SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    2357 research outputs found

    Pengembangan Modul Digital Pemrograman Web Berbasis Challenge Based Learning untuk Menumbuhkan Keaktifan pada Siswa Kelas X SMKN 6 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Mushawwir, Muhammad. 2017. Pengembangan Modul Digital Pemrograman Web  Berbasis Challenge Based Learning untuk Menumbuhkan Keaktifan pada Siswa Kelas X SMKN 6 Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro. Program Sarjana Universitas Negeri Malang.Pembimbing (I): Dr. Setiadi C.P., M.Pd., M.T., (II) Didik Dwi Prasetya, S.T., M.T.   Kata kunci : modul digital, keaktifan belajar   Pemrograman Web adalah salah satu mata pelajaran yang wajib di tempuh oleh siswa jurusan rekayasa perangkat lunak di SMKN 6 Malang. Penguasaan materi yang ada pada pembelajaran pemrograman web tersebut membutuhkan latihan dan evaluasi yang rutin serta keaktifan siswa dalam pembelajaran. Jika siswa hanya mengandalkan guru,  dan modul pembelajaran maka tidak akan mendapatkan  hasil yang maksimal. Sumber belajar agar lebih mudah di akses maka perlu adanya inovasi sumber belajar yang dapat membantu peran guru, dan modul. Modul digital adalah pilihan tepat karena lebih interaktif, menarik, dan mudah digunakan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul digital yang di integrasikan dengan model pembelajaran challenge based learning agar dapat menumbuhkan keaktifan belajar sehingga hasil belajar akan lebih maksimal. Pengembangan modul dilakukan menggunakan model pengembangan ADDIE. Model pengembangan ini dipilih karena revisi yang dilakukan selalu berulang. Langkah pengembangan ADDIE sebagai berikut : (1) analisis (analyze), (2) desain (design), (3) pengembangan (development), (4) implementasi(implementation), (5) evaluasi(evaluation). Pengembangan konten dilakukan dengan model Dick & Carey yaitu : (1) identifikasi tujuan, (2) melakukan analisis,  (3) mengidentifikasi karakteristik siswa, (4) merumuskan tujuan pembelajaran, (5) mengembangkan instrument penilaian, (6) mengembangkan strategi pembelajaran, (7)  mengembangkan bahan ajar. Pengujian dilakukan oleh ahli media, ahli materi, uji kelompok kecil dan uji kelompok besar. Pengujian yang dilakukan ahli media memperoleh persentase sebesar 87,5%. Pengujian ahli materi memperoleh persentase sebesar 88,63%. Pengujian pada kelompok kecil mendapatkan persentase sebesar 83,79%. Uji kelompok besar atau lapangan mendapat persentase sebesar 87,36%. Observasi keaktifan belajar yang dilakukan mendapatkan hasil bahwa 21 orang siswa berkategori sedang dan 9 orang siswa kategori tinggi. Dari data yang didapatkan menunjukkan bahwa modul digital pemrograman web berbasis challenge based learning termasuk dalam kategori sangat valid. Dari data tersebut disimpulkan bahwa modul digital pemrograman web berbasis challenge based learning layak untuk digunakan sebagai bahan ajar pendamping guru dan modul yang di kembangkan sudah dapat menumbuhkan keaktifan siswa pada kategori keaktifan sedang

