SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UMNot a member yet
2357 research outputs found
Sort by
Pengembangan Buku Digital Berbasis Andoid Pada Mata Pelajaran Pemrograman Web Untuk Siswa Paket Keahlian Teknik Komputer Jaringan Kelas X SMK
ABSTRAK Penerapan kurikulum 2013 belum disertai dengan tersedianya media pembelajaran sebagai penunjang proses pembelajaran di SMK. Dalam kurikulum 2013 siswa lebih dituntut untuk aktif, kreatif dan inovatif dalam setiap pemecahan masalah yang dihadapi di sekolah. Kurikulum 2013 menegaskan guru bukan satu-satunya sumber informasi, melainkan berperan sebagai fasilitator, dinamisator, dan motivator dalam pembelajaran. Sistem operasi Android bersifat open source, di mana setiap vendor dapat mengembangkan dan mengedarkannya menurut versi hasil pengembangannya. Aplikasi yang dikembangkan dan dimasukkan kedalam perangkat Android oleh setiap vendor maupun aplikasi global yang tersedia pada Play Store yang menyediakan berbagai jenis kategori apliasi termasuk salah satunya dari segi pendidikan. namun, mengingat betapa siswa menginginkan kemudahan untuk mendapatkan berbagai macam informasi, maka dibuatlah menjadi suatu aplikasi yang mampu menjadi sebuah Buku digital yang interaktif dan menarik untuk berbagai informasi yang diharapkan dapat membantu siswa dan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian pengembangan. Dalam mengembangkan suatu Buku digital yang interaktif maka dibutuhkan persiapan dan perencanaan yang teliti. Berdasarkan dengan tujuan penelitian, maka Metode ini dirancang dengan menggunakan prosedur pengembangan Sadiman (2001) yaitu menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa, merumuskan tujuan instruksional pembelajaran, merumuskan butir-butir materi, menyusun instrumen penilaian, menulis naskah media, validasi ahli, uji coba dan revisi, dan produk akhir. Prosedur ini menjelaskan langkah-langkah prosedural yang ditempuh dalam membuat Buku digital interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada uji coba lapangan Buku Digital Berbasis Android Pada Mata Pelajaran Pemrograman Web Untuk Siswa Paket Keahlian Teknik Komputer Jaringan Kelas X SMK dinyatakan valid dan layak. Dengan demikian Buku Digital Berbasis Andoid Pada Mata Pelajaran Pemrograman Web Untuk Siswa Paket Keahlian Teknik Komputer Jaringan Kelas X SMK hasil pengembangan ini layak digunakan oleh siswa
Pemetaan Keterserapan Lulusan Kompetensi Keahlian RPL Pada Industri Perangkat Lunak Bagi Siswa SMK di Kota Malang
ABSTRAK Indonesia memiliki pola pendidikan formal yang diselenggarakan secara berjenjang, pada jenjang pendidikan menengah ke atas pemerintah menetapkan dua kelompok besar yakni pendidikan umum (SMA/MAN) dan pendidikan kejuruan (SMK/MAK). Keberadaan SMK diasumsikan bahwa lulusannya mampu untuk mengembangkan kecakapan dan keterampilan kerja serta dapat mencetak lulusan yang siap kerja di bidangnya, namun tidak semua dapat terserap lapangan kerja yang sesuai dengan kompetensi keahlian yang telah ditekuni semasa SMK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterserapan lulusan kompetensi keahlian RPL Pada Industri Perangkat Lunak Bagi Siswa SMK di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian survei. Populasi pada penelitian ini adalah lulusan Kompetensi Keahlian RPL SMK Negeri Kota Malang pada tahun ajaran 2014/2015 sampai 2016/2017 dan Industri Perangkat Lunak di Kota Malang. Sampel penelitian untuk lulusan diambil menggunakan teknik proporsional stratified random sampling sebanyak 283 orang dan untuk Industri Perangkat Lunak menggunakan teknik sampel jenuh sebanyak 20 industri. Dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan beberapa metode yaitu metode angket, metode pengamatan/observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Kemudian data tersebut dianalisis melalui beberapa tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dilapangan menunjukkan bahwa lulusan kompetensi keahlian RPL SMK Negeri di Kota Malang yang dapat terserap