SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UMNot a member yet
2357 research outputs found
Sort by
Perbedaan Hasil Belajarpemahaman Logika Pemrograman Dasar Karena Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Mind Mapping Dibandingkan Penerapan Model Pembelajaran DD/CT Pada Siswa Kelas X TKJ Di SMK Negeri 7 Malang
RINGKASAN ABSTRAK Puriyantoko, Bagas Wahyu. 2017. Perbedaan Hasil Belajar Pemahaman Logika Pemrograman Dasar Karena Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Mind Mapping Dibandingkan Penerapan Model Pembelajaran Deep Dialogue/ Critical Thinking (DD/CT) Pada Siswa Kelas X TKJ Di SMK Negeri 7 Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T.,M.Pd., (II) I Made Wirawan, S.T., S.S.T., M.T. Kata Kunci: Mind Mapping, Deep Dialogue/ Critical Thinking (DD/CT), Pemahaman Logika, Pemrograman Dasar Berdasarkan pengalaman saat Kajian Praktik dan Lapangan (KPL) yang telah dilakukan di SMKN 7 Malang khususnya di kelas X Program keahlian TKJ pada mata pelajaran Pemrograman Dasar, kendala yang ditemukan adalah pembelajaran yang ada masih bersifat konvensional. Artinya, kebanyakan siswa hanya duduk dan mendengarkan penjelasan dari guru, yang berakibat pada kurangnya rata-rata tingkat pemahaman logika siswa sehingga hasil belajar siswa yang relative rendah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui deskripsi hasil belajar dari pemahaman logika pemrograman pada Matapelajaran Pemrograman Dasar dengan model mind mapping pada siswa kelas X TKJ SMK Negeri 7 Malang, (2) Mengetahui deskripsi hasil belajar dari pemahaman logika pemrograman pada Matapelajaran Pemrograman Dasar dengan model deep dialogue/ critical thinking (DD/CT) pada siswa Kelas X TKJ SMK Negeri 7 Malang, (3) Mengetahui signifikansi perbedaan hasil belajar pemahaman logika pemrograman pada Matapelajaran Pemrograman Dasar dengan model pembelajaran mind mapping dan deep dialogue/ critical thinking (DD/CT) pada siswa kelas X TKJ SMK Negeri 7 Malang. Populasi dan sampel dalam penelitian adalah siswa SMK kelas X TKJ di SMKN 7 Malang yang terdiri dari dua kelas dengan jumlah total sebanyak 65 siswa. Metode penelitian ini menggunakan True Experimental Design dalam bentuk Randomized Subject, Pretest-Posttest Control Group Design. Kelas yang digunakan penelitian ini adalah kelas X-A yang menerapkan model pembelajaran Mind Mapping dan kelas X-B yang menerapkan model pembelajaran Deep Dialogue/Critical Thinking (DD/CT). Instrumen yang digunakan yaitu tes instrumen pemahaman logika yang berupa multiple choice dengan jumlah 34 soal. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar pemahaman logika dengan menggunakan model Mind Mapping dibandingkan dengan model DD/CT dilihat dari nilai thitung (3,291) > ttabel (1,999). Hasil belajar pemahaman logika menunjukkan bahwa kelas X-A yang menerapkan model pembelajaran Mind Mapping memiliki rata-rata nilai lebih tinggi daripada kelas X-B yang menerapkan moel pembelajaran DD/CT
Pengembangan Modul Instalasi dan Manajemen Server pada Mata Kuliah Komunikasi Data dan Jaringan Komputer untuk Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang
RINGKASAN Mata kuliah Komunikasi Data dan Jaringan Komputer (KDJK) adalah salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa PTI Universitas Negeri Malang. Saat ini mata kuliah Komunikasi Data dan Jaringan Komputer sudah memiliki modul yang berkualitas dan memenuhi standar kebutuhan. Akan tetapi ada suatu materi yang perlu dikuasai mahasiswa dan belum masuk ke dalam mata kuliah KDJK, materi tersebut adalah Instalasi dan Manajemen Server. Berdasarkan permasalahan di atas, maka perlu dikembangkan modul instalasi dan manajemen server yang valid dan sesuai perkembangan teknologi sebagai sumber belajar. Untuk selanjutnya materi instalasi dan manajemen server disarankan masuk ke dalam kurikulum S1 Pendidikan Teknik Informatika mata kuliah KDJK. Metode yang digunakan dalam pengembangan modul instalasi dan manajemen server adalah metode pengembangan Sadiman. Dalam model pengembangan Sadiman langkah yang dilakukan adalah identifikasi kebutuhan, perumusan tujuan, perumusan butir materi, perumusan pengukuran keberhasilan, penulisan naskah, ujicoba, revisi produk, siap produksi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi, sedangkan subjek uji coba adalah mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika angkatan 2015 yang sudah menempuh mata kuliah Komunikasi Data dan Jaringan Komputer. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data maka didapatkan presentase hasil validasi dari ahli materi sebesar 88% yang tergolong sangat valid, hasil validasi media sebesar 87.50% yang tergolong sangat valid , hasil uji coba kelompok kecil sebesar 86.91% yang tergolong sangat valid, dan hasil uji coba kelompok besar sebesar 87,19% yang tergolong sangat valid. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan modul instalasi dan manajemen server sangat valid dan layak digunakan
Hubungan Self Awareness dan Pengaruh Lingkungan dengan Kemandirian Perencanaan Karir Siswa Kelas 12 Jurusan Teknkik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMKN Kota Malang
ABSTRAK Riananda, Anggita Rachmadina Dzikria. 2019. Hubungan Self Awareness dan Pengaruh Lingkungan dengan Kemandirian Perencanaan Karir Siswa Kelas 12 Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMKN Kota Malang. Skripsi Jurusan Teknik Elektro, Program Studi PendidikanTeknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd.,M.T (2) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd Kata Kunci : Self Awareness(kesadaran diri), Pengaruh Lingkungan, Kemandirian Perencanaan Karir. Banyak siswa SMK yang masih bingung dalam merencanaan karir mereka ketika mendekati kelulusan. Kemandirian siswa yang kurang dalam merencanakan karir akan membuat siswa tidak mempunyai tujuan pendidikan yang jelas. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah self awareness dan pengaruh lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kemandirian perencanaan karir (Y); (2) mendeskripsikan self awareness (X1); (3) mendeskripsikan pengaruh lingkungan (X2); (4) mengetahui signifikansi hubungan antara X1 dengan Y; (5) mengetahui signifikansi hubungan antara X2 dengan Y; (6) mengetahui signifikansi hubungan secara simultan antara X1 dan X2, dengan Y pada siswa kelas 12 jurusan TKJ di SMKN Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional yang bersifat ex-post facto. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas 12 jurusan TKJ di SMKN Kota Malang. Pengambilan sampel menggunakan teknik probality sampling yaitu cluster random sampling. Instrumen penelitian masing-masing variabel menggunakan kuisioner atau angket. Untuk mengungkap hubungan antar variabel menggunakan analisis korelasi ganda. Semua analisis dibantu menggunakan program SPSS. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa variabel X1, X2, dan Y tergolong kategori tinggi. Variabel self awareness mempunyai presentase sebesar 79,4%, pengaruh lingkungan sebesar 72,4% dan kemandirian perencanaan karir sebesar 68,2%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1 dengan Y sebesar 0,347; (2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X2 dengan Y sebesar 0,151; dan (3) terdapat hubungan yang positif dan antara X1 dan X2 terhadap Y sebesar 0,189. Sumbangan efektif variabel X1 sebesar 10,7% dan sumbangan efektif X2 sebesar 8,12%. Kesimpulan dari penelitian ini (1) hasil analisis deskriptif menunjukkan self awareness berada dikategori tinggi; (2) hasil analisis deskriptif menunjukkan pengaruh lingkungan berada dikategori tinggi; (3) hasil analisis deskriptif menunjukkan kemandirian perencanaan krir berada dikategori tinggi; (4) Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan diantara X1 dan Y; (5) Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan diantara X2 dan Y; dan (6) Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan secara simultan variabel X1 dan X2 dengan Y
