JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia)
Not a member yet
    159 research outputs found

    PENGARUH SOAL CERITA MATEMATIKA BERBASIS HOTS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SDN 11 LUBAI MUARA ENIM

    Full text link
    Permasalahan penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang terjadi rendahnya hasil belajar pada pembelajaran Matematika yang disebabkan oleh penerapan materi dalam pembelajaran Matematika yang masih menggunakan tipe soal konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh soal cerita berbasis HOTS terhadap pembelajaran matematika siswa kelas IV SDN 11 Lubai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan model one group pre-test post-test design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 11 Lubai Muara Enim yang berjumlah 24 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dokumentasi dan wawancara. Instrumen tes berupa soal esai berjumlah 10 soal untuk mengukur hasil belajar siswa. Teknik analisis data menggunakan uji Paired Sample T-test. Hal ini terlihat dari hasil uji Paired Sample T-Test yang menunjukkan adanya perbedaan nilai yang signifikan dari mean data pretest dan posttest. Kemudian terlihat nilai signifikansi p-output (0,000) lebih rendah dari nilai tingkat signifikan 0,05 (tingkat kepercayaan 95%), dan nilai uji t (8,415) menunjukkan nilai yang lebih tinggi dari nilai ttabel (t0,05, 22 = 2,074). Jadi dapat disimpulkan terdapat pengaruh pemberian soal cerita matematika berbasis HOTS terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN 11 Lubai. Dengan kata lain uji hipotesis nol (H0) ditolak, sedangkan hipotesis alternatif (Ha) dapat diterima

    PENGARUH PENGGUNAN MEDIA REALIA BERBASIS LINGKUNGAN TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DAN SELF ESTEEM SD NEGERI 1 LUBUK MAKMUR

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menilai apakah terdapat dampak dari penerapan Media Realia Berbasis Lingkungan terhadap Kemampuan Koneksi Matematis dan Harga Diri di SD Negeri 1 Lubuk Makmur. Metode riset yang diterapkan adalah metode yang digunakan dalam riset ini yaitu kuantitatif yang true eksperimen dengan menggunakan bentuk desain Posttest Only Control Group Design. Dalam rancangan metode penelitian true eksperimen “Posttest Only Control Group Design” ini dipakai satu golongan. Populasi yang diambil adalah seluruh siswa dengan jumlah 260 orang. Sampel terdiri dari kelas IIIA sebagai kelompok eksperimen dengan 20 siswa yang menerapkan pendekatan eksperimen, dan kelas IIIB sebagai kelompok kontrol dengan 19 siswa yang mengikuti pendekatan konvensional. Metode pengumpulan sampel menggunakan metode cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui tes untuk mengevaluasi kecakapan sambungan matematika. Manova digunakan untuk menganalisis data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1. Ada konsekuensi besar dari pemanfaatan media realia yang berfokus pada lingkungan terhadap kemampuan koneksi matematis dan harga diri di SD Negeri 1 Lubuk Makmur. 2. Terdapat perbedaan dalam hasil belajar berdasarkan kemampuan koneksi matematis dan harga diri siswa dalam materi bangun datar di SD Negeri 1 Lubuk Makmur

    Efektivitas Full Day School dalam Penanaman Akhlak Siswa di Sekolah Dasar

    Full text link
    This research was made because it saw the phenomenon today of the rampant student crime, especially in big cities. the erosion of morals in the millennial generation is caused by juvenile delinquency, which disturbs people's lives, both on a small and large scale. This research is qualitative in nature. Using a qualitative descriptive method that produces descriptive data about the Effectiveness of Full Day School in Instilling Student Morals at SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro with the method of discussing induction and deduction, and collecting data through observation, interviews and documentation. Data were analyzed qualitatively by means of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. From the results of the study, through the full day school system learning activities begin at 07.00 to 15.30 so that students are fully within the scope of the school and of course monitored directly by the teacher. In an effort to maximize the inculcation of student morals, the school has four strategies which include 1. Uswah method or exemplary 2. Habituation method 3. Advice method 4. Punishment method, which is implemented in religious activities in which students are required to perform the obligatory prayers in congregation , and also Duha prayers in congregation, after the Duha prayers students will be given spiritual cleansing by class teachers and teachers who are competent in their fields. Especially on Fridays, every Friday the first week to foster the social spirit of students, schools implement blessed Fridays where the activity is in the form of sharing packaged food brought by teachers and students

    Efektifitas Penggunaan Media Pembelajaran Flashcard Berbasis Augmented Reality (AR) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Jawa Siswa Kelas 1 SD

