SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    2357 research outputs found

    Pengembangan Bahan Ajar Cetak dengan Menggunakan Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar kelas X Program Keahlian TKJ di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen

    No full text
    ABSTRAK   Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti yang berupa wawancara dengan guru pengajar mata pelajaran Komputer dan Jaringan dasar di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Beberapa permasalahan yang terjadi saat proses pembelajaran dikelas, antara lain : (1) proses pembelajaran yang terjadi berupa teacher center, (2) siswa sulit memahami pelajaran, (3) siswa kurang tertarik dengan media pembelajaran dan model pembelajaran yang diterapkan. Unuk mengatasi masalah tersebut diperlukan bahan ajar yang sesuai, sehingga siswa dapat dengan mudah memahami materi pembelajaran. Bahan ajar cetak dengan memanfaatkan model pembelajaran Discovery Learning menjadi solusi permasalaha tersebut, dengan menggunakan bahan ajar cetak dengan memanfaatkan model Discovery learning siswa dapat belajar dengan proses pembelajaran yang berbeda. Tujuan dari produk ini adalah : (1) merancang pembuatan Buku Ajar Komputer dan Jaringan Dasar dengan menggunakan Model discovery Learning, (2) mengembangkan bahan ajar Komputer dan Jaringan Dasar, (3) menguji tingkat kelayakan Buku Ajar Komputer dan Jaringan Dasar dengan menggunakan Model Discovery Learning sebagai bahan ajar dalam mata pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar kelas X program keahlian TKJ. Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini diadaptasi dari langkah-langkah penelitian dan pengembangan (RnD) dengan melakukan sedikit modifikasi. Seluruh proses pengembangan terbagi dalam 10 langkah yakni : (1) masalah dan potensi, (2) pengumpulan data, (3) pengembangan produk, (4) validasi ahli materi dan ahli media, (5) revisi produk, (6) uji kelompok kecil, (7) revisi produk, (8) Uji coba kelompok besar, (9) revisi produk, (10) produksi Produk. Hasil penelitian dan pengembangan Buku Ajar Cetak Komputer dan Jaringan Dasar dengan model Discovery Learning yang telah dikembangkan dan divalidasi oleh beberapa ahli yaitu: (1) ahli materi diperoleh 94,1%, (2) ahli media diperoleh 93,54%, (3) uji coba kelompok kecil diperoleh 80,4%, (4) uji coba kelompok besar diperoleh 91,96%, dan rata-rata keseluruhan diperoleh 90,79%.  Berdasarkan hasil validasi tersebut dapat dikatakan bahwa Bahan Ajar Cetak Komputer dan Jaringan Dasar Layak digunakan pada proses pembelajaran di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, khususnya pada mata pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar kelas X program keahlian TKJ

    Pengembangan Trainer Flip-Flop Pada Mata Pelajaran Elektronika Kelas X Elektronika Industri Di SmkNegeri 1 Kepanjen

