SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    2357 research outputs found

    Perbandingan Penerapan Model Pembelajaran PjBL dengan Metode Drill Dibandingkan dengan Penerapan Model Pembelajaran PjBL dengan Metode Feedback Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Pemrograman Web Dinamis Siswa Kelas XI RPL di SMKN 6 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Akbar, Syaichul Fitrian. 2017. Perbandingan Penerapan Model Pembelajaran PjBL dengan Metode Drill Dibandingkan dengan Penerapan Model Pembelajaran PjBL dengan Metode Feedback Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Pemrograman Web Dinamis Siswa Kelas XI RPL di SMKN 6 Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T., (2) Didik Dwi Prasetya, S.T., M.T.   Hasil belajar Pemrograman Web Dinamis siswa kelas XI RPL SMKN 6 Malang belum memuaskan. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru RPL SMKN 6 Malang, lebih dari 50% siswa belum mencapai KKM pada mata pelajaran Pemrograman Web Dinamis, sehingga guru memberikan remidial agar KKM tercapai. Berdasarkan masalah tersebut, perlu dilakukan penelitian “Perbandingan Penerapan Model Pembelajaran PjBL dengan Metode Drill (X1) Dibandingkan dengan Penerapan Model Pembelajaran PjBL dengan Metode Feedback (X2) Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Pemrograman Web Dinamis (Y) Siswa Kelas XI RPL di SMKN 6 Malang”. Tujuan penelitian ini untuk: (1) mendeskripsikan tingkat Y karena pengaruh penerapan X1; (2) mendeskripsikan tingkat Y karena pengaruh penerapan X2; dan (3) mengungkapkan signifikansi perbedaan rerata Y karena pengaruh penerapan X1 dibandingkan dengan penerapan X2. Penelitian ini mengguanakan rancangan quasi experiment dan desain penelitian post-test only. Penelitian dilakukan pada siswa XI RPL SMKN 6 Malang 2016/2017 sejumlah 68 siswa. Sampel adalah 35 siswa kelas XI RPL 2 sebagai kelompok A dengan penerapan X1 dan 33 siswa kelas XI RPL 3 sebagai kelompok B dengan penerapan X2. Instrumen pengukuran berupa tes pengetahuan (post-test) dan lembar penilaian keterampilan. Uji hipotesis menggunakan teknik Independent Sample t-Test, berbantuan SPSS 20 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat peningkatan setelah penerapan X1; (2) terdapat peningkatan setelah penerapan X2; (3) nilai signifikasi rerata Y ranah pengetahuan adalah sig.(2-tailed) 0,000 < 0,05; (4) nilai signifikasi rerata Y ranah keterampilan adalah sig.(2-tailed) 0,024 < 0,05. Hasil tersebut mendukung penelitian sebelumnya, bahwa penerapan model pembelajaran PjBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kesimpulan dari penelitian adalah tingkat hasil belajar Pemrograman Web Dinamis lebih tinggi setelah perlakuan, serta adanya signifikansi perbedaan rerata Y karena pengaruh penerapan X1 dan penerapan X2. Saran bagi penelitian selanjutnya adalah (1) dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi, (2) penelitian lebih lanjut menggunakan model atau metode yang berbeda

    Identifikasi Minat Mahasiswa untuk Tidak Berkarir Sebagai Guru pada Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Rahmatulloh, Rifqi Akbar. 2017. Identifikasi Minat Mahasiswa untuk Tidak Berkarir Sebagai Guru pada Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri. Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom. (II) Yuni Rahmawati, S.T., M.T.   Kata kunci: Minat, Karir, Tidak Menjadi Guru, Mahasiswa PTI   Jurusan Teknik Elektro sebagai salah satu jurusan di Universitas Negeri Malang, mengemban tugas utama selaku penyelenggara pendidikan akademik dalam kelompok bidang teknik elektro, mempunyai beberapa program studi kependidikan dan non-kependidikan yang sama-sama bertujuan untuk mendapatkan lulusan dengan siap kerja secara profesional. Pada hakekatnya mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika dipersiapkan untuk menjadi calon pendidik atau guru informatika yang professional dan berwawasan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) Mendeskripsikan minat mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang untuk tidak berkarir sebagai guru dari aspek internal mahasiswa. (2) Mendeskripsikan minat mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang untuk tidak berkarir sebagai guru dari aspek eksternal mahasiswa. (3) Mengungkap aspek-aspek dominan yang mempengaruhi minat mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang untuk  tidak berkarir sebagai guru. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survei. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika Angkatan 2013 Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang dengan jumlah populasi sebanyak 224 mahasiswa. Didapatkan jumlah sampel sebanyak 144 mahasiswa dengan menggunakan teknik Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap persiapan, tahap tabulasi data dan tahap analisis data yang menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat3 aspek internal dan 3 aspek eksternal yang memiliki pengaruh dengan total presentase (%) tertinggi yang merupakan aspek-aspek dominan yang mempengaruhi minat mahasiswa untuk tidak memilih berkarir sebagai guru pada mahasiswa program studi Pendidikan Teknik Informatika angkatan 2013. Aspek internal yaitu: (1) aspek emosional dengan total skor 71% dengan kategori cukup tinggi, (2) aspek passion dengan total skor 71% dengan kategori cukup tinggi, dan (3) aspek kemampuan akademik dengan skor total 66% dengan kategori cukup tinggi. Aspek eksternal yaitu: (1) aspek sarana dan prasarana dengan total skor 83% dengan kategori, (2) aspek penghargaan financial dengna total skor 76% dengan kategori tinggi, dan (3) aspek informasi dunia kerja dengan skor total 83% dengan kategori tinggi

