SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    2357 research outputs found

    Pengembangan Triner Pengaturan Frekunesi Pada Generator 3 Fasa Berbasis Virtual Laboratory Untuk Menunjang Matakuliah Praktikum Mesin-Mesin Listrik Bagi Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK Putranda, Muhammad. 2017. Pengembagan Trainer Pengaturan Frekuensi pada Generator 3 Fasa Berbasis Virtual Laboratory untuk Menunjang Matakuliah Praktikum Mesin-Mesin Listrik bagi  Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Negeri Malang.Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) M Rodhi Faiz, S.T., M.T. (2) Yuni Rahmawati, S.T., M.T.   Kata Kunci: Pengembangan, Virtual laboratory, Generator3 Fasa.             Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, berupa wawancara dengan dosen pembina matakuliah praktikum mesin-mesin listrik di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang masih kurangnya trainer generator 3 Fasa dan penggunaan alat ukur yang terlalu banyak membuat proses praktikum membutuhkan waktu yang cukup lama. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengembangkan trainer pengaturan frekuensi generator 3 fasa berbasis virtual laboratory, (2) mengembangkan jobsheet praktikum pengaturan frekuensi generator 3 fasa berbasis virtual laboratory, (3) mengetahui kelayakan trainer pengaturan frekuensi generator 3 fasa berbasis virtual laboratory, (4) mengetahui kelayakan jobsheet praktikum pengaturan frekuensi generator 3 fasa berbasis virtual laboratory.             Model pengembangan bahan ajar ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Model pengembangan ADDIE terdiri dari 5 tahapan yaitu: (1) Analisis, (2) Desain, (3) Pengembangan, (4) Implementasi, (5) Evaluasi. Proses validasi dilaksanakan oleh ahli materi, ahli media, dan melakukan implementasi pada uji kelompok kecil dan uji kelompok besar. Validasi bertujuan untuk mengukur kelayakan produk yang dikembangkan.             Bahan ajar yang dihasilkan berupa jobsheet praktikum pengaturan frekuensi generator 3 fasa berbasis virtual laboratory. berdasarkan hasil uji coba diperoleh persentase dari tiap-tiap subyek uji coba sebagai berikut: (1) pada ahli materi, diperoleh persentase sebesar 90,00% (2) pada ahli media, diperoleh persentase sebesar 88,75% (3) pada kelompok kecil, diperoleh persentase sebesar 85,54%(4) dan pada kelompok besar, diperoleh persentase sebesar 89,71%. Dari hasil validasi dan uji coba tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran pengaturan frekuensi generator 3 fasa berbasis virtual laboratory untuk menunjang matakuliah praktikum mesin-mesin listrik bagi mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang sudah memenuhi kriteria valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran

    Pengembangan Trainer Karakteristik Generator DC Untuk Matakuliah Praktikum Mesin-Mesin Listrik Bagi Mahasiswa S1 PendidikanTeknik Elektro FakultasTeknik Universitas Negeri Malang.

