ANALITIKA
Not a member yet
238 research outputs found
Sort by
PERBEDAAN KOMPETENSI KOMUNIKASI ANTARA REMAJA YANG MENGGUNAKAN DUA BAHASA (BILINGUAL) DAN SATU BAHASA (MONOLINGUAL)
Kompetensi komunikasi penting bagi penyesuaian diri remaja dan dipengaruhi oleh bagaimana para remaja menggunakan bahasanya dalam berkomunikasi sehari-hari. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kompetensi komunikasi antara remaja yang menggunakan dua bahasa (bilingual) dan satu bahasa (monolingual). Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan tujuan komparatif. Populasi penelitian adalah remaja awal di kota Medan. Sampel penelitian adalah siswa SMP Krakatau sebagai remaja monolingual dan siswa SMP Shafiyyatul Amaliyyah sebagai remaja bilingual. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 160 orang, yaitu 80 orang siswa bilingual dan 80 orang siswa monolingual yang dipilih dengan menggunakan metode pengambilan sampel acak sederhana (simple random sampling). Alat ukur yang digunakan berupa skala kompetensi komunikasi yang disusun berdasarkan komponen kompetensi komunikasi yang dikemukakan Spitzberg dan Cupach (dalam Greene & Burleson, 2003; Payne, 2005), yaitu knowledge, motivation, dan skill. Hasil analisa data penelitian menggunakan independent sample t-test menunjukkan bahwa ada perbedaan kompetensi komunikasi antara remaja bilingual dan monolingual. Remaja monolingual memiliki kompetensi komunikasi yang lebih baik dari remaja bilingual, terutama pada komponen knowledge dan motivation. Sebagai bahan diskusi, penelitian ini dilakukan pada setting situasi masyarakat yang masih monolingual
HUBUNGAN SIKAP TERHADAP PORNOGRAFI DENGAN PERILAKU SEKS PRANIKAH DITINJAU DARI GENDER
Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk melihat hubungan sikap terhadap pornografi dan perilaku seks pranikah ditinjau dari gender. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII pada SMP XKabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara yang berjumlah 257 orang. Sampel penelitian dipilih dengan menggunakan tekniktotal sampling.Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan instrumen dalam bentuk angket dan skala. Angket digunakan untuk mengumpulkan data pribadi sampel, antara lain nama, usia, dan kelas. Skala disusun dengan model penskalaan Likert, dan terdiri dari skala sikap terhadap pornografi dan skala perilaku seks pranikah.Untuk melihat hubungan sikap terhadap pornografi dan perilaku seks pranikah ditinjau dari gender, maka dipakai analisa covarian.Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan sikap terhadap pornografi dan perilaku seks pranikah ditinjau dari gender. Diketahui pula bahwaada hubungan sikap terhadap pornografi dan perilaku seks pranikah namun tidak ada perbedaan perilaku seks pranikah ditinjau dari gender
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN SEMANGAT KERJA DENGAN KETERLIBATAN KERJA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepemimpinan transformasional dan semangat kerja dengan keterlibatan kerja karyawan. Metode penelitian adalah kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah pegawai Inspektorat Kabupaten Langkat yang berjumlah 35 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dikarenakan keterbatasan jumlah responden. Instrumen pengumpul data adalah skala gaya kepemimpinan transformasional, skala keterlibatan kerja, dan skala semangat kerja. Analisa data menggunakan teknik analisis regresi berganda.Hasil penelitian mengindikasikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepemimpinan transformasional dan semangat kerja dengan keterlibatan kerja pegawai Inspektorat Kabupaten Langkat. Adapun besarnya pengaruh kepemimpinan transformasional dan semangat kerja terhadap keterlibatan kerja hanya sebesar 11,9%. Hal ini berarti ada sebanyak 88,1% faktor lain yang mempengaruhi keterlibatan kerja pegawai namun tidak diteliti pada penelitian ini. Dari hasil penelitian diketahui bahwa subjek memiliki persepsi kepemimpinan transformasional yang tergolong tinggi, semangat kerja yang tergolong tinggi dan keterlibatan kerja yang tergolong sedan