di dunia kerja hanyalah sebanyak 46.6% lulusan. Dari seluruh responden yang bekerja yang dapat terserap di Industri Perangkat Lunak hanya sebesar 11.4%. Tuntutan dunia industri perangkat lunak terhadap produk SMK dengan kompetensi keahlian RPL semakin meningkat terutama dalam hal yang berkaitan dengan kualitas dan kemampuan lulusan, sehingga lulusan SMK dengan kompetensi keahlian RPL pada beberapa kompetensi belum memiliki tingkatan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Karena kurikulum SMK dan SKKNI yang telah ditetapkan oleh pemerintah rata-rata hanya berada pada tingkatan Beginning dan Intermediate namun kebutuhan Industri Perangkat Lunak berada pada tingkatan Advance
Kontribusi Tingkat Keterampilan Teknik dan Kematangan Vokasional Terhadap Minat Berwirausaha Siswa SMKN Kelas XI Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik di Kabupaten Pasuruan
ABSTRAK Zainulloh, Muhammad. 2018. Kontribusi Tingkat Keterampilan Teknik dan Kematangan Vokasional Terhadap Minat Berwirausaha Siswa SMKN Kelas XI Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik di Kabupaten Pasuruan. Skripsi Jurusan Teknik Elektro, Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Kata Kunci : Keterampilan Teknik, Kematangan Vokasional, Minat Berwirausaha Pendidikan di SMK bisa dibilang memilii sistem pembelajaran yang berbeda dengan sistem pendidikan yang terdapat di SMA. SMK memiliki banyak jurusan yang berbeda yang diharapkan mampu mengasah kemampuan setiap siswa saat memilih jurusan yang mereka sukai, salah satunya adalah Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL). Tidak hanya teori, siswa juga mendapatkan ilmu praktik agar siswa lebih mengasah keterampilan yang dimiliki dalam semua hal yang mengenai ketenagalistrikan. Selain itu SMK juga memberikan fasilitas Praktik Industri dimana siswa tersebut di kirim ke perusahaan untuk menangani dalam bidang ketenagalistrikan. Tujuannya mengenalkan pada siswa bagaimana suasana di dalam dunia kerja, siswa dapat mengembangkan keterampilan yang sudah diasah di sekolah untuk di terapkan di dalam dunia kerja. Peran tersebut ternyata belum dimaksimalkan siswa saat duduk di bangku SMK. Saat mereka sudah lulus, banyak siswa yang bingung mencari pekerjaan yang sesuai dengan apa yang mereka geluti saat berada di SMK. Alhasil kebanyakan dari lulusan SMK tersebut belum bisa memaksimalkan keterampilan dan keahlian vokasional saat berada di SMK terpaksa harus bekerja di luar apa yang mereka pelajari saat berada di sekolah. Jika siswa tersebut belum bisa mengasah keahlian TITL saat di SMK, mereka akan kalah bersaing dengan siswa yang sudah mengasah keterampilan mereka dan memaksimalkannya saat berada di dunia industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan antara (1) kontribusi tingkat keterampilan teknik () dengan minat berwirausaha (Y); (2) kematangan vokasional ( dengan minat berwirausaha (Y); (3) kontribusi tingkat keterampilan teknik () dan kematangan vokasional ( dengan minat berwirausaha (Y). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan yaitu expose facto dengan rancangan penelitian kuantitatif korelasional. Sampel penelitian ini adalah siswa SMKN kelas XI jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik yang terdapat di Kabupaten Pasuruan. Untuk mengungkap adanya hubungan antara variabel X1 dengan Y ataupun X2 dengan Y menggunakan analisis data korelasi parsial. Sedangkan untuk mengungkap hubungan X1 dan X2 secara simultan dengan Y menggunakan regresi ganda. Semua analisis tersebut dilakukan dengan bantuan SPSS
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SIMULASI DIGITAL KELAS X DI SMK MA’ARIF NU 04 PAKIS
