SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UMNot a member yet
2357 research outputs found
Sort by
Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan E-Modul Berbasis Flipbook Dibandingkan Berbantuan Bahan Ajar Cetak Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Pemrograman Dasar Pada Siswa Kelas X TKJ di SMK Negeri 7 Malang
ABSTRAK Nurhidayati, Alipah. 2018. Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan E-Modul Berbasis Flipbook Dibandingkan Berbantuan Bahan Ajar Cetak Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Pemrograman Dasar Pada Siswa Kelas X TKJ di SMK Negeri 7 Malang. Jurusan Teknik Elektro, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Setiadi C.P, M.Pd., M.T (2) Triyanna Widiyaningtyas, S.T., M.T. Kata Kunci : Problem Based Learning, Hasil Belajar, E-Modul dan Bahan Ajar Cetak Mutu pendidikan masih menjadi masalah dalam dunia pendidikan di Indonesia. Masalah mutu pendidikan yang masih banyak ditemui adalah tentang rendahnya hasil belajar peserta didik. Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMK Negeri 7 Malang pada akhir bulan Agustus, pada kelas X jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) mata pelajaran pemrograman dasar diketahui bahwa hasil belajar siswa masih rendah.Adapun faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar pada pemrograman dasar yaitu dari segi bahan ajar dan model pembelajaran yang digunakan. Strategi yang akan digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah denganmembandingkan bahan ajar cetak yang telah dibuat oleh guru dengan bahan ajar e-modul yang telah divalidasi.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan hasil belajar karena penerapan model pembelajaran PBL berbantuan e-modul; (2) mendeskripsikan hasil belajar karena penerapan model pembelajaran PBL berbantuan bahan ajar cetak; dan (3) mengungkapkan signifikansi perbedaan rata-rata hasil belajar pemrograman dasar karena penerapan model pembelajaran PBL berbantuan e-modul dan bahan ajar cetak. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperimental) dengan pemberian tes berupa PosttestOnly, Non-Equivalent Control Group. Dalam penelitian ini akan terdapat dua kelompok yang tidak dipilih secara random. Subjek penelitian ini siswa kelas X TKJ 1 dan X TKJ 2 di SMKN 7 Malang yang masing-masing berjumlah 25 siswa.Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 7 Malang dengan waktu penelitian yaitu semester genap tahun ajaran 2017/2018. Instrumen pengukuran berupa tes kognitif. Untuk uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat: (1) peningkatan hasil belajar karena penerapan model pembelajaran PBL dengan berbantuan e-modul sebesar 0.47; (2) peningkatan hasil belajar karena penerapan model pembelajaran PBL dengan berbantuan bahan ajar cetak sebesar 0.24; dan (3) perbedaan hasil belajar ranah pengetahuan dengan sig 0.00
Hubungan Budaya Ekstrakurikuler dan Lingkungan Belajar dengan Keterampilan Komunikasi Siswa TITL SMK di Kabupaten Pasuruan
ABSTRAK Sekolah banyak memberikan wadah dan program pembinaan yang dijalankan untuk mensukseskan tujuan pendidikan. Salah satu wadah pembinaan peserta didik adalah kegiatan ekstrakurikuler. Aktif pada kegiatan ekstrakurikuler merupakan suatu hal yang menjadi nilai tambah untuk siswa sekolah, karena dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, siswa lebih sering melakukan kegiatan positif dan waktu untuk berinteraksi dengan orang lain semakin banyak, secara tidak langsung lingkungan belajar siswa juga memengaruhi cara siswa dalam melakukan hubungan sosial dengan orang lain. Keterampilan komunikasi siswa akan meningkat apabila mendapatkan pengaruh dari budaya ekstrakurikuler dan lingkungan belajar siswa. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu : (1) Mendeskripsikan tingkat Budaya Ekstrakurikuler (X1), (2) Mendeskripsikan tingkat Lingkungan Belajar (X2), (3) Mendeskripsikan tingkat Keterampilan Komunikasi (Y), (4) mengetahui hubungan hubungan X1 dan Y, (5) mengetahui hubungan hubungan X1 dan Y, dan (6) mengetahui hubungan hubungan X1 dan X2 dengan Y. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Populasi pada penelitian ini sejumlah 76 siswa SMK TITL di Kabupaten Pasuruan. Teknik Sampling yang digunakan yaitu sampel jenuh . Instrumen yang digunakan berupa angket atau kuisioner dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, uji normalitas, uji linieritas, uji heteroskedasitas, uji multikolinearitas, dan uji Autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) budaya ekstrakurikuler berpengaruh positif signifikan dengan keterampilan komunikasi 2) lingkungan belajar berpengaruh positif signifikan dengan keterampilan komunikasi (3)budaya ekstrakurikuler dan lingkungan belajar berpengaruh positif signifikan dengan keterampilan komunikasi. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti variabel lain yang dapat mengungkap faktor – faktor yang memengaruhi keterampilan komunikasi dan fakta fakta yang belum terungkap
