ANALITIKA
Not a member yet
238 research outputs found
Sort by
Dari Pendidikan Khas ke Pendidikan Pemulihan: Dua Program Masalah Pembelajaran
Pengalaman mengajar Pendidikan Khas dan Pendidikan Pemulihan adalah istimewa. Dua jenis pendidikan yang berkaitan dengan murid-murid kurang upaya mempunyai banyak kesamaan dan perbezaan yang jauh beza. Dengan mengkaji secara mendalam mengenai definisi program, ciri-ciri murid khas bermasalah pembelajaran dan murid pemuliahan, matlamat, pentaksiran, kurikulum serta kaedah mengajar dua jenis pendidikan tersebut, pengetahuan dan kefahaman tentang banyak aspek dua program dapat ditingkatkan. Juga, banyak pandangan yang agak mengelirukan dapat dijelaskan dan banyak wawasan (insight) diluar jangkaan dapat diperolehi
Efektivitas Pelatihan Komunikasi Untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa Kejuruan Jurusan Akomodasi Perhotelan
This study aims to determine the effectiveness of effective communication training on communication skills of vocational students in hospitality accommodation. This research uses quantitative experimental method with one group pretest posttest design. The subjects consisted of 6 students of vocational schools majoring in hospitality accommodation with poor communication skills. Intervention given to the subject is in the form of effective communication training. The research instrument used is learning evaluation and rating scale observation sheet. Data analysis was done descriptively and using statistical analysis of wilcoxon test. The results showed that there was an increase in knowledge and communication skills possessed before and after students were given effective communication training. The findings of this research can be used as a reference in developing communication skills of vocational students in hospitality accommodation.Â
Pengaruh Bimbingan Kelompok dan Self-Efficacy terhadap Peningkatan Keterampilan Sosial Siswa
Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh bimbingan kelompok (BKP) terhadap keterampilan sosial siswa. Mengetahui pengaruh self-efficacy terhadap keterampilan sosial siswa. Mengetahui interaksi antara BKP dan self-efficacyterhadap keterampilan sosial siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain factorial 2x2. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tanjung Tiram sebanyak 43 orang yang terdiri dari dua kelompok kelas, dimana kelas pertama sebagai kelas eksperimen diterapkan BKP Modeling dan kelas kedua sebagai kelas kontrol diterapkan BKP Homeroom. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner yang dinyatakan valid dan reliabel. Data dianalisis menggunakan analisis ANAVA dua jalur. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Ada pengaruh bimbingan kelompok (BKP) terhadap keterampilan sosial siswa SMP Negeri 2 Tanjung Tiram. Ada perbedaan antara BKP Modeling dengan BKP Homeroom dalam mempengaruhi keterampilan sosial siswa. Tidak ada perbedaan antara self-eficacy rendah dan self-eficacy tinggi dalam mempengaruhi keterampilan sosial siswa. BKP Modeling sangat baik digunakan dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa
Effect of Demography Factor and Employee Engagement to Organizational Commitment
Organizational Commitment is important topic of organizational behavior, as it can affect job satisfaction, organizational citizenship, turn over, and job performance . The purpose of this study is to examine the effect of demographic factors (gender,years of experience ) and employee engagement to organizational commitment . This study used bank employees as many as 200 people, research instrumentuse Organizational Commitment Questionnaire (OCQ) and Utrecht Work Engagement Scale (UWES-17). Analytical technique is use multiple regression and T- test. The result of analysis shows that demography factor and employee engagement simultaneously effect organizational commitment, besides it found that between male and female organizational commitment employees is not different
Instagram and Mental Health of Institut Agama Islam Negeri Students in Kendari
