SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UMNot a member yet
2357 research outputs found
Sort by
REKOMENDASI PENERIMAAN JUDUL SKRIPSI DENGAN METODE SIMPLE ADDATIVE WEIGHTING PADA SISTEM INFORMASI SKRIPSI DAN TUGAS AKHIR JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Arifin, Fauzan Cahya Ardli. 2017. Rekomendasi Penerimaan Judul Skripsi dengan Metode Simple Addative Weighting pada Sistem Informasi Skripsi dan Tugas Akhir di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Aji Prasetya Wibawa, S.T., M.MT., Ph.D., (II) Utomo Pujianto, S.Kom., M.Kom. Kata Kunci: Simple Addative Weighting (SAW), rekomendasi, skripsi, sistem informasi. Penentuan keputusan penerimaan judul skripsi pada Jurusan Elektro Universitas Negeri Malang masih menggunakan metode manual dengan cara perundingan antara anggota Kelompok Bidang Keahlian (KBK). Perundingan yang dilakukan terhambat oleh waktu setiap dosen. Oleh karena itu perlu dikembangkan sebuah sistem rekomendasi penerimaan judul skripsi yang diajukan oleh mahasiswa pada sistem informasi skripsi dan tugas akhir (SISINTA) untuk membantu menentukan penerimaan judul skripsi mahasiswa. Sebuah fitur rekomendasi penerimaan judul skripsi ini memerlukan metode yang akan memberikan rekomendasi yang tepat, fitur rekomendasi ini menggunakan metode Simple Addative Weighting (SAW). SAW menghasilkan perhitungan pembobotan sesuai dengan nilai yang dimasukkan untuk mendapatkan nilai akhir yang akan dikonversikan kedalam rekomendasi penerimaan judul skripsi. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah 1) mengembangkan sistem informasi skripsi dan tugas akhir berbasis web dengan menerapkan metode SAW pada rekomendasi penerimaan judul skripsi, 2) Menghasilkan SPK yang dapat memutuskan penerimaan judul skripsi bagi mahasiswa. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model prototype. Tahapan model pengembangan prototype antara lain : (1) komunikasi, (2) perancangan secara cepat, (3) pembentukan prototype, dan (4) umpan balik. Teknik pengujian adalah teknik black box dan white box Rekomendasi penerimaan judul skripsi dengan metode Simple Addative Weighting dikembangkan dalam 2 siklus. Hasil pengujian prototype 1 menunjukkan mekanisme pendaftaran judul oleh mahasiswa sampai penentuan dosen pembimbing oleh koorprodi menghasilkan beberapa saran terhadap tampilan sistem. Pada siklus prototype 2 dilakukan perbaikan produk sesuai saran pada siklus 1. Hasil uji siklus 2 menunjukkan tidak ada sistem yang perlu revisi sehingga prototype 2 ini dijadikan sebagai produk akhir dan dapat disimpulkan produk sudah layak dan tidak diperlukan ke siklus selanjutnya
Pengembangan Modul Cetak Komputer Terapan Jaringan Berbasis Mind Mapping untuk Kelas XI TKJ di SMK Muhammadiyah 7 Malang
ABSTRAK Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti yang berupa wawancara dengan guru mata pelajaran komputer terapan jaringan di SMK Muhammdiyah 7 Malang, terdapat permasalahan yang terjadi saat kegiatan pembelajaran di kelas yaitu (1) pembelajaran yang dilakukan masih terfokus pada guru; (2) terbatasnya bahan ajar komputer terapan di sekolah; (3) modul yang digunakan adalah modul BSE yang belum sesuai dengan silabus kurikulum 2013; (4) rendahnya minat baca dan kurangnya pengetahuan siswa pada mata pelajaran komputer terapan jaringan. Terkait dengan permasalahan diatas, peneliti memberikan solusi yaitu dengan pengembangan modul cetak komputer terapan jaringan berbasis mind mapping, tujuan menggunakan modul berbasis mind mapping ini agar peserta didik dapat memetakan konsep - konsep materi komputer terapan jaringan dan dapat mengetahui hubungan materi satu dengan yang lainnya. Tujuan dari produk ini adalah: (1) merancang modul cetak komputer terapan jaringan berbasis mind mapping, (2) mengembangkan modul cetak pada mata pelajaran komputer terapan jaringan, (3) menguji tingkat kelayakan modul cetak komputer terapan jaringan berbasis mind mapping. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan adalah Pengembangan Research and Development adalah metode yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan Sugiyono meliputi: (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) revisi desain; (6) uji coba produk; (7) revisi produk; (8) ujicoba pemakaian; (9) revisi produk; (10) produksi masal. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan menggunakan rumus yang mengacu pada Akbar dan Sriwiyana, didapatkan presentase dari ahli media sebesar 85.15%, ahli materi 97.44%, hasil uji coba kelompok kecil dengan pencapaian persentase 85.44% dan hasil uji coba kelompok besar dengan pencapaian persentase 86.07%, Berdasarkkan interpretasi data menurut Akbar dan Sriwiyana (2012;213) hasil tersebut dinyatakan “sangat valid” dari batas minimum persentase validitas sebesar 75.01%. Sehingga dapat disimpulkan modul cetak komputer terapan jaringan berbasis mind mapping layak digunakan sebagai media belajar siswa
Pengembangan Bahan Ajar (Online) pada Mata Pelajaran Sistem Kontrol Elektromekanik dan Elektronik untuk Kelas XI Semester 1 Program Keahlian Teknik Otomasi Industri Tingkat SMK
ABSTRAK Septiawan, Rizal, Virly. 2017. Pengembangan Bahan Ajar (Online) pada Mata Pelajaran Sistem Kontrol Elektromekanik dan Elektronik untuk Kelas XI Semester 1 Program Keahlian Teknik Otomasi Industri Tingkat SMK. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) A.N Afandi S.T., M.T., P.hD. (II) Drs. Dwi Prihanto S.S.T., M.Pd. Kata Kunci : pengembangan, bahan ajar (online), sistem kontrol elektromekanik dan elektronik Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas serta kemampuan sumber daya manusia agar lebih berguna bagi kehidupannya sebagai mahluk individu maupun sosial. Salah satu usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai mana yang telah di tetapkan dan telah dirumuskan dalam undang-undang sistem pendidikan nasional, maka penting sekali untuk memperbaiki perangkat pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran yang selama ini telah dilakukan. Salah satu bentuk perangkat pembelajaran yang digunakan adalah bahan ajar yang digunakan oleh guru atau siswa dalam melaksanakan pembelajaran. Pengembangan bahan ajar ini bertujuan untuk merancang, membuat dan menguji kelayakan bahan ajar online pada mata pelajaran sistem Sistem Kontrol Elektromekanik dan Elektronik untuk kelas XI Semester 1 Program Keahlian Teknik Otomasi Industri di tingkat SMK. Pengembangan bahan ajar ini menggunakan model penelitian dan pengembangan Dick and Carey sampai tahap uji formatif untuk menguji kelayakan. Model ini adalah model prosedural dengan tahapan : (a) mengidentifikasi tujuan umum pembelajaran, (b) melaksanakan analisi pembelajaran, (c) mengidentifikasi karakteristik dan tingkah laku masukan, (d) merumuskan tujuan pembelajaran khusus, (e) menggabungkan instrumen penilaian, (f) mengembangkan strategi pembelajaran, (g) mengembangkan dan memilih bahan ajar, (h) mengembangkan dan melaksanakan evaluasi formatif. Bahan ajar ini telah di validasi oleh ahli dan telah di ujicobakan kepada siswa SMKN 1 Singosari Program Keahlian Teknik Otomasi Industri melalui uji formatif. Uji formatif dilakukan untuk mengetahui kelayakan bahan ajar, kelayakan bahan ajar diketahui berdasarkan hasil angket. Hasil angket review ahli I mendapatkan skor 93,94 % (sangat valid) dan review ahli II 86,36% (sangat valid). Hasil angket siswa pada uji coba perorangan mendapatkan skor 83,36 % (sangat valid), uji kelompok kecil 84,36% (cukup valid), uji coba lapangan 85,22 % (sangat valid). Berdasarkan skor tersebut, bahan ajar dinyatakan layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah
Penggunaan Game Edukasi Dengan Menerapkan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI TKJ 2 Pada Mata Pelajaran Rancang Bangun Jaringan di SMK Negeri 1 Cerme Gresik