    No full text
    ABSTRAK Nuriadi.2018. “Pengembangan Trainer Karakteristik Generator DC Untuk Matakuliah Praktikum Mesin-Mesin Listrik Bagi Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.”Pembimbing: (1) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd (2) Drs. Hari Putranto, M.Pd   Kata Kunci: pengembangan, trainer, GeneratorDC             Trainer merupakan suatu alat peraga dalam membantu proses kegiatan belajar mengajar agar pengajar dapat menunjukkan langkah untuk memudahkan pembelajar dalam menggunakan atau mengaplikasikan suatu rangkaian yang didesain pada trainer tersebut. Berdasarkan Uraian di atas, maka peneliti terdorong untuk mengembangkan trainer Generator DC, manual book dan jobsheet untuk Matakuliah Praktikum Mesin-Mesin Listrik. Trainer tersebut dipilih karena dengan belajar prinsip kerja Generator DC selanjutnya mahasiswa dapat memahami konsep Generator secara aplikatif dan mahasiswa dapat berusaha membuat trainer yang lebih kompleks menggunakkan Generator. Model pengembangan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah model yang dikembangkan oleh Sugiyono (2010).(1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) revisi desain; (6) ujicoba produk; (7) revisi produk; (8) ujicoba pemakaian; (9) revisi produk; (10) produksi masal.Proses validasi dilaksanakan oleh ahli materi, ahli media, dan melakukan implementasi pada uji kelompok kecil dan uji kelompok besar. Validasi bertujuan untuk mengukur kelayakan produk yang dikembangkan. Bahan ajar yang dihasilkan berupa manual book danjobsheet praktikum mesin-mesinlistrik. Berdasarkan hasil uji coba diperoleh persentase dari tiap-tiap subyek uji coba sebagai berikut: (1) pada ahli materi, diperoleh persentase sebesar 96,8% (2) pada ahli media, diperoleh persentase sebesar 92,7% (3) pada kelompok kecil, diperoleh persentase sebesar 89,3% (4) dan pada kelompok besar, diperoleh persentase sebesar 91,7%. Dari hasil validasi dan uji coba tersebut dapat disimpulkan bahwa media trainerGenerator DC untuk matakuliah praktikum Mesin-MesinListrik Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang sudah memenuhi kriteria valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran

    Pengembangan Bahan Ajar Mata Pelajaran komputer dan jaringan Dasar Siswa Kelas X Teknik Komputer dan Jaringan SMK PGRI Sumbermanjing

    No full text
    ABSTRAK   Ardiansyah, Dhinar Mahardika. 2018. Pengembangan Bahan Ajar Mata Pelajaran komputer dan jaringan Dasar Siswa Kelas X Teknik Komputer dan Jaringan SMK PGRI Sumbermanjing. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M,Pd., (II) M. Zainal Arifin, S.Si, M.Kom.   Kata Kunci : Bahan Ajar, Komputer dan Jaringan Dasar, Teknik Komputer dan Jaringan Penggunaan bahan ajar yang tepat sangat berpengaruh dalam terpacainya tujuan suatu pembelajaran. namun proses pembelajaran yang mudah dan efektif membutuhkan sarana bahan ajar sebagai pedoman peserta didik dalam melakukan proses kegiatan pembelajaran secara mandiri, baik di sekolah maupun dirumah secara mudah. Kurangnya sumber belajar tersebut menjadi salah satu penyebab kurangnya kemudahan dalam belajar bagi para siswa, siswa cenderung kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran. Oleh karena itu, perlu dikembangkan sumber belajar berupa modul yang ditampilkan secara menarik dan memudahkan siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar. Pengembangan bahan ajar ini memanfaatkan model pengembangan borg and Gall. Terdapat lima tahapan utama yang harus dilaksanakan yaitu (1) Melakukan perencanaan, (2) Mengembangkan produk, (3) Melakukan Validasi, (4) Melakukan Uji Lapangan, (5) Diseminasi Terbatas Pengumpulan data dilaksanakan ada tahapan implementasi dengan memanfaatkan angket yang ditujukan kepada ahli serta guru marta pelajaran Komputer dan Jaringan dasar,  dan responden siswa kelas X Program Keahlian Teknik Komputer dan jaringan. Data kuantitatif yang telah diperoleh dilakukan analisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif untuk menentukan tingkat kelayakan bahan ajar digital yang telah dikembangkan dan diuji coba. Berdasarkan analisis dari empat aspek penilaian modul yaitu aspek kelayakan isi, aspek kelayakan bahasa, aspek penyajian dan aspek kegrafisan modul pembelajaran Komputer dan jaringan Dasar yang telah disusun telah memenuhi kelayakan sebagai media pembelajaran. Hasil yang diperoleh dari penilaian modul oleh ahli dan guru mata pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar pada kelayakan isi mendapat rerata skor 46 termasuk kategori sangat baik, aspek bahasa mendapat rerata skor 18.5 termasuk dalam kategori sangat baik, aspek penyajian mendapat rerata skor 42.5 termasuk dalam kategori sangat baik, dan aspek kegrafisan mendapat rerata skor 23.5 termasuk dalam kategori sangat baik. Secara keseluruhan modul pembelajaran Komputer dan Jaringan Dasar yang telah disusun memenuhi kelayakan sebagai media pembelajaran menurut ahli dan guru mata pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar serta mendapat respon sangat baik dari sisw

