SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    2357 research outputs found

    STUDI IMPLEMENTASI PERMENDIKBUD NO.45 TAHUN 2015 PADA GURU TIK DALAM MEMBERIKAN LAYANAN BIMBINGAN DAN PENGELOLAAN TIK DI SMA SE-KABUPATEN LUMAJANG

    No full text
    ABSTRAK   Indriyani, Khusnul. 2018. Studi Implementasi Permendikbud No 45 Tahun 2015 pada Guru TIK dalam Memberikan Layanan Bimbingan dan Pengelolaan TIK di SMA Se-Kabupaten Lumajang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.   Kata Kunci: Permendikbud No.45 Tahun 2015, Guru TIK, Layanan Bimbingan TIK,  Pengelolaan TIK. Permendikbud No. 45 Tahun 2015 merupakan seperangkat aturan mengenai tugas guru TIK di SMA dalam melaksanakan Kurikulum 2013. Sejalan dengan tujuan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk meningkatkan sistem manajemen sekolah berbasis TIK, guru TIK memiliki tugas baru yaitu sebagai fasilitator layanan bimbingan dan pengelolaan TIK kepada tenaga kependidikan. Oleh karena itu, guru TIK dituntut untuk memiliki kemampuan dalam mengelola TIK untuk meningkatkan pelayanan serta menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Tujuan dilaksanakan penelitian ini yaitu untuk 1) mendeskripsikan layanan bimbingan TIK yang dilaksanakan di SMAN Klakah, SMA Islam Lumajang dan SMAN 1 Lumajang, 2) mendeskripsikan pengelolaan TIK yang dilaksanakan di SMAN Klakah, SMA Islam Lumajang dan SMAN 1 Lumajang, 3) mendeskripsikan kesesuaian  implementasi layanan bimbingan dan pengelolaan TIK dengan Permendikbud No.45 Tahun 2015 di SMAN Klakah, SMA Islam Lumajang dan SMAN 1 Lumajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multikasus. Subyek dalam penelitian ini adalah guru TIK di SMAN Klakah, SMA Islam Lumajang dan SMAN 1 Lumajang. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi analisis data kasus individu dan analisis data lintas kasus dengan tahap (1) pengumpulan data, (2) penyajian data, (3) reduksi data, (4) verifikasi/penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan yaitu: (1) kredibilitas, (2) keteralihan, (3) ketergantungan dan (4) kepastian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan TIK bagi tenaga kependidikan di SMA se-Kabupaten Lumajang telah dilaksanakan secara individual namun belum terprogram dan terjadwal. Layanan bimbingan TIK dilakukan ketika tenaga kependidikan memiliki permasalahan bidang TIK bukan untuk mengembangkan sistem manajemen sekolah berbasis TIK. Pengelolaan TIK yang dilaksanakan disesuaikan dengan sarana dan prasarana sekolah seperti pengelolaan data menggunakan komputer, ketersediaan website, pengisian Dapodik, pengisian SIMPAK dan ketersediaan e-learning. Kurangnya sosialisai mengenai layanan bimbingan dan pengelolaan TIK sesuai dengan Permendikbud menjadi salah satu faktor belum sesuainya pelaksanaan layanan bimbingan TIK. Berdasarkan kesimpulan, guru TIK sebaiknya mampu melaksanakan layanan bimbingan TIK dan pengelolaan TIK khususnya bagi tenaga kependidikan secara terprogram dan terjadwal. Selain itu, sebaiknya pihak sekolah mensosialisasikan isi dari Permendikbud No.45 Tahun 2015 serta pedoman dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan pengelolaan TIK agar dapat meningkatan manajemen sekolah berbasis TIK

