SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    2357 research outputs found

    Perbedaan Rerata Hasil Belajar Pemrograman Dasar yang Diajar Menggunakan Model Mind Mapping Dibandingkan dengan Model Team Assisted Individualization Berbantuan Modul pada Siswa Kelas X TKJ di SMKN 10 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Agustin, Rani. 2018. Perbedaan Rerata Hasil Belajar Pemrograman Dasar yang Diajar Menggunakan Model Mind Mapping Dibandingkan dengan Model Team Assisted Individualization Berbantuan Modul pada Siswa Kelas X TKJ di SMKN 10 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T., Pembimbing (II) Triyanna Widiyaningtyas, S.T., M.T.   Kata Kunci: Mind Mapping, Team Assisted Individualization, Hasil Belajar Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pemrograman Dasar sangat dipengaruhi oleh proses pembelajaran ketika siswa belajar. Pemilihan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran, merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dari hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar ranah kognitif dan psikomotorik dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping dan Team Assisted Individualization pada mata pelajaran Pemrograman Dasar berbantuan modul di SMK Negeri 10 Malang; (2) mengetahui perbedaan rerata hasil belajar ranah kognitif dan psikomotorik dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping dan Team Assisted Individualization pada mata pelajaran Pemrograman Dasar berbantuan modul di SMK Negeri 10 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Bentuk rancangan penelitian pada eksperimen ini menggunakan model Quasi Experimental Design (eksperimen semu) dengan pola Non-Equivalent Control Group Design dengan penerapan model Pretest-Posttest Control Group Design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TKJ 1 sebagai kelas eksperimen 1 yang menerapkan model pembelajaran Mind Mapping dengan jumlah 28 siswa dan siswa kelas X TKJ 4 sebagai kelas eksperimen 2 dengan menerapakan model pembelajaran Team Assisted Individualization yang berjumlah 29 siswa. Teknik pengumpulan data berupa soal uraian ranah kognitif dan lembar penilaian psikomotorik. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-Test. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) rata-rata hasil belajar kelas eksperimen 1 pada ranah kognitif sebesar 78 dan pada ranah psikomotorik sebesar 77, sedangkan rata-rata hasil belajar kelas eksperimen 2 pada ranah kognitif sebesar 83 dan pada ranah psikomotorik sebesar 82 (2) hasil belajar ranah kognitif dengan nilai signifikansi 0,006 < 0,05 dan nilai hasil belajar ranah psikomotorik dengan nilai signifikansi 0,010 < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini jika berdasarkan dengan hipotesis ranah kognitif yang diajukan adalah terdapat perbedaan rerata hasil belajar ranah kognitif setelah diterapkan model pembelajaran Mind Mapping dan Team Assisted Individualization pada mata pelajaran pemrograman dasar dan jika berdasarkan dengan hipotesis ranah psikomotorik yang diajukan adalah terdapat perbedaan rerata hasil belajar ranah psikomotorik setelah diterapkan model pembelajaran Mind Mapping dan Team Assisted Individualization pada mata pelajaran pemrograman dasar

    PENGEMBANGAN BUKU AJAR TEKNOLOGI JARINGAN BERBASIS LUAS (WAN) UNTUK SMK KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SMK NEGERI 1 REJOTANGAN