Implementasi Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menentukan Indeks Keandalan Jaringan Distribusi 20 kV di Penyulang Blambangan Kabupaten Banyuwangi
RINGKASAN Kebutuhan akan tenaga listrik dari pelanggan selalu bertambah dari waktu ke waktu. Untuk tetap melayani kebutuhan tenaga listrik dari pelanggan, maka sistem distribusi tenaga listrik haruslah dikembangkan seiring dengan kenaikan kebutuhan akan tenaga listrik dari para pelanggan. Banyuwangi adalah bagian dari Provinsi Jawa Timur yang merupakan salah satu kota yang sekarang sedang berkembang di Jawa Timur. Dapat dilihat dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat dan banyaknya pembangunan sektor industri maupun pariwisata oleh pemerintah kabupaten Banyuwangi. Perlu dilakukan perhitungan tingkat keandalan untuk mengetahui apakah Area Pengatur Jaringan (APJ) tersebut sudah memberikan pelayanan yang memuaskan terhadap konsumen. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa keandalan jaringan ditribusi tegangan menengah 20 kV di penyulang Blambangan Kabupaten Banyuwangi dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil dari penelitian ini, nilai indeks keandalan jaringan distribusi SAIFI sebelum menggunakan metode FMEA bernilai 5.293 kali/tahun/pelanggan, setelah perbaikan nilai menggunakan metode FMEA menjadi 3.445 jam/tahun/pelanggan. Sehingga persentase selisihnya adalah 78.92 %. Dan untuk nilai SAIDI sebelum menggunakan metode FMEA adalah 7.166 jam/tahun/pelanggan, setelah perbaikan nilai menggunakan metode FMEA menjadi 1.115 jam/tahun/pelanggan. Sehingga memiliki persentase selisih 51.92 %
Pengaruh Pembebanan Terhadap Efisiensi Transformator Di Gardu Induk Buduran Sidoarjo
RINGKASANWicaksono, Feisal Ade. Pengaruh Pembebanan Terhadap Efisiensi TransformatorDi Gardu Induk Buduran Sidoarjo. Skripsi, JurusanTeknikElektro, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang, Pembimbing: (I) ArifNurAfandi, S.T., M.T., Ph.D., (II) Dr. YuniRahmawati, S.T., M.T.Kata Kunci :Pembebanan, Rugi-RugiTransformator, EfisiensiTransformator Aktivitas manusia dalam berbagai bidang kehidupan selalu membutuhkan energi, tak terkecuali energi listrik. Hal ini berdampak pada tuntutan peningkatan sumber daya listrik untuk mencukupi kebutuhan beban listrik yang ada. Kabupaten Sidoarjo mengalami peningkatan kebutuhan listrik yang cukup pesat, hal ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sidoarjo (2017), dimana pada tahun 2015 listrik yang didistribusikan mencapai 2,7 milyar kWH yang disalurkan dan naik pada tahun 2016 menjadi 3,05 milyar kWH. Berdasarkan data penelitian yang dilakukan di Gardu Induk Buduran Sidoarjo, beban yang ada pada transformator paling tinggi terjadi pada industri dikarenakan 60% wilayah Sidoarjo adalah industri. 60% industri di wilayah Sidoarjo inilah yang akan mempengaruhi pembebanan terhadap kinerja efisiensi transformator. Efisiensi transformator merupakan perbandingan antara output (daya keluaran) dengan input (daya masukan). Besar kecilnya efisiensi yang dihasilkan oleh transformator di Gardu induk Buduran dapat dipengaruhi oleh besar kecilnya pembebanan, dan juga dipengaruhi oleh rugi-rugi total yang berupa rugi inti dan rugi tembaga yang terdapat pada transformator
Penerapan Metode Decision Tree C4.5 dan Naïve Bayes Dalam Klasifikasi Predikat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Berdasarkan Aktivitas Mahasiswa