    Hubungan antara Prestasi Belajar Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) dan Tingkat Kebermaknaan Praktikum dengan Kecakapan sebagai Guru Teknik pada Mahasiswa Program Studi S1 PTE Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini untuk mengetahui hubungan secara simultan antara pemahaman keteknikan (X1) dan kebermaknaan praktikum (X2) dengan literasi keguruan teknik (Y). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional yang bersifat ex post facto. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 PTE FT UM angkatan 2014 sejumlah 113 mahasiswa. Data tingkat pemahaman keteknikan adalah daftar nilai akhir (data sekunder), sedangkan data tingkat kebermaknaan praktikum diungkap dengan angket yang reliabilitasnya 0,728 (alpha cronbach’s) dan data literasi keguruan teknik juga diungkap dengan angket yang reliabilitasnya 0,935 (alpha cronbach’s). Analisis yang digunakan yaitu analisis regresi ganda. Dari uji hipotesis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan secara simultan antara tingkat pemahaman keteknikan dan tingkat kebermaknaan praktikum dengan literasi keguruan teknik. Kata Kunci: literasi, keguruan, keteknikan, kebermaknaan, praktikum.   Abstract The aims of this study is to know the correlation simultaneously between the understanding of engineering (X1) and the practical significance (X2) with engineering teacher training literacy (Y). This study uses descriptive correlation study design which is ex post facto. Subject in this study is S1 students of PTE FT UM 2014 generation with number of 113 students. The data of engineering understanding is the list of final score (secondary data), while the data of practicum significance is revealed with the questionnaire which reliability 0,728 (alpha Cronbach) and engineering literacy data is also revealed with questionnaire which reliability 0,935 (alpha Cronbach). The analysis used is multiple regression analysis. From the hypothesis test that has been done can be concluded that there is a positive and significant correlation simultaneously between the understanding of engineering and the practical significance with engineering teacher training literacy. Keywords: literacy, teacher, engineering, meaningfulness, practice

