JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia)
Not a member yet
159 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM DENGAN QUIZLET DALAM PEMBELAJARAN SAINS DI SEKOLAH DASAR PADA MATERI ORGAN TUBUH MANUSIA DAN HEWAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Learning Management System dengan aplikasi Quizlet dan menguji keefektifan penggunaan LMS dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Learning Management System adalah perangkat lunak yang dirancang untuk membuat, mendistribusikan, dan mengatur penyampaian sebuah konten pembelajaran. Penelitian ini menggunakan model Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Develop, Implement, Evaluate). Penelitian yang dilakukan di SD Yadika 1 Tegal Alur dengan subjek penelitian peserta didik kelas V berjumlah 20 orang pada uji coba terbatas. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, angket, dan penilaian dari beberapa ahli desain media dan materi, bahasa. Hasil penelitian berdasarkan nilai rata-rata hasil uji validasi terhadap aplikasi Quizlet memperoleh 79% dalam desain media dengan kriteria “Layak”, 83% dalam materi dengan kriteria “Sangat Layak”, serta penilaian respon pemahaman peserta didik 80% dengan kriteria “Sangat Baik”. Berdasarkan hasil tersebut, produk pengembangan dengan aplikasi Quizlet layak digunakan untuk proses pembelajaran untuk peserta didik kelas V di sekolah dasar
HUBUNGAN BUDAYA LITERASI DENGAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
Tujuan dalam penelitian ini yaitu : 1) menggambarkan tingkat budaya literasi dan keterampilan narasi siswa, 2) menganalisis perbedaan budaya literasi dan keterampilan menulis narasi berdasarkan gender dan kelas, 3) menganalisis hubungan antara budaya literasi dengan kemampuan menulis narasi siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain survei. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV, V, dan VI yang berjumlah 193 siswa. Sampel dialmbil dari populasi dengan teknik simple random sampling sebanyak 130 siswa. Teknik pengumpul data yang digunakan yaitu pengukuran dengan instrumen skala dan tes. Teknik analisis data yang digunakan yaitu persentase, manova, dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) nilai rata-rata budaya literasi sebesar 86% dan nilai keterampilan menulis narasi sebesar 70,4%, 2) nilai perbedaan budaya literasi dan keterampilan menulis narasi berdasarkan jenis kelamin sebesar 13% (p > .05) dan berdasarkan kelas 77% (p < .05), 3) nilai korelasi antara budaya literasi dengan keterampilan menulis narasi sebesar .721 (p < .05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa budaya literasi siswa berada pada kategori tinggi dan keterampilan menulis narasi berada pada kategori sedang. Kemudian budaya literasi dan keterampilan menulis narasi tidak berbeda berdasarkan gender, namun berbeda berdasarkan kelas. Terdapat hubungan yang signfikan antara budaya literasi dengan keterampilan menulis narasi
KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP IPA PADA SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN GENDER
Penelitian ini memiliki beberapa tujuan ialah untuk menganalisis perbedaan kemampuan pemahaman konsep IPA siswa sekolah dasar berdasarkan gender. Penelitian ini dilakukan pada MIS Ushuluddin Singkawang. Pendekatan penelitian memakai penelitian kuantitatif dengan metode survei, Populasi yang terlibat pada penelitian ini semua siswa kelas V MIS Ushuluddin Singkawang. Teknik sampel yang digunakan berupa sampling jenuh. Kemudian sampel yang terpilih sebanyak 56 siswa yang terdiri dari 34 laki-laki dan 22 perempuan. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa, tidak terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep IPA siswa berdasarkan gender pada materi panas dan perpindahannya pada kelas V MIS Ushuluddin Singkawang
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP STRES KERJA PADA GURU SEKOLAH DASAR
Tujuan dalam penelitian ini adalah : 1) Apakah terdapat perbedaan dukungan sosial dan stress kerja pada guru SD berdasarkan gender, jabatan, status pekerjaan dan usia?; 2) Apakah terdapat pengaruh dukungan sosial terhadap stress kerja pada guru SD?. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Populasi penelitian ini yaitu guru dan kepala sekolah pada jenjang Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Tengah Temila Kabupaten Landak yang berjumlah 60 sekolah. Sampel diambil dengan teknik insidental sehingga keseluruhan sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 74 orang. Teknik analisis data dengan menggunakan mean, SD, manova dan regresi sederhana. Hasil penlitian menunjukkan bahwa : 1) nilai p > 0.05 sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan terkait dukungan sosial dan stres kerja guru berdasarkan gender, jabatan, status kerja dan usia, 2) nilai p < .05 sehingga dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap stress kerja dengan koefisien determinasi sebesar 10.5% dan koefisen regresi 0.382. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa guru laki-laki dan perempuan memiliki stress kerja yang sama besarnya. Pengaruh positif yang diberikan oleh dukungan sosial terhadap stres kerja tidak sesuai dengan harpan penelitian dan berbagai penelitian terdahulu. Arah pengaruh harusnya negatif karena semakin tinggi dukungan sosial maka stres kerja akan semakin rendah. Ini menunjukkan bahwa dukungan sosial tidak terkait secara langsung dengan stres kerja guru
