JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia)
Not a member yet
159 research outputs found
Sort by
Penerimaan Orang Tua Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus
Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis penerimaan orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus yang dilakukan dengan menganalisis berbagai hasil penelitian terdahulu. Menggunakan penelitian kualitatif dengan data deskriptif. Desain penelitian pada penelitian ini ialah penelitian kepustakaan atau studi literatur. Sumber data dalam penelitian ini adalah berbagai kajian atau literatur yang berhubungan dengan penerimaan orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dari berbagai artikel jurnal dari google schooler yang berjumlah 6 artikel. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisa tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat tahapan yang dilalui oleh orang tua dalam proses menerima anak berkebutuhan khsusus, yaitu penolakan, marah, depresi, tawar menawar dan menerima
Penerapan Model Pembelajaran Cooperatif Integrated Reading and Composition (CIRC) untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Di Sekolah Dasar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil keterampilan membaca pemahaman siswa pada materi teks cerita anak di kelas III SDN 013 kumantan. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menerapkan model CIRC. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa pada materi teks cerita dengan menerapkan model CIRC pada siswa kelas III SDN 013 Kumantan. Design penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas, dengan jenis penelitian kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas III SDN 013 Kumantan yang berjumlah sebanyak 9 siswa. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi aktivitas guru dan siswa dan tes membaca pemahaman siswa yang berupa pemberian soal tertulis yang dikerjakan secara individu. Teknik analisis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah perpaduan dari data kuantitatif dan data kualitatif. Data kualiatatif digunakan untuk menganalisis data kemampuan pemecahan masalah selama proses pembelajaran berlangsung. Data kuantitatif dalam penelitian ini adalah nilai tes membaca pemahaman siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan jumlah siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimum (KKM) dan peningkatan nilai rata-rata kelas dan klasikal. nilai rata-rata dan persentasi ketuntasan klasikal siklus I pertemuan I 44,44%, pada siklus I pertemuan II 55,55% dan siklus II pertemuan I 66,67% pada siklus II Pertemuan II 88,89%. Kesimpulannya penerapan model pembelajaran CIRC dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa di Sekolah Dasar
Analisis Standar Penilaian Pendidikan Dasar: Studi Literatur Review
Seorang guru dituntut untuk memahami standar penilaian pendidikam dan memahami landasan yuridis yang melatarbelakanginya. Dalam penilaian harus ada standar yang jelas dan operasional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsep dan kriteria standar penilaian pada pendidikan Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian literature review dengan menggali informasi dari jurnal dan artikel yang terkait dengan Standar Penilaian Pendidikan Sekolah Dasar dengan menganalisis 15 jurnal nasional. Langkah-langkah yang digunakan dalam literatur review ini dimulai dengan 1) menemukan referensi dan informasi tentang standar penilaian dalam pendidikan, 2) pemilahan diselesaikan dengan memilih kalimat-kalimat yang berkaitan dengan tema atau kajian 3) memasukkan ke dalam kalimat yang relevan 4) meneliti kalimat-kalimat yang akan digunakan 5) kemudian merumuskan kesimpulan berdasarkan temuan dari tinjauan pustaka yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam rangka meningkatkan penilaian pada kurikulum sebelumnya yang lebih berkonsentrasi pada penilaian aspek pengetahuan dan mengarah pada penilaian yang komprehensif pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan, standar penilaian tetap harus digunakan. Selain itu, mengubah strategi pembelajaran dari yang berpusat pada pendidik menjadi berpusat pada siswa memerlukan pengembangan strategi belajar lebih keras. Pedoman penilaian pendidikan Sekolah Dasar yang dilakukan oleh guru, satuan pendidikan dan pemerintah memiliki kriteria kriteria yaitu ruang lingkup, tujuan, manfaat, prinsip, mekanisme, prosedur, dan instrument penilaian hasil belajar siswa
PENGUASAAN KONSEP MAHASISWA PGSD PADA MATERI EKOSISTEM MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN REAL LIFE VIDEO
