SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UMNot a member yet
2357 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS MOBILE LEARNING SEBAGAI PENUNJANG MATAKULIAH KECERDASAN BUATAN PADA PROGRAM S1 PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Ramadhani, Achmad Ilham. 2018. Pengembagan Bahan Ajar Berbasis Mobile Learning sebagai Penunjang Matakuliah Kecerdasan Buatan Pada Program S1 Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang Pembimbing: (1) Dr. H. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T. (2) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Kata Kunci: Pengembangan, Media Kecerdasan Buatan, Mobile, Android. Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika merupakan salah satu Program Studi di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Terdapat beberapa matakuliah yang harus ditempuh oleh mahasiswa program studi tersebut. Salah satunya adalah matakuliah kecerdasan buatan. Berdasarkan observasi ditemukan masalah yaitu kesulitan dalam pemahaman materi pada matakuliah kecerdasan buatan sehingga dirasa mahasiswa memerlukan media penunjang lain berupa m-learning. Pengembangan media pembelajaran m-learning ini merupakan solusi untuk menangani permasalahan yang terjadi di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang. Selain itu dapat digunakan untuk mendukung kegiatan belajar bagi mahasiswa Teknik Elektro, khususnya prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika pada matakuliah kecerdasan buatan. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah (1) Merancang bahan ajar berbasis aplikasi smartphone untuk matakuliah kecerdasan buatan; (2) Mengembangkan bahan ajar berbasis aplikasi smartphone yang sesuai dengan matakuliah kecerdasan buatan; (3) Menguji kelayakan produk bahan ajar berbasis aplikasi smartphone pada matakuliah kecerdasan buatan. Dalam pengembangan produk bahan ajar ini, metode penelitian dan pengembangan mengacu pada model pengembangan Sugiyono. Model tersebut mempunyai langkah-langkah: (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) revisi desain; (6) uji coba produk; (7) revisi produk; (8) uji coba pemakaian; (9) revisi produk; (10) produk akhir. Berdasarkan validasi yang dilakukan oleh ahli media dan ahli materi, maka diperoleh persentase dari validator yaitu sebesar 92,42% untuk ahli media, 95,34% untuk ahli materi. Berdasarkan ujicoba yang dilakukan pada pengguna, maka diperoleh persentase sebesar 87,06% untuk uji coba kelompok kecil, dan 88,51% untuk uji coba kelompok besar. Nilai-nilai yang diperoleh tercantum dalam table validator dan table uji coba di bab 4. Berdasarkan kriteria validitas yang diadaptasi dari Akbar (2013), maka dapat dinyatakan bahwa bahan ajar berbasis mobile learning sangat valid dan layak untuk digunakan
Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Pada Mata Pelajaran Perakitan Komputer Kelas X TKJ Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Di SMK Muhammadiyah 5 Jember
ABSTRAK Rama Dwi Septiandi. 2018. Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Pada Mata Pelajaran Perakitan Komputer Kelas X TKJ Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Di SMK Muhammadiyah 5 Jember, Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd., (II) M. Zainal Arifin, S.Si., M.Kom. Kata Kunci : Problem Based Learning, Pemecahan Masalah, Perakitan Komputer. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dalam penelitian dengan guru mata pelajaran Perakitan Komputer kelas X TKJ 1 SMK Muhammadiyah 5 Jember, diperoleh data hasil belajar siswa yang rendah dan banyaknya siswa yang kurang memenuhi KKM yang telah ditentukan. Kegiatan pembelajaran yang cenderung kurang aktif dengan pembelajaran yang konvensional ditambah terbatasnya alat praktikum kejuruan. Hal ini tampak dari post-test yang diberikan kepada siswa. Dari 35 siswa yang mengikuti 21 siswa (60%) belum tuntas, sedangkan yang tuntas hanya 14 siswa (40%). Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan dan mengetahui persentase peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas X TKJ SMK Muhammadiyah 5 Jember pada mata pelajaran Perakitan Komputer. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Data penelitian diperoleh dari hasil tes tulis, tes sikap dan tes keterampilan dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Data tersebut dianalisis lalu dibahas dan pada akhirnyadapat diambil suatu kesimpulan. Penerapan model Problem Based Learning dalam penelitian ini dilakukan dengan 5 tahapan, yaitu: (1) orientasi peserta didik kepada masalah, (2) mengorganisasikan siswa belajar, (3) membimbing penyelidikan individu dan kelompok, (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, (5) menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas X TKJ SMK Muhammadiyah 5 Jember. Ada peningkatan ketuntasan belajar siswa pada siklus II 14,31% dari siklus I. Peningkatan hasil belajar siswa dan kemampuan pemecahan masalah pada siklus II sebesar 6,36% dari siklus I. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas X TKJ 1 SMK Muhammadiyah 5 Jember
PERBEDAAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PENERAPANMODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXPERT GROUPDIBANDINGKAN THINK PAIRSHARE BERBANTUAN MODUL PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARANKOMPUTER DAN JARINGAN DASAR KELAS X TKJ DI SMK NEGERI 7 MALANG
ABSTRAK Dalam dunia pendidikan, keberadaan peran dan fungsi guru merupakan salah satu faktor yang sangat signifikan. Guru perlu memahami hal-hal yang mempengaruhi proses belajar siswa, salah satu yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar siswa adalah faktor keaktifan belajar siswa, pemilihan model pembelajaran dan perangkat pembelajaran yang akan digunakan.Keaktifan siswa sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar sehingga siswa harus lebih aktif,karena siswa sebagai subjek didik yang merencanakan dan ia sendiri yang melaksanakan belajar. Namun kenyataannya, siswa masih cenderung pasif dan pembelajaran hanya berpusat pada guru. Upaya pengelolaan keaktifan dan hasil belajar dapat dilakukan dengan menerapkan suatu model pembelajaran dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran expert group dan think pair share (TPS) dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keaktifan dan hasil belajar siswa ranah pengetahuan, sikap, dan keterampilan pada kelas yang belajar menggunakan model pembelajaran expert group dan think pair share (TPS) pada mata pelajaran komputer dan jaringan dasar kompetensi menerapkan pengalamatan IP. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan pretest-post test control group design. Desain penelitian ini menggunakan dua kelas, kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran expert group dan kelas kontrol diterapkan model pembelajaran think pair share (TPS), Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji-t dan uji anova dua jalur. Hasil penelitian, dilihat dari uji-t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar ranah pengetahuan (sig.0,01
Pengembangan Sumber Belajar Simulasi dan Komunikasi Digital Berbasis Website Bermuatan Project Based Learning Untuk Siswa Kelas X TKJ di SMK Negeri 1 Blitar
ABSTRAK SMK Negeri 1 Blitar merupakan Sekolah Menengah Kejuruan yang memiliki program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan. Mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital merupakan salah satu mata pelajaran wajib bagi siswa SMK yang menerapkan sistem kurikulum 2013 (K13). Siswa dituntut untuk mempelajari, menguasai dan memahami konsep dasar tentang penerapan simulasi dan komunikasi digital dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil wawancara terdapat beberapa permasalahan dalam pembelajaran simkomdig yaitu : (1) Guru mengajar dengan metode konvensional yaitu tatap muka disertai penugasan; (2) Tidak adanya sumber belajar interaktif selama proses pembelajaran, sehingga siswa kurang memahami materi yang diajarkan. Berdasarkan observasi yang penulis lakukan di SMK