    Pengembangan Modul Digital dengan Mengintegrasikan Model Mind Mapping untuk Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis Pemrograman Dasar pada Siswa Kelas X RPL di SMKN 12 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Darmawan, Taufig Budi. 2017. Pengembangan Modul Digital dengan Mengintegrasikan Model Mind Mapping untuk Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis Pemrograman Dasar pada Siswa Kelas X RPL di SMKN 12 Malang. Pembimbing: (1) Drs. Setiadi Cahyono P., M.Pd., M.T., (2) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom.   Kata kunci : modul digital, mind mapping, berpikir kritis, pemrograman dasar   Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan untuk menghasilkan produk berupa modul ajar digital mata pealajaran Pemrograman Dasar. Standar kopetensi yang diajarkan pada modul digital ini adalah memahami dan memecahkan masalah menggunakan algoritma pemrograman pada kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah mengetahui kualitas dan tingkat kelayakan dari modul ajar digital Pemrograman Dasar yang telah dikembangkan, serta mengetahui tingkat pertumbuhan kemampauan berpikir kritis siswa kelas X RPL di SMKN 12 Malang. Penelitian pengembangan ini mengikuti langkah-langkah pengembangan yang sesuai untuk menghasilkan produk yang berkualitas berdasarkan penilaian ahli media, ahli materi dan siswa sebagai subjek uji coba. Penellitian ini mengacu pada model pengembangan Dick & Carey (2009) dengan rincian: (1) Identifikasi Tujuan Pembelajaran, (2) Analisis Pembelajaran, (3) Analisis Pembelajar dan Konteks, (4) Menentukan Tujuan Pembelajaran , (5) Mengembangkan Instrumen Penilaian, (6) Mengembangkan Strategi Pembelajaran (7) Mengembangkan dan Memilih Bahan Ajar, (8) Mendesain dan Melakukan Evaluasi Formatif, (9) revisi, (10) Mendesain dan Melakukan Evaluasi Sumatif. Hasil dari penelitian pengembangan ini adalah, dari ahli media modul digital ini mendapatkan persentase kevalidan sebesar 84,3% dan dari ahli materi mendaptkan skor kevalidan sebesar  86,76%. Uji coba kelompok kecil mendapatkan persentase kevalidan sebesar 82,12%, sedangkan uji lapangan mendapatkan persentase kevalidan sebesar 85,53%. Kemampuan berpikir kritis dari 31 siswa setelah mempelajari modul digital mendapatkan hasil 100% siswa dikategorikan kemampuan berpikir tingkat tinggi

    Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif, tipe IOC (Inside Outside Circle) dan Problem Solving pengaruhnya terhadap motivasi dan hasil belajar Instalasi Motor Listrik pada siswa kelas XI SMKN 2 Probolinggo

    No full text
    ABSTRAK   Wibisono, Rholis Wicak. 2016. Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif, tipe IOC (Inside Outside Circle) dan Problem Solving pengaruhnya  terhadap motivasi dan hasil belajar Instalasi Motor Listrik pada siswa kelas XI SMKN 2 Probolinggo, Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.   Kata Kunci : Motivasi Belajar , hasil belajar, pembelajaran Kooperatif, tipe IOC (Inside Outside Circle) dan Problem Solving               Menurut permendiknas Nomor 20 tahun 2006, siswa Sekolah Menengah Kejuruan di persiapkan mengenai persiapkan ke dunia kerja, oleh karena itu siswa harus menguasai keseluruan kompetensi yang telah di tetapkan. Berdasarkan pengamatan di SMKN 2 Probolinggo , di ketahui bahwa siswa mencapai ketuntasan dalam hasil belajar mencapai 45% tetapi itu pada mata pelajaran Instalasi Motor Listrik. Penyebab dalam rendahnya hasil belajar tersebut antara lain rendahnya motivasi belajar siswa. Hal ini di tunjukan banyaknya siswa dalam pembelajaran yang merasa jenuh dalam kegiatan pembelajaran, sikap yang pasif, tidak memperhatikan pelajaran berlangsung dan meremehkan mata pelajaran. Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu motivasi dan hasil belajar pada dengan menggunakan model Inside Outside Circle dan Problem Solving. Angket motivasi dan soal pretest dan postest di validasi oleh dosen pembimbing 1 dan pembimbing 2 serta diuji cobakan kepada kelas Xl di SMKN 2 Probolingo, angket untuk mengukur motivasi serta soal pretest dan postest untuk mengukur hasil belajar siswa. Uji validitas angket motivasi dan hasil belajar siswa diperoleh hasil signifikan valid dan tidak valid. Dalam hal ini hasil yang tidak valid diperbaiki dan dipergunakan saat penelitian. Uji  yang dilakukan pada motivasi belajar mata pelajaran Instalasi Motor Listrik menggunakan uji Independent Sample Test diperoleh nilai signifkansi dengan nilai 0,874 atau lebih besar dari pada 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan motivasi antara kelas Inside Outside Circle dan Problem Solving. Uji hipotesis yang dilakukan pada hasil belajar mata pelajaran Instalasi Motor Listrik menggunakan uji Independent Sample Test diperoleh nilai signifkansi dengan nilai 0,000 atau lebih kecil dari pada 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar antara kelas Inside Outside Circle dan Problem Solving

