ANALITIKA
Not a member yet
238 research outputs found
Sort by
Trial of Adaptability Competency Training Module to Improve Adaptive Performance for Employees of PT. X
An experimental method was used in this research by employing Adaptability Competency Training Module to improve Adaptive Performance for employees of PT. X. There were 34 respondents for each of the experimental and control groups who participated. Each participant filled out pre-test and post-test, respectively, the Adaptive Performance Scale and The Adaptability Scale which were spaced for seven days. The total Adaptive Performance and the Adaptability Competency means were compared, between pre-test and post-test used Paired Samples T-Test, then between experimental and control groups used Independent Samples T-Test. Based on statistical calculation, total pre-test and post-test scores of the experimental group were significantly differences, with Adaptive Performance coefficient (t=–2.941) and Adaptability Competency coefficient (t=–3.498). Based on these findings, it can be concluded that total Adaptive Performance and Adaptability Competency scores of the participants were significantly increased after being given Adaptability Competency training. To be more effective, future researchers and company authorities can consider this training to be applied on a wider scale and deepen the domain of behavior and results
Kecemasan selama Kehamilan: Menguji Kontribusi Dukungan Suami dan Kematangan Emosi
Menjelang persalinan banyak perempuan merasakan kecemasan yang cenderung meningkat dan terkadang berlebihan. Kecemasan kehamilan dapat berkurang jika perempuan hamil mendapatkan dukungan dari suami dan memiliki kematangan emosi yang tinggi. Kecemasan yang rendah membuat kehamilan dan persalinan dapat berjalan dengan sehat dan normal. Tujuan penelitian ini adalah menguji hubungan dukungan suami dan kematangan emosi ibu hamil dengan kecemasan ibu menghadapi persalinan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Jumlah subjek sebanyak 170 ibu hamil, dengan usia kehamilan 28 minggu sampai dengan 41 minggu. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan tiga skala, yaitu: Skala Dukungan Suami (α=0.919), Skala Kematangan Emosi (α=0.909), dan Skala Kecemasan Persalinan (α=0.925). Analisis data menggunakan regresi ganda Program SPSS 17.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara dukungan suami dan kematangan emosi dengan kecemasan menghadapi persalinan, dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi R= 0,356; p= 0,000 (p<0,01) dengan FRegresi = 12,155. Selain itu, dukungan suami dan kematangan emosi berkontribusi menurunkan kecemasan ibu dalam menghadapi persalinan
Posttraumatic Growth: The Role of Trauma Exposure and Family Hardiness Against Pasigala Liquefaction Survivors
The natural disaster occurred in PASIGALA in 2018 left a significant impact on the survivors of liquefaction. Research on recovery after a disaster focuses on the positive outcomes by survivors. This study aims to determine the role of trauma exposure and family hardiness in developing posttraumatic growth (PTG). Participants in this study were 147 adult survivors (Musia = 23.06, SD = 4.12) spread across Palu City and Sigi Regency, Central Sulawesi. PTG was measured by Posttraumatic Growth Inventory Short-Form (PTGI-SF), trauma exposure was measured by modification of the Earthquake Exposure Questionnaire and Impact of Event Scale, and family hardiness was measured by Family Hardiness Index (FHI). The hierarchical regression test found that trauma exposure and family hardiness significantly predicted 7% and 17.2% of posttraumatic growth variances when other variables were controlled. Then, the mediation test showed that family hardiness had a significant or partial role as a mediator between trauma exposure and PTG. The more trauma exposures experienced by individuals when natural disasters occurred, with a higher level of family hardiness, individuals would achieve a higher PTG condition (c = 0.759, p < 0.01) than if only considering the role of trauma exposure (c' = 0.301, p < 0.01). This shows that family hardiness is an important factor to consider when assisting liquefaction disaster survivors who are exposed to traumatic events in developing posttraumatic growt
Intensity of Tik Tok Use and Depression with Social comparison as a Mediator Variable