    Trainer Arduino Mega 2560 Sebagai Pengontrol Trainer Lift 4 Lantai Pada Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Adhitama, Abi. 2018. Trainer Arduino Mega 2560 Sebagai Pengontrol Trainer Lift 4 Lantai Pada Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Slamet Wibawanto, S.T., M. T., (2) Dyah Lestari, S.T., M. Eng   Kata Kunci: Mikrokontroler, Trainer, Arduino Mega 2560, Lift 4 Lantai. Mata kuliah Workshop Otomasi Industri (PTEL623) merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa S1 Teknik Elektro, Universitas Negeri Malang. Dalam mencapai kompetensi matakuliah tersebut, diperlukan media yang menunjang pembelajaran, salah satunya adalah trainer pada kompetensi sistem kendali berbasis mikrokontroler. Berdasarkan hasil observasi, pada kompetensi tersebut banyak media pembelajaran, bahan ajar yang kurang mendukung, Dan belum sesuai dengan kebutuhan kompetensi tersebut dikarenakan belum ada pengembangan. Trainer Lift 4 Lantai adalah salah satu trainer pada matakuliah tersebut yang sudah ada, akan tetapi perlu dikembangkan karena input/output belum memvisualisasikan sistem yang sesungguhnya. Hal ini mengakibatkan proses pembelajaran mata kuliah Workshop Otomasi Industri Yang berhubungan dengan sistem kontrol mikrokontrolel kurang maksimal. Merujuk dari permasalahan tersebut, maka dibutuhkan pengembangan Trainer Arduino Mega 2560 sebagai pengontrol Trainer Lift 4 Lantai pada JurusanTeknik Elektro Universitas Negeri Malang. Trainer ini menggunakan model pengembangan yang digunakan dari kajian teori tentang beberapa model yang sudah dijelaskan serta beberapa keterbatasan penelitian dan kebutuhan penelitian yang sudah dikemukakan pada kajian teori maka diambil langkah-Langkah pengembangan sebagai berikut: (1) Analisis Kebutuhan dan Desain, (2) Proses Pengembangan, (3) Validasi dan Uji Coba. Dari hasil data kuantitatif didapatkan hasil nilai validasi sebesar 100 % oleh ahli 1 dan 93,33% oleh ahli 2. Pada pengujian terhadap subjek uji coba mendapatkan hasil validasi 95,31%. Berdasarkan nilai persentase yang didapatkan, Trainer dapat digunakan pada pembelajaran kompetensi memproduksi sistem kontrol mikrokontroler pada Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang

    Pengembangan Modul Digital Interaktif GambarTeknik ElektroDenganMengintergrasikan CTL Untuk Meningkatkan Kompetesi Menggambar Pada Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Suryandaru, Risang. 2017. Pengembangan Modul Digital Interaktif GambarTeknik ElektroDenganMengintergrasikan CTL Untuk Meningkatkan Kompetesi Menggambar Pada Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing :   (I)Dr. Setiadi C.P., M.Pd., M.T., (II) Drs. Hari Putranto, M.Pd.   Kata Kunci : Modul Digital Interaktif, Gambar Teknik, CTL, ADDIE,  Pengembangan Borg & Garl   Berdasarkan hasil wanawancara dengan dosen pengampu mata kuliah Gambar Teknik Jurusan Elektro Universitas Negeri Malang  (Drs. Hari Putranto, M.Pd). Mahasiswa sekarang menuntut menuntut lebih banyak waktu yang berkualitas untuk bisa berdiskusi dan memahami perkuliahan. Karena keterbatasan waktu perkuliahan, alternatifnyaadalah dikembangkan bahan ajar modul digital interaktif yang bisa memberi banyak waktu dan kesempatan mahasiswa untuk berdiskusi kapanpun dan dimanapun.Agar modul digital interaktif dapat digunakan secara eferktif, maka pemilihan materi yang sesuai sangat diperlukan. Tujuan dari pengembangan adalah menyusun dan menghasilkan modul digital interaktif Gambar Teknik Elektro  yang kontekstual dan sudah tervalidasi untuk mata kuliah Gambar Teknik. Serta meningkatkan kompetensi menggambar pada mahasiswa Prodi  S1 Pendidikan Teknik Elektro  Universitas Negeri Malang. Metode pengembangan yang digunakan oleh pengembang adalah metode pengembangan ADDIE untuk pengembangan media modul digital interaktif  dan alur langkah pengembangan Borg & Garl untuk pengembangan materi modul Gambar Teknik Elektro. Tahapan dalam pengembangan media adalah (1) analisis; (2) desain produk; (3) pengembangan media; (4) implementasi; dan (5) evaluasi. Sedangkan untuk isi (materi) pada modul digital interaktif gambar teknik elektro adalah (1) pengumpulan informasi awal; (2) perencanaan; (3) pengembangan modul awal; (4) uji coba terbatas dari revisi produk; dan (5) uji coba luas dari revisi produk. Hasil dari pengembangan adalah (1) proses pengembangan modul pembelajaran dilakukan dalam lima tahapan utama yaitu menganalisis kebutuhan, merancang dan membuat modul, pengujian kelayakan serta pengujian keefektifan modu; (2) pengujiankelayakan didapatkan nilai persentase rata-rata 91% dengan kriteria "sangat baik" dan disimpulkan modul pembelajaran Gambar Teknik Elektro layak digunakan untuk prosespembelajaran; dan (3) pengujian peningkatan kompetensi dilakukan dengan membandingkannilai posttest kelas eksperimen dengan nilai posttest kelas kontrol didapatkan hasilnilaithitung = 5,605. Dengan kesimpulan penggunaan modul yang dikembangkandapat meningkatakan kompetensi menggambar mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universutas Negeri Malang.      

