SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UMNot a member yet
2357 research outputs found
Sort by
Pengembangan Bahan Ajar berbasis Contextual Learning Mata Pelajaran Jaringan Dasar pada Peserta didik Kelas X SMKN 1 Gending
ABSTRAK Bahan ajar mempunyai peran penting dalam pembelajaran. Bahan ajar berfungsi untuk membantu guru dalam mengarahkan kegiatan pembelajaran di kelas dan membantu dalam menyampaikan materi kepada peserta didik. Berdasarkan observasi di SMKN 1 Gending kelas X RPL diperoleh bahwa hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran jaringan dasar masih rendah yaitu hanya 11 dari 35 peserta didik yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) atau dengan persentase ketuntasan 31,42%. Hal ini disebabkan karena bahan ajar yang digunakan tidak interaktif dan kurang kontekstual sehingga peserta didik kurang termotivasi untuk memahami dan cenderung menghafal materi. Oleh karena itu , peneliti ingin mengembangkan bahan ajar interaktif berbasis contextual learning mata pelajaran jaringan dasar pada siswa kelas X Rekayasa Perangkat Lunak SMKN 1 Gending. Model pengembangan bahan ajar interaktif ini mengadopsi model pengembangan ADDIE terdiri dari: (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) implementasi dan, (5)evaluasi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara kepada guru dan peserta didik. Uji kelayakan bahan ajar dilakukan oleh ahli materi, ahli media dan peserta didik. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil yaitu: (1)persentase 91,87% pada ahli media, (2) 90,76% pada ahli materi, (3) 85,7 % pada uji coba kelompok kecil, dan (3) 89,6% pada uji coba kelompok besar. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa bahan ajar interktif jaringan dasar yang dikembangkan layak untuk diterapkan sebagai bahan ajar pembantu dalam proses pembelajaran
Pengembangan Bahan Ajar E-Learning pada Mata Kuliah Rangkaian Listrik DC: Dasar-dasar Rangkaian Listrik DC untuk Mahasiswa Progam Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro UniversitasNegeri Malang
ABSTRAK Angelvelista, Mechtildis Nosy. 2017. Pengembangan Bahan Ajar E-Learning pada Mata Kuliah Rangkaian Listrik DC: Dasar-dasar Rangkaian Listrik DC untuk Mahasiswa Progam Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Drs. Slamet Wibawanto, M.T., (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Kata Kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, E-learning, Rangkaian Listrik DC Pengembangan merupakan penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifitan produk tersebut sesuai dengan kegiatan yang bertujuan untuk mengembangan teori ilmu pengetahuan yang sudah ada. Selanjutnya, E-learing adalah pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan suatu sistem elektronik, sehingga mampu mendukung suatu proses pembelajaran.Tujuan dari pengembangan ini adalah Mengembangkan dan menguji kelayakan bahan ajar e-learning untuk matakuliah Rangkaian Listrik DC terkait dengan dasar-dasar rangkaian listrik DC untuk mahasiswa program studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Pengembangan dalam penelitian ini menggunakan model (ADDIE)dengan tahap-tahap yang dilakukan antara lain adalah: (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) pelaksanaan, dan (5) evaluasi. Produk dari pengembangan bahan ajar e-learning Rangkaian Listrik DC ini berupa modul digital dengan tipe file PDF, serta video dengan tipe file MP4. Produk pada pengembangan ini telah divalidasi oleh ahli serta diuji cobakan kepada mahasiswa. Hasil uji validasi modul oleh ahli memperoleh persentase sebesar 91,82% (sangat valid), hasil uji coba kelompok kecil memperoleh persentase sebesar 87,8% (sangat valid), dan hasil uji coba kelompok besar memperoleh persentase sebesar 88,9% (sangat valid). Sedangkan hasil validasi video oleh ahli memperoleh persentase sebesar 95,25% (sangat valid), hasil uji coba kelompok kecil memperoleh persentase sebesar 86,91% (sangat valid ), dan hasil uji coba kelompok besar memperoleh persentase sebesar 89,86% (sangat valid)