    No full text
    ABSTRAK   Zinan, Mochammad . 2018. Pengembangan Buku Ajar Teknologi Jaringan Berbasis Luas (WAN) Untuk SMK Kelas XI Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 1 Rejotangan. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd. (II) M. Zainal Arifin, S.Si,M.Kom.   Kata Kunci:   Buku Ajar, Teknologi Jarinngan Berbasis Luas, WAN, Pengembangan Proses pembelajaran tidak lepas dari pembahasan materi-materi rujukan, dapat berupa buku, media elektronik, dan lain-lain. Perubahan kurikulum berimbas pada perubahan mata pelajaran dan pada buku ajar yang digunakan pada proses pembelajaran. Mata pelajaran Teknologi Jaringan Berbasis Luas (WAN) belum ada, meskipun beberapa materi didalamnya sudah terdapat pada mata pelajaran lain di kurikulum 2013 sebelumnya. Praktek dilapangan menunjukkan bahwa di SMK Negeri 1 Rejotangan belum memiliki buku ajar yang sesuai dengan mata pelajaran Teknologi Jaringan Berbasis Luas berakibat bahwa kurangnya kesesuaian materi dengan kurikulum yang berlaku. Pengembangan ini menghasilkan buku ajar yang sesuai dengan kurikulum 2013 Edisi Revisi. Tujuannya adalah membantu siswa-siswi untuk mendapatkan buku ajar yang sesuai. Penelitian pengembangan ini menggunakan metode R&D (Research and Development) langkah pengembangan menurut Borg & Gall adalah pengumpulan data, validasi produk oleh ahli materi dan ahli media, revisi hasil validasi, uji coba lapangan (kelompok kecil), revisi hasil uji coba produk, uji coba lapangan dan revisi produk. Pengembangan ini menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Teknik kuantitatif digunakan untuk menganalisis data dari hasil angket, validasi ahli materi dan ahli media, dan analisis kualitatif didapatkan dari masukan dari pembimbing tentang produk yang sedang dikembangkan. Proses pengambilan data dimulai dengan melakukan wawancara kepada KaProdi TKJ SMK Negeri 1 Rejotangan. Sumber data penelitian diperoleh dari responden siswa-siswi kelas XI program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, ahli materi, dan ahli media. Pengambilan data diperoleh dengan mengisi angket yang diberikan kepada masing-masing responden. Jumlah responden dari siswa-siswi terdapat 36 orang, dengan pembagian 13 orang untuk kelompok kecil dan 23 siswa untuk kelompok besar, dari pihak ahli materi 1 orang dan ahli media 1 orang. Produk pengembangan ini berupa buku ajar Teknologi Jaringan Berbasis Luas (WAN) untuk kelas XI. Hasil dari angket uji coba siswa-siswi kelompok kecil 88,7% (valid), kelompok besar 89,3% (valid). Rerata nilai uji coba sebesar 89%, dengan kesimpulan bahwa Produk Pengembangan Buku Ajar Teknologi Jaringan Berbasis Luas dinyatakan valid dan layak untuk digunakan

    Pengembangan Game Ketik Berbasis Android sebagai Media Evaluasi Kemampuan Ketik

    No full text
    Salah satu hal yang penting bagi manusia sebagai makhluk sosial adalah komunikasi. Dengan berkomunikasi, manusia dapat berinteraksi terhadap sesamanya. Tanpa komunikasi, manusia akan sulit melakukan berbagai macam hal sesuai apa yang ingin diutarakannya. Komunikasi terdiri dari dua bentuk, yaitu verbal dan non verbal. Bentuk verbal sangat umum digunakan dan paling mudah dipahami.             Dalam berkomunikasi verbal melalui teks via telepon genggam, seringkali ditemukan kesalahan tulis atau ketik yang biasa disebut dengan typoyang merupakan singkatan dari typographical error. Kejadian ini mengakibatkan kesalahpahaman antara komunikator dan komunikan. Kesalahpahaman adalah akar dari deretan kejadian tidak menyenangkan lainnya, seperti : rusaknya hubungan; merasa didiskreditkan; hingga hilangnya kepercayaan; dan pemecatan.             Penelitian perangkat lunak berbasis android ini menggunakan model Prototyping. Prototyping memiliki 5 tahapan, diantaranya adalah : (1) Communication; (2) Quick Modelling Design; (3) Construction of Prototype; (4) Deployment Delivery and Feedback; dan (5) Quick Design. Subjek uji coba aplikasi ini adalah pengguna. Model tersebut diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan diatas dengan menghasilkan sebuah produk aplikasi permainan berbasis android untuk menunjang kemampuan ketik pada telepon genggam.             Hasil pengujian kelayakan kelompok kecil dari empat kategori yaitu kemenarikan, kemudahan, kemanfaatan, dan motivasi sebesar 86% dengan predikat sangat layak. Sedangkan hasil pengujian kelayakan kelompok kecil dari empat kategori yang sama adalah sebesar 81% dengan predikat layak. Setelah melalui uji kelayakan pengguna memainkan game. Dari total 10 pengguna yang mengikuti tahap Deployment Delivery and Feedback mulai awal prototipe berlangsung hingga akhir, peningkatan skor pengguna dari total 5 level rata-rata sebesar 90%.

