141 research outputs found

    EVALUASI PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN DIGITAL UNIVERSITAS AIRLANGGA (UNAIR)

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi website perpustakaan digital UNAIR yang beralamat di www.lib.unair.ac.id melalui user evaluation teknik. Adapun komponen dari digital library UNAIR yang akan di evaluasi dengan menggunakan teori usefulnees digital library yang terdiri dari enam dimensi yakni format penyajian informasi, coverage (cakupan) informasi, relevance (kesesuain informasi yang disajikan), reliable (bisa dipertanggungjawabkan), dan level (tingkat aksesibilitas informasi). Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 50 responden, dengan teknik purposive sampling, dengan kriteria sebagai berikut: (1) civitas akademia UNAIR, (2) pernah mengakses digital library website minimal 1 kali dalam sebulan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa usefullness dari website perpustakaan UNAIR (lib.unair.ac.id) termasuk dalam kategori TINGGI dengan nilai 99.9 dan yang paling tinggi nilainya adalah format (misalnya .pdf, .jpg lain .doc)  dengan point 89.5 dan yang paling rendah adalah cakupan (yaitu ketepatan waktu dalam hal up- Kata Kunci: Evaluasi Pengguna, Perpustakaan Digital Abstract. This study aimed to evaluate the digital library website of Airlangga University (www.lib.unair.ac.id) through user evaluation technique. The components of the digital library that will be evaluated using usefulness digital library theory consisted of six dimensions namely information presentation format, information coverage, information relevance, information reliability, and information accessibility level. This study used a sample of 50 respondents selected by purposive sampling technique and with the following criteria: (1) Academic community of UNAIR, (2) Have accessed digital library website at least once a month. The results of the study suggested that the usefulness of UNAIR library website is considered in HIGH category with the score of 99.9. The highest score is for the format (e.g. pdf, jpg, doc) with 89.5 points and the lowest is the coverage (i.e. punctuality in terms of updating or diachronic completeness) with 109.6 Keywords: User Evaluation, Digital Librar

    OPTIMALISASI PENDIDIKAN PEMUSTAKA DALAM PEMANFAATAN LAYANAN PERPUSTAKAAN OLEH MAHASISWA PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG

    Get PDF
    Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari pendidikan pemustaka terhadap layanan perpustakaan dan upaya yang dilakukan oleh pustakawan untuk pengguna perpustakaan seperti para mahasiswa yang menggunakan layanan perpustakaan di Perpustakaan Universitas Negeri Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan variabel-variabel yang terdiri dari penggunaan layanan perpustakaan, apresiasi mahasiswa terhadap pendidikan pemustaka, dan pengaruh kunjungan terhadap pemanfaatan fasilitas perpustakaan. Populasi penelitian terdiri dari semua mahasiswa angkatan tahun 2012 dan telah menyelesaikan kegiatan pendidikan pemustaka. Sampel yang digunakan adalah sampel aksidental (accidental sampling) dengan asumsi bahwa sampel terdiri dari siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti di perpustakaan. Jika mahasiswa yang bertemu cocok dengan kriteria sampel maka digunakan sebagai sampel untuk sumber data. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket, wawancara, dan studi literature. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan penggunaan layanan perpustakaan, apresiasi mahasiswa terhadap pendidikan pemustaka dan pengaruh kunjungan terhadap pemanfaatan fasilitas perpustakaan berada dalam kategori baik dan sudah optimal.Kata kunci : User Education, Pelayanan Perpustakaan, Pengunjung Abstract. This study aims to determine the impact of user education on the use of library services and the efforts made by librarian to users such as students to use library services at Padang State University Library. The method used was a quantitative descriptive study, with of variables consisting of students' knowledge about the use of library services, students' appreciation for user education, and the influence of visits on the library facility utilization. The population in this study is the Padang State University students who entered college in 2012 and have completed  the  educational activities of the user education. The sample used is accidental sampling with the assumption that the accidental sampling is sampling technique  by coincidence, that anyone who, by chance, met with researcher can be used as a sample, if the person is found to match the time of determining the required sample as data source. Data collection techniques used were observation, questionnaires, interviews, and literature. The data collected was presented in the form of tables that are easy to be read and interpreted. The results show that students' knowledge about the use of library services, students' appreciation for user education, and the influence of visits on the library facility utilization are all in the good category and have been optimized.Keywords: User Education, Library Services, Visits