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesehatan mental para siswa yang menggunakan Instagram di Institut Agama Islam Negeri Kendari sebagai Pendidikan Tinggi Islam terbesar di Sulawesi Tenggara. Para peneliti mewawancarai 50 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan Instagram dengan intensitas tinggi memiliki kesehatan mental negatif. Itu dibuktikan dengan persepsi mereka yang tidak akurat terhadap representasi diri mereka. Mereka menilai dan merasakan keberadaan mereka berdasarkan berapa banyak pengikut mengetik "cinta" di posting mereka. Bahkan, mereka akan merasa sangat terganggu, tidak bahagia dan marah jika ada yang mengkritik jabatan mereka dan ketika pengikut mereka mulai berkurang. Mereka juga akan sering menunggu berapa banyak orang yang akan menanggapi posting baru mereka. Mereka serius membuat cerita Instagram mereka sebagai sarana untuk mewakili diri mereka sendiri kepada orang lain seperti yang diinginkan. Kegiatan penggunaan Instagram perlu diajarkan dengan baik agar tidak memiliki dampak negatif pada siswa, terutama untuk kesehatan mental mereka
Pengaruh Kompetensi terhadap Komitmen Profesi pada Dosen
Komitmen profesional sangat penting untuk merealisasikan kinerja dosen, faktor yang diduga mempengaruhi komitmen profesional adalah kompetensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kompetensi terhadap komitmen profesional dosen. Penelitian dilakukan pada 160 subjek penelitian yang berprofesi sebagai dosen di perguruan tinggi. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala kompetensi dan skala komitmen profesional yang memiliki tiga dimensi : komitmen afektif, komitmen kontinyu dan komitmen normatif. Hasil yang diperoleh dari teknik analisis regresi sederhana adalah bahwa (1) terdapat pengaruh yang signifikan kompetensi dosen terhadap komitmen afektif , kontribusi kompetensi terhadap komitmen afektif sebesar 32,6% (2) terdapat pengaruh kompetensi terhadap komitmen kontinuan dengan sumbangan sebesar 3,3% (3) terdapat pengaruh kompetensi terhadap komitmen normatif pada profesi dosen dengan kontribusi sebesar 25,6
THE EFEECTIVENESS OF PSYCHODRAMA TECHNIQUE TO INCREASE STUDENTS’ SELF-ACCEPTANCE
Self-acceptance refers to individual satisfaction or happiness with itself that is necessary for good mental health. Adolescence who can accept themselves and acknowledge their condition are free to take advantage of the condition. They also acknowledge their weaknesses without blaming themselves. The using of group counselling service with Psychodrama Technique is expected for making an individual to accept its own condition. This research aimsto test the effectiveness of Psychodrama Technique for improving student’s self-acceptance in 16 Junior High School Bandung (8th class). Research method use pre-experiment, which is One Group Pretest-Posttest Design. Data is gathered by using questionnaire as measuring instrument for self-acceptance. This instrument refers to Shepard’s aspect and Berger’s indicators. Total participants are 24 students (male: 10 persons and female: 14 persons). Data calculation analysis used descriptive statistics to see the increase of self-acceptance score and pre-test and post-test analysis. This research shows that Psychodrama Technique is effective to improve student’s self-acceptance
MAKNA SHARE VALUE DALAM MENERAPKAN PELAYANAN PRIMA
Fokus penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana para perawat memahami dan memaknai share value, serta bagaimana mereka mengaplikasikan share value tersevut dalam bentuk pelayanan prima. Hal ini mengindikasikan bahwa pemahaman yang baik akan membuat mereka memaknai share value sebagai nilai mereka bersama, dengan demikian mereka akan secara bersama melaksanakan dalam pekerjaan sehari-hari sehingga akan tercipta pelayanan prima dalam memb erikan pelayanan kepada para pasien. Desain penelitian ini merupakan model Etnografi yaitu mendeskripsikan kebudayaan sebagaimana adanya. Model ini berupaya mempelajari peristiwa cultural yang menyajikan pandangan hidup subjek sebagai objek studi. Studi ini akan terkait sebagaimana subjek berfikir, hidup dan berprilaku. (Marvin, 1992) Peneliti melakukan observasi pastisipan selama 60 hari
Gambaran Keharmonisan Commuter Family Pada Anggota Brigade Mobile Kepolisian Daerah Sumatera Utara
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keharmonisan commuter family pada anggota BRIMOB, untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya keharmonisan commuter family, dan untuk mengetahui strategi dan tahapan pada keluarga commuter family. Penelitian ini dilakukan pada keluarga anggota BRIMOB di Medan. Waktu penelitian dilaksanakan pada Desember 2016 sampai Maret 2017. Teknik pengambil sampel menggunakan teknik snowball sampling. Subjek penelitian berjumlah 2 keluarga anggota BRIMOB yang mengalami penikahan commuter family karena mendapatkan bawah kendali operas (BKO). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis pada tingkat awal, pada saat pengumpulan data dan setelah selesai pengumpulan data. Hasil dari penelitian ini yaitu kedua keluarga mengaku pertama kali berjauhan dengan keluarga timbul rasa kesepian dan kesedihan. Selain itu istri harus mampu menjalani dua peran sekaligus bagi anak-anaknya yaitu sebagai ayah dan ibu, saat suami melaksanakan tugas. Rasa jenuh dan takut sering dirasakan oleh kedua keluarga. Pada tahap awal mengalami commuter family, kedua keluarga mengaku mengalami ketidak percayaan pada pasangan sehingga menimbulkan masalah dalam keluarga. Masalah yang ada diselesaikan melalui dialog keluarga yang baik. Mendekatkan diri kepada Tuhan menjadi salah satu faktor mempertahankan keharmonisan keluarga. Kunci utama menjaga keharmonisan pada kedua keluarga ini, sehingga tetap bertahan adalah dengan selalu berkomunikasi, saling pengertian, kerja sama, dan membangun rasa kasih sayang. Tidak melakukan hal-hal di luar batas, dan memegang komitmen pernikahan
Developing Model of Vocational Skill Learning Management to Prepare Mild Mentally Retarded Children in Entering the World of Work.
This study aims: (1) to map the practice of skill learning management in several special schools recently; (2) to gain information of things needed in developing the skill learning model (3) to create vocational skill learning management model to prepare mild mentally retarded in entering the world of work; (4) and to find out information of the model effectiveness.               The design of this research and development broadly comprises three phases: (1) the preliminary study covering the literature study, the arena study, questionnaire distribution and need analysis through the FGD with 30 headmasters, 102 teachers and 33 parents from 33 special schools in Yogyakarta as the research subject; (2) the model development including the formulation of the model, validation of the model draft by 14 practitioners (headmaster and teacher) and 10 experts, and the revision of the model; and (3) the limited testing by 6 practitioners, the small group testing by 12 practitioners, the extended testing by 33 practitioners, and final model revision. Data analysis uses descriptive statistical analysis techniques and descriptive qualitative analysis.               The results show that: 1) the practice of vocational skill learning management in special schools recently outlining following evidences (a) the skill material is not appropriate to the needs of DUDI (World of Business and Industry), (b) study group classification is based on the class grade , (c) thematic learning approach is in line with the skill themes, (d) the use of drilling methods, (e) learning evaluation is oriented on the result, (f) has not organized field practice (PKL) and job training yet, (g) schools have not established cooperation with parents and DUDI yet, and (h) the headmasters have not fully implemented the management function. 2) the needs of model development are (a) vocational skill material selection based on the need of DUDI; (b) study group classification based on the types of skill; (c) thematic learning approach based on the skill themes; (d) the use of drilling methods; (e) learning evaluation on the process and result; (f) organizing field practice and job training; (g) establishing cooperation with parents and DUDI; (h) the charismatic headmasters who have a lot of ideas are able to implement the function of management in vocational skill learning. The result of model content testing reaches 4.5 (89.98%) in very good category and the result of model applicability testing reaches the score of 4.70 (94.07%) in very good category.Â