    Pengaruh Model Pembelajaran Drill and Practice terhadap Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Pemrograman Dasar Kelas X RPL di SMK Negeri 1 Sukorejo

    No full text
    ABSTRAK   Kemampuan pemahaman yang rendah dan tingkat keaktifan siswa yang rendah dapat mengakibatkan hasil belajar peserta didik menjadi rendah. Penggunaan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dapat meningkatkan hasil belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh positif penggunaan model pembelajaran  drill and practice terhadap hasil belajar mata pelajaran pemrograman dasar kelas X RPL di SMK Negeri 1 Sukorejo. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi experiment dan desain pretest-posttest control group design. Penelitian ini dilakukan pada siwa kelas X RPL SMK Negeri 1 Sukorejo tahun angkatan 2017/2018 sejumlah 72 siswa. Sampel yang digunakan pada kelas X RPL 1 sebagai kelas eksperimen dengan penerapan model pembelajaran drill and practice sejumlah 36 siswa dan 36 siswa pada kelas kontrol dengan penerapan model pembelajaran konvensional. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis pengaruh model pembelajaran drill and practice adalah uji-t menggunakan teknik Independent Sample t-Test. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan software SPSS 16 for windows. Hasil uji hipotesis hasil belajar ranah afektif menunjukkan bahwa thitung (3,920) > ttabel (1,689), ranah kognitif yaitu thitung (7,301) > ttabel (1,689), sedangkan ranah psikomotorik yaitu thitung (3,547) > ttabel (1,689), dapat diartikan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat diartikan terdapat pengaruh positif penggunaan model pembelajaran drill and practice terhadap hasil belajar ranah afektif, kognitif dan psikomotorik pada mata pelajaran pemrograman dasar kelas X RPL di SMK Negeri 1 Sukorejo. Kesimpulan dalam penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran drill and practice berpengaruh postif terhadap hasil belajar ranah afektif, kognitif dan psikomotorik mata pelajaran pemrograman dasar kelas X RPL di SMK Negeri 1 Sukorejo. Hal ini dapat dibuktikan dengan pengujian hipotesis yang telah dilakukan.

    Pengembangan Media Pembelajaran Mata Pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar Kelas XI Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan di SMKN 2 Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Taufiq, Mochammad Azka. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Mata Pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar Kelas XI Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan di SMKN 2 Blitar. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suwasono, M.T. (II) Dr. Eng. Muhammad Ashar, S.T., M.T   Kata Kunci: Media Pembelajaran, Flash, Komputer dan Jaringan Dasar   Penelitian pengembangan banyak dilakukan di berbagai bidang sesuai dengan tujuan dari penelitian yang dilakukan, termasuk di bidang pendidikan. Latar belakang dari penelitian pengembangan ini adalah penggunaan berbagai macam media pembelajaran yang masih kurang maksimal, dan pemanfaatan media pembelajaran sebagai alat bantu untuk siswa. Berdasarkan hasil survey dan observasi yang dilakukan di SMKN 2 Blitar, diperoleh potensi dan masalah yang muncul. Potensi yang ada yaitu SMKN 2 Blitar memiliki fasilitas serta infrastruktur pembelajaran teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) yang cukup lengkap dan layak digunakan. Bengkel jurusan TKJ pun telah menyediakan fasilitas oendukung yang memadahi berupa komputer sebagai penunjang pembelajaran. Dan siswa di SMKN 2 Blitar dari jurusan TKJ kelas XI hampir 70% sudah memiliki laptop. Sedangkan permasalahan yang muncul, media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran terkesan monoton sehingga peserta didik merasa bosan dan kurang tertarik dengan materi yang disampaikan oleh guru. Oleh karena itu dibutuhkan adanya inovasi dalam mengembangkan media pembelajaran agar produk yang dihasilkan dapat menjadi media pembelajaran yang lebih bervariasi dan menarik. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah (1) Merancang dan membuat sebuah media pembelajaran dalam mata pelajaran komputer dan jaringan dasar pada siswa kelas X SMKN 2 Blitar, (2) Serta Untuk uji kelayakan media pembelajaran perbaikan dan setting ulang koneksi jaringan di SMKN 2 Blitar. Berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan menggunakan angket, diperoleh hasil dari ahli materi I dan II sebesar 89,58%, dari ahli media memperoleh 90%, serta dari peserta didik sebesar 90,10%. Secara keseluruhan, diperoleh nilai rata-rata dari seluruh validator sebesar 89,89%. Sehingga dapat disimpulkan pengembangan media pembelajaran pada mata pelajaran Perbaikan dan Setting Ulang Koneksi Jaringan dinyatakan valid dan layak untuk digunakan