Pengaruh Persepsi Siswa Terkait Kebermaknaan Prakerin dan Kemandirian Memilih Tempat Prakerin terhadap Relevansi Prakerin Sesuai Bidang Keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi SMK Negeri di Kota Malang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi siswa terkait kebermaknaan prakerin (X1), kemandirian memilih tempat prakerin (X2) terhadap relevansi prakerin sesuai bidang keahlian TIK di SMK Negeri Kota Malang (Y). Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional.Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri di Kota Malang yang berjumlah 100 responden. Teknik samplingdalam pengambilan sampel responden yang digunakan pada penelitian ini yaitu quota sampling dengan menggunakan instrumen penelitian ketiga variabel berupa angket/kuisioner dengan hasil reliabilitas variabel (X1) sebesar 0,880, variabel (X2) sebesar 0,874 dan (Y) sebesar 0,900. Uji hipotesis menggunakan korelasi parsial dan uji regresi berganda. Hasil uji korelasi parsial hipotesis pertama menghasilkan nilai phitung Ftabel (48,423 > 3,09) dengan sig. 0,000 sehingga H0 ditolak yang artinya terdapat hubungan secara simultan antara variabel persepsi siswa terkait kebermaknaan prakerin dan kemandirian memilih tempat prakerin terhadap relevansi prakerin sesuai bidang keahlian TIK SMK Negeri di Kota Malang. Sumbangan efektif kedua variabel yaitu sebesar 50%, sedangkan 50% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti
Hubungan Perilaku Positif dalam Praktikum dan Keterlaksanaan Bimbingan Karir dengan Kesiapan Berkarir di Dunia Industri Siswa SMKN Kelas XII Program Keahlian Multimedia di Kota Malang
ABSTRAK Kholifah, Annisa Dwi Nur .2018.Hubungan Perilaku Positif dalam Praktikum dan Keterlaksanaan Bimbingan Karir dengan Kesiapan Berkarir di Dunia Industri Siswa SMKN Kelas XII Program Keahlian Multimedia di Kota Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T., pembimbing(II) Yuni Rahmawati, S.T., M.T. Kata kunci: perilaku positif dalam praktikum, keterlaksanaan bimbingan karir, kesiapan berkarir di dunia industri. Industri merupakan kegiatan ekonomi yangmemanfaatkan sumber daya industri sehingga menghasilkan barang yang mempunyai manfaat lebih tinggi. Kunci sukses dalam industrialisasi ada tiga, yaitu SDM, investasi, dan teknologi. SDM yang dimaksud adalah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan.SMKmerupakan lembaga pendidikan formal tingkat menengah yang mempersiapkan lulusannya untuk siap bekerja.Sebelum bekerja dan berkarir, siswa telah di bekali ilmu pengetahuan dan keterampilan yang di peroleh ketika praktikum di sekolah. Selain kegiatan praktikum yang membantu kesiapan siswa untuk terjun di dunia usaha/industri. Siswa juga membutuhkan bimbingan karir agarmampu merencanakan karirnya dengan mantap sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, pengetahuan dan kepribadian serta faktor-faktor yang mendukung kemajuan dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan perilaku positif dalam praktikum (X1), keterlaksanaan bimbingan karir (X2), dan kesiapan berkarirdi dunia industri (Y) siswa SMK kelas XII program keahlian Multimedia di Kota Malang, (2) mengungkap signifikansi hubungan antara X1 dengan Y, (3) mengungkap signifikansi hubungan antara X2 dengan Y, dan (4) mengungkap signifikansi hubungan antara X1 dan X2 secara simultan terhadap Y dan besar kontribusinya .Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XII program keahlian Multimedia di Kota Malang dengan jumlah populasi sebanyak 262 siswa. Didapatkan jumlah sampel sebanyak 157 siswa dengan menggunaka tekniksimple random sampling. Untuk mengukur variabel X1, varaiabelX2 dan Y menggunakan angket tertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi menggunakan software aplikasi SPSS. Hasil dari penelitian ini adalah (1) kesiapan berkarir di dunia industri, perilaku positif dalam praktikum, keterlaksanaan bimbingan karir berkategori tinggi, (2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara X1 dengan Y dengan nilai Psig 0,046< 0,05, (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara X2 dengan Y dengan nilai Psig 0,000< 0,05, (4) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara X1 dan X2 dengan Y secara simultan, (5) sumbangan relatif (SR) X1 dan X2 sebesar 28,5% dan 71,5%, (6) sumbangan efektif (SE) X1 dan X2 sebesar 3,99% dan 10,01%
Hubungan Self Esteem dan Pengalaman Belajar yang Bermakna dengan Kemampuan Adaptasi terhadap Dunia Kerja pada Siswa Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMKN Kota Malang
