141 research outputs found

    STUDI TENTANG KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI DI KALANGAN SISWA MENENGAH PERTAMA

    Full text link
    The research was conducted to the students of Al-Kausar Internat Junior high school as an example of school which has applied the concept of information literacy in one subject and Arrahman Junior high school as an example of school which has not applied the concept of information literacy yet. The aim of this research was to find out whether there is a significant differences between students' literacy ability in finishing task exercises from those school. The method used in this research was a descriptive comparative method to find out the differences between both of objects in this research. The data were collected through questionnaire, interviews, and library study. The respondents are 53 students selected through Proportionate stratified random sampling techniques. The findings show there is no significant differences between students of Alkautsar junior high school and Ar Rahman junior high school on their students' information literacy ability. However, from the output scores of mean view, Al Kautsar Junior high school has a larger score than Ar Rahman junior high school. Therefore, Alkautsar Junior high school students have a better information literacy ability compared to Ar Rahman Junior high school students

    MEMAHAMI ASPEK PARALINGUISTIK DALAM KEGIATAN PENYULUHAN PERPUSTAKAAN

    Full text link
    Communication is an activity that can not be released in everyday human life. So also in the activities of the library, communication activities are suatau activities that are not separated in the activities of everyday librarians. Especially when referring to the core competence of librarians there are at least two communication activities that are often done ielibrary service activities and library promotion. The success of a librarian as a communicator in delivering communication messages on service activities, counseling and technical guidance library, one of which is determined by the aspect of communicator or speaker (resource). One aspect of the communicator in conveying his communication message is the ability of how when delivering messages verbal communication or better known as paralinguistik. Parallelistic ability will be a speaker's attractiveness aspect (source atrrativeness) and this aspect will be the basis for building participants' perceptions of the credibility of a speaker. Therefore, the understanding of the paralinguisitik aspect becomesimportant for a counselor, including in this case the librarian when going to conduct extension activities and tennis guidance about the library

    MERANCANG PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ADDIE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS MAHASISWA AGAR MENJADI PUSTAKAWAN YANG BERETIKA

    Full text link
    As a profession, a librarian has an ethic codes to be understood by librarian candidates. In the learning process, candidates or students should be introduced to the knowledge, attitude, and skills required to become a librarian. Through the learning process in the Etika Profesi Pustakawan (Professional Etiquette of Librarians) subject, students are introduced to a number of attitudes, ethics, and knowledge, prompting them to think critically in order to become a professional librarian with good etiquette. To achieve such goal, the learning process should be designed in the first place using the ADDIE approach to achieve expected results in accordance with the goals set. The present study is a review on an instructional design which can be developed to improve the quality of learning process, particularly in the efforts to enhance students’ critical thinking skill in order to become an ethical librarian. The development of the learning design employs the ADDIE approach. The ADDIE model consists of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The Analysis step is purposed to identify potential factors causing a gap in the performance. In the Design step, the expected performance is tested and assessed using proper testing method. The Development step comprises an activity to produce and validating the selected learning resources supporting the learning process. The Implementation step comprises the preparation of learning environment and the involvement of the students. At last, the Evaluation step is done to evaluate the quality of the learning process and products, both before and after the implementation of the program. Through ADDIE model approach, a learning program will be designed, aiming at improving students’ critical thinking ability in order to become an ethical librarian