Negeri 1 Blitar pada kelas X program keahlian TKJ, penulis mengamati bahwa siswa kelas X kurang mengerti mengenai materi dan adanya proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru hanya melalui PPT. Dengan melihat kenyataan tersebut, perlu dirancang sumber belajar berbasis website agar kegiatan pembelajaran di kelas maupun di luar kelas dapat berlangsung. Pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan yaitu; Menghasilkan sumber belajar berbasis website pada mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital untuk siswa kelas X TKJ di SMK Negeri 1 Blitar. Pengembangan ini menggunakan pengembangan model ADDIE. Dimana dalam model ADDIE memliki 5 tahapan yaitu: (1) Analyze, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, (5) Evaluation. Produk yang dihasilkan dalam pengembangan ini berupa sumber belajar berbasis website pada mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital untuk siswa kelas X TKJ di SMK Negeri 1 Blitar. Berdasarkan hasil analisis data, dari sisi ahli materi diperoleh persentase rata-rata sebesar 86.25%, dari sisi ahli media sebesar 91.00%. Sedangkan pada uji coba kelompok kecil memperoleh hasil sebesar 88.79%, dan uji coba kelompok besar memperoleh hasil sebesar 89.15%. Berdasarkan hasil rata-rata ahli dan uji coba, dapat disimpulkan bahwa sumber belajar ini sudah valid dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital kelas X TKJ di SMK Negeri 1 Blitar
Implementasi Teorema Bayes untuk Manajemen Antrian Berprioritas di Poliklinik Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Yuliani, Dewi. 2018. Implementasi Teorema Bayes untuk Manajemen Antrian Berprioritas di Poliklinik Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) M. Zainal Arifin, S.Si.,M.Kom. (2) I Made Wirawan, S.T., S.S.T., M.T. Kata kunci : Antrian, Prioritas, Teorema Bayes Suatu antrian terjadi karena tingkat kebutuhan layanan melebihi kemampuan server, karenanya manajemen antrian diperlukan guna meningkatkan kualitas layanan dan memperkecil biaya antrian. Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti, Poliklinik Universitas Negeri Malang (UM) telah menerapkan sistem antrian denganbaik, akan tetapi Poliklinik UM masih menggunakan cara manual, yaitu antrian baru akan terbentuk setelah pasien tiba di tempat. Kekurangan dari manajemen antrian ini menyebabkan setiap pasien yang berkunjung ke Poliklinik tidak mengetahui nomor berapa ia dalam antrian dan berapa lama lagi harus menunggu untuk memperoleh pemeriksaan dan/atau pengobatan. Selain kurangnya dalam manajemen waktu antrian, metode antrian yang diterapkan yaitu First Come First Serveddengan Priority Service masih belum maksimal. Oleh karena itu, peneliti memiliki tujuan untuk membuat aplikasi antrian berprioritas. Dari hasil studi pustaka, peneliti memilih Teorema Bayes sebagai algoritma yang digunakan pada sistem pendukung keputusan sistem antrian yang dikembangkan guna memberikan prioritas. Aplikasi pengembangan ini dibuat berbasis website¸ sehingga dapat diakses online dimanapun untuk mendapatkan nomor antrian. Metode pengembangan yang digunakan adalah metode waterfall. Penentuan prioritas dilakukan dengan pemberian bobot nilai pada tiap parameter (ada-tidaknya alat bantu, tingkat gejala penyakit yang dirasakanpasien, dan usia pasien). Selain mendapatkan nomor antrian, pasien juga akan memperoleh waktu sebagai pemberitahuan estimasi jam pelayanan yang akan ia terima. Produk akhir yang dihasilkan divalidasi oleh ahli perangkat lunak dan ahli algoritma. Uji coba website dilakukan pada 46 pasien Poliklinik UM selama 5 hari dan uji akurasi dilakukan oleh dokter dengan instrumen yang digunakan adalah angket. Setelah dilakukan analisis data, hasil pengembangan website antrian memiliki tingkatvalidasi100% dari ahli dan 99,87% dari pasien. Sementara akurasi teorema dinilai oleh pakar yaitu seorang dokter dengan penilaiannya adalah 75%. Secara keseluruhan, website hasil pengembangan peneliti adalah valid dan dapat digunakan. Namun demikian, masih perlu dikembangkan lagi dengan melakukan observasi dan wawancara mendalam untuk penentuan parameter prioritas dan durasi seorang pasien dalam sistem antrian