ABSTRAK Sunarsih, 2018. Hubungan Self Esteem dan Pengalaman Belajar yang Bermakna dengan Kemampuan Adaptasi terhadap Dunia Kerja pada Siswa Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMKN Kota Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dr. Setiadi C.P., M.Pd, M.T, (II)Yuni Rahmawati, S.T, M.T. Kata Kunci: hubungan, self esteem, pengalaman belajar yang bermakna, kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja. Kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja merupakan kemampuan siswa untuk menyesuaikan diri terhadap transformasi dari dunia sekolah ke dunia kerja serta menyelaraskan tuntutan yang ada di dalam dirinya dengan tuntutan yang diharapkan oleh lingkungannya. Penelitian ini membahas beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja pada siswa Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMKN Kota Malang yaitu self esteem dan pengalaman belajar yang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat self esteem pada siswa Kompetensi Keahlian TKJ SMKN Kota Malang; (2) tingkat pengalaman belajar yang bermakna pada siswa Kompetensi Keahlian TKJ SMKN Kota Malang; (3) tingkat kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja pada siswa Kompetensi Keahlian TKJ SMKN Kota Malang; (4) signifikansi hubungan antara self esteem dengan kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja pada siswa Kompetensi Keahlian TKJ SMKN Kota Malang; (5) signifikansi hubungan antara pengalaman belajar yang bermakna dengan kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja pada siswa Kompetensi Keahlian TKJ SMKN Kota Malang; dan (6) signifikansi hubungan secara simultan antara self esteem dan pengalaman belajar yang bermakna dengan kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja pada siswa Kompetensi Keahlian TKJ SMKN Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan korelasional. Populasi penelitian ini meliputi siswa kelas XI Kompetensi Keahlian TKJ SMKN Kota Malang yang telah melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) (sebanyak 5 sekolah), berjumlah 317 siswa. Sampel penelitian sebanyak 167 siswa yang ditentukan dengan berpedoman pada nomogram Harry-King dengan taraf kesalahan 5%. Penentuan anggota sampel atau subjek penelitian secara random dan proporsional dari tiap sekolah. Alat pengumpulan data berupa kuesioner yang sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji prasyarat analisis dalam penelitian ini mencakup uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, uji heteroskedastisitas, dan uji hipotesis yang dibantu dengan program IBM SPSS Statistics 24. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa gambaran keseluruhan variabel self esteem dengan kategori sangat tinggi sebanyak 16 responden (9,6%), tinggi sebanyak 119 responden (71,3%), sedang sebanyak 32 responden (19,2%), rendah 0%, dan sangat rendah 0%. Gambaran keseluruhan variabel pengalaman belajar yang bermakna dengan kategori sangat tinggi sebanyak 36 responden (21,6%), tinggi sebanyak 116 responden (69,5%), sedang sebanyak 15 responden (9%), rendah 0%, dan sangat rendah 0%. Gambaran keseluruhan variabel kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja dengan kategori sangat tinggi sebanyak 47 responden (28,1%), tinggi sebanyak 101 responden (60,5%), sedang sebanyak 18 responden (10,8%), rendah sebanyak 1 responden (0,6%), dan sangat rendah 0%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: (1) self esteem, pengalaman belajar yang bermakna, dan kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja pada siswa Kompetensi Keahlian TKJ SMKN Kota Malang cenderung tinggi; (2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara self esteem dengan kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja pada siswa Kompetensi Keahlian TKJ SMKN Kota Malang; (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengalaman belajar yang bermakna dengan kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja pada siswa Kompetensi Keahlian TKJ SMKN Kota Malang; serta (4) terdapat hubungan positif dan signifikan secara simultan antara self esteem dan pengalaman belajar yang bermakna dengan kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja pada siswa Kompetensi Keahlian TKJ SMKN Kota Malang
Analisis Rugi Daya Pada Transformator Distribusi di Penyulang Olak-alen PT. PLN (Persero) Rayon Sumber Pucung
ABSTRAK Transformator distribusi berguna sebagai pengubah energi listrik dari yang bertegangan menengah menjadi tegangan rendah sebelum disalurkan pada konsumen. Pada transformator dalam keadaan berbeban, daya yang keluar dari transformator tersebut tidak selalu 100% karena terdapat rugi daya pada saat penyaluran ke beban, baik rugi yang disebabkan oleh arus yang mengalir pada kawat tembaga maupun arus pada inti besi. PLN memiliki standart yang digunakan, untuk rugi daya dari transformator tidak boleh melebihi 10%. Penelitian mengenai rugi daya perlu dilakukan untuk mengetahui besar rugi daya pada transformator, untuk menjaga kualitas penyaluran daya dari sistem distribusi, dan untuk mengurangi kerugian secara materil. Penelitian ini menggunakan metode analisa perhitungan matematis dan analisa deskriptif dengan menggunakan data yang diperoleh secara