Studi Keterlaksanaan Kelas Industri Ditinjau Dari Kerjasama Sekolah Dengan Industri Bidang Ketenagalistrikan Pada Siswa Kelas PJB Di SMK PGRI 3 Malang
ABSTRAK Sekolah Menengah Kerjuruan (SMK) sebagai lembaga Pendidikan tingkat menengah diharapkan dapat menyiapakan lulusan untuk memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan di industri. Dengan demikian Kurikulum Pendidikan SMK perlu disesuaikan dengan kebutuhan di industri guna menyiapkan lulusan sebagai calon tenaga kerja berkompeten setingkat SMK. Kelas industri sebagai program kerjasama antara pihak sekolah dan industri bertujuan untuk melaksanakan proses pembelajaran berbudaya industri. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan persiapan, proses pelaksanaan, evaluasi dan pengawasan, serta kendala dan upaya mengatasinya dalam pelaksanaan kelas industri PJB di SMK PRI 3 Malang. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif, jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan triangulasi sebagai uji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan proses pembelajaran pada kelas industri PJB SMK PGRI 3 Malang menerapkan kurikulum implementatif yang merupakan hasil sinkronisasi kurikulum 2013 dengan kebutuhan di dunia kerja khususnya bidang ketenagalistrikan. Dengan diterapkannya kurikulum implementatif, kelas industri PJB menghasilkan luaran berkompeten bidang ketenagalistrikan. Program kerjasama yang tertuang dalam Memorandum of Understanding yang telah disepakati dapat meningkatkan kualitas dan relevansi Pendidikan SMK dengan kebutuhan di dunia kerja. Sekolah dan industri saling bekerjasama mengoptimalkan pelaksanaan sistem pembelajaran kelas PJB yang dilaksanakan dalam kurun waktu 3 tahun. Semester I-II pada kelas X berupa pembelajaran dasar dan lanjutan serta penyiapan input siswa berkualitas yang masuk kelas PJB. Semester III-IV pada kelas XI siswa melaksanakan program prakerin di unit pembangkit milik PT PJB selama 1 tahun dengan sistem monitoring oleh pihak sekolah dan industri. Pada semester V-VI siswa kelas 3 kembali ke sekolah untuk persiapan ujian nasional dan uji Sertifikasi Kompetensi Pembangkitan (SKP). Untuk dapat terserap ke dunia kerja lulusan SMK penting untuk memiliki kompetensi yang berkualitas dan didukung dengan kondisi kesehatan yang baik
IMPLEMENTASI ALGORITMA SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING UNTUK MENENTUKAN REVIEWER PKM PADA PORTAL PKM DI UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Salah satu program untuk meningkatkan kreatifitas mahasiswa adalah dengan mengikuti event Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Di Universitas Negeri Malang (UM) telah mengikuti event ini sebagai ajang kreatifitas mahasiswa. Namun pada periode tiga tahun terakhir (2015-2017) terjadi penurunan persentase PKM yang didanai oleh Dikti dengan 24% pada tahun 2015, 5,7% pada tahun 2016, dan 2,86% pada tahun 2017. Berdasarkan hasil wawancara dengan Staf Ahli WR III, penurunan persentase tersebut diakibatkan oleh kurangnya kualitas konten dan kualitas administrasi saat mengajukan PKM. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu solusi yang bisa diterapkan adalah dengan memonitoring dan mengevaluasi pembuatan proposal PKM saat sebelum diunggah dan diajukan ke Dikti. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah sistem informasi Portal PKM yang dapat menangani proses monitoring, evaluasi, dan administrasi kelengkapan PKM. Portal PKM dikembangkan dengan menggunakan Model Waterfall yang terdiri dari empat langkah yaitu: (1) Analyze; (2) Design; (3) Code; dan (4) Test.Portal PKM juga menerapkan Algoritma Simple Additive Weighting (SAW) untuk proses rekomendasi reviewer yang cocok dengan jenis PKM yang akan dievaluasi. Selain mengembangkan produk, dilakukan proses pengujian kelayakan produk untuk mengetahui tingkat validitas dan kelayakan produk untuk diterapkan di lingkungan UM. Pengujian dilakukan oleh ahli sistem informasi dan pengguna pada setiap level user. Berdasarkan hasil dari uji coba fungsionalitas oleh ahli sistem informasi dan pengguna, diperoleh persentase validitas sistem 99,04 % dari sisi ahli sistem informasi, 99,59% dari sisi mahasiswa, 100% persen dari dosen, sisi subag kemahasiswaan, tim penalaran, dan admin. Dari hasil tersebut, didapatkan rata-rata persentase hasil pengujian sebesar 99,80% yang menunjukkan bahwa Portal PKM dinilai valid dan dapat digunakan di lingkungan UM. Kata Kunci: PKM, Portal PKM, Reviewer, Simple Additive Weighting,Waterfall
Pengaruh Nilai Microteaching, Hasil Kajian Praktik Lapangan (KPL) Dan Minat Belajar Pedagogik Terhadap Kesiapan Kerja Di Bidang Pendidikan Pada Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika
ABSTRAK Wahyuni, Pramitha Eka Putri Diyah. 2018. Pengaruh Nilai Microteaching, Hasil Kajian Praktik Lapangan (KPL) Dan Minat Belajar Pedagogik Terhadap Kesiapan Kerja Di Bidang Pendidikan Pada Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hakkun Elmunsyah, S.T, M.T, (II) Yuni Rahmawati, S.T, M.T. Kata Kunci: pengaruh, nilai microteaching, hasil kajian praktik lapangan (KPL), minat belajar pedagogik, kesiapan kerja di bidang pendidikan. Kesiapan kerja mahasiswa di bidang pendidikan merupakan keadaan dimana mahasiswa memiliki kemampuan, pengetahuan dan keterampilan yang bisa menjalankan profesi guru beserta seluruh risiko yang dihadapinya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Penelitian ini membahas beberapa faktor yang mempengaruhi Kesiapan kerja mahasiswa di bidang pendidikan pada Prodi S1 Pendidiikan Teknik Informatika yaitu nilai microteaching, hasil kajian praktik lapangan (KPL) dan minat belajar pedagogik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan korelasional. Populasi penelitian ini meliputi mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika angkatan 2014 yang telah melaksanakan Kajian Praktik Lapangan (KPL), berjumlah 128 mahasiswa. Sampel penelitian sebanyak 128 mahasiswa yang ditentukan dengan berpedoman pada perhitungan Slovin dengan taraf kesalahan 5%. Penentuan anggota sampel atau subjek penelitian secara proporsional. Alat pengumpulan data berupa kuesioner yang sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji prasyarat analisis dalam penelitian ini mencakup uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, uji heteroskedastisitas, dan uji hipotesis yang dibantu dengan program IBM SPSS Statistics 21. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa gambaran keseluruhan variabel nilai microteaching dengan kategori sangat tinggi sebanyak 79 responden (62%), tinggi sebanyak 47 responden (36%), sedang sebanyak 1 responden (1%) dan rendah sebanyak 1 responden (1%). Gambaran keseluruhan variabel hasil kajian praktik lapangn (KPL) dengan kategori sangat tinggi sebanyak 47 responden (37%), tinggi sebanyak 57 responden (44%), sedang sebanyak 20 responden (16%) dan kategori rendah sebanyak 4 responden (3%). Gambaran keseluruhan variabel minat belajar pedagogik dengan kategori sangat tinggi sebanyak 19 responden (18%), tinggi sebanyak 98 responden (76%), sedang sebanyak 11 responden (9%) dan rendah sebanyak 0%. Gambaran keseluruhan variabel kesiapan kerja dibidang pendiidkan dengan kategori sangat tinggi sebanyak 41 responden (18%), tinggi sebanyak 87 responden (76%), sedang sebanyak 0% dan rendah sebanyak 0%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: (1) yaitu nilai microteaching, hasil kajian praktik lapangan (KPL), minat belajar pedagogik dan kesiapan kerja dibidang pendidikan pada mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika cenderung tinggi; (2) tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara nilai microteacing kesiapan kerja dibidang pendidikan; (3) tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara hasil kajian praktik lapangan (KPL) dengan kesiapan kerja mahasiswa dibidang pendidikan; serta (4) terdapat hubungan positif dan signifikan antara minat belajar pedagogik dengan kesiapan kerja mahasiswa dibidang pendidikan; (5) tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan secara simultan antara nilai microteaching, hasil KPL terhadap