Peran Orang Tua dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Negeri 17 Kabupaten Sintang
Dari sekolah dasar hingga pendidikan tinggi, orang tua bertanggung jawab atas pendidikan anak-anaknya. Keterlibatan orang tua dalam menyekolahkan anaknya kini terbatas. Mayoritas orang tua memilih pesantren dan pendidikan formal untuk mendidik anak-anaknya. Meski demikian, peran orang tua tetap memegang peranan penting dalam memilih sekolah atau pesantren. Orang tua harus membuat persiapan untuk memposisikan diri mereka sehingga mereka dapat berkontribusi pada kesuksesan kurikulum merdeka. Metodologi studi ini, melibatkan pemeriksaan deskriptif kualitatif sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer, yaitu kepala sekolah dan sumber data sekunder yaitu orang tua dan juga siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik penjamin keabsahan data menggunakan triangulasi data dan triangulasi sumber. Teknik analisis data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis model Milles dan Huberman yang terdiri dari data reduction, display, dan conclution atau verification. Dapat disimpulkan bahwa peran keluarga dalam pendidikan anak sudah terlaksana, walaupun tidak semua terlaksana dengan baik. Karena tingkat pendidikan orang tua yang masih rendah. Orang tua diharapkan mempelajari kurikulum merdeka, mengenali minat dan kemampuan anak, mendukung upaya anak dalam menyelesaikan tugas atau menggali potensi dirinya, memahami gaya belajar anak, memberikan bimbingan berkelanjutan, dan menjalin komunikasi dengan guru kelas dan wali kelas anak
Pengaruh Pengunaan Model Pembelajaran Time Token Terhadap Hasil Belajar Siswa
penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pengunaan model pembelajaran time token terhadap hasilbelajar siswa tema 7 kelas V SDN 3 srikaton. Desain penelitian ini ialah penelitian pre exsperimental dengan rancangan the one group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini yaitu semua siswa kelas V SDN 3 srikaton yang berjumlah 22 orang. Sampel ini ditentukan dengan menggunakan sampling jenuh. Sampel ini terdiri dari semua siswa kelas IV dengan jumlah kurang 22 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes dalam bentuk tes objektif essay. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji pired sample t test. Hasil analisis data diperoleh = 0,000 lebih kecil dari = 0,432 dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran time token terhadap hasil belajar siswa pada tema peristiwa dalam kehidupan di kelas v sdn 3 srikaton tahun pembelajaran 2021/2022
PENGARUH PEMANFAATAN LINGKUNGAN MELALUI MODEL EXPERIENTAL LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD
Penelitian ini bertujuan dengan analisis Pengaruh Pemanfaatan Lingkungan Dalam Model Experiental Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V SD Negeri 91 Palembang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan yaitu Pretest-Posttest Control Design, Populasi di dalam penelitian ini merupakan keseluruhan kelas VA, VB, dan VC dan sampel kelas VA dan VC / subjek penelitian 20 siswa, Teknik dan instrument pengumpulan data yang digunakan berupa tes soal (Essay), observasi, dan dokumentasi, Teknik analisis data menggunakan Uji independent Sampel T Test. Hasil penelitian di kelas eksperimen menunjukkan bahwa tes essay hasil belajar meningkat, dilihat dari uji normalitas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi Shapiro-Wilk untuk variabel pretest dan posttest lebih besar dari 0,05 sehingga variabel berdistribusi normal. Dapat dilihat untuk menguji hipotesis menggunakan Uji T dengan kriteria nilai Sig. Levene’s Test for Equality of Varuances adalah sebesar 0,287 > 0,05 maka dapat diartikan bahwa varians data antara Posttest Eksperimen dan Posttest Kontrol adalah Homogen. Sedangkan tabel Output Independent Sampel T Test pada bagian Equal Varuances assumed diketahui nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam Uji Independent Sampel T Test dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa pengaruh pemanfaatan lingkungan bisa meningkatkan hasil belajar siswa di lihat dari kelas eksperimen mengalami pengaruh dengan menggunakan model Experiental Learning dan kelas kontrol tidak mengalami keefektifan karena menggunakan model konvensional atau ceramah