    Pengembangan Trainer Air Conditioner (AC) Beserta Jobsheet sebagai Sarana Praktikum Matakuliah Perawatan dan Perbaikan Peralatan Listrik Untuk Program Studi D3 Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kurniawansyah, Achmad Firdaus Handi. 2018. “PengembaganTrainerAC(Air Conditioner)Pendingin Ruangan Beserta Jobsheet Sebagai Sarana Praktikum Perawatan dan Perbaikan Peralatan Listrik Untuk Program Studi D3 Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang”. Pembimbing: (1)Drs. DwiPrihanto, S.S.T., M.Pd.(2)Drs. HariPutranto, M.Pd.   Kata Kunci: Trainer, AC PendinginRuangan, Perawatan dan Perbaikan Peralatan Listrik.               Trainer merupakansuatualatperagadalammembantu proses kegiatan belajar mengajar agar pengajar dapat menunjukkan langkah untuk memudahkan pembelajar dalam menggunakan atau mengaplikasikan suatu rangkaian yang didesain pada trainer tersebut. Dari hasilobservasi yang telah dilakukan, berupa wawancara dengan dosen Pembina matakuliah Perawatan dan Perbaikan Peralatan Listrik, sampai saat ini tidak ada trainer berupaAir Conditioner (AC).             Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan efisien, serta memicu mahasiswa dalam mengembangkan dan meningkatkan kompetensi belajar mahasiswa. Maka,  penting untuk pengadaan dan pengembangan trainer Air Conditioner (AC) pada mata kuliah Perawatan dan Perbaikan Peralatan Listrik. Model pengembangan bahan ajar ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Model pengembangan ADDIE terdiridari 5 tahapanyaitu: (1) Analisis, (2) Desain, (3) Pengembangan, (4) Implementasi, (5) Evaluasi. Proses validasi dilaksanakan oleh ahli materi, ahli media, dan melakukan implementasi pada uji kelompok kecil dan uji kelompok besar. Validasi bertujuan untuk mengukur kelayakan produk yang dikembangkan.             Bahan ajar yang dihasilkan berupa jobsheet praktikum perawatan dan perbaikan peralatan listrik. Berdasarkan hasil uji coba diperoleh persentase dari tiap-tiap subyek uji coba sebagai berikut: (1) pada ahli materi, diperoleh persentase sebesar 90,00% (2) pada ahli media, diperoleh persentase sebesar 88,75% (3) pada kelompok kecil, diperoleh persentase sebesar 85,54% (4) dan pada kelompok besar, diperoleh persentase sebesar 89,71%. Dari hasil validasi dan uji coba tersebut dapat disimpulkan bahwa media trainerAC untuk menunjang matakuliah praktikum Perawatan dan Perbaikan Peralatan Listrik Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang sudah memenuhi kriteria valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran.  ABSTRACT  Kurniawansyah, AchmadFirdausHandi. 2018. Development of Air Conditioner Trainer There with Jobsheet to Support the Practicum maintenance and repair of electrical equipment for Students D3 of Electrical Engineering State University of Malang. Thesis, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisor : (1) Drs. DwiPrihanto, S.S.T., M.Pd. (2) Drs. HariPutranto, M.Pd.   Keywords: Trainer, Air Conditioner, Maintenance and Repair of Electrical Equipment.             Trainer is a tool in assisting the process of teaching and learning activities so that teachers can demonstrate a step to facilitate the learner in using or applying a series designed on the trainer.            From the results of observations that have been done, in the form of interviews with lecturers subjects Maintenance  and Repair Electrical Equipment, until now there is no trainer air conditioner. The purpose of this development is to create an effective and efficient learning process, as well as trigger students in developing and improving students' learning competencies. That, it is important to procure and develop air conditioner trainers in the course of Electrical Equipment Maintenance and Repair.            This resource development uses  ADDIE development model. The ADDIE development model consists of 5 stages: (1) Analysis, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, (5) Evaluation. The validation process is carried out by material experts, media experts, and performs implementation on small group test and large group test. Validation aims to measure the feasibility of developed products.            The resulting teaching materials are worksheet of maintenance practicum and repair of electrical appliances. Based on the results of the experiment, the percentage of each test subject is as follows: (1) in the material expert, obtained percentage of 90.00% (2) in the media expert, obtained percentage of 88.75% (3) in the small group , obtained a percentage of 85.54% (4) and in large groups, obtained a percentage of 89.71%. From the validation and test results it can be concluded that the media trainer Air Conditioner to support the course of Practice of Electrical Engineering Equipment and Repair Education Electrical Engineering State University of Malang already meet the valid criteria and deserve to be used as a medium of learning.