ABSTRAK Triasih, Anik. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Simulasi Digital Kelas X di SMK Ma'arif NU 04 Pakis. Proposal Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Negeri Malang. Kata Kunci: Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, Simulasi Digital, dan Problem Based Learning. Dalam proses pembelajaran, kebanyakan guru dalam proses penyampaian materi pembelajaran hanya berpusat pada guru, sehingga keaktivan dan hasil belajar masih kurang. Model pembelajaran merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran, oleh karena itu model yang diterapkan harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku yaitu kurikulum 2013, serta sesuai dengan karakteristik materi yang dipelajari. Pembelajaran Simulasi Digital di SMK Ma'arif NU 04 Pakis masih menggunakan metode konvensional, hal ini menyebabkan aktivitas dan hasil belajar siswa yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hasil dari penerapan model Problem Based Learning untuk aktivitas dan hasil belajar siswa. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dengan menerapkan model Problem Based Learning yang prosedur penelitiannya terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Prosedur penelitian selanjutnya adalah teknik analisis uji coba instrumen, validitas, taraf kesukaran, dan daya pembeda. Pada teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, metode dokumentasi, dan metode tes. Pada metode analisisdata terdiri dari penilaian aktivitas belajar dan penilaian hasil belajar. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat perubahan pada hasil belajar dan aktivitas belajar siswa setelah menerapkan model Problem Based Learning. hasil observasi pada siklus I menunjukkan persentase rata-rata aktivitas belajar siswa sebesar 45,30%, dan pada siklus II meningkat menjadi 53,30%, lau meningkat di siklus III menjadi 58,60%. Rata-rata hasil tes evaluasi belajar siklus I yaitu 33,3%, dengan ketuntasan klasikal 22,2%, dimana siklus II dengan ketuntasan klasikal mencapai 66,53% dan diakhiri dengan siklus III sebesar 100%. Simpulan penelitian ini adalah, model Problem Based Learning mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Simulasi Digital di SMK Ma'arif NU 04 Pakis. Saran bagi siswa adalah siswa lebih berpartisipasi secara aktif dalam hal diskusi, siswa harus lebih dulu memahami materi diskusi, dan siswa dapat menemukan sendiri berbagai informasi yang dibutuhkan dalam permasalahan. Saran bagi guru, guru harus mempunyai kemampuan dalam hal pengelolaan kelas, dan guru dapat menghubungkan permasalahan dengan materi, serta menjadi fasilitator bagi siswa, agar siswa dapat berpartisipasi secara aktif dalam menyampaikan pendapatnya, dan bekerjasama untuk memecahkan permasalahan yang diberikan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CHALLENGE BASED LEARNING DIBANDINGKAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TKJ MATA PELAJARAN PEMROGRAMAN DASAR DI SMKN 1 UDANAWU BLITAR
ABSTRAK Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada bulan Agustus di SMKN 1 Udanawu pada Mata Pelajaran Pemrograman Dasar Kelas X TKJ, ditemukan masih banyak siswa yang belum aktif dan hasil belajarnya relatif masih rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu adanya inovasi model pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa serta materi yang diajarkan guna meningkatkan hasil belajar siswa. Subyek penelitian yang digunakan adalah siswakelas X TKJ 1 sebagai kelas eksperimen 1 yang menerapkan model pembelajaran Challenge Based Learning dan kelas X TKJ 2 sebagai kelas eksperimen 2 yang menerapkan model pembelajaran Creative Problem Solving. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi experimental design, dengan pola post test only control group design. Pengumpulan data dilakukan melalui tes (posttest) dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa(1) rata-rata hasil belajar ranah kognitif siswa kelas eksperimen 1 yang menerapkan model pembelajaranChallenge Based Learning lebih tinggi dibanding siswa kelas eksperimen 2 yang menerapkan model pembelajaran Creative Problem Solving,(2) rata-rata hasil belajar ranah afektif siswa kelas eksperimen 1 yang menerapkan model pembelajaranChallenge Based Learning lebih tinggi dibanding siswa kelas eksperimen 2 yang menerapkan model pembelajaran Creative Problem Solving
