SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UMNot a member yet
2357 research outputs found
Sort by
Hubungan antara Kepercayaan Diri dan Persepsi Siswa tentang Dunia Kerja dengan Kemampuan Adaptasi terhadap Dunia Kerja Siswa Kelas XII Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan di Kabupaten Malang.
RINGKASAN SMK merupakan lembaga pendidikan nasional untuk mempersiapkan siswa menjadi tenaga kerja yang siap bersaing dalam dunia kerja. Siswa harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja. Kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja dipengaruhi oleh kepercayaan diri dan persepsi tentang dunia kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan kepercayaan diri(X1), (2) mendeskripsikan persepsi siswa tentang dunia kerja (X2), (3) mendeskripsikan kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja (Y) siswa kelas XII kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan di Kabupaten Malang, (4) mengungkap signifikansi hubungan antara X1 dan Y, (5) mengungkap signifikansi hubungan antara X2 dan Y, dan (6) mengungkap signifikansi hubungan antara X1 dan X2terhadap Y secara simultan. Metode penelitian yang digunakan yaitu ex post facto dengan rancangan penelitian kuantitatif korelasional. Sampel penelitian ini adalah siswa SMKN kelas XII Kompetensi Keahliah Teknik Komputer dan Jaringan di Kabupaten Malang sejumlah 131 responden. Untuk mengungkap adanya hubungan antaravariabel X1dengan Y maupun X2 dengan Y menggunakan analisis data korelasi parsial. Sedangkan untuk mengungkap hubungan X1dan X2 secara simultan dengan Y menggunakan regresi ganda. Hasil penelitian diketahui: (1) kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja dalam kategori tinggi; (2) kepercayaan diri siswa dalam kategori tinggi; (3) persepsi tentang dunia kerja dalam kategori tinggi; (4) koefisien korelasi parsial X1dengan Y sebesar 0,613 (sig.: 0,000 < 0,05); (5) koefisien korelasi parsial X2 dengan Y sebesar 0,369 (sig.: 0,000 < 0,05); dan (6) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara X1dan X2 terhadap Y secara simultan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: (1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepercayaan diri dengan kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja; (2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara persepsi tentang dunia kerja dengan kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja; (3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepercayaan diri dan persepsi tentang dunia kerja secara simultan dengan kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja
Smart Socket Internet of Things Pemantau Energi Listrik Menggunakan Aplikasi Smartphone
ABSTRAK Gumilang, Yandhika Surya Akbar. 2018. Smart Socket Internet of Things Pemantau Energi Listrik Menggunakan Aplikasi Smartphone. Skripsi. Prodi S1 Teknik Elektro.Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Eng Mokh. Sholihul Hadi, S.T., M.Eng., (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Kata Kunci : smart socket, internet of things, energi listrik . Energi surya merupakan sumber energi yang tidak terbatas dan tidak akan pernah habis ketersediaannya. Pemanfaatan sumber energi matahari sangat mendukung di Indonesia ini, hanya saja dalam 10 atau 12 jam tidak semuanya dalam keadaan cerah, terkadang cuaca sering kali tidak stabil dalam arti kondisi mendung, berawan, dan hujan, apalagi saat musim hujan melanda, pemasangan instalasi panel surya yang masih tergolong mahal dan baterai pada panel surya juga terbatas. Oleh karena itu, dibutuhkan penghematan energi yang dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah membuat adalah stopkontak pintar yang dapat menghitung energi listrik, untuk memantau penggunaan listrik. Smart socket ini menggunakan internet of things yang terintregasi dengan aplikasi smartphone. Smart socket menggunakan sensor arus ACS-712 dan sensor tegangan ZMPT101B untuk mengukur energi listrik. Dengan menggunakan mikrokontroler Arduino Nano dan NodeMCU ESP8266 membuatnya bisa dipantau melalui internet. Ditambah modul relay agar dapat disaklar melalui perintah jarak jauh. Selain itu terdapat modul micro SD dan RTC DS3231 untuk data logging energi listrik. Dengan interface smartphone sistem operasi Android yang dibuat melalui Android Studio. Smart socket terdiri atas 2 socket dan memiliki 4 fitur yaitu pairing wifi, pengukuran, data logging, dan timer. Dalam pembuatannya smart socket melalui tahap studi literatur, perencanaan sistem, realisasi pembuatan alat, pengujian dan analisis , dan terakhir pengambilan kesimpulan. Hasil dari alat smart socket sudah baik namun terjadi kesalahan dalam beberapa bagian. Rata-rata kesalahan pengukuran adalah 3.27 %, data logging terjadi pergesaran 1 data antara data yang dikirim dengan waktu serta kesalahan timer dengan selisih waktu 5 sampai 30 detik. Dapat disimpulkan bahwa smart socket masih dikatakan valid dan dapat berfungsi dengan baik