    Full text link
    Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis pre-eksperiment. Tujuan penelitian yaitu menguji keefektifan penggunaan media flashcard berbasis Augmented Reality (AR) pada Bahasa Jawa berdasarkan hasil belajar siswa kelas 1 SD. Khususnya pada materi “Perangane Awak”. Media pembelajaran flashcard AR ini adalah media pembelajaran yang memadukan kartu fisik yang berbentuk 2D menjadi 3D dengan teknologi AR untuk menunjang pembelajaran siswa di kelas. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain one-grup pretest-posttest. Peneliti menggunakan sampling jenuh untuk mengumpulkan sampel. Sampel dari penelitian ini terdiri dari siswa kelas 1 SD N 3 Tunahan berjumlah  9 anak, terdiri dari 6 perempuan dan 3 laki-laki. Data yang diperoleh diolah menggunakan uji-t yang menyimpulkan adanya perbedaan yang signifikan mengenai nilai saat pretest dan nilai saat posttest, dengan nilai t sebesar -32,483 dan signifikansi (Sig) 0,000 yang lebih kecil dari nilai signifikansi umumnya 0,005. Dari hasil tersebut disimpulkan yaitu media pembelajaran flashcard AR ini efektif untuk peningkatan mengenai hasil belajar siswa materi perangane awak. Media tersebut efektif, interaktif serta menarik, sehingga dapat diintegrasikan tidak hanya pada pembelajaran Bahasa Jawa, namun diberbagai mata pelajaran lainnya

    PENGARUH METODE DEMONSTRASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA PADA KELAS IV SDN 1 SINGKAWANG

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode demonstrasi terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV pada materi keberagaman budaya bangsaku. Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Singkawang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode desain eksperimen semu. Desain penelitian yang digunakan berbentuk nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN 1 Singkawang dengan teknik pengambilan sampel berupa sampel jenuh (purposive sampling). Penelitian dilakukan pada dua kelas, yaitu kelas eksperimen dengan metode demonstrasi sebanyak 25 siswa dan kelas kontrol dengan model pembelajaran langsung sebanyak 25 siswa. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan hasil belajar IPS siswa antara kelas eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan metode demonstrasi dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran langsung pada materi budaya bangsaku. keragaman yang dianalisis menggunakan uji-t dengan nilai 3,387 > 2,004; (2) Terdapat respon siswa terhadap metode demonstrasi pada pembelajaran IPS sebesar 86% dari kriteria persentase (75-100%) dengan kriteria sangat baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN 1 Singkawang

    Pengembangan Media Explosion Box Nusantara Materi Keberagaman Suku Dan Budaya Kelas IV Sekolah Dasar

    Full text link
    Salah satu kesulitan belajar yang sering kali ditemui dalam proses belajar mengajar dikelas yaitu rendahnya minat serta motivasi siswa untuk belajar, terutama dalam mata pelajaran IPS, beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi yaitu antara lain media pembelajaran yang digunakan cenderung monoton, kurang bervariasi dan juga kurang mengikuti perkembangan zaman. Berdasarkan hal tersebut maka masalah dalam penelitian pengembangan ini adalah Bagaimana hasil kevalidan dan kelayakan pengembangan media Explosion box Nusantara materi Keberagaman Suku dan Budaya Kelas IV SD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini Research and Development (RnD) dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas IV Sekolah Dasar Negeri 195 Palembang. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian pengembangan ini yaitu observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Hasil analisis data penelitian dari keseluruhan validasi dengan 4 orang ahli atau pakar yang terdiri dari 3 orang dosen dan 1 pendidik yaitu guru kelas IV SD Negeri 195 Palembang mendapatkan persentase sebesar 87% dengan kriteria "Valid" pada aspek media, 89% dengan kriteria "Valid" pada aspek materi, 90% dengan kriteria "Valid" pada aspek bahasa dan dari media di lapangan mendapatkan persentase sebesar 85%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media Explosion box Nusantara adalah valid dan layak untuk digunakan. Selain itu, mereka memiliki kemampuan untuk menarik minat dan motivasi siswa untuk belajar IPS, terutama berkaitan dengan topik keberagaman suku dan budaya, sehingga nantinya para peserta didik mendapatkan lebih banyak lagi pengetahuan terkait keberagaman yang ada di Indonesia

    PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TYPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN KAHOOT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar dengan menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Berbantuan Aplikasi Kahoot Berbasis Android. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kolaboratif tindakan kelas. Penelitian dilakukan di sd global maju khatulistiwa. Pada siklus I rata-rata evaluasi penilaian pelaksanaan rencana pembelajaran dengan rata-rata hitung 4,06, pada siklus 2 dengan rata-rata hitung 6,92 dan pada siklus 3 rata-rata hitung 8,76. Pada siklus 1 penilaian guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan rata-rata hitung 4,7, pada siklus 2 rata-rata hitung 7,03 dan pada siklus 3 mencapai 8,72. Hasil belajar siswa diperoleh rata-rata 71,33, pada siklus 2 diperoleh rata-rata 80,28 dan pada siklus III 3 hasil belajar siswa diperoleh rata-rata 91,14. Dengan demikian, hasil belajar siswa meningkat dengan intervensi Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Team Games Tournament (TGT) Dengan Aplikasi Kahoot Berbasis Android Pada Kelas V SD Global Maju Khatulistiwa