ABSTRAK Assodiiq, Syam Ja’faros. 2019. Penerapan Metode Decision Tree C4.5 dan Naïve Bayes Dalam Klasifikasi Predikat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Berdasarkan Aktivitas Mahasiswa. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Eng. Anik Nur Handayani, S.T., M.T. (II) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom. Kata kunci: Aktivitas Mahasiswa, Ipk, Spearman Rank Correlaton, Decision Tree C4.5, Naïve Bayes. Mengingat bahwa mahasiswa merupakan unsur penting dalam pencapaian tujuan Perguruan Tinggi, sehingga harus mendapatkan perhatian, terutama dengan mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi hasil prestasi belajar mahasiswa diantaranya faktor yang mendukung meningkatnya predikat prestasi, serta faktor yang melawan secara langsung maupun tidak langsung atau menghambat. Ada beberapa penelitian tentang faktor-faktor berserta contoh aktivitas yang mempengaruhi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Dari penelitian–penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi IPK berasal dari faktor internal yaitu aktivitas fisik dan psikologis serta faktor eksternal yaitu aktivitas di lingkungan sosial dan non-sosial. Pada penelitian ini akan dicari aktivitas-aktivitas yang memiliki hubungan kuat dengan predikat ipk menggunakan Spearman Rank Correlation. Setelah mengelompokkan aktivitas apa saja yang mendukung ,melawan atau menghambat maka akan dilakukan proses klasifikasi berdasarkan aktivitas yang sudah didapatkan menggunakan metode Decision Tree C4.5 dan Naïve Bayes. Implementasi metode Decision Tree C4.5 dan Naïve Bayes menggunakan RapidMiner. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasil klasifikasi menunjukkan bahwa metode Naïve Bayes lebih baik dengan akurasi sebesar 84,00% , nilai precision sebesar 83,10%, dan nilai recall sebesar 82,01%. Sedangkan pada metode Decision Tree C4.5 nilai akurasi sebesar 82,33%, nilai precision sebesar 81,64%, dan nilai recall sebesar 80,81%
Pengendalian Supply Beban Pada Sistem Pebangkit Hybrid
RINGKASAN Pembangkit Listrik Tenaga Surya dihibridasi dengan sistem pembangkit yang lain yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Angin menjadi salah satu energi alternatif yang menjanjikan di Indonesia. Hibridasi pembangkit listrik adalah menggunakan 2 atau lebih pembangkit listrik dengan sumber energi yang berbeda. Umumnya dikombinasikan dan disupply denganPLN dan Genset, sehingga diperoleh sinergi yang memberikan keuntungan ekonomis maupun teknis(keandalan sistem supply). Tujuan utama dari sistem hibrid pada dasarnya adalah berusaha menggabungkan dua atau lebih sumber energi (sistem pembangkit) sehingga dapat saling menutupi kelemahan masing-masing dan dapat dicapai keandalan supply dan efisiensi penggunaannya (Mansyur, 2012).Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat Sistem Pembangkit Hybrid dengan Pengendalian Supply Beban agar energi listrik yang dibangkitkan seimbang dengan penggunaan beban yang dikeluarkan sehingga Pembangkit Hybrid akan maksimal penggunaanya dan tidak terjadi Black Out.Dari hasil penelitian yang dilakukan pengukuran pengujian sel surya menunjukan intensitas cahaya tertinggi selama pengujian yaitu terjadi pada pengujian hari ke 3 pukul 12.00 dengan intensitas cahaya matahari sebesar 567 Lux serta dengan nilai tegangan 21.22 V dan arus 0.30 A.sedangkan intensitas cahaya matahari terendah pada hari ke 3 pukul 17.00 dengan intensitas cahaya matahari 56 Lux dengan nilai tegangan 5.5 V dan arus 0.15. Dari data hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa intensitas cahaya matahari mempengaruhi daya yang dihasilkan oleh sel surya. Ketika intensitas cahaya matahari rendah maka sumber energi dari sel surya akan digantikan oleh sumber energi dari PLN dan Genset
Pengembangan Modul Digital Interaktif Gambar Teknik Elektro Dengan Mengintergrasikan CTL Untuk Meningkatkan Kompetesi Menggambar Pada Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Suryandaru, Risang. 