JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia)
Not a member yet
159 research outputs found
Sort by
Keefektifan Model Pembelajaran Inquiry dan Discovery Learning Bermuatan Karakter terhadap Keterampilan Proses Ilmiah Siswa Kelas V dalam Pembelajaran Tematik
Penelitian ini bertujuan menguji ada tidaknya perbedaan keefektifan yang signifikan antara model pembelajaran Inquiry dan Discovery Learning bermuatan karakter terhadap keterampilan proses ilmiah siswa kelas V dalam pembelajaran tematik. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasieksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian ini adalah 22 siswa kelas VA SD N Bringin 01 sebagai kelompok eksperimen (model Inquiry bermuatan karakter), dan 21 siswa kelas VB SD N Bringin 01 sebagai kelompok kontrol (model Discovery Learning bermuatan karakter). Variabel dalam penelitian terdiri atas model Inquiry dan Discovery Learning bermuatan karakter sebagai variabel bebas, dan keterampilan proses ilmiah sebagai variabel terikat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen rubrik penilaian serta lembar observasi. Teknik analisis data hasil penelitian ini menggunakan teknik deskriptif dan teknik statistik Mann Whitney. Berdasarkan uji Mann Withney diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,034 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan keefektifan yang signifikan antara model pembelajaran Inquiry bermuatan karakter dengan Discovery Learning bermuatan karakter terhadap keterampilan proses ilmiah siswa kelas V dalam pembelajaran tematik. Adanya perbedaan keterampilan proses ilmiah siswa yang signifikan didukung dengan perbedaan rerata kedua sampel penelitian yaitu 86,29 untuk kelompok eksperimen dengan model Inquiry bermuatan karakter dan 82,59 untuk kelompok kontrol dengan model Discovery Learning bermuatan karakter. Maknanya model pembelajaran Inquiry bermuatan karakter lebih efektif dalam memfasilitasi keterampilan proses ilmiah siswa dibandingkan model Discovery Learning bermuatan karakter
Strategi Pendampingan Berkelanjutan sebagai Alternatif Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis IT
SDN 65 Singkawang yang berada pada ranking terbawah hasil UASBN disebabkan karena guru mengajar masih menggunakan metode pembelajaran konvensional. Untuk mengkondisikan proses belajar mengajar yang bermutu, perlu peningkatan kompetensi guru dalam menggunakan media pembelajaran berbasis IT melalui bimbingan berkelanjutan, Maka diadakanlah IHT dalam bentuk Workshop SAGUSAMED dan Inovasi Pembelajaran. Setelah dilakukan supervisi didapatlah kesimpulan bahwa ada perubahan cara mengajar guru, Sebagian guru sudah mengajar menggunakan media pembelajaran berbasis IT.Guru juga sudah melakukan inovasi pembelajaran dengan menggunakan yel-yel atau mengubah materi pembelajaran dalam bentuk lagu agar mudah dipahami anak .Dampak dari semua ini adalah siswa berhasil menjadi juara I Lomba Olympiade Siswa Nasional Tingkat Kota dan peningkatan pada ranking sekolah
GENDER DIFFERENCES (PURUSA PRADANA) AND METACOGNITIVE SKILLS IN BALI
Balinese culture places women as subordinate because there is a misconception of the concept of purusa and pradana. Indeed purusa and pradana exist in every man including also in women. Purusa is the soul and pradana is the body.Basically, gender issues are not just about the problems of male and female relationships, but also with the issue of education. The purpose of this study was to determine the effect of gender differences (purusa and pradana) on the metacognitive skills of grade 5 primary school students. The survey design used was cross sectional survey design, the researchers collected data at a single point of time. The data collected were metacognitive skill data of grade 5 primary school students. Based on the results of empirical analysis, there is no significant difference between men and women on metacognitive skills with sig 0.672> 0.05. Metacognitive, especially skill is not something to be gained but needs to be trained in learning both in school, family and society. This means that to form students who have high metacognitive skills need cooperation between the school as a formal executive education with school committees (parents of students) by utilizing various sources that exist in the student environment are located
Pengaruh Keterampilan Guru dalam Mengelola Kelas terhadap Hasil Belajar Peserta Didik di Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan menganalisis hal-hal yang mempengaruhi hasil belajar peserta didik di Sekolah Dasar baik secara parsial maupun secara simultan. Dalam penelitian ini ditetapkan satu hal yang diduga berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik di Sekolah Dasar adalah Keterampilan Guru dalam Mengelola Kelas. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan explanatory survey. Populasi penelitian ini sebesar 50 siswa dan sampelnya merupakan seluruh peserta didik kelas III dan kelas V Sekolah Dasar Negeri 7 Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner dan dokumentasi. Untuk mengetahui validitas dan reliabilitas hasil uji coba instrument dilakukan dengan analisis faktor. Hasil analisis deskriptif menggambarkan bahwa data hasil belajar peserta didik terbesar ada pada kategori baik (92%) dan data keterampilan guru dalam mengelola kelas terbesar ada pada kategori baik (85,05%). Hasil analisis regresi ganda menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan keterampilan guru dalam mengelola kelas terhadap hasil belajar peserta didik