    PenerapanAlgoritma Linear Regression dalamPrediksiJumlahKendaraanBermotor di Malang

    No full text
    Abstrak Dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor melaju sanga tpesat, bahkan jika dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah jalan sudah sangat berbanding terbalik.  Sebagai contoh di kota Malang saja 3000 unit kendaraan baru masuk k ekota Malang setiap bulannya.Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan jumlah kendaraan yang sangat pesat adalah, tingkat ekonomi rakyat Indonesia perlahan lahan sudah mengalami perbaikan, sebagai contoh pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur saja setiap tahun ya selalu mengalam ikenaikan kurang lebih  0,23%.  Selain itu pertumbuhan jumlah penduduk juga sangat mempengaruhi jumlah kendaraan  yang beredar di Indonesia, dan faktor besar yang menyumbang banyaknya jumlah kendaraan di Malang adalah proses pembelian yang sangat mudah dan juga angsuran yang sangatringan. Dalam penelitian ini menggunak analgoritma linear regression untuk menentukan proses prediksi. Data yang digunakan adalah data jumlah kendaraan yang didapat dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan juga Samsat. Data yang didapat berjumlah 360 data, dan diolah melalui 3 tahapan preprocessing. Tahap pertama adalahReducing of Attributes, tahap kedua adalah Normalisasi data, dan tahap terakhir adalah tahap Uji T, Uji F dan Uji Koefisien Determinasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai akurasi yang cukup tinggi, nilai tersebut ditunjukkan melalui MAPE yang mempunyai nilai diatas 80%.  Akurasi tersebut menunjukkan bahwa algoritma yang digunakan di dalam penelitian ini sanga trelevan dan cocok digunakan untuk melakukan prediksi jumlah kendaraan di Malang

    Penggunaan Metode ARIMA untuk Prediksi Jumlah Penumpang Kereta Api Kota Malang

    No full text
    Saat ini kereta api telah menjadi salah satu transportasi yang diminati oleh masyarakat untuk menempuh perjalanan jarak menengah dan jauh terutama di saat masa liburan. Pada masa liburan jumlah penumpang kereta api sulit untuk diperkirakan. Hal tersebut dapat mengakibatkan adanya lonjakan jumlah penumpang yang mengharuskan pihak PT. KAI (Persero) mengambil tindakan dengan menambahkan keberangkatan kereta api. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang perlu dilakukan prediksi jumlah penumpang. Dengan memanfaat teknologi untuk mengenali pola trend perubahan jumlah penumpang di setiap harinya, maka diharapkan dapat diketahui jumlah penumpang yang akan datang sehingga PT. KAI mampu melakukan upaya dengan mempersiapkan jumlah armada yang akan dibutuhkan. Penelitian ini melakukan prediksi menggunakan metode ARIMA yang mampu menghasilkan tingkat akurasi tinggi dalam peramalan jangka pendek serta mampu menghadapi fluktuasi data musiman. Penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan tingkat akurasi tinggi dan dapat menjadi salah satu sumber informasi maupun rujukan dalam mengatasi adanya lonjakan penumpang kereta api di Kota Malang.

    Pengembangan Media BerbasisMobile Learning PadaMapelSimulasidanKomunikasi DigitalBermuatan Learning Cycle 7E PadaSiswaJurusan Multimedia Di SekolahMenengahKejuruan