    HUBUNGAN INTERNAL LOCUS OF CONTROL DAN HASIL BELAJAR PRODUKTIF DENGAN KEMATANGAN KARIR PADA SISWA PROGRAM KEAHLIAN TITL KELAS XII DI SELURUH SMK KOTA PROBOLINGGO

    No full text
    ABSTRAK Uddin, M. Syifa’. 2017. Hubungan Internal Locus of Control dan Hasil Belajar Produktif dengan Kematangan Karir pada Siswa Program Keahlian TITL kelas XII di seluruh SMK Kota Probolinggo. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T., (2) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. Kata Kunci: Internal Locus of Control, Hasil Belajar Produktif, Kematangan Karir, Siswa Program Keahlian TITL SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) merupakan sekolah yang bertanggung jawab untuk mengantarkan siswa menjadi lulusan yang terampil dan berkompeten khususnya dibidang keteknikan atau keahlian. Perlu adanya keputusan dari siswa lulusan SMK apakah akan memilih karir atau melanjutkan ke universitas yang diinginkan, sehingga dapat diketahui bagaimana kualitas alumni yang dihasilkan oleh program keahlian TITL di SMK. Berkaitan itu maka dilakukan penelitian berkaitan dengan tujuan untuk mendikripsikan tentang tingkat internal locus of control, tingkat hasil belajar produktif, dan tingkat kematangan karir. Untuk mengungkap hubungan antara internal locus of control terhadap kematangan karir. Untuk mengungkap hubungan antara hasil belajar produktif terhadap kematangan karir. Serta untuk mengungkap hubungan secara simultan antara internal locus of control (X1) dan hasil belajar produktif (X2) terhadap kematangan karir (Y) pada siswa Program Keahlian TITL kelas XII di seluruh SMK Kota Probolinggo.             Penelitian ini merupakan jenis penelitian menggunakan metode ex post facto dengan model rancangan deskriptif korelasional. Penelitian ini terdiri dari dua variabel bebas dan satu variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu internal locus of control (X1) dan hasil belajar produktif (X2) sedangkan untuk variabel terikat dalam penelitian ini yaitu kematangan karir (Y). Populasi pada penelitian ini adalah siswa jurusan program keahlian TITL kelas XII angkatan 2017/2018 di SMK Negeri 2 Kota Probolinggo yang berjumlah 45 responden, dan siswa jurusan program keahlian TITL di SMK Ahmad Yani Kota Probolinggo yang berjumlah 55 responden, jadi keseluruhan responden yaitu 100 responden.  Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunkan korelasi parsial dan regresi ganda.             Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1 dengan Y, dengan koefisien korelasi rx1y =  0,251; (2) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara X2 dengan Y, dengan koefisien korelasi rx2y = 0,044; (3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1 dan X2 secara simultan dengan Y dengan nilai R = 0,259 dan nilai F sebesar 3,488. Sumbangan efektif variabel X1 = 5,06% dan sumbangan efektif variabel X2 = 1,64%.             Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1 dengan Y; (2) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara X2 dengan Y; (3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1 dan dan X2 secara simultan dengan Y.       ABSTRACT Uddin, M. Syifa’. 2017. The Relationship between Internal Locus Of Control and Productive Learning Outcomes with Career Maturity in Vocational Programme Of TITL on the 12th grade Students of SMK Probolinggo. Thesis, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Supervisors: (I) Dr. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T., (II) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. Keywords : Internal Locus of Control, Productive Learning Outcomes, Career Maturity, TITL Expertise Program Students   SMK (Vocational High School) is a school that is responsible for delivering students to be skilled and competent graduates, especially in the field of engineering or expertise. It is necessary to have a decision from the graduate student of SMK whether to choose a career or to go to the desired university, so it can be known how the quality of graduates produced by the TITL skills program in SMK. The aim of this research is to describes the level of internal locus of control, the level of productive learning outcomes, and the level of career maturity. The result of this study can reveal the relationship between internal locus of control against career maturity, and reveal the relationship between productive learning outcomes against career maturity, and reveal the simultaneous relationship between internal locus of control (X1) and productive learning outcomes (X2) with career maturity (Y) in vocational programme of TITL in the 12th grade students of SMK Probolinggo. This research is a type of research using ex post facto method with correlational descriptive design. This study consists of two independent variables and one dependent variable. The independent variables in this research are internal locus of control X1 and productive learning outcomes X2 while for the dependent variable in this research is career maturity Y. The population in this study are students majoring in TITL class XII program class of 2017/2018 at SMK Negeri 2 Probolinggo City which amounted to 45 respondents, and students majoring in TITL skill program at SMK Ahmad Yani Probolinggo City which amounted to 55 respondents, so the total respondents are 100 respondents. Data collection was done using questionnaires and documentation. Data analysis techniques use partial correlation and multiple regression. The result of this research show that: (1) there is a positive and significant relationship between X1 with Y, with correlation coefficient rx1y =  0,251; (2) there is no significant relationship between X2 with Y, with correlation coefficient rx2y = 0,044; (3) there is positive and significant simultaneous relationship between X1 and X2 with Y with R value of 0,259 and F value of 3,488. Effective contribution of variable X1 equal to 5,06% and effective contribution of variable X2 equal to 1,64%. The conclusions of this research are: (1) there is a positive and significant relationship between X1 with Y; (2) there is no significant relationship between X2 with Y; (3) there is a positive and significant simultaneous relationship between X1 and X2 with Y.