Sistem Rekomendasi Tempat Praktik Kerja lapangan (PRAKERLAP) dengan Metode Simple Additive Weighting di SMK Negeri 10 Malang
RINGKASAN Santoso, Priyo Aji. 2018. Sistem Rekomendasi Tempat Praktik Kerja lapangan (PRAKERLAP) dengan Metode Simple Additive Weighting di SMK Negeri 10 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Aji Prasetya Wibawa, S.T., M.M.T., Ph.D. (2) Utomo Pujianto, S.Kom., M.Kom. Kata Kunci: Prakerlap, Sistem rekomendasi, Simple Additive Weighting (SAW), Technology Acceptance Model (TAM). Praktik Kerja Lapangan (PRAKERLAP) merupakan kegiatan wajib bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Siswa sering mengalami hambatan pada saat pemilihan tempat praktik kerja lapangan karena banyaknya pilihan tempat industri yang tersedia dan minimnya informasi tempat industri tersebut. Sehingga pencarian tempat prakerlap yang sesuai dengan kebutuhan siswa guna meningkatkan motivasi kerja dan intensitas kerja siswa tidaklah mudah. Pengembangan sistem rekomendasi dapat dijadikan solusi untuk membantu siswa dalam menentukan tempat praktik kerja lapangan yang sesuai dengan kebutuhan. Sistem rekomendasi tersebut menggunakan Simple Additive Weighting (SAW) untuk memberikan rekomendasi berdasarkan bobot kriteia yang diprioritaskan siswa. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model waterfall oleh Sommerville (2011). Hasil penggunaan SAW pada sistem memberikan tingkat akurasi perhitungan 100%. Evaluasi sistem juga dilakukan, karena banyak implentasi dari sistem yang gagal disebabkan bukan karena faktor teknis namun lebih pada faktor pengguna. Berdasarkan hasil evaluasi dengan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM), pengguna telah menerapkan dan menerima penggunaan sistem yang dikembangkan ini. Sementara pengaruh setiap variabel TAM dapat saling memberikan pengaruh yang signifikan
Penerapan Model Pembelajaran Komunikatif Tipe Snowball Throwing dibandingkan Model Pembelajaran Organisasional Tipe Quantum Learning Pengaruhnya Terhadap Hasil Balajar Komputer dan Jaringan Dasar pada Siswa Kelas X TKJ SMK Muhammadiayah 1 kepanjen
RINGKASAN Dalam proses pembelajaran, terdapat beberapa unsur yang berperan penting salah satunya adalah pemilihan model pembelajaran. Pemilihan model pembelajaran harus disesuaikan dengan materi pembelajaran dan kondisi siswa dalam kelas serta dapat menumbuhkan minat belajar siswa. Seperti permasalahan yang terjadi pada sekolah tempat penelitian yaitu penggunaan model pembelajaran yang kurang mampu untuk meningkatkan motivasi belajar dan keaktifan siswa pada proses pembelajaran. Strategi yang digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran Snowball Throwing dan model pembelajaran Quantum Learning. Peneletian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) hasil belajar ranah pengetahuan dari penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dan penerapan model pembelajaran Quantum Learning, (2) hasil belajar ranah keterampilan dari penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dan penerapan model pembelajaran Quantum Learning, (3) besar signifikasi perbedaan hasil belajar ranah pengetahuan pada penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dibandingkan dengan penerapan model pembelajaran Quantum Learning, dan (4) besar signifikasi perbedaan hasil belajar ranah keterampilan pada penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dibandingkan dengan penerapan model pembelajaran Quantum Learning. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatf Quasi Experimental Design dengan pemberian tes berupa Post-test Only. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TKJ SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Sampel yang diambil dalam penelitian ini terdapat 2 kelas, kelas X TKJ 1 terdiri dari 33 siswa dan kelas X TKJ 2 terdiri dari 31 siswa. Instrumen pengukuran ranah pengetahuan menggunakan Soal test pilihan ganda dan ranah keterampilan menggunakan rubrik pengamatan kegiatan praktikum. Untuk uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) terdapat peningkatan hasil belajar ranah pengetahuan karena penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dan penerapan model pembelajaran Snowball Throwing, (2) terdapat peningkatan hasil belajar ranah keterampilan karena penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dan penerapan model pembelajaran Quantum Learning, (3) terdapat perbedaan hasil belajar ranah pengetahuan antara penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dibandingkan dengan penerapan model pembelajaran Quantum Learning dengan signifikasi sebesar 0,01
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Mengadopsi Konsep Computer Based Instruction (CBI) Model Simulasi Untuk Mata Pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar Kelas X TKJ SMK Negeri 5 Malang
RINGKASAN Mata pelajaran komputer dan jaringan dasar merupakan salah satu matapelajaran yang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan praktikum. Praktikum memegang peranan penting dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih baik kepada siswa karena dengan praktikum siswa bisa merasakan langsung mempelajari bahan materi langsung pada kondisi sebenarnya Kendala yang ditemukan peneliti selama observasi pada bulan Agustus sampai September 2018 di SMK Negeri 5 Malang diantaranya adalah terbatasnya infrastruktur komputer sebagai media pembelajaran baik keterbatasan dari segi kualitas maupun kuantitas. Sekolah menyediakan komputer dengan spesifikasi terbatas karena tingginya kemungkinan terjadinya kerusakan pada media pembelajaran yang digunakan. Multimedia interaktif berbasis Computer Based Instruction (CBI) model simulasi adalah salah satu alternatif untuk pemecahan permasalahan yang ada. Pada proses Pengembangan ini mengahasilkan multimedia pembelajaran interaktif Computer Based Instruction (CBI) untuk mata pelajaran komputer dan jaringan dasar. Model pengembangan multimedia interaktif ini menggunakan model pengembangan ADDIE, yang terdiri dari 5 tahap yaitu analisis, desain, development, implementasi, dan evaluasi. Hasil validasi materi pembelajaran oleh Ahli Materi menunjukkan bahwa media layak digunakan dengan tingkat kelayakan 84%. Hasil validasi media oleh Ahli Media menunjukkan bahwa materi yang diberikan dalam media layak digunakan dengan tingkat kelayakan 83%. Pada uji coba pemakaian kepada peserta didik diperoleh data bahwa media pembelajaran sangat layak digunakan dengan tingkat kelayakan sebesar 86%. Berdasarkan data-data yang diperoleh dari penelitian dan pengembangan tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran suplemen untuk menunjang kegiatan pembelajaran di kelas
Pengembangan Modul Digital Interaktif Bermuatan Problem Solved Learning untuk Menumbuhkan Kemandirian Belajar pada Mata Pelajaran Administrasi Server Kelas XII di SMKN 1 Gempol - Pasuruan
RINGKASAN Rilifian, Khuluqi Fadli. 2018. Pengembangan Modul Digital Interaktif BermuatanProblem Solved Learning untuk Menumbuhkan Kemandirian Belajar pada Mata Pelajaran Administrasi Server Kelas XII di SMKN 1 Gempol-Pasuruan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Dr. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd. M.T. (2) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Kata Kunci :Modul Ajar Digital, Problem Solved Learning,Administrasi Server, Kemandirian Belajar Administrasi server merupakan materi wajib bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)di SMKNegeri 1 Gempol. Guru sudah menggunakan media digital yang didalamnya termuat teks dan gambar, namun siswa masih kurang tertarik dan jenuh dengan media tersebut. Kendala tersebut rutin dirasakan di setiap kegiatan tatap muka sehingga berdampak pada nilai Ulangan Tengah Semester (UTS), dimana dari40 siswa sebanyak 30 siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).Berdasarkan permasalahan diatas diperlukan suatu Media pembelajaran berupa Modul Digital Interaktif (MDI) yang bermuatan model pembelajaran Problem Solved Learning (PSL).Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menghasilkan MDI BermuatanPSL untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran Administrasi Server Kelas XII SMKN 1 Gempol-Pasuruan dan (2) MengintegrasikanMDI BermuatanPSL untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa Kelas XII Jurusan TKJ SMKN 1 Gempol-Pasuruan. Model penelitian dan pengembangan inovasimengacu padamodel pengembangan Sadiman (2009:101) yang terdiridari delapan tahapan yaitu (1) identifikasi kebutuhan; (2) perumusan tujuan; (3) perumusan butir-butir materi; (4) perumusan alat pengukur keberhasilan; (5) naskah media; (6) tes/uji coba; (7) revisi; dan (8) naskah siap produksi. Modul digital ini telah dilakukan validasi isi dan konstruk serta validasi oleh ahli media dan juga ahli materi. Validasi isi dan konstruk dalam pembuatan modul beserta materi telah dilakukan validasi oleh Dr. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T. Validasi ahli media modul digital mendapatkan persentase kevalidan sebesar 93,75% dan validasi ahli materi mendapatkan skor kevalidan sebesar 95,31%. Untuk uji coba kelompok kecil mendapatkan persentase kevalidan sebesar 90,06 % sedangkan untuk uji lapangan mendapatkan persentase kevalidan sebesar 93,68%. Berdasarkan data validitas diatas, dapat disimpulkan bahwasanya penelitian ini menghasilkan dan mengintegrasikanMDI bermuatanPSL untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran Administrasi Server Kelas XII di SMKN 1 Gempol-Pasuruan yang sudah divalidasi oleh validator
PENGARUH PENERAPANPENDIDIKAN KARAKTER DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI TEKNIK KOMPUTER JARINGAN (TKJ)PADA MATA PELAJARAN ADMINISTRASI INFRASUKTUR JARINGAN DI SMKNEGERI 10 MALANG
ABSTRAKNurindasari, One Aprillian. 2018. Pengaruh Pendidikan Karakter dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa kelas XI Teknik Komputer Jaringan (TKJ) pada Mata Pelajaran Administrasi Infrastruktur Jaringan di SMK Negeri 10 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Ir. Syaad Patmanthara, M.Pd (2) Drs. Hari Putranto M.Pd.Kata Kunci: pendidikan karakter, dan motivasi belajar, hasil belajar. Proses belajar mengajar yang baik adalah yang terdapat nilai-nilai karakter didalamnya berguna untuk menunjang hasil belajar siswa. Hasil belajar yang dicapai oleh siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor.Faktor-faktor tersebut dapat berasal dari dalam diri siswa itu sendiri (faktor internal) dan ada juga yang berasal dari luar diri siswa (faktor eksternal).Faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar selain pendidikan karakter salah satunya yaitu motivasi belajar. Administrasi Infrastruktur Jaringan merupakan mata pelajaran yang tergolong sulit maka agar mendapatkan hasil belajar yang baik dibutuhkan motivasi belajar yang tinggi. Dengan terbentuknya karakter di sekolah serta didukung motivasi belajar yang kuat pasti akan menghasilkan hasil belajar yang optimal. Namun berdasarkan hasil observasi awal, rata-rata hasil belajar siswa kelas XI TKJ SMK Negeri 10 Malang pada mata pelajaran Administrasi Infrastruktur Jaringan masih relatif rendah. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Mengetahui pengaruh penerapan pendidikan karakter terhadap hasil belajar siswa kelas XI TKJ di SMK Negeri 10 Malang; (2) Mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas XI TKJ di SMK Negeri 10 Malang; (3) Mengetahui pengaruh pendidikan karakter dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas XI TKJ di SMK Negri 10 Malang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional dan bersifat Ex Post Facto. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMKN 10 Malang. Teknik pengambilan data melalui angket dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa: (1) pendidikan karakter berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa; (2) motivasi belajar berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa; (3) pendidikan karakter dan motivasi belajar berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut saran yang diberikan yaitu: (1) Bagi Guru hendaknya meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memberikan stimulus dan arahan pada siswa tentang materi pembelajaran dan pemahaman serta penerapannya pada kehidupan sehari-hari, agar siswa termotivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran Administrasi Infrastruktur Jaringan;(2) Bagi Sekolah hasil penelitian ini hendaknya dapat dijadikan sebagai sarana informasi untuk lebih memperhatikan betapa pentingnya pendidikan karakter dan motivasi belajar bagi peserta didik dalam kegiatan belajar dan mengajar agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran; (3) Bagi Peneliti sebagai proses pembelajaran diri sebagai insan akademis, yakni agar peneliti tidak hanya belajar secara teoritis di bangku kuliah, juga dapat melihat realita yang terjadi dalam dunia pendidikan
