SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    2357 research outputs found

    PENGEMBANGAN TRAINER SISTEM KENDALI MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER AVR UNTUK MEMAHAMKAN KONSEP PEMROGRAMAN MIKROKONTROLER PADA SISWA KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI SMKN 1 KEPANJEN

    No full text
    ABSTRAK Hidayat, Andi. 2019. Pengembangan Trainer Sistem Kendali Menggunakan Mikrokontroler AVR untuk Memahamkan Konsep Pemrograman Mikrokontroler pada Siswa Kompetensi Keahlian Teknik Elektronika Industri SMKN 1 Kepanjen. Skripsi, S1 Pendidikan Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T., M.T., Ph.D. (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng.   Kata kunci: media pembelajaran, trainer, sistem kendali, pemrograman, mikrokontroler Mikroprosesor dan Mikrokontroler merupakan mata pelajaran yang wajib ditempuh siswa jurusan Teknik Elektronika Industri di SMKN 1 Kepanjen pada semester 4 dan semester 5. Jumlah jam pelajaran pada mata pelajaran ini sebanyak 252 jam pelajaran yang mana 1 jamnya sama dengan 45 menit. Observasi yang telah dilakukan melalui wawancara dengan salah satu guru Teknik Elektronika Industri (TEI) di SMKN 1 Kepanjen yaitu Bapak Ari Prabowo, S.Pd. pada tanggal 4 Desember 2017, ditemukan bahwa kompetensi keahlian TEI mempunyai Mata Pelajaran Mikroprosesor dan Mikrokontroler, di dalamnya terdapat salah satu Kompetensi Dasar yang menyebutkan “Membuat program aplikasi sederhana sistem pengendali dengan mikrokontroler”. Sekolah ini mempunyai media pembelajaran berupa trainer mikrokontroler tetapi masih kurang memadai dan memerlukan pengembangan yang lebih baik lagi. Berdasarkan kompetensi dasar dan kekurangan media pembelajaran yang ada, peneliti melakukan penelitian mengenai pengembangan media pembelajaran berupa trainer untuk memudahkan siswa memahami konsep pemrograman mikrokontroler. Trainer yang dikembangkan menggunakan mikrokontroler AVR. Penelitian ini fokus terhadap tingkat kelayakan alat yang telah dirancang dan dikembangkan, serta mencari pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa. Model Pengembangan yang digunakan untuk pengembangan trainer sistem kendali berbasis mikrokontroler ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Pengembangan media pembelajaran yang telah melalui proses validasi ahli, uji coba produk sebanyak 2 kali oleh siswa, dan diimplementasikan kepada siswa. Uji validasi mendapatkan persentase 93.96% (sangat valid) oleh ahli 1, 93.96% (sangat valid) oleh ahli 2, dan 95.68% (sangat valid) oleh ahli 3. Uji coba oleh siswa mendapatkan persentase 88.8% (sangat valid) pada uji coba kelompok kecil dan 92.63% (sangat valid) pada uji coba lapangan. Produk lalu diimplementasikan dalam kegiatan belajar siswa dan mendapatkan nilai rata-rata sebesar 84.5. Hasil tersebut berada diatas Kriteria Ketuntasan Minimal yakni sebesar 75, maka media pembelajaran dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk memahamkan konsep pemrograman mikrokontroler pada siswa

    Pengembangan Modul Ajar Elektronik Berbasis Web pada Mata Pelajaran Sistem Komputer untuk Siswa SMK Negeri 5 Malang Kelas XITeknik Komputer Jaringan

