SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UMNot a member yet
2357 research outputs found
Sort by
Pengembangan Buku Ajar Cetak Pada Mata Pelajaran Pemrograman Dasar Kelas X Program Keahlian Multimedia SMK Negeri 11 Malang
RINGKASAN Mata pelajaran Pemrograman Dasar merupakan salah satu mata pelajaran yang harus ditempuh siswaSekolah Menengah Kejuruan (SMK). Siswa diharapkan mampu menguasai kompetensi yang sudah ditetapkan. Dalam proses belajar guru berperan sebagai penyampai materi kepada siswa. Penyampaian materi pun tidak lepas dari penggunaan media sebagai sarananya. Meskipun guru seringkali menyajikan materi dengan cukup baik, namun pemanfaatan media yang kurang maksimal menyebabkan sampainya materi menjadi kurang sempurna.Bahan ajar yang digunakan untuk pembelajaran saat ini berupa power point, modul dari guru, dan internet. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan di SMK Negeri 11 Malang, salah satu faktor yang mendukung peneliti untuk mengembangkan buku ajar cetak adalah kurangnya sumber belajar berupa bahan ajar yang memadai sebagai penunjang pelaksanaan pembelajaran. Berdasarkan masalah yang tertera diatas, maka dikembangkan bahan ajar berupabuku ajar cetak.Metode yang digunakan dalam kegiatan pengembangan ini adalah Model Pengembangan Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate (ADDIE), yang dikembangkan oleh Dick and Carrey (1996).Hasil penelitian ini diharapkan dapat menunjukkan proses pengembangan, kualitas bahan ajar, dan implementasi bahan ajar berupa uji coba yang dapat ditinjau dari pelaksanaan yang sesuai dengan kebutuhan. Produk yang dihasilkan adalah buku ajar cetak berupa buku teks yang sesuai dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar mata pelajaran Pemrograman Dasar untuk kelas X Program Keahlian Multimedia yang sesuai dengan kurikulum 2013. Hasil yang diperoleh dari pengembangan dan penelitian buku ajar cetakini adalah, validas Ahli Media diperoleh persentase sebanyak 81,45%,validasi Ahli Materi diperoleh persetase sebanyak 78,7%, Uji Coba Kelompok Kecil sebanyak 78,8%, Uji Coba Kelompok Besar sebanyak 81,4%. dengan demikian berdasarkan kriteria yang ditetapkan, jika rentangan persentase rata-rata sebesar 75.01%-100% seperti, maka seluruh uji coba dinyatakan valid dan dapat di terapkan pada Pembelajaran Pemrograman Dasar Kelas X Program Keahlian Multimedia
Perbedaan Hasil Belajar Mata Pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar dengan Model Problem Solving dan Model Problem Posing Dengan Media Cisco Packet Tracer Pada Siswa Kelas X Program Keahlian Multimedia SMK Negeri 1 Bagor Kabupaten Nganjuk
RINGKASAN Berdasarkan observasi dan wawancara kepada guru pengampu mata pelajaran Jaringan Dasar yang dilakukan di sekolah SMK Negeri 1 Bagor, terdapat beberapa permasalahan dalam proses pembelajaran. permasalahan tersebut antara lain: pembelajaran masih satu arah dan berpusat pada guru, guru masih terpaku pada buku, model pembelajaran tidak sesuai dengan gaya belajar dan karakteristik siswa. Berdasarkan permasalahan tesebut, maka perlu adanya eksperimen perbandingan model pembelajaran Problem Solving dan Problem Posing yang dapat digunakan sebagai referensi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan utama penelitian ini adalah melihat perbedaan hasil belajar siswa mata pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar dalam ranah kognitif dari penerapan kedua model tersebut. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa X Multimedia 1 sebagai kelas eksperimen 1 dan siswa X Multimedia 2 sebagai kelas eksperimen 2. Kelas eksperimen 1 diberi perlakuan model Problem Solving sedangkan kelas eksperimen 2 diberi perlakuan model Problem Posing. Model penelitian ini menggunakan eksperimental semu (Quasi eksperiment) dengan desain “pretest-posttest control group design”. Pengumpulan data dilakukan melalui nilai pretest dan posttest berupa 8 soal esai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebelum mendapat perlakuan pada kedua kelas adalah 38,17 untuk kelas eksperimen 1 dan 33,94 untuk kelas eksperimen 2. Sedangkan hasil penelitian setelah kedua kelas eksperimen diberi perlakuan adalah 77,19 untuk kelas eksperimen 1 dan 72,29 untuk kelas eksperimen 2. Dari kedua mdel yang sudah diterapkan, terdapat peningkatan nilai hasil belajar siswa dalam ranah kognitif dari nilai kemampuan awal siswa. Uji perbedaan rata-rata hasil belajar siswa ranah kognitif menggunakan metode Independent T-Test menghasilkan 0,035 yang berarti kurang dari 0,05 dan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai hasil belajar siswa meskipun tidak signifikan. Dari perbedaan kedua model tersebbut, model Problem Solving lebih unggul dibandingkan model Problem Posing
Pengembangan Bahan Ajar Pengolahan Citra Digital Berbasis Mobile Untuk Menumbuhkan Keaktifan Belajar Pada Siswa Kelas XI Multimedia DI SMKN 1 Gedangan
RINGKASAN Kurikulum 2013 merupakan sistem pendidikan yang dipakai oleh pemerintah sekarang, kurikulum tersebut sudah diterapkan untuk kelas X dan XI. Berdasar dari hasil observasi ditemukan masalah yaitu belum tersedianya bahan ajar untuk mata pelajaran Pengolahan Citra Digital yang dapat digunakan sebagai suplemen penunjang siswa dalam belajar dan keaktifan siswa yang yang relative rendah. Pengembangan Bahan Ajar Pengolahan Citra Digital Berbasis Mobile dapat menjadi solusi untuk menangani permasalahan. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah merancang dan mengembangkan Bahan Ajar Pengolahan Citra Digital Berbasis Mobile Untuk Menumbuhkan Keaktifan Belajar Pada Siswa Kelas XI Multimedia DI SMKN 1 Gedangan serta menguji kelayakan bahan ajar sebagai suplemen pembelajaran. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam pengembangan bahan ajar ini mengacu pada model pengembangan ADDIE. Tahapan dari model pengembangan tersebut, yaitu: (1) Tahap Analyze; (2) Tahap Design; (3) Tahap Development; (4) Tahap Implementation; (5) Tahap Evaluations. Uji coba kelayakan produk akan dilakukan oleh siswa kelas XI Kompetensi Keahlian Multimedia di SMKN 1 Gedangan. Hasil pengujian dari penelitian diperoleh bahan ajar dengan nilai validasi materi 86,25% , validasi media 89,58 % , respon siswa 88% dan keaktifan siswa 83,45% sehingga dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan produk sangat valid dan sangat layak untuk digunakan sebagai suplemen penunjang siswa dalam pembelajaran
Pengembangan Modul Berbasis Web Pada Mata Pelajaran Pemrograman Dasar Kelas X SMK Untuk Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).