kesiapan kerja mahasiswa dibidang pendidikan; (6) terdapat hubungan yang positif dan signifikan secara simultan antara nilai microteaching dan minat belajar pedagogik dengan kesiapan kerja mahasiswa dibidang pendidikan; (7) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara hasil KPL dan minat belajar pedagogik terhadap kesiapan kerja mahasiswa dibidang pendidikan; (8) terdapat hubungan yang positif dan signifikan secara simultan antara nilai microteaching, hasil KPL dan minat belajar pedagogik terhadap kesiapan kerja dibidang pendidikan pada mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika. ABSTRACT Wahyuni, Pramitha Eka Putri Diyah. 2018. The Influence of Microteaching Value, Results of the Study Field Practices (KPL) and Learning interest in Pedagogy Towards Readiness Work in Education. Thesis, Education of Informatic Engineering Study Program, Departemen of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisor: (I) Dr. Hakkun Elmunsyah, S. T., M. T., (II) Yuni Ramawati, S., M.T. Keywords: influence, microteaching, practice field study results (KPL), pedagogy, learning interests, readiness work in education. The readiness of the student's work in the field of education is the State where a student has the skills, knowledge and skills that can run the teaching profession and all the risks that it faces to achieve its intended purpose before. This research discusses several factors that affect the readiness of the student's work in the field of education on the status of Undergraduate Pendidiikan computer engineering i.e. the value of microteaching, practice field study results (KPL) and interest in learning pedagogy. The research method used was quantitative with the draft korelasional. The population of this research include student Undergraduate Computer Engineering Education Prodi's forces have executed the 2014 Review of the practice of the field (KPL), amounted to 128 students. Sample research as much as 128 students determined by calculation based on Slovin with 5% error level. Determination of the sample or the subject members proportionally. Data collection tools in the form of a questionnaire that has been previously tested for validity and reliabilitasnya. Test precondition analysis in this research includes testing of normality, test linearity, multicollinearity test, autocorrelation test, heteroskedastisitas test, and a test of the hypothesis that assisted with the program IBM SPSS Statistics 21. The result of the research shows that the overall picture of a variable the value of microteaching by category is very high as many as 79 respondents (62%), higher by as much as 47 respondents (36%), while as many as 1 respondents (1%) and low by as much as 1 respondents (1%). An overview of the overall results of the study variables lapangn practices (KPL) with very high category as much as 47 respondents (37%), higher by as much as 57 respondents (44%), while as many as 20 respondents (16%) and a low category 4 respondents (3%). The overall picture of variable interest learning pedagogy, with very high category as much as 19 respondents (18%), higher by as much as 98 respondents (76%), while a total of 11 respondents (9%) and low by as much as 0%. The overall picture of work readiness in the variable pendiidkan with the very high category as much as 41 respondents (18%), higher by as much as 87 of respondents (76%), while as much as 0% and low by as much as 0%. The conclusions of this study are: (1) that is the value of microteaching, practice field study results (KPL), interest in studying pedagogy and work readiness in the field of education on Undergraduate Education of Informatics Engineering tends to be high; (2) there is no positive and significant relation between the value of the microteacing field work-readiness education; (3) there is no positive and significant relation between the results of the study field practices (KPL) and the readiness of the student's work in the field of education; and (4) there is a positive and significant relationship between interest in learning pedagogy, student work in the field of preparedness with education; (5) there is no positive and significant relationships simultaneously between microteaching, KPL results against Italy the work of students in the field of education; (6) there is a positive and significant relationship simultaneously between the value of microteaching and interest learning pedagogy, student work in the field of preparedness with education; (7) there is a positive and significant relationship between results of the KPL and the learning interest in pedagogy, student work against Italy in the field of education; (8) there is a positive and significant relationship simultaneously between microteaching, KPL and interest results learning pedagogy against the readiness of the work in the field of education on students Undergraduate Computer Engineering Education Status