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS WEBSITE PEMROGRAMAN DASAR BERMUATAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENUMBUHKAN KEAKTIFAN SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN RPL DI SMK NEGERI 4 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Berdasarkan hasil wawancara, sebesar 89% dari 34 siswa mendapatkan nilai di bawah KKM pada mata pelajaran Pemrograman Dasar. Hal tersebut dikarenakan siswa pasif dalam pembelajaran dan penggunaan bahan ajar yang kurang menarik siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan website sebagai bahan ajar pada mata pelajaran Pemrograman Dasar untuk kelas X Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak di SMK Negeri 4 Malang serta untuk mengetahui kelayakan bahan dan juga untuk mengetahui tingkat keaktifan siswa dalam menggunakan bahan ajar melalui observasi. Model pengembangan yang digunakan dalam menghasilkan produk bahan ajar berbasis website adalah model pengembangan ADDIE. Terdapat  5 tahapan pada model ADDIE yaitu (1) analysis; (2) design; (3) development; (4) implementation; dan (5) evaluation. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan observasi. Validasi ahli dilakukan dengan ahli materi dan ahli media. Validasi dilakukan dengan menggunakan angket oleh ahli materi, ahli media, pengguna bahan ajar yang terdiri dari ujicoba skala kecil dan ujicoba skala besar. Keaktifan siswa didapat dari lembar observasi yang dilakukan oleh guru pengampu yang dilakukan dalam dua tahap. Hasil validasi oleh ahli materi mendapatkan skor validitas 96,67%, ahli media mendapatkan skor validitas 97,40%, ujicoba kelompok kecil mendapatkan skor validitas 96,33%, ujicoba kelompok besar mendapatkan skor validitas 89,17% yang dapat dinyatakan sangat layak. Hasil observasi keaktifan sebelum menggunakan bahan ajar diperoleh bahwa tingkat keaktifan siswa paling banyak berada pada kelas bawah sebesar 73,6% sedangkan kelas sedang sebesar 20,5% dan kelas atas sebesar 5,9%. Pada hasil keaktifan siswa saat menggunakan bahan ajar terjadi peningkatan keaktifan pada kelas atas dari 5,9% menjadi 35,3%, kelas sedang juga terjadi peningkatan keaktifan dari 20,5% menjadi 52,9% dan kelas bawah mengalami penurunan dari 73,6% menjadi 11,8%. Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar berbasis website mata pelajaran Pemrograman Dasar dapat menumbuhkan keaktifan siswa

    PENGEMBANGAN BUKU AJAR PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR UNTUK MATAKULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    Abstrak: Proses pembelajaran yang dilakukan pada matakuliah Pembangkit Listrik menggalami kendala dalam materi yang akan diajarakan dimana referensi sumber belajar masih kurang. Sehingga mengakibatkan  mahasiswa mengalami kesulitan dalam menangkap materi yang telah diajarkan. Sebab, belum ada penguatan pada materi yang disampaikan yaitu Pembangkit Listrik khususya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan mengembangkan buku ajar dimana digunakan sebagai rujukan dalam proses pembelajaran maupun sebagai sumber belajar mahasiswa secara mandiri. Penelitian ini menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation) yang terdiri dari: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Kelayakan pengembangan buku ajar dapat dilihat dari hasil validasi dan uji coba dengan mengunakan penyebaran angket. Hasil penyebaran angket yang telah dilakukan pada buku ajar dinyatakan valid, sehingga layak digunakan sebagai sumber rujukan pembelajaran Pembangkit Listrik. Hal ini didukung melalui hasil persentase validasi oleh kedua validator sebesar 81,88% merupakan hasil validasi media dan 81,25%, hasil validasi uji coba kelompok kecil sebesar 82,67%, dan hasil validasi uji coba kelompok besar yaitu 79,64%. Dari persentase tersebut dapat dikatakan bahwa produk buku ajar bisa digunakan atau layak jika digunakan sebagai reverensi belajar atau sebagai bahan ajar Pembangkit Tenaga Listrik

    ANALISIS DAMPAK KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN TERHADAP RUGI-RUGI PADA GARDU DISTRIBUSI DI PENYULANG KESAMBEN RAYON WLINGI