    Pengembangan Trainer Audio Mobil Untuk Meningkatkan Keterampilan Melakukan Instalasi Audio Mobil Pada Mata Pelajaran Perencanaan dan Instalasi Sistem Audio Kelas XII Teknik Audio Video SMK Negeri 1 Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Erwanda, Ega. 2017. Pengembangan Trainer Audio Mobil untuk Meningkatkan Keterampilan Instalasi Audio Mobil Pada Mata Pelajaran Perencanaan dan Instalasi Sistem Audio Kelas XII Teknik Audio Video SMKN 1 Blitar. Skripsi. S1 Pendidikan Teknik Elektro. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang.   Kata Kunci: Trainer, Instalasi Audio Mobil, Teknik Audio Video   Audio mobil merupakan seperangkat media hiburan yang terintegrasi yang terdapat pada mobil. Hal inilah yang membuat program keahlian teknik audio video memasukan audio mobil dalam salah satu keterampilan yang diajarkan pada saat kelas XII sebagai teknisi yang mampu merencanakan dan menginstalasi audio mobil yang baik dan benar. Instalasi sistem hiburan audio mobil merupakan salah satu kompetensi yang dibelajarkan pada program keahlian TAV kelas XII. Trainer audio mobil digunakan siswa kelas XII TAV sebagai media pembelajaran pada kompetensi dasar Instalasi sistem hiburan audio mobil. Alasan pengembangan trainer audio mobil didasarkan pada masih kurangnya fasilitas atau kelengkapan trainer yang sudah ada di SMKN 1 Blitar misal tidak terdapat manual book pada trainer dan keterangan yang ada pada trainer yang kurang lengkap. Trainer yang ada saat ini tingkat kemudahan penggunaan dan kesesuaian dengan kondisi sebenarnya yang masih kurang. Pengembangan trainer audio mobil ini bertujuan untuk membantu siswa dalam mengimplementasikan materi yang sudah didapat sebelumnya pada perencanaan sistem hiburan audio mobil untuk diaplikasikan dalam instalasi sistem hiburan audio mobil sesuai tujuan pembelajaran yang harus dicapai oleh siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Revision). Dengan penelitian pengembangan trainer ini diharapkan hasil berupa trainer audio mobil, jobsheet praktikum pegangan guru, modul praktikum untuk siswa dan manual book penggunaan trainer yang dapat digunakan siswa kelas XII TAV di SMKN 1 Blitar. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XII TAV di SMKN 1 Blitar sebesar 66 siswa, dengan penentuan sampel menggunakan metode nommogram harry king didapatkan sampel sebesar 40 siswa. Untuk menguji validitas produk pengembangan menggunakan instrumen angket penilaian. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu: (1) Trainer Audio Mobil memiliki kategori penilaian sangat valid yaitu sebesar 86,38%, (2) Panduan Penggunaan trainer memiliki kategori penilaian sangat valid yaitu sebesar 86,87%, (3) Pedoman pelaksanaan praktikum memiliki kategori penilaian sangat valid yaitu sebesar 86,87%. Dari hasil validasi dilakukan pembahasan sebagai berikut: (1) Desain trainer Audio Mobil telah sesuai dengan waluyanti (2008) dan sesuai dengan KD pada silabus 2013 revisi; (2) Panduan penggunaan trainer sudah sesuai desain yang mengacu pada Permendikbud No.8 (2016); (3) Pedoman pelaksanaan praktikum yang telah dikembangakan telah sesuai dengan desain yang mengacu pada Wena (1995). Hasil produk pengembangan secara keseluruhan dikategorikan layak dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran.kemampuan akademik dengan skor total 66% dengan kategori cukup tinggi. Aspek eksternal yaitu: (1) aspek sarana dan prasarana dengan total skor 83% dengan kategori, (2) aspek penghargaan financial dengna total skor 76% dengan kategori tinggi, dan (3) aspek informasi dunia kerja dengan skor total 83% dengan kategori tinggi