    SISTEM LAYANAN INFORMASI DI PERPUSTAKAAN PADA ABAD KE-21

    No full text
    AbstrakPesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad ke-21 yang menimbulkan banjirnya informasi telah menyebabkan perubahan-perubahan dalam segala aspek yang berkaitan dengan informasi, mulai dari jenis dan bentuk sumber informasi, teknik pengelolaan informasi, serta kebutuhan dan kelompok pengguna informasi.Perpustakaan sebagai salah satu lembaga yang bertugas mengelola informasi mengalami perubahan paradigma. Paradigma baru perpustakaan yaitu perpustakaan adalah sesuatu yang hidup, dinamis, segar menawarkan hal-hal yang baru, produk layanannya inovatif, dan dikemas sedemikian rupa, sehingga apa yang ditawarkan oleh perpustakaan akan menjadi atraktif, interaktif, edukatif, dan rekreatif bagi pengunjungnya. Untuk mendukung terciptanya layanan prima yang sesuai dengan tuntutan paradigma baru perpustakaan, kepuasan pengguna harus tetap menjadi target layanan. Agar tujuan tersebut dapat tercapai maka penerapan manajemen modern dalam pengelolaan perpustakaan menjadi suatu kebutuhan. Wujud manajemen modern dalam pengelolaan perpustakaan kini diantaranya adalah konsep ‘information commons’/ informasi umum dan Perpustakaan 2.0 (library 2.0). Kedua konsep tersebut berupa sistem layanan perpustakaan yang melibatkan partisipasi pengguna/ user centered, serta memanfaatkan bantuan teknologi informasi dan komunikasi. Kata Kunci : Perpustakaan, Sistem Layanan informasi, paradigma baru AbstractThe rapid development of science and technology in the 21st century which leads to the rapid flow of information has brought some changes to every aspect related to information, from type and form of information, information process technique, to the needs and groups of users. Library as an institution that is in charge for managing information has undergone change of paradigm. The new paradigm is more lively, dynamic, fresh and offers new things, innovative service product which is packed in such a way that anything offered by the library will be attractive, interactive, educative, and recreational for its users. In order to support the realization of excellent service which conforms to the demand of the new paradigm, users satisfaction should remain become the target of servicing. To achieve the goal, the application of modern management in managing a library is necessary. This is manifested through the concept of information commons and library 2.0. Both concepts are applied in the library service system which involves users participation (user centered) and utilize assistance from information and communication technology. Keywords: library, information service system, new paradig

    KETERKAITAN ANTARA PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR DENGAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR YANG DIPEROLEH SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA

    Get PDF
    Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan pemanfaatan perpustakaan dengan hasil belajar yang diperoleh siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 5 Sukabumi. Adapun secara khusus tujuan penelitian tersebut adalah (1) untuk mengetahui pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar di SMP Negeri 5 Sukabumi; (2) untuk mengetahui hasil belajar yang diperoleh siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 5 Sukabumi dan (3) untuk mengetahui keterkaitan antara pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar dengan peningkatan hasil belajar yang diperoleh siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 5 Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif studi deskriptif analisis korelasi. Teknik penarikan sampel menggunakan Sampling Purposive. Instrument penelitian yang digunakan adalah angket tertutup dengan skala lima kategori Likert, pengolahan data menggunakan korelasi dari Pearson’s Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar di SMP Negeri 5 Sukabumi berada dalam kategori baik, (2) hasil belajar yang diperoleh siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 5 Sukabumi berada dalam kategori cukup baik,dan (3) pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar memiliki keterkaiatan yang signifikan dengan peningkatan hasil belajar yang diperoleh siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 5 Sukabumi, yang menghasilkan korelasi dengan kriteria kuat. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan dari pemanfaatan perpustakaan dengan hasil belajar yang diperoleh siswa di SMP Negeri 5 Sukabumi

