ANALITIKA
Not a member yet
238 research outputs found
Sort by
Preliminary Study of Cultural-Based Empathic Support to Reduce Perceived Stigma for Covid-19 Survivors and Families
This study aims to explore appropriate and meaningful forms of cultural-based support to support the recovery of COVID-19 survivors and the psychological well-being of families who are still vulnerable to receiving social stigma from society. The research method used is qualitative, which is carried out on respondents from religious practitioners, cultural practitioners, and psychologists who have direct experience with the community. The results of this study are expected to be used as guidelines for psychological treatment that can be used by related parties such as hospitals, educational institutions, the government and the private sector to accelerate the recovery process for Covid-19 survivors and their families. The results showed that: 1). Culture plays a very important role in providing social stigma and also in dealing with stigma itself; 2) Several cultural-based support practices are carried out to restore psychological conditions; 3) Empathic support which focuses on understanding the thoughts and feelings of survivors and families in their own perceptions is a concern in culture-based support practices. This study concludes that the practice of culturally based empathy support is meaningful to reduce and prevent the stigma felt by Covid-19 survivors and their families
Peran Anchor Virtues, Leader Member Exchange, dan Iklim Kreatif Terhadap Perilaku Kerja Inovatif
Inovasi menjadi salah satu faktor penting bagi setiap organisasi untuk menjaga keberlanjutan dan performa kinerja, termasuk organisasi di instansi pemerintah. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan inovasi di instansi pemerintah, tetapi banyak yang masih berfokus pada level organisasi dan kelompok. Padahal kunci penting dalam keberhasilan inovasi organisasi ada di inovasi individu atau disebut dengan perilaku kerja inovatif. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji dinamika peran anchor virtue sebagai prediktor, Leader Member Exchange (LMX) dan iklim kreatif sebagai mediator terhadap perilaku kerja inovatif para pegawai di instansi pemerintah. Uji hipotesis penelitian ini dilakukan dengan analisis mediasi dan analisis jalur. Partisipan penelitian ini adalah aparatur sipil negara dengan jumlah (N = 201) dan rata-rata usia 32-38 tahun. Pengumpulan data menggunakan skala self-reported tentang perilaku kerja inovatif, anchor virtues, LMX, iklim kreatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa anchor virtues, LMX, dan iklim kreatif memiliki dampak terhadap perilaku kerja inovatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim kreatif dapat menjadi mediator penuh pada hubungan antara anchor virtues dengan LMX dan menjadi mediator parsial pada hubungan anchor virtues dengan perilaku kerja inovatif. Selain itu, LMX dapat menjadi mediator parsial bagi hubungan antara iklim kreatif dengan perilaku kerja inovatif
Mindfulness Based Intervention to Overcome Anxiety in Adolescents
Adolescents are prone to show symptoms of anxiety when dealing with school-related matters, such as exams, assignments, choosing university major, and friendships. The transition from online to offline learning as COVID-19 pandemic situation eased off appeared to trigger anxiety in adolescents. This research used repeated-measure design that aimed to examine the effectiveness of a mindfulness-based intervention (MBI) in decreasing the anxiety symptoms of six high school students aged 16-18 years (M = 16,83 years) who reported low-to-moderate levels of anxiety, as well as to improve their mindfulness skills and explore qualitative changes in daily lives after MBI. Quantitatively, after MBI, there was a decrease in anxiety symptoms at 2-weeks and 1-month follow-ups; however, there were no changes in mindfulness skills. Results showed that, after MBI, participants reported more awareness toward bodily sensations and environment, better identification of the source, level, and physical symptoms of anxiety, and more knowledge on how to deal with their anxiety. Through this study, it was found that MBI could reduce adolescents' anxiety symptoms two weeks to four weeks after the intervention was given
Hubungan antara Pola Asuh Positif dan Perilaku Melukai diri Remaja
Remaja merupakan kelompok usia yang paling banyak ditemukan terlibat dalam perilaku melukai diri. Adapun demikian di Indonesia sendiri penelitian mengenai perilaku melukai diri di remaja belum banyak dilakukan, di sisi lain fenomena ini dinilai sangat perlu menjadi perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pola asuh positif berhubungan dengan perilaku melukai diri remaja dengan mencari tahu korelasi di antara keduanya. Partisipan penelitian ini berjumlah 478 remaja berusia 12-18 tahun yang menetap dan tinggal di Indonesia. Perilaku melukai diri diukur menggunakan Deliberate Self-Harm Inventory-9r (DSHI-9r), sementara pola asuh positif diukur menggunakan Parent as Social Context Questionnaire (PSCQ). Uji korelasi menggunakan Rank Spearman menemukan bahwa pola asuh positif dan seluruh dimensi di dalamnya secara signifikan berhubungan negatif dengan perilaku melukai diri (p < 0.01). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penerapan pola asuh positif yang orang tua lakukan maka perilaku melukai diri akan menurun. Hasil temuan ini dapat menjadi pertimbangan dalam membuat penanganan untuk mencegah maupun menurunkan perilaku melukai diri yang dilakukan remaja dengan penerapan pola asuh positif
Menakar Work Engagement Karyawan Selama Pandemi
