JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia)
Not a member yet
159 research outputs found
Sort by
Pengembangan Instrumen Literasi Lingkungan Ranah Kognitif Untuk Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Malang
Tujuan peneilitian ini adalah untuk mengetahui kevalidan dan reliabilitas dari instrumen literasi lingkungan ranah kognitif sehingga dapat digunakan sebagai acuan untuk pengembangan instrumen literasi lingkungan ranah kognitif yang lainnya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) dengan menggunakan model pengembangan Borg & Gall. Subjek penelitian adalah siswa SD (sekolah dasar) kelas V di Kabupaten Malang tahun ajaran 2018/2019. Banyak subjek penelitian ini sebanyak 98 siswa. Hasil dari pengukuran validitas isi dan konstruk didapat bahwa produk yang dikembangkan telah valid dan dapat dilanjutkan pada tahap pengembangan produk selanjutnya. Tahap berikutnya adalah pengukuran validitas empiris yang terdiri dari pengukuran reliabilitas dan validitas produk pada uji coba lapangan pendahuluan dan uji coba lapangan utama. Hasil uji coba lapangan pendahuluan didapat hasil bahawa ada dua soal yang tidak valid dari 30 soal sehingga perlu adanya revisi. Hasil reliabilitas uji coba lapangan pendahuluan didapat hasil bahwa produk yang dikembangkan reliabel. Hasil uji coba lapangan utama didapat hasil bahawa semua soal valid dan reliabel
implementasi penggunaan alat peraga karton berpetak terhadap hasil belajar matematika siswa kelas 3 SDN Bojongrenged VI
This research was a descriptive qualitative with a titled implementation of cardboard display tools based on the study of mathematics in primary school with 3rd grade students of S dn Bojong renged IV. The research subject are 3rd students of Sdn Bojong renged VI This research aimed to “how to implemented of cardboard display tools based on the study of mathematics in primary school with subjects are 3rd grade students of Sdn Bojong renged VI.? The method of this research are qualitative data which is the instruments used in this study are observation, interviews, and documentation. The research objective is that the implementation of the use of teaching aids can provide concrete scientific contributions to the implementation of learning outcomes, especially in mathematics. The data was then analyzed using qualitative descriptive.Based on the results of the study, it can be concluded that both the process assessments and the learning assessments made by submitting post tests are improvement in students studies. In the last data, Students reached 34,78 percent which is just 8 of 23 children who have been got the same grade with a value of test results above KKM and 65,22 percent which is just 15 of 23 children who have been got below KKM. The minimum criteria (KKM) of this lesson is 60. The students who have a score below KKM just 10 of 23 children that be sampled. The results of students in math studies from the post-test in fraction sub are increas
Pengaruh Keterampilan Mengajar Guru terhadap Aktivitas Belajar Siswa SD Negeri 04 Loning
Keterampilan mengajar guru penting dalam proses pembelajaran karena salah satu cara guru dapat melakukannya sehingga proses pembelajaran di kelas menumbuhkan kegiatan belajar siswa yang efektif. Aktivitas adalah prinsip penting dalam proses pembelajaran. Kegiatan siswa tidak cukup hanya dengan mendengarkan dan membuat catatan, tetapi lebih kompleks dari itu. Semakin tinggi kegiatan belajar siswa, semakin tinggi peluang keberhasilan pengajaran. Ini berarti keterampilan mengajar guru harus mampu membuat siswa merangsang berbagai kegiatan belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keterampilan mengajar guru terhadap aktivitas siswa di SD Negeri 04 Loning. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif tepatnya desain penelitian ex - post facto dengan menggunakan korelasi. Sedangkan untuk analisis penyuling data menggunakan bantuan program SPSS 16.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari data diperoleh nilai t = 7,408 dengan siginifakansi 0,000 <0,05 maka Ho ditolak artinya ada pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan mengajar guru terhadap aktivitas belajar siswa
Pengaruh Model Pembelajaran POE (Predict, Observe and Explain) Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa SD Kelas V ditinjau dari Keterampilan Metakognitif