Interaksi Keaktifan Belajar Siswa dengan Model Problem Based Learning dan Guided Discovery PengaruhnyaTerhadap Hasil Belajar Instalasi Motor ListrikKelas XI TIPTL SMKN 1 Bangil
ABSTRAK Berdasarkan observasi di Jurusan Teknik Instalasi PemanfaatanTenaga Listrik kelas XI SMKN 1 Bangil diperoleh kondisi belajar siswa yang kurang aktif. Dalam hasil praktikum cukup baik, namun pemahaman teori dasar masih terlampau kurang. Untuk menumbuhkan keaktifan belajar siswa pada pelajaran instalasi motor listrik diperlukan model pembelajaran yang baru. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi hasil belajar siswa yang dipengaruhi oleh interaksi keaktifan dan penerapan model pembelajaran, (2) menguji signifikansi interaksi keaktifan siswa dan model pembelajaran terhadap hasil belajar, (3) menguji signifikansi antar kelas keaktifan siswa dan penerapan variasi model pembelajaran terhadap hasil belajar, (4) mengetahui perbedaan hasil belajar yang paling signifikan antar pasangan kelas. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan metode true experiment dengan desain faktorial 2x2. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas XI TIPTL 1 dan XI TIPTL 2 SMKN 1 Bangil sejumlah 52 siswa. Teknik analisis menggunakan ANOVA dua jalur dan post-hoc comparison. Penelitian ini menggunakan instrumen perlakuan dan instrumen penilaian. Instrumen perlakuan terdiri dari silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, bahan ajar dan jobsheet. Instrumen pengukuran terdiri dari soal posttest pilihan ganda dan lembar observasi keaktifan siswa. Hasil belajar kognitif siswa diukur melalui soal posttest sejumlah 25 soal. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu (1) rata-rata hasil belajar kelas PBL1 sebesar 88.00, PBL 2 sebesar 76.31, GD 1 sebesar 88.31, GD 2 sebesar 83.08. (2) ada interaksi keaktifan siswa dan model pembelajaran terhadap hasil belajar, 3) ada perbedaan yang signifikan antar kelas keaktifan siswa dan penerapan variasi model pembelajaran terhadap hasil belajar, (4) perbedaan yang signifikan pada kelas PBL 1 dengan PBL 2 dan PBL 2 dengan GD 1. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) rata-rata hasil belajar kelas PBL1 sangat tinggi, PBL 2 sebesar sedang, GD 1 sebesar sangat tinggi, GD 2 sebesar sedang. (2) ada interaksi keaktifan siswa dan model pembelajaran terhadap hasil belajar, (3) ada perbedaan yang signifikan antar kelas keaktifan siswa dan penerapan variasi model pembelajaran terhadap hasil belajar, (4) perbedaan yang signifikan pada kelas PBL 1 dengan PBL 2 dan PBL 2 dengan GD 1
Perbedaan Kemandirian dan Hasil Belajar Siswa Karena Pengaruh Penerapan Flipped Classroom Berbantuan Video Pembelajaran dibandingkan Penerapan Flipped Classroom Berbantuan Animasi Interaktif Pada Siswa Kelas X TKJ di SMKN 3 Batu
ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran yang digunakan guru sangat konvensional sehingga kemandirian dan hasil belajar siswa kurang. Hal ini dapa tdilihat pada nilai siswa yang 55% di bawah KKM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemandirian dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran jaringan dasa rsebelum dan setelah menggunakan Model FlippedClassroom berbantuan animasi interaktif dan berbantuan video pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X TKJ SMKN 3 Batu tahun pelajaran 2017/2018. Adapun sampel penelitiannya adalah sebanyak dua kelompok kelas yaitu peserta didik kelas X TKJ A sebagai kelaseksperimen1 yang terdiri dari 25siswadankelasX TKJ Csebagaikelaseksperimen 2 yang berjumlah 25siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa pretest dan postest dengan tipe pilihan ganda yang berjumlah 20 soal. Sedangkan Instrument selanjutnya adalah angket kemandirian belajar yang terdiri dari 31 pertanyaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Tmelalui program SPSS 21.0 for Windows yaitu dengan menggunakan Paired Sample uji T. Berdasarkan analisis data hasil penelitian, padauji T yang dilakukandenganmenggunakanaplikasi SPSS maka didapati nilai Signifikan 0.025 yang berarti 0.025 0.05 atau 0.200 lebih besar dari 0.05. Data tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan Hasil belajar siswa matapelajaran jaringan dasar yang diberipenerapan Flipped Classroom berbantuan video pembelajaran dibandingkan dengan penerapan Flipped Classroom berbantuan animasi interaktif. Kesimpulan keseluruhan bahwa penerapanFlipped Classroom berbantuan animasiinteraktif lebihbaikuntukmeningkatkan kemandirianbelajarsiswadibandingkanpenerapanFlipped Classroom berbantuan video pembelajaran. Sedangkan untuk meningkatkan prestasibelajarsiswa kedua model mempunyaiefek yang sama. Sebagaiakhirpenelitian, penulismenyarankankepada guru agar menciptakan suasanabelajar yang efektifdanmenyenangkan agar hasil belajar dan kemandirian peserta didik dapat meningkat
Pengembangan Modul Ajar Digital Sistem Operasi Berbantuan Project Based Learning di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Sistem operasi merupakan mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di lapangan diperoleh informasi bahwa pembelajaran sistem operasi dikelas masih menggunakan media konvensional seperti handout.Handout tersebut masih bersifat sajian informative dan masih kurang bervariasi sehingga belum begitu mampu menarik minat mahasiswa untuk memahami materi.Akibatnya proses pembelajaran menjadi terhambat dan mahasiswa mengalami kesulitan dalam memahami materi. Oleh sebab itu seharusnya ada alternatif media pembelajaran yang mampu menarik minat mahasiswa untuk membaca dan menggunakan media pembelajaran tersebut. Guna menarik minat baca mahasiswa perlu dibuat media pembelajaran yang menarik, baik dari sisi visual maupun penggunaannya.Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain, membuat dan mengetahui kelayakan modul ajar digital. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model pengembagan DDD-E. Adapun langkah-langkahnya yakni: (1)decide, (2) design, (3) develop, dan evaluate. Produk yang telah dikembangkan ini telah divalidasi dari sisi materi dengan perolehan persentase rata-rata sebesar 98,33% dan validasi media memperoleh hasil persentase sebesar 88,04%. Sedangkan untuk uji coba kelompok kecil dengan jumlah responden sebanyak lima orang mahasiswa memperoleh hasil persentase sebesar 88,25%. Uji lapangan dengan jumlah responden sebesar 30 orang mahasiswa memperoleh persentase rata-rata sebesar 88,46%. Dari hasil uji coba rata-rata persentase gabungan yang didapat adalah 90,77%. Berdasarkan tabel validasi dan kelayakan dari Akbar (2015) dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memiliki kategori sangat layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran
Hubungan Wawasan Dunia Kerja, Pengetahuan Keteknikan, dan Social Persuasion dengan Kesiapan Memasuki Dunia Kerja pada Siswa SMK Jurusan Teknik Elektronika Industri di Kabupaten Malang
ABSTRAK Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama dibidang tertentu untuk bekerja dalam bidang tertentu (pasal 15 UU SPN 20 tahun 2003). Berdasarkan hal tersebut siswa SMK memiliki kesiapan memasuki dunia kerja. Tingkat kesiapan memasuki dunia kerja dapat dipengaruhi adanya wawasan dunia kerja, pengetahuan keteknikan, dan social persuaion.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendiskripsikan wawasan dunia kerja (X1), pengetahuan keteknikan (X2), social persuasion (X3), dan kesiapan memasuki dunia kerja (Y), (2) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X1 dan Y, (3) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X2 dan Y, (4) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X3 dan Y, (5) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X1 dan X2 secara simultan dengan Y, (6) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X1 dan X3 secara simultan dengan Y, (7) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X2 dan X3 secara simultan dengan Y, dan (8) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X1, X2 dan X3 secara simultan dengan Y. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional dan merupakan penelitian expose facto. Sampel dari penelitian ini adalah siswaSMK jurusan TEI diKabupaten Malang sejumlah 112 siswa. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Data yang diperoleh diuji dengan uji korelasi parsial dan uji hipotesis untuk mengungkapkan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat baik secara parsial maupun secara simultan. Variabel X1, X3 dan Y diukur menggunakan instrumen penilaian berupa angket dan X2 menggunakan dokumentasi nilai. Variabel , dan Y memiliki tingkat reliabiltas secara berurutan adalah 0,724, 0,729 dan 0,728. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi parsial dan regresi ganda, analisis uji prasyarat, dan analisis sumbangan efektif-relatif menggunakan bantuan SPSS. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara X1, X2 dan X3 secara simultan dengan Y dan sumbangan relatif X1 terhadap Y sebesar 71,43 %, X2 terhadap Y sebesar 24,96%, dan X3 terhadap Y sebesar 3,61 %. Sumbangan efektif X1 terhadap Y sebesar 57,07 %, X2 terhadap Y sebesar 19,94 %, dan X3 terhadap Y sebesar 2,88 %. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu (1) X1, X2, X3, dan Y dalam kategori cenderung tinggi (2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1 dan Y, X2 dan Y, X3 dan Y, X1 dan X2 secara simultan dengan Y, X1 dan X3 secara simultan dengan Y, X2 dan X3 secara simultan dengan Y, dan X1, X2 dan X3 secara simultan dengan Y
Pengembangan Trainer Filling Conveyor Sebagai Media Pembelajaran pada Mata Kuliah Workshop Otomasi Industri di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Jannah, Miftachul. 2018. Pengembangan Trainer Filling Conveyor Sebagai Media Pembelajaran pada Mata Kuliah Workshop Otomasi Industri di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Eng. Siti Sendari, S.T., M.T. Pembimbing (II) Drs. Slamet Wibawanto, M.T. Kata kunci: Trainer, Filling Conveyor, Media Pembelajaran, Workshop Otomasi Industri Workshop Otomasi Industri (PTEL623) merupakan salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa program studi S1 Pendidikan Teknik Elektro (PTE), Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Standar kompetensi (SK) pada mata kuliah ini yaitu mengidentifikasi kebutuhan, mendesain dan menerapkan sistem otomasi industri (kendali proses) dengan deskripsi kompetensi (DK) yaitu: (1) memproduksi proyek 1: sistem kendali magnetik, (2) memproduksi proyek 2: sistem kendali on-off berbasis rangkaian digital, (3) memproduksi proyek 3: sistem kendali berbasis mikrokontroller, dan (4) memproduksi proyek 4: sistem kendali berbasis PLC. Berdasarkan kompetensi tersebut dapat diidentifikasi tujuan utama perkuliahan Workshop Otomasi Industri (PTEL623) yaitu mahasiswa memproduksi sebuah proyek dengan berbagai sistem kendali. Untuk mencapai kompetensi tersebut mahasiswa harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup. Salah satu media pembelajaran yang mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan adalah trainer. Berdasarkan wawancara pada enam mahasiswa yang telah menempuh matakuliah Workshop Otomasi Industri (PTEL623) dan observasi kondisi serta kesediaan trainer di Laboratorium Sistem Kendali Jurusan Teknik Elektro didapatkan hasil bahwa penggunaan trainer pada mata kuliah ini telah dilaksanakan namun kondisi trainer yang digunakan kurang memadai yaitu diantaranya: (1) trainer tidak memvisualisasi sistem di industri, (2) komponen rusak, (3) tidak ada petunjuk penggunaan yang jelas, dan lain-lain. Oleh karena itu perlu adanya pengembangan trainer dengan memvisualisasi sistem di industri serta layak digunakan dalam perkuliahan ini. Trainer yang dikembangkan pada penelitian pengembangan ini adalah Trainer Filling Conveyor yang dilengkapi dengan Jobsheet. Model pengembangan yang digunakan terdiri dari empat tahap yaitu: (1) Analisis, (2) Desain, (3) Pengembangan, (4) Penilaian. Trainer ini ditujukan untuk mahasiswa PTE yang menempuh mata kuliah Workshop Otomasi Industri (PTEL623). Tujuan dikembangkannya trainer ini untuk mencapai SK dan DK keempat yaitu memproduksi proyek 4: sistem kendali berbasis PLC. Produk divalidasi oleh ahli 1 dan ahli 2, kemudian produk diimplementasikan dalam pembelajaran dengan sejumlah 55 mahasiswa subjek uji coba. Produk pada penelitian pengembangan ini dinyatakan sangat layak untuk digunakan, hal ini ditunjukkan dengan persentase hasil validasi dari ahli 1 sebesar 96,153846 %, dari ahli 2 sebesar 99,2857 %, serta 89,331 % dari subjek uji coba