RINGKASAN Pemrograman dasar komputer merupakan salah satu mata pelajaran yang diterapkan pada kelas X jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) sebagai dasar untuk pengembangan pemrograman lanjutan. Pada mata pelajaran pemrograman dasar terdapat beberapa kompetensi dasar yang meliputi pemahaman dan keterampilan. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa modul berbasis web yang bisa diakses menggunakan smartphone dan komputer untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di SMK Negeri 8 Malang, untuk modul pemrograman dasar bisa diterapkan pada Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak. Penelitian dan pengembangan ini merupakan jenis penelitian Research & Development (R&D). Metode yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah metode penelitian dan pengembangan Sugiyono. Prosedur pengembangannya yaitu: (1) Potensi dan Masalah; (2) Pengumpulan Data; (3) Desain Produk; (4) Validasi Desain; (5) Revisi Desain; (6) Ujicoba Produk; (7) Revisi produk; (8) Uji Coba Pemakaian; (9) Revisi Produk; (10) Produksi Masal. Hasil dari penelitian pengembangan ini adalah modul Pemrograman Dasar pada mata pelajaran pemrograman dasar komputer kelas X. Tingkat kelayakan pengembangan modul berbasis web dari hasil validasi ahli dan uji coba pada siswa antara lain: (1) Ahli media dengan persentase nilai 84.7% masuk dalam kategori sangat valid dan layak digunakan, (2) Ahli materi dengan persentase nilai 83,3% masuk dalam kriteria sangat valid dan layak digunakan, (3) uji coba pada siswa dalam skala kecil dan skala besar dengan persentase nilai masing-masing sebesar 80.2% dan 82.5% masuk dalam kategori sangat valid dan layak digunakan. Berdasarkan keseluruhan hasil di atas, dapat disimpulkan bahwa Pengembangan Modul Berbasis Web pada Matapelajaran Pemrograman Dasar Kelas X SMK untuk Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dinyatakan layak dan dapat dipergunakan dalam proses pembelajaran
Pegembangan Trainer Kendali Robot Lengan Menggunakan Kamera Sebagai Pendeteksi Objek Untuk Pembelajaran Mata Kuliah Robotika di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang
RINGKASAN. Mata kuliah Robotika merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro dengan konsentrasi Elektronika. Salah satu materi yang harus dikuasai oleh mahasiswa adalah sistem otomasi robot lengan. Berdasarkan obsevasi dan diskusi yang telah dilakukan bersama Koordinator Laboratorium Teknik Elektro, diketahui bahwa trainer robot lengan pernah dikembangkan pada beberapa penelitian sebelumnya seperti yang telah dilakukan oleh Anindya (2014) dan Saputro (2014). Namun pada saat ini trainer-trainer tersebut tidak memungkinkan untuk digunakan dalam kegiatan praktikum mata kuliah Robotika karena kondisi yang kurang layak. Selain itu berdasarkan hasil diskusi dengan dosen pengampu mata kuliah Robotika, pengembangan trainer sistem kendali robot lengan masih perlu dilakukan, terutama pada pengembangan materi yang berkaitan dengan kinematika dan otomasi robot lengan. Tujuan dari peneltian ini adalah: (1) mengembangkan trainer robot lengan untuk pembelajaran kompetensi otomasi robot lengan pada mata kuliah Robotika di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang, (2) menghasilkan bahan ajar berupa job sheet dan buku manual trainer robot lengan untuk pembelajaran kompetensi otomasi robot lengan pada mata kuliah Robotika di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang, dan (3) menguji tingkat kelayakan produk trainer robot lengan, job sheet, dan buku manual trainer yang dikembangkan. Prosedur penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Sugiyono yang telah disesuaikan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produk akhir. Produk divalidasi oleh dua orang ahli, yaitu ahli I dan ahli II. Ahli I dan ahli II akan melakukan validasi produk pada sisi media dan sisi materi. Hasil validasi media oleh ahli I dan ahli II masing-masing memperoleh presentase kelayakan 96,10% dan 88,80%. Sedangkan hasil validasi materi oleh ahli I dan ahli II masing-masing memperoleh presentase kelayakan 95,73% dan 92,50%. Kemudian dari hasil uji coba produk presentase kelayakan yang diperoleh adalah 89,46%, dan yang terakhir untuk uji coba pemakaian presentase kelayakan yang diperoleh adalah sebesar 91,64%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat kelayakan produk sudah sangat valid karena melebihi batas minimal 81,25% untuk kriteria sangat valid, sehingga produk dapat dikatakan layak dan dapat digunakan pada kegiatan pembelajaran. Kata Kunci: Robot lengan, Robotika, Dekteksi objek, Sensor kamer