Pengembangan Bahan Ajar Interaktif pada Mata Pelajaran Animasi 2 Dimensi Kelas XI Jurusan Multimedia SMK Negeri 1 Trenggalek
ABSTRAK Aripratomo, Ardhi. 2018. Pengembangan Bahan Ajar Interaktif pada Mata Pelajaran Animasi 2 Dimensi Kelas XI Jurusan Multimedia SMK Negeri 1 Trenggalek. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Informatika, JurusanTeknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing :(I) Prof. Dr. H. Tri Atmadji S., M.Pd, (II) I Made Wirawan S.T., S.S.T., M.T. Kata Kunci: Bahan Ajar, Interaktif, Animasi 2 Dimensi. Bahan ajar merupakan kumpulan sumber belajar yang telah tersusun secara sistematis dan digunakan oleh tenaga pendidik sebagai alat bantu dalam penyampaian materi pelajaran pada proses belajar mengajar. Beragamnya bahan ajar akan sangat membantu peserta didik menyerap materi pembelajaran lebih cepat. Berdasarkan hasil wawancara kepada guru Animasi 2 Dimensi kelas XI di SMK Negeri 1 Trenggalek, permasalahan yang dihadapi peserta didik mata pelajaran Animasi 2 Dimensi adalah komposisi bahan ajar yang digunakan masih berupa teks dan gambar tanpa ada keterangan yang rinci dan beberapa materi yang dianggap mendasar namun peserta didik masih sulit untuk memahami.Animasi 2 Dimensi merupakan mata pelajaran yang mempelajari pembuatan gambar bergerak dalam lingkup dua dimensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkanbahan ajar interaktif pada mata pelajaran Animasi 2 Dimensi di SMK Negeri 1 Trenggalek yang mempunyai kriteria baik dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian dari 4D menurut Thiagarajan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) define (pendefinisian) dengan tahapan analisis kurikulum, analisis karakter peserta didik, analisis materi, dan merumuskan tujuan, (2)design (perancangan) dengan tahapan memilih media pembelajaran yang sesuai, pemilihan bentuk penyajian pembelajaran, dan mensimulasikan penyajian materi, (3)develop (pengembangan) dengan tahapan pengujian ahli (expert appraisal), dan pengujian pengembang (development testing), dan(4)disseminate (penyebarluasan) dengan melakukan pendistribusian bahan ajar. Berdasarkan hasil penelitian terhadap tingkat kelayakan pengembangan bahan ajar interaktif yang telah dilakukan, didapatkan nilai persentase akhir 81% pada uji review oleh ahli materi, 91% pada uji review oleh ahli media, 87,3% pada uji coba kelompok kecil dengan sampel acak 10 peserta didik, 83,2% pada uji coba lapangan dengan 30 peserta didik. Berdasarkan seluruh hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan bahan ajar interaktif yang dikembangkan valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran pada Mata Pelajaran Animasi 2 Dimensi kelas XI Jurusan Multimedia SMK Negeri 1 Trenggalek
Pengembangan Modul Cetak Komputer Dan Jaringan Dasar Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Kelas X TKJ SMK NEGERI I SORONG
ABSTRAK Mambrasar, Risnal 2017. Pengembangan Modul Cetak Komputer Dan Jaringan Dasar Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Kelas X TKJ SMK NEGERI I SORONG. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1); Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M. Pd. (2); Drs. Wahyu Sakti G.I,. M.Kom Kata Kunci: Modul, Komputer Dan Jaringan Dasar, SMK. SMK Negeri 1 Sorong merupakan salah satu SMK Negeri yang terdapat di kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat. Berdasarkan hasil observasi diketahui adanya kendala yang di alami oleh siswa Kelas X Program Keahlian Teknik Komputer Dan Jaringan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran Komputer Dan Jaringan Dasar. Hal tersebut disebabkan karena belum tersedianya modul Komputer Dan Jaringan Dasar sesuai dengan kurikulum yang yang diterapkan disekolah yaitu Kurikulum 2013. Komputer Dan Jaringan Dasar adalah salah satu materi pokok dalam jurusan