JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia)
Not a member yet
159 research outputs found
Sort by
Pengaruh Model Pembelajaran Mind Mapping Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV Pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan Perbedaan Keterampilan Berpikir Kritis Antara Kelas Eksperimen Dan Kelas Kontrol; 2) Menganalisis Pengaruh Penerapan Model Mind Mapping Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu (Quasi Experiment). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa IV SDS Torsina III Singkawang yang berjumlah 59 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IVA dan IVB di SDS Torsina III Singkawang yang berjumlah 59 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes soal keterampilan berpikir kritis siswa dengan menggunakan tes awal (Pre-Test) dan tes akhir (Post-Test) berjumlah 5 soal. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji statistik yang di analisis dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas IV SD antara kelas yang menggunakan model pembelajaran mind mapping dan kelas yang menggunakan pembelajaran langsung. Hal ini ditunjukan dari taraf signifikansi antara kelas eksperimen 0,01 < 0,05, dan kelas kontrol 0,01 < 0,05. 2) Terdapat pengaruh model pembelajaran mind mapping siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas IV SD. Hal ini di tunjukan dari taraf signifikan 0,01 < 0,05
ANALISIS SITUASI PENDIDIKAN DI DAERAH PEDALAMAN KHUSUSNYA DI SD NEGERI 50 KAYU TUNU, KEC KAPUAS, KAB SANGGAU
Situasi Pendidikan di SD Negeri 50 Kayu Tunu membutuhkan perhatian khusus bagi pihak yang berkepentingan, baik di Tingkat pusat maupun Tingkat lokal. Penyelengaraan Pendidikan bermutu dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia masih menjadi angan semata. Anak-anak yang mengenyam Pendidikan di daerah pedalaman ini khususnya di SD Negeri 50 Kayu Tunu masih sangat memprihatikan apabila dibandingkan dengan sekolah-sekolah yang ada di wilayah kabupaten sanggau. Metodologi studi ini, melibatkan pemeriksaan deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer, yaitu kepala sekolah, guru-guru yang ada di SD Negeri 50 Kayu Tunu, dan sumber data sekunder yaitu orang tua dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik penjamin keabsahan data menggunakan triangulasi data dan triangulasi sumber. Teknik analisis data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis model Milles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Dapat disimpulkan bahwa banyak permasalahan yang di alami oleh peserta didik dan guru. Guru yang mengajar rata-rata tempat tinggalnya jauh dari sekolah. Sarana dan prasarana sekolah masih sangat memprihatinkan, terutama untuk ruang kelas, ruang guru,ruang kepala sekolah, dan W
ANALISIS KESULITAN MENYELESAIKAN SOAL HOTS MATERI BANGUN DATAR PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 13 PRABUMULIH
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesulitan tinggi pada materi bangun datar di kelas IV SD Negeri 13 Prabumulih. Metode pengumpulan informasi yang diterapkan adalah analisis, interaksi, dan mencatat secara langsung di Sekolah Dasar Negeri 13 Prabumlih yang memiliki populasi sejumlah 26 murid. Namun, tujuan utama dalam studi ini adalah tiga pelajar yang menghadapi kendala dalam menuntaskan persoalan HOTS yang teridentifikasi penilaian guru kelas. Proses analisis data dilaksanakan dengan memperkecil data, menyajikan data, dan mengambil simpulan. Penelitian ini mengungkap faktor- faktor yang menyebabkan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS mengenai bangun datar termasuk kurangnya kecermatan siswa dalam melakukan perhitungan serta kurangnya kecermatan siswa dalam mengerjakan soal dalam mengaplikasikan rumus yang sesuai, kurang pemahaman siswa terhadap konsep yang diajarkan, kurang pengetahuan siswa mengenai rumus yang sesuai, kurang pemahaman siswa terhadap proses operasi hitung, kurangnya kecermatan siswa dalam mengerjakan soal, kesulitan yang dialami oleh siswa dalam memahami tujuan soal serta kekurangan kecermatan dalam membaca soal, kurangnya fokus siswa dalam proses pembelajaran, kurang perhatian siswa terhadap penjelasan dari guru, serta jarangnya siswa berlatih mengerjakan soal yang berbasis HOTS. Selain itu, penting untuk memberikan latihan soal yang memiliki kesamaan, siswa harus menguasai konsep dan mengingat rumus bukan hanya sekedar menghafal, siswa harus memperhatikan guru ketika sedang menjelaskan materi
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN POE (PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN) DAN EFIKASI DIRI TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS IV SDN 23 SINGKAWANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan penggunaan model pembelajaran POE (Predict, Observe, Explain) dan efikasi diri terhadap kemampuan pemahaman konsep IPA siswa secara simultan pada materi perpindahan kalor. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 23 Singkawang. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan metode quasi experimental design, dengan bentuk desain post-test only control design peneliti dengan rancangan faktorial 2x2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN 23 Singkawang. Sampel diambil menggunakan teknik random sampling, Setelah pengambilan sampel yang terpilih menjadi kelas eksperimen kelas IVA yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran POE dan IVB kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran langsung, uji statistik menggunakan two way anova dan uji T independent. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh kemampuan pemahaman konsep IPA siswa antara kelas yang diberikan penerapan model pembelajaran POE dengan kelas yang diberikan pembelajaran langsung dan efikasi diri secara simultan pada materi perpindahan kalor kelas IV SDN 23 Singkawang; (2) Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep IPA siswa antara kelas yang diberikan model pembelajaran POE dengan kelas yang di berikan model pembelajaran langsung pada materi perpindahan kalor kelas IV SDN 23 Singkawang; (3) Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep IPA siswa ditinjau dari efikasi diri tinggi dan rendah pada materi perpindahan kalor kelas IV SDN 23 Singkawang; (4) Terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan efikasi diri terhadap kemampuan pemahaman konsep IPA siswa; (5) Terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA siswa yang menggunakan model pembelajaran POE ditinjau dari efikasi diri tinggi dan rendah pada materi perpindahan kalor kelas IV SDN 23 Singkawang; (6) Tidak terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung ditinjau dari efikasi diri tinggi dan rendah pada materi perpindahan kalor kelas IV SDN 23 Singkawang
Hubungan Kepercayaan Diri Dengan Kemampuan Public Speaking Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SDN 94 Singkawang
Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mendeskripsikan tingkat kepercayaan diri siswa kelas V di SD Negeri 94 Singkawang; 2) mendeskripsikan tingkat kemampuan public speaking siswa kelas V di SD Negeri 94 Singkawang; 3) untuk menganalisis hubungan antara kepercayaan diri dengan kemampuan public speaking siswa kelas V di SD Negeri 94 Singkawang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 94 Singkawang yang berjumlah 35 siswa. Teknik pengambilan sampel berupa teknik sampling jenuh, dengan sampel 35 siswa kelas V SD Negeri 94 Singkawang. Teknik pengumpulan data adalah teknik komunikasi tidak langsung dengan instrumennya berupa tes speaking dan teknik pengukuran dengan alat pengumpul datanya berupa lembar angket kepercayaan diri. Teknik analisis data yaitu dengan uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) kepercayaan diri siswa kelas V SD Negeri 94 Singkawang tergolong sedang dengan rata-rata nilai keseluruhan yaitu 69,87; 2) kemampuan public speaking siswa kelas V SD Negeri 94 Singkawang tergolong cukup dengan rata-rata nilai 67,29; 3) terdapat hubungan yang signifikan antara kepercayaan diri dengan kemampuan public speaking siswa kelas V SD Negeri 94 Singkawang, yaitu sebesar 0,786. Adapun implikasi dalam penelitian ini yaitu meningkatnya kepercayaan diri siswa melalui pemberian tes public speaking di kelas V SD Negeri 94 Singkawang
EFEKTIVITAS MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER TERHADAP KEMAMPUAN MENENTUKAN UNSUR INTRINSIK CERITA DONGENG BAHASA INDONESIA KELAS V SD
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis efektivitas model NHT terhadap hasil belajar siswa dalam menentukan unsur intrinsik cerita dongeng Bahasa Indonesia kelas V. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre eskperimental. Pada penelitian ini menggunakan one grup pretest posttest. Tes awal dilakukan sebelum perlakuan (treatment). Ini dilakukan agar peneliti dapat membandingkan hasil keadaan sebelum dan setelah perlakuan. Peserta didik diberikan tes akhir setelah perlakuan (treatment) selesai. Teknik yang digunakan adalah sampling jenuh dengan menggunakan setiap individu dalam populasi sebagai sampel yaitu seluruh siswa kelas V dengan jumlah 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan model NHT dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa terbukti dari nilai rata-rata hasil posttest sebesar 76,27 lebih tinggi dari nilai awal pretest 58,33, menunjukkan peningkatan nilai sebesar 17,94. Selain itu, dapat diketahui bahwa nilai t hitung lebih kecil dari t tabel dan nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Dengan derajat kebebasan (df) 28 dan tingkat signifikansi 0,05, nilai t tabel adalah 2,048. Ini karena nilai t hitung (-16,248) jauh lebih besar dari t tabel. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa model NHT efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa di kelas V SD N 2 Sukosono dalam menentukan elemen intrinsik cerita dongeng Bahasa Indonesia
Pengembangan Media Pembelajaran Scrapbook pada Mata Pelajaran IPAS Materi Tumbuhan Siswa Kelas IV MI Muhammadiyah 16 Karangasem