    Studi Life-Based Learning Pada Proses Pembelajaran Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   ABSTRAK   Wulansari, Ni’matul Hidha. 2017. Studi Life-Based Learning Pada Proses Pembelajaran Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang, Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang Pembimbing: (I) Dr. Ir. Syaad Patmanthara, M.Pd. (II) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom.   Kata Kunci : studi, life-based learning, proses pembelajaran   World Economic Forum 2016 menyebutkan 35% core skills yang berlaku saat ini akan usang pada tahun 2025 mendatang, Untuk itu perlunya pembelajaran yang memiliki kecakapan abad-21 yaitu kapabilitas pada bidang keahliannya, salah satu upaya untuk mendukung terbentuknya kapabilitas diri, Universitas Negeri Malang melakukan pengembangan kurikulum baru yang memiliki ciri berbasis kehidupan (Life Based Learning). Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji muatan life-based learning pada proses pembelajaran mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika, Universitas Negeri Malang pada matakuliah Pengembangan Sumber Belajar dan Perencanaan Pembelajaran Semester Gasal Tahun Ajaran 2017/2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Deskripsi karakteristik muatan Life-Based Learning pada proses pembelajaran; (2) Mengetahui pendukung dan kendala yang dihadapi dari muatan Life-Based Learning; (3) Pengaruh antara proses pembelajaran Life-Based Learning terhadap hasil belajar; (4) Rekomendasi hasil keterlaksanaan muatan Life-Based Learning pada proses pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, untuk mengukur pengaruh proses pembelajaran Life Based Learning terhadap hasil belajar. Populasi data berasal dari mahasiswa S1 PTI UM yang menempuh matakuliah Pengembangan Sumber Belajar dan Perencanaan Pembelajaran Semester Gasal Tahun Ajaran 2017/2018 dengan sampel sebanyak 136. Pengumpulan data penelitian untuk variabel X yaitu proses pembelajaran Life Based Learning menggunakan angket dan untuk variabel Y yaitu hasil belajar mahasiswa adalah dokumentasi nilai. Dilengkapi hasil wawancara pengajar. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier. Hasil dan Kesimpulan penelitian diperoleh: (1) Karakteristik Life Based Learning dalam proses pembelajaran dengan prosentase kesesuaian dengan Life Based Learning pada matakuliah Pengembangan Sumber Belajar sebesar 98,5 % dan pada matakuliah Perencanaan Pembelajaran sebesar 97,4% yang tergolong Sangat Tinggi; (2) Faktor pendukung dan kendala ditemukan bahwa pengajar yang memang harus professional atau kompeten dalam bidangnya, memahami makna dan konsep Life Based Learning dari segi perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi, untuk hal tersebut maka terlebih dahulu memerlukan beberapa langkah untuk melatih seorang pengajar; (3) Terdapat pengaruh yang signifikan dibuktikan hasil uji hipotesis menunjukkan variabel independen yaitu proses pembelajaran mata kuliah Pengembangan Sumber Belajar dan Perencanaan Pembelajaran (X) didukung penerapan Life Based Learning terhadap variabel dependen yaitu hasil belajar (Y) dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,259 memiliki arti bahwa kemampuan variabel bebas mempunyai dampak dalam variabel terikat sebesar 25,9% dan termasuk dalam kategori Rendah; (4) Rekomendasi dari hasil penelitian ditemukan pengaruh antara hasil belajar dengan proses pembelajaran Life Based Learning, namun masih dalam kategori rendah dan belum diatas 50%, hal ini tentu menjadi kendala dalam pelaksanaan Life Based Learning dalam proses pembelajaran