Penguasaan konsep menjadi suatu permasalahan dalam kegiatan pembelajaran karena konsep materi yang didapatkan mahasiswa bukan berasal dari gagasan sendiri melainkan konsep yang didapat dari buku. Ekosistem merupakan salah satu materi pada pembelajaran IPA. Penguasaan konsep ekosistem dapat ditingkatkan melalui strategi pembelajaran kontekstual berbantuan real life video. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mengetahui penguasaan konsep mahasiswa PGSD pada materi ekosistem melalui pembelajaran kontekstual berbantuan real life video, dan (2) mengetahui sikap mahasiswa saat pembelajaran kontekstual berbantuan real life video pada materi ekosistem. Penelitian ini menggunakan metode penelitian gabungan (mixed method) yang merupakan gabungan antara penelitian kuantitatif dan penelitian. Teknik pengumpulan data mengenai penguasaan konsep mahasiswa yaitu menggunakan desain one group pretest-posttest. Data kuantitatif diperoleh melalui test tertulis berupa soal–soal mengenai konsep ekosistem. Selanjutnya, data kualitatif diperoleh melalui instrument lembar observasi dan catatan lapangan. Teknik analisa data kuantitatif berupa hasil pre-test dan post-test menggunakan Uji Paired Sample T-Test. Selanjutnya, menggunakan N-Gain analisis untuk mengentahui peningkatan penguasaan konsep setiap sub materi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan konsep mahasiswa setelah melakasanakan pembelajaran dibandingkan sebelum melaksanakan pembelajaran. Selain itu, Peningkatan penguasaan konsep pada setiap sub materi berada pada kategori tinggi. Berkaitan dengan hal tersebut, melalui pembelajaran kontekstual berbantuan real life video partisipasi mahasiswa PGSD termasuk kategori sangat baik walaupun terdapat beberapa kendala signal dan perangkat saat pembelajaran dikarenakan sistem pembelajaran masih menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dengan demikian pembelajaran kontekstual berbantuan real life video dapat menjadi salah satu media alternatif untuk meningkatkan konsep ekosistem dalam pembelajaran daring
Pengembangan Media Animasi Berbasis Pendidikan Karakter untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Sekolah Dasar
Media animasi digunakan karena anak akan lebih tertarik untuk mengenal berbagai lambang huruf dan suku kata dalam pembelajaran membaca permulaan. Penelitian ini menggunakan penelitian Research and Development (RnD) dengan model pengembangan ASSURE. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengembangkan media animasi. Hasil penelitian menunjukkan uji coba produk terhadap 2 pendidik dari SD 035 diperoleh hasil rata-rata presentase 83% dengan tingkat kemenarikan video animasi pembelajaran cukup menarik, pada SD 032 Tarakan uji coba produk terhadap 10 peserta didik di kelas A dan B siswa tidak mengalami kesulitan dalam memahami video animasi pembelajaran. Berdasarkan hasil dari uji coba produk siswa tidak mengalami kesulitan dalam memahami video animasi pembelajaran dan diperoleh hasil rata-rata 83% tingkat kemenarikan video animasi yang cukup menarik sehingga penggunaan media animasi berbasis pendidikan karakter dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa sekolah dasar di daerah 2P. Berdasarkan validasi media, materi, bahasa menunjukkan media ini layak dijadikan media membaca permulaan. Kemudian, berdasarkan uji coba yang dilakukan membuktikan bahwa media ini efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa sekolah dasar. Hal ini membuktikan media membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran yang diberikan melalui animasi
PENERAPAN MODEL SAINTIFIK DALAM KURIKULUM 2013 UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 21 Singkawang yang rendah atau tidak mencapai kriteria ketuntasan minimal. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis penerapan model pembelajaran saitifik dalam kurikulum 2013 untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan desain penelitian Tindakan kelas. Penelitian ini menggunakan dua siklus dan setiap siklusnya terdiri dari perecanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 21 Singkawang tahun pelajaran 2020/2021 berjumlah 28 siswa. Objek penelitian adalah peningkatan hasil belajar siswa. Teknik pengumpul data yang digunakan yaitu tidak langsung. Instrumen yang digunakan adalah panduan observasi dan lembar tes formatif. Teknik analisis yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kenaikan rata-rata hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II, yaitu dari rata-rata 77 dengan kategori baik ke rata-rata 87 dengan kategori amat baik. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap proses pembelajaran baik dalam konteks peningkatan hasil belajar siswa maupun dalam membantu guru melaksanakan proses pembelajaran.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING MATERI GEOMETRI MATEMATIKA KELAS IV SEKOLAH DASAR
Berdasarkan observasi awal diperoleh dari SD Negeri 90 Palembang yaitu khususnya siswa kelas IV bahwa rata-ratanilai peserta didik di SD Negeri 90 Palembangpada materi geometri masih dibawah KKM “75”. Sedangkan nilai rata-rata peserta didik pada materi geometri di SD Negeri 90 Palembang “70”, dikarenakan pembelajaran masih berpusat pada guru, dan peserta didik kurang memahami konsep yang diberikan. Oleh karena itu, pendidik harus menciptakan pembelajaran yang menyenangkan untuk peserta didik, misalnya dengan mengembangkan LKPD yang menarik. Maka peneliti mamadukan LKPD dengan berbasis Contextual Teaching Learning. Pendidik hanya mengandalkan buku paket dari pemerintah, selain itu juga keterbatasan bahan ajar yang dapat memfasilitasi atau mendorong berkembangnya kemampuan peserta didik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research and Development (R&D). Penelitian ini menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Subjek dalam penelitian ini ialah peserta didik kelas IV SD Negeri 90 Palembang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analis validasi, analisis kepraktisan dan analisis keefektifan. Proses analisis validasi ini divalidasi oleh 4 ahli/pakar yaitu ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa dengan rata-rata 93,88% dikategorikan sangat