    No full text
    ABSTRAK Sukma Dwi S.N. 2019. Pengembangan Modul Ajar Elektronik Berbasis Web pada Mata Pelajaran Sistem Komputer untuk Siswa SMK Negeri 5 Malang Kelas XI Teknik Komputer Jaringan .Proposal, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Muladi, S.T., M.T. (2) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara M.Pd.   Kata kunci: pengembangan, modul pembelajaran, sistem komputer, web. Pada ruang lingkup pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) utamanya pada jurusan teknik komputer jaringan, mata pembelajaran sistem komputer merupakan salah satu mata pembelajaran yang wajib dilaksanakan. Pada dasarnya mata pembelajaran ini berada pada lingkup perkembangan teknologi komputer yang disesuaikan pada silabus C1 kurikulum 2013 revisi 2017. Namun seiring berjalannya waktu dan teknologi yang semakin berkembang, mata pembelajaran ini mengalami pergeseran dalam bentuk materi pembelajaran yang diajarkan, dimana siswa dituntut agar dapat mengikuti perkembangan zaman yang semakin pesat, sementara materi dan perangkat pembelajaran belum dapat di akses dan digunakan secara bebas. Hal ini akan menyebabkan kurangnya minat siswa dalam mengikuti pembelajaran utamanya pada mata pelajaran komputer terapan. Padahal mata pelajaran ini diperlukan siswa selain untuk menunjang mata pelajaran yang akan diambil setelahnya namun juga sebagai bekal siswa untuk menghadapi persaingan setelah lulus nantinya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengembangkan modul mata pembelajaran komputer terapan yang ada (mulai dari mengumpulkan bahan pembuatan modul sesuai kebutuhan, hingga merancang atau mendesain bahan ajar modul yang akan digunakan), (2) Mengetahui sejauh mana tingkat ke-valid-an modul yang digunakan dalam mata pembelajaran komputer terapan. Metode pengembangan yang digunakan adalah  metode pengembangan ADDIE dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) Analisis, (2) Desain, (3) Development, (4)Implementasi, dan (5) Evaluasi. Berdasarkan hasil pengembangan Modul Ajar Sistem Komputer diperoleh hasil: (1) Persentase tingkat kelayakan media oleh Ahli Materi adalah 85,14% yang berarti Valid; (2) Persentase tingkat kelayakan media oleh Ahli Media adalah 90,90%yang berarti Valid; (3) Persentase tingkat kelayakan media oleh Pengguna (siswa) adalah 88,67% yang berarti Valid.   ABSTRACT Sukma Dwi S.N. 2019. The Development of Web Based Electronic Module Computer Sistem for State Engineering High School 5 of Malang Second Class Computer Technical Network. Proposal of Electro Faculty of State University of Malang. Educational counselors: (1) Dr. Muladi, S.T., M.T. (2) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara M.Pd.   Keyword: development, learning module, computer system, web. In educational environment of Engineering High School, specially for Computer Technical Network, Computer System subject class is one of clasified important subject. Generaly Computer System is a subject that grouped in development of computer technology environment based on C1 Syllabus 2013 of Curriculum. But as the time flew and the advanced technology grew, this subject has change from the way of  it material eduactional, this change lead the student to follow the time advanced that had overflow, altough the material and edicationalware  cannot be access freely. This condition affect of student’s will to follow the subject in their class, in this case for Computer System subject. In other way, Computer System subject must be taken because of how important the subject that will lead the student, not only for the requirement of next subject that they will meet in the future but also as their token as they will survive to their competitive adult life. This research intend to : (1) Developing an available Computer System Module (started from collecting material that will be needed for until designing modul that will be used for), (2) Knowing how far the validity of module that used for Computer System subject. The method that used for developing is using ADDIE method with following steps as: (1) Analysis, (2) Design, (3) Development, (4)Implementation, and (5) Evaluation. Based of development process of Computer System Module, the result knowing such as (1) Precentage of the validity of Material Expert is 85,14%, this result meaning that the module is Valid; (2) Precentage of the validity of Media Expert is 90,90%, this result meaning that the module is Valid;  (3) Precentage of the validity of user (student) is 88,67% this result meaning that the module is Valid

    Pengembangan Virtual Laboratory Entrepreneurship sebagai Sistem Monitoring Usaha bagi Mahasiswa

