SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UMNot a member yet
2357 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Pembelajaran Digital Interaktif Mata Kuliah Komunikasi Data dan Jaringan Komputer dengan Model Project Based Learning untuk Menumbuhkan Kecakapan Creative and Critical Thinking Mahasiswa S1 PTI
RINGKASAN Komunikasi Data dan Jaringan Komputer merupakan salah satu mata kuliah wajib Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang. Mahasiswa diharapkan menguasai 14 kompetensi teori dan 10 kompetensi praktikum berdasarkan Katalog Mata Kuliah Komunikasi Data dan Jaringan Komputer edisi 2014. Banyaknya kompetensi yang harus dikuasai membutuhkan waktu yang lebih untuk berdiskusi, melatih kemampuan berpikir kreatif dan kritis. Pembelajaran terbatas pada tatap muka di kelas selama 4 jam pelajaran. Oleh karena itu, perlu dikembangkan media pembelajaran digital untuk menunjang kegiatan pembelajaran dan melatih kemampuan berpikir kreatif dan kritis. Model pengembangan media pembelajaran ini mengadaptasi model pengembangan Sadiman yang terdiri dari tahapan berikut ini: (1) Identifikasi kebutuhan; (2) Perumusan tujuan; (3) Perumusan butir-butir materi; (4) Perumusan alat pengukur keberhasilan; (5) Penulisan naskah media; (6) Tes/Uji coba; (7) Revisi; (8) Naskah siap produksi. Pengambilan data dilakukan menggunakan angket tehadap subjek uji coba, diperoleh tingkat kelayakan sebagai berikut: ahli materi 86,67%, ahli media 92,11%, uji coba satu lawan satu 82,29%, kelompok kecil 84,46%, Mahasiswa PTI 2016 90,07%, dan Mahasiswa PTI 2017 84,58%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran telah memenuhi kriteria dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran
Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis Pemrograman Dasar Karena Penerapan Model Pembelajaran SQ4R Dibandingkan Penerapan Model Pembelajaran DD/CT Pada Siswa Kelas X TKJ Di SMKN 2 Turen.
RINGKASAN Kemampuan berpikir kritis sangat dipengaruhi oleh proses pembelajaran. Pemrograman dasar merupakan mata pelajaran yang membutuhkan tingkat kemampuan berpikir kritis yang tinggi karena di dalamnya banyak terdapat konsep dan pemahaman materi yang dipelajari. Pemilihan model pembelajaran yang sesuai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimental design (eksperimen semu) dengan pola nonequivalent control grup design dengan penerapan model posttest only control design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TKJ 1 tahun ajaran 2018/2019. Sampel yang diambil dalam penelitian yang berjumlah 66 siswa, masing-masing kelas terdiri dari 33 siswa. Instrumen pengukuran berupa tes kognitif berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis. Untuk uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-test pada taraf signifikansi 5% Hasil Uji-t pada penelitian ini menunjukkan bahwa nilai signifikansinya 0,001, maka 0,001 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis pemrograman dasar pada kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2. Hasil penelitian juga dapat dilihat pada beberapa aspek berikut: (1) nilai rata-rata kelas eksperimen 1 (85) memiliki nilai rata-rata lebih tinggi dibandingkan kelas eksperimen 2 (82); dan (2) ketuntasan pembelajaran kelas eksperimen 1 (63,7%) memiliki ketuntasan pembelajaran lebih tinggi dibandingkan kelas eksperimen 2 (57,6%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran yang menggunakan model DD/CT berpengaruh lebih dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pemrograman dasar daripada dengan model SQ4R. Saran yang dianjurkan dalam penelitian ini adalah model DD/CT dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran pemrograman dasar untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa
PENPERBEDAAN HASIL BELAJAR PEMROGRAMAN WEB KARENA PENGARUH PENERAPAN MODEL DRILL AND PRACTICE BERBANTUAN E-MODUL DIBANDING MODEL DISCOVERY LEARNING PADA SISWA KELAS XI JURUSAN RPL DI SMK NEGERI 2 SINGOSARI
RINGKASAN Berdasarkan hasil wawancara guru mata pelajaran Pemrograman Web di SMK Negeri 2 Singosari, hasil belajar siswa rendah. Pada ranah pengetahuan dan ranah keterampilan siswa masih dibawah KKM yang telah ditentukan yaitu 75. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar pemrograman web karena pengaruh model pembelajaran Drill and Practice berbantuan e-modul dan model pembelajaran Discovery Learningpada kompetensi dasar memahami konsep teknologi aplikasi web siswa kelas XI jurusan RPL di SMK Negeri 2 Singosari. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen, dengan desain pola Pretest – Posttest Control Group Desain. Dengan sampel sebanyak 2 kelas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara model Drill and Practice berbantuan e-modul dan model pembelajaran Discovery Learning mempunyai perbedaan terhadap hasil belajar. Hasil penelitian tersebut ditandai dengan perbedaan hasil belajar pemrograman web siswa yang menggunakan model pembelajaran Drill and Practice berbantuan e-modul dan model pembelajaran Discovery Learning dimana nilai hasil belajar Thitung(5,409)>(2,352)Ttabel dengan nilai signifikansi (0,000)< α 0,05 dan Nilai rata-rata hasil belajar pemrograman web siswa kelas eksperimen sebesar 79,475, sedangkan kelas kontrol sebesar 70,375. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara model pembelajaran Drill and Practice berbantuan e-modul dan model pembelajaran Discovery Learning pada kompetensi dasar memahami konsep teknologi aplikasi web
Pengembangan Trainer Mikrokontroler Menggunakan Komunikasi Bluetoothuntuk Meningkatkan Kompetensi Pemrograman Mikrokontroler dalam Matapelajaran Mikroprosesor dan Mikrokontroler Kelas XI Jurusan Teknik Elektronika Industri di SMK Negeri 1 Kepanjen.
RINGKASAN Anjani, Kholis Siah. 2018. Pengembangan Trainer Mikrokontroler Menggunakan Komunikasi Bluetoothuntuk Meningkatkan Kompetensi Pemrograman Mikrokontroler dalam Matapelajaran Mikroprosesor dan Mikrokontroler Kelas XI Jurusan Teknik Elektronika Industri di SMK Negeri 1 Kepanjen. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dyah Lestari, S.T., M.Eng., (II) Dr. Muladi, S.T., M.T. Kata Kunci: pengembangan, trainer, mikrokontroler, komunikasi Bluetooth, kompetensi pemrograman Secara umum, media pembelajaran dalam lingkup sekolah kejuruan menggunakan trainer yang dapat memvisualisasikan materi pembelajaran secara nyata. Tetapi, berdasarkan hasil penelitian pra-pengembangan yang telah dilakukan, diperoleh beberapa informasi masalah diantaranya: (1) trainer yang digunakan berupa komponen terpisah sehingga harus dirangkai di project board terlebih dahulu, (2) berdasarkan materi pokok Matapelajaran Mikroprosesor dan Mikrokontroler, komponen pendukung praktikum terbatas, (3) hasil belajar peserta didik untuk aspek keterampilan belum mencapai target yang diinginkan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk merancang, menguji kelayakan dan menguji keefektifan dari trainer mikrokontroler menggunakan komunikasi Bluetooth sebagai media pembelajaran Matapelajaran Mikroprosesor dan Mikrokontroler Kelas XI Jurusan Teknik Elektronika Industri di SMK Negeri 1 Kepanjen. Perancangan dilakukan dengan menganalisis kebutuhan dan desain media pembelajaran. Uji kelayakan dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran yang dihasilkan. Sedangkan uji efektifitas dilakukan untuk mengetahui keunggulan produk dibandingkan dengan media pembelajaran lama. Pengembangan ini menggunakan model penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall. Desain penelitian menggunakan One-Shot Case Study dan Pre-test Post-test Control Grup Design yang mengadaptasi dari penelitian eksperimen. Data penelitian untuk bahan pengembangan diperoleh dari angket dan tes hasil belajar peserta didik kelas XI TEI. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan tes. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap analisi validitas, dan analisis t-test. Hasil pengumpulan data yang dilakukan, diketahui bahwa analisa uji validasi dan uji coba media pembelajaran menyatakan produk yang dihasilkan sangat valid. Sedangkan pengujian keefektifan media pembelajaran menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil postest kelas kontrol dengan hasil postest kelas eksperimen dan hasil penilaian keterampilan kelas kontrol dengan hasil penilaian kelas eksperimen terhadap media pembelajaran yang digunakan. Sehingga, media pembelajaran telah siap diimplementasikan langsung di sekolah sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi pemrograman mikrokontroler
PerbedaanKeaktifan dan Hasil BelajarSimulasi Digital Karena PengaruhPenerapan Model Problem Solving Berbantuan Modul Pembelajarandibandingkan Problem Solving Berbantuan Video Edukasipada Siswa Kelas 10 TKJ SMKN 7 Malang
ABSTRAK Ariananda, Hamzah Mega. 2019. PerbedaanKeaktifan dan Hasil BelajarSimulasi Digital Karena PengaruhPenerapan Model Problem Solving Berbantuan Modul Pembelajarandibandingkan Problem Solving Berbantuan Video Edukasipada Siswa Kelas 10 TKJ SMKN 7 Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pemibimbing: (I) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom., (II) I Made Wirawan, S.T., S.S.T., M.T. Kata Kunci : Hasil Belajar, Keaktifan,Modul Pembelajaran, Problem Solving, Video Edukasi Salah satucarauntukmeningkatkankualitasmutupendidikanadalahdengancaraperbaikan proses pembelajaran. Selain model pembelajaran yang sesuaidenganmatapelajaransimulasi digital media pembelajaran juga ikutandildalammeningkatkankeaktifan dan juga hasilbelajarsiswa. Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahuiperbedaanhasilbelajar dan keaktifansiswamenggunakan model pembelajaranproblem solvingdenganberbantuanmodulpembelajarandibandingkanproblem solvingberbantuan video edukasi pada matapelajaransimulasi digital. PenelitianinidirancangdalambentukpenelitiansemuataubiasadikenaldenganQuasi EksperimentalDesain. Rancanganpenelitian yang digunakanadalahpretest posttest control group designdenganmelibatkanduakelaseksperimen. Dalampenelitianini, pendekatan yang digunakanuntukmenganalisis data adalahpendekatankuantitatif, karenapenelitianinimenggunakan data berupaangkayaknihasilbelajar yang meliputipretest, posttest,keterampilan dan observasikeaktifan. Analisis data yang digunakanuntukmengujihipotesisadalah uji-t Hasil penelitianinimenjukanbahwaterdapatperbedaankeaktifan dan hasilbelajar yang signifikanantara model pembelajaranproblem solvingberbantuanmodulpembelajarandengan model pembelajaranproblem solvingberbantuan video edukasi. Dilihatdari uji-t pada ranahkeaktifannilaidari sig.(2-tailed) = 0,021 yang artinya 0,021 < 0,05. Begitupundenganhasilbelajarranahkognitifnilaisig.(2-tailed) = 0,001. Artinya, 0,001 < 0,05. Juga denganhasilbelajarranahpsikomotoriknilaisig.(2-tailed) = 0,003. Artinya, 0,003 < 0,05. Karena semuanilai uji-t kurangdari 0,05 makadapatdisebutterdapatperbedaansignifikandiantaradua variable tersebut. Kesimpulan daripenelitianiniadalahterdapatperbedaankeaktifan, hasilbelajarpengetahuan, dan hasilbelajarketerampilan yang signifikanantarasiswa yang diajardengan model pembelajaranProblem Solvingberbantuanmodulpembelajaran dan Problem Solvingberbantuan video edukasi.