    BUKU TEKS PELAJARAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR SISWA DI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI SMAN 3 BANDUNG

    Get PDF
    Abstrak. Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk menemukan bukti empirik mengenai penilaian siswa tentang kualitas buku teks pelajaran di Perpustakaan SMA Negeri 3 Bandung. Secara khusus penelitan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penilaian siswa pada aspek (1) Materi; (2) penyajian materi; dan (3) kebahasaan buku teks pelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan teknik pengumpulan data dengan cara penyebaran angket. Jumlah sampel sebanyak 66 siswa. Pengolahan data menggunakan bantuan IBM SPSS Statistics 22. Data disajikan dengan menggunakan rating scale. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil kesimpulan bahwa: 1) penilaian siswa tentang kualitas buku teks pelajaran berada pada kategori baik; 2) penilaian siswa pada aspek materi buku teks pelajaran berada pada kategori baik; 3) penilaian siswa pada aspek penyajian materi buku teks pelajaran berada pada kategori baik; 4) penilaian siswa pada aspek kebahasaan buku teks pelajaran berada pada kategori cukup baik. Guru Mata Pelajaran dan pengelola perpustakaan sekolah harus mampu bekerjasama dalam mengembangkan kualitas buku teks pelajaran yang ada di perpustakaan sekolah agar dapat digunakan oleh siswa secara maksimal.Kata Kunci: Buku teks pelajaran, kualitas, perpustakaanAbstract. The objective of this research is to find empirical proof concerning the relationship between students assessment about text books quality with student motivation for learning. Particularly, the objective of this research are: Describing and analyzing students assessment on (1) Material; (2) Present material; (3) Language aspect of text books. The research method used is a descriptive research method and data collection technique by using spreading questionnaire. The sample covers 66 students. Data Processing used IBM SPSS Statistics 22. The data is processed by providing rating scale. Based on the result, we concluded that : 1) Students assessment about text books quality with good category; 2) Students assessment on material aspect of text books with good category;  3) Students assessment on present the material aspect of text books with good category; 4) Students assessment on language aspect of text books with student motivation for learning with enough category. The teachers and school librarians should have good collaboration for developing the quality of text books at school library so that student can use it maximally.Keywords: Textbook, quality, librar