    No full text
    ABSTRAKOktaviandi, Daniar Wahyu Akbar. 2018. Pengembangan Virtual Laboratory Entrepreneurship sebagai Sistem Monitoring Usaha bagi Mahasiswa. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd., (2) Harits Ar Rosyid, S.T., M.T., Ph.D. Kata Kunci :Virtual Laboratory, Entrepreneurship, MonitoringMata kuliah Kewirausahaan menjadi salah satu mata kuliah pilihan bagi mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika, Universitas Negeri Malang. Pada proses pelaksanaan Mata kuliah Kewirausahaan, selain pembelajaran wawasan keilmuan secara teoristik, mahasiswa juga diupayakan mendapat pengalaman langsung dengan menerapkan usaha secara nyata. Mahasiswa secara berkelompok mendapatkan tugas untuk mulai menyusun konsep usaha dalam bentuk rencana bisnis kemudian menerapkannya. Dalam proses penerapan rencana usaha ini, mahasiswa akan menjalankan usaha sesuai dengan jenis usaha dan dengan pengawasan (monitoring) oleh dosen. Pengawasan oleh dosen bertujuan agar mahasiswa dapat menjalankan usahanya secara terkendali sesuai dengan rencana yang telah dibuat.Berdasarkan hasil observasi terhadap mahasiswa yang sedang menempuh Mata kuliah Kewirausahaan dan wawancara kepada dosen pengampu Mata kuliah Kewirausahaan terdapat beberapa masalah terkait dengan proses pengawasan dan evaluasi antara lain(1) keterbatasan waktu perkuliahan,(2) belum ada sistem yang mampu mengukur progress usaha mahasiswa.Tujuan dari pengembangan virtual laboratory sebagai sistem monitoring usaha mahasiswa adalah membangun sistem yang dapat membantu Dosen dalam proses pengawasan (monitoring) progress usaha yang sedang dijalankan oleh mahasiswa, dan sistem yang mampu mengukur progress dari usaha mahasiswa.Model pengembangan yang digunakan di dalampengembangansisteminiadalahWaterfall. Model pengembanganinidilakukanmelalui 5 tahapanyaitu:(1) Requirement analysis and definitions;(2) System and software design;(3) Implementation and unit testing;(4) Integration and system testing;(5) Operation and maintenance. Metode pengujian yang digunakan adalah blackbox, yakni untuk menguji fungsionalitas dan usabilitas sistem yang dikembangkan.Berdasarkan pengujian fungsionalitas dan usabilitas oleh ahli sistem, dosen, dan mahasiswa, sistem telah layak digunakan dan dapat beroperasi dengan baik. Dibuktikandarihasilanalisis data hasil pengujian fungsionalitas oleh ahli sistem dengan nilai sebesar 1 dan hasil presentase 85.86% untuk aspek usabilitas. Diharapkan dengan pengembangan sistem virtual laboratory entrepreneurship dapat bermanfaat bagi dosen dan mahasiswa sebagai sarana yang dapat membantu proses pengembangan usaha mahasiswa

    Perbedaan Pemahaman Konsep Instalasi Motor Listrik karena penerapan Model Pembelajaran Problem Posing Berbantuan Simulasi EKTS dibandingkan Model Pembelajaran Problem Solving Berbantuan Trainer pada siswa kelas XII TITL di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi.