Tik Tok users until the end of 2021 managed to touch 2 billion worldwide. Being the second most populous country to use Tik Tok, a number of problems were reported. Starting from the very high frequency of use, to issues related to the mental health of its users. The study aims to find out the relationship between Tik Tok use and Depression and the social comparisons felt by its users. The type of research used in this study is correlational quantitative. There were 108 respondents in this study collected through Google forms. The measuring instrument used to see the intensity of social media use uses the intensity scale of using Tik Tok which consists of passion, attention, duration and frequency. Meanwhile, to measure Depression using Scala Beck and the level of social comparison using the IOWA scale. The results of the data analysis show that there is a significant relationship between the use of Tik Tok and Depression with social comparisons as a mediato
Ekspektasi Peran Pernikahan Pada Generasi Z Ditinjau dari Jenis Kelamin, Usia, Agama dan Suku
Ekspektasi peran pernikahan di setiap generasi berbeda dan dipengaruhi oleh beberapa hal, begitu juga pada generasi Z. Bagi seorang remaja generasi Z tentu saja penggunaan media mempengaruhi ekspektasi peran pernikahan yang mereka miliki. Ekspektasi peran pernikahan dibedakan menjadi dua, tradisional dan egaliter. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran perbedaan ekspektasi peran pernikahan pada generasi Z yang ditinjau dari jenis kelamin, usia, agama dan suku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan sampel 1003 remaja yang diambil melalui teknik insidental sampling, dan diberikan angket Marriage role expectation inventory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan ekspektasi peran pernikahan pada generasi Z yang ditinjau dari jenis kelamin, usia, agama dan suku. Ekspektasi peran pernikahan berdasarkan jenis kelamin, usia, agama dan suku, sebagian besar berada pada moderately egalitarian yang artinya suami dan istri cenderung saling berperan dalam tanggung jawab finansial, pekerjaan rumah tangga, mengurus dan membesarkan anak serta membuat keputusan untuk isu dalam berumah tangga. Â Hal ini disebabkan karena ekspektasi peran pernikahan sebagian besar dipengaruhi oleh lingkungan, jenis kelamin, pendidikan, dan pengalaman sebelumnya. Adanya perubahan sosial yang diakibatkan oleh kemajuan ilmu teknologi menuju ke arah modernisasi berdampak pada pola pikir perempuan tentang kehidupan yang diinginkan sejalan dengan keadaan yang dihadapi di lingkungannya
Psychometric Properties of Childhood Trauma Questionnaire - Short Form (CTQ-SF) Indonesian Version
Abuse and neglect are increasingly occurring in various regions, including in Indonesia. The diversity of abuse and neglect in childhood and adolescence have an impact on neurobiological function damage so that it has long-term impacts on individuals who experience it. Unfortunately, in Indonesia there is no screening tool to assess the trauma of abuse and neglect in childhood and adolescence. This study aims to translate and obtain psychometric property of the Childhood Trauma Questionnaire (CTQ-SF) consisting of physical, emotional and sexual violence as well as physical and emotional neglect dimensions. The translation shows that the Indonesian version of the CTQ-SF has a good level of equivalence with the CTQ-SF. In addition, the classical test theory approach showed that the Indonesian version of CTQ-SF had a high reliability by the need of reviewing of the three items on the sexual abuse dan physical neglect dimensions. Nevertheless, a multidimensional approach of confirmatory factor analysis showed that the Indonesian version of CTQ-SF model was fit to measure the level of maltreatment (abuse and neglect) experience among adolescents in Indonesi
Gambaran Motivasi Berprestasi pada Mahasiswa yang Melewati Masa Studi 4 Tahun
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap gambaran motivasi berprestasi pada mahasiswa yang telah melewati masa studi 4 tahun. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Airlangga yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kualitatif pendekatan studi kasus dengan proses pengambilan data menggunakan teknik wawancara serta menggunakan teknik analisis tematik dengan theory driven. Hasil penelitian menemukan bahwa pilihan, usaha, dan ketekunan pada mahasiswa tidak selalu berorientasi pada hal akademik namun juga dapat berorientasi pada hal-hal non-akademik. Kedua subjek pada penelitian ini memiliki pola yang sama dalam orientasi motivasi berprestasi beserta perubahannya dari masa SMA, masa kuliah 4 tahun dan masa setelah melewati waktu studi 4 tahun. Adanya perubahan orientasi motivasi berprestasi ini dapat disebabkan oleh berbagai macam factor. Pada subjek penelitian ini, faktor yang tampak adalah kebutuhan afiliasi, kebutuhan otonomi, dan tuntutan dari standar pendidikan. Penelitian ini menemukan bahwa motivasi berprestasi mahasiswa dapat mengarah pada prestasi akademik dan prestasi non-akademik. Usaha dan ketekunan yang dilakukan kemudian akan sejalan dengan pilihan fokus prestasi yang telah dipilih sebelumnya
