ANALITIKA
Not a member yet
238 research outputs found
Sort by
Hubungan Antara Pola Asuh Permissive Indulgent Dan Interaksi Sosial Dengan Kematangan Emosi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh permissive indulgent dan interaksi sosial dengan kematangan emosi pada siswa SMA Negeri 2 Medan. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 2 Medan berjumlah 88 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan screening tes. Alat ukur penelitian ini mengunakan skala permissive indulgent, interaksi sosial dan kematangan emosi. Metode analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa ada hubungan yang signifikan permissive indulgent dan interaksi sosial dengan kematangan emosi.Â
Pengaruh Kepercayaan dan Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan di Perusahaan Seiko Laundry Medan
Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh kepercayaan dan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan di perusahaan Seiko Laundry Medan. Subjek penelitian adalah pelanggan Seiko Laundry sebanyak 128 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan purposive sampling. Peneliti menggunakan 3 (tiga) jenis skala yaitu skala kepercayaan, skala kepuasan pelanggan dan skala loyalitas pelanggan. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis didapatkan koefisien determinasi antara X1 dan X2 dengan Y sebesar R2 = 0,053 dengan p = 0,034 < 0,05. Nilai tersebut menunjukkan bahwa secara bersama-sama terdapat pengaruh yang signifikan antara kepercayaan dan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan. Koefisien determinasi antara X1 dengan Y sebesar R2 = 0,052 dengan p = 0,009 < 0,05. Nilai tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kepercayaan terhadap loyalitas pelanggan. Koefisien determinasi antara X2 dengan Y sebesar R2 = 0,005 dengan p = 0,005 < 0,05. Nilai tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan
Hubungan Self Regulated Learning Dan Kematangan Emosi Dengan Prokrastinasi Akademik
Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui : Hubungan Self Regulated Learning Dan Kematangan Emosi Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Siswa SMK Negeri 1 Stabat. Penelitian dilakukan terhadap 123 orang siswa, tehnik pengambilan data dengan metode skala yaitu skala Self Regulated Learning, skala Kematangan Emosi dan skala Prokrastinasi, yang sebelumnya ketiga skala tersebut diuji cobakan terhadap 50 orang siswa. Populasi adalah siswa kelas X dan XI yang berjumlah 1232 orang siswa, tehnik pengambilan sampel adalah simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan ; 1). Ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara Self Regulated Learning dan kematangan emosi terhadap prokrastinasi akademik 2). Ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara Self Regulated Learning dengan prokrastinasi akademik pada siswa SMK Negeri 1 Stabat 3). Ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara kematangan emosi terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMK Negeri 1 Stabat
HUBUNGAN KEYAKINAN DIRI DAN KEMANDIRIAN DENGAN KEMATANGAN VOKASIONAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang hubungan antara keyakinan diri dan kemandirian dengan kematangan vokasional. Subjek penelitian adalah siswa/i SMK Negeri 3 Tebing Tinggi jurusan Perhotelan karena para alumni menunjukkan tingkat vokasional rendah yang dominan setelah lulus dan dihadapkan dengan dunia karir. Subjek yang dipilih adalah para siswa/i yang duduk di kelas X dengan proses pemilihan menggunakan teknik total sampling. Sebanyak 120 siswa menjadi subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga skala yaitu skala keyakinan diri, kemandirian, dan kematangan vokasional. Data yang diperoleh kemudian dianalisa dengan menggunakan analisis regresi berganda. Dari hasil analisis data diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keyakinan diri dan kemandirian dengan kematangan vokasional dimanasumbangan efektif kedua variabel (keyakinan diri dan kemandirian) sebesar 81,2%. Kesimpulan penelitian dapat dijadikan dasar pertimbangan bagi pendidik sekolah untuk memberikan motivasi, pengarahan dan pemahaman kepada siswa bahwa keyakinan diri dan kemandirian dapat meningkatkan kematangan vokasional siswa
PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK PEER GROUP TERHADAP EFIKASI DIRI DAN SELF-REGULATED LEARNING
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik peer group terhadap efikasi diri dan self-regulated learning. Jenis penelitian adalah eksperimen dengan rancangan penelitian pretest-posttest group design. Sampel penelitian adalah 16 orang mahasiswatingkat II di Akademi Kebidanan (Akbid) Helvetia Medan yang mempunyai tingkat efikasi diri dan self-regulated learningyang tergolong rendah. Untuk memperoleh data mengenai efikasi diri dan self-regulated learning digunakan metode kuesioner. Berdasarkan hasil analisa data dengan menggunakan Uji 2 Sampel Independen Kolmogorov-Smirnov ditemukan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik peer group memberikan pengaruh terhadap peningkatan efikasi diri dan self-regulated learning siswa di Akbid Helvetia Medan