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh model pembelajaran POE (Predict, Observe and Explain) terhadap keterampilan proses sains siswa SD kelas V ditinjau dari keterampilan metakognitif. Penelitian ini tergolong penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-posstest non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas V SD di Gugus 8 Kota Singkawang. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Sampel terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok control. Kelompok eksperimen adalah kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran POE dan kelompok kontrol adalah kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan tes untuk keterampilan proses sains dan menggunakan kuesioner untuk keterampilan metakognitif. Data dianalisis dengan menggunakan analisis varians dua jalur dan uji tuckey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan proses sains antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran POE dan siswa yang mengikuti pembelajaran secara konvensional (FA=35,09;p<0,05);2) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran POE dan keterampilan metakognitif terhadap keterampilan proses sains siswa (FAB=7,759;p<0,05);3) pada siswa yang memiliki keterampilan metakognitif tinggi, terdapat perbedaan signifikan keterampilan proses sains antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran POE dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Q=8,79;p<0,05);4) pada siswa yang memiliki keterampilan metakognitif rendah, tidak terdapat perbedaan signifikan keterampilan proses sains antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran POE dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Q=3,17;p>0,05)
Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD melalui Model Pembelajaran Discovery Learning
Penelitian ini berangkat dari kondisi keterampilan berpikir kritis siswa kelas 4 SD N Karangduren 02 masih rendah dan berdampak pada hasil belajar yang rendah pula. Berdasarkan latar belakang tersebut tujuan dilakukannya penelitian ini ialah meningkatkan keterampilan bepikir kritis dan hasil belajar melalui Model Pembelajaran Discovery Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah PTK yang dilakukan dalam 2 siklus. Instrumen pengumpulan data diantaranya tes yang berupa soal tes untuk mengukur tingkat ketercapaian hasil belajar dan nontes berupa rubrik penilaian tugas untuk mengukur tingkat berpikir kritis peserta didik. Analisis data pada penelitian ini ialah analisis deskriptif komparatif. Tingkat bepikir kritis dan hasil belajar pada pra-siklus diantaranya berpikir kritis pada kategori sangat tinggi sebesar 7%, kategori tinggi sebesar 41%, dan kategori rendah sebesar 52% sehingga berdampak pada hasil belajar dengan presentase 46% mencapai ketuntasan dan 64% belum mencapai ketuntasan. Setelah dilakukannya penelitian tahap siklus I keterampilan berpikir kritis peserta didik meningkat menjadi 22% berada pada kategori sangat tinggi, 63% pada kategori tinggi, 15% pada kategori rendah. Hasil belajar peserta didik 63% sudah mencapai ketuntasan dan 37% belum mencapai ketuntasan. Pada siklus II meningkat lebih signifikan yaitu 63% dari keseluruhan peserta didik tingkat berpikir kritis berada pada kategori sangat tinggi dan 37% berada pada kategori tinggi, hasil belajar peserta didik juga terlihat 85% peserta didik mencapai ketuntasan dan 15% peserta didik belum mencapai ketuntasan
Penerapan Model Project Based Learning Berbantuan Media Pop Up Book Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas V
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui penerapan model Project Based Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Banaran 5 yang berjumlah 12 siswa. Teknik yang digunakan dalam penelitian adalah dengan menggunakan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan, yang diupayakan melalui Project Based Learning antar siklus, yakni sebanyak (50%) dari seluruh siswa mencapai kategori kemampuan berpikir kreatif cukup di pra siklus, meningkat menjadi (58,3%) kategori berpikir kreatif tinggi di siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi (91,7%) kategori berpikir kreatif tinggi. Hasil ini menunjukan bahwa adanya peningkatan pada setiap kemampuan berpikir kreatif siswa dengan menerapkan model Project Based Learning, sehingga dapat disimpulkan bahwa model Project Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif
Pengaruh Kelompok Kerja Guru (KKG) Terhadap Peningkatan Kompetensi Pedagogik dan Kemampuan Menulis Karya Ilmiah