    No full text
    ABSTRAK   Styawan, Tony. 2018. Analisis Dampak Ketidakseimbangan Beban Terhadap Rugi-Rugi pada Gardu Distribusi di Penyulang Kesamben Rayon Wlingi. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Yuni Rahmawati, S.T., M.T(II) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd.   Kata Kunci: pembebanan, ketidakseimbangan beban, rugi daya terhadap ketidakseimbangan beban, gardu distribusi Menurut data pengukuran gardu distribusipada waktu beban puncak, yang telah dilakukan oleh PT.PLN Rayon Wlingidari 125 gardu distribusidi penyulang kesamben terdapat 12 gardu distribusi yang mengalami arus netral berlebih pada semester II 2016, semester I 2017, semester II 2017, dan semester I 2018. Hal yang mengakibatkan arus netral berlebih menurut PT. PLN Rayon Wlingi adalah karena terjadinya beban tidak seimbang pada gardu distribusi. Arus yang mengalir di penghantar netral gardu distribusi ini dikatakan sebagai salah satu rugi-rugi gardu distribusi. Dengan persoalan tersebut, diperlukan penelitian 12 gardu distribusi tersebut dengan mempertimbangkan point – point perencanaan seperti konfigurasi gardu distribusi, pembebanan gardu distribusi, ketidakseimbangan beban, dan rugi daya pada penghantar netral. Tujuan penilitian ini adalah mengetahui: (1) bagaimana konfigurasi gardu distribusi penyulang kesamben (2) berapa besar pembebanan gardu distribusi (3) berapa besar ketidakseimbangan beban gardu distribusi (4) berapa besar rugi daya terhadap ketidakseimbangan beban.Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis deskriptif yaitu dengan cara menganalisa ketidakseimbangan beban terhadap rugi daya gardu distribusi dalam satu penyulang. Prosedur penelitian ini dengan cara menganalis pembebanan gardu distribusi, ketidakseimbangan gardu distribusi, dan rugi daya tehadap ketidakseimbangan beban. Hasil penelitian menunjukkan bahwaPenyulang Kesamben  memiliki panjang jaringan 114 kms dan terdiri dari 125 gardu distribusi bersistem radial. Terdapat enam gardu distribusi yang mengalami underload, dua gardu distribusi yang mengalami overload, dan empat gardu distribusi pembebanannya dalam keadaan normal.Terdapat 12 gardu distribusi mengalami ketidakseimbangan beban yang melebihi standart ketidakseimbangan beban sebesar 5% disetiap semesternya dan koefisiennya a, b, dan c menjauhi dari angka satu. Semakin tingginya nilai persentase ketidakseimbangan beban yang terjadi di gardu distribusi tersebut, semakin tinggi pula nilai rugi daya gardu distribusi dan besarnya nilai rugi daya pada gardu distribusi selain ketidakseimbangan beban tersebut  juga dipengaruhi oleh besarnya nilai pembebanan gardu distribusi. Penyeimbangan beban gardu distribusi EH170 dan EH180mengalami penurunan persentase ketidakseimbangan beban, yang sebelumnya sebesar 30,62 % dan 30,82% sesudah melakukan penyeimbangan beban menjadi sebesar 0,69% dan 1,09%. Sedangkan untuk rugi daya sebelumnya sebesar 2803,51 dan 2388,79 Watt disaat sesudah melakukan penyeimbangan beban menjadi sebesar 665,4 dan 387,53 Watt

    PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR GRAFIKA KOMPUTER BERBASIS MOBILE DENGAN MENGINTEGRASIKAN MODEL PBL UNTUK MENUMBUHKAN KREATIVITAS PADA MAHASISWA S1 PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Kurniawan, Septi. 2018. Pengembangan Sumber Belajar Grafika Komputer Berbasis  Mobile Dengan Mengintegrasikan Model PBL Untuk Menumbuhkan Kreativitas Pada Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd. (II) M. Zainal Arifin, S.Si., M.Kom.   Kata Kunci : Sumber belajar, Mobile, Kreativitas, Model PBL, ADDIE. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi kini telah mencapai berbagai aspek kehidupan, termasuk aspek pendidikan. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan komunikasi dalam aspek pendidikan terbukti mampu meningkatkan kualitas dalam berbagai hal. Banyak manfaat yang dirasakan dalam pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pendidikan saat ini. Salah satu pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran. Dilihat dari hasil wawancara yang telah dilakukan pada dosen pengampu mata kuliah Grafik Komputer di S1 ​​Teknik Informatika Universitas Negeri Malang, sampai sekarang pembelajaran di kelas masih menggunakan metode ceramah dan penggunaan Power point sebagai media penyampaian materi. Model pembelajaran perkuliahan yang diterapkan pada program Komputer Grafika Teknik Informatika Universitas Negeri Malang membuat mahasiswa kesulitan untuk belajar. Penggunaan slide presentasi sebagai media pembelajaran lebih lanjut menyebabkan hasil belajar mahasiswa yang kurang memuaskan, hal tersebut dapat dilihat dari nilai uts yang 40% nilai mahasiswa masih ada di bawah KKM. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu mengembang kan sumber belajar berbasis mobile dengan mengintegrasikan model pembejalaran PBL (Problem Based Learning) yang berguna sebagai media pendukung pada mata kuliah Grafika Komputer. Penggunaan model pembelajaran PBL diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas mahasiswa, karena model pembelajaran PBL menggunakan asas kehidupan sehari-hari dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan model ADDIE yang terdiri dari: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Kelayakan penelitian dan pengembangan dari sumber belajar diperoleh dari hasil validasi dan uji coba dengan menggunakan penyebaran angket. Hasil pengembangan sumber belajar dinyatakan valid, sehingga layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hal ini didukung melalui hasil persentase validasi oleh ahli media sebesar 97%, hasil persentase validasi oleh ahli materi sebesar 90%, hasil persentase uji coba perorangan 89%, hasil persentase uji coba kelompok kecil 90%, hasil presentase uji coba kelompok besar 89%, dan untuk kreativitas mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatia Universitas Negeri Malang tergolong tinggi. Hal ini didukung melalui hasil penelitian yang didapat sebesar 94%

    Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Dibandingkan Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Buku Digital Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Pada Mata Pelajaran Pemrograman Dasar Kelas X Program

    No full text
    ABSTRAK   Ratri, Widya Kusumaning. 2018. Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Dibandingkan Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Buku Digital Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Pada Mata Pelajaran Pemrograman Dasar Kelas X Program Keahlian TKJ di SMKN 10 Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Ir.H.Syaad Patmanthara, M.Pd., (II) M. Zainal Arifin, S.Si., M.Kom.   Kata kunci: CPS, PBL, Kemampuan Memecahkan Masalah, Buku Digital, Pemrograman Dasar Siswa yang memiliki kemampuan memecahkan masalah yang baik, akan lebih mudah dalam menemukan solusi dari permasalahan yang diberikan oleh guru. Melalui latihan memecahkan masalah, siswa tersebut akan belajar mengorganisasikan waktu dan kemampuannya dalam menyusun strategi yang sesuai untuk menyelesaikan masalah yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan signifikansi perbedaan dalam ranah kognitif pada siswa yang diberikan perlakuan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) berbantuan buku digital dibandingkan siswa yang diberikan perlakuan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan buku digital terhadap kemampuan memecahkan masalah pada mata pelajaran pemrograman dasar pada kelas X program keahlian TKJ di SMKN 10 Malang. Rancangan penelitian ini termasuk pada jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan pola posttest only control group desain. Subjek yang digunakan adalah siswa kelas X TKJ 2 yang berjumlah 33 siswa sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan model CPS berbantuan buku digital dan siswa kelas X TKJ 3 yang berjumlah 35 siswa sebagai kelas kontrol yang diberikan perlakuan PBL berbantuan buku digital. Hasil Uji-t menunjukkan hawa nilai posttest adalah 0,003, dimana 0,003 < 0,05 yang menunjukkan hawa ada perbedaan kemampuan memecahkan masalah antara siswa yang diberi perlakuan model CPS dan PBL. Hasil penelitian yang telah dilakukan juga dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu : (1) nilai rata-rata yang diperoleh kelas X TKJ 2 (79,48) lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata kelas X TKJ 3 (73,8); dan (2) hasil perhitungan nilai ternormalisasi (n-gain score) pada kelas X TKJ 2 (0,45) memiliki peningkatan kemampuan memecahkan masalah lebih tinggi dibandingkan dengan kelas X TKJ 3 (0,25). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran CPS berpengaruh lebih tinggi dalam meingkatkan kemampuan memecahkan masalah mata pelajaran pemrograman dasar daripada penerapan model pembelajaran PBL berbantuan buku digital. Saran yang dianjurkan dalam penelitian ini adalah model CPS berbantuan buku digital dapat digunakan sebagai alternatif dalam meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada pemrograman dasar dan untuk peneliti selanjutnya dapat mengukur dari ranah psikomotorik dengan menggunakan model pembelajaran CPS

    0

    full texts

    2,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