    No full text
    RINGKASAN Hanggraini, Nidya. 2018. Pengembangan Media BerbasisMobile Learning Pada Mapel Simulasi dan Komunikasi Digital Bermuatan Learning Cycle 7E Pada Siswa Jurusan Multimedia Di Sekolah Menengah Kejuruan,Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (I) Dr. HakkunElmunsyah, M.T., (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng.,   Kata Kunci: Media Mobile Learning, Simulasi dan Komunikasi Digital, Learning Cycle 7E Media pendidikan dalam proses pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dipakai untuk menyalurkan materi atau pesan dari pendidik kepada peserta didik. Media pendidikan dapat membantu peserta didik untuk dapat lebih merangsang pikiran, perasaan dan perhatian pesertadidik serta memudahkan dalam menyerap materi yang diajarkan. Mengacu pada kurikulum 2013 revisi 2017, mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital di SMKN 10 Malang belum memiliki media ajar yang digunakan. Media ajar yang digunakan oleh guru adalah bahan ajar dari internet yang dicari berdasarkan materi pokok di silabus dan menyampaikannya menggunakan media power point. Tujuan dari pengembangan media ajar ini adalah untuk mengetahui gambaran media ajar berbasis mobile pada mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital, mengembangkan media ajar berbasis mobile bermuatan learning cycle 7E yang sesuai dengan silabus pada Kurikulum 2013 (Revisi 2017), dan menguji kelayakan media ajar oleh ahli materi, ahli media, dan siswa kelas X Program Keahlian Multimedia di SMKN 10 Malang. Metode pengembangan yang digunakan adalah Research and Development (R&D). Model pengembangan ini meliputi 10 langkah, yaitu: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) roduk massal. Validasi ahli dilakukan dengan ahli materi dan ahli media. Uji coba kelompok dilakukan dalam 2 jenis kelompok yaitu uji coba kelompok kecil sebanyak 15 siswa dan uji coba kelompok besar sebanyak 31 siswa. Berdasarkan hasil validasi ahli, diperoleh persentase validitas menurut ahli materi sebesar 92.86% dan persentase validitas menurut ahli media sebesar 88.54%. Sedangkan untuk uji coba kelompok, diperoleh persentase hasil uji coba kelompok kecil sebesar 87.73% dan uji coba kelompok besar sebesar 88.18%. Berdasarkan hasil tersebut, maka secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa produk bahan ajar basis data inisangat valid dan layak digunakan dengan persentase rata-rata sebesar 89.33% tanpa perlu direvisi

    Pengembangan ModulCetakAdministrasiSistemJaringan dengan Model Mind Mapping padaKelas X TeknikKomputerdanJaringan di SMK Petra Timika Papua.

    No full text
    ABSTRAK Tenbak, Nelson.2017.Pengembangan ModulCetakAdministrasiSistemJaringan dengan Model Mind Mapping padaKelas X TeknikKomputerdanJaringan di SMK Petra Timika Papua. Skripsi, JurusanTeknikElektro, FakultasTeknik,UniversitasNegeri Malang. Kata Kunci: Modul, AdministrasiSistemJaringan.                   SMK Petra Timikamerupakansalahsatu SMK yang terdapat di kabupatenTimikaProvinsiPapua.Berdasarkanhasilobervasi, terdapatbeberapakendala yang dialamiolehsiswakelasXprogram keahlianTeknikKomputerdanJaringandalammengikutikegiatanpembelajaranAdministrasiSistemJaringan.Hal tersebutdisebabkankarenabelumtersedianyamodulpembelajaran yangsesuai.AdministrasiSistemJaringanmerupakansalahsatumateripokokdalamjurusan TKJ. AdministrasiSistemJaringanmerupakanmatapelajaran yang wajibditempuhsiswa, sehinggadibutuhkanbahan ajar yang memadaiuntukmempermudahsiswadalammemahamipembelajaran. Tidakadanyamodultersebutmengakibatkansiswamerasakesulitandalammemahamimateri.Selainitu, fasilitasbahan ajarberupabukutekspelajarandanperangkatkomputer yang disediakanolehpihaksekolahuntukkegiatanpraktikumsangatterbatasdantidaksebandingdenganjumlahsiswa yang mengikutipraktikum. Berdasarkanpermasalahantersebut, makaperludikembangkanmodulAdministrasiSistemJaringanbagisiswakelas X di SMK Petra Timika.Tujuanpengembanganmoduliniadalahuntukmengatasipermasalahan-permasalahan yang terjadidalam proses pembelajaranAdministrasiSistemJaringan. Padapengembanganmodul ajar AdministrasiSistemJaringanmengunakan model pengembangan Dick and Carey. Menurut Dick and Carey, terdapat 10 tahapandalampengembanganmodul ajar namunpadapengembanganmodulAdministrasiSistemJaringaninihanyamengunakan 1) tahapan. Penelitihanyamenggunakan 9 tahapan.Tahapan yang digunakanantara lain : (1) mengidentifikasitujuanpembelajaran, (2) mengidentifikasiperilakudankarakteristik, (3) merumuskantujuanpembelajaran, (4) melakukananalisispembelajaran, (5) mengembangkanbutir test tujuanpatokan, (6) mengembangkanstrategipembelajaran, (7) mengembangkanbahan ajar, (8) merancangdanmelakukanujicoba,dan (9) revisibahan ajar. Hasildaripenelitianiniberupamodulsiswasertalembarkerjapraktikum. Kelayakandaripengembanganmodulcetakdiperolehdarihasilujiperseoranganahlimateridengan rata-rata nilaivalidasi yang diperolehsebesar 90 % dandinyatakan valid, dan rata-rata nilaivalidasidarihasilujikelompokkecilsebesar 90 % yang berartisangat valid dan rata-rata nilaivalidasidarihasilujicobalapangansebesar 91 % yang berartisangat valid. Berdasarkannilaivalidasi yang diperolehtersebut,dapatdisimpilkanbahwasesuaidenganstandarkelayakanyakni 71 %, makamodulcetak yang dikembangkantelahlayakdigunkan .karenatelahmencapainilai rata-rata secarakeseluruhansebesar 90,50%