    MEDIA KONSULTASI ONLINE SEBAGAI ALTERNATIF UPAYA PENANGANAN MASALAH REMAJA

    Get PDF
    Abstrak. Kebutuhan remaja saat ini terhadap bimbingan karir dan konseling semakin tinggi, seiring dengan semakin beragamnya permasalahan remaja. Di sekolah-sekolah, kebutuhan konsultasi juga meningkat terutama sejak adanya Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) yang menggunakan “jalur sekolah” atau jalur prestasi. Masalahnya, karena berbagai sebab, ternyata tidak semua remaja dapat mengungkapkan permasalahan atau berkonsultasi dengan mudah secara tatap muka. Di sisi lain penggunaan media social di kalangan remaja meningkat dengan pesat, dari 88,1 juta orang pengguna internet yang dirilis oleh Asosisasi Penyedia Jasa Internet Indonesia, 58,4% di antaranya adalah generasi muda, termasuk remaja. Oleh karena itu, adalah langkah yang tepat untuk menyediakan media konsultasi online yang dapat membuat para remaja dapat mengkonsultasikan permasalahan yang dihadapinya di manapun dan kapanpun. Penelitian ini berusaha mendeskripsikan kebutuhan para remaja di kota Bandung terhadap media konsultasi online, lalu mengembangkan prototype media konsultasi online berdasarkan deskripsi kebutuhan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di luar bimbingan karir, masalah yang dihadapi remaja di kota Bandung di antaranya adalah masalah pertemanan, masalah percintaan, masalah keluarga, dan masalah keuangan. Pada umumnya remaja menceritakan permasalahannya pada teman mereka, bukan pada keluarga atau guru/dosen bimbingan dan konseling. Sebagian besar responden pernah mem-posting permasalahan mereka di media sosial, hanya untuk pelepasan tekanan, tanpa mengharapkan feedback dari teman atau follower mereka. Hampir seluruh responden tertarik untuk mencoba jika ada layanan konsultasi online. Mereka berharap, meskipun online, konsultasi tetap dapat dilakukan secara personal tanpa muncul di ranah yang dapat dibaca oleh orang lain, dan jangan sampai permasalahan mereka diceritakan ke publik, meskipun namanya disamarkan. Selain itu, para responden menyarankan agar media konsultasi online tersebut menggunakan nama yang dekat dengan kehidupan remaja, bukan  nama formal yang mencerminkan kelembagaan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka peneliti kemudian mengembangkan www.sobatmu.com sebagai media konsultasi online untuk pada remaja. Kata kunci: Media Konsultasi Online, Bimbingan Konseling, Masalah RemajaAbstract. Nowadays, teenagers need for career guidance and counseling are increasing, along with the diversity of their problems. In the schools and universities, the need for consultation has also increased, especially since the University entrance examination using Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) known as “school path entrance”. The problem is, for various reasons, not all teenagers can reveal or consult their problems using face to face communication easily. On the other hand social media user among adolescents increased rapidly. The latest data from Indonesian Internet Service Provider Association (APJII), indicate that 49% from 88.1 million Indonesian internet users are adolescent. Therefore, it is the right step for us to provide online consultation media which can help them to consult the problems, anytime and anywhere. This research objectives are to describe the teenagers need of online consultation media, and develop its prototype. The results showed that beside of career guidance, the teenager problems are about friendship, love, family, and financial. Most respondents had posted their problems in social media, just to release the pressure, without expecting feedback from friends or their followers. Almost all respondents are interested to use online consultation service. They hope, the online consultations can be done personally and privately, without the ability of another internet user to read their consultation history. In addition, respondents suggested that online consultation media name using a popular name, close to the life of a teenager, not using a formal name that reflects the institution. Based on these results, we then developed www.sobatmu.com as online consultation media for teenagers.Keywords: Online Consulting, Counseling, Teenager Problem