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR E-LEARNING TEKNIK PENGAMBILAN GAMBAR BERGERAK PADA SISWA KELAS XII DI SMK

    No full text
    ABSTRAK   Abstrak: Teknik Pengambilan Gambar Bergerak merupakan salah satu sajian mata pelajaran wajib bagi siswa program keahlian Multimedia di SMK. Hasil observasi didapatkan informasi bahwa (1) terdapat perangkat komputer di dalam kelas atau ruang pembelajaran, (2) sering menggunakan perangkat komputer dan gadget sebagai penunjang proses pembelajaran di kelas, (3) masih belum tersedianya modul ajar yang terkait dan terstuktur yang sesuai dengan kurikulum 2013 sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran tersebut. Penelitian pengembangan ini dilkasanakan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan membuat bahan ajar berupa bahan ajar digital yang dengan format (.pdf) dan video pembelajaran dengan format (.Mp4). Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah merancang, mengembangakan, menghasilkan dan mevalidasikan kelayakan bahan ajar mata pelajaran Teknik Pengambilan Gambar Bergerak, sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan efesien. Kelayakan pengembangan bahan ajar e-learning dari hasil review ahli diperoleh skor 96,34% (sangat layak), kelompok kecil diperoleh skor 90,36% (sangat layak), dan kelompok besar diperoleh skor 91,24%(sangat layak). Dari hasil uji coba dapat disimpulkan bahwa bahan ajar e-learning dinyatakan valid dan layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran

    PENERAPAN BLENDED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PEMROGRAMAN WEB

    No full text
    ABSTRAK   Mahmud, Lutfi Maylani Azizah. 2017. Penerapan Blended Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pemrograman Web Di Kelas X MM SMK Negeri 12 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd., (II) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom.   Kata kunci: Model Pembelajaran, Blended Learning, E-Learning, Hasil belajar   Proses pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas belajar yang dilakukan oleh dua orang atau lebih sehingga terjadi suatu interaksi yang saling memberikan umpan balik. Untuk melakukan proses pembelajaran, guru harus aktif dan tepat dalam pemilihan model pembelajaran di dalam kelas. Pemilihan model pembelajaran yang sesuai akan berdampak pada hasil belajar siswa. Model pembelajaran dengan memanfatkan teknologi dapat membuat pembelajaran lebih menarik diantaranya adalah penerapan model pembelajaran Blended Learning. Pembelajaran Blended Learaning merupakan startegi pembelajaran yang mengkombinasikan metode pembelajaran konvensional dengan memanfatkan teknologi jaringan (e-learning). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran Blended Learning pada mata pelajaran Pemrograman web. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas yang mengacu pada model Kemmis dan Tanggart yang memiliki empat tahapan disetiap siklusnya yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas X  program keahlian Multimedia di SMK Negeri 12 Malang pada mata pelajaran pemrograman web. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Hasil yang diperoleh dalam penelitan ini adalah hasil penerapan Blended Learning mengalami peningkatan pada siklus I dan siklus II memiliki pengaruh terhadap perubahan hasil belajar,  dengan persentase pada siklus I sebesar 82,81 dan persentase siklus II sebesar 92,19. Hasil belajar siswa ranah pengetahuan dari persentase awal 38,34% menjadi 61,76% pada siklus I dan meningkat menjadi 91,18% pada siklus II. Hasil belajar ranah dari 73,53% pada siklus I dan meningkat menjadi 91,18% pada siklus II. Hasil belajar siswa ranah sikap dari 67,65% pada siklus I dan meningkat menjadi 91,18% pada siklus II

