BERKALA SAINSTEK
Not a member yet
    254 research outputs found

    Kajian Fraktal k-Fibonacci Word Menggunakan Natural Drawing Rule

    Get PDF
    Fraktal k-Fibonacci Word dapat dibentuk dari suatu barisan khusus dari bilangan biner {0,1}. Barisan ini didefinisikan k secara rekursif sebagai, f =0 , f =0k−1 1 , f untuk n≥2 d a n k≥1 . Pembangkitan k ,0 k ,1 k ,n = f k ,n−1 f k , n−2 fraktal k-Fibonacci word dapat dilakukan dengan cara memodifikasi barisan baru yaitu menggunakan barisan Dense Fibonacci Word untuk menghasilkan kurva fraktal dengan menggunakan tiga digit {0,1,2}, kemudian untuk membangkitkan kurva fraktalnya menggunakan aturan garis sederhana yang disebut natural drawing rule. Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana cara menerapkan natural drawing rule untuk membangkitkan kurva fraktal k-Fibonacci Word dan mengetahui perubahan bentuk kurva generalisasi k genap dan k ganjil. Karakteristik yang diperoleh untuk barisan Dense Fibonacci word generalisasi k ganjil dan k genap berbeda untuk generalisasi k ganjil mempunyai kesamaan kurva F sedangkan untuk k−2 , n generalisasi k genap mempunyai kesamaan kurva yaitu F . k−4 , n Kata Kunci: fraktal k-Fibonacci Word, barisan Dense Fibonacci Word, natural drawing rul

    Sifat Histerisis Pada Konstanta Dielektrik dan Indeks Bias Minyak Zaitun Dengan Variasi Suhu

    Get PDF
    Minyak zaitun adalah minyak nabati yang diperoleh dari tanaman zaitun (olea europaea). Minyak zaitun dapat digunakan untuk memasak, bahan obat-obatan, dan sabun. Setiap bahan termasuk minyak zaitun memiliki sifat-sifat fisika dan besarnya sangat ditentukan oleh kondisi internal bahan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lebar kurva histerisis melalui pengukuran konstanta dielektrik dan indeks bias. Bahan yang diteliti berupa 3 jenis minyak zaitun. Penelitian ini menggunakan metode kapasitansimeter dan difraksi Fraunhofer celah ganda. Diketahui bahwa ketiga jenis minyak zaitun memiliki lebar kurva histerisis yang berbeda pada pengukuran konstanta dielektrik maupun indeks bias dengan variasi suhu. Hubungan antara nilai konstanta dielektrik terhadap suhu menunjukkan peningkatan, sedangkan untuk nilai indeks bias menunjukkan penurunan. Pada pengukuran konstanta dielektrik menunjukkan bahwa minyak zaitun virgin olive oil memiliki lebar kurva histerisis paling besar dibandingkan minyak zaitun extra virgin olive oil dan extra light olive oil. Hal ini menunjukkan bahwa minyak zaitun virgin olive oil memiliki kemampuan paling besar untuk menyimpan enegi termal. Sedangkan pada pengukuran indeks bias menunjukkan bahwa minyak zaitun extra virgin olive oil memiliki lebar kurva histerisis paling besar dibandingkan minyak zaitun extra light olive oil dan virgin olive oil,. Hal ini juga menunjukkan bahwa minyak zaitun extra virgin olive oil memiliki kemampuan paling besar untuk menyimpan enegi termal. Kata Kunci: Minyak zaitun, konstanta dielektrik, indeks bias, metode kapasitansimeter, metode difraksi Fraunhofer, kurva histerisi