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS MOBILE MENGINTEGRASIKAN MODEL PEMBELAJARAN VAK (VISUAL, AUDITORY, KINESTHETIC) UNTUK MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN BELAJAR PEMROGRAMAN DASAR PADA SISWA KELAS X TKJ DI SMK NEGERI 2 SINGOSARI
ABSTRAK Pranata, Aguwin Ardi. 2018. Pengembangan E-Modul Berbasis Mobile Mengintegrasikan Model Pembelajaran VAK (Visual, Auditory, Kinesthetic) untuk Menumbuhkan Kemandirian Belajar Pemrograman Dasar Pada Siswa Kelas X TKJ di SMK Negeri 2 Singosari. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom., (II) Utomo Pujianto, S.Kom., M.Kom. Kata Kunci : E-Modul, Mobile, Kemandirian Belajar, Model Pembelajaran VAK. Menurut Majid (2011:91) guru, murid dan bahan ajar merupakan unsur yang dominan dalam proses pembelajaran. Ketiga unsur ini saling berkaitan, mempengaruhi serta tunjang menunjang antara satu dengan yang lainnya. Jika salah satu unsur tidak ada, maka kedua unsur yang lain tidak dapat berhubungan secara wajar dan proses pembelajaran tidak akan berlangsung dengan baik. Salah satu contoh dari bahan ajar adalah media pembelajaran. SMK Negeri 2 Singosari merupakan salah satu sekolah yang memiliki media pembelajaran yang terbatas. Terlihat dari hasil wawancara yang telah dilakukan kepada guru pengampu mata pelajaran Pemrograman Dasar di SMK Negeri 2 Singosari, hingga saat ini pembelajaran di dalam kelas masih menggunakan metode ceramah dan penggunaan Power point sebagai media penyampaian materi. Model pembelajaran ceramah yang diterapkan pada mata pelajaran Pemrograman Dasar kelas X TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) di SMK Negeri 2 Singosari membuat siswa kesulitan untuk belajar mandiri. Akibatnya terlihat dari hasil belajar siswa kelas X TKJ 1 dan 2 pada mata pelajaran Pemrograman Dasar masih tergolong rendah. Dilihat dari hasil belajar siswa, siswa yang telah mencapai standar kelulusan hanya 18 siswa sedangkan sisanya sebanyak 39 siswa masih dibawah standar kelulusan atau KKM. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu mengembang kan E-Modul (modul elektronik) berbasis mobile dengan mengintegrasikan model pembejalaran VAK (Visual, Auditory, Kinesthetic) yang berguna sebagai media pendukung pada mata pelajaran Pemrograman Dasar. Penggunaan model pembelajaran VAK diharapkan dapat menumbuhkan kemandirian belajar siswa, karena model pembelajaran VAK mengoptimalkan tiga modalitas belajar yang akan menyesuaikan karakteristik belajar siswa. Penelitian ini menggunakan model ADDIE yang terdiri dari: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Kelayakan penelitian dan pengembangan dari E-modul diperoleh dari hasil validasi dan uji coba dengan menggunakan penyebaran angket. Hasil pengembangan E-Modul dinyatakan valid, sehingga layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hal ini didukung melalui hasil persentase validasi oleh ahli media sebesar 96%, hasil persentase validasi oleh ahli materi sebesar 88%, hasil persentase uji coba produk sebesar 89%, hasil persentase uji coba pemakaian sebesar 88%, dan untuk kemandirian belajar siswa kelas X TKJ tergolong tinggi. Hal ini didukung melalui hasil penelitian yang didapat sebesar 80%
Pengembangan Bahan Ajar Digital Matakuliah Perencanaan Instalasi Listrik untuk Mengurangi Miskonsepsi Standarisasi dan Normalisasi Bentuk Simbol pada Mahasiswa TE UM
ABSTRAK Putri, Ade Citra. 2018. Pengembangan Bahan Ajar Digital Matakuliah Perencanaan Instalasi Listrik untuk Mengurangi Miskonsepsi Standarisasi dan Normalisasi Bentuk Simbol pada Mahasiswa TE UM. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Kata Kunci: Bahan Ajar, Perencanaan Instalasi Listrik, Mengurangi Miskonsepsi, Standarisasi dan Normalisasi Bentuk Simbol. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk: (1) membuat bahan ajar digital yang membahas tentang standarisasi dan normalisasi bentuk simbol matakuliah perencanaan instalasi listrik untuk mengurangi miskonsepsi mahasiswa D3 TRO dan S1 PTE, (2) menguji kelayakan bahan ajar untuk matakuliah perencanaan instalasi listrik tentang standarisasi dan normalisasi bentuk simbol, (3) mengetahui efektivitas penggunaan bahan ajar untuk mengurangi miskonsepsi tentang standarisasi dan normalisasi bentuk simbol. Jenis penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) dengan model penelitian Sugiyono dengan 10 tahap penelitian dan pengembangan. Uji kelayakan bahan ajar dilakukan oleh dua dosen ahli Teknik Elektro, mahasiswa D3 TRO angkatan 2015, mahasiswa D3 TRO angkatan 2016 dan mahasiswa S1 PTE angkatan 2015 untuk mengevaluasi kelayakan isi dan media menggunakan instrumen berupa angket. Sedangkan uji efektivitas bahan ajar menggunakan metode Certainty of Response Index (CRI) dengan bentuk soal pilihan ganda disertai indeks keyakinan jawaban melalui kegiatan pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelayakan bahan ajar perencanaan instalasi listrik tentang standarisasi dan normalisasi bentuk simbol memperoleh presentase kelayakan sebesar 83% dari dua dosen ahli yang artinya bahan ajar layak digunakan, 88% dari mahasiswa D3 TRO angkatan 2015 yang artinya bahan ajar sangat layak digunakan, sedangkan persentase 90% diperoleh dari mahasiswa D3 TRO angkatan 2016 dan S1 PTE 2015 yang artinya bahan ajar sangat layak digunakan dalam pembelajaran. Sedangkan dari hasil uji efektivitas bahan ajar diperoleh persentase kategori paham konsep meningkat sebanyak 70%, kategori miskonsepsi berkurang sebanyak 39%, dan kategori tidak paham konsep juga berkurang sebanyak 28%. Kesimpulan dari penelitian dan pengembangan ini terbukti bahwa bahan ajar perencanaan instalasi listrik sangat layak digunakan. Bahan ajar juga mampu mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa D3 TRO dan S1 PTE tentang materi standarisasi dan normalisasi bentuk simbol
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis "Power Point" pada Mata Pelajaran Pembuatan Pola Kelas X Busana Butik di SMKN 1 Turen
ABSTRAK Oktafiani, Ahsri. 2018. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis “Power Point” Pada Mata Pelajaran Pembuatan Pola Kelas X Busana Butik di SMKN 1 Turen. Skripsi, JurusanTeknologi Industri,Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dra. Nurul Aini, M.Pd, (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si. Kata Kunci : Media Pembelajaran, Power Point, Pembuatan Pola Media pembelajaran yang digunakan di SMKN 1 Turen pada mata pelajaran Pembuatan Pola kelas X Tata Busana di SMKN 1 Turen adalah Power Point gambar diam, hand out, bantuan papan tulis, serta gambar pola pada kertas berukuran besar. Berdasarkan observasi siswa lebih tertarik belajar menggunakan media Power Point dengan animasi garis dari pada dengan Power Point gambar diam. Selain itu menurut guru mata pelajaran Pembuatan Pola, dengan adanya media ini guru tidak terlalu lelah ketika menerangkan dan lebih mudah dipahami oleh siswa. Tujuan dari pengembangan media ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Power Point pada mata pelajaran Pembuatan Pola kelas X Busana Butik di SMKN 1 Turen. Serta memudahkan guru dalam menyampaikan materi, siswa dapat lebih mudah memahami materi, dan dapat belajar secara mandiri menggunakan media pembelajaran ini. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model Borg & Gall yang terdiri dari 10 langkah, yang kemudian diadopsi menjadi 5 langkah, yaitu: (1) Penelitian dan pengumpulan informasi awal, peneliti melakukan observasi awal pada saat Kajian Praktik Lapangan dan diperoleh hasil bahwa siswa lebih tertarik menggunakan media Power Point dengan animasi garis dari pada Power Point gambar diam. Data pada tahap ini yaitu data kualitatif yang diperoleh dari kritik dan saran guru mata pelajaran dan juga siswa kelas X Tata Busana (2) Perencanaan, merumuskan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan yang ingin dicapai yaitu media pembelajaran berbasis Power Point pada mata pelajaran pembuatan pola kelas X Tata Busana di SMKN 1 Turen