Perbandingan Penerapan Model PjBL Dipadu Metode Tutorial dan Model PjBL Dipadu Metode Individual Terbimbing Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Mendesain Grafis pada Siswa Kelas X Multimedia di SMKN 12 Malang
Kompetensi yang diharapkan pada mata pelajaran Desain Grafis adalah siswa mampu membuat desain sebuah gambar. Pembelajaran Desain Grafis erat kaitannya dengan kemampuan mendesain grafis siswa. Tingkat kemampuan mendesain grafis siswa masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan tingkat kemampuan mendesain grafis karena pengaruh penerapan model PjBL dipadu metode tutorial, (2) mendeskripsikan tingkat kemampuan mendesain grafis karena pengaruh penerapan model PjBL dipadu metode individual terbimbing, dan (3) mengetahui signifikansi perbedaan tingkat kemampuan mendesain grafis karena pengaruh penerapan model PjBL dipadu metode tutorial dan model PjBL dipadu metode individual terbimbing. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Eksperimen Semu dengan desain penelitian Non-Equivalent Control Group Design. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas X MM di SMKN 12 Malang yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018. Instrumen pengukuran berupa posttest dan lembar observasi kemampuan mendesain grafis. Aspek yang diukur adalah aspek keterampilan (psikomotorik). Uji hipotesis dilakukan dengan teknik Independent Sample t-Test, berbantuan Software SPSS 23 for Windows. Hasil Uji-t menunjukkan bahwa nilai signifikansinya sebesar 0.016, dimana 0.016 < 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat signifikansi perbedaan kemampuan mendesain grafis karena pengaruh penerapan model PjBL dipadu metode tutorial dan model PjBL dipadu metode individual terbimbing. Perbedaan terhadap hasil penelitian juga dapat dilihat berdasarkan 4 hal berikut: (1) kelas eksperimen 1 memperoleh nilai rata-rata lebih tinggi yakni sebesar 86,8 daripada kelas eksperimen 2 nilai rata-ratanya hanya sebesar 82; (2) ketuntasan belajar kelas eksperimen 1 lebih tinggi yakni sebesar 57%, daripada kelas eksperimen 2 ketuntasan belajarnya hanya 37%; (3) perolehan nilai gain score kelas eksperimen 1 lebih tinggi yakni 0.611, daripada kelas eksperimen 2 hanya sebesar 0.446; dan (4) kelas eksperimen 1 memiliki 11 indikator dengan kategori tinggi, sedangkan kelas eksperimen 2 hanya memiliki 7 indikator dengan kategori tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran yang menggunakan model PjBL dipadu metode tutorial berpengaruh lebih tinggi terhadap tingkat kemampuan mendesain grafis siswa daripada pembelajaran yang menggunakan model PjBL dipadu metode individual terbimbing
Penerapan Algoritma FP-Growth dalam Penentuan Pola Pembelian Konsumen pada Kain Tenun Medali Mas
ABSTRAK Astrina, Icca. 2018. Penerapan Algoritma FP-Growth dalam Penentuan Pola Pembelian Konsumen pada Kain Tenun Medali Mas.Skripsi.Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) M. ZainalArifin, S.Si.,M.Kom. (2) UtomoPujianto, S.Kom., M.Kom. Kata Kunci:pola pembelian konsumen, medali mas, fp-growth, chi-square Kain tenun merupakan salahsatu jenis kain yang banyak diminati masyarakat. Di Kota Kediri terdapat toko kain tenun Medali Mas yang sangat diminati masyarakat karena bagus kualitasnya dan memiliki beragam jenis kain tenun. Medali Mas mempunyai aktivitas transaksi penjualan yang tinggi sehingga menghasilkan tumpukan data pembelian yang besar. Tumpukan data transaksi dapat dimanfaatkan menjadi informasi yang berharga. Berbicara tentang kejadian tersebut peneliti akan mengolah data transaksi menjadi sebuah informasi pola pembelian konsumen. Dengan begitu diharapkan dapat membantu toko Medali Mas dalam menekan barang yang tidak laku dan dapat meningkatkan keuntungan. Penelitian ini menggunakan teknik data mining association ruledalam pengolahan data yang banyak dan algoritma Frequent Pattern Growth (FP-Growth) untuk