Analisis Persepsi Guru Sekolah Dasar terhadap Muatan Pelajaran PPKn di Kecamatan Situbondo
Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana persepsi guru dalam pembelajaran PPKn pada Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis isi. Penelitian ini dilkukan di Kecamatan Situbondo dengan responden sebanyak 41 guru dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian: 1) Persepsi guru tentang pembelajaran PPKn hanya memahami tentang dimensi nilai-nilai pancasila dan nilai karakter. Hal ini tidak terlepas dari penerapan kurikulum 2013 yang lebih menekankan tentang pendidikan karakter. Jadi pemahaman guru tentang PPKn adalah pembelajaran tentang nilai-nilai karakter, 2) Belum terlihat pemahaman guru tentang dimensi pengetahuan dan keterampilan kewarganegaraan. Artinya pemahaman guru tentang PPKn hanya sebatas hafalan bukan mengajarkan untuk terampil berpikir kritis, sebagai problem solving dan bagimana mengajarkan untuk menjadi warganegara yang baik
Pembelajaran Missouri Matematika Kerja Berbasis Kontekstual: Materi Bangun Ruang Limas di Sekolah Dasar
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran pembelajaran Missouri Matematika Kerja terhadap hasil belajar siswa di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bentuk Pre-eksperimental design. Rancangan yang digunakan adalah One-Shot Case Study. Teknik dan alat pengumpul data untuk ketuntasan menggunakan teknik pengukuran dengan alat berupa Post-Test dan Delayed test, pengamatan aktivitas menggunakan teknik observasi langsung dengan alat berupa lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, dan teknik komunikasi tak langsung yang berupa penyebaran angket respon siswa. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh model pembelajaran Missouri Matematika Kerja efektif digunakan terhadap hasil belajar siswa di Sekolah Dasar dengan kriteria (1) Pembelajaran menggunakan model pembelajaran Missouri Matematika Kerja (MMK) berbasis Kontekstual memberikan rata-rata rekapitulasi untuk persentase sebaran siswa berprilaku aktif sebesar 86,20% (hampir seluruhnya) dan rata-rata rekapitulasi untuk persentase sebaran berprilaku pasif sebesar 13,80% (sebagian Kecil); (2) Ketuntasan hasil belajar siswa berdasarkan hasil Post-Test dan Delayed Test mencapai ketuntasan klasikal. Berdasarkan Post-Test terdapat 27 orang siswa tuntas atau sebesar 87,07% dan berdasarkan delayed test terdapat 25 orang siswa tuntas atau sebesar 80,65% dari 31 orang yang mengikuti tes hasil belajar. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan uji proporsi satu sampel yaitu uji Z, pada Post-Test diperoleh Zhitung > Ztabel yaitu ( 3,03 > 2,33) dan pada Delayed Test diperoleh Zhitung > Ztabel yaitu (2,36 > 2,33); (3) Respon siswa terhadap pembelajaran adalah positif dengan persentase tingkat kesetujuan terhadap pernyataan positif sebesar 85,16% (Sangat Setuju)
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN IPA MITIGASI BENCANA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran IPA mitigasi bencana terhadap hasil belajar siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Bentuk penelitian ini adalah bentuk quasi eksperimen design dengan bentuk desain nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 09 Sintang dengan sampel penelitian 24 siswa di kelas IV A sebagai kelas eksperimen dan 25 siswa di kelas IV B sebagai kelas kontrol. Teknik dan alat pengumpulan data menggunakan observasi langsung, pengukuran, komunikasi tidak langsung dan dokumentasi. Perhitungan efektivitas menggunakan rumus effect size. Hasil perhitungan menunjukan bahwa: (1) Hasil pretest kelas eksperimen sebesar 36,75 sedangkan hasil posttest sebesar 80,75 dengan peningkatan sebesar 0,69 sedangkan pada kelas kontrol hasil pretest sebesar 38,4 dan hasil posttest sebesar 70,6 dengan peningkatan sebesar 0,52 (2) Hasil pengujian hipotesis pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh -0,495 2,02835 Ho diterima dan Ha ditolak. Hasil pengujian pada posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh 3,94 2,02835 Ho ditolak dan Ha diterima. (3) Hasil perhitungan effect size sebesar 1,66 dengan kategori tinggi. Berdasarkan simpulan hasil penelitian menunjukan model pembelajaran IPA Mitigasi Bencana pada siswa efektif dan meningkatkan hasil belajar
Peningkatan Sikap Peduli Lingkungan dan Prestasi Belajar IPA menggunakan Model Problem Based Learning Berbasis Literasi pada Subtema Lingkungan Tempat Tinggalku di Kelas IV MI Muhammadiyah Kramat
Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya sikap peduli lingkungan dan prestasi belajar dalam proses pembelajaran IPA di kelas IV SD/MI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan sikap peduli lingkungan dan prestasi belajar IPA menggunakan model problem based learning (PBL) berbasis literasi pada subtema lingkungan tempat tinggalku. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Non equivalent (Pre-Test and Post-Test) Control Groups Design. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV pada MI Muhammadiyah Kramat, Kecamatan Kembaran, sebanyak 19 orang dan SDN 2 Sokaraja Tengah sebanyak 19 orang. Instrumen yang digunakan adalah angket sikap peduli lingkungan dan tes prestasi belajar IPA. Analisis data menggunakan uji Independent Sample t-test. Temuan dalam penelitian ini setiap indikator sikap peduli lingkungan dan prestasi belajar untuk kelompok eksperimen mendapatkan rerata gain lebih besar dari kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat peningkatan sikap peduli lingkungan antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model PBL berbasis literasi dan non-literasi, rerata gain untuk PBL berbasis literasi 7,73 dan non-literasi adalah 4,06. (2) terdapat peningkatan prestasi belajar IPA antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model PBL berbasis literasi dan non-literasi, rerata gain untuk PBL berbasis literasi adalah 22,81 dan non-literasi adalah 13,51. Setiap tahapan dalam PBL berbasis literasi dapat memfasilitasi peningkatan sikap peduli lingkungan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD/M
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN GAYA BELAJAR AUDITORIAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPS DI SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning dan gaya belajar auditorial peserta didik terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IV di Sekolah Dasar Swasta Bina Anak Muslim Singkawang. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning (X1) dan gaya belajar auditorial (X2). Variabel terikat (Y) dalam penelitian ini adalah hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (Y). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV Sekolah Dasar Swasta Bina Anak Muslim Singkawang yang berjumlah 34 orang peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas IV di Sekolah Dasar Swasta Bina Anak Muslim Singkawang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap meningkatnya hasil belajar peserta didik dengan nilai rata-rata 82,44. Sementara itu, gaya belajar peserta didik juga mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial dengan nilai rata-rata 70,4. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil bahwa pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada peserta didik dengan gaya belajar auditorial memberikan pengaruh yang kecil terhadap tingginya hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial peserta didik dengan effect size sebesar 0,32 dengan kriteria besarnya effect sizeberada pada katagori sedang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning dan gaya belajar auditorial peserta didik terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IV di Sekolah Dasar Swasta Bina Anak Muslim Singkawang. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning (X1) dan gaya belajar auditorial (X2). Variabel terikat (Y) dalam penelitian ini adalah hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (Y). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV Sekolah Dasar Swasta Bina Anak Muslim Singkawang yang berjumlah 34 orang peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas IV di Sekolah Dasar Swasta Bina Anak Muslim Singkawang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap meningkatnya hasil belajar peserta didik dengan nilai rata-rata 82,44. Sementara itu, gaya belajar peserta didik juga mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial dengan nilai rata-rata 70,4. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil bahwa pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada peserta didik dengan gaya belajar auditorial memberikan pengaruh yang kecil terhadap tingginya hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial peserta didik dengan effect size sebesar 0,32 dengan kriteria besarnya effect size berada pada katagori sedang
Penggunaan Media Bungnge Tallo’ untuk meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa pada Materi Bilangan Kubik
Salah satu masalah yang dialami siswa kelas VI SDNegeri 90 Singkawang dalam pembelajaran matematika adalah kurangnya pemahaman terhadap konsepmatematika, sehingga nilaisiswa selalu rendah. Penyebabnya adalah pembelajaran yang dilakukan guru dalam menyampaikan konsep matematikatidak menyenangkan bagi siswa. Salah satu cara mengatasi masalah tersebut, guru menerapkan pembelajaran matematika dengan media pembelajaranBungnge Tallo’APATI. Dengan media pembelajaranBungnge Tallo’ APATI pada pembelajaran bilangan kubik, siswa dapat termotivasi dalam pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan hasil belajarnya. Penelitian dilakukan melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan dari prasiklus dengan nilai rata-rata 45 meningkat 64 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 89 pada siklus II, dengan ketuntasan minimal 100%