    Pengaruh Faktor Internal dan Faktor Eksternal Terhadap Hasil Belajar Matakuliah Dasar Pemrograman Komputer Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Maharani, Isabella P. 2017. Pengaruh Faktor Internal dan Faktor Eksternal Terhadap Hasil Belajar Matakuliah Dasar Pemrograman Komputer Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom (2) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd.   Kata Kunci: faktor internal, faktor eksternal, hasil belajar pemrograman.   Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri individu, sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) deskripsi faktor internal, faktor eksternal, dan hasil belajar pada matakuliah Dasar Pemrograman Komputer mahasiswa S1 PTI UM, (2)  signifikansi pengaruh faktor internal terhadap hasil belajar matakuliah Dasar Pemrograman Komputer mahasiswa S1 PTI UM, (3) signifikansi pengaruh faktor eksternal terhadap hasil belajar matakuliah Dasar Pemrograman Komputer mahasiswa S1 PTI UM, dan (4) signifikansi pengaruh secara simultan faktor internal dan faktor eksternal terhadap hasil belajar matakuliah Dasar Pemrograman Komputer mahasiswa S1 PTI UM.Variabel bebas penelitian ini terdiri dari faktor internal (X_1) dengan sub variabel (1) minat belajar, (2) kreativitas belajar, dan (3) kemandirian belajar dan faktor eksternal (X_2) dengan sub variabel (1) lingkungan keluarga, (2) lingkungan sekolah, dan (3) lingkungan masyarakat. Sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar matakuliah Dasar Pemrograman Komputer (Y). Penelitian ini menggunakan desain penelitian ex-post-facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa S1 PTI UM angkatan 2013 - 2016 yang berjumlah 693 mahasiswa dan sampel yang digunakan berjumlah 170 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified proportional random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis pengaruh faktor internal terhadap hasil belajar diperoleh nilai t_hitung (6,781) lebih besar dari nilai t_tabel (1,974) dengan signifikansi 0,000 maka faktor internal berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar matakuliah Dasar Pemrograman Komputer. Analisis pengaruh faktor eksternal terhadap hasil belajar diperoleh nilai t_hitung (3,767) lebih besar dari nilai t_tabel (1,974) dengan signifikansi 0,000 maka faktor eksternal berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar matakuliah Dasar Pemrograman Komputer. Analisis pengaruh faktor internal dan faktor eksternal terhadap hasil belajar diperoleh nilai F_hitung (42,403) lebih besar dari nilai F_tabel (3,050) dengan signifikansi 0,000 maka faktor internal dan faktor eksternal secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar matakuliah Dasar Pemrograman Komputer. Besar R_square adalah 0,337. Hal ini berarti hasil belajar matakuliah Dasar Pemrograman Komputer dipengaruhi oleh faktor internal (X_1) dan  faktor eksternal (X_2) sebesar 33,7% sedangkan sisanya 66,3% disebabkan oleh faktor lain. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor internal dan faktor eksternal berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar matakuliah Dasar Pemrograman Komputer mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang.  