    No full text
    ABSTRAK   Hasil wawancara dengan guru pengampu mata pelajaran elektonika jurusan elektronika industri di SMK negeri 1 Kepanjen didapatkan informasi bahwa belum tersedianya bahan ajar berupa trainer flip-flop. Pembelajaran mengenai flip-flop di SMK Negeri 1 Kepanjen masih kurang efektif, karena siswa merasa kesulitan untuk mengoperasikan dan memahami dasar fungsi–fungsi atau prinsip kerja dari berbagai kompetensi yang ada didalamnya. Pembelajaran praktikum flip-flop saat ini masih menggunakan simulasi karena belum tersedianya media pembelajaran trainer dan jobsheet sehingga siswa hanya bisa memperhatikan layar LCD atau laptop tanpa bersentuhan langsung dengan praktikum flip-flop. SMKN 1 Kepanjen terdapat potensi untuk mendukung penelitian yaitu sudah tersedianya oscilloscope dan power supply. Pemahaman akan materi flip-flop dapat meningkat jika dibantu dengan media pembelajaran yang mendukung. Manfaat dari adanya media pembelajaran adalah kegiatan pembelajaran dapat terlaksana dengan baik, lebih menarik, jelas dan interaktif, dan dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Berdasarkan permasalahan yang ada, SMK Negeri 1 Kepanjen Program Keahlihan Teknik Elektronika Industri membutuhkan media pembelajaran berupa trainer flip-flop, modul, jobsheet yang mengacu pada kurikulum 2013 revisi pada mata pelajaran Teknik Elektronika Dasar Kelas X semester 2. Flip-flop merupakan salah satu kompetensi dasar yang terdapat pada silabus kurikulum siswa kelas X jurusan Teknik Elektronika Industri di SMK negeri 1 Kepanjen. Tujuan dari adanya penelitian pengembangan ini adalah untuk merancang, membuat serta menguji kelayakan bahan ajar trainer flip-flop untuk siswa kelas X Elektronika Industri di SMK Negeri 1 Kepanjen. Bahan ajar trainer flip-flop akan dikembangkan berupa trainer flip-flop beserta modul dan jobsheet dengan kompetensi yang disesuaikan pada silabus kurikulum 2013 revisi. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE (Benny:127) yang telah dibagi lima komponen langkah penelitian. Langkah-langkahnya adalah: (1) Analysis yaitu analisis kebutuhan, (2) Design yaitu menentukan strategi pembelajaran (3) Development yaitu memproduksi program pembelajaran, (4) Implementation yaitu melaksanakan program pembelajaran, dan (5) Evaluation yaitu melakukan evaluasi program. Pengambilan data validasi pada penelitian dan pengembangan ini menggunaka n angket/kuisioner yang diberikan pada ahli media, ahli materi dan mahasiswa. Evaluasi satu lawan satu dilakukan oleh ahli materi dan ahli media, sedangkan evaluasi kelompok kecil dan evaluasi lapangan dilakukan oleh 37 siswa kelas X TEI 1

    CARA BELAJAR, FASILITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KORESPONDENSI (Studi Pada Siswa Kelas X SMK Darma Siswa 2 Berbek Sidoarjo Jurusan Administrasi Perkantoran Tahun Pelajaran 2017/2018

    No full text
    ABSTRAK   Audyaramadhani. Marina. 2018. CARA BELAJAR, FASILITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KORESPONDENSI (Studi Pada Siswa Kelas X SMK Darma Siswa 2 Berbek Sidoarjo Jurusan Administrasi Perkantoran Tahun Pelajaran 2017/2018). Skripsi, fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen, Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Ery Tri Djatmika RWW, M.A., M.Si, (II) Dr. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si

    Implementasi Metode Trend Projection pada Prediksi Nilai Tukar Petani Subsektor Tanaman Pangan di Provinsi Jawa Timur

    No full text
    ABSTRAK   Sebagai negara dengan mayoritas penduduk yang hidup dari sektor pertanian, Indonesia selalu merencanakan pembangunan pertanian dengan tujuan mensejahterakan petani agar mampu mencukupi kebutuhan yang terasa semakin sulit. Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) menjadi salah satu indikator yang digunakan mengukur tingkat kesejahteraan petani. Prediksi indeks NTP perlu dilakukan agar pihak terkait dapat mempersiapkan tindakan pencegahan saat indeks NTP menurun, hal ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi prediksi indeks NTP Subsektor Tanaman Pangan Provinsi Jawa Timur berbasis web menggunakan metode trend projection. Rancangan aplikasi ini menggunakan model waterfall yang diawali dengan tahap analisis kebutuhan sistem, tahap perancangan sistem, tahap implementasi dari perancangan sistem, tahap pengujian sistem, dan yang terakhir yaitu tahap maintenance untuk menjaga sistem tetap berjalan dengan baik saat ada data baru dan sistem dapat beradaptasi dengan kebutuhan pengguna. Metode pengujian aplikasi ini menggunakan angket validasi oleh ahli media, ahli algoritma, dan pengguna. Selain menggunakan angket validasi, juga dilakukan white box testing dan black box testing. Hasil pengembangan aplikasi ini dapat memprediksi indeks NTP Subsektor Tanaman Pangan Provinsi Jawa Timur menggunakan metode trend projection sampai dengan periode enam bulan kedepan. Dari hasil pengujian menggunakan angket validasi, aplikasi yang dikembangkan telah mendapatkan predikat valid. Dari hasil white box testing dan black box testing, aplikasi telah mendapat predikat valid dan telah mengikuti spesifikasi serta prosedur yang telah dirancang. Hasil perhitungan akurasi prediksi menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) menunjukkan error rate sebesar 2,62% dan akurasi sebesar 97,38%. Berdasarkan tabel The Signification of MAPE, tingkat akurasi yang didapat tersebut menunjukkan bahwa aplikasi yang dikembangkan memiliki kemampuan prediksi yang sangat baik