    Evaluasi Kinerja Guru Mata Pelajaran Produktif Bidang Keahlian TIKBerdasarkan Latar Belakang Akademik dan Profesionalismenya dalam Pembelajaran di SMK Negeri se-Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Rohman, Hafsah Linta. 2017. Evaluasi Kinerja Guru Mata Pelajaran Produktif Bidang Keahlian TIKBerdasarkan Latar Belakang Akademik dan Profesionalismenya dalam Pembelajaran di SMK Negeri se-Kota Malang. Skripsi, Prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Wahyu Sakti G.I., M.Kom, (II) Drs.Dwi Prihanto, S.S.T.   Kata kunci:kinerja guru, profesionalisme guru   Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah menggalang tugas untuk seorang guru yaitu merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran, dan menilai hasil pembelajaran dengan melakukan pembimbingan dan pelatihan. di dunia pendidikan terdapat masalah yang terjadi yaitu banyaknya guru dengan kualifikasi akademik untuk mengajar pada bidang studi, masih ada guru kesarjanaannya diperoleh pada bidang keilmuan yang kurang relevan dengan studi yang diajarkan. Menurut Kemendikbud saat ini jumlah guru SMK yang sesuai dengan bidang studi hanya sebesar 22 persen. Pemerintah berupaya akan melakukan pengembangan dan pelatihan terhadap guru yang belum memiliki bidang studi keahlian tertentu. Dengan adanya program keahlian ganda, guru akan memiliki sertifikasi keahlian, dengan begitu dapat memenuhi kekurangan guru produkif di SMK. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif analisis deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui relevansi latar belakang akademik, profesional, dan kinerja mengajar guru. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari latar belakang akademik, kompetensi profesional, dan kinerja guru. Populasi dalam penelitian ini yaitu guru produktif TIK yang mengajar jurusan TKJ, RPL, maupun MM dengan jumlah 86 guru. Sejumlah 86 guru dijadikan sampel penelitian yang ditetapkan dengan teknik Simple Random Sampling). Sedangkan instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket yang disusun dalam butir-butir pernyataan berjumlah 55 butir, 1 butir tentang latar belakang pendidikan dan 20 butir tentang kompetensi profesional, dan 34Teknik analisis data yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif menggunakan program SPSS versi 16.0. Hasil wawancara beberapa perwakilan ketua jurusan dari masing-masing sekolah di SMKN Kota Malang, diketahui bahwa kinerja mengajar guru baik latar belakang pendidikan mempuni dan pengembangan kompetensi keprofesionalan cukup baik. Dilihat dari hasil pengumpulan data angket yang diperoleh hasilnya guru yang bersangkutan mampu dalam menjalankan semua tugas baik menguasai standar kompetensi, mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan, memanfaatkan teknologi dan komunikasi, dan penguasaan materi struktur konsep. Dengan menggunakan perhitungan mean dan standar deviation menunjukkan nilai profesional kinerja mengajar guru secara keseluruhan memperoleh skor tertinggi antara 148,59 sampai 158,45 berada pada kategori cukup baik, sebanyak 40 atau 46,5% responden

    Hubungan Kemandirian Belajar dan Persepsi Terhadap Manajemen Laboratorium TKJ dengan Hasil Belajar Bidang Produktif Prodi TKJ Siswa Kelas X SMKN di Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Jumadi, Muhammad. 2017. Hubungan Kemandirian Belajar dan Persepsi Terhadap Manajemen Laboratorium TKJ dengan Hasil Belajar Bidang Produktif Prodi TKJ Siswa Kelas X SMKN di Kabupaten Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T. M.Pd. (2)Drs.Suwasono,M.T.   Kata Kunci: Kemandirian Belajar, Persepsi Terhadap Manajemen Laboratorium TKJ, Hasil Belajar   Hasil belajar dalam proses pembelajaran menjadi faktor penentu berhasil atau tidaknya tujuan pendidikan. Hasil belajar yang tinggi tidak akan didapatkan dengan mudah, banyak hal yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas belajar siswa yang pada akhirnya akan mempengaruhi hasil belajar. Hal tersebut datang dari dalam diri seperti kemandirian belajar, dan luar siswa itu sendiri, seperti persepsi terhadap manajemen laboratorium. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu: (1) Mendeskripsikan tingkat kemandirian belajar (X1), tingkat persepsi terhadap manajemen laboratorium (X2) dan tingkat hasil belajar bidang produktif prodi TKJ (Y), (2) Mengungkap hubungan antara kemandirian belajar (X1) dengan hasil belajar bidang produktif prodi TKJ, (3) Mengungkap hubungan antara persepsi siswa terhadap manajemen laboratorium TKJ (X2) dengan hasil belajar bidang produktif prodi TKJ (Y), dan (4) Mengungkap hubungan simultan antara kemandirian belajar (X1) dan persepsi terhadap manajemen laboratorium TKJ (X2) dengan hasil belajar bidang produktif prodi TKJ (Y). Penelitian ini merupakan penelitian ex-postfacto dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah SMKN di Kabupaten Malang dengan jumlah responden 180 dan sampel sebanyak 124. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data berupa dokumentasi dan angket/kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier ganda dengan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistics 24. Hasil penelitian yaitu: (1) Tingkat kemandirian belajar bidang produktif prodi TKJ siswa kelas X SMKN di Kabupaten Malang termasuk ke dalam kategori tinggi, tingkat persepsi terhadap manajemen laboratorium TKJ siswa kelas X SMKN di Kabupaten Malang termasuk ke dalam kategori tinggi, tingkat hasil belajar bidang produktif prodi TKJ siswa kelas X SMKN di Kabupaten Malang termasuk ke dalam kategori sedang, (2) Ada hubungan positif dan signifikan antara kemandirian belajar bidang produktif prodi TKJ dengan hasil belajar bidang produktif prodi TKJ siswa kelas X SMKN di Kabupaten Malang, (3) Ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi terhadap manajemen laboratorium TKJ dengan hasil belajar bidang produktif prodi TKJ siswa kelas X SMKN di Kabupaten Malang, (4) Ada hubungan positif dan signifikan secara simultan antara kemandirian belajar bidang produktif prodi TKJ dan persepsi terhadap manajemen laboratorium TKJ dengan hasil belajar bidang produktif prodi TKJ siswa kelas X SMKN di Kabupaten Malang