    Klasifikasi Berita Politik Menggunakan Algoritma K-nearst Neighbor

    Get PDF
    Klasifikasi konten berita politik menggunakan algoritma K-Nearest Neighbor merupakan suatu proses untuk mengklasifikasikan berita politik ke dalam tiga subkategori yang lebih spesifik yaitu pilkada, UU ORMAS dan reshuffle kabinet. Algoritma yang digunakan dalam penelitian ini adalah algoritma K-Nearest Neighbor. Algoritma K-Nearest Neighbor merupakan suatu pendekatan klasifikasi yang mencari semua data training yang paling relatif mirip atau memiliki jarak yang paling dekat dengan data testing. Algoritma ini dipilih karena K-Nearest Neighbor merupakan algoritma yang sederhana dengan mencari kategori mayoritas sebanyak nilai K yang telah ditentukan sebelumnya. nilai K yang digunakan pada penelitian ini adalah K=3, K=5, K=7 dan K=9. Mekanisme dari sistem klasifikasi konten berita ini dimulai dengan tahap preprocessing. Berita politik yang dimasukkan kedalam sistem akan melewati empat tahap preprocessing yaitu case folding, tokenizing, stopword dan stemming. Tahap selanjutnya yaitu tahap pembobotan term. Pembobotan atau term weighting merupakan proses mendapatkan nilai term yang berhasil diekstrak dari proses sebelumnya yaitu proses preprocessing. Algoritma yang digunakan untuk tahap pembobotan pada penelitian ini adalah algoritma TFIDF. Setelah didapatkan nilai dari bobot term, kemudian dicari nilai jarak antar dokumen menggunakan algoritma cosine similarity. Langkah berikutnya adalah melakukan pengurutan data dalam data training berdasarkan hasil perhitungan nilai jarak. Selanjutnya, dari hasil pengurutan tersebut diambil sejumlah K data yang memiliki nilai kedekatan. Tujuan dari penelitian ini adalah sistem mampu mengimplementasikan algoritma KNN pada dokumen yang memiliki similarity yang tinggi. Pada penelitian ini dilakukan 3 pengujian dengan tiga variasi dataset yang berbeda dengan empat nilai K. Hasil akurasi yang terbaik didapatkan ketika sistem menggunakan nilai K=9 yang menunjukkan nilai precision sebesar 100%, recall sebesar 100% dan nilai f-measure sebesar 100%. Kata Kunci: klasifikasi, algoritma K-Nearest Neighbor, TFIDF, cosine similarity, confusion matrix

    Studi Resonansi Feromagnetik BaFe12O19 Menggunakan Simulasi Mikromagnetik

    Get PDF
    Barium Hexaferit (BaFe12O19) adalah magnet keramik golongan ferit. Ferit diaplikasikan sebagai magnet permanen dan mempunyai struktur hexagonal close-pakced (HCP). Kurva histerisis magnet permanen jenis ini memiliki koersivitas yang relatif tidak besar sehingga senyawa tersebut juga berpeluang cukup baik untuk diaplikasikan sebagai media penyimpanan data (magnetic recording) berupa patterned media. Penelitian ini mengkaji sifat-sifat magnetik bahan BaM berbentuk hexagonal terhadap kurva histerisis dan sifat resonansi feromagnetik pada berbagai variasi ukuran (meliputi : ketebalan dan diagonal hexagonal). Running simulasi mikromagnetik dilakukan untuk mendapatkan kurva histerisis dan frekuensi resonansi bahan BaM. Frekuensi resonansi meningkat (heksagonal diagonal tetap pada 12 nm) dengan bertambahnya ketebalan bahan BaM (misal pada ketebalan 24 nm diperoleh frekuensi resonansi sebesar 21,7 GHz dan pada ketebalan 36 nm diperoleh frekuensi resonansi sebesar 22,4 GHz), hal ini dikarenakan dengan bertambahnya ukuran ketebalan bahan BaM posisi spin terlihat sangat teratur. Sedangkan hubungan frekuensi resonansi dengan diagonal hexagonal yaitu kebalikannya.Kata Kunci: BaFe12O19, Simulasi mikromagnetik, Frekuensi resonans

    Sintesis Lapis Tipis Zn1-XNiXO sebagai Material Fotokatalis Pendegradasi Pewarna Tekstil