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DAN KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN PERILAKU PROSOSIAL MAHASISWA CALON KATEKIS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual dengan perilaku prososial. Populasi penelitian adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Santo Bonaventura Keuskupan Agung Medan, tahun Akademik 2014-2015, yang berjumlah 275 orang. Sampel penelitian adalah sebagian mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Santo Bonaventura Keuskupan Agung Medan yang telah menjalani pendidikan minimal 1 tahun. Teknik sampling yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling yang menjaring 55 orang mahasiswa sebagai responden penelitian. Alat ukur yang digunakan adalah skala perilaku prososial, skala kecerdasan emosi, dan skala kecerdasan spiritual. Data penelitian yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil analisa data menunjukkan ada hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual dengan perilaku prososial pada mahasiswa calon katekis, ada hubungan yang sangat signifikan antara kecerdasan emosi dengan perilaku prososial, serta ada hubungan yang sangat signifikan antara kecerdasan spiritual dengan perilaku prososial.Â
EFEKTIVITAS KONSELING REALITAS UNTUK MENINGKATKAN PENYESUAIAN DIRI
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan design pretest-posttest control group yang melibatkan 10 orang subjek penelitian yang terbagi dalam kelompok kontrol (5 orang) dan eksperimen (5 orang). Variabel dalam penelitian ini adalah konseling realitas sebagai variabel bebas dan penyesuaian diri sebagai variabel terikat. Penelitian ini mengambil lokasi di salah satu pendidikan tinggi yang memiliki sistem berasrama di kota Medan. Waktu pemberian perlakuan adalah empat hari dengan jumlah pertemuan sebanyak empat kali (satu hari untuk satu sesi pertemuan). Masing-masing sesi dilaksanakan selama ±180 menit. Setelah pelaksanaan intervensi selesai dilaksanakan, diberikan jeda waktu dua minggu sebelum dilakukan follow up. Data yang diperoleh kemudian dianalisa dengan menggunakan uji Mann Whitney U test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling realitas efektif meningkatkan penyesuaian diri taruna. Sebelum mendapat konseling realitas, kelima subjek penelitian yang tergabung dalam kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol memiliki penyesuaian diri yang berada pada kategori rendah. Kemudian setelah diberikan intervensi konseling realitas pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan penyesuaian diri menjadi kategori sedang. Konseling realitas memiliki pengaruh yang besar untuk meningkatkan penyesuaian diri yang terlihat dari nilai effect size sebesar 0,840. Â
PENGARUH KESIAPAN BERUBAH, KOMITMEN TERHADAP ORGANISASI DAN KOMUNIKASI TENTANG PERUBAHAN ORGANISASI TERHADAP PENERAPAN PERFORMANCE MANAGEMENT SYSTEM
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesiapan berubah pekerja, komitmen pekerja terhadap organisasi dan komunikasi organisasi tentang perubahanterhadap penerapan performance management system.Populasi penelitian adalah seluruh karyawan kantor PT. Permata Hijau Group kota Medan.Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi sampel penelitian adalah karyawan tetap PT. Permata Hijau Group yang telah lulus masa percobaan. Data penelitian dikumpulkan melalui skala kesiapan berubah, skala komitmen terhadap organisasi, skala komunikasi tentang perubahan organisasi, dan skala penerapan performance management system. Semua skala diadaptasi berdasarkan teori yang relevan. Analisa data penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik analisa linier berganda. Hasil analisa data menunjukkan pengaruh positif dan signifikan dari variabel kesiapan berubah, komitmen terhadap organisasi, dan komunikasi tentang perubahan organisasi, terhadap penerapan performance management syste
HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN PENYESUAIAN DIRI REMAJA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan penyesuaian diri pada remaja. Jenis penelitian adalah kuantitatif korelasional. Populasi penelitian adalah siswa kelas I, II dan III MAN I Rantau Utara. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified proportional sampling yang kemudian menjaring 94 orang siswa sebagai sampel. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan skala kepercayaan diri dan skala penyesuaian diri yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan teori yang relevan. Data penelitian yang terkumpul kemudian dianalisa dengan menggunakan uji statistik korelasi product moment. Hasil analisa data menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kepercayaan diri dengan penyesuaian diri pada remaja yang merupakan siswa/siswi MAN I Rantau Utara. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kepercayaan diri, maka semakin tinggi penyesuaian diri remaja. Sebaliknya, semakin rendah kepercayaan diri maka semakin rendah penyesuaian diri remaja. Lebih spesifik, diketahui pula bahwa para remaja yang merupakan siswa/siswi MAN I Rantau Utara memiliki kepercayaan diri dan kemampuan menyesuaikan diri yang berada di kategori tinggi
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN SPIRITUAL DAN BUDAYA ORGANISASI DENGAN IKLIM ORGANISAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan spiritual dan budaya organisasi dengan iklim organisasi. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan Bank Mandiri Syariah Kabanjahe yang berjumlah 42orang. Mengingat keterbatasan jumlah anggota populasi, maka seluruhnya dijadikan sampel penelitian (teknik total sampling). Penelitian ini menggunakan tiga macam skala sebagai alat pengumpulan data yang disusun berdasarkan metode penskalaan Likert. Ketiga skala tersebut adalah skala gaya kepemimpinan spiritual, skala budaya organisasi, dan skala iklim organisasi. Data penelitian yang terkumpul kemudian dianalisa dengan menggunakan uji statistik regresi linier dan regresi ganda.Berdasarkan hasil analisa data, diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan spiritual dengan iklim organisasi, demikian pula antara budaya organisasi dengan iklim organisasi. Selain itu, diketahui pula bahwa secara bersama-sama, variabel gaya kepemimpinan spiritual dan budaya organisasi memiliki hubungan yang signifikan dengan iklim organisasi
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN BELAJAR DAN DUKUNGAN ORANGTUA DENGAN PRESTASI BELAJAR
Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan belajar dan dukungan orangtua dengan prestasi belajar. Populasi penelitian adalah siswa/i SMP Negeri V Stabat. Sampel penelitian dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling yang kemudian menjaring 62 orang siswa kelas VIII SMP Negeri V Stabat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan analisa dokumentasi berupa nilai rapor, tes SPM untuk memperoleh data tentang kecerdasan, skala kebiasaan belajar, dan skala dukungan orangtua. Data yang terkumpul dianalisa dengan menggunakan teknik analisa regresi berganda. Analisa data menunjukkan hasil bahwa ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan belajar dan dukungan orangtua dengan prestasi belajar. Total sumbangan efektif dari variabel kebiasaan belajar dan dukungan orangtua terhadap prestasi belajar adalah sebesar 66,4%
GAMBARAN SOFT SKILLS MAHASISWA DI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk melihat gambaran soft skills pada mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU). Responden penelitian ini adalah mahasiswa USU sejumlah 745 orang yang merupakan perwakilan dari jurusan eksakta dan non eksakta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala skala soft skills yang dibuat dalam bentuk self-rating scale. Peneliti mengkompilasi pendapat Simpson (2006) dan O’Brien (1997) menjadi aspek-aspek soft skills sebagai berikut : communication, self management, managing relationship, problem solving, teamwork, effort, dan ethics. Skala ini terdiri dari 45 item yang diujicobakan dan kemudian diperoleh 24 item yang memenuhi syarat untuk digunakan dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar soft skills mahasiswa USU berada di kategori baik. Sebagian besar mahasiswa USU diketahui tergolong baik dalam hal communication, managing relationship, teamwork serta effort.  Sementara itu, dalam hal self-management, ethic, dan problem solving,  sebagian besar mahasiswa USU hanya berada di kategori cukup