langsung dari pihak PT. PLN (Rayon) Sumber Pucung. Penelitian dilakukan pada 75 unit transformator dengan data hasil pengukuran selama periode tiga tahun. Terdapat 10 unit transformator dengan nilai rugi besi mendekati 10%, dari seluruh unit tersebutnilai rugi besi tertinggi mencapi 323 Watt, selanjutnya terdapat 9 unit transformator dengan rugi tembaga yang mendekati 10%,dari seluruh unit tersebut nilai rugi tembaga tertinggi mencapai 6.805,95Watt, untuk rugi total menunjukkan terdapat 13 unit dengan nilai rugi daya mendekati 5%, nilai rugi daya transformator tertinggi mencapai 7.128,96 Watt terjadi pada transformator L0101 ketika dibebani 88% (overload). Nilai rata-rata penurunan beban adalah sebesar 20% hal ini menyebabkan menurunya rugi daya sebesar 2%
Pengembangan Bahan Ajar Digital Mata Pelajaran Pekerjaan Dasar Elektromekanik untuk Keaktifan Siswa Kelas X TIPTL di SMKN 2 Probolinggo
ABSTRAK Pada era sekarang ini, sudah zamannya pembelajaran abad 21 yang mengharuskan siswa maupun guru dapat menggunakan atau mengoperasikan teknologi komputer dalam kegiatan pembelajarannya. Sarana dan prasarana di sekolah sudah memadai, tetapi guru hanya menggunakan modul cetak dan tayangan powerpoint saja. Hal ini dapat membuat siswa merasa bosan dan menimbulkan kemalasan saat proses pembelajaran berlangsung. Sedangkan karakteristik siswa kelas X TIPTL di SMKN 2 Probolinggo yang lebih menyukai tayangan bergambar dan bersuara seperti video yang terdapat beberapa penjelasan atau narasi di dalamnya daripada kegiatan yang hanya mencatat saja. Berdasarkan analisis masalah dan potensi siswa, maka dibuatlah pengembangan bahan ajar digital mata pelajaran pekerjaan dasar elektromekanik untuk keaktifan siswa kelas X saat proses pembelajaran. Bahan ajar digital yang digunakan adalah berformat EPUB yang mensupport teks, video, audio dan gambar. Selain itu tampilan bahan ajar dapat menyesuaikan dengan layar perangkat keras yang sedang digunakan. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah merancang, mengembangkan, dan mengetahui kelayakan bahan ajar digital pada mata pelajaran pekerjaan dasar elektromekanik serta untuk mengobservasi keaktifan pada siswa kelas X TIPTL di SMKN 2 Probolinggo. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan Sugiyono yang terdiri dari beberapa tahap, yaitu: (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain, (5) revisi desain; (6) uji coba produk; (7) revisi produk; (8) uji coba pemakaian; (9) revisi produk; dan (10) produksi masal. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data didapatkan hasil dari validasi oleh ahli yaitu sangat valid, sangat layak atau dapat digunakan tanpa revisi, dari uji coba produk didapatkan hasil dapat digunakan tanpa revisi, dari uji coba pemakaian didapatkan hasil sangat valid atau sangat layak digunakan. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa bahan ajar digital ini sangat valid atau sangat layak digunakan sebagai bahan ajar alternatif dalam pembelajaran. Selain itu, hasil analisis observasi keaktifan siswa pun didapat kesimpulan bahwa dalam satu kelas tersebut siswa banyak yang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Secara garis besar, pengembangan bahan ajar digital ini dapat membuat siswanya menjadi aktif dalam pembelajaran berlangsung
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Simulasi pada Mata Pelajaran Komposisi Foto Digital untuk Siswa Kelas XI SMK Program Keahlian Multimedia
ABSTRAK Komposisi Foto Digital merupakan salah satu mata pelajaran wajib bagi siswa kelas XI SMK. Mata pelajaran ini diselenggarakan dengan menyampaikan teori dan setelah itu melakukan praktik menggunakan peralatan fotografi. Namun peratalan fotografi yang terbatas, membuat kegiatan praktik menjadi kurang efektif, siswa dalam satu kelas harus terbagi dalam beberapa kelompok dan harus bergantian untuk praktik menggunakan peralatan fotografi yang disediakan sekolah. Selain itu, belum ada sarana belajar mandiri untuk siswa yang dikemas dalam satu paket media pembelajaran yang mencakup pembelajaran secara teori ataupun pembelajaran praktik. Berdasarkan permasalahan tersebut, dibutuhkan sarana pembelajaran yang mampu memfasilitasi siswa dalam pembelajaran secara teori dan praktik dalam bentuk simulasi peralatan fotografi. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran komposisi foto digital dengan penambahan fitur simulasi peralatan fotografi sebagai penunjang kegiatan praktik. Selain itu, penelitian pengembangan ini juga bertujuan untuk menguji kelayakan media pembelajaran secara media dan materi. Model Pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Arif S. Sadiman. Prosedur pengembangan model ini antara lain (1) identifikasi kebutuhan, (2) perumusan tujuan pembelajaran, (3) perumusan butir-butir materi, (4) perumusan alat ukur keberhasilan, (5) penulisan naskah media, (6) uji coba, (7) revisi, dan (8) naskah siap diproduksi. Subjek uji coba penelitian ini adalah dosen sebagai ahli media, guru sebagai ahli materi, dan siswa SMKN 1 Bojonegoro program keahlian Multimedia. Instrumen yang digunakan berbentuk angket yang terdiri dari angket untuk ahli media, angket untuk ahli materi, dan angket untuk siswa. Data hasil uji coba dianalisis dengan menggunakan kriteria validitas analisis persentase. Hasil penelitian ini adalah media pembelajaran berbasis simulasi pada Mata Pelajaran Komposisi Foto Digital kelas XI program keahlian Multimedia. Berdasarkan hasil validasi ahli media diperoleh persentase sebesar 90,28%, validasi ahli materi sebesar 88,75%, uji coba perseorangan sebesar 93,75%, uji coba kelompok kecil sebesar 89%, dan uji coba lapangan sebesar 84,75%. Berdasarkan kriteria uji kelayakan menurut Akbar dan Sriwiyana (2011:207), media pembelajaran dinyatakan sangat layak dan dapat digunakan tanpa revisi
Pengembangan Bahan Ajar Digital Mata Pelajaran Pemrograman Web Bermuatan Model PBL untuk Meningkatkan Keaktifan dan Pemahaman pada Siswa Kelas XI RPL di SMKN 2 Singosari
ABSTRAK Salah satu mata pelajaran yang memiliki peranan penting di program keahlian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) adalahPemrograman Web. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMKN 2 Singosari didapatkan bahwa bahan ajar yang tersedia sudah cukup banyak, seperti BSE, buku cetak, dan modul. Namun bahan ajar tersebut masih banyak yang berbasis teks (text based) Minimnya bahan ajar berdampak pada siswa dimana saat proses pembelajaran siswa menjadi pasif. Hal tersebut dilihat dari intensitas bertanya akan materi yang belum siswa pahami. Selain itu beberapa siswa saat ditanya tidak mau menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru, sehingga menjadi salah satu penyebab kurangnya pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Hal ini dibuktikan dari data nilai ulangan yang menunjukkan hasil belajar siswa masih banyak yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimum (KKM) yaitu 75. Terdapat 2 siswa dari 28 siswa di kelas XI RPL1 atau sebesar 7% yang telah mencapai KKM. Hal ini menunjukkan hasil belajar(ranah kognitif) siswa masih rendah.Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar digital pemrograman web bermuatan model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan keaktifan pada siswa kelas XI RPL di SMKN 2 Singosari yang layak/valid menurut kriteria kelayakan media pembelajaran. Tahapan penelitian pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tahapan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan: (1) analisis, (2) perancangan, (3) pengembangan, (4) implementasi, dan (5) evaluasi. Berdasarkan hasil validasi diperoleh hasil nilai rata-rata validasi ahli media sebesar 90% dan ahli materi sebesar 89,6%. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahan ajar yang digunakan valid dan sangat layak digunakan. Pada pemahaman siswa menunjukkan peningkatan dari nilai rata-rata pre-test sebesar 50% dan nilai rata-rata post-test sebesar 75,9%. Pada keaktifan siswa juga menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pada dari 78,9% menjadi 82,6%. Hal tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis web yang dikembangkan layak/valid dan efisien digunakan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman dan keaktifan siswa pada mata pelajaran pemrograman web. Kata Kunci: Bahan Ajar, Pemrograman Web, Problem Based Learning, ADDIE. ABSTRACT Puspitasari, Eka Putri. 2018. Development of Digital Instructional Materials Subject Loaded Web Programming Model Problem Based Learning (PBL) to Improve Student Motivation and Comprehension Skills Program Software Engineering for Student in SMKN 2 Singosari. Thesis, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, University of Malang. Supervisor: (1) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd., (2) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M. Kom. Keywords: Instructional Materials, Web Programming, Problem Based Learning, ADDIE. One of the subjects that have an important role in programming skills Software Engineering (RPL) is a Web Programming. Based on observations conducted in SMKN 2 Singosari found that the materials provided are already quite a lot, such as BSE, printed books, and modules. But