Abstrak Berdasarkan hasil observasi pada kelas XI TKJ 2 di SMKN 1 Cerme Gresik diperoleh informasi bahwa proses belajar yang dilakukan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, sehingga berkurangnya aktifitas siswa dalam proses belajar dan mempengaruhi hasil belajar. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah diatas dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktifitas dan hasil belajar mata pelajaran rancang bangun jaringan dengan menggunakan model pembelajaran yang sesuai dan dapat digunakan sebagai alternatif yaitu model pembelajaran problem based learning dengan menggunakan bantuan media game edukasi. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelass XI TKJ 2 Semester ganjil tahun akademik 2017/2018 dengan jumlah 30 siswa. Penelitian ini terdiri dari dua sikluus dengan dua kali pertemuan tiap siklusnya. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut : pada siklus I presentase ketuntasan sebesar 41,17%. Sedangkan pada siklus II presentase ketuntasan belajar meningkat menjadi 88,2%. Karena sudah memenuhi indicator keberhasilan yang diterapkan, maka proses penelitian cukup pada siklus II. Adapun hasil analisis dan aktifitas siswa pada siklus I dalam kategori “Baik” dengan presentase keberhasilan 68,3%. Sedangkan hasil analisis aktifitas siswa pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 84,7%. Adapun hasil analisis dan aktifittas guru pada siklus I dalam kategori “Baik” dengan presentase keberhasilan 73%, sedangkan pada siklus II aktifitas guru dalam pembelajaran masuk kategori “Sangat Baik” dengan presentase keberhasilan 86,7%. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh aktifitas dan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning dengan bantuan media pembelajaran game edukasi
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Flash Untuk Mata Pelajaran Dasar dan Pengukuran Listrik Kelas X Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik Semester 1 Di SMK Malang
ABSTRAK Albaktyar, Sandy. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Flash Mata Pelajaran Dasar Pengukuran Listrik Kelas X Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik Semester 1 di SMK Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T.(II) Dr.Eng. Mokh Sholihul Hadi, S.T., M.Eng. Kata Kunci: Media pembelajaran, Adobe Flash, Dasar Pengukuran Listrik, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Teknologi khususnya komputer saat ini banyak dimanfaatkan praktisi pendidikan sebagai media pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk menarik minat siswa dalam mempelajari materi. Oleh karena itu, para pendidik dituntut untuk membuat bahan ajar yang interaktif, atraktif dan menarik supaya peserta didik tidak jenuh dalam proses pembelajaran.Media pembelajaran berbasis multimedia interaktif dapat dibuat menggunakan software atau perangkat lunak atau aplikasi bernama Adobe Flash. Adobe Flash merupakan aplikasi yang sudah lama digunakan untuk membuat animasi menarik pada halaman website, profil perusahaan, game, CD interaktif, sampai dengan aplikasi untuk smartphone Pengembangan media pembelajaran berbasis flash ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Developed, Implement, Evaluate). Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas X Listrik 2 SMK Negeri 6 Malang. Jenis data atau hasil yang diperoleh dari uji coba produk media pembelajaran Dasar dan Pengukuran Listrik untuk siswa kelas X Listrik SMK Negeri 6 Malang ini berupa data kualitatif dan kuantitif. Data kualitatif diperoleh dari saran, kritik dan pendapat secara umum dari validator. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari data berupa persentase dan skor rata-rata yang dihasilkan dari kriteria di angket ahli media, ahli materi, dan siswa. Berdasarkan analisis keseluruhan hasil pengambilan data dapat disimpulkan bahwa hasil dari media pembelajaran Dasar dan Pengukuran Listrik memperoleh hasil sangat layak dengan hasil ahli media 96,88% (yang memiliki kriteria A atau bisa dinyatakan sangat layak untuk digunakan), ahli materi 100% (sangat layak digunakan), kelompok kecil 90,83% (sangat layak digunakan), kelompok besar 89,21% (sangat layak digunakan),. Media pembelajaran Dasar dan Pengukuran Listrik dapat digunakan untuk proses pembelajaran, karena hasil yang diperoleh diatas 85%
Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Problem Solving Dibandingkan dengan Model Pembelajaran Creative Problem Solving Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Pemrograman Dasar pada Siswa Kelas X TKJ SMK Negeri 1 Kepanjen
ABSTRAK Ahmad, Ulya Maisyaroh. 2018. Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Problem Solving Dibandingkan dengan Model Pembelajaran Creative Problem Solving Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Pemrograman Dasar pada Siswa Kelas X TKJ SMK Negeri 1 Kepanjen. Skripsi.Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T. (II) Triyanna Widyaningtyas, S.T., M.T. Kata Kunci:Inquiry problem solving, Creative problem solving, Kemampuan Berpikir Kritis, Pemrograman Dasar. Pemrograman dasar merupakan salah satu mata pelajaran produktif yang berkaitan erat dengan kemampuan berpikir kritis. Hal tersebut dikarenakan, dalam pemrograman dasar terdapat berbagai permasalahan yang menuntut pemahaman siswa secara mendalam mengenai pengetahuan dasar dalam pembuatan sebuah program. Adanya peningkatan kualitas pembelajaran melalui pemilihan model pembelajaran yang tepat dan efisien diharapkan dapat menjembatani peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Jika siswa terlatih untuk berpikir secara kritis, maka proses pembelajaran pemrograman dasar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Tujuan penelitian adalah: (1) mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis pemrograman dasar karena pengaruh penerapan model pembelajaran INPS; (2) mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis pemrograman dasar karena pengaruh penerapan model pembelajaran CPS dan (3) mengetahui signifikansi perbedaan kemampuan berpikir kritis pemrograman dasar karena pengaruh penerapan model pembelajaran INPS dan model pembelajaran CPS. Rancangan penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan bentuk desain yaitu nonequivalent pretest-posttest control grup design. Nilai kemampuan awal didasarkan pada hasil penilaian guru mata pelajaran pemrograman dasar. Sebelum melakukan penelitian, subjek penelitian harus dipastikan telah memiliki kemampuan awal yang sama dengan cara melakukan uji kesamaan rata-rata awal. Selanjutnya subjek penelitian diberi perlakuan model pembelajaran yang berbeda. Pada akhir kegiatan pembelajaran, diberikan post-test untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa ranah pengetahuan. Analisis perbedaan kemampuan berpikir kritis ranah pengetahuan dilakukan melalui uji-t teknik Independent Sample t-Test. Hasil analisis menunjukkan adanya signifikansi perbedaan kemampuan berpikir kritis Pemrograman Dasar karena pengaruh penerapan model pembelajaran INPS dan model pembelajaran CPS dengan sig.(2- tailed) 0,001 < 0,05. Kedua model pembelajaran tersebut dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siwa, namun pembelajaran INPS lebih unggul pada beberapa indikator dibandingkan model pembelajaran CPS
Pengembangan Modul Praktikum Pemrograman FBD (Function Block Diagram) pada Zelio Smart Relay sebagai Bahan Ajar di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang
RINGKASAN Prayoto, Akip. 2017. Pengembangan Modul Praktikum Pemrograman FBD (Function Block Diagram) pada Zelio Smart Relay sebagai Bahan Ajar di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi. S1 Pendidikan Teknik Elektro. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Slamet Wibawanto, M.T., (II) Drs. Suwasono, M.T. Kata Kunci : Modul, FBD, Function Block Diagram, Zelio smart relay. Berdasarkan identifikasi kurikulum di Jurusan Teknik Elektro UM, pada mata kuliah Workshop PLC dan Pneumatic, terdapat kompetensi mengenai: Menelaah sintak pemrograman PLC: Standar IEC 61131-3; instruksi-instruksi logika dasar yang mencakup logika AND, OR, NOT, interlock, percabangan input/output, timer, counter dan flag. Namun, pembelajaran untuk Standar Kompetensi tersebut hanya pada pemrograman Ladder Diagram (LD) saja, padahal bahasa pemrograman PLC dan smart relay berdasarkan Standar IEC 61131-3 ada 5 macam, termasuk di dalamnya yaitu pemrograman FBD ( Function Block Diagram). Berdasarkan standar kompetensi pada mata kuliah PLC dan Pneumatic, maka diperlukan kompetensi mengenai pemrograman FBD pada Zelio Smart Relay di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Penerapan kompetensi mengenai pemrograman FBD pada Zelio Smart Relay dapat dilaksanakan dalam pembelajaran mata kuliah Workshop PLC dan Pneumatic. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) menyempurnakan trainer lift 4 lantai agar dapat dimanfaatkan sebagai media pendukung dalam pembelajaran, (2) merancang pengembangan modul praktikum pemrograman FBD pada zelio smart relay sebagai bahan ajar di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang, (3) mengembangkan modul praktikum pemrograman FBD pada zelio smart relay sebagai bahan ajar di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang, dan (4) menguji kelayakan modul praktikum pemrograman FBD pada zelio smart relay sebagai bahan ajar di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan modul namun tetap merujuk pada model-model pengembangan yang ada. Prosedur pengembangan tersebut yaitu 1) analisis kebutuhan dan desain, 2) proses pengembangan, dan 3) uji coba dan validasi.Berdasarkan hasil validasi dan uji coba kelayakan modul praktikum oleh ahli 1, ahli 2, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar disimpulkan bahwa modul praktikum pemrograman FBD pada Zelio Smart Relay sangat layak digunakan dalam pembelajaran
Hubungan Self-Regulated Learning, Kemampuan Komunikasi, dan Vocational Skill dengan Kemampuan Adaptasi terhadap Dunia Kerja pada Siswa SMK Progam Keahlian Ketenagalistrikan di Kota Malang
ABSTRAK Untuk meningkatkan keterserapan lulusan SMK diperlukan lulusan yang memiliki potensi dan daya saing tinggi, hal tersebut diperoleh dari siswa yang mempunyai kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja. Aspek yang menunjang diantaranya adalah self-regulated learning, kemampuan komunikasi, dan vocational skills. Tujuan penelitian adalah: (1) mendiskripsikan (a) kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja; (b) self-regulated learning (SRL); (c) kemampuan komunikasi; (d) vocational skills; mengungkap signifikansi hubungan antara : (2) X1 dengan Y; (3) X2 dengan Y; (4) X3 dengan Y; (5) X1 dan X2 dengan Y; (6) X1 dan X3 dengan Y; (7) X2 dan X3 dengan Y; serta (8) X1, X2, dan X3 dengan Y. Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Sampel penelitian sejumlah 96 responden. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan mempunyai nilai reliabilitas diatas 0,75. Uji prasyarat analisis dilakukan dengan menguji normalitas, linearitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan heterokedastisitas. Setelah data dinyatakan memenuhi uji prasyarat analisis, maka dilakukan uji hipotesis dengan regresi linier berganda berbantuan SPSS. Pengambilan keputusan dilakukan dengan taraf signifikansi 0,05. Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja siswa SMK Progam keahlian Ketenagalistrikan di Kota Malang dikategorikan tinggi dengan persentase 75%. SRLyang dimilikisiswatinggi dengan persentase 73,96%, siswa mempunyai kemampuan komunikasi yang tinggi dengan persentase 72,92%, sedangkan vocational skills yang dimiliki siswatermasuk tinggi dengan persentase 72,92%. Sesuai dengan tujuan penelitian, secara parsial hubungan variabel bebas dan terikat mempunyai nilai sig 0,000. Hubungan secara simultan antara variabel bebas dan variabel terikat mempunyai nilai sig 0,000. Kesimpulan penelitan adalah ada hubungan positif dan signifikan antara : (1) SRL dengan kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja; (2) kemampuan komunikasidengan kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja; (3) vocational skills dengan kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja; (4) SRLdan kemampuan komunikasi dengan kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja; (5) SRLdan vocational skills dengan kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja; (6) SRLdan kemampuan komunikasidengan kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja; (7) kemampuan komunikasi dan vocational skills dengan kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja; (8) SRL, kemampuan komunikasi, dan vocational skills dengan kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja
Penerapan Model Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Teknik Dasar Elektronika Siswa Kelas X Jurusan Teknik Ototronik SMKN 6 Malang
ABSTRAK Syafii. Imam. 2018. Penerapan Model Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Teknik Dasar Elektronika Siswa Kelas X Jurusan Teknik Ototronik SMKN 6 Malang. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. Dwi Prihanto, S.ST.,M.Pd. (2) Ahmad Fahmi, S.T., M.T. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, STAD, aktivitas belajar, hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas X Ototronik 2 SMKN 6 malang, diketahui bahwa kegiatan pembelajaran kurang terlaksana dengan baik. Pada saat kegiatan pembelajaran TDE siswa terlihat mengantuk dan bosan. Dari 32 siswa dikelas X Ototronik 2, hanya sekitar tujuh sampai sembilan siswa yang aktif mengikuti proses pembelajaran. Hasil belajar siswa rendah yaitu hanya 36% siswa yang mendapat nilai diatas KKM dengan rata-rata nilai 65. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran yang dapat aktivitas dan hasil belajar siswa. Salah satu tindakan perbaikan adalah dengan penerapan model kooperatif tipe student teams achievement division (STAD) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X teknik ototronik SMKN 6 Malang. Penelitian ini mengacu pada model penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 3 siklus tindakan. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu siswa kelas X Ototronik 2 semester ganjil tahun ajaran 2018-2019 SMKN 6 Malang yang berjumlah 32 siswa. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa aktivitas dan hasil belajar siswa serta data pendukung berupa aktivitas guru. Hasil penelitian belajar untuk ranah pengetahuan menunjukkan penerapan model kooperatif tipe student teams achievement division (STAD) memiliki rata-rata 68 dengan persentase ketuntasan siswa 48.48% pada siklus I, selanjutnya rata-rata 72 dengan persentase ketuntasan siswa 78.78% pada siklus II, dan rata-rata 75 dengan persentase ketuntasan 100%. Untuk persentase hasil belajar ranah sikap menunjukkan predikat yang diperoleh siswa sebanyak dengan predikat C (cukup) rata-rata 72.6 pada siklus I, B (baik) rata-rata 88.4 pada siklus II dan SB (sangat baik) rata-rata 93.4. Sedangkan rata-rata hasil belajar ranah keterampilan meningkat disetiap siklusnya sebesar 70.6 pada siklus I, 79.2 pada siklus II dan 88.3 pada siklus III. Aktivitas yang dinilai adalah kegiatan visual, lisan, mendengarkan, menulis, menggambar, metrik, mental dan emosional. Aktivitas siswa meningkat dari rata-rata semua indikator dari 67.64% siklus I, 79.61% pada siklus II dan 91.43 pada siklus III. ABSTRACT Syafii. Imam. 2018. The Implementation of Cooperative Type of Student Teams Achievement Division (STAD) to Increase Students Learning Activities and Achievement Subject of Basic Techniques Electronics of Class X Ototronik Engineering of SMKN 6 Malang. Sarjana’s Thesis, S1 Education Electrical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang, Advisors: (1) Drs. Dwi Prihanto, S.ST.,M.Pd. (2) Ahmad Fahmi, S.T., M.T. Key Words: Cooperative Learning STAD, learning activities, learning outcomes. Based on observations made in class X Ototronik 2 SMKN 6 unfortunate, it is known that the learning activities are less performing well. At the time of learning activities EFT students