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh peningkatan kompetensi pedagogik guru dan kemampuan penulisan kemampuan menulis karya ilmiah guru terhadap Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik analisis jalur (path analysis) untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan secara factual dengan menggunakan pendekatan kuantitatif sebagai tumpuan analisis teknik regresi untuk menguji hipotesis yang menyatakan ada atau tidak pengaruh variabel bebas (X1) dan (X2) dengan variabel terikat (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah guru Sekolah Dasar (SD) anggota KKG Gugus 1 dan 2 Kecamatan Ciampea sebanyak 95 orang dengan jumlah Sampel penelitian ini berjumlah 25 guru. Hasil dari penelitian, pertama, terdapat pengaruh positif kegiatan KKG (Y) terhadap pengingkatan kompetensi pedagogik guru (X1), dengan indeks korelasi r y1 = 3,27 dengan hasil uji koefisien korelasi yang signifikan pada α = 5 % serta diperjelas bahwa 80 % variasi Y dipengaruhi oleh X1. Kedua, terdapat pengaruh kegiatan KKG (Y) dengan kemampuan menulis karya ilmiah (X2), dengan koefisien korelasi r y2 = 3,32 dengan hasil uji koefisien korelasi yang signifikan pada α = 5 % serta diperjelas bahwa 80 % variasi Y dipengaruhi oleh X2. Ketiga terdapat pengaruh positif kegiatan KKG (Y) dengan pengingkatan kompetensi pedagogik guru (X1) dan kemampuan menulis karya ilmiah (X2), dengan koefisien korelasi ganda Ry.12 = 4,76 dengan hasil uji koefisien korelasi yang signifikan pada α = 5 % serta diperjelas bahwa 80 % variasi Y dipengaruhi oleh X1 dan X2. Melalui analisa pengujian diperoleh bahwa koefisen korelasi dan koefisien regresi tersebut sangat signifikan. Hal tersebut membuktikan bahwa terdapat hubungan yang positif dan sangat signifikan antara peningkatan kompetensi pedagogik dan kemampuan menulis karya ilmiah dengan kegiatan KKG
Pengaruh Model Teams Games Tournament dan Student Team Achievement Division terhadap Hasil Belajar IPA di Sekolah Dasar
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan pengaruh hasil belajar IPA dengan menggunakan model Teams Games Tournament (TGT) dan Student Achievement Division (STAD). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experiment Design. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik tes, observasi dan studi dokuken. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh nilai t- test sebesar 0,865 dengan sig. (2- tailed) 0,391 > 0,05, maka H0 diterima karena nilai probabilitas > 0,05 sedangkan Ha ditolak. Ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran TGT dan STAD pada hasil belajar IPA pada siswa kelas IV di Gugus Ki Hajar Dewantara, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang
Keteladanan Guru sebagai Sarana Penerapan Pendidikan Karakter Siswa
Penerapan Pendidikan karakter merupakan sebuah jalan untuk membangun pendidikan yang lebih bermoral. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis keteladanan guru dalam penerapan pendidikan karakter disekolah. Artikel ini merupakan hasil analisis dengan mengkaji literatur yang memiliki keterkaitan dengan topik pembahasan. Model yang digunakan adalah studi literatur atau lirature riview. Dari hasil penelaahan, hasil yang didapat menunjukkah bahwa penerapan pendidikan karakter disekolah merupakan tanggung jawab semua warga sekolah, tetapi guru memegang peranan penting dalam pencapaian program tersebut sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa keberhasilan pendidikan karakter disekolah bergantung dari sejauh mana guru tersebut bisa menjadi teladan siswa-siswinya sehingga untuk mewujudkan siswa yang berkarakter diperlukan guru yang berkarakter pula
Student Profile Toword Course Activities At PGSD FKIP University Widya Dharma Klaten
The research was backgrounded by a decrease in the number of students who enrolled in Unwidha Klaten's PGSD Study Program. The study focused on the profile of students towards the PGSD FKIP Klaten Widya Dharma University lecture activities. Data collection uses an instrument in the form of a questionnaire. Processing data using editing, explanation information, diagrams, and percentage explanations. The research conclusions are explained as follows. The majority of Unwidha Klaten's PGSD students in 2017 have self-explanations such as being born in Klaten before the millennium, having a productive age, having traits, and predominantly female characters. The majority of Unwidha Klaten's PGSD students in 2017 have family information such as having to struggle to get more information about bachelor diplomas, civil servants, private teachers, love their siblings, be an example, and a good example in the family. The majority of Unwidha Klaten's PGSD students in 2017 have health information such as being able to maintain their weight, height, eye health, hearing health, should not be considered arrogant because they do not have recurrence of disease and accident problems. The majority of Unwidha Klaten's PGSD students in 2017 have lecture information such as having the desire to become an elementary school teacher, taking a distance of more than 1 kilometer with up to 1 hour, choosing the subjects they like and the hardest courses, namely PGSD courses