    No full text
    ABSTRAK Kurniawan,Panggah. 2018. Perbedaan Pemahaman Konsep Instalasi Motor Listrik karena penerapan Model Pembelajaran Problem Posing Berbantuan Simulasi EKTS dibandingkan Model Pembelajaran Problem Solving Berbantuan Trainer pada siswa kelas XII TITL di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Hari Putranto, M.Pd., (II) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd.   Kata Kunci: Pemahaman Konsep, problem posing, problem solving Model pembelajaan merupakan faktor pendukung untuk meningkatkan pemehaman konsep dari peserta didik. Berdasarkan hasil observasi di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi dikeketahui bahwa penerapan model pembelajaran yang digunakan kurang maksimal dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa. Untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa agar lebih maksimal maka perlu diterapkan model pembelajaran yang lain agar siswa dapat memahami konsep secara menyeluruh. Model pembelajaran Problem Posing berbantuan simulasi EKTS dan Problem Solving berbantuan Trainer dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi perbedaan pemahaman konsep pada kelas yang belajar instalasi motor listrik menggunakan model pembelajaran problem posing berbantuan simulasi EKTS dan problem solving berbantuan trainer pada siswa kelas XII Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Metode yang akan digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimen betul-betul (true experimental) dengan menggunakan pretest-posttest control grup design. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling karena jumlah populasi dibawah 100. Teknik pengambilan data dengan instrumen tes tulis obyektif atau pilihan ganda. Setelah diuji coba intrumen tes tulis obyektif atau pilihan ganda memperoleh nilai reliabilitas 0,738.Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan bantuan metode Certainty of Response Index (CRI) dan Uji-t dengan bantuan SPSS. Hasil analisis yang diperoleh dari penelitian ini yaitu kelas eksperimen 1 memperoleh nilai pemahaman konsep tertinggi sebesar 88,89 dan nilai terendah sebesar 74,07 dengan rata-rata yang dihasilkan 80,23 sedangkan kelas eksperimen 2 memperoleh nilai pemahaman konsep sebesar 85,19 dan nilai terendah sebesar 66,67 dengan rata-rata yang dihasilkan 76,05.Hasil uji hipotesis pemahaman konsep siswa antara kelas eksperimen 1 dan ekperimen 2 memiliki nilai signifikansi 0,018 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara pemahaman konsep kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2.   ABSTRACT Kurniawan, Panggah. 2018. The difference in Understanding of the Concept of Electric Motor Installation due to the application of Problem Posing Learning Model Assisted by EKTS Simulation compared to Learning Model of Problem Solving Assisted Trainer in class XII TITL students at Muhammadiyah 7 Gondanglegi Vocational School. Thesis, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Malang State University. Advisor (I) Drs. Hari Putranto, M.Pd., (II) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd.   Keyword: Understanding of the Concept, Problem Posing, Problem Solving The learning model is a supporting factor to improve the understanding of concepts from students. Based on the results of observations in the Muhammadiyah 7 Gondanglegi Vocational School, it was found that the application of the learning model used was not optimal in improving students' conceptual understanding. To improve students' understanding of concepts to be more maximal, another learning model is needed so that students can understand the concept as a whole. Problem Posing learning model assisted by EKTS simulation and Problem Solving assisted Trainer can be used as alternative learning models that can improve students' conceptual understanding. This study aims to determine the significance of the difference in conceptual understanding in the class studying electric motor installation using a problem posing learning model assisted by EKTS simulation and problem-solving assisted by trainers in class XII Electric Power Installation Techniques in Muhammadiyah 7 Gondanglegi Vocational School. The method that will be used in this study is that the experiment is really (true experimental) using the pretest-posttest control group design. Sampling in this study uses a total sampling technique because the total population is below 100. Data collection techniques with objective or multiple choice are written test instruments. After testing the objective or multiple choice written test instruments obtained a reliability value of 0.738. Data analysis techniques used descriptive analysis with the help of the Certainty of Response Index (CRI) and t-test methods with the help of SPSS. The results of the analysis obtained from this study are that the experimental class 1 obtained the highest concept understanding value of 88.89 and the lowest value of 74.07 with the average produced 80.23 while the experimental class 2 obtained the conceptual understanding value of 85.19and the value the lowest is 66.67 with the average produced 76.05. Hypothesis test results understanding students' concepts between experimental class 1 and experiment 2 have a significance value of 0.018, which means there is significant difference between the understanding of the concepts of the experimental class 1 and experimental class 2