look sleepy and bored. Of the 32 students in class X Ototronik 2, only about seven to nine students who actively participates in the learning process. Student learning outcomes low at only 36% of students who scored above KKM with an average value of 65. Based on these problems, it is necessary to research on the application of learning that can activity and student learning outcomes. One corrective action is with the application of cooperative model type of student teams achievement division (STAD) to enhance the activity and results of class X student engineering ototronik SMKN 6 Malang. This study refers to the model of classroom action research (PTK) carried out in three cycles of action. Subjects used in the study of this class action is class X Ototronik second semester of the school year 2018-2019 SMKN 6 Malang totaling 32 students. In this study, the data obtained in the form of activity and student learning outcomes as well as supporting data in the form of teacher activity. Results of the research study to the realm of knowledge demonstrate the applicability of cooperative model type of student teams achievement division (STAD) has an average of 68 by the percentage of completeness students 48.48% in the first cycle, then an average of 72 by the percentage of completeness students 78.78% in the second cycle, and an average of 75 by the percentage of completeness 100%. To learn realm percentage yield shows the predicate obtained attitude of students as much as the predicate C (quite) an average of 72.6 in the first cycle, B (good) an average of 88.4 on the second cycle and SB (very good) an average of 93.4. While the average realm of skills improved learning outcomes in each cycle of 70.6 in the first cycle, second cycle and 79.2 to 88.3 in the third cycle. Activity assessed activities of visual, verbal, listening, writing, drawing, metrics, mental and emotional. Student activity increased from an average of 67.64% of all the indicators of the first cycle, the second cycle of 79.61% and 91.43 in the third cycle
PERBEDAAN KEMANDIRIAN DAN HASIL BELAJAR PEMROGRAMAN DASAR KARENA PENERAPAN MODEL QUICK ON THE DRAW DIBANDINGKAN DENGAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MODUL PADA SISWA KELAS XI DI SMKN 12 MALANG
Abstrak : Pembelajaran di sekolah pada awalnya menggunakan model Discovery Learning. Hal tersebut dianggap sebagai penyebab siswa kurang mandiri dan hasil belajar kurang maksimal dalam pembelajaran sehingga diperlukan alternatif lain untuk menumbuhkan hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemandirian, hasil belajar ranah pengetahuan dan ranah keterampilan pemrograman dasar antara model pembelajaran Quick On The Draw Dibandingkan dengan Discovery Learning Berbantuan Modul Pada Siswa Kelas XI di SMKN 12 Malang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Variabel yang digunakan adalah variabel bebas yang berupa dua model pembelajaran yakni Quick On The Draw diberikan pada kelas kelas eksperimen 1 dan Discovery Learning pada kelas eksperimen 2, serta variabel terikat berupa kemandirian dan hasil belajar siswa ranah pengetahuan , serta ranah keterampilan. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI RPL sebagai kelas eksperimen 1 dan MM sebagai kelas eksperimen 2 di SMKN 12 Malang. Rata-rata kemandirian belajar siswa setelah diberikan perlakuan yakni, kelas XI RPL sebesar 84,4 dan kelas MM sebesar 79,3. Rata-rata hasil belajar ranah pengetahuan setelah diberikan perlakukan yakni, kelas RPL sebesar 83,9 dan kelas MM sebesar 77,9. Serta rata-rata hasil belajar ranah keterampilan setelah diberikan perlakuan yakni, kelas RPL sebesar 84,3 dan kelas MM 80,1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan rata-rata yang diperoleh kelas eksperimen 1 lebih unggul dibandingkan dengan kelas eksperimen 2 dalam kemandirian dan hasil belajar Kata Kunci: Kemandirian Belajar,Hasil Belajar, Model Pembelajaran Quick On The Draw, Discovery Learning, Pemrograman Dasa