Tujuan dari pengembangan media pembelajaran scrapbook adalah membantu siswa agar lebih mudah memahami materi, siswa tidak merasa bosan ketika proses pembelajaran berlangsung dan membuat siswa lebih interaktif sehingga kegiatan pembelajaran berjalan dengan efektif dan efesien. Metode yang digunakan dalam pengembangan ini adalah metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Model yang digunakan 4-D yang memiliki empat tahap pengembangan yaitu define, design, development dan disseminate. Instrumen yang digunakan yaitu lembar validasi, angket respon siswa dan angket aktivitas siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan 2 teknik yaitu validasi dan angket. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa kelas IV MI Muhammadiyah 16 Karangasem. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pengembangan media pembelajaran scrapbook dapat disimpulkan : (1) Kevalidan pada media pembelajaran scrapbook dengan menggunakan validasi yaitu validasi media mendapatkan hasil 90% dan validasi materi mendapatkan hasil 90% yang dinyatakan sangat valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. (2) Kepraktisan media scrapbook pada uji coba terbatas mendapatkan hasil 95% dan uji coba lapangan mendapatkan hasil 98% yang dinyatakan bahwa mendia pembelajaran praktis dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. (3) Keefektifan media scrapbook pada uji coba terbatas mendapatkan hasil 93% dan uji coba lapangan mendapatkan hasil 96% yang dinyatakan bahwa media scrapbook efektif dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media scrapbook sangat valid atau layak digunakan dalam proses pembelajaran
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS IV SD NEGERI 8 SINGKAWANG
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan tingkat efikasi diri siswa kelas IV SD Negeri 8 Singkawang; 2) mendeskripsikan tingkat hasil belajar ranah kognitif siswa pada mata pelajaran IPS kelas IV SD Negeri 8 Singkawang, 3) mengetahui terdapat atau tidak hubungan antara efikasi diri dengan hasil belajar ranah kognitif siswa pada mata pelajaran IPS kelas IV SD Negeri 8 Singkawang. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah korelasional atau hubungan dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV A SD Negeri 8 Singkawang dengan jumlah siswa 31 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling, yaitu penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik komunikasi tidak langsung yaitu skala, dengan instrumen penelitian lembar skala efikasi diri dan dokumentasi. Skala efikasi diri berjumlah 25 pernyataan dengan pilihan jawaban ya dan tidak serta dokumentasi hasil belajar menggunakan nilai rapor mata pelajaran IPS kelas IV. Teknik analisis data yang digunakan yaitu persentase dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efikasi diri siswa berada pada kriteria tinggi (62%), dan hasil belajar ranah kognitif siswa pada mata pelajaran IPS berada pada kriteria tinggi (72%). Efikasi diri tidak memiliki hubungan positif dan signifikan dengan hasil belajar ranah kognitif siswa pada mata pelajaran IPS (r = 0,093, p < 0,05) artinya Ho diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa jika efikasi diri siswa tinggi atau rendah maka tidak ada hubungan dengan kenaikan atau penurunan hasil belajar ranah kognitif siswa pada mata pelajaran IPS
PENGEMBANGAN MEDIA GIANT KOMIK BERBANTUAN APLIKASI CANVA PADA MATA PELAJARAN PPKN BAGI SISWA KELAS V SDN 100 PALEMBANG
Pengembangan Media Giant Komik Berbantuan Aplikasi Canva Pada Mata Pelajaran PPKn Bagi Siswa Kelas V SDN 100 Palembang, tujuan pengembangan ini untuk menghasilkan media Giant komik pembelajaran PPKn yang valid dan praktis. Jenis penelitian dan pengembangan ini mengunakan (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu: 1) Analyze, 2) Design, 3) Development, 4) Implementation, 5) Evaluation. Adapun subjek pada penelitian ini yaitu 4 validator yang terdiri dari 3 dosen Universitas PGRI Palembang dan 1 guru kelas Sekolah Dasar, guru kelas V Sekolah Dasar sebanyak 2 orang, dan siswa kelas V Sekolah Dasar untuk uji coba perorangan yang berjumlah 3 orang, uji coba kelompok kecil sebanyak 9 orang dan uji coba lapangan sebanyak 21 orang. Teknik dan instrument pengumpulan data berupa observasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yang didapat dari hasil angket dan kualitatif dari hasil tahapan penelitian validasi desain dan uji coba pemakaian. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai presentase validasi media sebesar 74,5%, validasi materi 72% dan validasi bahasa sebesar 75% dengan kategori valid, hasil angket respon guru sebesar 83%, angket respon peserta didik uji coba perorangan 80% dengan kategori praktis, angket respon peserta didik uji coba kelompok kecil sebesar 81% dengan kategori sangat praktis
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK BERBANTU AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Di SDN 229 PALEMBANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektif atau tidak model pembelajaran talking stick berbantu audio visual terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 229 Palembang. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan quasi eksperimental design, dan bentuk nonequivalenst control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN 229 Palembang yang terdiri dari 88 siswa. Sampel penelitian ini adalah dua kelas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kelas VA sebagai kelas eksperimen sebanyak 30 siswa dan kelas VB sebagai kelas kontrol sebanyak 30 siswa. Pengumpulan data hasil belajar IPA di peroleh menggunakan metode tes berupa tes essay. Analisis data menggunakan uji statistik deskriptif dan independent sample t test, dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 artinya data tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran talking stick berbantu audio visual berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa di SDN 229 Palembang. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran talking stick berbantu audio visual sangat efektif diterapkan karena dapat memotivasi dan membangkitkan minat siswa dalam proses pembelajaran sehingga meningkatkan hasil belajar siswa