dibandingkan dengan model Mind Mapping. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi exsperimental design (eksperimen semu) dengan tipe Non-Randomized Pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas X TKJ C sebagai kelompok A dan X TKJ D sebagai kelompok B. Sampel yang digunakan berjumlah 71 siswa, masing-masing kelas terdiri dari 36 dan 25 siswa. Instrumen pengukuran berupa tes kognitif dan lembar observasi afektif. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis menggunakan Independent-Sample T Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) adanya peningkatan hasil belajar ranah kognitif karena penerapan model pembelajaran DDCT yaitu, memiliki nilai rata-rata dari kategori sangat rendah menjadi kategori sedang; (2) adanya peningkatan hasil belajar ranah kognitif karena penerapan model pembelajaran Mind Mapping yaitu, memiliki nilai rata-rata dari kategori sangat rendah menjadi kategori sangat tinggi; (3) adanya peningkatan hasil belajar ranah afektif karena penerapan model pembelajaran DDCT dan Mind Mapping; (4) terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata hasil belajar ranah kognitif pada kelompok model DDCT dibandingkan model Mind Mapping; dan (5) terdapat perbedaan yang signifikan pada rata-rata hasil belajar ranah afektif pada kelompok model DDCT dibandingkan model Mind Mapping. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan rerata hasil belajar ranah kognitif dan ranah afektif pemrograman dasar karena penerapan model pembelajaran DDCT dibandingkan dengan model pembelajaran Mind Mapping. Berdasarkan hasil perbedaan rerata tersebut, model pembelajaran yang lebih unggul pada ranah kognitif dan ranah psikomotor yaitu model pembelajaran Mind Mapping
Pengembangan Sumber Belajar Matakuliah Sistem Cerdas pada Kompetensi Jaringan Syaraf Tiruan di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang
RINGKASAN Wahyudi, Slamet. 2018. Pengembangan Sumber Belajar Matakuliah Sistem Cerdas pada Kompetensi Jaringan Syaraf Tiruan di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eng. Anik Nur Handayani, S.T., M.T., (II) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Kata Kunci: Pengembangan, Sumber Belajar, Sistem Cerdas, Jaringan Syaraf Tiruan Matakuliah Sistem Cerdas merupakan salah satu matakuliah wajib bagi mahasiswa program studi S1 Pendidikan Teknik Elektro di Jurusan Teknik Elektro, Universitas Negeri Malang. Berdasarkan hasil observasi yang dihimpun dari dosen pengampu dan mahasiswa yang telah menempuh matakuliah Sistem Cerdas, menyatakan bahwa dibutuhkan sumber belajar untuk membantu proses pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi pada matakuliah Sistem Cerdas di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Hal ini disebabkan oleh sistem pembelajaran klasikal yang masih digunakan, penyajian materi pelajaran masih kurang dalam buku referensi yang digunakan, dan keterangan tambahan maupun simulasi yang digambarkan secara manual. Sehingga mengakibatkan peserta didik mengalami kesulitan untuk menerjemahkan suatu konsep yang sukar dan kompleks. Oleh karena itu perlu dilakukan cara lain agar peserta didik menjadi lebih mudah dalam menerima materi yang disampaikan. Untuk mencapai prestasi belajar yang memuaskan dengan sistem pendidikan perkuliahan yang semakin maju dan didukung perkembangan sumber belajar, maka sumber belajar telah menjanjikan potensi besar dalam mengubah cara seseorang untuk belajar, memperoleh informasi, menyesuaikan informasi dan sebagainya. Dengan demikian, sumber belajar yang tepat diharapkan dapat membantu peserta didik untuk menentukan dengan apa dan bagaimana dapat memperoleh informasi secara cepat dan efisien. Sumber belajar yang semakin baik dan berkembang akan membantu peserta didik dalam mendapatkan informasi yang diharapkan dengan mudah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) merancang, (2) menghasilkan, dan (3) mengetahui tingkat kelayakan sumber belajar matakuliah Sistem Cerdas pada kompetensi Jaringan Syaraf Tiruan. Model pengembangan ini menggunakan model pegembangan Sugiyono yang telah disesuaikan. Adapun langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produksi akhir. Produk yang dihasilkan dari pengembangan ini adalah sumber belajar matakuliah Sistem Cerdas pada kompetensi Jaringan Syaraf Tiruan, yang terdiri dari: (1) modul, (2) jobsheet, (3) program simulasi, dan (4) buku manual. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, didapat persentase hasil akhir validasi oleh ahli materi sebesar 95,51%, hasil validasi oleh ahli media sebesar 98,51 %, hasil uji coba produk (kelompok kecil) sebesar 90%, dan hasil uji coba pemakaian (kelompok besar) 93,32%. Sehingga secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa sumber belajar matakuliah Sistem Cerdas pada kompetensi Jaringan Syaraf Tiruan dinyatakan valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran
Hubungan Self Awareness dan Pengaruh Lingkungan dengan Kemandirian Perencanaan Karir Siswa Kelas 12 Jurusan Teknkik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMKN Kota Malang
ABSTRAK Riananda, Anggita Rachmadina Dzikria. 2019. Hubungan Self Awareness dan Pengaruh Lingkungan dengan Kemandirian Perencanaan Karir Siswa Kelas 12 Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMKN Kota Malang. Skripsi Jurusan Teknik Elektro, Program Studi PendidikanTeknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd.,M.T (2) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd Kata Kunci : Self Awareness(kesadaran diri), Pengaruh Lingkungan, Kemandirian Perencanaan Karir. Banyak siswa SMK yang masih bingung dalam merencanaan karir mereka ketika mendekati kelulusan. Kemandirian siswa yang kurang dalam merencanakan karir akan membuat siswa tidak mempunyai tujuan pendidikan yang jelas. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah self awareness dan pengaruh lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kemandirian perencanaan karir (Y); (2) mendeskripsikan self awareness (X1); (3) mendeskripsikan pengaruh lingkungan (X2); (4) mengetahui signifikansi hubungan antara X1 dengan Y; (5) mengetahui signifikansi hubungan antara X2 dengan Y; (6) mengetahui signifikansi hubungan secara simultan antara X1 dan X2, dengan Y pada siswa kelas 12 jurusan TKJ di SMKN Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional yang bersifat ex-post facto. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas 12 jurusan TKJ di SMKN Kota Malang. Pengambilan sampel menggunakan teknik probality sampling yaitu cluster random sampling. Instrumen penelitian masing-masing variabel menggunakan kuisioner atau angket. Untuk mengungkap hubungan antar variabel menggunakan analisis korelasi ganda. Semua analisis dibantu menggunakan program SPSS. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa variabel X1, X2, dan Y tergolong kategori tinggi. Variabel self awareness mempunyai presentase sebesar 79,4%, pengaruh lingkungan sebesar 72,4% dan kemandirian perencanaan karir sebesar 68,2%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1 dengan Y sebesar 0,347; (2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X2 dengan Y sebesar 0,151; dan (3) terdapat hubungan yang positif dan antara X1 dan X2 terhadap Y sebesar 0,189. Sumbangan efektif variabel X1 sebesar 10,7% dan sumbangan efektif X2 sebesar 8,12%. Kesimpulan dari penelitian ini (1) hasil analisis deskriptif menunjukkan self awareness berada dikategori tinggi; (2) hasil analisis deskriptif menunjukkan pengaruh lingkungan berada dikategori tinggi; (3) hasil analisis deskriptif menunjukkan kemandirian perencanaan krir berada dikategori tinggi; (4) Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan diantara X1 dan Y; (5) Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan diantara X2 dan Y; dan (6) Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan secara simultan variabel X1 dan X2 dengan Y
Pmanfaatan Daun Gaharu Gyrinopd Versteegii sebagai Dye Sensitized Solar Cell
RINGKASANReza Maulana M. 2019.PemanfaatanDaunGaharuGyrinopsVersteegiiSebagaiDye Sensitized Solar Cell. JurusanTeknikElektro. FakultasTeknik. UniversitasNegeri Malang.Pembimbing : (1) A.N. Afandi, S.T., M.T., Ph.D., (2) Drs. DwiPrihanto, S.S.T., M.Pd.Kata Kunci :Dye-Sensitized Solar Cell (Dssc), Dye, DaunGaharu Dye sensitized solar cell (DSSC)merupakanselsuryafotoelektrokimiasehinggamenggunakanelektrolitsebagai medium transport muatan. Hal initelahdikembangkanolehgratzelsebagaisumberdayaalternatifmelaluipenemuan material terbaruselsurya, denganmeniru proses fotosintesis yang bernamareaksiphoto-electrochemical. Menurutpenelitian yang dilakukanolehsaputra, flavonoid dapatdigunakansebagaidyedalamdye sensitized solar cell, Sementaraekstrakdaungaharutelahditelitimengandung flavonoid danklorofilolehYantipadatahun 2014. Penelitianinibertujuanuntukmerancang, membangundanmengujidye sensitized solar celldengancaramengujiabsorbsicahayaekstrakdaungaharugyrinopsversteegi yang dikelompokanmenjadidaungaharumuda, menengah, dantua. Dengantakaranekstrak yang sama, yaitu 15 gram daungaharudilarutkandalametanolberkadar 96% sebanyak 100 ml. Dari hasilpenelitian yang dilakukan, menunjukanbahwameskipundayaserapmaksimalnyasama, yaitusebesar 4,00. Namundaunmenengahdapatmenyerapcahayalebihpanjangrentanggelombangnya. SementarahasilujiperformaDSSCdidapatkantegangandaungaharumuda,daun menengah, dandaun tuamasing – masingsebesar0,398 V, 0,399V, dan0,369V. Untukarusnyasebesar 0,01 mA, 0,01 mA dan 0,01 mA