mampu memotivasi siswa untuk belajar, maka pada tahap ini data yang diperoleh adalah data kualitatif (3) Pengembangan format produk awal, berupa pengembangan format produk awal atau draf awal kemudian membuat produk dan melakukan validasi kepada ahli materi dan melakukan revisi apabila ada revisi dari ahli materi, kemudian validasi ahli media, setelah itu melakukan revisi apabila ada revisi ahli media. Data yang diperoleh pada tahap ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari pengisian angket oleh ahli, dimana pada angket tersebut ahli dapat memberikan skor nilai. Sedangkan data kualitatif diperoleh dari kritik dan saran yang diberikan oleh ahli (4) Uji coba awal,dilakukan pada siswa kelas X Tata Busana 1 di SMKN 1 Turen. Data yang diperoleh dari tahap ini adalah data kuantitatif yaitu berupa skor nilai yang diberikan oleh siswa dengan cara pengisian angket dan data kualitatif diperoleh dari kritik dan saran. (5) Revisi produk, melakukan revisi berdasarkan hasil uji coba awal. Data yang diperoleh pada tahap ini yaitu data kualitatif berupa kritik dan saran yang digunakan sebagai acuan untuk melakukan revisi produk. Hasil penilaian yang diperoleh dari hasil validasi ahli materi adalah 98,13% dengan kualifikasi Sangat Valid, penilaian dari validasi ahli media adalah 83.9% dengan kualifikasi Cukup Valid, sedangkan dari hasil uji coba adalah 90,21% dengan kualifikasi Sangat Valid. Berdasarkan penilaian dari ahli materi, ahli media dan uji coba maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Power Point pada mata pelajaran Pembuatan Pola dapat dinyatakan valid dan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Saran peneliti dalam pengembangan media pembelajaran lebih lanjut adalah diharapkan media pembelajaran ini tidak sebatas menggunakan aplikasi Power Point, tetapi bisa menggunakan aplikasi seperti Adobe Flash, Adobe Photoshop atau Adobe Ilustrator, selain itu juga tidak hanya menjelaskan materi pembuatan pola dasar badan, pola dasar lengan, dan pola dasar rok, namun juga menjelaskan materi yang lain seperti membuat pola Drapping, pola busana anak, dll
Perbedaan Hasil Belajar Instalasi Motor Listrik Karena Perlakuan Model Challenge Based Learning Dibandingkan Model Problem Based Learning Pada Siswa Kelas XI Progam Keahlian Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Kab. Malang
Dari hasil pengamatan pada proses pembelajaran di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi mata pelajaran instalasi motor listrik diketahui bahwa pembelajaran masih terpusat pada guru. Siswa juga cenderung kurang antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. Hal tersebut mempengaruhi hasil belajar siswa. Salah satu cara agar hasil belajar siswa pada mata pelajaran instalasi motor listrik adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang membuat siswa antusias dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran yang dapat terapkan yaitu model Challenge Based Learning dan model Problem Based Learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan hasil belajar siswa karena perlakuan model Challenge Based Learning, (2) mendeskripsikan hasil belajar siswa karena perlakuan model Problem Based Learning, (3) mengetahui perbedaan pada hasil belajar ranah pengetahuan karena perlakuan model Challenge Based Learning dibandingkan model Problem Based Learning, dan (4) mengetahui perbedaan pada hasil belajar ranah keterampilan karena perlakuan model Challenge Based Learning dibandingkan model Problem Based Learning. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi Experimental Design dengan desain Pretest-Posttest. Teknik sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Pada penelitian ini ada dua kelas yang diteliti atau diterapkan perlakuan yaitu kelas A dan kelas B. Penerapan perlakuan pada kelas A dan kelas B adalah sama mengenai materi ajar, waktu, tujuan pembelajaran dan media yang digunakan. Perbedaan hanya pada penerapan model yang digunakan. Pada kelas A menggunakan model Challenge Based Learning dan kelas B menggunakan model Problem Based Learning. Sebelum diberi perlakuan kemampuan awal siswa di uji kesamaan dua rata-rata menggunakan uji-t dan uji prasyarat analisis dengan bantuan Software SPSS 21.0 . Setelah dilakukan diberi perlakuan kedua kelas akan dibandingkan dan dicari tingkat signifikansinya. Analisis perbedaan dilakukan menggunakan uji-t dengan bantuan Software SPSS 21.0 Independent Sample T-Test. . Hasil belajar pengetahuan kelas A memperoleh nilai rata-rata 85,86 sedangkan pada kelas B sebesar 80. Pada kelas A hasil belajar keterampilan memperoleh nilai rata-rata sebesar 90,15 sedangkan pada kelas B sebesar 84,31. Hasil uji normalitas pada data hasil belajar siswa kelas A dan B menunjukkan nilai Sig. > 0,05. Sehingga data hasil belajar siswa dinyatakan terdistribusi normal. Hasil uji homogenitas pada data hasil belajar kelas A dan B menunjukkan nilai Sig. > 0,05. Sehingga data hasil belajar siswa dinyatakan homogen. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa: (1) hasil belajar ranah pengetahuan pada kelas A lebih tinggi daripada hasil belajar pada kelas B, (2) hasil belajar ranah keterampilan pada kelas A lebih tinggi daripada hasil belajar pada kelas B, (3) terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar ranah pengetahuan kelas A karena perlakuan model Challenge Based Learning dibanding kelas B karena perlakuan model Problem Based Learning , dan (4) terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar ranah keterampilan kelas A karena perlakuan model Challenge Based Learning dibanding kelas B karena perlakuan model Problem Based Learning
Pengembangan Trainer Sistem Otomasi Motor Tiga Fasa Berbasis Mikrokontroler untuk Meningkatkan Kompetensi Pemrograman Sistem Otomasi pada Jurusan Teknik Elektronika Industri
ABSTRAK Trainer merupakan suatu media pembelajaran praktik yang digunakan untuk menunjang penyerapan pengetahuan menggunakan media benda nyata. Trainer dalam penyajiannya menyesuaikan pada kompetensi matapelajaran yang akan dicapai. Trainer Sistem Otomasi Motor Tiga Fasa ini menggunakan mikrokontroler sebagai pemroses data utamanya. Dalam pengaplikasiannya, trainer membutuhkan media cetak berupa buku tugas dan buku panduan penggunaan trainer. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan trainer sebagai media pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian pra-pengembangan yang dilakukan, diperoleh 4 masalah yang dapat diangkat sebagai topik penelitian. Pertama, masalah kondisi trainer yang perlu mengikuti perkembangan kurikulum dan perkembangan zaman untuk menyiapkan lulusan yang tidak gagap perkembangan teknologi. Kedua, masalah bahasa pemrograman yang digunakan masih sulit dipahami oleh peserta didik. Ketiga, masalah kondisi trainer yang masih bongkar pasang dan sering terjadi hubung singkat sehingga memperpendek waktu untuk memprogram. Keempat, masalah pencapaian hasil belajar pada aspek keterampilan yang masih belum dapat mencapai target yang diharapkanoleh para guru pelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk merancang, menguji validasi dan menguji keefektifitas dari hasil pengembangan media pembelajaran yang dilakukan. Perancangan dilakukan dengan menganalisis kebutuhan dan desain media pembelajaran. Uji validasi dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran yang dihasilkan. Sedangkan uji efektifitas dilakukan untuk mengetahui keunggulan produk dibandingkan dengan media pembelajaran lama. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall. Desain penelitian menggunakan One-Shot Case Study dan Randomized Pre-test Post-test Control Grup Design yang mengadaptasi dari penelitian eksperimen. Data penelitian untuk bahan pengembangan diperoleh dari angket dan tes hasil belajar peserta didik kelas XII TEI. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan tes. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap penelaahan data, tahap identifikasi dan klasifikasi data, serta tahap evaluasi data