    Get PDF
    Limbah cair zat warna dapat didegradasi dengan menggunakan teknik fotodegradasi katalitik menggunakan material semikonduktor dengan bantuan paparan sinar ultraviolet (UV). Salah satu material semikonduktor yang digunakan untuk proses pendegradasian adalah zink oksida (ZnO). Metode sintesis lapis tipis Zn1-xNixO adalah sistem deposisi larutan. Pengaruh dari variasi jumlah penambahan ion dopan Ni 2+ pada sintesis lapis tipis Zn1-xNixO terhadap struktur dan komposisi dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan X-Ray Fluoresence (XRF). Kinerja dari lapis tipis Zn1-xNixO sebagai fotokatalitik dipelajari melalui % degradasi limbah zat cair dalam hal ini menggunakan Procion Red MX8-B. Berdasarkan hasil karakterisasi diperoleh hasil semakin tinggi persentase ion dopan Ni2+ maka semakin tinggi kristanilitas dan semakin kecil ukuran kristal dari lapis tipis Zn1-xNixO. Begitu pula pada aktivitas fotokatalisnya semakin tinggi persentase ion dopan Ni2+ maka semakin tinggi pula persen degradasinya. Aktivitas fotokatalis optimum didapatkan pada lapis tipis dengan komposisi 5% Ni yaitu sebesar 34.5%. Kata Kunci: Lapis tipis Zn1-xNixO, fotodegradasi katalitik, limbah cair zat warna

    Optimasi Penempatan Distributed Generation (DG) dan Kapasitor pada Sistem Distribusi Radial Menggunakan Metode Genetic Algorithm (GA) (Studi Kasus pada Penyulang Watu Ulo Jember)

    Get PDF
    Dalam memperbaiki penyuplaian sistem tenaga listrik dapat dilakukan dengan mengoptimasi penempatan dari distributed generation (DG) dan kapasitor serta ukurannya pada suatu sistem distribusi tenaga listrik. Dalam mengoptimasi penempatan serta ukurannya digunakan suatu metode yakni genetic algorithm (GA). GA adalah algoritma yang berusaha menerapkan pemahaman mengenai evolusi alamiah pada tugas-tugas pemecahan masalah (problem solving). Pada penelitian ini didapat penempatan dan ukuran yang optimal dari DG dan kapasitor yakni pada bus 3, 49, 51, 64 dan 70 dengan ukuran DG sebesar 4, 46, 41, 50 dan 22 kW serta ukuran kapasitor sebesar 23, 15, 54, 8 dan 11 kVAr. Didapat nilai total rugi-rugi daya sebesar 600.9546 kW pada daya aktif dan daya reaktif sebesar 605.4042 kVAr. Sedangkan sebelum penempatan DG dan kapasitor terdapat nilai total rugi-rugi daya sebesar 657.3084 kW pada daya aktif dan daya reaktif sebesar 663.7226 kVAr. Hal ini membuktikan dengan adanya penempatan DG dan kapasitor dapat memperbaiki daya aktif dan daya reaktifnya. Serta terdapat perbaikan profil tegangan disetiap busnya setelah adanya penempatan dari DG dan kapasitor dibandingkan sebelum adanya penempatan dari DG dan kapasitor, dimana pada bus 60 mengalami perbaikan profil tegangan dari 0.8454 Volt menjadi 0.8523 Volt.Kata Kunci: Distributed Generation (DG), Genetic Algorithm (GA), Kapasito

    Analisis Karakteristik Input-Output dan Optimasi Biaya Pembangkitan Menggunakan Metode Quadratic Least Square Regression dan Metode Dynamic Genetic Algorithm

    Get PDF
    Optimalisasi produksi listrik, khususnya pada pembangkit termal membutuhkan analisis karakteristik input-output dan pembebanan yang tepat agar beroperasi dengan baik. Karakteristik input-output akan mengawasi pergeseran yang terlihat dari kurva dan mendeteksi perlu adanya maintenance atau tidak pada sebuah pembangkit. Karakteristik input-output dapat dihitung dengan metode quadratic least square regression. Sedangkan pembebanan yang tepat, membuat produksi listrik sesuai maksimal beban yang diinginkan dengan biaya paling murah. Perhitungan pembebanan dilakukan dengan metode dynamic genetic algorithm. Metode ini diaplikasikan pada data PT. PJB UP Gresik bulan Juli 2015 didapatkan total biaya bahan bakar yang dihemat sebesar 3.162,9147 KNM3 dan biaya bahan bakar sebesar $22.773 dibandingkan PJB. Kata Kunci: dynamic genetic algorithm, economic dispatch, karakteristik input-output, quadratic least square regression