    2018PerbedaanHasilBelajarDasarDesainGrafisDenganMenerapkanModel PembelajaranCBL(Challenge Based Learning)BerbantuanAnimasiDibandingkanDenganModel Pembelajaran CBL Berbantuan Web PadaSiswaKelas X SMK Islam Batu.

    No full text
    ABSTRAK   Hidayatulloh,A.L 2018PerbedaanHasilBelajarDasarDesainGrafisDenganMenerapkanModel PembelajaranCBL(Challenge Based Learning)BerbantuanAnimasiDibandingkanDenganModel Pembelajaran CBL Berbantuan Web PadaSiswaKelas X SMK Islam Batu. JurusanTeknikElektro, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing(I) Prof. Dr. Tri Atmadji S., M.Pd.(II) I Made Wirawan, S.T., S.S.T., M.T.   Kata Kunci: Challenge Based Learning, Animasi, Web,Hasilbelajar, DasarDesainGrafis.               Pembelajarandasardesaingrafis di SMK Islam Batumasihberpusatkepada guru meskimenerapkankurikulum 2013 revisi. Beberapahal yang menjadipenyebabadalahpemilihan model pembelajaran yang kurangtepatsertapenerapannya yang belumberjalansesuaiskenario. Media yang digunakan pun hanyadidapatdari internet dancenderungmembosankan, haliniberimbaskepadasiswa yang menjadipasif, kurangminatbelajarsehinggahasilbelajaryang diperolehrendah. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuihasilbelajardasardesaingrafismenggunakan model pembelajaran CBL(Challenge Based Learning)berbantuan (1) animasi, (2) berbantuan web sertamengetahuiperbedaan yang signifikanantarapenerapan model pembelajaranberbantuananimasidan webterhadaphasilbelajarpada (3) ranahkognitif , (4) ranahpsikomotorik. Penelitianinimerupakanjenispenelitianeksperimendenganrancanganeksperimensemu (Quasi-Eksperimental Design) bentukNon-Equivalent Control Group Design. Populasi yang digunakandalampenelitianiniadalahsiswakelasX di SMK Islam Batu yang berjumlah 39siswa.Sampeldalampenelitianiniadalahsemuasiswatersebutyang diberiperlakuanpenerapanmodel pembelajaranchallenge based learning berbantuananimasidan web. Hasilbelajarpadapenelitianinidiukurmelaluinilaipost-testsiswapadaranahkognitifdanpsikomotorik. Ujihipotesisdaripenelitianinimenghasilkansignifikansisebesar 0,03 untukranahkognitifdan 0,04 untukranahpsikomotorik. Kelaseksperimenmengalamikenaikansebesar 51,82 di ranahkognitifdan 40,77 di ranahpsikomotorik, sedangkankelaskontrolmengalamikenaikansebesar 41,41 di ranahkognitifdan 43,40 di ranahpsikomotorik. Hasilbelajarranahkognitifkelaseksperimendankontrolmemilikiselisihsebesar 6,58 sedangkanuntukranahpsikomotoriksebesar 6,46. Hasilujihipotesismenghasilkansignifikansi>0,05 makadapatdisimpulkanbahwa H0 di tolak yang artinyaterdapatperbedaanhasilbelajardasardesaingrafisdenganmenerapkan model pembelajaran CBL berbantuananimasidibandingkandengan model pembelajaranCBL berbantuan web