    Pengembangan Bahan Ajar Smart Relay Pemrograman Ladder Berbasis Proyek Untuk Mata Pelajaran Sistem Kontrol Terprogram Kelas XI Program Studi Teknik Otomasi Industri Di SMK

    No full text
    ABSTRAK   Ichsan, B.R. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Smart Relay Pemrograman Ladder Berbasis Proyek Untuk Mata Pelajaran Sistem Kontrol Terprogram Kelas XI Program Studi Teknik Otomasi Industri Di SMK. S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang, pembimbing (1) Drs. Slamet Wibawanto, M.T., (2) Drs. Dwi Prihanto S.S.T., M.Pd.   Kata Kunci: bahan ajar, smart relay, pemrograman ladder,  proyek, sistem kontrol terprogram, teknik otomasi industri, kurikulum 2013   Berdasarkan observasi yang dilakukan pada beberapa toko buku di kota Malang antara lain: (1) Gramedia dan (2) Togamas, diketahui bahwa belum tersediamya bahan ajar cetak untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berdasarkan Kurikulum 2013 khususnya Sistem Kontrol Terprogram. Pelaksanaan pembelajaran memerlukan bahan ajar yang sesuai dengan kurikulum. Kenyataan menunjukkan bahwa bahan ajar yang dipergunakan dalam pembelajaran belum sesuai dengan kriteria Kurikulum 2013. Hal tersebut menunjukkan perlu adanya bahan ajar yang sesuai dengan kriteria Kurikulum 2013 yakni bahan ajar smart relay pemrogaman ladder berbasis proyek, agar peserta didik dapat mencapai kompetensi dasar Sistem Kontrol Terprogram jurusan Teknik Otomasi Industri SMK/MAK kelas X. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar pemrogaman ladder smart relay berbasis proyek dan mendeskripsikan kelayakan bahan ajarnya. Model penelitian dan pengembangan buku ajar yang digunakan adalah model Dick and Carey. Adapun langkah penelitian dan pengembangan sebagai berikut: (1) identify instructional goal(s); (2) conduct instructional analysis; (3) identify entry behaviours characteristics; (4) write performance objectives; (5) develop criterion referenced test itens; (6) develop instructional strategy; (7) develop and select instructional materials; (8) design and conduct formative evaluation; dan (9) revise instruction. Buku ajar ini telah divalidasi oleh ahli satu dan ahli dua serta telah diujicobakan kepada mahasiswa Teknik Elektro Universitas Negeri Malang melalui uji kelayakan. Kelayakan bahan ajar diketahui berdasarkan hasil angket. Hasil angket reviewer ahli mendapatkan skor 86,5 % (sangat valid), uji coba perseorangan mendapatkan skor 88,6 % (sangat valid), hasil angket siswa pada uji coba kelompok kecil mendapatkan skor 90,4 % (sangat valid), dan hasil angket siswa pada uji coba lapangan mendapatkan skor 94,2 % (sangat valid). Berdasarkan skor tersebut, bahan ajar dinyatakan valid dan layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah

    Hubungan Antara Kemanfaatan Praktik Industri dan Regulasi Diri Terhadap Kesiapan Mengajar Mahasiswa S1 Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang

    No full text
    Abstrak   Ardian S, Dedy. 2017. Hubungan Antara Kemanfaatan Praktik Industri dan Regulasi Diri Terhadap Kesiapan Mengajar Mahasiswa S1 Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. (II) Yuni Rahmawati, S.T., M.T.   Kata Kunci    : Kemanfaatan Praktik Industri, Regulasi Diri, Kesiapan Mengajar Mahasiswa.               Program studi S1 Pendidikan Teknik Elektro merupakan program studi untuk melahirkan calon guru di bidang teknik elektro sesuai dengan kompetensi lulusan yang dicanangkan mencakup kompetensi bidang keguruan dan kompetensi bidang keteknikan. Terdapat empat kompetensi guru salah satunya adalah kompetensi profesional. Kompetensi ini mencakup penguasaan materi dan penguasaan media / sumber belajar. Salah satu matakuliah wajib yang harus ditempuh untuk menyelesaikan studi S1 PTE adalah praktik industri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap kemanfaatan praktik industri terhadap penguasaan kompetensi profesional guru. Selain itu, untuk menjadi seorang guru profesional harus mampu mengendalikan peserta didik untuk mencapai tujuan belajar yang ditetapkan. Seorang guru harus mempunyai kemampuan untuk mengatur / mengendalikan diri sendiri sebelum mampu mengendalikan peserta didik. Kemampuan mengatur diri sendiri ini disebut dengan regulasi diri.             Hasil uji deskriptif dari penelitian ini mengungkapkan bahwa tingkat kemanfaatan praktik industri di jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang termasuk dalam kategori cukup dengan persentasi sebesar 48,4%. Tingkat regulasi diri mahasiswa program studi S1 PTE UM 2014 berada dalam kategori kurang  dengan persentasi sebesar 44,2%. Kesiapan mengajar mahasiswa S1 PTE UM 2014 berada dalam kategori cukup dengan persentasi 37,9%. Hasil Uji hipotesis mengungkapkan bahwa terjadi hubungan yang positif dan signifikan antara variabel bebas kemanfaatan praktik industri (X­1) dan regulasi diri (X2) terhadap variabel terikat kesiapan mengajar (Y) secara parsial maupun secara simultan. Nilai koefisien regresi linear r1=0,459 dan r2=0,315 sedangkan nilai koefisien regresi linear berganda R=0,462. Faktor-faktor yang berpengaruh tinggi terhadap variabel kesiapan mengajar yaitu keterampilan manajemen pekerjaan, pengetahuan, dan metakognisi. Berdasarkan fakta-fakta yang berhasil diungkap maka disimpulkan bahwa Ha1, Ha2, dan Ha3 diterima yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel X1 dan X2 terhadap Y baik secara parsial maupun simultan