Pengembangan Bahan Ajar Mata Pelajaran Dasar Listrik dan Elektronika Bermuatan Problem Solving Berbasis E-Learning di SMKN 2 Probolinggo
ABSTRAK Putra, R.Nandy Pratama. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Mata Pelajaran Dasar Listrik dan Elektronika Bermuatan Problem Solving Berbasis E-Learning di SMKN 2 Probolinggo. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T. (2) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. Kata Kunci: Bahan ajar, Problem Solving, E-learning, Dasar Listrik dan Elektronika. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan atau materi yang disusun secara sistematis yang digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran sehingga memudahkan siswa dalam proses pembelajaran. Problem solving adalah model pembelajaran yang berorientasi pada pemecahan masalah. E-learning adalah pembelajaran yang memanfaatkan jaringan internet sehingga tercipta sebuah ruang belajar online yang menghubungkan antara guru dengan siswa untuk mengatasi keterbatasan dalam hal waktu, ruang, kondisi, dan keadaan saat pembelajaran di sekolah. Mata pelajaran dasar listrik dan elektronika merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan pada siswa kelas X SMK program keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Mata pelajaran tersebut hanya diberikan pada dua semester awal sehingga siswa harus benar - benar mampu memahami dasar dari materi tersebut. Tujuan dari penelitian pengembangan adalah: (1) merancang bahan ajar mata pelajaran dasar listrik dan elektronika berbasis e-learning untuk siswa kelas X Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik; (2) mengembangkan bahan ajar mata pelajaran dasar listrik dan elektronika berbasis e-learning untuk siswa kelas X Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik; (3) menguji kelayakan bahan ajar mata pelajaran dasar listrik dan elektronika berbasis e-learning untuk siswa kelas X Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Dalam penelitian ini menggunakan model penelitian berbentuk model ADDIE, dimana dalam model ini terdapat lima tahapan, yakni : (1) Analysis, dalam tahap ini target pembelajaran nya ditentukan; (2) Design, menentukan strategi pembelajaran yang sesuai; (3) Development, desain yang dilakukan pada tahap sebelumnya ditindak lanjuti dalam tahap pengembangan; (4) Implementation, berarti pelaksanaan atau penerapan dari beberapa tahap sebelumnya; (5) Evaluation, bertujuan untuk mengetahui keberhasilan dari suatu rencana pembelajaran. Bahan ajar ini telah divalidasi oleh ahli 1 dan ahli 2 serta telah diuji cobakan kepada siswa kelas X di SMKN 2 Probolinggo melalui uji kelayakan. Kelayakan bahan ajar diketahui berdasarkan hasil angket. Hasil angket oleh ahli 1 sebagai uji kelayakan materi memperoleh persentase sebesar 91,47% (sangat valid), ahli 2 sebagai uji kelayakan media memperoleh persentase sebesar 91,92% (sangat valid), dan uji coba lapangan memperoleh persentase sebesar 88,95 (sangat valid). Berdasarkan skor tersebut, bahan ajar dinyatakan sangat valid dan layak digunakan dalam pembelajaran di sekolah.valid), serta uji coba lapangan diperoleh skor 88,75% (sangat valid). Berdasarkan skor tersebut, bahan ajar e-learning Elektronika Digital Lanjut dinyatakan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran
Studi Tentang Pelaksanaan Supervisi Pembelajaran Pada Program Keahlian Teknik Komputer dan Informatika Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Batu