Pengembangan Bahan Ajar Digital Administrasi Sistem Jaringan Bermuatan Model CBL (Challenge Based Learning) Untuk Menumbuhkan Kemandirian Belajar Siswa Kelas XI TKJ SMK
RINGKASAN Pengembangan bahan ajar digital ini bertujuan untuk membantu siswa SMK jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) dalam belajar mata pelajaran produktif Administrasi Sistem Jaringan. Bahan ajar digital yang akan dikembangkan berbasis web yang dapat dijalankan pada setiap browser. Pemilihan mengembangkan bahan ajar digital berbasis web dikarenakan semua device dapat mengakses melalui browser. Bahan ajar digital tidak hanya berisikan materi saja namun akan dirancang dengan menerapkan model pembelajaran CBL (Challenge Based Learning). Menurut Swiden (2013)Model pembelajaran CBL (Challenge Based Learning) tantangan untuk membantu peserta didik menemukan hubungan yang penting tentang mengaplikasikan pengetahuan dan menghadirkan hubungan ke dalam beberapa konsep untuk membantu peserta didik membedakan bagaimana konsep digunakan dan hubungan antara satu dengan lainnya untuk membangun pengetahuan yang dalam. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE yang melalui 5 tahapan pengembangan meliputi : (1) Analisis, (2) Desain, (3) Pengembangan, (4) Implementasi dan (5) Evaluasi. Kelayakan penelitian dan pengembangan dari bahan ajar digital diperoleh dari hasil validasi dan uji coba dengan menggunakan angket. Hasil pengembangan bahan ajar digital dinyatakan valid, sehingga layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hal ini didukung melalui hasil persentase validasi oleh ahli media sebesar 89%, hasil persentase valid oleh ahli materi sebesar 82%, hasil persentase uji coba pengguna sebesar 82%, dan untuk kemandirian belajar siswa kelas X TKJ tergolong kuat. Hal ini didukung melalui hasil penelitian yang didapat sebesar 81%
Hubungan Antara Literasi TIK dan Kemandirian saat Praktikum Terhadap Minat Kerja Menjadi Teknisi RPL pada Peserta Didik SMK Negeri Paket Keahlian RPL di Kota Malang
RINGKASAN Yuusufa, Bimo Setyo. 2018. Hubungan Antara Literasi TIK dan Kemandirian saat Praktikum Terhadap Minat Kerja Menjadi Teknisi RPL pada Peserta Didik SMK Negeri Paket Keahlian RPL di Kota Malang. Proposal Skripsi, Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd. (II) Dila Umni Soraya, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Literasi TIK, Kemandirian Praktikum, Minat Kerja, RPL. Tingkat literasi TIK pada era globalisasi tenaga kerja mengakibatkan tuntutan tenaga kerja untuk mengikuti perkembangan teknologi. Hal ini akan berpengaruh besar terhadap peserta didik untuk bersaing dalam memasuki industri kerja. Dalam pembelejaran di SMK 70% adalah praktikum sehingga kegiatan praktikum lebih dominan daripada teori. Kemandirian saat praktikum berpengaruh besar pada peningkatan kompetensi yang sebagai bekal memasuki dunia kerja yang sesuai dengan bidang kompetensinya. Penelitian ini bertujuan untuk 1). Mengetahui hubungan antara literasi TIK dengan minat kerja teknisi RPL pada peserta didik SMKN paket keahlian RPL di Kota Malang, 2). Mengetahui hubungan antara kemandirian saat praktikum terhadap minat kerja teknisi RPL pada peserta didik SMKN paket keahlian RPL di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat Ex Post Facto. Populasi yang dipilih adalah peserta didik SMK Negeri di Kota Malang dengan paket keahlian RPL. Sampel dipilih dengan metode clustering sampling. Metode