    Tranformasi Pembelajaran IPAS Di Sekolah Dasar Melalui Kurikulum Merdeka: Tantangan dan Peluang

    Full text link
    Penggabungan pembelajaran IPA dan IPS pada kurikulum merdeka membawa tantangan tersendiri yang harus dihadapi guru seperti penggunaan media oleh guru masih kurang berhasil dalam mengubah pembelajaran IPAS yang sebanding menjadi pembelajaran ilmu sosial dan sains, selain itu IPAS mengharuskan mempelajari dua sudut pandang yang berlawanan sehingga mengahruskan guru lebih banyak belajar lagi khususnya guru-guru pada bidang IPA dan bidang IPS. Penelitian ini bertujuan mengungkap tantangan dan peluang dalam tranformassi pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pencarian sumber dilakukan pada situs Science Direct, Proquest, dan Google Scholar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat tantangan signifikan dalam transformasi pembelajaran IPAS di sekolah dasar, melalui Kurikulum Merdeka membawa banyak peluang positif, seperti peningkatan motivasi belajar, pemahaman yang lebih baik terhadap materi, serta pengembangan keterampilan berpikir kritis. Tantangan tranformasi pembelajaran IPAS di sekolah dasar memperlihatkan keterbatasan sumber daya dan pemahaman yang bervariasi di kalangan guru untuk mengatasinya perlunya sumber daya yang mencukupi bagi sekolah dan pelatihan-pelatihan bagi guru-guru agar lebih baik dalam menggunakan dan menerapkan pembelajaran IPAS pada kurikulum merdeka

    Determinasi Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Media Interaktif PhET Terhadap Kemampuan Literasi Sains Siswa SD

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media interaktif PhET terhadap kemampuan literasi sains pada mata pelajaran IPA yang dilaksanakan di SDI Al – Abror Situbondo. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain penelitian Posttest Only Control Group Design dan teknik pengambilan sampel berupa random sampling yang terdiri dari kelas VI-A (kelas eksperimen) dengan jumlah 26 dan kelas VI-C (kelas kontrol) dengan jumlah 24 sehingga total sampel sebanyak 50 siswa. Instrumen pada penelitian ini berupa soal tes essay. Berdasarkan hasil uji hipotesis kemampuan literasi sains dengan taraf signifikan 5%, uji – t nilai post – test kedua kelas menunjukkan bahwa thitung sebesar 6,46 dan ttabel sebesar 2,03 dengan thitung > ttabel maka hasil keputusan Ho ditolak dan H1 diterima. Dan nilai rata – rata hasil kemampuan literasi sains pada kelas eksperimen sebesar 87,69 lebih baik dibanding kelas kontrol sebesar 75,91. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi sains pada mata pelajaran IPA yang menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media interaktif PhET terdapat pengaruh secara signifika

    Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau Dari Miskonsepsi Bis-VOLKS Pada Materi Bangun Ruang Kelas V SD Negeri 11 Pontianak Timur

    Full text link
    Penelitian ini merupakan penelitian campuran (mixed methods) dengan model sequential explanatory. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan memahami masalah, kemampuan membuat rencana penyelesaian, kemampuan melaksanakan rencana penyelesaian, dan kemampuan memeriksa kembali pada peserta didik kelas V sekolah dasar yang ditinjau dari miskonsepsi Bis-VOLKS pada materi bangun ruang. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 11 Pontianak Timur dengan jumlah populasi sebanyak 23 peserta didik dan sampel sebanyak 6 peserta didik yang dipilih berdasarkan kriteria yaitu 2 peserta didik yang memperoleh skor terendah pada setiap tahap pemecahan masalah Polya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengukuran dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Data yang diperoleh menyimpulkan bahwa persentase kemampuan peserta didik pada tahap memahami masalah sebesar 49,66% dan ditemukan 2 peserta didik mengalami miskonsepsi yang dominan yaitu miskonsepsi visual, operasional, dan korelasional. Persentase kemampuan peserta didik pada tahap membuat rencana penyelesaian sebesar 15,54% dan ditemukan 2 peserta didik mengalami miskonsepsi yang dominan yaitu miskonsepsi operasional dan korelasional. Persentase kemampuan peserta didik pada tahap melaksanakan rencana penyelesaian sebesar 22,01% dan ditemukan 2 peserta didik mengalami miskonsepsi yang dominan yaitu miskonsepsi visual dan literasional. Persentase kemampuan peserta didik pada tahap memeriksa kembali sebesar 12,79% dan ditemukan 2 peserta didik mengalami miskonsepsi yang dominan yaitu miskonsepsi visual, operasional, literasional, korelasional, dan spasial

    145

    full texts

    159

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