    Optimasi Beban Jaringan Listrik Pada Gedung Perkuliahan Dengan Suplai Daya Listrik Terbatas Menggunakan Algoritma Dynamic Programming

    No full text
    RINGKASAN Haq, Sigit Prasetyo. 2018. Optimasi Beban Jaringan Listrik Pada Gedung Perkuliahan Dengan Suplai Daya Listrik Terbatas Menggunakan Algoritma Dynamic Programming. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Muladi, S.T., M.T, (II) Dr. Eng. Siti Sendari, S.T., M.T. Kata Kunci : Optimalisasi, Algoritma Dynamic Programming, Suplai Daya Listrik Terbatas Kebutuhan energi listrik pada Gedung G4 Universitas Negeri Malang lebih dari 85 kVA. Pada saat PLN aktif, semua perangkat kelistrikan yang ada dapat aktif semua. Namun pada saat PLN padam, sumber energi listrik akan dialihkan ke PLTD. Kapasitas sumber energi listrik PLTD yang terpasang sebesar 20 kVA, oleh sebab itu dibutuhkan sistem optimalisasi daya beban perangkat kelistrikan agar sumber energi listrik PLTD yang terpasang dapat diserap secara optimal. Sistem optimalisasi daya beban dengan menggunakan sistem jadwal penggunaan ruang dan sistem prioritas perangkat kelistrikan. Algoritma Dynamic Programming akan disematkan pada sistem optimasi daya beban. Prototipe optimasi daya beban digunakan untuk simulasi keadaan lantai 1 Gedung G4 Universitas Negeri Malang. Sistem optimasi daya beban terdiri dari bagian perangkat pengendali, bagian perangkat pengendali pusat dan antarmuka kepengguna. Bagian perangkat pengendali terdiri dari sensor arus ZMCT103C, Mikrokontroler ESP32 dan Relay. Bagian perangkat pengendali pusat adalah perangkat keras Raspberry Pi 3 yang diinstal sebagai server, guna melayani request HTTP dari perangkat pengendali dan antarmuka dengan pengguna. Bagian antarmuka kepengguna berupa tampilan web dinamis untuk memudahkan pengguna dalam memanajemen perangkat kelistrikan dan memasukan jadwal penggunaan ruangan. Sistem optimasi daya beban akan memanajemen sumber energi listrik PLTD yang ada dengan menyalakan perangkat kelistrikan sesuai nilai prioritas. Pengujian sistem optimasi daya beban dibagi menjadi 6 permasalahan, dimana pasa setiap tahapnya memiliki nilai error sebesar 0% dan dengan rata-rata rentang waktu pengiriman hingga penerimaan data disetiap ruangan sebesar 1327,68 ms

    RELEVANSI TEMPAT PRAKERIN DAN PENGALAMAN BERMAKNA PADA SAAT PRAKTIKUM TERHADAP KEMATANGAN VOKASAIONAL SISWA SMK KELAS XII PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK DI SMK PGRI 3 MALANG