    Pengembangan Modul Pemrograman Dasar Bermuatan Model Learning Cycle 7E untukMenumbuhkanKemandirianBelajar pada Siswa Kelas X RPL di SMKN 4 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Khoiriyah, Ratih. 2018. Pengembangan Modul Pemrograman Dasar Bermuatan Model Learning Cycle 7E untukMenumbuhkanKemandirianBelajar pada Siswa Kelas X RPL di SMKN 4 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. H. SyaadPatmanthara, M.Pd., (II) DilaUmnia Soraya, S.Pd., M.Pd.   Kata Kunci:kemandirianbelajar, modul pembelajaran, learning cycle, pemrograman dasar   Proses pembelajaranmatapelajaranPemrograman Dasar Kelas X RPL di SMKN 4 Malang berlangsunghanyadenganmemanfaatkanBukuSekolahElektronik (BSE)sebagaibahan ajar sertaproses pembelajaranyang diterapkanmasihberpusat pada guru, dimana gurumenyampaikanmateri dan langkah-langkahpengerjaansecarasingkatkemudianmemberikaninstruksikepadasiswauntukmenyelesaikantugas yang diberikan. BSE berisimateri yang sesuaidengankurikulumsertamemilikikebenarankonsepnamuntidakmenjabarkanmateridalamlangkah-langkahsistematis yang dapatmemudahkansiswadalammemahamimateri,khususnyamateri yang berbasispraktik. Hal inimengakibatkantimbulnyakesulitan pada saatkegiatanpraktikum, sebagianbesarsiswamasihmemintabantuandarisiswa lain tentanglangkah-langkah yang diperlukanuntukmenyelesaikantugasnya.Selainitu, BSE tidakmemuatsikluspembelajaran yang tertatauntukmemudahkansiswadalammemahamimateri. Penelitianinibertujuanuntukmerancang, mengembangkan, menguji, dan memanfaatkanmodulpemrogramandasarbermuatan model Learning Cycle 7Euntukmenumbuhkankemandiriansiswa. Modul dikembangkandenganmateri yang disusunsecarasistematis dan memuat 7 tahappembelajaranLearning Cycle yang runtut, sehinggamudahdipelajari dan mendorongsiswauntukdapataktifmembangunpengetahuannyasecaramandiri. Penelitianinimenggunakan model pengembanganDick and Carrey. Model Dick and Carrey dipilihkarena pada modul yang dikembangkanterdapatunsurpembelajaran yang diintegrasikankedalammodul. Model Dick and Carrey memiliki 10 langkahpenembangan, namunpada pengembanganinidibatasaihanyalangkahkesembilanyaiturevisi. Hasil penilaian yang diperolehdarivalidasiahlimateridiperoleh 94% untukmoduksiswa dan 90,38% untukmodul guru, ahli media diperoleh 85,26% untukmodulsiswa dan 94,70% untukmodul guru, uji cobakelompokperseorangandiperolehpresentase 80,36%, uji cobakelompokkecildiperoleh 80,95%, dan uji cobakelompokbesardiperoleh 85,24%. Hasil uji kemandirianbelajarsiswasaatmenggunakanmoduldiperolehsebesar 87,42%. Dari hasilpenelitianinidapatdisimpulkanbahwamodul yang dikembangkandapatmenumbuhkankemandirianbelajarsiswadengankategorisangattinggi