    PERPUSTAKAAN, GARDA BUDAYA LITERASI INDONESIA

    Full text link
    Bangsa Indonesia pernah memiliki budaya literasi, walaupun budaya lisan tetap menjadi yang lebih kuat, sampai sekarang. Akibatnya adalah bangsa yang malas membaca, yang mengakuisisi pengetahuan dan mentrasfernya kembali tanpa melakukan klarifikasi, terutama pada media-media sosial. Padahal bangsa yang cerdas adalah bangsa yang memiliki budaya literasi yang tinggi, dimana membaca dan menulis sudah menjadi kebutuhan dalam kehidupan keseharian masyarakatnya. Dalam Pembukaan UUD 1945 dinyatakan tujuan pemerintahan Indonesia, salah satunya yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Menjadi bangsa yang cerdas artinya menjadi bangsa yang budaya literasinya tinggi, yang memiliki kebiasaan membaca serta mampu menghasilkan banyak tulisan yang berkualitas. Dan untuk bisa mewujudkan itu, perpustakaan dengan pustakawan-pustakawan yang inovatif harus bisa menjadi inkubator rencana kegiatan dan kebijakan yang terkait dengan peningkatan budaya literasi Indonesia

    BIBLIOTHERAPY (TERAPI MELALUI BUKU)

    Full text link
    This account derives from various resources on basic concepts of bibliotherapy including its history, understanding, values, and limitations. Study on the basic concepts results in some explanation about the principles of bibliotherapy, the strategies of conducting bibliotherapy with accuracy based on the aim and its kind of problem faced. Results of the study will be beneficial for librarians, psychologists, and teachers who are interested in learning about how books serve as a tool needed by users, clients, or learners at large who have psychological troubles

    PEMBUDAYAAN GERAKAN LITERASI INFORMASI SISWA TINGKAT SEKOLAH DASAR DI TANGGERANG SELATAN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan literasi informasi siswa tingkat sekolah dasar di Tangerang Selatan dengan adanya pembudayaan GLS (Gerakan Literasi Sekolah) menggunakan metode super3 yakni, plan (perencanaan), do (pelaksanaan) dan review (evaluasi). Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 100 siswa/siswa kelas V (lima) yang terdiri dari dua SD Negri dan 3 (tiga) SD Islam Terpadu pada tiga  (3) kecamatan di Tangerang Selatan.  Hasil penelitian menunjukan bahwa responden dalam penelitian ini memiliki kemampuan literasi informasi yang baik pada tahap plan (perencanaan), do (pelaksanaan) dan review (evaluasi) dalam pelajaran bahasa Indonesia. Adanya pembudayaan GLS yang secara implisit di masukan ke dalam pelajaran bahasa Indonesia memiliki dampak positif terhadap kemampuan literasi informasi siswa dan akan lebih baik jika diterapakan pada setiap mata pelajaran di sekolah dasar

    POTENSI YOUTUBE SEBAGAI MEDIA EDUKASI BAGI ANAK MUDA

    Full text link
    Penetrasi Internet di Indonesia tiap tahun mengalami peningkatan. Meskipun demikian, tingginya tingkat penggunaan internet masih belum memberikan dampak yang optimal terkait pemberdayaan masyarakat, khususnya anak muda. Rendahnya tingkat literasi digital, serta kurangnya pengetahuan akan konten yang positif di Internet membuat sebagian anak muda di Indonesia belum dapat memanfaatkan peran teknologi dan media digital secara optimal dalam kehidupan mereka sehari-hari, terutama terkait dengan peran teknologi tersebut sebagai sumber informasi mengenai pengetahuan dan pendidikan. Banyaknya konten-konten negatif menimbulkan beragam permasalahan seperti hoax, cyberbullying, cybercrime, pornografi, hingga politisasi isu SARA. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif untuk memetakan beragam konten positif dengan tema pendidikan pada media sosial YouTube. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa kreator konten di YouTube yang khusus membahas tema pendidikan masih sangat terbatas. Beberapa akun YouTube yang menjalankan fungsi media edukasi bagi anak muda terutama adalah “Kok Bisa” yang mengemas kontennya dengan menggunakan animasi, bahasa yang sederhana, dan penjelasan yang tidak begitu rumit, serta beberapa akun milik perusahaan rintisan di bidang jasa layanan pendidikan seperti Quipper, Zenius, dan Ruang Guru yang memiliki kanal berisikan pembelajaran elektronik, tutorial dan tips pembelajajaran. Media edukasi di YouTube masih memerlukan kontrbusi banyak pihak karena kami melihat misalnya masih belum banyak konten edukasi dengan genre vlog, dan masih belum banyak konten-konten kreatif lain yang juga bertemakan pendidikan. Hal ini tentunya menjadi sebuah permasalahan sekaligus potensi untuk dikembangkan