valid. Proses analisis kepraktisan dengan mengujicobakan kepada peserta didik pada tahap uji perorangan (one to one) menggunakan 3 peserta didik dan tahap uji kelompok kecil (small group) menggunakan 8 peserta didik, setelah diujicobakan mendapat skor rata-rata 91,33 %. Sehingga dikategorikan sangat praktis. Proses analisisis keefektifan diujicobakan oleh peserta didik melalui uji lapangan (field test) yaitu seluruh peserta didik di kelas, setelah diujicobakan mendapat Gain-score rata-rata 0,72 dikategorikan sangat efektif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis pendekatan Contextual Teaching Learning dikategorikan sangat valid, praktis dan efektif. Dengan dilakukannya penelitian ini dalam mengembangkan suatu produk yaitu Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) merupakan hal sangat penting didalam dunia pendidikan dikarenakan produk yang dikembangkan didalam penelitian ini akan terus mengalir dan bermanfaat untuk anak-anak yang akan menempuh jenjang sekolah khususnya kelas IV Sekolah Dasar. Peneliti juga membuat pembelajaran yang menyenangkan sehingga materi-materi yang terdapat didalam Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang sudah dikembangkan peneliti berisi materi dalam gambaran bentuk yang nyata yang terdapat dalam kehidupan sehari. Hal ini juga akan mempermudah anak-anak dalam memahami materi atau bentuk soal-soal yang akan dikerjakan
ANALISIS KECENDERUNGAN GAYA BELAJAR SISWA KELAS V SD DITINJAU DARI ASPEK KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecenderungan gaya belajar siswa kelas V SD dalam hal keterampilan berpikir kritis. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 4 Singkawang yang terdiri dari 3 siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi, 3 siswa dengan kemampuan berpikir kritis sedang, dan 3 siswa dengan kemampuan berpikir kritis rendah untuk dilanjutkan ketahap wawancara. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes berupa tes esai dan non tes berupa angket gaya belajar dan pedoman wawancara. Uji keabsahan data yang digunakan adalah uji kredibilitas data dengan cara triangulasi dan menggunakan bahan referensi. Teknik analisis data terdiri dari tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi memiliki kecenderungan gaya belajar auditori, siswa dengan kemampuan berpikir kritis sedang memiliki gaya belajar membaca/menulis, siswa dengan kemampuan berpikir kritis rendah memiliki kecenderungan gaya belajar auditori dan kinestetik
Penanaman Sikap Toleransi Melalui Keteladanan Guru di Kelas III SD Negeri 62 Singkawang
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: Penanaman sikap toleransi melalui keteladanan guru di kelas III SD Negeri 62 Singkawang. Jenis penelitian ini adalah termasuk jenis penelitian lapangan dan bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara untuk mengetahui bagaimana penanaman sikap toleransi melalui keteladanan guru di kelas III SD Negeri 62 Singkawang, sedangkan data tambahan berupa dokumentasi. Analisis data menggunakan Teknik analisis menurut Miles and Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman sikap toleransi melalui keteladanan guru di kelas III SD Negeri 62 Singkawang berupa upaya yang dilakukan oleh guru-guru saat memberikan teladan kepada siswa dalam tindakan seperti: menghargai perbedaan, menghormati teman yang berbeda agama, berteman tanpa membedakan agama, tidak mengganggu teman belajar, menghormati hari besar agama lain, tidak menjelekkan ajaran agama lain
Model Pembelajaran Inovatif dalam Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Sekolah Dasar
Pada awal maret 2019, Indonesia dihadapkan pada pandemi covid- 19 sehingga kegiatan pendidikan dilaksanakan secara online. Pembelajaran daring merupakan tantangan bagi beberapa generasi yang tidak akrab dengan dunia digital. Sehingga Guru dituntut untuk mengembangkan kreativitas dalam memanfaatkan model dan media pembelajaran yang cocok digunakan selama kegiatan belajar dari rumah. Tahun ajaran 2021/ 2022, beberapa sekolah telah menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas sehingga Guru diituntut inovatif dalam menerapkan model pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian dilaksanakan di beberapa Sekolah Dasar di Singkawang yang meliputi SD Negeri 92 Singkawang, SD Negeri 93 Singkawang, SD Negeri 89 Singkawang.Subyek yang menjadi sasaran penelitian adalah guru kelas sebanyak 9 orang dan 3 Kepala Sekolah sebagai narasumber untuk menggali lebih dalam tentang model pembelajaran inovatif yang dipakai dalam pembelajaran tatap muka terbatas semester ganjil pada tahun akademik 2021/2022. Aktivitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan concludion drawing/verification. Analisis dari wawancara beberapa guru dan Kepala Sekolah bahwa dalam pembelajaran tatap muka terbatas memiliki tantangan tersendiri karena siswa yang melakukan adaptasi dari pembelajaran secara online di rumah kemudian bertemu dengan teman- teman di sekolah. Permalasahan yang muncul adalah siswa merasa kesulitan jika guru tidak memberikan penjelasan materi pelajaran yang lenngkap. Ditambah lagi siswa harus berusaha bersosialisasi dengan teman- teman setelah lama tidak bertemu secara langsung. Beberapa model pembelajaran yang telah diterapkan di beberapa sekolah adalah Model problem solving berbatuan media komik dan Model problem based learning berbantuan media Monopol