    PROTOTYPE PENGERINGAN TEMBAKAU DENGAN PERHITUNGAN SUHU DAN KELEMBABAN UDARA MENGGUNAKAN METODE LOGIKA FUZZY MAMDANI

    No full text
    RINGKASAN Salah satu kendala yang dihadapi petani dalam pengolahan tembakau pasca panen adalah proses pengeringan yang masih dilakukan secara tradisional, yaitu menggunakan panas matahari saja. Terkadang pada saat proses pengeringan, hujan turun secara tiba-tiba yang menghambat proses pengeringan. Tujuan penelitian adalah  merancang prototype pengeringan tembakau dengan menggunakan sistem buka tutup atap dan menggunakan 2 sumber energi panas (hibrid), yaitu dari panas matahari dan dari pemanas buatan menggunakan elemen pemanas. Sistem buka tutup atap menggunakan sensor hujan dan sensor LDR, untuk mendeteksi turunnya hujan dan mengukur intensitas cahaya, agar dapat mengetahui cuaca disekitar prototype data-data tersebut akan dikirimkan ke mikrokontroler, lalu memerintahkan servo mg996 untuk menggerakkan atap dengan mengatur posisi sudut. Terdapat juga kontrol suhu dan kelembaban udara dengan menggunakan sensor DHT11 untuk mengukur suhu dan kelembaban udara, sehingga apabila suhu dan kelembaban udara tidak sesuai untuk proses pengeringan, maka elemen pemanas akan menyala dan  fan DC juga akan menyala dengan mengatur besar PWM. Prototype yang dibuat ditujukan untuk menampung daun tembakau yang dikeringkan agar dapat cepat kering tanpa mengalami kebusukan. Tahap penelitian dan pengembangan prototype menggunakan metode research and development model Sugiyono yang telah diadaptasi, yaitu: (1) Potensi dan masalah; (2) Pengumpulan data; (3) Desain produk; (4) Validasi desain; (5) Revisi desain; (6) Pembuatan produk; (7) Ujicoba produk; (8) Revisi produk; (9) Ujicoba pemakaian; (10) Revisi produk; (11) Produk akhir. Pada pengujian keseluruhan, proses buka tutup atap dapat menerima respon dari pembacaan sensor hujan dan sensor LDR, serta respon relay untuk menyalakan elemen pemanas setelah mendapatkan respon dari pembacaan sensor DHT11. Fan DC juga dapat menyala dengan besar PWM bergantung pada hasil defuzzifikasi. Dapat disimpulkan bahwa proses pengertingan daun tembakau menggunakan prototype lebih cepat yaitu selama 9 jam, sedangkan proses pengeringan dengan menggunakan matahari saja membutuhkan waktu 3 hari

    Pengembangan Media Digital untuk Mata Pelajaran Pemrograman Web pada Kelas X Jurusan Teknik Komputer dan jaringan di SMKN 2 Probolinggo

    No full text
    RINGKASAN Kurniawan, Priangga. 2018. Pengembangan Media Digital untuk Mata Pelajaran Pemrograman Web pada Siswa Kelas X Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMKN 2 Probolinggo. Pembimbing:  (1)   Dr.Muladi, S.T., M.T. (2)Heru Wahyu H, S.T., M.Kom.   Kata Kunci: Pengembangan, Media Digital,Pemrograman Web. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan di Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMKN 2 Probolinggo lebih menekankan pada pengetahuan dan keterampilan dalam bidang kejuruan. Pemrograman Web merupakan mata pelajaran wajib yang diberikan sesuai dengan bidang keahlian untuk membantu siswa dalam dunia kerja. Hasil observasi didapat pemahaman siswa masih belum maksimal, sajian media dan materi yang dimuat terbatas. Kemudian hasil nilai teori dan tugas yang didapat menunjukan dibawah KKM. Untuk fasilitas sudah memadai seperti laboratorium komputer namun pemanfaatanya belum dimaksimakan. Tujuan pada pengembangan ini untuk merancang, membuat dan mengetahui tingkat validatas serta menguji media yang dikembangkan. Untuk pengembangan ini mengacu pada model pengembangan ADDIE dengan rincihan sebagai berikut:Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Hasil dari pengembangan ini adalah, dari ahli media mendapat hasil persentase kevalidan sebesar 83,33%, dan dari ahli materi mendapatkan hasil persentase kevalidan sebesar 94,44%. Uji coba kelompok kecil mendapatkan hasil persentase kevalidan sebesar 84,16% dan uji coba kelompok besar mendapatkan hasil persentase kevalidan sebesar 87,56%.Dari uji coba keseluruhan mendapat hasil persentase kevalidan sebesar 86,85% maka media digital ini layak dan siap  untuk digunakan

    Hubungan Kemampuan Komunikasi Interpersonal dan Keteladanan Dosen dalam Bersikap dengan Kesiapan Menjadi Guru Ditinjau dari Aspek Kompetensi Kepribadian pada Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika 2014