teaching materials are still many text-based, media simulation to familiarize students try and implement a web programming language it is still lacking. The lack of teaching materials which have an impact on students during the learning process of students being passive. This can be seen from the intensity will ask the students understand the material yet. In addition, some students, when asked did not want to answer the questions posed by the teacher, so that it becomes one of the causes of the lack of students' understanding of the subject matter. This is evidenced from the data showing the replay value of student learning outcomes are still many who have not reached the minimum completeness criteria (KKM) is 75. There are two students from 28 students in class XI RPL1 or equal to 7% who have reached KKM. It shows the results of learning (cognitive) students is still low. The purpose of this study is to produce digital teaching materials charged web programming model of Problem Based Learning (PBL) to enhance the activity of the students of class XI RPL in SMKN 2 Singosari proper/valid according to the eligibility criteria of learning media. Stages of development research used in this study is the ADDIE phases consisting of five phases: (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, and (5) evaluation. Based on the results of the validation result validation of the average value of 90% of media experts and subject matter experts 89,6%. Based on these results indicate a valid teaching materials used and extremely fit for use. In understanding the students showed an increase of the average value of the pre-test at 53,77% and the average value of the post-test amounted to 77.04%. The involvement of the students also showed an increase in the average value of 78.69% to 82.27%. It shows that web-based teaching materials developed feasible/valid and efficiently used in the learning process to improve student understanding and activate on the subjects of web programming
Pengembangan Bahan Ajar Digital Mata Pelajaran Pemrograman Web Bermuatan Model PBL untuk Meningkatkan Keaktifan dan Pemahaman pada Siswa Kelas XI RPL di SMKN 2 Singosari
ABSTRAK Salah satu mata pelajaran yang memiliki peranan penting di program keahlian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) adalah Pemrograman Web. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMKN 2 Singosari didapatkan bahwa bahan ajar yang tersedia sudah cukup banyak, seperti BSE, buku cetak, dan modul. Namun bahan ajar tersebut masih banyak yang berbasis teks (text based), media simulasi untuk membiasakan siswa mencoba dan mengimplementasikan bahasa pemrograman web dirasa masih kurang. Minimnya bahan ajar berdampak pada siswa dimana saat proses pembelajaran siswa menjadi pasif. Hal tersebut dilihat dari intensitas bertanya akan materi yang belum siswa pahami. Selain itu beberapa siswa saat ditanya tidak mau menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru, sehingga menjadi salah satu penyebab kurangnya pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Hal ini dibuktikan dari data nilai ulangan yang menunjukkan hasil belajar siswa masih banyak yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimum (KKM) yaitu 75. Terdapat 2 siswa dari 28 siswa di kelas XI RPL1 atau sebesar 7% yang telah mencapai KKM. Hal ini menunjukkan hasil belajar (ranah kognitif) siswa masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar digital pemrograman web bermuatan model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan keaktifan pada siswa kelas XI RPL di SMKN 2 Singosari yang layak/valid menurut kriteria kelayakan media pembelajaran. Tahapan penelitian pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tahapan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan: (1) analisis, (2) perancangan, (3) pengembangan, (4) implementasi, dan (5) evaluasi. Berdasarkan hasil validasi diperoleh hasil nilai rata-rata validasi ahli media sebesar 90% dan ahli materi sebesar 89,6%. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahan ajar yang digunakan valid dan sangat layak digunakan. Pada pemahaman siswa menunjukkan peningkatan dari nilai rata-rata pretest sebesar 53,77% dan nilai rata-rata posttest sebesar 77,04%. Pada keaktifan siswa juga menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pada dari 78,69% menjadi 82,27%. Hal tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis web yang dikembangkan layak/valid dan efisien digunakan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman dan keaktifan siswa pada mata pelajaran pemrograman web