    Evaluasi Instalasi Listrik PT. Emina Cheese Indonesia

    No full text
    Instalasi listrik merupakan rangkaian listrik yang menghubungkan sumber tenaga listrik dengan peralatan listrik dengan kondisi sambungan yang harus berkualitas baik. Kualitas instalasi listrik ini bergantung pada perencanaan, pelaksanaan dan penerapan yang sesuai dengan standart peraturan yang berlaku, yaitu yang tertulis dalam Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL 2011), SNI, Permenkes No. 70 Tahun 2016 dan sumber lainnya. Penyesuaian instalasi listrik terhadap peraturan yang berlaku ini bertujuan agar instalasi listrik yang terpasang aman untuk manusia dan peralatan listrik serta mampu menyalurkan energi listrik dengan baik untuk konsumen.PT. Emina Cheese Indonesia merupakan salah satu industri makanan yang mulai beroperasi awal tahun 2018. Karena merupakan pabrik baru maka,  faktor keandalan, keamanan dan keselamatan dalam pemasangan instalasi listrik penting untuk disesuaikan dengan peraturan yang ada agar konstruksi instalasi yang dipasang berhasil sehingga memerlukan evaluasi terhadap instalasi listrik yang terpasang, meliputi pembebanan kabel pada sambungan penerangan, AC dan EF, kesesuaian MCB yang digunakan untuk mengamankan sambungan serta kuat penerangan dalam pabrik yang terpasang. Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan didapatkan hasil berupa terdapat beberapa kekurangan pada instalasi listrik yang terpasang, yaitu kurang sesuainya MCB yang digunakan untuk mengamankan sambungan, beberapa ruangan yang memiliki tingkat pencahayaan yang kurang atau lebih dari peraturan yang diperbolehkan. Sedangkan untuk pembebanan kabel, hasil evaluasinya yaitu sudah sesuai dengan PUIL 2011

    Evaluasi Program Praktik Industri dengan Menggunakan Model Discrepancy Evaluation Model (DEM) pada Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri 5 dan SMK PGRI 3 Kota Malang

    No full text
    ABSTRAKHasan, Aiza Nabila. 2019.  Evaluasi Program Praktik Industri dengan  Menggunakan Model Discrepancy Evaluation Model (DEM) pada Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri 5 dan SMK PGRI 3 Kota Malang. Proposal Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Negeri Malang. Pembimbing09 (1) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom., (2) Yuni Rahmawati, S.T., M.T.Kata Kunci : DEM, SMK PGRI 3, SMKN 5, Kesenjangan, Prakerin.Dalam UU Sisdiknas tahun 2003 pasal 3 tentang Tujuan Pendidikan Nasional dan penjelasan pasal (15) menyatakan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Berdasarkan pasal diatas, maka tersusunlah Program Praktik Kerja Industri (Prakrin). Akan tetapi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan prakerin di SMK  Kota Malang saat ini menurut pengamatan yang dilakukan oleh peneliti melalui observasi ke sekolah yaitu adanya kesenjangan antara tujuan dan hasil prakerin. Maka dibutuhkannya solusi untuk menjawab kendala yang dihadapi tersebut. Oleh karna itu evaluasi program pun hadir untuk memberikan solusi.Metode dalam penelitian ini menggunakan metode discrepancy evaluation model (DEM). Jenis dan data analisis penelitian ini termasuk dalam penelitian campuran atau kuantitatif dan kualitatif. ada empat tahapan pada penelitian ini yakni desain, instalasi, proses dan hasil. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini ada 4 jenis yaitu kuisoner, wawancara, observasi dan analisis dokumen. Analisis data meliputi deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan: (1) tidak adanya kesenjangan pada tahap desain oleh SMK PGRI 3 dan SMKN 5 malang, (2) adanya kesenjangan terhadap implementasi program prakatik kerja industri karna ada berberapa aspek standar yang telah ditetapkan belum dapat dipenuhi. Kesenjangan yang timbul menjurus pada indikator tujuan prakerin, dukungan pelaksanaan prakerin, fungsi prakerin dan ketentuan prakerin sedangkan tidak adanya kesenjangan pada tahap implementasi oleh SMK PGRI 3Malang,  (3) terdapatnya kesenjangan terhadap proses program praktik kerja industri oleh pihak SMK PGRI 3 Malang dalam indikator waktu pelaksanaan, sedangkan tidak adanya kesenjangan pada tahap proses oleh SMKN 5 Malang,  (4) tidak adanya kesenjangan terhadap proses program praktik kerja industri karna semua aspek standar sudah terpenuhi atau sudah dijalankan oleh pihak SMKN 5 Malang dan SMK PGRI 3 Malang

    Development of Educational Video Media About Thermal Electricity Power Generation Courses at the Department of Electrical, State University of Malang