Gejala Depresi pada Individu Dewasa di Masa Pandemi Covid-19: Korelasinya dengan Resiliensi Komunitas
Individu yang berada dalam tahap perkembangan dewasa rentan mengalami gejala depresi di masa pandemi Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan apakah resiliensi komunitas berkorelasi secara signifikan dengan gejala depresi pada individu dewasa di masa pandemi Covid-19. Partisipan penelitian ini adalah 216 individu dewasa. Pemilihan partisipan berdasarkan teknik convenience sampling. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Alat ukur dalam penelitian ini adalah Community Advancing Resilience Toolkit Assesment Survey (koefisien Cronbach’s alpha tiap-tiap dimensi = .595 - .836) dan Depression-Anxiety-Stress Scale (DASS) 21 subskala depresi (koefisien Cronbach’s alpha = .855). Uji korelasi Spearman menunjukkan dimensi caring and connection dan dimensi information pada resiliensi komunitas berkorelasi negatif dan signifikan dengan gejala depresi pada partisipan penelitian ini. Dengan demikian, pendekatan berbasis komunitas dapat dipertimbangkan dalam merancang intervensi untuk menjaga kesehatan mental individu di masa pandemi Covid-19
Technology Readiness dan Computer Self Efficacy pada Guru dalam Sistem Pembelajaran Daring
Penelitian ini bertujuan melakukan analisis tentang technology readiness dan computer self efficacy guru dalam menjalani pembelajaran daring di masa Covid-19. Penelitian dilakukan pada tahun 2021 dengan metode deskriptif kualitatif. Responden penelitian ditetapkan dengan metode sampling jenuh, yaitu guru Sekolah Dasar Negeri di Kelurahan Pagambiran Ampalu Nan XX. Data penelitian diperoleh melalui survei (kuesioner) yang diberikan kepada 45 responden yang ditindaklanjuti dengan kegiatan Focus Group Discussion-FGD sebagai pendalaman dari hasil penelitian yang diperoleh melalui survei. Fokus FGD pada pendalaman ketidaknyamanan (discomfort) guru dalam pembelajaran daring dan tingkat kapabilitas yang diharapkan guru dalam penggunaan komputer (magnitude). Hasil penelitian menunjukkan Tingkat Technology Readiness (TRI) responden dalam sistem pembelajaran daring berada pada kategori Medium Technology Readiness Index. Sementara itu, tingkat computer self efficacy (CSE) guru berada pada kategori sedang. Hal ini ditegaskan melalui hasil FGD bahwa pada umumnya guru masih belum mahir dan paham menggunakan teknologi digital, pengetahuan guru terhadap jenis-jenis teknologi hanya sebatas penggunaan laptop dan WhatsApp, serta guru masih berharap adanya pendampingan ataupun pelatihan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam berteknologi.Â
Parent-Child Interaction Therapy untuk Mengurangi Gangguan Kecemasan
Gangguan kecemasan merupakan kondisi seseorang merasa takut dan cemas yang berlebihan yang dicirikan dengan perasaan tegang, pikiran khawatir hingga perubahan fisik pada seseorang yang mengakibatkan seseorang berperilaku maladaptif. Parent-Child Interaction Therapy (PCIT) merupakan intervensi yang bertujuan untuk mengurangi perilaku maladaptif anak dan melatih orangtua yang mengalami hambatan pada pola asuh. Peneliti melakukan uji meta-analisis untuk mengetahui tingkat efektivitas PCIT untuk mengurangi gangguan kecemasan pada individu. Hasil dari 10 studi menunjukkan hasil uji meta-analisis diperoleh hasil effect size masuk dalam kategori medium to large effect size dengan Hedge’s g = -0,755 (95% Cl -1,521 sampai 0,011) dengan I2 = 93,64% (≥ 80%). Hasil uji tersebut juga menunjukkan tidak terjadi bias publikasi dengan Eiger bias p=0,188 (≥ 0,05). Hasil uji dengan menggunakan moderator pada jenis adaptasi PCIT juga menunjukkan small effect yakni 0,317 (>0,8). Berdasarkan hasil uji meta-analisis tersebut, menunjukkan bahwa PCIT memiliki tingkat efektivitas medium to large effect size untuk mengurangi gangguan kecemasan. Hasil uji tersebut juga menunjukkan hasil yang inkonsisten dengan penelitian sebelumnya, sehingga membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas PCIT untuk mengurangi gangguan kecemasan