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN DAN KREATIVITAS TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran dan kreativitas terhadap hasil belajar IPS Terpadu. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 7 Medan yang berjumlah 10 kelas. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling sebanyak 64 orang yang berasal dari dua kelas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen semu (quasi experiment). Instrumen penelitian adalah tes hasil belajar IPS Terpadu dan tes kreativitas dimana data dianalisis dengan menggunakan uji ANAVA Faktorial 2 × 2. Hasil analisa menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan strategi pembelajaran inkuiri dengan siswa yang menggunakan strategi pembelajaran konvensional, terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang memiliki kreativitas tinggi dengan siswa yang memiliki kreativitas rendah, dan ada interaksi antara strategi pembelajaran dan kreativitas terhadap hasil belajar siswa
HUBUNGAN HARGA DIRI SISWA DAN POLA ASUH DEMOKRATIS ORANGTUA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri siswa dan pola asuh demokratis orangtua dengan motivasi belajar siswa. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional deskriptif. Penelitian dilakukan terhadap para siswa SMA St. Thomas III Medan yang duduk di kelas X dan XI. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria sampel adalah  siswa SMA berusia 14-18 tahun dan memiliki pola asuh orangtua yang demokratis. Berdasarkan kriteria tersebut didapati jumlah siswa yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah 120 orang. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan skala harga diri, skala pola asuh demokratis, dan skala motivasi belajar. Analisa regresi terhadap data penelitian yang terkumpul menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara harga diri dengan motivasi belajar, adanya hubungan yang signifikan antara pola asuh demokratis dengan motivasi belajar, serta adanya hubungan yang signifikan antara harga diri dan pola asuh demokratis dengan motivasi belajar.Â
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN SELF-REGULATED LEARNING SISWA
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan kecerdasan emosional dengan self-regulated learning siswa. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan tujuan komparatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Medan yang berjumlah 1.125 orang pada saat penelitian dilakukan. Sampel penelitian dikhususkan pada siswa kelas VIII yang dipilih dengan menggunakan teknik sampling acak sederhana. Sampel penelitian kemudian terpilih sebanyak 150 orang siswa kelas VIII. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan tiga skala yang disusun menurut metode Likert, yakni skala self-regulated learning, skala dukungan sosial dan skala kecerdasan emosional. Analisis data penelitian yang terkumpul dilakukan dengan menggunakan metode statistik berupa teknik korelasi pearson product moment dan analisis regresi ganda (dua prediktor). Hasil analisa data menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan self-regulated learning, adanya hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan self-regulated learning,serta adanya hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan kecerdasan emosional dengan self-regulated learning pada siswa.Â
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA REMAJA KORBAN SEXUAL ABUSE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan psychological well-being pada remaja korban kekerasan seksual. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Populasi penelitian adalah remaja korban kekerasan seksual di kabupaten Langkat yang diketahui berjumlah 32 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling yaitu seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan skala psikologi, yaitu skala psychological well-being dan skala dukungan sosial yang dikembangkan peneliti berdasarkan teori yang relevan. Analisa terhadap data penelitian yang terkumpul dilakukan dengan menggunakan teknik analisa korelasi pearson product moment.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial dengan psychological well-being pada remaja korban kekerasan seksual. Semakin tinggi dukungan sosial yang diterima oleh remaja korban kekerasan seksual maka akan semakin tinggi psychological well-being yang mereka miliki. Sebaliknya, semakin rendah dukungan sosial yang diterima oleh remaja korban kekerasan seksual maka akan semakin rendah psychological well-being yang mereka miliki
HUBUNGAN KEYAKINAN DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA
Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keyakinan diridan dukungan sosial dengan penyesuaian diri pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Husada Medan. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa tahun pertama Program Studi D-III Kebidanan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Husada Medan yang berjumlah 61 orang. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui penggunaan tiga skala psikologis yang disusun peneliti berdasarkan teori yang relevan, yaitu skala penyesuaian diri, skala dukungan sosial, dan skala keyakinan diri. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil analisa data penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara keyakinan diri dengan penyesuaian diri, demikian pula antara dukungan sosial dengan penyesuaian diri. Selain itu, diketahui pula adanya hubungan positif antara keyakinan diri dan dukungan sosial dengan penyesuaian diri pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Husada Medan