SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UMNot a member yet
2357 research outputs found
Sort by
Pengembangan Trainer Kendali Elektromagnetik dengan Berbagai Kategori Pengendalian Motor Asinkron Pada Praktikum Motor Listrik Jurusan Pembangkit Tenaga Listrik SMK PGRI 3 Malang
ABSTRAK Zehan, I.A.N. 2017. Pengembangan Trainer Kendali Elektromagnetik dengan Berbagai Kategori Pengendalian Motor Asinkron Pada Praktikum Motor Listrik Jurusan Pembangkit Tenaga Listrik SMK PGRI 3 Malang. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Elektro. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. (II) Drs. Hari Putranto, M.Pd. Kata kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran, Kendali Elektromagnetik, Pengendalian Motor. Peranan motor listrik pada dunia industri sangatlah besar, hampir semua pengoperasian alat dapat dijalankan karena adanya motor listrik. Dengan keadaan tersebut, belajar memahami pengoperasian motor listrik merupakan hal yang harus dilakukan. Termasuk menambah referensi dan wawasan tentang macam-macam pengendalian motor listrik. Terlebih lagi untuk siswa kejuruan yang memang sengaja disiapkan untuk bekerja di dunia industri. Selain itu media penunjang juga harus disiapkan dengan sebaik-baiknya untuk memaksimalkan pembelajaran yang berlangsung. Salah satunya dengan mengembangkan sebuah media pembelajaran. Pengembangan yang dilakukan bertujuan untuk memudahkan siswa dalam praktikum motor listrik dengan media pembelajaran pendukung yang simple, portable, dan tersusun rapi, serta memberikan referensi dan wawasan bagi siswa dalam memahami berbagai pengendalian motor. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Sugiyono. Tahapan-tahapan dari model pengembangan Sugiyono adalah: (a) potensi dan masalah, (b) pengumpulan data, (c) desain produk, (d) validasi desain, (e) revisi desain, (f) uji coba produk, (g) revisi produk, (h) uji coba pemakaian, (i) revisi produk, dan (j) produksi masal. Produk yang dihasilkan dari pengembangan yaitu: (1) trainer kendali elektromagnetik yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran penunjang praktikum motor listrik, dan (2) jobsheet praktikum dengan berbagai pengendalian motor asinkron. Hasil validasi produk oleh ahli 1 sebesar 87,80%, ahli 2 sebesar 89,44%, uji coba lapangan kelompok kecil sebesar 90,45% dan uji coba lapangan kelompok besar sebesar 92,59%. Berdasarkan uji validitas oleh ahli dan uji coba lapangan oleh siswa bahwa Pengembangan Trainer Kendali Elektromagnetik dengan Berbagai Kategori Pengendalian Motor Asinkron Pada Praktikum Motor Listrik Jurusan Pembangkit Tenaga Listrik SMK PGRI 3 Malang dinyatakan valid dan layak untuk digunakan sebagai penunjang dalam pembelajaran praktikum motor listrik
Pengembangan Aplikasi Penyusun Kisi- kisi dan Soal yang Sesuai dengan Kata Kerja Operasional untuk Guru Rekayasa Perangkat Lunak di SMK Negeri 4 Malang
ABSTRAK Kisi-kisi merupakan format pemetaan soal yang menggambarkan distribusi itemuntuk berbagai pokok bahasan berdasarkan jenjang kemampuan tertentu dan berguna sebagai panduan untuk menulis soal. Soal merupakan instrumen pengukuran yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir siswa. Penyusunan kisi-kisi dan soal dimaksudkan agar materi yang diujikan relevan dengan materi pelajaran yang sudah diberikan. Kisi-kisi dibuat dengan menggunakan KKO. Melalui KKO, tingkat kompetensi yang digunakan dalam kompetensi dasar dapat diketahui. KKO digunakan untuk menyatakan hasil belajar atau capaian pembelajaran tertentu pada setiap aspek kognitif. Guru RPL di SMK Negeri 4 Malang mengalami kesulitan dalam menyusun kisi-kisi dan soal yang sesuai KKO karena hanya duadari enam guru yang merupakan lulusan jurusan pendidikan. Selain itu,terdapat aturan kesesuaian penggunaan KKO pada indikator soal dan yang ada pada kisi-kisi. Guru RPL biasanya langsung membuat soal tanpa memperhatikan indikator yang terdapat dalam kisi-kisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep aplikasi penyusunan kisi-kisi dan soal yang sesuai dengan KKO bagi guru RPL, (2) merancang dan mengembangkan aplikasi penyusunan kisi-kisi dan soal yang sesuai dengan KKO bagi guru RPL, dan (3) menguji aplikasi untuk mengetahui tingkat kelayakan aplikasi penyusunan kisi-kisi dan soal yang sesuai dengan KKO bagi guru RPL. Model pengembangan aplikasi ini menggunakan pengembangan waterfall. Tahapan pada model waterfall terdiri dari: (1) requirement analysis and definition, (2) system and software design, (3) implementation and unit testing, (4) integration and system testing dan (5) operation and maintenance.Instrumen yang digunakan berbentuk angket atau kuisioner dan lembar komentar. Angket aspek fungsionalitas bersifat semi tertutup digunakan untuk mengukur hasil pengembangan aplikasi.Angket untuk aspek usabilitas bersifat tertutup dan berbentuk check list. Data kualitatif diperoleh dari tanggapan ahli perangkat lunak dan pengguna aplikasi yang akan digunakan sebagai umpan balik dan masukan dalam pengembangan selanjutnya. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari dari pemberian skor pada tiap item angket dan diproses menggunakan pengolahan presentase jumlah skor. Hasil penelitian pengembangan ini berupa aplikasi yang dapat membantu guru menyusun kisi-kisi dan soal yang sesuai dengan KKO. Hasil pengujian fungsional dari ahli perangkat lunak, admin, dan guru diperoleh persentase tingkat kesesuaian output dan efisiensi sistem informasi sebesar 100% diterima. Sedangkan untuk pengujian usabilitas diperoleh tingkat kebermanfaatan sebesar 93% diterima, yang berarti bahwa aplikasi untuk guru RPL dalam menyusun kisi-kisi dan soal yang sesuai dengan KKO termasuk dalam kualifikasi valid, secara fungsional sistem sudah dapat menghasilkan output yang diharapkan. Kelebihan aplikasi ini yaitu (a) mencakup langkah-langkah pembuatan kisi-kisi dan soal yang terstruktur, (b)menyediakan pilihan KKO yang dapat digunakan setelah memilih aspek kognitif, (c) isi dari indikator divalidasi kesesuaiannya dengan KKO terpilih, (d) KKO terpilih akan memvalidasi kesesuaian dengan kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, indikator soal, dan soal, (f) pengguna hanya perlu mengisikan butir soal secara lengkap, dan (g) menghasilkan produk kisi-kisi dan soal
HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY INTELLIGENCE DAN KECAKAPAN MENCARI INFORMASI DENGAN KEMAMPUAN MENENTUKAN PILIHAN PROFESI SETELAH LULUS MAHASISWA S1 PTI UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Yusro, AdibMaulana. 2018. Hubungan Adversity Intelligence Dan Kecakapan Mencari Informasi Dengan Kemampuan Menentukan Pilihan Profesi Setelah Lulus Mahasiswa S1 PTI Universitas Negeri Malang.Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T., (II) Drs. Hari Putranto M.Pd. Kata Kunci : Adversity Intelligence, Kecakapan Mencari Informasi, Kemampuan Menentukan Pilihan Profesi Setelah Lulus Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan menentukan pilihan profesi setelah lulus (Y) mahasiswa, seperti adversity intelligence (X1) dan kecakapan mencari informasi (X2). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan seberapa tinggi antara adversity intelligence, kecakapan mencari informasi dan kemampuan menentukan profesi setelah lulus serta mengungkap hubungan adversity intelligence (X1) dan kecakapan mencari informasi (X2) dengan kemampuan menentukan pilihan profesi setelah lulus (Y). Penelitian ini merupakan penelitian Ex Post Factodengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang angkatan 2014. Penentuan sampel menggunakan “Nomogram Harry King”. Teknik pengumpulan datanya menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan korelasi parsial dan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) X1 terhadap Y memiliki hubungan positif dan signifikan; (2) X2 terhadap Y memiliki hubungan positif dan signifikan; (3) Y = 85.534 + 0.315 X1 + 0.475 X2 dengan taraf signifikansi sebesar 0.000 yang artinya terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1 dan X2 dengan Y secara simultan.Sumbanganefektifdanrelatifdarivariabelbebasdanterikatsecaraberturut-turut: (1) X1 terhadap Y sebesar 45,52% dan 79,3% ; X2 terhadap Y sebesar 11,88% dan 20,7%; dan (3) X1dan X2simultan terhadap Y sebesar 57,4%. Kesimpulan penelitian yaitu : (1) tingkat kemampuan menentukan pilihan profesi setelah lulus dalam kategori sangat tinggi; (2) tingkat adversity intelligence dalam kategori sangat tinggi; (3) tingkat kecakapan mencari informasi dalam kategori tinggi; (4) terdapat hubungan yang positif dan siginifikan antara X1 dengan Y; (5) terdapat hubungan yang positif dan siginifikan antara X2 dengan Y ; dan (6) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara X1, X2 dengan Y secara simultan
ANALISIS SETTING RELE ARUS LEBIH DAN RELE GANGGUAN TANAH PADA SISTEM PROTEKSI TRANSFORMATOR 60 MVA DI GARDU INDUK 150KV CIBATU
ABSTRAK Sugesti, Lia. 2018. Analisis Setting Rele Arus Lebih dan Rele Gangguan Tanah Pada Sistem Proteksi Transformator 60 MVA di Gardu Induk 150 kV Cibatu. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Arif Nur Afandi, S.T., M.T., Ph.D., Drs. Hari Putranto, M.Pd. Kata Kunci: Sistem proteksi; arus hubung singkat; rele arus lebih (OCR) dan rele gangguan tanah (GFR); setting OCR dan GFR Tenaga listrik adalah salah satu kebutuhan pokok saat ini. Oleh karena itu, tenaga listrik harus selalu tersedia secara ekonomis dengan memperhatikan kualitas baik tegangan maupun frekuensi dan keandalan. Untuk menjaga kontinuitas tenaga listrik dalam menyalurkan energi listrik diperlukan sistem proteksi sesuai kebutuhan. Untuk mengamankan berbagai gangguan pada sistem tenaga listrik khususnya transformator, maka menggunakan rele proteksi. Rele proteksi yang digunakan oleh transformator beberapa diantaranya adalah rele arus lebih atau over current relay (OCR) dan rele gangguan tanah atau ground fault relay (GFR). Kedua rele tersebut mengamankan transformator dari gangguan luar berupa arus hubung singkat. Adapun langkah-langkah perhitungan berdasarkan single line diagram dan spesifikasi data peralatan. Hasil dari perhitungan arus hubung singkat akan dipergunakan untuk setting rele OCR dan GFR. Hasil perhitungan untuk time multiple setting (TMS) OCR pada sisi incoming didapat nilai TMS=0,23, sedangkan setting OCR sisi 150 kV didapat nilai TMS=0,33. Penyetelan GFR pada sisi incoming didapat nilai TMS=0,155, sedangkan setting GFR sisi 150 kV didapat nilai TMS=0,75. Standar setting rele menggunakan parameter atau perhitungan yang sesuai dengan buku “Buku Pedoman dan Petunjuk Sistem Proteksi Transmisi dan Gardu Induk Jawa-Bali” milik PT. PLN. Koordinasi antar rele pada perhitungan sudah sesuai dengan standart IEC 60255 dengan tingkatan waktu yang terjadi antara waktu rele pertama dengan waktu rele berikutnya (grading time) sebesar 0,3-0,5 detik, sehingga setting rele di Gardu Induk 150 kV Cibatu masih dalam keandalan yang baik
PERBEDAAN KEMANDIRIAN DAN HASIL BELAJAR PEMROGRAMAN DASAR KARENA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUICK ON THE DRAW DIBANDINGKAN DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MODUL PADA SISWA KELAS XI DI SMKN 12 MALANG
ABSTRAK Pembelajaran di sekolah pada awalnya menggunakan model Discovery Learning. Hal tersebut dianggap sebagai penyebab siswa kurang mandiri dan hasil belajar kurang maksimal dalam pembelajaran sehingga diperlukan alternatif lain untuk menumbuhkan hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemandirian, hasil belajar ranah pengetahuan dan ranah keterampilan pemrograman dasar antara model pembelajaran Quick On The Draw Dibandingkan dengan Discovery Learning Berbantuan Modul Pada Siswa Kelas XI di SMKN 12 Malang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Variabel yang digunakan adalah variabel bebas yang berupa dua model pembelajaran yakni Quick On The Draw diberikan pada kelas kelas eksperimen dan Discovery Learning pada kelas kontrol, serta variabel terikat berupa kemandirian dan hasil belajar siswa ranah pengetahuan, serta ranah keterampilan. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI RPL sebagai kelas kontrol dan MM sebagai kelas eksperimen di SMKN 12 Malang. Rata-rata kemandirian belajar siswa setelah diberikan perlakuan yakni, kelas XI RPL sebesar 84,4 dan kelas MM sebesar 79,3. Rata-rata hasil belajar ranah pengetahuan setelah diberikan perlakukan yakni, kelas RPL sebesar 83,9 dan kelas MM sebesar 77,9. Serta rata-rata hasil belajar ranah keterampilan setelah diberikan perlakuan yakni, kelas RPL sebesar 84,3 dan kelas MM 80,1. Hasil Uji-t menunjukkan bahwa kemandirian belajar dengan lembar observasi dan angket memperoleh nilai 0.000, hasil belajar ranah pengetahuan memperoleh nilai 0.000, dan ranah keterampilan memperoleh nilai 0.006. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan rata-rata yang diperoleh kelas eksperimen lebih unggul dibandingkan dengan kelas kontrol dalam kemandirian dan hasil belajar serta berdasarkan Uji-t yang diperoleh terdapat perbedaan kemandirian dan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kontrol
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) Pada Mata Pelajaran Pekerjaan Dasar Elektromekanik Kelas X Semester 2 Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi
ABSTRAK Bahan ajar merupakan salah satu aspek penting dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Pendidik akan lebih terbantu dengan tersedianya bahan ajar, terlebih apabila bahan ajar tersebut sesuai dengan kurikulum sekolah. Pada kenyataannya bahan ajar yang tersedia masih terpaku pada kurikulum lama, sehingga menyebabkan pendidik kesulitan menyelaraskan materi pada kurikulum terbaru dengan bahan ajar tersebut. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran Pekerjaan Dasar Elektromekanik kompetensi keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, diketahui bahwa belum tersedianya bahan ajar yang sesuaidengankurikulum agar tujuandarisebuahpembelajarantercapai. Pengembangan ini bertujuan untuk membuat bahan ajar Pekerjaan Dasar Elektromekanik yang belum tersedia di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi dan menguji kelayakan serta keefektifan bahan ajar bagi peserta didik kelas X semester 2. Bahan ajar ini berbentuk modul cetak berbasis strategi pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) yang telah terbukti dapat membantu peserta didik dalam memahamihinggamenghapalinformasiataumateri yang telahdibacadandipelajari. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini diadopsi dari tiga model pengembangan, yakni model pengembangan ADDIE, Dick and Carrey dan Borg and Gall. Dengan langkah-langkah pengembangan sebagai berikut: (1) analisis kebutuhan bahan ajar; (2) desain pengembangan; (3) mengembangkan bahan ajar; (4) merancang & mengembangkan evaluasi formatif; (5) revisi akhir bahan ajar; dan (6) penyebarluasan bahan ajar. Subjek uji coba pada penelitian ini adalah peserta didik kelas X kompetensi keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi sebagai uji kelayakan. Dengan menggunakan jenis data kuantitatif yang diperoleh dari skor angket dari validator isi dan format bahan ajar serta responden. Sedangkan data kualitatif berupa saran, kritik dan pendapat seluruh subjek uji coba. Setelah angket dan seluruh data dari validator isi dan format terkumpul, akan dilakukan analisis data dengan uji validasi. Apabila bahan ajar tersebut valid, maka siap untuk diuji kelayakan kepada responden. Setelah angket dan seluruh data dari responden terkumpul, akan dilakukan uji kelayakan dan keefektifitasan dari bahan ajar yang telah dikembangkan . Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa hasil review validator isi didapatkan skor 95,5% dengan kriteria sangat valid, hasil review validator format didapatkan skor 96,5% dengan kriteria sangat valid, uji coba perseorangan didapatkan skor 85,87% dengan kriteria sangat valid. uji coba kelompok kecil didapatkan skor 80,51% dengan kriteria sangat valid dan uji lapangan didapatkan skor 84,46% dengan kriteria sangat valid. Berdasarkan paparan data skor tersebut, modul Pekerjaan Dasar Elektromekanik berbasis PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) Kelas X Semester 2 Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi dinyatakan sangat valid dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran di sekolah
Pengembangan Trainer Wall Follower pada Mapel Mikroprosesor dan Mikrokontroler untuk Pemahaman Konsep Pemrograman Mikrokontroler Siswa Kelas XI Program Keahlian TEI di SMK Negeri 2 Probolinggo
ABSTRAK Rasyid, Abdurrahman. 2018. Pengembangan Trainer Wall Follower pada Mapel Mikroprosesor dan Mikrokontroler untuk Pemahaman Konsep Pemrograman Mikrokontroler Siswa Kelas XI Program Keahlian TEI di SMK Negeri 2 Probolinggo. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muladi, S.T., M.T. (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Kata Kunci: Pengembangan, Wall Follower, Mikrokontroler. Kurikulum 2013 revisi 2017 Program Keahlian Teknik Elektronika Industri terdapat Mata Pelajaran Mikroprosesor dan Mikrokontroler. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, media pembelajaran yang tersedia di SMK Negeri 2 Probolinggo untuk Mata Pelajaran Mikroprosesor dan Mikrokontroler berupa Trainer Input Output Mikrokontroler yang digunakan pada kompetensi dasar menerapkan perintah input output mikrokontroler. proses pembelajaran mikrokontroler masih menghadapi beberapa hambatan antara lain: trainer dan jobsheet hanya membahas pada kompetensi dasar menerapkan perintah input output mikrokontroler dan belum adanya trainer yang membahas contoh aplikasi sederhana dengan menggunakan pengendali mikrokontroler. Berdasarkan masalah di atas, Trainer aplikasi mikrokontroler yang akan dikembangkan berupa Trainer Wall Follower untuk kompetensi dasar menerapkan program aplikasi sederhana dengan pengendali mikrokontroler. Tujuan dari pengembangan ini adalah merancang media pembelajaran pada Mata Pelajaran Mikroprosesor dan Mikrokontroler berupa Trainer dan Jobsheet Wall Follower, mengembangkan media pembelajaran pada Mata Pelajaran Mikroprosesor dan Mikrokontroler berupa Trainer dan Jobsheet Wall Follower, menguji kelayakan media berupa Trainer dan Jobsheet Wall Follower pada Mata Pelajaran Mikroprosesor dan Mikrokontroler dan mengimplementasi media pembelajaran berupa Trainer dan Jobsheet Wall Follower pada Mata Pelajaran Mikroprosesor dan Mikrokontroler. Model pengembangan yang digunakan pada pengembangan ini diadopsi dari model pengembangan Sugiyono. Tahap-tahap yang dilakukan antaran lain: Potensi dan Masalah, Pengumpulan Data, Desain Produk, Validasi Desain, Revisi Desain, Uji Coba Produk, Revisi Produk, Uji Coba Pemakaian, Revisi Produk dan Produk Akhir. Hasil dari pengembangan media ini telah divalidasi oleh ahli serta telah diuji cobakan kepada siswa kelas X SMK Negeri 2 Probolinggo melalui uji coba produk dan uji coba pemakaian. Kelayakan trainer dan jobsheet wall follower diketahui berdasarkan hasil angket. Hasil angket reviewer ahli 1 memperoleh skor 94,83% (sangat valid) dan reviewer ahli 2 memperoleh skor 96,55% (sangat valid). Uji coba produk memperoleh skor 90,55 % (sangat layak). Berdasarkan skor tersebut, trainer dan jobsheet wall follower dinyatakan sangat valid dan layak digunakan dalam pembelajaran. Hasil uji coba pemakaian dapat diketahui berdasarkan hasil belajar siswa. Rata-rata hasil belajar siswa adalah 84,77 yang menyatakan media pembelajaran dapat digunakan sebagai salah satu cara memahamkan konsep pemrograman mikrokontroler siswa
Pengembangan Sumber Belajar Basis Data Bermuatan Conceptual Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Menumbuhkan Kemandirian Belajar pada Siswa Kelas X Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak di SMK PGRI 3 Malang
ABSTRAK Shahrul, Azzhan. 2018. Pengembangan Sumber Belajar Basis Data Bermuatan Conceptual Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Menumbuhkan Kemandirian Belajar pada Siswa Kelas X Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak di SMK PGRI 3 Malang. Skripsi, Jurusan Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Muladi. S.T., M.T. (2) Triyanna Widiyaningtyas, S.T., M.T. Kata Kunci: Pengembangan, Sumber Belajar, Basis Data, Conceptual Learning. Basis Data yang merupakan Mata pelajaran wajib bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) adalah Sebuah tempat penyimpanan yang memiliki kapasitas penyimpanan yang besar yang di dalamnnya terdapat kumpulan data yang tidak hanya berisi data operasional tetapi juga deskripsi data yang dapat digunakan secara bersamaan oleh banyak departemen dan pengguna. Mata pelajaran Basis Data menunjang siswa untuk membangun, mengatur, dan memanipuasi data yang berupa informasi, gambar, video, audio, dan kombinasi dari yang disimpan dalam media elektronik dan diolah sedemikian rupa agar dapat digunakan dengan efektif dan efisien. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di SMK PGRI 3 Malang diperoleh infomasi bahwa rendahnya pemahaman siswa terhadap mata pelajaran Basis Data khususnya kelas X RPL. Sampai saat ini model kegiatan pembelajaran dan praktikum yang dilakukan oleh guru hanya dengan metode ceramah yang merupakan salah satu bentuk dari metode pembelajaran konvensional. Selain itu modul cetak atau buku ajar masih belum tersedia.Melalui Pengamatan pada saat praktikum terdapat 82% siswa menyatakan kurang paham terhadap Mata Pelajaran Basis Data dikarenakan sulit untuk dipahami oleh siswa. Berdasarkan masalah yang telah dipaparkan di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sumber Belajar berupa Modul ajar dengan muatan Conceptual Learning untuk meningkatkan pemahaman konsep dan menumbuhkan kemandirian belajar pada Siswa Kelas X RPL di SMK PGRI 3 Malang. Sumber belajar ini dikembangkan dengan menggunakan Model Pengembangan Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate (ADDIE). Hasil yang diperoleh dari pengembangan dan penelitian sumber belajar berbasis web ini adalah sebagai berikut: Ahli Materi diperoleh persentase sebanyak 81%, Ahli Media diperoleh persentase sebanyak 87,5%, Uji coba produk sebanyak 87%. Kemudian presentase peningkatan pemahaman siswa diuji dengan pre-test dengan hasil rata-rata 59.8 dan hasil rata-rata post-test sebesar 92%. Dari rata-rata pretest dan post-test dapat disimpulkan bahwa nilai post-test lebih tinggi 53% dari rata-rata pre-test. Kemandirian belajar siswa meningkat dengan rata-rata sebesar 82.04% sehingga dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep dan kemandirian belajar siswa meningkat setelah menggunakan sumber belajar basis data berbasis web
Pengembangan Bahan Ajar Digital Komposisi Foto Digital Bermuatan Creative Problem Solving (CPS) untuk Menumbuhkan Keaktifan Siswa Kelas XI Program Keahlian Multimedia di SMK Negeri 5 Malang
ABSTRAK Mata pelajaran Komposisi Foto Digital adalah dasar untuk pembelajaran pengolahan gambar diam dan gambar bergerak. Sehingga apabila kompetensi ini tidak dikuasai akan menyulitkan siswa untuk memahami mata pelajaran lain dan berhubungan dengan pembelajaran pengolahan gambar. Oleh karena itu, siswa dituntut untuk aktif dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan di SMK Negeri 5 Malang, faktor penyebab rendahnya keaktifan siswa kelas XI pada mata pelajaran Komposisi Foto Digital antara lain, tingkat pemahaman siswa, metode dan media pembelajaran yang digunakan, serta tidak adanya sumber belajar bagi siswa. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan sebuah bahan ajar digital yang dapat menarik perhatian siswa dan diharapkan mampu menumbuhkan keaktifan siswa. Tujuan dari penelitian dan pengembangan merancang, dan menguji validitas dari konten maupun media serta menguji kelayakan bahan ajar digital dengan melakukan uji coba kelompok sekaligus mengamati keaktifan siswa dalam menggunakan bahan ajar digital. Model penelitian yang digunakan adalah model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu (1) analysis; (2) design; (3) development; (4) implementation; dan (5) evaluation. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan lembar observasi. Validasi ahli dilakukan oleh ahli materi dan ahli media. Ujicoba kelompok dilakukan dalam 2 bentuk kelompok yaitu ujicoba kelompok kecil sebanyak 10 siswa dan uji coba kelompok besar sebanyak 33 siswa. Berdasarkan hasil validasi ahli, diperoleh persentase validitas menurut ahli materi sebesar 83,26% dan persentase validitas menurut ahli media sebesar 87,29%. Sedangkan untuk ujicoba kelompok, diperoleh persentase hasil ujicoba kelompok kecil sebesar 74,82% dan ujicoba kelompok besar sebesar 86,34%. Berdasarkan hasil tersebut, maka secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa produk bahan ajar digital komposisi foto digital ini sangat valid, layak digunakan serta bahan ajar digital mampu menumbuhkan keaktifan siswa
PerancanganPemberianTakaranPupuk Urea Berdasarkan Tingkat KehijauanDaunPadaTanamanPadiMenggunakanMetode Fuzzy – Local Binary Pattern
ABSTRAK Dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan pangan secara nasional diupayakan agar produktivitas hasil padi harus semakin meningkat Padi (Oryzasativa,sp) adalah salah satu tanaman penghasil beras merupakan salah satu kebutuhan pokok masyrarakat Indonesia. Pupuk Urea merupakan salah unsur hara paling utama yang di perlukan tanaman padi dalam proses pertumbuhan serta memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan tanaman padi. Penggunaan pupuk urea nitrogen secara berlebihan pada tanaman padi akan menimbulkan dampak yang kurang baik dapat mengakibatkan serangan hama tungo dan penyakit blas daun Pyriculariaoryzae, serta dapat memperpanjang masa tanam, serta dapat menyebabkan kerebahan tanaman padi di saat mulai berbunga. Bagan Warna Daun dapat memberikan solusi sebagai alat alternatif untuk mengetahui kandungan unsur hara atau N yang terdapat pada klorofil daun. Bagan warna daun dapat diimplementasikan dengan menggunakan aplikasi pada perangkat smartphone meskipun dengan spek yang rendah sekalipun. Perancangan pembuatan aplikasi ini menggunakan model metode waterfall adapun setiap tahapnya meliputi tahap analisis kebutuhan aplikasi, tahap perancangan aplikasi, tahap implementasi dari aplikasi yang telah dibuat, tahap pengujian aplikasi dan tahap maintenance agar menjaga berjalannya aplikasi dengan baik maka pemeliharaan dengan update aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Metode pengujian aplikasi ini menggunakan white box testing dan black box testing dan validasi dari ahli bidang pertanian. Berdasarkan hasil penelitian, metode Fuzzy-Local Binary Pattern digunakan untuk penentuan kategori level Bagan Warna Daun (BWD) pada tanaman padi. Dari hasil pengujian aplikasi dan manual sebanyak 23 kali dengan menggunakan hasil perhitungan confussion matrix didapatkan hasil sebesar 87% keberhasilan dan ketidak sesuaian sebesar 13%. Berdasarkan tabel perolehan nilai tingkat keberhasilanaplikasi yang telah dikembangkan dalam penentuan level bagan warna daun memiliki kemampuan yang baik