    PENERAPAN PEMBELAJARAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING(PBL) PADA MATA PELAJARAN JARINGAN DASAR KOMPUTER KELAS XII MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATAKAN KEAKTIFAN BELAJAR DAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH DI SMK 09 MA’ARIF NU JEMBER

    No full text
    ABSTRAK   Nurhayati, Catur Wahyu. 2018. Penerapan Pembelajaran Model Problem Based Learning (PBL) Pada Mata Pelajaran  Jaringan Dasar Komputer Kelas XII Multimedia Untuk Meningkatakan Keaktifan Belajar Dan Kemampuan Memecahkan Masalah di SMK 09 Ma’arif Nu Jember. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd (II) M. Zainal Arifin, S. Si, M.Kom   Kata kunci :  Pembelajaran Model Problem Based Learning, Keaktifan Belajar, Memecahkan Masalah, Jaringan Dasar Komputer   Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dalam penelitian dengan guru mata pelajaran Jaringan Dasar Komputer Kelas XII Multimedia SMK 09 Ma’arif NU Jember, diperoleh data hasil belajar siswa yang rendah dan banyaknya siswa yang kurang memenuhi KKM yang telah ditentukan. Kegiatan pembelajaran yang cenderung kurang aktif dengan pembelajaran yang konvensional ditambah terbatasnya alat praktikum kejuruan. Hal ini terjadi karena adanya motivasi yang rendah terhadap siswa, dari 37 siswa terdapat 17 siswa yang mempunyai motivasi belajar rendah. tampak dari post-test yang diberikan kepada siswa. Dari 37 siswaRata-rata keaktifan belajar siswa per siklus meningkat dari 67,59% pada siklus I menjadi 78,30% pada siklus II.Hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II, 76.6 % pada siklus I menjadi 89 % pada post-test siklus II. Setelah dihitung menggunakan N-Gain menghasilkan nilai sebesar -0,1 pada siklus I dan 0,5 ada siklus II. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan dan mengetahui persentase peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas XII Multimedia pada mata pelajaran Jaringan Dasar Komputer. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Data penelitian diperoleh dari hasil tes tulis, tes sikap dan tes keterampilan dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Data tersebut dianalisis lalu dibahas dan pada akhirnyadapat diambil suatu kesimpulan. Penerapan model Problem Based Learning dalam penelitian ini dilakukan dengan 4  tahapan, yaitu: (1) perencanaan (2) pelaksanaan (3) pengamatan dan (4) refleksi