2017. Pengembangan Modul Digital Interaktif Gambar Teknik Elektro Dengan Mengintergrasikan CTL Untuk Meningkatkan Kompetesi Menggambar Pada Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Setiadi C.P., M.Pd., M.T., (II) Drs. Hari Putranto, M.Pd. Kata Kunci : Modul Digital Interaktif, Gambar Teknik, CTL, ADDIE, Pengembangan Borg & Garl Berdasarkan hasil wanawancara dengan dosen pengampu mata kuliah Gambar Teknik Jurusan Elektro Universitas Negeri Malang (Drs. Hari Putranto, M.Pd). Mahasiswa sekarang menuntut menuntut lebih banyak waktu yang berkualitas untuk bisa berdiskusi dan memahami perkuliahan. Karena keterbatasan waktu perkuliahan, alternatifnya adalah dikembangkan bahan ajar modul digital interaktif yang bisa memberi banyak waktu dan kesempatan mahasiswa untuk berdiskusi kapanpun dan dimanapun. Agar modul digital interaktif dapat digunakan secara eferktif, maka pemilihan materi yang sesuai sangat diperlukan. Tujuan dari pengembangan adalah menyusun dan menghasilkan modul digital interaktif Gambar Teknik Elektro yang kontekstual dan sudah tervalidasi untuk mata kuliah Gambar Teknik. Serta meningkatkan kompetensi menggambar pada mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Metode pengembangan yang digunakan oleh pengembang adalah metode pengembangan ADDIE untuk pengembangan media modul digital interaktif dan alur langkah pengembangan Borg & Garl untuk pengembangan materi modul Gambar Teknik Elektro. Tahapan dalam pengembangan media adalah (1) analisis; (2) desain produk; (3) pengembangan media; (4) implementasi; dan (5) evaluasi. Sedangkan untuk isi (materi) pada modul digital interaktif gambar teknik elektro adalah (1) pengumpulan informasi awal; (2) perencanaan; (3) pengembangan modul awal; (4) uji coba terbatas dari revisi produk; dan (5) uji coba luas dari revisi produk. Hasil dari pengembangan adalah (1) proses pengembangan modul pembelajaran dilakukan dalam lima tahapan utama yaitu menganalisis kebutuhan, merancang dan membuat modul, pengujian kelayakan serta pengujian keefektifan modu; (2) pengujian kelayakan didapatkan nilai persentase rata-rata 91% dengan kriteria "sangat baik" dan disimpulkan modul pembelajaran Gambar Teknik Elektro layak digunakan untuk proses pembelajaran; dan (3) pengujian peningkatan kompetensi dilakukan dengan membandingkan nilai posttest kelas eksperimen dengan nilai posttest kelas kontrol didapatkan hasil nilai thitung = 5,605. Dengan kesimpulan penggunaan modul yang dikembangkan dapat meningkatakan kompetensi menggambar mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universutas Negeri Malang.
Pengaruh Perbedaan Model Pembelajaran Problem Posing Dipadu Dengan Blended Learning Model PembelajaranProblem Posing Dipadu Dengan ELearningTerhadap Keaktifan Dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMK Islam Blitar Mata Pelajaran Rancang Bangun Jaringan.
ABSTRAK Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di SMK Islam Blitar pada siswa kelas XI TKJ mata pelajaran Rancang Bangun Jaringan adalah sebagai berikut: (1) guru masih menggunakan metode ceramah; (2) siswa terpaku pada penjelasan guru dan cenderung pasif; (3)belum dimanfaatkannya sarana prasarana secara maksimal; (4) keaktifan siswa rendah sehingga menyebabkan hasil belajar siswa kurang maksimal. Berdasarkan hasil observasi diatas agar dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa serta tercapainya tujuan pembelajaran dalam mata pembelajaran rancang bangun jaringan, maka perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Posing dipadu dengan Blended Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan model pembelajaran problem posing dipadu dengan blended learning dan model pembelajaran problem posing dipadu dengan E-Learning terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa kelas XI TKJ di SMK Islam Blitar. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen, dengan desain pola Pretest – Posttest Control Group Desain. Dengan sampel sebanyak 2 kelas, yaitu kelas eksperimen 1 dengan diberi pembelajaran Problem Posing Dipadu Dengan Blended Learning dan kelas eksperimen 2 yang diberi pembelajaran Problem Posing Dipadu Dengan E-Learning. Instrumen yang digunakan adalah tes bentuk pilihan ganda dan lembar observasi untuk mengetahui keaktifan siswa. Sebelum instrumen tes digunakan, perlu diuji terlebih dahulu dengan menggunakan uji validitas dan reabiltas. Analisis data menggunakan uji t. Data hasil perhitungan nilai pengetahuan diperoleh nilai hitung sebesar 2,603 dengan nilai signifikansi sebesar 0,012 < 0,05. Data hasil perhitungan nilai sikap memiliki signifikansi sebesar 0,032 < 0,05. Data hasil perhitungan nilai keterampilan memiliki signifikansi sebesar 0,023 < 0,05. Serta data hasil perhitungan nilai keaktifan memiliki signifikansi sebesar 0,043 < 0,05. Maka dapat dikatakan bahwa nilai signifikansi < 0,05. Hal tersebut menunjukkan hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Sehigga, dengan demikian terdapat pengaruh perbedaan model pembelajaran problem posing dipadu dengan blended learning model pembelajaranproblem posing dipadu dengan E-Learning terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa kelas XI TKJ di SMK Islam Blitar
Hubungan antara Etika Kerja dan Pemahaman dalam Pembekalan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) terhadap Kompetensi Praktik Kerja Industri Siswa Kelas XII Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri di Kabupaten Jombang
ABSTRAK Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Kabupaten Jombang telah melaksanakan praktik kerja industri (Prakerin) sesuai dengan prosedur seperti mengadakan pembekalan dan alur pelaksanaan prakerin, tetapi masih terdapat siswa yang kurang memperhatikan pembekalan yang telah didapat dari sekolah sehingga dalam pelaksanaan prakerin siswa sering terjadi kebingungan, dan kurang beradaptasi dengan lingkungan prakerin, serta masih terdapat gejala-gejala yang sering terjadi dalam kesiapan praktek kerja industri yaitu administrasi prakerin yang kurang lengkap atau tidak menunjukkan etika kerja yang seharusnya dimiliki siswa. Kompetensi praktik kerja industri (Y) adalah penilaian kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu pekerjaan industri yang didasari oleh pengetahuan serta keterampilan, hal itu dipengaruhi oleh etika kerja (X1) dan pemahaman dalam pembekalan PSG (X2). Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Deskripsi X1, X2, dan Y, (2) mengungkap hubungan positif dan signifikan antara X1 terhadap Y, (3) mengungkap hubungan positif dan signifikan antara X2 terhadap Y, (2) mengungkap hubungan secara simultan antara X1, X2 terhadap Y. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Penelitian ini dilakukan untuk siswa kelas XII program keahlian TKJ SMK Negeri di Kabupaten Jombang dengan jumlah populasi 2 sekolah subjek populasi 170 siswa. Dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling atas dasar rumus Issac Michael diperoleh sampel penelitian sebanyak 118 siswa. Pengumpulan data dalam peneliitian ini untuk variabel etika kerja (X1) dan pemahaman dalam pembekalan PSG (X2) menggunakan instrumen penelitian berupa angket. Selain itu variabel kompetensi praktik kerja industri (Y) menggunakan dokumen dari sekolah berupa nilai prakerin . Dari hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis regresi ganda dengan bantuan SPSS 20. Hasil penelitian mengungkapkan (1) X1 terhadap Y terdapat hubungan positif dan signifikan (rx1y = 0,400, p= 0,000), (2) X2 terhadap Y terdapat hubungan positif dan signifikan (rx1y = 0,312, p= 0,001), dan (1) X1,X2 terhadap Y mempunyai hubungan secara simultan dengan nilai F sebesar 25,114. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara etika kerja (X1) terhadap kompetensi prakerin siswa (Y) dengan tingkat kekuatan hubungan sedang, (2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pemahaman dalam pembekalan PSG (X2) dengan tingkat kekuatan hubungan rendah, (3) terdapat hubungan secara simultan antara etika kerja (X1) dan pemahaman dalam pembekalan PSG (X2) terhadap kompetensi praktek kerja industri siswa (Y), dengan sumbangan efektif dari etika kerja selama prakerin (X1) dan pemahaman dalam pembekalan PSG (X2) sebesar 18,44% dan 11,96% sisanya disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini