ANALITIKA
Not a member yet
238 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN PERSEPSI PENGEMBANGAN KARIR DENGAN KEPUASAN KERJA
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan komunikasi interpersonal dan persepsi pengembangan karir dengan kepuasan kerja. Subyek penelitian adalah karyawan PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) dengan subyek penelitian sebanyak 127 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal dan persepsi terhadap pengembangan karir dengan kepuasan kerja karyawan (F =10,041 dengan p Ë‚ 0,010, antara komunikasi interpersonal dengan kepuasan kerja (korelasi Freg = 0,329 dengan p Ë‚ 0,01, dan antara persepsi terhadap pengembangan karir dengan kepuasan kerja (korelasi rx2y = 0.247 dengan p Ë‚ 0,010). Selain itu, hasil analisis data menunjukkan pula bahwa secara bersama-sama komunikasi interpersonal dan persepsi terhadap pengembangan karir berkontribusi terhadap kepuasan kerja (13,9%)
PERBEDAAN POST POWER SYNDROME DITINJAU DARI PERBEDAAN JABATAN PADA PENSIUNAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan Post Power Syndrome ditinjau dari perbedaan jabatan pada pensiunan Pertamina.Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan Post Power Syndrome yang sangat signifikan antara anggota Himpana Medan dengan berbagai jabatan yang berbeda (FA = 33,194 ; P < 0,010 ; uji dua ekor), dimana : Post Power Syndrome anggota Himpana Medan dengan jabatan kepala bagian (Mean A1 = 225,800) lebih tinggi dari jabatan staf (Mean A2 = 207,040).Post Power Syndrome anggota Himpana Medan jabatan kepala bagian (Mean A1 = 225,800) lebih tinggi dari jabatan karyawan biasa (Mean A3 = 190,320).Post Power Syndrome anggota Himpana Medan dengan jabatan staf (Mean A2 = 207,040) lebih tinggi dari karyawan biasa (Mean A3 = 190,320)
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan dukungan sosial orantua dan motivasibelajar dengan kemandirian belajar. Subyek penelitian ini adalah para siswa di SMA Negeri 7 Medan yang berjumlah 72 orang. Berdasarkan analisis dengan Teknik Korelasi Product Moment, diketahui bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara dukungan sosial orangtua dengan kemandirian belajar (rxly = 0,459 > rtabel = 0,227 atau p < 0,010); terdapat hubungan yang sangat signifikan antara motivasi belajar dengan kemandirian belajar (rx2y = 0,463 > rtabel = 0,227 atau p < 0,010); total sumbangankedua variabel bebas terhadap variabel terikat adalah sebesar 42,5 % yang berarti masih terdapat 57,5 % pengaruh dari variabel lain terhadap kemandirian belajar
PERBEDAAN AGRESIVITAS DITINJAU DARI POLA ASUH ORANG TUA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan agresitivitas ditinjau dari pola asuh orang tua pada siswa SMAN 1 Medan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis varians satu jalur atau anava satu jalur dimana seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel dengan jumlah 52 orang. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara siswa yang diasuh dengan pola asuh otoriter, demokratis dan permisif dengan bilangan signifikansinya <0,010 yaitu p = 0,000. Dengan melihat nilai rata–rata diketahui bahwa siswa yang diasuh dengan pola asuh otoriter memiliki agresivitas yang lebih tinggi (nilai rata–rata 125, 250) dibandingkan dengan siswa yang diasuh dengan pola asuh permisif (nilai rata–rata 111,111) dan demokratis (nilai rata –rata 83,364). Sementara itu, diketahui bahwa agresivitas siswa SMAN 1 Medan berada pada kategori rendah
HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN KEPUASAN KERJA DENGAN KOMITMEN ORGANISASI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja dengan komitmen organisasi. Subyek penelitian adalah pegawai PT. POS Indonesia Medan. Analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi karyawan (koefisien Freg = 2,371; p = 0,021). Diketahui pula bahwa total sumbangan efektif dari kedua variabel bebas (persepsi gaya kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja) terhadap komitmeb organisasi karyawan adalah sebesar 54,9 % sementara 45,1 % dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel penelitian
COGNITIVE BEHAVIOURAL THERAPY (CBT) UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS REMAJA GAY
Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen yang bertujuan menguji pengaruhterapi Cognitive Behaviour Therapy (CBT) untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis pada remaja gay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh CBTuntuk meningkatkan kesejahteraan psikologis. Kedua subjek mengalami perubahan pada tingkat kesejahteraan psikologis dari rendah menjadi sedang, yang menunjukkan subjek mengalami peningkatan pada kesejahteraan psikologisnya
REGULASI DIRI DARI RESIDENYANG MENJALANI PROGRAM REHABILITASI KETERGANTUNGAN NARKOBA
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kemampuan regulasi diri dari residen yang sedang menjalani program rehabilitasi ketergantungan narkoba di panti rehabilitasi ‘X’ Medan.Metode penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan teknik survey. Sampling dilakukan dengan menggunakan teknik purposif terhadap para residen yang berusia 20 – 30 tahun dengan total sampel sebanyak 24 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum para residen mengalami kesulitan meregulasi diri di fase performance/volitional control dibandingkan di fase forethought atau di fase self-reflection
HUBUNGAN MOTIVASI BERPRESTASI DAN IKLIM ORGANISASI DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara motivasi berprestasi dan iklim organisasi dengan produktivitas kerja. Subyek penelitian adalah karyawan PT. Ikaindo Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan iklim organisasi terhadap produktivitas kerja karyawan Freg = 5.093; p = 0.008) dengan total sumbangan efektif dari kedua variabel bebas (motivasi berprestasi dan iklim organisasi) terhadap produktivitas kerja karyawan adalah sebesar 69,2 %
PERBEDAAN MOTIVASI KERJA DAN KETERLIBATAN KERJA DENGAN KINERJA
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara motivasi kerja dan keterlibatan kerja dengan kinerja. Subyek penelitian adalah karyawan Pasar Swalayan Maju Bersama Outlet Glugur Medan. Pengambilan sampel dilaksanakan dengan cara total sampling dan data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode Analisis Regresi Dua Prediktor. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara variabel motivasi kerja dan keterlibatan kerja dengan kinerja karyawan. Total sumbangan efektif dari kedua variabel bebas (motivasi kerja dan keterlibatan kerja) terhadap kinerja karyawan adalah sebesar 12,0 % dan berarti masih ada 88 % faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan namun tidak diteliti dalam penelitian ini
KAITAN ANTARA KEBAHAGIAAN PEKERJA DAN EMPLOYEE ENGAGEMENT STUDI EMPIRIKAL
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara employee happiness dengan employee engagement. Hasil penelitian akan digunakan sebagai dasar melakukan intervensi. Intervensi akan dilakukan terhadap variabel happiness dan kemudian mengukur pengaruh terhadap employee engagement. Subyek penelitian adalah pekerja diperusahaan perkebunan sebanyak 98 orang. Penelitian ini menggunakan instrumen skala engagement dan skala happiness.Penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebahagiaan dengan employee engagement. Intervensi dilakukan dalam dua angkatan dengan peserta masing-masing angkatan sebanyak 18 orang. Untuk mengukur efektivitas intervensi, peneliti menggunakan t-test untuk mengukur perbedaan dari pretest dan posttest baik untuk kebahagiaan maupun employee engagement. Hasil dari analisis t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap employee engagement setelah intervensi. Intervensi telah meningkatkan employee engagement