    PENGARUH PENERAPAN MODEL CHALLENGE BASED LEARNING DIBANDINGKAN DENGAN PROBLEM BASED LEARNING DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR PEMROGRAMAN WEB DAN MOBILE SISWA KELAS X REKAYASA PERANGKAT LUNAK DI SMK PGRI 3 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan pada saat KPL berlangsung pada bulan Juli 2017 dan juga melalui wawancara kepada guru pengampu mata pelajaran Pemrograman Web dan Mobile, terdapat beberapa permasalahan dalam proses pembelajaran. Permasalahan tersebut anatara lain: kurangnya minat belajar siswa, siswa kesulitan dalam memahami materi, nilai yang diperoleh siswa masih rendah dan dibawah standar, kurangnya waktu belajar. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu adanya eksperimen perbandingan model pembelajaran Challenge Based Learning dan Problem Based Learning yang dapat digunakan sebagai referensi pembelajaaran inovatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan utama penelitian ini adalah melihat perbedaan hasil belajar siswa mata pelajaran Pemrograman Web dan Mobile ranah kognitif dan psikomotorik dari penerapan kedua model tersebut. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa X RPL A sebagai kelompok eksperimen A dan siswa X RPL B sebagai kelompok eksperimen B. Kelompok eksperimen A diberi perlakuan model pembelajaran Challenge Based Learning sedangkan kelompok eksperimen B diberi perlakuan model pembelajaran Problem Based Learning. Metode penelitian ini menggunakan eksperimental semu (Quasi eksperiment research) dengan desain “post-test only design”. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi keterampilan dan post-test berupa 8 soal esai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata post test setelah diberi perlakuan model Challenge Based Learning adalah 83,83 untuk kelompok A dengan ketuntasan 100%. Sedangkan, kelompok B  setelah diberi perlakuan Problem Based Learning mendapatkan nilai rata-rata 74,56 dengan ketuntasan 60,8%. Dari kedua model yang sudah diterapkan, terdapat peningkatan nilai hasil belajar ranah kognitif dari nilai kemampuan awal siswa. Kemudian, data nilai rata-rata hasil belajar ranah psikomotorik kelompok A adalah 87,35, sedangkan kelompok B adalah 82,91. Uji perbedaan rata-rata hasil belajar siswa ranah kognitif menggunakan metode Independent T-Test menghasilkan nilai 0,00 yang berarti kurang dari 0,05 dan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifkan. Begitu pun dengan perbedaan rerata hasil belajar ranah psikomotorik menghasilkan nilai 0,01 berarti kurang dari 0,05 dan terdapat perbedaan signifikan. Dari perbedaan kedua model tersebut, model Challenge Based Learning lebih unggul di ranah kognitif maupun psikomotorik dibandingkan model Problem Based Learning

    PENGARUH PERSEPSI SISWA TERKAIT KEBERMAKNAAN PRAKERIN DAN KEMANDIRIAN MEMILIH TEMPAT PRAKERIN TERHADAP RELEVANSI PRAKERIN SESUAI BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI SMK NEGERI DI KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta sumbangan efektif persepsi siswa terkait kebermaknaan prakerin (X1), kemandirian memilih tempat prakerin (X2) terhadap relevansi prakerin sesuai bidang keahlian TIK di SMK Negeri Kota Malang (Y). Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri di Kota Malang yang berjumlah 100 siswa. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini yaitu quota sampling dengan menggunakan instrumen penelitian ketiga variabel berupa angket/kuisioner. Uji hipotesis menggunakan uji t dan uji regresi berganda. Hasil uji t hipotesis pertama menghasilkan nilai thitung > ttabel (2,908 > 1,664) dengan sig. 0,005 yang artinya h0 ditolak sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel persepsi siswa terkait kebermaknaan prakerin terhadap relevansi prakerin sesuai bidang keahlian TIK, uji t hipotesis kedua menghasilkan nilai thitung > ttabel (5,217 > 1,664) dengan sig. 0,000 yang artinya H0 ditolak sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel kemandirian memilih tempat prakerin terhadap relevansi prakerin sesuai bidang keahlian TIK, dan hasil uji regresi berganda hipotesis ketiga yaitu Fhitung > Ftabel (48,423 > 3,09) dengan sig. 0,000 sehingga H0 ditolak yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel persepsi siswa terkait kebermaknaan prakerin dan kemandirian memilih tempat prakerin terhadap relevansi prakerin sesuai bidang keahlian TIK SMK Negeri di Kota Malang secara bersama-sama. Sumbangan efektif kedua variabel yaitu sebesar 50%, sedangkan 50% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti

    PENGEMBANGAN TRAINER SMART TRAFFIC LIGHT BERBASIS MIKROKONTROLER PADA MATA KULIAH INSTRUMENTASI INDUSTRI (PTEL619) JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Berdasarkan hasil wawancara dengan dosen pengampu Mata Kuliah Instrumentari Industri menyatakan bahwa belum adanya media pembelajaran yang menunjang pembahasan mata kuliah instrumentasi industri pada bahasan “rangkaian digital untuk keperluan instrumentasi dan kontrol”, sehingga dikembangkan media pembelajaran berupa alat trainer dengan mengacu model pengembangan ADDIE. Penulis memilih pengembangan trainer smart traffic light sebagai media pembelajaran disertai dengan jobsheet dan buku petunjuk penggunaan. Model pengembangan ADDIE terdiri dari 5 tahapan yaitu: (1) Analisis, (2) Desain, (3) Pengembangan, (4) Implementasi (5) Evaluasi. Proses validasi dilaksanakan oleh ahli media, ahli materi, dan melakukan implementasi pada uji kelompok kecil dan uji kelompok besar. Validasi bertujuan untuk mengukur kelayakan produk yang dikembangkan. Validasi menggunakan angket rating scale yang kemudian dianalisis. Analisis data yang diperoleh digunakan untuk menentukan kelayakan media sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Produk yang dikembangkan pada penelitian ini berupa trainer smart traffic light yang disertai dengan jobsheet, dan buku petunjuk penggunaan trainer. Tahap pertama dilakukan validasi oleh para ahli yang kemudian dilanjutkan dengan menguji cobakan trainer pada mahasiswa. Sampel yang digunakan dalam ujicoba adalah mahasiswa angkatan 2012 ke atas jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang yang sudah menempuh matakuliah Instrumentasi Industri. Persentase yang diperoleh pada validasi ahli media 89,2%, ahli materi 94%, dan hasil uji coba kelompok kecil 92,06% kelompok besar 94,3%. Dari hasil validasi dan uji coba tersebut dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria valid secara keseluruhan. Dari kriteria yang didapatkan menunjukkan produk dinyatakan layak dan sangat baik digunakan serta dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran

    PENGARUH PENERAPAN MODEL CHALLENGE BASED LEARNING DIBANDINGKAN DENGAN MODEL LEARNING CYCLE TERHADAP HASIL BELAJAR PEMROGRAMAN DASAR PADA SISWA KELAS X REKAYASA PERANGKAT LUNAK DI SMKN 2 SINGOSARI

    No full text
    Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada bulan November 2017 melalui wawancara dengan guru mata pelajaran Pemrograman Dasar dan pengamatan langsung kegiatan belajar siswa di kelas X RPL SMKN 2 Singosari diketahui bahwa dalam proses pembelajaran di kelas terdapat beberapa permasalahan yang terjadi. Permasalahan tersebut antara lain: siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan guru, nilai hasil belajar yang diperoleh siswa masih rendah dan tidak ada peningkatan, selama proses kegiatan pembelajaran berlangsung guru belum dapat mengaktifkan kondisi kelas, sehingga menyebabkan kurangnya keaktifan belajar siswa di dalam kelas dan bahasa yang digunakan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran masih sulit dipahami siswa. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diterapkan model pembelajaran Challenge Based Learning dan Learning Cycle yang dapat digunakan sebagai model pembelajaran inovatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Pemrograman Dasar ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan pada siswa kelas X RPL di SMKN 2 Singosari serta untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada ranah pengetahuan setelah diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran Challenge Based Learning dan Learning Cycle. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa kelas X RPL 1 sebagai kelas eksperimen 1 diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle dan kelas X RPL 2 sebagai kelas eksperimen 2 diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran Challenge Based Learning. Penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimental) dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Nonrandomized Pretest-Posttest Control Group Design. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar kuesioner, lembar observasi keterampilan dan unjuk kerja, serta tes objektif pretest dan posttest. Hasil nilai rata-rata posttest siswa setelah diajarkan menggunakan model pembelajaran Challenge Based Learning dan Learning Cycle mengalami peningkatan dibandingkan dengan hasil nilai rata-rata pretest siswa sebelum diajarkan menggunakan model pembelajaran Challenge Based Learning dan Learning Cycle. Rata-rata hasil belajar Pemrograman Dasar pada ranah sikap dan keterampilan karena pengaruh penerapan model pembelajaran Learning Cycle lebih tinggi dibandingkan dengan penerapan model pembelajaran Challenge Based Learning, sedangkan rata-rata hasil belajar Pemrograman Dasar pada ranah pengetahuan karena pengaruh penerapan model pembelajaran Challenge Based Learning lebih tinggi dibandingkan dengan penerapan model pembelajaran Learning Cycle

    0

    full texts

    2,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