    No full text
    RINGKASAN Kematangan vokasional pada siswa SMK merupakan hal penting yang harus di miliki dengan melihat kecakapan skill mereka.Skill yang dimiliki siswa dalam menyelenggarakan prakerin menjadi faktor yang berpengaruh, sehingga relevansi tempat prakerin sangat dibutuhkan untuk menunjang kematangan vokasional siswa.Selain itu skill siswa yang berpengaruh terhadap kematangan vokasional juga didapat dari pengalaman bermakna saat siswa melakukan kegiatan praktikum.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap hubungan antara relevansi tempat prakerin (X1), dan pengalamaan bermakna saat praktik kerja industri (X2) terhadap kematangan vokasional (Y) baik secara parsial maupun simultan serta mendeskripsikan masing-masing variabelX1,dan X2 denganY. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan penelitian deskriptif korelasional. Responden dari penelitian ini adalah siswakelas XII Program keahlianteknikpembangkittenagalistrik di SMK PGRI 3  Malang yang terdiri dari 150 siswa dengan sampel sebesar 110 siswa, pengambilan data setiapvariabeldiambildengamengguakanangket. Hasil penelitian ini adalah relevansitempatpraktikkerjaindustri (X1) dalam kategori sangattinggi yaitu sebesar 64 siswa (58,2%), pengalamanbermaknasaatpraktikum (X2) dalam kategori tinggi yaitu sebesar 63 mahasiswa (57,2%), dan kematanganvokasional (Y) dalam kategori tinggi dan sangat tinggi sebesar 55 siswa (50%), sedangkan sumbangan prediktor sebesar 61,30%, dan18,56% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar faktor yang diteliti. Kesimpulan dari peneitian ini adalah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara relevansitempatprakerindengan kematanganvokasionalsiswa SMK kelas XII Program keahlianteknikpembangkittenagalistrik di SMK PGRI 3Malang, terdapat hubungan antara pengalamanbermaknasaatpraktikumterhadap kematanganvokasionalsiswa SMK kelas XII Program keahlianteknikpembangkittenagalistrik di SMK PGRI 3Malang, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara relevansitempatprakerindan pengalaman bermakna saat praktikum terhadap kematanganvokasionalsiswa SMK kelas XII Program keahlianteknikpembangkittenagalistrik di SMK PGRI 3Malang

    Pengembangan Bahan Ajar Pada Mata Pelajaran Jaringan Dasar Paket Keahlian TKJ Sekolah Menengah Kejuruan

    No full text
    RINGKASAN Peneliti melakukan observasi di SMKN 1 Lumajang dengan media wawancara kepada guru. Hasil wawancara tersebut diperoleh bahwa bahan ajar kurikulum K13 revisi khususnya mata pelajaran Komputer dan Jaringan Dasarbelum tersedia karenabaru akan di terapkan pada tahun ajaran 2017/2018, pada proses pembelajaran yang telah berjalan terlihat pasif karena guru menggunakan modul dan slide presentasi sehingga siswa kurang antusias dalam belajar. Selain kurang antusias siswa kesulitan untuk memahami materi. Belum adanya bahan ajar ini mebuat guru matapelajaran Jaringan Dasar di SMKN 1 Lumajang mengharapkandibuatnya bahan ajar berupa media baru dan sumber belajar baru yang inovatif dan menyenangkan pada kegiatan pembelajaran dikelas sehingga dapat menarik antusias belajar siswa dikelas maupun di luar kelas. Bahan ajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bertujuan untuk membuat siswa lebih mudah dalam memahami ilmu pengetahuan yang akan menunjang peningkatan keterampilan siswa dalam rangka menciptakan lulusan yang terampil, terdidik, profesional dan dapat mengembangkan dirinya sejalan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk merancang, membuat dan menguji suatu bahan ajar  K13 berupabuku digital mata pelajaran komputer dan jaringan dasar pada siswa kelas X program keahlian TKJ di SMKN 1 Lumajang.Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE, yaitu: Analisis, Desain, pengembangan, implentasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi, sedangkan subjek uji coba media ini adalah siswa kelas X TKJ 3 di SMKN 1 Lumajang. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data maka didapatkan presentase hasil validasi dari ahli materi sebesar 86,11% yang tergolong sangat valid, hasil validasi media dari ahli media sebesar 91,66% yang tergolong sangat valid, hasil uji coba kelompok kecil sebesar 85,16% yang terglong sangat valid, dan hasil ujicoba kelompok besar sebesar 85,31% yang tergolong sangat valid. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan buku digital komputer dan jaringan dasar sangat valid dan layak digunakan

    0

    full texts

    2,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