    No full text
    RINGKASANMa’arif, Agus Achmad Syamsul. 2019. Pengembangan Media Video Pembelajaran Tentang Pusat Listrik Tenaga Thermal Dalam Matakuliah Pembangkit Tenaga Listrik Di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd., (II) Drs. Hari Putranto, M.Pd.Kata Kunci: video, media pembelajaran, pusat listrik tenaga thermalVideo merupakan bahan ajar noncetak yang kaya akan informasi dan tuntas karena dapat sampai ke hadapan mahasiswa secara langsung. Salah satu media yang dapat digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar  adalah video pembelajaran. Video pembelajaran dapat membantu mahasiswa dalam memahami materi karena dapat mengilustrasikan dalam bentuk animasi sehingga bisa mempermudah mahasiswa untuk memahami materi yang disampaikan. Matakuliah Pembangkit Tenaga Listrik merupakan salah satu matakuliah di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang yang mengharuskan mahasiswa mengerti tentang jenis dan karakteristik pembangkit listrik, namun masih terkendala sarana dan prasarana di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang masih kurang memadai, oleh karena itu penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk membuat media video pembelajaran yang menjelaskan tentang materi Pusat Listrik Tenaga Thermal. Pengembangan media video pembelajaran ini menggunakan model pengembangan Arief S. Sadiman. Tahapan-tahapan pada model pengembangan ini adalah: (1) identifikasi kebutuhan; (2) analisis tujuan; (3) pengembangan materi; (4) penyusunan petunjuk pemanfaatan; (5) produksi; (6) validasi; (7) revisi. Media video pembelajaran yang telah selesai kemudian di uji cobakan kepada responden. Responden uji coba ini adalah Mahasiswa Universitas Negeri Malang Program Studi Pendidikan Teknik Elektro yang sedang atau telah menempuh matakuliah Pembangkit Tenaga Listrik, selain itu media video pembelajaran juga divalidasikan kepada para ahli. Hasil uji coba dan validasi ini yakni data kuantitatif berupa skoring dan data kualitatif berupa saran yang diberikan. Setelah media video pembelajaran divalidasi kemudian direvisi agar dihasilkan media video pembelajaran yang sesuai dengan materi terkait.Berdasarkan analisis keseluruhan hasil pengambilan data dapat disimpulkan bahwa hasil validasi media video pembelajaran Pusat Listrik Tenaga Thermal memperoleh hasil dari para ahli I 92,19%, ahli II 92,97%, dan responden 87,24%. Dengan presentase hasil validasi tersebut media video pembelajaran Pusat Listrik Tenaga Thermal sangat layak dan dapat digunakan pada proses pembelajaran karena hasil yang diperoleh diatas 85,01%.SUMMARYMa’arif, Agus Achmad Syamsul. 2019. Development of Educational Video Media About Thermal Electricity Power Generation Courses at the Department of Electrical, State University of Malang. Thesis. Electrical Engineering Major, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (I) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd., (II) Drs. Hari Putranto, M.Pd.Keyword: video, instructional media, thermal power plantVideo is a non-printed teaching material containing rich and complete information as it is able to reach students directly. One of the media that can be used to support  teaching and learning process is educational videos. Educational videos are able to help students understand the material as it is illustrating in the form of animation so that it is able to facilitate students to digest the material presented. The Power Station is one of the courses available in the Department of Electrical of State University of Malang, which requires students to understand the types and characteristics of power plants, but still constrained by facilities and infrastructure in the stated department of State Univeesity of Malang, this research and development aims to create an educational video that explains the material of Thermal Power Plants.The development of this educational video uses Arief S. Sadiman's development model. The stages in this development model are: (1) identifying the needs; (2) analyzing objective; (3) developing material; (4) preparing the utilization instructions; (5) producting; (6) validating; (7) revising. The educational video that had been finished was then tested on the respondents. The respondents are students of Department of Electrical, State University of Malang, who were taking or had taken the Power Generation course, also this educational video media was also validated to experts. The results of the trial and validation are quantitative data in the form of scoring and qualitative data in the form of suggestions given. After the educational video media was validated, it was then revised to produce educational video media that was related material.Based on the analysis of the overall data retrieval result, it concludes that the results of the validation of educational video media Thermal Power Center, obtained results from expert I 92.19%, expert II 92.97%, and respondents 87.24%. With the percentage of the validation results, the learning video media for the Thermal Power Center is very feasible and can be used in the learning process because the results obtained are above 85.01%