ABSTRAK Pelaksanaan supervisi pembelajaran tidak luput dari beberapa hambatan yang dialami oleh guru yaitu adanya kebijakan pemerintah yang mewajibkan guru agar melakukan penelitian tindakan kelas untuk kenaikan pangkatnya. Namun permasalahan yang muncul yaitu guru masih belum memiliki kualitas diri yang baik untuk melakukan penelitian dengan baik dan guru belum bisa dalam menyeimbangkan antara proses pembelajaran dan penelitian yang dilakukan. Jumlah pengawas yang tersedia di lapangan tidak sebanding dengan guru yang disupervisi. Hal ini seringkali menyebabkan pengawas kewalahan dan tidak jarang hasilnya juga kurang memuaskan. Perubahan kurikulum yang terlalu sering dengan tempo yang singkat. Hal ini menjadi masalah ketika ditemukan kesenjangan personal guru dalam menyesuaikan dengan peraturan baru. Sehingga energi dan waktu supervisor banyak terkuras untuk membantu guru-guru tersebut. Akhirnya keadaan ini berimbas pada kewajiban penting supervisor yang lain, seperti menyusun program pengawasan, melaksanakan pembinaan guru, melaksanakan evalusi hasil pelaksanaan program pengawasan, membimbing profesional guru, pelaporan hasil pengawasan dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pelaksanaan supervisi pembelajaran pada Program Keahlian Teknik Komputer dan Informatika Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Batu. Bentuk penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah guru produktif Program Keahlian Teknik Komputer dan Informatika Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Batu yang meliputi Multimedia, Rekayasa Perangkat Lunak, dan Teknik Komputer dan Jaringan dengan jumlah 26 orang. Penelitian ini merupakan penelitian populatif yang berarti semua subyek dijadikan responden penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji instrumen menggunakan validasi konstruk oleh tim ahli, Sedangkan untuk uji validasi isi yang diujicobakan pada guru produktif dengan jumlah 8 responden di SMK Ma’arif Batu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi pembelajaran pada Program Keahlian Teknik Komputer dan Informatika Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Batu yang meliputi aspek-aspek yang diteliti yaitu: 1) penyusunan rencana kegiatan pembelajaran memiliki nilai persentase yang mayoritas berada dalam kategori baik; 2) pelaksanaan kegiatan pembelajaran memiliki nilai persentase tinggi terdapat pada kategori sangat baik; 3) pelaksanaan penilaian hasil belajar memiliki nilai persentase terbesar berada pada kategori baik
Kontribusi Efektivitas Pembimbingan dan Kemandirian Pelaksanaan KPL terhadap Prestasi KPL Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika Angkatan 2013 Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Berdasarkan observasi awal yang telah dilakukan dengan 55 mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika angkatan 2013, diketahui bahwa tingkat pembimbingan dan kemandirian mahasiswa masih tergolong rendah. Hal ini menunjukkan bahwa belum optimalnya proses pembimbingan yang dilakukan mahasiswa, serta belum sepenuhnya sikap mandiri mahasiswa yang menjadi penilaian KPL ditanamkan pada diri mereka. Padahal, apabila pembimbingan dan kemandirian dilaksanakan dengan baik, maka prestasi yang akan dicapai akan baik pula. Tujuan penelitian ini adalah: (1) memperoleh deskripsi tentang efektivitas pembimbingan (X1), kemandirian pelaksanaan KPL (X2), dan prestasi KPL (Y), (2) mengungkap signifikansi hubungan antara X1 terhadap Y, (3) mengungkap signifikansi hubungan antara X2 terhadap Y, (4) mengungkap signifikansi hubungan secara simultan antara X1 dan X2 terhadap Y, dan (5) memperoleh besar kontribusi X1 dan X2 terhadap Y. Penelitian kuantitatif secara deskriptif korelasional ini dilakukan pada mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika angkatan 2013 Universitas Negeri Malang dengan jumlah populasi sebanyak 201 mahasiswa. Didapatkan jumlah sampel sebanyak 67 mahasiswa dengan menggunakan teknik random sampling. Untuk mengukur variabel X1 dan X2 menggunakan instrumen penelitian berupa angket, sedangkan untuk mengukur variabel Y melalui dokumentasi berupa nilai KPL yang diperoleh dari LP3 (Lembaga Pengembangan Pendidikan Pembelajaran). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi parsial dan analisis regresi linier berganda. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS (Statistical Program for Social Science) 20 for Windows. Kesimpulannya adalah: (1) variabel X1 tergolong tinggi, variabel X2 tergolong rendah, dan variabel Y tergolong tinggi, (2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara X1 terhadap Y, (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara X2 terhadap Y, (4) terdapat hubungan yang positif dan signifikan secara simultan antara X1 dan X2 terhadap Y, dan (5) besar kontribusi X2 lebih besar daripada X1 terhadap Y