pengolahan data yang digunakan adalah uji prasyarat klasik dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Rata-rata tingkat literasi TIK peserta didik sebesar 54 yang termasuk dalam kategori sedang, 2) Rata-rata tingkat kemandirian peserta didik sebesar 57 yang termasuk dalam kategori sedang, 3) dan rata-rata tingkat minat kerja teknisi RPL peserta didik sebesar 47 yang termasuk dalam kategori sedang, 4) Adanya hubungan yang signifikansi literasi TIK dan kemandirian saat praktikum terhadap minat kerja teknisi RPL paket keahlian RPL SMK Negeri di Kota Malang dengan nilai signifikansi sebesar 0.501 yang termasuk dalam kategori sedang
Studi Estimasi Kapasitas Pembebanan Transformator BerdasarkanProduk Domestik Regional Bruto (PDRB) Mengunakan Metode Regresi Linier di Gardu Induk Buduran Kabupaten Sidoarjo
RINGKASAN Rizki, Nanda. 2018. Studi Estimasi Kapasitas Pembebanan Transformator Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Mengunakan Metode Regresi Linier di Gardu Induk Buduran Kabupaten Sidoarjo.Skripsi. Program Studi S1 Teknik Elektro. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Yuni Rahmawati, S.T., M.T., (2) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. Kata kunci: estimasi, kapasitas, regresi linier,overload Saat ini listrik merupakan kebutuhan utama bagi seluruh lapisan masyarakat seperti publik, bisnis, industri, maupun sosial. Untuk memenuhi seluruh kebutuhan listrik tersebut maka diperlukan suatu sistem tenaga listrik yang handal agar pasokan listrik dapat terjaga dan merata distribusinya pada seluruh wilayah yang membutuhkan. GarduInduk (GI) Buduranmerupakan sub sistemdarisistempenyaluran (transmisi) tenagalistrik di Kabupaten Sidoarjo. SemakinbertambahnyapermintaankonsumsilistrikKabupatenSidoarjomakasemakinbesar pula pembebanandaya yang ditanggung oleh transformator GI Buduran. Apabilapembebanandaya yang ditanggung oleh transformator GI lebihbesardarikapasitasnya,maka GI akanmengalamioverloaddimana menurut SPLN 17:1979 pembebanan transformator tidak boleh melebihi 80% dari kapasitas pembebanan transformator. Pada penelitian ini untuk mengetahui kapasitas pembebanan transformator dilakukan estimasi beban per-golongan pelanggan (rumah tangga, industri, bisnis, sosial, dan publik) dengan variabel independent merupakan sektor perekoniomian pada data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Selanjutnya, hasil estimasi tersebut akan dihubungkan dengan estimasi beban pada masing-masing transformator yang mensuplai jenis per-golongan pelanggan tersebut. Metode yang digunakan adalah metode regresi linier, kemudian dialakukan evaluasi nilai error estimasi mengunakan perhitungan MAPE.Kondisi kapasitas pembebanan trasformator GI Buduran didasarkan pada SPLN 17:1979. Berdasarkan hasil penelitian korelasi antara pertumbuhan beban listrik golongan pelanggan GI Buduran dengan sektor perekonomian pada data PDRB masing-masing golongan pelanggan dari pengujian korelasi mendapat hasil nilai person corelation pada rentan 0,76 – 0,99, dan nilai signifikasi yang didapat < 0,005 dilihat dari nilai tersebut korelasi antar variabel sangat kuat dan signifikan. Pertumbuhan beban golongan pelanggan GI Buduran berdasarkan pengaruh PDRB mengalami peningkatan. Terhitung pada tahun 2017 s.d 2027 pelanggan rumah tangga mengalami peningkatan 67,62 %, industri 57,94 %, bisnis 77,08 %, sosial 121,48 %, dan publik 63,78 %. Pertumbuhan beban pelanggan tersebut mempengaruhi beban pada trasformator GI Buduran. Terhitung pada tahun 2017 s.d 2027 hasil estimasi beban transformator GI Buduran mengalami peningkatan beban. Beban tranformator Unindo mengalami peningkatan sebesar 55,21 %, Smit Nymegen 50 %, Pauwels 55,21 %, dan Osaka 57,84 %. Nilai error MAPE estimasi beban trasformator Unindo sebesar 32%, Smit Nymegan 24%, Pauwels 23 %, dan Osaka 23% nilai tersebut masih di kategorikan Reasonable (Layak). Kondisi kapasitas pembebanan transformator GI Buduran diestimasikan pada rentan tahun 2017 s.d 2027 akan mengalami overload dimana untuk transformator Unindo mengalami overload pada tahun 2022 dengan persentase pembebanan 82% dari kapasitas yang terpasang, Smit Nymegen pada tahun 2026 dengan persentase pembebanan 82%, Pauwels pada tahun 2021 dengan persentase pembebanan 80%, dan Osaka pada tahun 2027 dengan persentase pembebanan 80%