    Studi Manajemen Kelembagaan Museum

    Get PDF
    Abstrak. Museum menjadi aset bernilai sejarah yang monumental dan sarat dengan misi pendidikan dari generasi ke generasi. Museum pada umumnya menghadapi kendala dalam pengelolaan dana. Pengelolaan dana terutama yang mendukung keberlanjutan pemeliharaan, perbaikan, dan perawatan museum agar dapat melayani masyarakat lebih baik dan profesional. Kendala tersebut pada dasarnya akan selalu terkait dengan manajemen kelembagaan museum. Informasi yang diolah dalam karya ilmiah ini merupakan hasil elaborasi dari studi literatur dan simpulan studi hasil penelitian terdahulu. Artikel ilmiah ini membahas aspek kelembagaan museum meliputi pertama, profil museum dari segi sarana prasarana, SDM, koleksi; kedua aspek legal formal nomenklatur dan payung hukum; ketiga, aspek organisasi lembaga termasuk di dalamnya tugas, fungsi, wewenang, dan tanggung jawab lembaga penaung; keempat, pola koordinasi, kerjasama, dan hubungan kelembagaan museum dengan instansi terkait; kelima, studi kasusrevitalisasi kegiatan permuseuman yang mengarah pada kebijakan pengelolaankelembahgaan museum yang profesional. Pembahasaan tentang manajemen kelembagaan museum ini berguna, pertama bagi pengembangan wawasan keilmuan informasi dan perpustakaan, khususnya kelembagaan informasi selain perpustakaan. Kedua, memberikan gambaran mengenai tata kelola museum di instansi pemerintah. Ketiga, batasan lingkup kajian baru sebatas manajemen kelembagaan museum di instansi pemerintah, sehingga perlu adanya  pengembangan kajian manajemen kelembagaan museum untuk tipe museumlainnya, seperti museum yang dikelola swasta maupun pribadi.Kata kunci: gawitra, kelembagaan informasi, manajemen, museum.Abstract. Museums are monumental historical assets and laden with educational mission from generation to generation. Museums in general face constraints in fund management especially to support the sustainability, repair, and maintenance of the museums in order to serve the public better and professionally. These constraints will basically always be associated with the museums' institutional management. The information processed in this paper is an elaboration of literature study and conclusions of previous studies. This scientific article discusses the institutional aspects of museums including first, the museums' profile in terms of infrastructure, human resources, collection; second, the formal legal aspects of nomenclature and legal protection; third, the institutions' organizational aspects including tasks, functions, authority, and responsibilities of the sheltering institutions; fourth, the pattern of coordination, cooperation and institutional relations museum with other relevant institutions; and fifth, case studies of revitalization of museum activities that lead to institutional management policies of professional museums.Discussion on of the institutional management of museums is useful, first, for thedevelopment of information and library science, particularly institution of information in addition to the library. Second, it provides an overview of the governance of the museum in government institutions. Third, the scope of study is limited to institutional management of museums in government institutions, thus there is a need for the development of studies on institutional management of museums for other types of museums, such as museums that are managed by private or personal institutions.Keywords: Gawitra, information institution, management, museum

    Rintisan Penyelenggaraan Perpustakaan Masjid Sebagai Sarana Kegiatan Membaca Bagi Para Jamaah

    Get PDF
    Abstract. In the context of the mosque as a place of worship widely, one of which is a mosque used as a place for education and training activities of the people. This research aims to pioneer the implementation of the library as a means of reading and studying in the library of the mosque. The method used is the technique of PRA (Participatory Research Appraisal), with the steps: (1) conduct a discussion and shared learning about the mosque's congregation of reading and its implications for the intellectual development  of Muslims in general; (2) provides a means of learning and reading in the form of a number of books on general science and religion; (3) perform activities of assistance to pilgrims in learning and reading according to specialization. Results of the study show that, since the library of the mosque, indirectly, learning activities and reading in the mosque, began to awaken. This activity in practice to be a part of the functioning of the mosque library attendance among the people.Keywords: Mosque Library, learning activity, reading Habit.Abstrak. Dalam konteks masjid sebagai tempat ibadah secara luas, salah satu fungsinya adalah masjid dijadikan tempat kegiatan untuk pendidikan dan pembinaan umat. Penelitian ini bertujuan merintis penyelenggaraan perpustakaan sebagai sarana kegiatan membaca dan belajar di Perpustakaan Masjid. Metode yang digunakan adalah teknik PRA (Participatory Research Appraisal), dengan langkah-langkah: (1) melakukan kegiatan diskusi dan pembelajaran bersama jamaah masjid mengenai membaca dan implikasinya bagi perkembangan intelektual umat islam pada umumnya; (2) menyediakan sarana belajar dan membaca berupa sejumlah buku tentang ilmu pengetahuan umum dan keagamaan; (3) melakukan kegiatan pendampingan kepada jamaah dalam belajar dan membaca sesuai dengan  peminatan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa, sejak adanya perpustakaanmasjid, secara tidak langsung kegiatan belajar dan membaca di lingkungan masjid, mulai terbangun. Kegiatan ini pada prakteknya menjadi bagian dari berfungsinya kehadiran perpustakaan masjid di tengah umat.Kata kunci: Perpustakaan Masjid, kegiatan belajar, Membac