    Pengembangan Decision Support System pada Sistem Informasi Inventaris Barang di Laboratorium Jurusan Teknik Elektro

    No full text
    ABSTRAK   Al Azhar, Mohammad Muslikh .2017. Pengembangan Decision Support System pada Sistem Informasi Inventaris Barang di Laboratorium Jurusan Teknik Elektro. Skripsi, Prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) M. Zainal Arifin, S.Si., M.Kom. (2) Utomo Pujianto, S.Kom., M.Kom.   Kata Kunci: Sistem Informasi, Inventarisasi, Sistem Pendukung Keputusan   Dewasa ini, teknologi telah digunakan untuk menunjang proses pelayanan administrasi yaitu dengan pemanfaatan sistem informasi. Salah satu contoh sistem informasi untuk administrasi adalah sistem informasi inventaris. Setelah melakukan observasi atau pengamatan di laboratorium Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (TE-FT-UM), kegiatan inventarisasi barang masih dilakukan secara manual. Belum adanya sebuah sistem informasi inventaris membuat proses pengelolaan menjadi kurang eisien dan efektif. Sebelumnya telah ada pengembangan sistem informasi inventaris jurusan TE-FT-UM oleh Setiowati (2014). Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa masih terdapat beberapa kekurangan dari sistem tersebut. Merujuk pada permasalahan dan kekurangan pada sistem, maka perlu untuk mengembangkan suatu sistem informasi inventaris di laboratorium jurusan teknik elektro agar pekerjaan berjalan secara efisien dan efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendesain decision support system pada sistem informasi inventaris lalu mengimplementasikannya di Laboratorium Jurusan TE-FT-UM kemudian menguji kelayakan sistem informasi yang sudah dikembangkan kepada pengguna (admin, dosen, laboran, dan mahasiswa). Diharapkan dengan adanya sistem informasi ini akan membuat proses pengolahan barang menjadi lebih baik. Pengembangan yang digunakan dalam penelitian menggunakan model pengembangan waterfall. Model pengembangan ini dilakukan melalui 5 tahapan, yaitu: (1) analisis kebutuhan sistem, (2) desain sistem dan perangkat lunak, (3) impelentasi dan pengujian unit, (4) integrasi dan pengujian sistem, (5) penerapan dan perawatan produk. Subjek uji coba sistem informasi inventaris adalah ahli rekayasa web dan pengguna (admin, laboran, dosen, dan mahasiswa) menggunakan pengujian blackbox, yaitu menguji fungsionalitas dan usabilitas sistem informasi yang dikembangkan. Berdasarkan pengujian fungsionalitas oleh ahli sistem informasi didapatkan persentase sebesar 100%. Sedangkan pada pengujian usabilitas oleh pengguna yaitu (admin, laboran, dosen, dan mahasiswa) didapatkan hasil persentase sebesar 91,81%. Hasil persentase tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem informasi inventaris yang dikembangkan sangat valid dan sangat baik untuk digunakan di Laboratorium jurusan Teknik Elektro. Hasil akhir dari produk ini adalah decision support system pada sistem informasi inventaris barang di Laboratorium Jurusan Teknik Elektro. Sistem pendukung keputusan yang dikembangakan bertujuan untuk memberikan peringkat/mengurutkan berdasarkan nilai barang dengan menggunakan algoritma AHP (Analytical Hierarcy Process)