    Pengembangan E-Learning Menggunakan Edmodo Pada Mata Pelajaran Animasi 2 Dimensi Untuk Siswa Kelas XI Jurusan Multimedia di SMK Muhammadiyah 1 Kota Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK     Munawaroh Rizqi. 2016. Pengembangan e-Learning Menggunakan Edmodo Pada Mata Pelajaran Animasi 2 Dimensi untuk Siswa Kelas XI Jurusan Multimedia di SMK Muhammadiyah 1 Kota Pasuruan. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahyu Sakti G.I., M. Kom. (II) Yuni Rahmawati, S.T., M.T.   Kata  Kunci:  e-Learning,  Edmodo,  Animasi 2 Dimensi, kelas XI.   e-Learning adalah salah satu revolusi di bidang pendidikan berbasis teknologi internet. Pembelajaran dengan e-Learning memiliki banyak kelebihan yaitu disamping untuk menyajikan materi pelajaran, e-Learning juga dilengkapi fasilitas seperti forum sebagai tempat diskusi antar pengguna, ruang chatting, kuis (evaluasi) sebagai tolok ukur tingkat pemahaman pengguna terhadap materi, dan juga video pembelajaran untuk menambah pengetahuan pengguna terhadap materi yang disampaikan. Tujuan membuat media pembelajaran e-Learning adalah memberikan kemudahan dan membantu siswa khususnya kelas XI SMK untuk jurusan Multimedia pada mata pelajaran Animasi 2  Dimensi, karena dengan e-Learning materi dapat diakses kapan saja dan dimana saja selama terhubung dengan internet. Hal ini dilatar belakangi dari analisis yang dilakukan terhadap proses pembelajaran khususnya mata pelajaran Animasi 2 Dimensi di SMK Muhammadiyah 1 Kota Pasuruan ditemukan beberapa kesenjangan yang bersifat substansial yaitu pembelajatan Animasi 2 Dimensi sampai saat ini masih menggunakan buku-buku, modul dan bahan ajar yang terbatas. Hal ini diperkuat oleh data bahwa siswa di SMK Muhammadiyah 1 Kota Pasuruan belum memiliki bahan ajar interaktif untuk melengkapi pembelajarannya, khususnya pada mata pelajaran Animasi 2 Dimensi. Dengan adanya Edmodo menjadi salah satu solusi keberagaman bahan ajar interaktif di SMK Muhammadiyah 1 Kota Pasuruan. Edmodo merupakan platform micoblogging yang dikembangkan untuk guru dan siswa serta orang tua. Dengan Edmodo guru bisa meng-upload materi/tugas dan siswa dapat mengakses kapanpun dan dimanapun. Sedangkan dari pihak orang tua dapat memantau kemajuan anaknya dalam hal nilai belajar.  Instrumen pengumpulan data yang digunakan pada pengembangan ini berupa angket yang disebarkan kepada ahli media, ahli materi, dan siswa. Obyek penelitian ini adalah siswa kelas XI jurusan Multimedia di SMK Muhammadiyah 1 Kota Pasuruan tahun pelajaran 2016-2017. Hasil validasi media pembelajaran berbasis e-Learning dengan menggunakan Edmodo dari ahli media mendapat presentase 82,8%, dari ahli materi mendapat presentase 85,4% dan dari responden mendapat 89,7%. Berdasarkan hasil validasi tersebut, media pembelajaran berbasis e-learning menggunakan Edmodo pada mata pelajaran Animasi 2 Dimensi untuk siswa kelas XI jurusan Multimedia dapat disimpulkan valid/layak  dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran di SMK Muhammadiyah 1 Kota Pasuruan