menentukan pola pembelian konsumen. Algoritma FP-Growth sendiri menggunakan konsep pembangunan tree dalam pencarian frequent itemsets. Data yang digunakan yaitu, 26 jenis item kain tenun dan 200 data transaksi dengan ketentuan 2 atau 3 jenis item dalam 1 transaksi. Dalam pencarian frequent itemsets ditentukan nilai support minimum 20% dan nilai minimum confidence 10%. Metode pengujian yang digunakan adalah Chi-Square untuk mengetahui seberapa besar hubungan antar variabel dari hasil frequent itemsets yang sudah dihitung. Berdasarkan penentuan pola pembelian konsumen dengan menggunakan algoritma FP-Growth diperoleh hasil (m à no). Sedangkan hasil pengujian korelasi antar variabel dengan Chi-Square diperoleh hasil 19.1397274913. Maka dapat disimpulkan bahwa apabila konsumen membeli jenis kain "Semi sutra Lusi=Abu, Pakan=biru Bunga" maka kemungkinan akan membeli produk dengan jenis kain"Sarung Lusi=hitam, Pakan=hijau Lurik" danjenis kain "Katun Lusi=kuning, Pakan=tosca Bambu"
Pengembangan Modul Digital Pada Mata Pelajaran Komputer Dan Jaringan Dasar Program Keahlian TKJ Di SMKN 2 Malang
RINGKASAN Pada pembelajaran di Kelas X Program Keahlian TKJ SMKN 2 Malang pada mata pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar belum ada bahan ajar yang sesuai sebagai acuan belajar siswa. Selama ini guru mencari materi dari berbagai sumber yang disesuaikan dengan silabus yang ada. Siswa Kelas X Program Keahlian TKJ SMKN 2 Malang pada mata pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar kurang termotivasi dalam pembelajaran sehingga kurang aktif dalam pembelajaran. Hal tersebut menyebabkan pembelajaran kurang maksimal sehingga membutuhkan bahan ajar mandiri yang dapat digunakan oleh siswa yang memiliki bermacam-macam gaya belajar. Salah satu alternatif adalah dengan pembuatan modul digital dengan format e-pub. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan R&D menurut Sugiyono, langkah-langkahnya adalah ; (1) Potensi dan masalah, (2) Pengumpulan data, (3) Desain produk, (4) Validasi desain, (5) Revisi desain, (6) Uji coba produk, (7) Revisi produk, (8) Uji coba pemakaian, (9) Revisi produk, dan (10) Produksi massal. Tingkat kelayakan modul digital Komputer dan Jaringan Dasar yang diperoleh dari hasil validasi para ahli dan siswa antara lain: (1) ahli media menyatakan produk ini layak digunakan dengan perolehan persentase 92%. (2) ahli materi menyatakan produk ini layak digunakan dengan perolehan persentase 91%. (3) responden pada uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan menyatakan produk ini layak digunakan dengan perolehan masing-masing 76% dan 81%. Berdasarkan hasil yang telah dipaparkan di atas, menunjukkan bahwa perolehan persentase minimal 76% sehingga modul digital dinyatakan sangat layak digunakan dengan mempertimbangkan komentar, kritik, dan saran
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERMUATAN PROJECT BASED LEARNING PEMROGRAMAN DASAR UNTUK KELAS X RPL SMK TUREN
ABSTRAK Intansari,Koniek 2018. Pengembangan Modul Pembelajaran Bermuatan Project Based Learning Pemrograman Dasar Untuk Kelas X RPL SMK Turen. Skripsi, Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ir. Syaad Patmanthara, M.Pd (II) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Kata Kunci: Project Based Learning, Pemrograman Dasar, Modul Cetak Proses pembelajaran yang dilakukan di X RPL SMK Turen pada mata pelajaran Pemrograman Dasar masih menggunakan cara konvesional dan materi pembelajaran disampaikan sesuai bab yang sudah ditentukan tanpa adanya modul pembelajaran khusus sebagai pegangan guru maupun siswa. Kurikulum 2013 menuntut adanya pembelajaran mandiri oleh siswa guna meningkatkan kemampuan siswa. Sehingga perlu adanya modul Pemrograman Dasar yang dapat dijadikan bahan ajar untuk pegangan siswa dan guru guna meningkatkan efektivitas dan kemampuan siswa dalam proses pembelajaran. Setelah