    Ekstraksi Xilan dari Limbah Ampas Singkong dan Pemanfaatannya sebagai Substrat Endo-B-1,4-D-Xilanase

    Get PDF
    Ampas singkong merupakan limbah hasil pembuatan tepung tapioka. Hemiselulosa merupakan komponen kimia pada ampas singkong, komponen utama hemiselulosa adalah xilan. Penelitian ini bertujuan mendapatkan xilan dari ampas singkong serta pemanfaatan xilan sebagai substrat endo-B-1,4-D-xilanase. Ampas singkong yang akan diekstraksi diukur terlebih dahulu kadar HCN, lignin, dan air. Ekstraksi xilan dari ampas singketode DNS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ampas singkong yang digunakan pada penelitian ini memiliki kandungan HCN sebesar 16,10 ppm, kadar lignin sebesar 4,34% dan kadar air sebesar 7,45%. Ekstraksi xilan dengan NaOH 12% menghasilkan rendemen tertinggi yaitu 32,14% (delignifikasi) dan 52,36% (tanpa delignifikasi).Kata Kunci: Ampas singkong, xilan, delignifikasi

    Sistem Penunjang Keputusan Pemilihan Majelis Gereja Kristus Tuhan Jember dengan Metode Fuzzy-Analytic Hierarchy Process (F-AHP)

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menerapkan metode F-AHP pada pemilihan majelis Gereja Kristus Tuhan Jember. Penelitian dilakukan dengan SDLC Waterfall di mana pengumpulan data berupa bobot nilai perbandingan berpasangan antar kriteria dan data alternatif didapat dari rohaniawan dan staff GKT Jember. Jemaat yang dapat dipilih menjadi Majelis harus menjadi jemaat tetap GKT Jember dan memiliki kriteria sesuai dengan Alkitab seperti yang telah ditetapkan oleh Sinode Gereja Kristus Tuhan. Pada pelaksanaannya, majelis masih dipilih secara manual oleh jemaat, di mana semua jemaat aktif dapat terpilih menjadi majelis gereja dan kurang diperhatikannya kriteria yang telah ditetapkan oleh Sinode gereja. Hal ini kurang efisien, mengingat pertumbuhan jumlah jemaat yang terus bertambah yang mengakibatkan semakin banyaknya alternatif pilihan sehingga membutuhkan waktu yang lama serta sumber daya yang banyak untuk melakukan pemilihan. Oleh karena itu, sistem penunjang keputusan pemilihan majelis sangat dibutuhkan untuk membantu memberikan rekomendasi pemilihan majelis berdasarkan kriteria-kriteria yang ditentukan dan mengurangi subjektifitas dalam pemilihan. Metode Fuzzy-Analytic Hierarchy Process (F-AHP) merupakan pengembangan dari metode AHP yang diterapkan untuk mengatasi subjektifitas dalam penilaian dan akan menghasilkan perankingan data alternatif untuk menentukan alternatif terbaik untuk dipilih sebagai majelis gereja. Dari penelitian yang sudah dilakukan, sistem dapat menampilkan ranking dari setiap alternatif sebagai rekomendasi yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.Kata Kunci: Sistem Penunjang Keputusan, Majelis, Gereja, Fuzzy-Analytic Hierarchy Process (F-AHP

    Pengaruh Pelarut dan Ukuran Template Terhadap Struktur TiO2

    Get PDF
    Sintesis titanium oksida (TiO2) telah dilakukan pada penelitian ini menggunakan metode sol gel. Titanium isopropoksida (TTIP) digunakan sebagai prekursor. Pelarut yang digunakan antara lain metanol, etanol, dan 2-propanol. Sintesis TiO 2 juga memakai polietilen glikol (PEG) sebagai molekul template. Variasi yang digunakan adalah variasi pelarut dan berat molekul template. Hasil analisa XRD untuk variasi pelarut menunjukkan bahwa pelarut metanol menghasilkan ukuran kristal yang lebih kecil dibandingkan dengan etanol dan 2-propanol yaitu sebesar 137,50 nm.Kata Kunci: Pelarut, Polietilen glikol, Sol Gel, TiO2

    204

    full texts

    254

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    BERKALA SAINSTEK
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