    Pengaruh Digital Literacy Skills dan Kesadaran Metakognitif terhadap Employability Skills Siswa SMK Kelas XII Kompetensi Keahlian Multimedia Kabupaten Madiun

    No full text
    ABSTRAK   Berdasarkan fakta yang terjadi, siswa SMK Negeri di Kabupaten Madiun Kompetensi Keahlian Multimedia tidak bekerja sesuai dengan kompetensi keahlian yang dimiliki, namun siswa mempunyai teknologi dan pengetahuan yang mumpuni untuk mencari referensi pekerjaan yang sesuai untuk mendukung employability skills. Sehingga penelitian ini bertujuan: (1) Mengetahui deskripsi digital literacy skills siswa SMK Negeri Kompetensi Keahlian Multimedia Se-Kabupaten Madiun; (2) Mengetahui deskripsi kesadaran metakognitif siswa SMK Negeri Kompetensi Keahlian Multimedia Se-Kabupaten Madiun; (3) Mengetahui deskripsi employability skills siswa SMK Negeri Kompetensi Keahlian Multimedia Se-Kabupaten Madiun; (4) Mengetahui pengaruh digital literacy skills terhadap employability skills siswa SMK Negeri Kompetensi Keahlian Multimedia Se-Kabupaten Madiun; (5) Mengetahui pengaruh kesadaran metakognitif terhadap employability skills siswa SMK Negeri Kompetensi Keahlian Multimedia Se-Kabupaten Madiun; (6) Mengetahui pengaruh digital literacy skills dan kesadaran metakognitif terhadap employability skills siswa SMK Negeri Kompetensi Keahlian Multimedia Se-Kabupaten Madiun. Populasi siswa adalah siswa SMK Kabupaten Madiun sebanyak 13 SMK. Kemudian dengan teknik kuota sampling sampel penelitian menjadi 3 SMK yaitu: (1) SMK N 1 Wonoasri; (2) SMK N 1 Gemarang; (3) SMKS PGRI 1 Mejayan yang respondennya berjumlah 113 siswa dan yang memenuhi kuota adalah 100 siswa. Metode penelitian ini yaitu deskriptif korelasional dengan data kuantitatif. Instrument pengambilan data menggunakan angket tertutup. Yang menghasilkan data terdistribusi normal dengan besar 0,661, dan linier, kemudian hasil deskriptif yang diperoleh untuk variabel digital literacy skills sebesar 77% dalam kategori baik, kesadaran metakognitif 88% dalam kategori baik dan employability skills 88% dalam kategori baik. Dengan korelasi parsial menghasilkan data yang siginifikan positif yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara digital literacy skills terhadap employability skills dan ada pengaruh yang signifikan antara kesadaran metakognitif terhadap employability skills siswa SMK Kelas XII Kompetensi Keahlian Multimedia Kabupaten Madiun. Kemudian dengan uji F menghasilkan data yang signifikan positif yang berarti ada pengaruh yang positif dan signifikan antara digital literacy skills dan kesadaran metakognitif terhadap employability skills siswa SMK Kelas XII Kompetensi Keahlian Multimedia Kabupaten Madiun. Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa SMK di Kabupaten Madiun memerlukan perhatian untuk mengawasi kinerja siswa agar mampu melakukan literasi dengan baik dan dibutuhkan kesadaran metakognitif agar siswa mampu menyadari manfaat digital, bagaimana ia harus menggunakan kemampuan digitalnya untuk mencari informasi penyelesaian masalah dengan baik dan benar sehingga mempunyai pengetahuan digital yang baik dan kesadaran metakognitif yang baik dan mampu memilih pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi keahlian yang dimiliki, mempunyai kreatifitas yang tinggi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki sehingga mampu menghasilkan gaji yang sama dengan pekerjaan lainnya

    0

    full texts

    2,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