mengamati hasil observasi yang dilakukan di kelas X RPL SMK Turen serta menelaah mata pelajaran Pemrograman Dasar, maka metode pembelajaran yang paling sesuai adalah Project Based Learning yang mengacu pada model pengembangan Sugiyono. Urutan dalam mengembangkan bahan ajar dapat diasumsikan sebagai berikut: 1). Potensi dan Masalah, 2). Pengumpulan Data, 3). Desain Produk 4). Validasi Desain, 5). Revisi Desain, 6). Uji Coba Produk, 7). Revisi Produk, 8). Uji coba pemakaian 9). Revisi Produk, 10). Produk Masal Hasil penelitian yang telah dilakukan kepada ahli dan uji coba siswa. Dari ahli media didapatkan nilai rata – rata 89,75%, sedangkan untuk ahli materi didapatkan nilai rata-rata 89,90%. Uji coba skala kecil diambil dari 8 siswa yang diambil secara acak, didapatkan nilai rata-rata 88,79%, kemudian dalam uji coba skala besar atau pemakaian dari yang terdiri dari 36 siswa didapatkan nilai rata-rata 88,87%. Secara keseluruhan bahan ajar ini dikatakan valid dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran kelas X RPL Semester Ganjil di SMK Turen
HUBUNGAN ANTARA PEMAHAMAN HARDWARE DAN PERSEPSI TENTANG K3 DENGAN HASIL BELAJAR PRAKTIKUM PERBAIKAN KOMPUTER PADA SISWA KELAS X KOMPETENSI KEAHLIAN TKJ SMK RAUDLATUL MALIKIYAH PROBOLINGGO
ABSTRAK Ramadhan, Muhammad. 2018. Hubungan antara Pemahaman Hardware dan Persepsi tentang K3 dengan Hasil Belajar Praktikum Perbaikan Komputer pada Siswa Kelas X Kompetensi Keahlian TKJ SMK Raudlatul Malikiyah Probolinggo. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. Syaad Patmanthara, M.Pd. (II) M. Zainal Arifin S.Si, M.Kom. Kata Kunci : pemahaman, persepsi, hasil belajar Pemahaman perangkat keras komputer dibutuhkan oleh siswa sebagai pengetahuan dasar dalam melaksanakan praktikum perbaikan komputer. Selain itu persepsi tentang keselamatan dan kesehatan kerja akan membantu siswa dalam melakukan praktikum agar sesuai dengan prosedur yang benar. Siswa yang memiliki pemahaman dan persepsi yang baik akan memiliki hasil belajar yang baik pula. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan pemahaman perangkat keras komputer (X1) dan persepsi tentang keselamatan dan kesehatan kerja (X2) dengan hasil belajar praktikum perbaikan perangkat keras komputer (Y) pada siswa kelas X SMK Raudlatul Malikiyah Probolinggo baik secara parsial maupun simultan serta mendeskripsikan masing-masing variabel X1, X2, dan Y. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional untuk mengungkap hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat secara kuantitatif korelasional. Populasi dan sampel dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X kompetensi keahlian teknik komputer dan jaringan di SMK Raudlatul Malikiyah Probolinggo. Data yang diperoleh diuji dengan uji asumsi klasik untuk menguji persyaratan analisis dan ujihipotesis untuk mengungkap hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) variabel X1 dalam kategori tinggi sebesar 37,04%, (2) variabel X2 dalam kategori tinggi 71,6%, (3) variabel Y dalam kategori tinggi 58,02%, (4) ada hubungan positif dan signifikan antara X1 dengan Y sebesar 0,938, (5) ada hubungan positif dan signifikan antara variabel X2 dengan Y sebesar 0,316, (6) ada hubungan positif dan simultan antara X1 dan X2 dengan Y, dan (7) terdapat sumbangan prediktor sebesar 88,7% terhadap kriterium. Kesimpulan (1) ada hubungan yang signifikan antara pemahaman perangkat keras komputer dengan hasil belajar praktikum perbaikan perangkat keras komputer, (2) ada hubungan yang signifikan antara persepsi tentang keselamatan dan kesehatan kerja dengan hasil belajar praktikum perbaikan perangkat keras komputer, (3) ada hubungan secara simultan antara pemahaman perangkat keras komputer dan persepsi tentang keselamatan dan kesehatan kerja dengan hasil belajar praktikum perbaikan perangkat keras komputer pada siswa kelas X di SMK Raudlatul Malikiyah Probolinggo.