    Hubungan Kemampuan Logika Dengan Hasil Belajar Pemrograman Dasar Siswa Kelas X Kompetensi Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri di Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Siswa yang memiliki kemampuan logika yang baik, akan lebih mudah dalam memahami materi Pemrograman Dasar. Hal tersebut akan berdampak pada hasil belajar Pemrograman Dasar siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tinggi kemampuan logika yang dimiliki siswa, mengukur tinggi hasil belajar Pemrograman Dasar siswa dan mengungkap signifikansi hubungan kemampuan logika dengan hasil belajar Pemrograman Dasar siswa. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode deskriptif korelasional. Subjek penelitian adalah siswa kelas X Kompetensi Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri di Kota Malang. Objek penelitian adalah kemampuan logika dengan hasil belajar Pemrograman Dasar siswa kelas X Kompetensi Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri di Kota Malang. Populasi penelitian sebanyak 314 siswa dan penarikan sampel menggunakan teknik Simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 176 siswa. Instrumen pengukuran berupa tes kemampuan logika dan tes formatif pada ranah kognitif hasil belajar Pemrograman Dasar siswa. Untuk uji hipotesis menggunakan uji r pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) sebanyak 70,1%  siswa memiliki kemampuan logika pada rentang cukup, (2) sebanyak 31,3% siswa hasil belajar masuk dalam kategori cukup, dan  (3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemampuan logika (X) dengan hasil belajar Pemrograman Dasar (Y) dengan koefisien korelasi sebesar 0,605. Kesimpualan dari penelitian ini adalah (1) Kemampuan logika siswa pada rentang cukup dan hasil belajar yang di dapat cukup, dan (2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemampuan logika (X) dan hasil belajar Pemrograman Dasar (Y)

    HUBUNGAN KEMAMPUAN LOGIKA TERHADAP HASIL BELAJAR PEMROGRAMAN DASAR SISWA KELAS X KOMPETENSI KEAHLIAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK SMK NEGERI DI KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Kemampuan logika (X) merupakan cara berfikir manusia secara logis dan menggunakan nalar, tujuannya untuk mencapai pengetahuan yang benar dan sedapat mungkin pasti. Seorang siswa harus mempunyai kemampuan logika yang baik untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dijumpai dalam kegiatan belajar. Kemampuan logika yang dimaksud yaitu kemampuan numerik, kemampuan verbal dan kemampuan spasial. Hasil belajar (Y) dilihat dari salah satu mata pelajaran produktif di Program keahlian Rekayasa Perangkat Lunak, yaitu Pemrograman Dasar. Berdasarkan tingkat kemampuan logika (X) yang dimiliki siswa terdapat perbedaan hasil belajar Pemrograman Dasar (Y) yang didapat siswa. Berkaitan dengan kemampuan logika dan hasil belajar dilakukan penelitian untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan logika dan hasil belajar Pemrograman Dasar dan mengungkap hubungan antara kemampuan logika (X) terhadap hasil belajar Pemrograman Dasar (Y). Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode deskriptif korelasional. Penelitian ini terdiri dari variabel kemampuan logika (X) sebagai variabel bebas dan variabel hasil belajar Pemrograman Dasar (Y) sebagai variabel terikat. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas X Kompetensi Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri di Kota Malang yang berjumlah 176 siswa. Instrumen penelitian ini menggunakan tes kemampuan logika yang didapat dari psikolog dan tes sumatif untuk hasil belajar mata pelajaran Pemrograman Dasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) sebanyak 70,1%  siswa memiliki kemampuan logika pada rentang cukup, (2) sebanyak 65% siswa hasil belajar yang di dapat masih rendah, dan  (3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemampuan logika (X) dengan hasil belajar Pemrograman Dasar (Y) dengan koefisien korelasi sebesar 0,605. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) Kemampuan logika siswa pada rentang cukup dan hasil belajar yang di dapat masih kurang, dan (2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemampuan logika (X) dan hasil belajar Pemrograman Dasar (Y

    0

    full texts

    2,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