STUDI MINAT BERWIRAUSAHA SISWA KELAS XII JURUSAN MULTIMEDIA DI SMK NEGERI SE-KABUPATEN SIDOARJO
RINGKASAN Purnamasari,Istu. 2018. Studi Minat Berwirausaha Siswa kelas XII Jurusan Multimedia di SMK Negeri se Kabupaten Sidoarjo. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahyu Sakti Gunawan I., M.Kom, (II) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Kata kunci: Minat Berwirausaha, Bidang Multimedia, SMK Tujuan didirikannya SMK adalah untuk menciptakan lulusan yang siap kerja baik mengisi lapangan pekerjaan yang sudah ada maupun membuat lapangan kerja sendiri (berwirausaha). Namun keadaan saat ini dimana semakin sedikitnya lapangan pekerjaan, maka SMK harus lebih menyiapkan lulusannya untuk berwirausaha. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengukur minat berwirausaha siswa kelas XII jurusan multimedia di SMK Negeri se Kabupaten Sidoarjo, (2) mengetahui faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha siswa kelas XII jurusan Multimedia di SMK Negeri se Kabupaten Sidoarjo, (3) memverifikasi bidang-bidang wirausaha multimedia apa yang diminati siswa kelas XII SMK Negeri se Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan dilihat dari jenis data yang dikumpulkan, dikenal dengan penelitian kualitatif, dengan data kuantitatif, serta gabungan kualitatif dan kuantitatif yang dikenal sebagai metode gabungan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII Jurusan Multimedia di SMK Negeri Kabupaten Sidoarjo. Smk negeri 2 buduran dengan jumlah 107 siswa dan Smk negeri 1 jabon dengan jumlah 71 siswa, sehingga total populasinya adalah 178 siswa. Dari jumlah populasi yang ada, kemudian jumlah masing-masing sekolah dikalikan dengan 40%, maka diperoleh angka 43 untuk siswa smk negari 2 buduran dan angka 28 untuk siswa Smk negeri 1 jabon. Sehingga total sampel yang digunakan sebanyak 71 siswa dengan menggunakan teknik sampling nonprobabilitas. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pedoman wawancara. Dari hasil penelitian dengan analisis deskriptif mengenai minat berwirausaha siswa kelas XII Jurusan Multimedia di SMK Negeri se Kabupaten Sidoarjo, persentase minat berwirausaha berada pada tingkat sedang dengan persentase 77,5% serta frekuensi 138, kemudian faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha berada pada tingkat sedang dengan persentase 54,5% serta frekuensi 97, kemudian pada bidang pada bidang multimedia berada pada kriteria tinggi yaitu 57,3% dengan frekuensi 102. Hasil tersebut diperkuat dengan analisis faktor yang menunjukkan bahwa minat berwirausaha memiliki 8 faktor pembentuk, persentase faktor tertinggi yakni percaya diri dan semangat dengan 23,126%. Pada faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha memiliki 4 faktor pembentuk, persetase tertinggi yakni faktor pantang menyerah 32,045%, serta pada bidang multimedia memilik 5 faktor pembentuk, persentase tertinggi yaitu faktor industri kreatif dengan 35,038%. ABSTRACT Purnamasari,Istu. 2018. Study Interest Entrepreneur Students Vocational High School In Third Grade Of Multimedia Program Of All Sidoarjo District. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahyu Sakti Gunawan I., M.Kom, (II) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Keywords: Entrepreneur interest, Multimedia program, SMK The purpose of vocational high school is to devise a competent alumnus being all set either to be a worker or run their own business (entrepreneur). Knowing that today’s condition where there are fewer employment opportunities, vocational high school, anyhow, need to prepare more competent alumni to be ready in entrepreneurship. This research aims to (1) measure third grade of Multimedia program of all Sidoarjo district