    No full text
    RINGKASAN Kemerosotan moral dan karakter siswa menjadi sebuah kemunduran bagi dunia pendidikan dan menjadi sebuah catatan khusus.Kehadiran guru yang kompeten, profesional, bermartabat dengan kepribadian yang baikuntuk dijadikan teladan dapat mendukung pembentukan karakter yang baik  juga bagi siswa.Upaya mempersiapkan calon guru yang memiliki kompetensi kepribadian yang mumpuni harus didukung dengan kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa dan juga keteladanan dosen selama mahasiswa menjalani perkuliahan. Adanya faktor-faktor tersebut maka dilakukan penelitian dengan judul “Hubungan Kemampuan Komunikasi Interpersonal (X1) dan Keteladanan Dosen dalam Bersikap (X2) dengan Kesiapan Menjadi Guru Ditinjau dari Aspek Kompetensi Kepribadian (Y) pada Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika 2014”. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan (X1), (2) mendeskripsikan (X2), (3) mendeskripsikan (Y), (4) mengungkap signifikansi hubungan antara X1dengan Y, (5) mengungkap signifikansi hubungan antara X2 dengan Y, dan (6) mengungkap signifikansi hubungan antara X1dan X2 terhadap Y secara simultan. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswaPendidikan Teknik Informatika angkatan 2014 di Universitas Negeri Malang dengan jumlah sampel sebanyak 130mahasiswa. Untuk mengukur variabel X1, variabelX2 dan Y menggunakan angket tertutup. Cara untuk mengungkap adanya hubungan antara X1dengan Y maupun X2 dengan Y menggunakan analisis data korelasi parsial. Sedangkan untuk mengungkap hubungan X1dan X2 secara simultan dengan Y menggunakan regresi ganda. Teknik analisis data yang dilakukan menggunakan bantuan software aplikasi SPSS. Persamaan regresi ganda yang didapatkan yaitu Y = 89,628 + 0,568X1 + 0,096X2. Kesimpulan: (1) Variabel X1 dalam kategori tinggi; (2) variabel X2dalam kategori sangat tinggi; (3) variabel Y dalam kategori sangat tinggi; (4) terdapat hubungan positif dan signifikan antaraX1dengan Y;(5) terdapat hubungan yang positif namun tidak signifikan antaraX2 dengan Y; (6) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara X1 dan X2 terhadap Y secara simultan

    Analisis Peminatan Siswa SMA menggunakan Metode Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS)

    No full text
    RINGKASAN Penjurusan di SMA berdasarkan minat merupakan persoalan penting yang dialami oleh siswa. Hal ini ditujukan untuk mengetahui jurusan yang sesuai dengan minat dan bakat siswa. Proses ini dilakukan oleh guru konseling dengan metode Simple Additive Weighting (SAW). SAW merupakan metode yang sederhana, namun cukup memberikan hasil yang akurat untuk melakukan penjurusan siswa SMA dengan nilai akurasi sebesar 90%, presisi 85%, dan sensitifitas 85%. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kinerja sistem dengan menggunakan metode yang lebih baru, yaitu Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS). Metode ANFIS merupakan pengembangan sistem hybrid kecerdasan buatan. Metode ini merupakan gabungan antara sistem jaringan syaraf tiruan dan logika fuzzy. Metode ini digunakan untuk mengurangi kelemahan dari masing-masing elemen penyusunnya. Data yang digunakan merupakan hasil observasi pada tiga sekolah di Kota Malang dengan jumlah total 932 record. Metode evaluasi yang digunakan adalah confusion matrix yang terdiri dari akurasi, presisi, dan sensitifitas. Hasil dari penelitian yang diperoleh, yaitu nilai akurasi 94,9%, presisi  92,4% dan sensitifitas 92,4%. Perbandingan antara metode ANFIS dan SAW secara keseluruhan menunjukkan bahwa metode ANFIS memiliki hasil akurasi, presisi, dan sensitifitas lebih tinggi daripada SAW

    0

    full texts

    2,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