TKJ. Komputer Dan Jaringan Dasar merupakan mata pelajaran yang abstrak sehingga dibutuhkan bahan ajar yang memadai untuk mempermudah siswa untuk memahami setiap materinya. Tidak adanya modul Komputer Dan Jaringan Dasar tersebut mengakibatkan siswa merasa kesulitan dalam memahami materi komputer dan jaringan dasar dan kesulitan dalam mengikuti kegiatan praktikum komputer dan jaringan dasar. Adanya bahan ajar berupa buku teks pelajaran dan perangkat komputer yang disediakan oleh pihak sekolah untuk kegiatan praktikum komputer dan jaringan dasar sangat terbatas jumlahnya dan tidak sebanding dengan siswa yang mengikuti praktikum. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu perlu dikembangkan modul ini guna untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran Komputer Dan Jaringan Dasar. Pada pengembangan modul ajar Komputer Dan Jaringan Dasar ini perlu menggunakan model pengembangan Dick and Carey. Menurut Dick And Carey, terdapat 10 tahapan dalam pengembangan modul ajar namaun pada pengembangan modul Komputer Dan Jaringan Dasar ini peneliti hanya menggunakan 9 tahapan. Tahapan yang peneliti gunakan antara lain: (1);mengidentifikasi tujuan pembelajaran (2); menidentifikasi perilaku dan karakteristik (3); merumuskan tujuan tujuan pembelajaran (4);melakukan analisis pembelajaran (5); mengembangkan butir test acuan patokan (6);mengembangkan strategi pembelajaran (7) mengembangkan bahan ajar (8);merancang dan melakukan uji coba, dan (9);revisi bahan ajar
IDENTIFIKASI POTENSI DAN MITIGASI BENCANA BANJIR DI KOTA MALANG DENGAN METODE NEURAL NETWORK LEARNING VECTOR QUANTIZATION
RINGKASAN Suraningtyas, Kartika Devi. 2018. Identifikasi Potensi dan Mitigasi BencanaBanjir di Kota Malang dengan Metode Neural Network Learning VectorQuantization. Skripsi, Program Studi Teknik Informatika, Jurusan TeknikElektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Eng. Muhammad Ashar, S.T, M.T., (II) I Made Wirawan, S.T., S.S.T., M.T. Kata Kunci: identifikasi potensi, banjir, neural network, learning vectorquantization Banjir merupakan bencana yang sering terjadi Indonesia dengan persentase kejadian 34% dari 33 provinsi yang ada. Jawa Timur adalah provinsi yang paling sering mengalami bencana banjir dengan persentase kejadian 36% yang tersebar di seluruh provinsi. Di Kota Malang, terdapat 33 titik rawan banjir yang tersebar diseluruh kelurahan di Kota Malang. Bencana ini tentu saja merugikan masyarakat baik materi maupun psikis sehingga memerlukan penanganan untuk mengurangi resiko kerugian yang dialami karena bencana. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen simulasi dengan teknik pemrosesan data menggunakan metode neural network learning vector quantization yang merupakan salah satu algoritma yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi bencana banjir. Oleh karena itu “Identifikasi Potensi dan Mitigasi Bencana Banjir di Kota Malang dengan Metode Neural Network Learning Vector Quantization.” dilakukan sebagai salah satu upaya mitigasi dalam mengurangi kerugian yang disebabkan oleh bencana banjir. Identifikasi potensi dan mitigasi bencana banjir dilakukan dengan menggunakan variabel ketinggian, drainase, dan curah hujan. Hasil penelitian berupa identifikasi potensi banjir dan tidak banjir pada tiap kelurahan. Hasil identifikasi tersebut dievaluasi menggunakan confusion matrix. Hasil identifikasi paling optimal didapatkan akurasi 86,27%, sensitivitas 74,08%, spesifikasi 87,72%, dan error rate 13,73 dengan parameter learning rate 0,1, pengurang learning rate 0,01, minimal learning rate 0,0000001, maksimal epoch 10, perbandingan komposisi 70% data latih, 30% data uji dari keseluruhan data sebanyak 285 dataset
Optimasi Algoritma C4.5 Berbasis Particle Swarm Optimization Untuk Prediksi Rujukan Partus