Vocational High School students’ entrepreneur interest, (2) find out the factors influencing third grade of Multimedia program of all Sidoarjo district Vocational High School students’ entrepreneur interest, (3) and verify what multimedia entrepreneurship fields all Sidoarjo district Vocational High School students interest the most. Seen from the type of the data collected, this research is designed using both qualitative and quantitative designs, and the composite of both qualitative and quantitative designs which is referred to as Blended Learning Method. The population of this research is all third grade Multimedia students of all Sidoarjo district Vocational High School. The total of all population is 178 students which 107 students are from SMKN 2 Buduran, and 71 students are from SMKN 1 Jabon. From all amount of the population that the number of each school multiplied by 40%, it is then obtained 43 number for students of SMKN 2 Buduran and 28 number for students of SMKN 1 Jabon. The total sample used in this research, therefore, is about 71 students by using non-probability sampling technique while the data collection uses questionnaire and interview rubric. From the research result using descriptive analysis about entrepreneur interest of third grade Multimedia program of all Sidoarjo district Vocational High Schools, the percentage of entrepreneur interest is in the medium level which is about 77.5% with 138 frequency. The percentage of the factors that influence students’ entrepreneur interest is also in the medium level about 54.5% with 97 frequency. Moreover, the percentage of the entrepreneur fields is in the highest criteria about 57.3% with 102 frequency. These results are reinforced by an analysis of factors that show that interest in entrepreneurship has 8 forming factors, the highest percentage of factors is confidence and enthusiasm with 23.126%. The factors that influence the interest in entrepreneurship have 4 forming factors, the highest percentage is the factor of abstinence 32.045%, and in the multimedia field has 5 forming factors, the highest percentage is the creative industry factor with 35.035%
STUDI MINAT BERWIRAUSAHA SISWA KELAS XII JURUSAN MULTIMEDIA DI SMK NEGERI SE-KABUPATEN SIDOARJO
RINGKASAN Purnamasari,Istu. 2018. Studi Minat Berwirausaha Siswa kelas XII Jurusan Multimedia di SMK Negeri se Kabupaten Sidoarjo. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahyu Sakti Gunawan I., M.Kom, (II) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Kata kunci: Minat Berwirausaha, Bidang Multimedia, SMK Tujuan didirikannya SMK adalah untuk menciptakan lulusan yang siap kerja baik mengisi lapangan pekerjaan yang sudah ada maupun membuat lapangan kerja sendiri (berwirausaha). Namun keadaan saat ini dimana semakin sedikitnya lapangan pekerjaan, maka SMK harus lebih menyiapkan lulusannya untuk berwirausaha. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengukur minat berwirausaha siswa kelas XII jurusan multimedia di SMK Negeri se Kabupaten Sidoarjo, (2) mengetahui faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha siswa kelas XII jurusan Multimedia di SMK Negeri se Kabupaten Sidoarjo, (3) memverifikasi bidang-bidang wirausaha multimedia apa yang diminati siswa kelas XII SMK Negeri se Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan dilihat dari jenis data yang dikumpulkan, dikenal dengan penelitian kualitatif, dengan data kuantitatif, serta gabungan kualitatif dan kuantitatif yang dikenal sebagai metode gabungan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII Jurusan Multimedia di SMK Negeri Kabupaten Sidoarjo. Smk negeri 2 buduran dengan jumlah 107 siswa dan Smk negeri 1 jabon dengan jumlah 71 siswa, sehingga total populasinya adalah 178 siswa. Dari jumlah populasi yang ada, kemudian jumlah masing-masing sekolah dikalikan dengan 40%, maka diperoleh angka 43 untuk siswa smk negari 2 buduran dan angka 28 untuk siswa Smk negeri 1 jabon. Sehingga total sampel yang digunakan sebanyak 71 siswa dengan menggunakan teknik sampling nonprobabilitas. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pedoman wawancara. Dari hasil penelitian dengan analisis deskriptif mengenai minat berwirausaha siswa kelas XII Jurusan Multimedia di SMK Negeri se Kabupaten Sidoarjo, persentase minat berwirausaha berada pada tingkat sedang dengan persentase 77,5% serta frekuensi 138, kemudian faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha berada pada tingkat sedang dengan persentase 54,5% serta frekuensi 97, kemudian pada bidang pada bidang multimedia berada pada kriteria tinggi yaitu 57,3% dengan frekuensi 102. Hasil tersebut diperkuat dengan analisis faktor yang menunjukkan bahwa minat berwirausaha memiliki 8 faktor pembentuk, persentase faktor tertinggi yakni percaya diri dan semangat dengan 23,126%. Pada faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha memiliki 4 faktor pembentuk, persetase tertinggi yakni faktor pantang menyerah 32,045%, serta pada bidang multimedia memilik 5 faktor pembentuk, persentase tertinggi yaitu faktor industri kreatif dengan 35,038%. ABSTRACT Purnamasari,Istu. 2018. Study Interest Entrepreneur Students Vocational High School In Third Grade Of Multimedia Program Of All Sidoarjo District. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahyu Sakti Gunawan I., M.Kom, (II) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Keywords: Entrepreneur interest, Multimedia program, SMK The purpose of vocational high school is to devise a competent alumnus being all set either to be a worker or run their own business (entrepreneur). Knowing that today’s condition where there are fewer employment opportunities, vocational high school, anyhow, need to prepare more competent alumni to be ready in entrepreneurship. This research aims to (1) measure third grade of Multimedia program of all Sidoarjo district Vocational High School students’ entrepreneur interest, (2) find out the factors influencing third grade of Multimedia program of all Sidoarjo district Vocational High School students’ entrepreneur interest, (3) and verify what multimedia entrepreneurship fields all Sidoarjo district Vocational High School students interest the most. Seen from the type of the data collected, this research is designed using both qualitative and quantitative designs, and the composite of both qualitative and quantitative designs which is referred to as Blended Learning Method. The population of this research is all third grade Multimedia students of all Sidoarjo district Vocational High School. The total of all population is 178 students which 107 students are from SMKN 2 Buduran, and 71 students are from SMKN 1 Jabon. From all amount of the population that the number of each school multiplied by 40%, it is then obtained 43 number for students of SMKN 2 Buduran and 28 number for students of SMKN 1 Jabon. The total sample used in this research, therefore, is about 71 students by using non-probability sampling technique while the data collection uses questionnaire and interview rubric. From the research result using descriptive analysis about entrepreneur interest of third grade Multimedia program of all Sidoarjo district Vocational High Schools, the percentage of entrepreneur interest is in the medium level which is about 77.5% with 138 frequency. The percentage of the factors that influence students’ entrepreneur interest is also in the medium level about 54.5% with 97 frequency. Moreover, the percentage of the entrepreneur fields is in the highest criteria about 57.3% with 102 frequency. These results are reinforced by an analysis of factors that show that interest in entrepreneurship has 8 forming factors, the highest percentage of factors is confidence and enthusiasm with 23.126%. The factors that influence the interest in entrepreneurship have 4 forming factors, the highest percentage is the factor of abstinence 32.045%, and in the multimedia field has 5 forming factors, the highest percentage is the creative industry factor with 35.035%