Pengembangan e-LKPD IPA Berbasis Problem Based Learning Untuk Melatih Scientific Reasoning Siswa Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-LKPD IPA Berbasis Problem Based Learning untuk Siswa Sekolah Dasar pada pokok materi gaya untuk siswa kelas IV di Gugus I Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo dan menguji kelayakan e-LKPD yang dihasilkan supaya bisa dimanfaatkan untuk melatih Scientific Reasoning Siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan menerapkan model pengembangan 4D. Instrumen yang digunakan angket validasi untuk beberapa ahli materi, ahli media, dan ahli LKPD, serta angket respons. Hasil penelitian dari produk yang dikembangkan berdasarkan penilaian dari ahli materi mendapat kriteria baik dengan rerata skor persentase 79,6%, penilaian dari ahli media mendapat kriteria baik dengan rerata skor persentase 83,8%, dan hasil penilaian dari ahli LKPD mendapatkan kriteria baik juga dengan rerata skor persentase sebesar 83,3%. Untuk hasil dari respons siswa mendapat skor persentase sebesar 86,6% dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil perolehan data dapat disimpulkan bahwa e-LKPD IPA Berbasis Problem Based Learning ini layak digunakan sebagai sumber belajar bagi siswa kelas 4 sekolah dasar untuk melatih scientific reasoning siswa. Implikasi e-LKPD interaktif ini dapat meningkatkan produktivitas kegiatan belajar mengajar dengan memanfaatkan smartphone android
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Matematika Dengan Menggunakan Model Problem Based Learning
Penelitian dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dan kolaborator dengan tujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan hasil belajar mata Pelajaran matematika pada materi pecahan kelas V dengan menerapkan model problem based learning. Obyek penelitian berjumlah 24. Metode penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Taggart dengan teknik pengumpulan data, observasi, tes, penilaian, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik statistik desktiptif. Hasil penelitian pada aspek penilaian pelaksanaan pembelajaran mengalami peningkatan sebanyak 3% dari hasil siklus I 95,5% dan pelaksanaan pembelajaran siklus II mendapatkan nilai 98,5%. aspek perubahan sikap peserta didik (keberanian, ketelitian, tanggung jawab, dan keaktifan) mengalami peningkatan sebanyak 19,5% dari rata-rata siklus I 67,4% dan nilai rata-rata siklus II 86,9%. Sama halnya dengan aspek perubahan keterampilan peserta didik mengalami peningkatan sebanyak 10,9% dari rata-rata siklus I 81,2% dan nilai rata-rata siklus II 92,1%. Selain itu, aspek lainnya yang mengalami peningkatan yaitu aspek ketuntasan hasil belajar. Mengalami peningkatan sebanyak 58,3%, pada siklus I rata-rata persentase 20,8% dengan indikator keberhasilan 75% dan secara klasikal tuntas dengan persentase siklus II sebanyak 79,1%. menunjukkan tercapainya indikator keberhasilan penelitian secara klasikal 75% dengan KKM yang telah ditentukan yaitu 70 dengan mendapat rata-rata nilai 80,5. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar mata Pelajaran matematika di kelas V di Sekolah Dasar Negeri Julang Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor semester ganjil tahun Pelajaran 2023/2024
Penggunaan Metode Percobaan Sederhana Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPAS Kelas 4 SDN 2 Kilensari
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPA anak kelas 4 di Sekolah Dasar Negeri 2 Kilensari dalam memahami materi gaya. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas IV dengan menggunakan metode percobaan sederhana. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 13 orang. Rancangan penelitian tindakan kelas ini menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi, lembar tes, dan dokumentasi selama pembelajaran. Perkembangan proses pembelajaran dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan, baik dari segi aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran maupun hasil belajar siswa. Aktivitas guru pada siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 11,77% dari 76,47% menjadi 88,24% dan aktivitas siswa mengalami peningkatan sebesar 17,31% dari 67% menjadi 84,31%. Selain itu, ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal dari siklus I ke siklus II juga mengalami peningkatan sebesar 15,38% dari 76,92% menjadi 92,30%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode percobaan sederhana dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa pada materi gaya