RINGKASAN Tingkat kematian ibu melahirkan mengalami peningkatan. Begitu juga dengan tingkat kematian bayi yang baru dilahirkan. Salah satu upaya peningkatan keselamatan ibu yang melahirkan adalah dengan memperbaiki sistem rekomendasi rujukan.Sistem rekomendasi yang sudah ada dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan menggunakan metode skrinning. Metodeskrinningini memiliki beberapa kelemahan yaitu memerlukan waktu yang relatif lama,tidak terlaksanakan dengan baik, dan kerap terjadi human error.Oleh karena itu, perlu dilakukan langkah-langkah perbaikan, salah satunya dilakukan dengan teknik data mining. Beberapa algoritma di dalam data minning telah digunakan untuk memprediksi hal yang berkaitan dengan rujukan pasien adalah algoritma Naive Bayes, Neural Network, dan C4.5. Algoritma C4.5 yang telah diterapkan di beberapa kasus dan terbukti memiliki nilai yang baik pada prediksi kelahiran bayi prematuryang kemudian ditambahkan Particle Swarm Optimizationuntuk meningkatkan kinerja model. Pada penelitian ini, digunakan algoritma C4.5 dan Particle Swarm Optimization mengklasifikasi rujukan partus. Dataset yang digunakan adalah dataset rujukan partus dari register kohort ibu yang dikumpulkan dari tahun 2014 sampai 2016 di Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Pemodelan digunakan untuk mengklasifikasikan data ke dalam dua kelas, yaitu kelas LANCAR dan RUJUK. Metode Particle Swarm Optimization dilakukan untuk feature selection sehingga atribut memiliki nilai weight masing-masing untuk memudahkan pemodelan decision tree dari C4.5. Validasi data yang digunakan adalah menggunakan teknik k-cross validation dengan nilai k yang terbaik.Metode evaluasi yang digunakan adalah confusion matrix untuk mencari nilai akurasi, presisi dan recall. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa algoritma C4.5 dapat digunakan untuk mengklasifikasikan permasalahan rujukan partus dengan nilai akurasi tertinggi adalah 76%. Penggunaan metode Particle Swarm Optimization dapat menaikkan nilai akurasi dari pemodelan C4.5 sehingga tercapai nilai akurasi tertinggi sebesar 78%. Berdasarkan hasil yang diperoleh, pemodelan C4.5 dan Particle Swarm Optimization dapat diterapkan untuk membantu prediksi data rujukan partus
Perbandingan Kinerja Hasil Seleksi Fitur pada Prediksi Kinerja Akademik Siswa Berbasis Pohon Keputusan
RINGKASAN Data mining dalam bidang pendidikan merupakan salah satu penelitian yang penting untuk dilakukan seiring dengan berkembangnya teknologi pendidikan. Salah satunya dalam sistem manajemen e-learning yang memiliki banyak data pendidikan yang belum tereksplorasi dengan baik. Banyaknya data pendidikan dan atribut-atribut yang ada dapat mempengaruhi komputasi data mining pendidikan. Oleh karena itu perlu adanya preprocessing data sebelum melakukan komputasi data. Salah satu teknik penting dan sering digunakan dalam preprocessing data adalah seleksi fitur. Seleksi fitur ini ditujukan untuk mengurangi fitur yang tidak relevan dan menentukan jumlah fitur yang akan digunakan dalam menentukan kelas target. Beberapa penelitian yang telah dilakukan menjelaskan bahwa penggunaan metode seleksi fitur information gaindapat mempengaruhi nilai akurasi dalam memprediksi performa akademik siswa, dan pada penelitian lain yang membandingkan stabilitas algoritma seleksi fitur menjelaskan bahwa algoritma seleksi fitur correlation-based feature selectionmerupakan algoritma seleksi fitur yang paling stabil dalam pengujian skala perankingan tingkat densitas data. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan digunakan metode seleksi fitur information gainyang dikombinasikan dengan algoritma C4.5 dan akan dibandingkan dengan metode seleksi fitur correlation-based feature selectionyang dikombinasikan dengan algoritma C4.5. Hasil dari pengujian data yang telah dilakukan menggunakan 10 foldscross validationmenunjukan bahwa penggunaan metode seleksi fitur correlation-based feature selectionyang dikombinasikan dengan algoritma C4.5 menghasilkan nilai akurasi yang lebih tinggi dengan nilai akurasi sebesar 76.92% dibandingkan dengan metode seleksi fitur information gain yang dikombinasikan dengan algoritma C4.5 yang menghasilkan nilai akurasi sebesar 76.19%