    IMPLEMENTASI PELAKSANAAN MANAJEMEN MUTU ISO 9001 : 2008 DI PERPUSTAKAAN UPI BANDUNG IMPLEMENTASI PELAKSANAAN MANAJEMEN MUTU ISO 9001 : 2008 DI PERPUSTAKAAN UPI BANDUNG

    No full text
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana penerapan  dari Implementasi SMM ISO 9001:2008 di Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. inti permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimana proses dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan Implementasi ISO 9001 : 2008 yang diterapkan di perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia, Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan analisis kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan metode pengamatan lapangan (Observasi), wawancara dan studi kepustakaan /literatur-literatur.berdasarkan dari hasil penelitian ini diperoleh gambaran mengenai bagaimana proses Imoplementasi ISO 9001 :2008 diterapkan pada perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia dari mulai perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasannya. Kata Kunci: Penerapan ISO 9001:2008; Manajemen Mutu; PerpustakaanAbstract   This research aimed to study how far the implementation of SMM ISO 9001:2008 has gone in the library of Indonesia State University (UPI) Bandung. The problem of this research is how the process of planning, organizing, implementing and controlling of ISO 9001:2008 Implementation is conducted in the library of Indonesia State University. This research used descriptive method with qualitative analysis and the data collected by using field observation method, interview and library study.  The result of this research gives description on how the process of ISO 9001:2008 Implementation was conducted in the library of Indonesia State University, starting from planning to organizing, implementing and controlling. Keywords: ISO 9001:2008 implementation, quality management, library

    Peran Perpustakaan dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Secara Mandiri di Perguruan Tinggi

    No full text
    AbstrakTujuan akhir dan utama dari pembelajaran bahasa adalah kemampuan pembelajar bahasa untuk menggunakan bahasa yang dipelajari. Namun sayangnya lembaga pendidikan formal selama ini terpaku pada pendekatan-pendekatan tradisional yang lebih banyak memberikan penekanan pada struktur bahasa dan bukan pada bagaimana menggunakan bahasa untuk berkomunikasi. Selain karena faktor ukuran kelas yang besar yang tidak ideal untuk pembelajaran bahasa, hal ini juga dipicu oleh terbatasnya waktu tatap muka di kelas yang tidak memungkinkan terjadinya suatu proses pembelajaran bahasa yang efektif. Di tingkat perguruan tinggi dimana seorang peserta didik dituntut untuk lebih mandiri, permasalahan ini seharusnya dapat diatasi dengan meningkatkan peran dan layanan perpustakaan yang mendukung terlaksananya proses pembelajaran bahasa Inggris secara mandiri. Perpustakaan yang dapat menjalankan fungsinya dengan baik akan mampu menciptakan suasana pembelajaran mandiri yang dapat menunjang pembelajaran tatap muka di kelas. Selain itu, keberadaan sebuah Self Access Center (SAC), yaitu sebuah sarana belajar bahasa mandiri yang menungkinkan pengguna untuk belajar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya akan mampu secara signifikan meningkatkan minat dan motivasi mahasiswa untuk belajar secara mandiri sehingga tujuan pembelajaran bahasa Inggris dapat tercapai. Kata Kunci: perpustakaan, pembelajaran bahasa Inggris, belajar mandiri, Self Access Center AbstractThe ultimate goal of learning English is the ability to use the target language. Unfortunately, formal education tends to use tradisional approach which focuses more on the language form instead of language use. This is triggered not only by the large class size but also by the limited time allocated for learning process in the class. In tertiary level where students are expected to be more independent in their learning, this problem should have been able to be solved by increasing the role and service of university library which supports self-directed independent learning. Library which can fulfill its functions well will be able to create the athmosphere of independent learning that assist learning process in the class. In addition, the establishment of a Self Access Center (SAC) in the library which enable students to learn according to their own needs and abilities will significantly increase students’ interest and motivation to learn independently so that the goal of learning English can be accomplished. Keywords: library, English learning, self-directed independent learning, Self Access Center 

    134

    full texts

    141

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Edulib
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