    Data Logger pada Sel Surya dengan Manajemen Daya Independen Terintegrasi IoT (Internet of Things)

    No full text
    RINGKASANMaulana, Mochammad Rizal. 2019. Data Logger pada Sel Surya dengan Manajemen Daya Independen Terintegrasi IoT (Internet of Things). Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Eng Mokh. Sholihul Hadi, S.T., M.Eng., (II) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T., M.T., Ph.D.Kata Kunci: Internet Of Things, Data logger, ESP32, Monitoring, Android, Application Programming Interface.Kinerja panel surya sangat diperlukan untuk diketahui secara langsung, untuk mengetahui parameter daya pada sel surya dibutuhkan perangkat yang dapat mengukur tegangan dan arus dari sel surya. Maka dari itu, dikembangkanlah suatu data logger yang dapat melakukan pengukuran parameter tegangan, arus, dan daya pada sel surya serta kondisi cuaca sekitar pembangkit listrik tenaga surya. Secara umum data logger atau perekam data terdiri dari mikrokontroler, sensor, dan media penyimpanan. Salah satu permasalahan dari data logger yang sudah ada saat ini yaitu perangkat akan tetap aktif meskipun pada kondisi malam hari. Prinsip dasar sel surya adalah memanfaatkan efek fotovoltaik, yaitu suatu efek yang dapat mengubah langsung cahaya matahari menjadi energi listrik. Hal ini menyebabkan pada malam hari, sel surya tidak dapat menghasilkan energi listrik. Sehingga penggunaan data logger pada malam hari menjadi tidak efektif karena tidak ada energi listrik yang perlu dicatat.Penelitian ini bertujuan untuk merancang data logger yang dapat membantu memantau parameter-parameter dari sel surya secara Real Time dan meningkatkan efisiensi penggunaan daya dari data logger. Parameter yang dipantau yaitu tegangan, arus, daya pada sel surya, suhu dan kelembapan udara pada lingkungan sekitar perangkat, dan tegangan baterai pada perangkat yang dapat dipantau melalui smartphone Android. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perangkat dapat memonitor parameter tegangan sel surya, arus, daya, suhu dan kelembapan udara serta tegangan baterai secara Real Time. Hasil perbandingan pembacaan sensor dan alat ukur yaitu memiliki besar eror pengukuran tegangan baterai, tegangan, arus, daya sel surya dibawah 4.04%, sementara untuk eror pengukuran suhu dan kelembapan udara sebesar antara 9.76%-13.09%. Kemudian untuk pengujian penggunaan daya dari perangkat data logger didapatkan angka penghematan sebesar 65.56% pada pengaturan interval pengiriman datanya setiap 1 menit dan semakin lama interval pengiriman datanya maka penghematan yang didapatkan akan semakin tinggi