    PENGARUH IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  seberapa  besar  pengaruh faktor kepercayaan,  faktor pembuatan  keputusan bersama, faktor kejujuran,  faktor keterbukaan dalam komunikasi ke atas dan faktor perhatian pada tujuan- tujuan berkinerja tinggi terhadap kinerja  pegawai  Divisi  Pengembangan  Ekonomi  Daerah  Unit  Humas dan  Komunikasi  Publik - Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei eksplanatori. Teknik analisis data yang digunakan  adalah  teknik  analisis data  deskriptif  dan  teknik analisis data inferensial dengan uji statistik analisis jalur (path a nalysis). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket, obserasi, wawancara dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Iklim Komunikasi Organisasi berpengaruh terhadap Kinerja  Pegawai  Divisi  Pengembangan  Ekonomi Daerah - Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat. hal tersebut dapat dilihat dari pengaruh faktor- faktor iklim komunikasi organisasi yang terdiri dari kepercayaan,  pembuatan keputusan bersama,faktor kejujuran, faktor keterbukaan dalam komunikasi ke bawah, faktor mendengarkan dalam komunikasi ke atas dan faktor perhatian pada tujuan- tujuan berkinerja tinggi yang dapat memberikan kontribusi  positif  bagi kinerja pegawai  Divisi  Pengembangan Ekonomi Daerah Unit Humas dan Komunikasi Publik -Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat yang terdiri dari atas quality  (kualitas),  quantity  (kuantitas)  dan  timeliness (ketepatan waktu).  Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Iklim Komunikasi Organisasi berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai Divisi Pengembangan Ekonomi Daerah, Unit Humas  dan  Komunikasi  Publik - Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat

    IMPLEMENTASI DIGITAL ASSET MANAGEMENT UPT PERPUSTAKAAN ITB

    Full text link
    Abstrak. Perpustakaan merupakan salah satu lembaga yang memegang peranan sangat besar dalam hal penyediaan informasi, terutama terkait dengan keterbukaan informasi publik, literasi informasi, perkembangan pendidikan, serta penyebaran informasi dengan cepat dan tepat bagi masyarakat. Perpustakaan dituntut untuk melakukan perubahan-perubahan kearah yang inovatif, kreatif dan bermanfaat bagi masyarakat sesuai dengan yang sudah dijelaskan dalam  UU Nomor 43 Tahun 2007 untuk lebih memperhatikan terkait eksitensi. Perpustakaan perguruan tinggi juga tentunya tidak terlepas dari dukungan teknologi informasi yang dijadikan suatu sarana dalam penyampian informasi bagi dosen atau mahasiswa. Penggunaan Digital Asset Management pada dasarnya memang memungkinkan sebuah perpustakaan mengelola dan mengendalikan pertumbuhan serta penggunaan materi digital yang semakin cepat bertambah, terutama yang berkaitan dengan karya tulis ilmiah dan koleksi perpustakaan yang nantinya di proses dengan komputer untuk dialih mediakan.Kata Kunci : Perpustakaan, Perpustakaan Perguruan Tinggi, Digital Asset Managemen

    REPOSISI PERAN PUSTAKAWAN DALAM IMPLEMENTASI TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN

    Full text link
    Library at this time has grown more and more rapidly. The presence of information technology, eliminate the library would not have to change with the development of information technology itself. Librarians are the dominant factor in determining the success of a library required to have special competencies in order to synergize with the presence of information technology in the library. In this era of information technology, librarians can be the enlightening agent and the auxiliary act of building a better civilization. Thus, it is expected the library can continue to exist in the era of information technology

    134

    full texts

    141

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Edulib
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