Work engagement karyawan merupakan isu krusial selama masa pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran perceived organizational support, efikasi diri, workplace well-being, dan kepuasan kerja terhadap work engagement. Sebanyak 129 orang karyawan resto berpartisipasi dalam penelitian ini. Data-data dikumpulkan menggunakan skala dan dianalisis dengan teknik Analisis Regresi Berganda.  Hasil penelitian menunjukkan efikasi diri, workplace well-being, dan kepuasan kerja memengaruhi work engagement. Melalui uji parsial ditemukan efikasi diri dan workplace well-being masing-masinh berpengaruh terhadap work engagement. Sumbangan efektif  workplace well-being terhadap work engagement diketahui lebih besar daripada sumbangan efikasi diri. Implikasi berikutnya adalah perlunya peningkatan perhatian pada masalah kesejahteraan dalam pekerjaan terutama dalam menghadapi masa pandemi
Aktualisasi Diri Individu Dewasa Awal di Wilayah Kabupaten Ngawi
Aktualisasi diri merupakan kesadaran individu untuk memenuhi kebutuhan dasar dalam hidupnya sehingga ia dapat menerima dan menyempurnakan segala potensi yang ada dalam dirinya secara penuh. Individu yang mengaktualisasi diri adalah individu yang secara otentik mampu mengenali bakat dan kapasitasnya dalam proses mencapai pemenuhan kebutuhan, ia juga mampu menerima segala kapasitas serta potensi yang ia miliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan aktualisasi diri individu usia dewasa awal di wilayah Kabupaten Ngawi dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan statistik deskriptif. Pengambilan data menggunakan metode kuesioner dengan cara membagikan skala penelitian menggunakan Google Form kepada 60 orang individu berusia 20-30 tahun yang berasal atau berdomisili di wilayah Kabupaten Ngawi. Hasil penelitian yang dianalisis secara kuantitatif menyimpulkan bahwa sebanyak 32% individu usia dewasa awal di wilayah Kabupaten Ngawi memiliki kecenderungan aktualisasi diri yang sangat tinggi, sedangkan 13% memiliki kecenderungan aktualisasi diri tinggi, 23% memiliki kecenderungan aktualisasi diri sedang, 28% memiliki kecenderungan aktualisasi diri rendah, dan hanya 3% yang memiliki kecenderugan aktualisasi diri rendah
The Influence of Job Insecurity on Innovative Work Behavior for Outsourcing Employees
The purpose of this study was to analyze the effect of job insecurity on innovative work behavior in outsourced employees. This study used all outsourced employees at STO Telkom Cinta Damai as many as 120 people as research subjects. The study was analyzed using simple linear regression using the SPSS program. The results showed that there was a negative influence between job insecurity and innovative work behavior on outsourced employees by 0.196. From the results of the analysis, it is also known that job insecurity contributes as much as 3.8% to innovative work behavior in outsourced employees at STO Telkom Cinta Damai. Based on research findings, it is known that job insecurity negatively affects innovative work behavior in outsourced employees at STO Telkom Cinta Damai by 3.8%, while the remaining 96.2% is influenced by other factors
The Role of Optimism and Agility towards Readiness to Change in Implementing Merdeka Belajar Kampus Merdeka
Freedom to study in an independent campus is a program of the Minister of Education and Culture in 2020. Learning activities at the Merdeka Campus are a manifestation of essential student-centered learning. This study aims to determine the role of optimism and agility on readiness to change in implementing independent learning at an independent campus. Respondents of this study were the lecturers at Buana Perjuangan Karawang University s many as 190 lecturers. The scale used in this study consists of a scale of readiness to change, optimism and agility. Hypothesis testing using multiple linear regression, found that optimism and agility had a positive role in readiness to change (p < 0.05). This shows that the higher the attitude of optimism and agility will increase the readiness to change in lecturers at Buana Perjuangan Karawang University. These findings can be taken into consideration in making measures to increase readiness to change by applying an attitude of optimism and agility to work on lecturer
Self Compassion Training to Increase Resilience in Inmates of Class II A Women's Prison in Pontianak
This study aims to test the effectiveness of self-compassion training to increase resilience. The training provided is based on aspects of self-compassion, namely self kindness, common humanity and mindfulness. The method used is a quasi-experimental one group pre-test post-test design. The training was attended by 15 residents of Class II A Women's Prison in Pontianak who have an age range of 18 to 56 years with the last education being elementary school to bachelor degree. Evaluation is done at the level of reaction, learning, and behavior. Quantitative data was obtained by providing a resilience scale as measured by the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) which consists of 10 items with five choices of answer from very inappropriate to very appropriate. Quantitative data were then analyzed using a paired sample t-test (t = 3,800, p = 0.002 (p < 0.05)). The conclusions of this study indicate that self-compassion training is effective in increasing resilience of the inmates at Class II A Women's Prison in Pontianak
Pengaruh Motivasi Intrinsik, Motivasi Ekstrinsik dan Persepsi Risiko terhadap Pensiun Sukses Berwirausaha di Indonesia
Tujuan penelitian ini adalah menemukan pengaruh motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik dan persepsi risiko terhadap pensiun sukses berwirausaha. Adapun responden yang menjadi subyek penelitian adalah pensiunan yang memiliki usaha yang ada di Indonesia yang disebut dengan generasi baby boomer dengan usia 50 tahun keatas dengan jumlah responden 150 orang. Pengambilan sampel dengan teknik purpose sampling, teknik analisis dengan regresi hierarki berganda yang diawali dengan analisis regresi berganda dengan bantuan Program SPSS 16 for Windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, dan persepsi risko mempengaruhi pensiun sukses berwirausaha. Kontribusi penelitian ini menunjukan bahwa peran motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, dan persepsi risiko dapat meningkatkan sukses berwirausaha bagi generasi baby boomer di Indonesia