    Metode Term Frequency - Invers Document Frequency pada Mekanisme Pencarian Judul Skripsi dalam Sistem Informasi Skripsi dan Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Fitroh, Meiga, Ayu Ariyanti Nur. 2017. Metode Term Frequency - Invers Document Frequency pada Mekanisme Pencarian Judul Skripsi dalam Sistem Informasi Skripsi dan Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Aji Prasetya Wibawa, S.T., M.MT., Ph.D., (II) Utomo Pujianto, S.Kom., M.Kom.   Kata Kunci: Term Frequency - Invers Document Frequency, TF-IDF, pencarian, skripsi, sistem informasi.   Tahap awal dari penyusunan skripsi dimulai dari penentuan topik dan merangkai kalimat judul yang tepat. Penyusun judul skripsi memerlukan referensi skripsi terdahulu. Oleh karena itu, perlu dikembangkan sebuah sistem fitur pencarian judul skripsi pada sistem informasi skripsi dan tugas akhir (SISINTA) untuk membantu proses penyusunan skripsi. Sebuah fitur pencarian memerlukan metode yang akan mengoptimalkan hasil pencarian. fitur pencarian judul skripsi ini menggunakan metode Term Frequency Inverse Document Frequency (TF-IDF). TF-IDF menghasilkan perhitungan pembobotan untuk mendapatkan judul yang relevan tersusun sesuai dengan tingkat pembobotan berdasarkan query masukan oleh pengguna. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah (1) merancang dan membangun mekanisme pencarian dengan metode TF-IDF sebagai salah satu fitur yang ada pada SISINTA, (2) menguji akurasi, presisi, dan sensitifitas metode TF-IDF, dan (3) menguji fungsionalitas mekanisme pencarian dengan metode TF-IDF. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model prototype. Tahapan model pengembangan prototype meliputi: (1) komunikasi, (2) perencanaan secara cepat, (3) pembentukan prototipe, dan (4) penyerahan sistem dan umpan balik. Teknik pengujian yang digunakan adalah teknik pengujian black-box dan white-box. Jenis data yang diperoleh berupa data kualitatif dan kuantitatif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket tertutup. Hasil penelitian dan pengembangan ini berupa fitur mekanisme pencarian judul skripsi dengan metode term frequency dan invers document frequency (TF-IDF). Fitur tersebut dapat menampilkan hasil pencarian judul skripsi yang relevan sesuai dengan kata kunci pencarian oleh pengguna. Berdasarkan hasil pengujian white-box yang dilakukan dengan pengujian akurasi, presisi dan sensitifitas didapatkan persentase yang sama yaitu sebesar 92%. Hasil tersebut termasuk kategori sempurna. Hasil uji coba kepada pengguna yang merupakan pengujian black-box menghasilkan keberhasilan fungsionalitas sebesar 100%. Berdasarkan hasil rata-rata pengujian white-box dan black-box diperoleh persentase sebesar 96%, sehingga dapat disimpulkan metode TF-IDF dalam mekanisme pencarian judul skripsi SISINTA ini sangat valid dan sangat layak untuk digunakan

    Perbedaan Kreativitas Belajar Dasar Desain Grafis Menggunakan Pembelajaran PjBL Berbasis GRASPS Berbantuan Modul Digital Dibandingkan Berbantuan Bahan Ajar Cetak Pada Siswa Kelas X Di Smk Islam Batu

    No full text
    ABSTRAK   Pembelajaran dasar desain grafis lebih banyak melakukan proses praktikum sehingga karakteristik dalam pembelajaran ini tentu membutuhkan kreativitas siswa. Banyaknya siswa yang meniru rancangan guru saat proses praktikum serta kurangnya variasi guru dalam penggunaan bahan ajar membuat siswa memiliki kreativitas yang kurang. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kreativitas belajar dasar desain grafis sesudah menggunakan model pembelajaran Project Based Learning berbasis GRASPS berbantuan modul digital dibanding kreativitas belajar dasar desain grafis sesudah menggunakan model pembelajaran Project Based Learning berbasis GRASPS berbantuan bahan ajar cetak pada siswa kelas X SMK Islam Batu. Penelitian ini menggunakan racangan eksperimen semu (Quasy-Experimental Design) dengan penerapan pretest-posttest. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah kelas X TKJ berjumlah 15 siswa sebagai kelas eksperimen diberi perlakuan penerapan modul digital menggunakan model pembelajaran Project Based Learning berbasis GRASPS dan kelas X RPL berjumlah 17 siswa diberi perlakuan penerapan bahan ajar cetak menggunakan Project Based Learning berbasis GRASPS. Uji hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan nilai probabilitas yang didapatkan sebesar 0,046 pada kelas eksperimen (X TKJ) dan 0,042 pada kelas kontrol (X RPL). Kesimpulan lain melalui penelitian ini, didapatkan hasil jika nilai rata-rata akhir setelah melakukan posttest adalah 80,27 pada kelas eksperimen dan 73,41 pada kelas kontrol.  Dalam penelitian ini diambil kesimpulan bahwa pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran PjBL berbasis GRASPS berbantuan modul digital lebih berpengaruh dalam peningkatan kreativitas belajar dasar desain grafis siswa dibandingkan dengan menggunakan bahan ajar cetak

    0

    full texts

    2,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