SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UMNot a member yet
2357 research outputs found
Sort by
Klasifikasi Bahan Ajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan Tingkat Sekolah menggunakan Metode K-Nearest Neighbor
ABSTRAK Bahan ajar Bahasa Indonesia merupakan sarana yang digunakan untuk menunjang kegiatan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki tujuan salah satunya yaitu agar peserta didik mahir dalam menggunakan keterampilan berbahasa dengan baik. Faktor yang dapat mempengaruhi keterampilan berbahasa adalah membaca. Oleh karena itu di dalam bahan ajar Bahasa Indonesia harus memuat materi bacaan, agar dapat memenuhi aspek penting tersebut. Materi bacaan cerita harus disesuaikan dengan tingkatan sekolah. Namun, seiring dengan semakin banyaknya literatur mata pelajaran Bahasa Indonesia yang ada saat ini, sangat memungkinkan adanya perbedaan. Perbedaan ini mengacu pada materi bacaan yang ada di dalamnya tidak tepat sasaran. Pihak sekolah harus lebih selektif dalam memilih bahan ajar yang disesuaikan dengan tingkatan sekolah. Untuk membantu pihak sekolah memilih bahan ajar, maka diperlukan metode klasifikasi dokumen. Metode klasifikasi dokumen ini digunakan untuk mengetahui bahan ajar berdasarkan tingkatan sekolah. Pada penelitian ini metode yang dipilih adalah K-Nearest Neighbor. Metode K-Nearest Neighbor dipilih karena memiliki akurasi yang tinggi dalam pengklasifikasian dokumen dan memiliki performa baik pada data yang bersifat independen. Berdasarkan hasil penelitian, metode k-nearest neighbor memberikan hasil optimal pada k =5 . Dalam kondisi optimal, metode klasifikasi tersebut menghasilkan nilai accuracy sebesar 92,5%, precision sebesar 93,2% dan recall sebesar 92%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa metode k-nearest neighbor dapat melakukan klasifikasi bahan ajar berdasarkan tingkat sekolah dengan baik
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PEKERJAAN DASAR ELEKTROMEKANIK (PDE) UNTUK MENSTIMULUS KREATIFITAS SISWA KELAS X LISTRIK SMK MUHAMMADIYAH 7 GONDANGLEGI KABUPATEN MALANG
ABSTRAK Kata Kunci: pengembangan, bahan ajar, kreatifitas. Mata Pelajaran Pekerjaan Dasar Elektromekanik (PDE) merupakan salah satu mata pelajaran produktif untuk siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) yang menerapakan kurikulum 2013. Pada Kurikulum 2013 siswa dituntut untuk berfikir kreatif dan inovatif untuk kesiapan memasuki dunia kerja di abad ke 21. Berdasarkan hasil observasi dengan melakukan wawancara terdapat beberapa permasalahan yaitu rendahnya kreatifitas siswa sehingga hasil belajar di bawah KKM. Hal tersebut disebabkan karena belum tersedia bahan ajar yang mudah untuk dipahami oleh siswa. Dengan melihat kondisi tersebut, perlu dikembangkan sebuah bahan ajar yang dapat menstimulus kreatifitas siswa agar hasil belajar maksimal dan sesuai kompetensi yang harus dicapai, untuk menstimulus kreatifitas melalui bahan ajar dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Bahan ajar yang sesuai dengan kondisi sekolah dengan fasilitas LCD, proyektor yang memadai maka bahan ajar dapat dikembangkan berupa bahan ajar digital. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menghasilkan produk bahan ajar berbasis flash untuk menstimulus kraetifitas siswa Kelas X Listrik SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Kabupaten Malang. Model pengembangan ini menggunakan model pengembangan Sugiyono (R&D) yang terdiri dari 10 tahap yaitu : (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) revisi desain; (6) ujicoba produk; (7) revisi produk; (8) ujicoba pemakaian; (9) revisi produk; (10) produk akhir. Desain uji coba yang akan dilakukan dalam penelitian ini yaitu desain produk, revisi produk, uji coba produk, revisi, uji coba pemakaian, produk akhir. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, diperoleh persentase hasil validasi ahli media (1) sebesar 93,38 %, ahli materi (2) sebesar 93,33 %, uji coba produk sebesar 85,06% , dan uji coba pemakaian sebesar 88,82% , dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa bahan ajar telah memenuhi kriteria valid dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran
Algoritma Support Vector Machine Berbasis K-Means untuk Klasifikasi Chronic Kidney Disease
Abstrak Chronic kidney disease merupakan salah satu jenis penyakit ginjal dimana ginjal telah kehilangan fungsi seperti seharusnya dan telah terjadi selama bertahun-tahun. Chronic kidney disease dapat diakibatkan oleh berbagai macam hal yang dapat merusak ginjal serta mengurangi fungsinya dari waktu ke waktu seperti riwayat penyakit batu ginjal, diabetes, hingga kecelakaan. Hal dasar yang dapat dilakukan untuk menangani chronic kidney disease adalah proses diagnosa yang benar dan tepat sehingga pasien dapat mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan berkembangnya teknologi saat ini, proses diagnosa dapat dilakukan dengan mudah dengan bantuan teknik-teknik data mining, seperti teknik klasifikasi. Sebelumnya telah dilakukan penelitian untuk mendeteksi chronic kidney disease dengan teknik klasifikasi yang menggunakan beberapa algoritma seperti JST, Naive Bayes, K-Means, Multilayer Perceptron, Support Vector Machine, dan sebagainya. Pada penelitian ini, digunakan algoritma klasifikasi Support Vector Machine. Hal tersebut dikarenakan algoritma tersebut memiliki performa yang baik serta kecepatan komputasi yang tinggi. Untuk meningkatkan performa, kecepatan komputasi hingga akurasi yang dihasilkan dari algoritma Support Vector Machine, digunakan algoritma K-Means sebagai algoritma clustering. Set data akan melalui proses clustering guna menemukan data yang merupakan data cluster murni. Yang dimaksud dengan data cluster murni adalah data yang label data aslinya sama dengan label data hasil clustering dari data tersebut. Pada penelitian ini, hanya data yang merupakan data cluster murni saja yang akan digunakan pada proses klasifikasi. Pada proses klasifikasi, data akan diproses dengan menggunakan fungsi aktivasi kernel yang berbeda, yaitu kernel RBF, Polinomial, dan Sigmoid. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, rata-rata akurasi yang didapatkan dari masing-masing proses klasifikasi dengan berbagai macam kernel tersebut adalah 100%. Dari tiga buah kernel yang digunakan dan 4 proses yang dilakukan oleh masing-masing kernel, kernel RBF dan kernel Sigmoid menghasilkan akurasi yang sempurna. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai akurasi pada masing-masing proses yang mencapai angka 100%. Sedangkan pada kernel Polinomial, terdapat sebuah proses yang menghasilkan akurasi sebesar 99.6%
Implementasi Metode Autoregressive Integrated Moving Average Untuk Prediksi Stok Obat
Obat merupakan suatu produk kesehatan yang banyak digunakan oleh masyarakat. Obat dan perbekalan kesehatan merupakan komponen yang tak tergantikan dalam pelayanan kesehatan. Pengolahan data stok obat yang ada pada sebuah instansi kesehatan terutama apotek sangat penting dilakukan untuk mengetahui informasi tentang kebutuhan jumlah obat yang harus dibeli oleh apotek. Masih banyak apotek pada saat ini masing menggunakan cara manual dalam mendata stok obat yang ada pada apotek tersebut. Permasalahan yang terjadi yaitu tidak validnya data stok obat dan sulitnya melakukan prediksi untuk pemesanan stok pada bulan berikutnya. Sistem prediksi yang valid perlu dilakukan agar pihak terkait dapat mempersiapkan untuk mengurangi kerugian dalam penyetokan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi prediksi stok obat dan mengetahui hasil akurasi dari prediksi yang diberikan. Dengan mempertimbangkan karakteristik data yang stasioner metode yang digunakan adalah Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA). Pada penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah metode waterfall karena sistem pengerjaannya yang membutuhkan proses sebelumnya untuk melanjutkan proses berikutnya. Peneliti ini menggunakan data penelitian berupa data stok obat pada Puskesmas Pangkal Balam Kecamatan Pangkal Balam Kota Pangkal Pinang Propinsi Kepulauan Bangka Belitung bulan Januari tahun 2015 sampai dengan bulan Mei tahun 2017 yang didapatkan dari website dengan jumlah 8 data obat imunisasi dan setiap obat terdapat 29 data obat. Berdasarkan penelitian ini hasil penelitian menunjukkan hasil prediksi terbaik adalah pada stok obat dpt dengan nilai MAPE 1,4% dan hasil prediksi terburuk adalah pada obat campak dengan nilai MAPE 36,6%. Sehingga rata-rata error prediksi pada bulan Mei adalah 10,4% dengan akurasi 89,6%. Pada penelitian ini peneliti mampu menghasilkan sebuah sistem prediksi stok obat yang memiliki akurasi mendekati dengan niliai data aslinya menggunakan metode ARIMA. Sehingga akurasi yang diberikan oleh metode ARIMA untuk memprediksi stok obat lebih baik dari pada penelitian prediksi jumlah penumpang menggunakan metode ARIMA dengan nilai MAPE terkecil adalah 14%
Pengembangan Sistem informasi Prakerin dengan Rekomendasi Penempatan Prakerin menggunakan Algoritma Naïve Bayes di SMKN 1 Kepanjen
Penerapan Prakerin memiliki beberapa kendala yang dapat menyebabkan kemungkinan kegagalan untuk mencapai tujuan dari Prakerin itu sendiri. Beberapa hambatan untuk Prakerin adalah ketidakakuratan dalam penempatan, menghasilkan ketidakseimbangan antara kemampuan siswa dan kebutuhan industri. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk merancang, mengembangkan dan menguji penerimaan sistem informasi prakerin dengan rekomendasi industri untuk mengurangi ketidaktepatan dalam pemilihan tempat industri. Pengembangan sistem menggunakan model pengembangan waterfall, di mana langkah-langkahnya meliputi: (1) Communication, (2) Planning, (3) Modeling, (4) Construction, (5) Deployment. Pemilihan industri adalah permasalahan yang berkaitan dengan pengklasifikasian industri. Salah satu algoritma yang terbukti dapat menyelesaikan permasalahan klasifikasi dengan teknik probabilitas sederhana dan digunakan dalam penelitian ini adalah Naïve Bayes Classifier (NBC). Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket sesuai dengan indikator Technology Acceptance Model (TAM) untuk mengevaluasi sistem berdasarkan penerimaan pengguna. Uji validitas dan reliabilitas instrumen tes dibantu dengan program SPSS. Sebanyak 64 pengguna yang terdiri dari Kepala Program, Guru dan Siswa memberikan respon terhadap sistem melalui angket. Perangkat lunak yang dikembangkan berupa sistem informasi prakerin dengan rekomendasi prakerin berdasarkan algoritma Naïve Bayes Classifier (NBC). Hasil pengujian sistem menggunakan perbandingan perhitungan manual dengan output sistem, dengan dataset sebanyak 74 data siswa menghasilkan pengujian akurasi sebesar 80%. Hasil perhitungan regresi pengaruh variabel Perceived Ease of Use (PEOU) terhadap Perceived Usefulness (PU) sebesar 89%, pengaruh Ease of Use (PEOU) dan Perceived Usefulness (PU) terhadap Attitude toward Using (ATU) sebesar 88,8%, pengaruh Perceived Usefulness (PU) dan Attitude toward Using (ATU) terhadap Behavioural Intention to Use (ITU) sebesar 91,7%, dan pengaruh Behavioural Intention to Use (ITU) terhadap Actual System Use (ASU) sebesar 92,6%. Artinya, sistem telah diterima oleh pengguna di SMKN 1 Kepanjen sesuai dengan indikator technology acceptance model
Perbandingan Penerapan Model PjBL Dipadu Metode Tutorial dan Model PjBL Dipadu Metode Individual Terbimbing Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Mendesain Grafis pada Siswa Kelas X Multimedia di SMKN 12 Malang
Kompetensi yang diharapkan pada mata pelajaran Desain Grafis adalah siswa mampu membuat desain sebuah gambar. Pembelajaran Desain Grafis erat kaitannya dengan kemampuan mendesain grafis siswa. Tingkat kemampuan mendesain grafis siswa masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan tingkat kemampuan mendesain grafis karena pengaruh penerapan model PjBL dipadu metode tutorial, (2) mendeskripsikan tingkat kemampuan mendesain grafis karena pengaruh penerapan model PjBL dipadu metode individual terbimbing, dan (3) mengetahui signifikansi perbedaan tingkat kemampuan mendesain grafis karena pengaruh penerapan model PjBL dipadu metode tutorial dan model PjBL dipadu metode individual terbimbing. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Eksperimen Semu dengan desain penelitian Non-Equivalent Control Group Design. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas X MM di SMKN 12 Malang yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018. Instrumen pengukuran berupa posttest dan lembar observasi kemampuan mendesain grafis. Aspek yang diukur adalah aspek keterampilan (psikomotorik). Uji hipotesis dilakukan dengan teknik Independent Sample t-Test, berbantuan Software SPSS 23 for Windows. Hasil Uji-t menunjukkan bahwa nilai signifikansinya sebesar 0.016, dimana 0.016 < 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat signifikansi perbedaan kemampuan mendesain grafis karena pengaruh penerapan model PjBL dipadu metode tutorial dan model PjBL dipadu metode individual terbimbing. Perbedaan terhadap hasil penelitian juga dapat dilihat berdasarkan 4 hal berikut: (1) kelas eksperimen 1 memperoleh nilai rata-rata lebih tinggi yakni sebesar 86,8 daripada kelas eksperimen 2 nilai rata-ratanya hanya sebesar 82; (2) ketuntasan belajar kelas eksperimen 1 lebih tinggi yakni sebesar 57%, daripada kelas eksperimen 2 ketuntasan belajarnya hanya 37%; (3) perolehan nilai gain score kelas eksperimen 1 lebih tinggi yakni 0.611, daripada kelas eksperimen 2 hanya sebesar 0.446; dan (4) kelas eksperimen 1 memiliki 11 indikator dengan kategori tinggi, sedangkan kelas eksperimen 2 hanya memiliki 7 indikator dengan kategori tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran yang menggunakan model PjBL dipadu metode tutorial berpengaruh lebih tinggi terhadap tingkat kemampuan mendesain grafis siswa daripada pembelajaran yang menggunakan model PjBL dipadu metode individual terbimbing
Pengembangan Modul Digital Dasar Desain Grafis Bermuatan Model SAVI untuk Menumbuhkan Kreativitas Belajar Pada Siswa Kelas X Multimedia di SMK Negeri 10 Malang
ABSTRAK Alfiani, Nur Fahmi. 2018. Pengembangan Modul Digital Dasar Desain Grafis Bermuatan Model SAVI untuk Menumbuhkan Kreativitas Belajar Siswa Kelas X Multimedia di SMK Negeri 10 Malang. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom., (II) Utomo Pujianto, S.Kom., M.Kom. Kata Kunci:Pengembangan, Modul Digital, Dasar Desain Grafis, Kreativitas Belajar, SAVI. Perubahan kurikulum menjadi Kurikulum 2013 Revisi 2017 menyebabkan perubahan materi dan mata pelajaran. Dasar Multimedia (C3)digantikan denganDasar Desain Grafis (C2). SMK Negeri 10 Malang telah menerapkan Kurikulum tersebut. Untuk bahan pembelajarannya pun belum ada sehingga Guru hanya menerangkan dengan powerpoint dan memberikan tugas desain pada siswa.Siswa merasa kesulitan dalam mengerjakannya dan menyebabkan mereka kurang kreatif. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah mengembangkan modul digital mata pelajaran Dasar Desain Grafis. Konten di dalam modul digital akan bermuatan model SAVI dengan harapan dapat menumbuhkan kreativitas belajar siswa. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE. Model tersebut memiliki lima tahapan yaitu Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi dan Evaluasi. Modul yang dikembangkan berjumlah 3 dan berdasarkan KD untuk semester genap.Validasi konten modul mendapatkan 84% danvalidasi modul sebagai media mendapatkan 95%. Untuk hasil uji coba, pada kelompok kecil mendapatkan persentase sebesar 83% dan pada kelompok besar mendapatkan 86%. Modul yang dikembangkan berbentuk digital dengan format ePUB. Dengan format tersebut maka terdapat multimedia di dalam modul tersebut, seperti gambar, audio dan video. Untuk penjabaran materi akan terdapat gambar dan video sebagai penunjang dan mewakilkan pembelajaran dengan melihat dan mendengar. Terdapat fitur latihan soal dan studi kasus sehingga siswa dapat belajar dengan memecahkan masalah. Selain itu juga terdapat latihan praktikum sehingga siswa dapat belajar dengan melakukan. Berdasarkan hasilpenelitian selama siswa menggunakan modul digital, didapatkan hasil sebanyak 20 siswa(67%)memiliki kreativitas tinggi dan 8 siswa (37%) memiliki kreativitas sedang. Hal tersebut menandakan bahwa penggunaan modul digital telah mampu menumbuhkan kreativitas belajar siswa. Seluruh siswa mampu mengerjakan tugas dengan lancar dan tidak putus asa. Siswa juga mampu menunjukkan rasa apresiasi estetik ketika mengerjakan. Selain itu rasa ingin tahu siswa juga cukup tinggi, ditandai dengan mengajukan pertanyaan yang tidak dimengerti terkait tugas yang dikerjakan
Penerapan Algoritma Support Vector Machine (SVM) untuk Memprediksi Tingkat Kunjungan Wisatawan Asing
RINGKASAN Tingkat kunjungan wisatawan asing ke Indonesia setiap waktunya selalu mengalami peningkatan yang signifikan. Akan tetapi, beberapa prediksi dari pemerintahan Indonesia di dalam menentukan target tingkat kunjungan wisatawan asing pertahunnya sering mengalami ketidaksesuaian, sehingga target yang telah ditentukan tidak tercapai. Oleh karena itu, guna membantumemperbaiki prediksi data tingkat kunjungan wisatawan asing ke Indonesia agar target yang ditentukan lebih sesuai,diperlukansalah satu algoritmaterbaik di dalam data mininguntuk membantu mengklasifikasi dan memprediksi data ke depan dengan hasil yanglebih akurat. Beberapa algoritma di dalam data mining telah digunakan untuk memprediksi tingkat kunjungan wisatawan asing diantaranya adalah algoritmaMultivariate Fuzzy Time Series, Fuzzy Neural Network, dan ARIMA. Di sisi lain, terdapatalgoritmaSupport Vector Machine (SVM) telah diterapkan di beberapa prediksi dan terbukti memiliki nilai prediksi yang cukup akurat. Data yang digunakan adalah data jumlah kunjungan wisatawan asing melalui beberapa pintu gerbang kedatangan internasional di Indonesia yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dengan jumlah data sebanyak 1782 data. Pada penelitian ini, algoritma SVM digunakan untuk mengklasifikasi data time seriessecara regresi agar nilai prediksi pada setiap data dapat diperoleh. Selain itu, di dalam penelitian ini dilakukan pencarian model terbaik dari algoritma SVM menggunakan metode optimasi Grid Search Optimization (GSO) untuk mempermudah dan mempercepat proses pencarian model terbaik. Metode evaluasi yang digunakan adalah Mean Absolute Percentage Error (MAPE)untuk memperoleh nilai selisih/ error yang diperoleh dari hasil prediksi dengan hasil sebenarnya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa data time seriesdapat berpengaruh terhadap nilai error yang dihasilkan dari pengolahan data tingkat kunjungan wisatawan asing. Tingkat rata-rata Mean Absolute Persetage Error(MAPE) yang dihasilkan dari pengolahan data uji sebesar 1.55 %, sehingga algoritma Support Vector Machine dapat diterapkan untuk membantu memprediksi data kunjungan wisatawan asing ke Indonesia ke depan
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBENTUK DIGITAL MATA PELAJARAN PEKERJAAN DASAR ELEKTROMEKANIK (PDE) BERBASIS MIND MAPPING UNTUK MEMAHAMKAN KONSEP PADA SISWA KELAS X TIPTL DI SMKN 2 PROBOLINGGO
RINGKASAN Ambarwati, Siska Dwi. 2018. Pengembangan Modul Pembelajaran Berbentuk Digital Mata Pelajaran Pekerjaan Dasar Elektromekanik (PDE) Berbasis Mind Mapping untuk Memahamkan Konsep Pada Siswa Kelas X TIPTL di SMKN 2 Probolinggo. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. Hari Putranto, M.Pd., (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Kata Kunci: Pengembangan, Modul Berbentuk Digital, Pekerjaan Dasar Elektromekanik, Mind Mapping, Pemahaman Konsep. Modul digital atau elektronik merupakan bentuk penyajian bahan ajar yang disusun secara sistematis dan disajikan dalam format elektronik. Modul digital memuat materi terstruktur yang dapat digabungkan dengan animasi, gambar, video, atau musik sehingga modul akan terlihat lebih menarik. Materi pada modul ajar digital yang akan dikembangkan yaitu materi pada mata pelajaran Pekerjaan Dasar Elektromekanik Semester Gasal. Pekerjaan Dasar Elektromekanik merupakan salah satu mata pelajaran produktif yang terdapat di paket keahlian Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik. Penggunaan mind mapping pada modul ini dapat memudahkan siswa untuk memetakan konsep-konsep materi di awal pembelajaran, mengetahui hubungan antar-materi, dan mengetahui materi yang akan dipelajari sehingga tidak terjadi kesalahan konsep pada siswa. Dari hasil observasi pada guru pengampu mata pelajaran Pekerjaan Dasar Elektromekanik, diperoleh informasi bahwa pada pembelajaran PDE bahan ajar yang digunakan berupa hardcopy tayangan PPT. Bahan ajar lain yang disediakan oleh Kemendikbud berupa e-book. Namun, bahan ajar tersebut tidak sesuai dengan kompetensi dasar yang ingin dicapai. Kurangnya sumber belajar dalam pembelajaran menyebabkan kegiatan belajar siswa menjadi kurang optimal, maka dibuatlah modul ajar digital PDE semester gasal. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah merencanakan, mengembangkan, menguji kelayakan modul, serta menguji efektifitas untuk pemahaman konsep pada siswa. Modul tersebut diatas dikembangkan menggunakan model penelitian dan pengembangan menurut Sadiman. Langkah-langkah yang akan ditempuh dalam pengembangan antara lain: (1) Identifikasi kebutuhan; (2) Perumusan tujuan; (3) Perumusan butir-butir materi; (4) Perumusan alat pengukur keberhasilan; (5) Penulisan naskah media; (6) Validasi/uji coba; (7) Revisi; dan (8) Produksi. Produk yang dihasilkan berupa modul pembelajaran berbentuk digital dengan ekstensi .exe untuk komputer/PC dan .apk untuk smartphone. Produk yang dikembangkan telah divalidasi oleh tiga ahli dan diuji coba pada 15 siswa kelas XI TIPTL uji kelompok kecil dan 31 siswa kelas X TIPTL uji coba lapangan dan kebergunaan produk. Hasil validasi ahli sebesar 93,8%. Hasil uji coba kelompok kecil sebesar 90,0%, uji coba lapangan sebesar 90,8%, dan nilai uji pemahaman konsep sebesar 94,2. Berdasarkan hasil tersebut maka modul layak dan dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran PDE untuk memahamkan konsep pada siswa kelas X TIPTL. ABSTRACT Ambarwati, Siska Dwi. 2018. Development of Digital Learning Module of Electromechanical Work Subject Based on Mind Mapping to Increase Concept Understanding at Electric Power Utilization Installation Technique (TIPTL) Grade X Students at SMKN 2 Probolinggo. Thesis, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisor: (1) Drs. Hari Putranto, M.Pd., (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Keywords: Development, Digital Module, Electromechanical Basic Work, Mind Mapping. Digital or electronic modules are a form of presentation of teaching materials that are arranged systematically and presented in electronic format. Digital modules contain structured material that can be combined with animation, images, videos or music so that the module will look more attractive. The material of the digital teaching module that will be developed is the material in the subjects of the Odd Semester Electromechanical Work. Electromechanical Basic Work is one of the productive subjects found in the Electricity Utilization Installation Engineering expertise package. Uses of mind mapping in this module can make it easier for students to map material concepts at the beginning of learning, know the relationship between the material, and know the material to be studied so that there is no misconception in students. From the results of observations on the teaching teachers of Electromechanical Basic Work subjects, information was obtained that the PDE learning materials used were in hardcopy of PPT impressions form. Other teaching materials provided by the Ministry of Education and Culture are e-books. However, the teaching material is not in accordance with the basic competencies to be achieved. Lack of learning resources in learning causes student learning activities to be less than optimal, so the odd semester PDE digital teaching module was created. The purpose of this research and development is to plan, develop, test the feasibility of the module, and test the effectiveness of understanding concepts in students. The module above will be developed using a research and development model according to Sadiman. The steps to be taken in development include: (1) Identification of needs; (2) Formulation of objectives; (3) Formulation of items; (4) Formulation of a measure of success; (5) Writing of media manuscripts; (6) Validation / trial; (7) Revisions; and (8) Production. The products produced are in the form of digital learning modules with .exe extensions for computers / PCs and .apk for smartphones. The product developed was validated by three experts and tested on 15 TIPTL class XI students in a small group test and 31 TIPTL X class students field trials and product uses. The results of expert validation were 93.8%. The results of the small group trial amounted to 90.0%, field trials amounted to 90.8%, and the conceptual understanding test value was 94.2. Based on these results, the module is feasible and can be used in PDE learning activities to understand the concepts in class X TIPTL students.
PengembanganBuku Digital Interaktif Mata PelajaranAdministrasiSistemJaringanKelas XI Program Keahlian Teknik Komputer danJaringan di SMK Negeri 11 Malang
RINGKASAN Hafidh, MuhammadIrfan. 2018.PengembanganBuku Digital Interaktif Mata PelajaranAdministrasiSistemJaringanKelas XI Program KeahlianTeknikKomputerdanJaringan di SMK Negeri 11 Malang. Skripsi, JurusanTeknikElektro, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ir. H. SyaadPatmanthara, M.Pd., (2) DilaUmniaSoraya, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Buku DigitalInteraktif, Media Pembelajaran, TeknikKomputerdanJaringan, AdministrasiSistemjaringan, SekolahMenengahKejuruan Pelaksanaan proses belajartidakluputdaripenggunaan media sebagaisaranapembelajaran. Meskipunpembelajaransudahcukupbaikhanyadenganbersumberbukucetak,dan file dokumen (.doc/.pdf) akantetapipemanfaatanfasilitas yang kurangmaksimaldaninovatif,menyebabkanhasilbelajarkurangmaksimal.Tujuandaripenelitianpengembanganiniyaitumerancang, mengembangkandanmengujitingkatkelayakandaribuku digital interaktifpadamatapelajaranAdministrasiSistemjaringan yang sesuaidengankurikulum 2013 di SMK Negeri 11 Malang. Model pengembangan yang digunakanadalahADDIE yang memilikilimatahap, yaitu: (1) Analysis; (2) Design; (3) Development; (4) Implementation; dan (5) Evaluation. Pengumpulan data dilansanakanadatahapanimplementasidenganmemanfaatkanangketdenganskalalikertyang ditujukankepadaahlimateri, ahli media dan para respondensiswakelas XI Program KeahlianTeknikKomputerdanJaringan yang terdiridari 10 siswauntukujicobakelompokkecil, dan 37 siswauntukujicobakelompokbesar. Data kuantitatif yang telahdiperolehdilakukananalisisdenganmenggunakanteknikanalisisdeskriptifuntukmenentukantingkatkelayakanbahan ajar digital yang telahdikembangkandandiujicoba. Hasilkelayakanbahan ajar digital AdministrasiSistemJaringan yang telahdikembangkan, diperolehdarivalidasi para ahlidan para respondensiswayaitu: (1) ahlimaterimenyatakanbahan ajar digital cukuplayakuntukdigunakandenganperolehanpersentase86.11 %, (2) ahli media menyatakanbahan ajar digital inicukuplayakdigunakandenganperolehanpersentase 86.36 %, (3) responden para siswakelas XI TKJ para ujicobakelompokkecildankelompokbesarmenyatakanbahan ajar digital inicukuplayakuntukdigunakandenganperolehanpersentasemasing-masing 91.66 % dan94.27 %. Berdasarkanhasil yang telahdidapatkan, makadapatdisimpulkanbahwabahan ajar digital AdministrasiSistemJaringandinyatakancukuplayakdandapatdigunakandalam proses kegiatanbelajarsertapembelajaranbagi para pesertadidik