BERKALA SAINSTEK
Not a member yet
254 research outputs found
Sort by
Perbaikan Citra Inframerah dengan Metode Divide-Conquer dan Metode Histogram Equalization
CCTV (Closed Circuit Television) atau kamera pengawas yang berbasis inframerah banyak dijumpai di tempat-tempat umum seperti persimpangan jalan, perkantoran, pertokoan, dll. Inframerah merupakan suatu radiasi elektromagnetik yang di dalam kamera CCTV berfungsi untuk mengadaptasi gambar dalam keadaan kurang cahaya menjadi terlihat oleh mata dalam mode grayscale. Namun, citra inframerah ini mengalami sedikit derau (noise), kurang tajam, kabur, dsb. Sehingga diperlukan suatu proses perbaikan citra. Penelitian ini akan membahas perbandingan metode Histogram Equalization dan Divide-Conquer, kemudian kedua citra hasil dibandingkan berdasarkan visual dan Liniear Index of Fuzziness. Berdasarkan hasil penelitian, metode Divide-Conquer menghasilkan kualitas citra yang lebih baik secara visual ataupun dengan Linear Index of Fuzziness dibanding dengan Histogram Equalization. Jika dengan dibandingkan dengan citra asli, kedua metode menghasilkan citra yang lebih baik. Namun, hasil citra Histogram Equalization lebih terang sehingga ada beberapa detail citra yang hilang. Kata Kunci: Perbaikan citra, citra inframerah, Histogram Equalization, Divide-Conquer, Linear Index of Fuzziness
Sistem Informasi Posyandu Ibu Hamil dengan Penerapan Klasifikasi Resiko Kehamilan Menggunakan Metode Naïve Bayes
Sistem informasi posyandu ibu hamil dapat mengelola data kesehatan ibu hamil yang berkaitan dengan faktor resiko kehamilan. Faktor resiko kehamilan berdasarkan ketentuan Kartu Skor Poedji Rochyati (KSPR) digunakan bidan untuk menentukan resiko kehamilan dengan memberikan skor pada masing-masing parameter. KSPR memiliki kelemahan tidak dapat memberikan skor pada parameter yang belum pasti sehingga jika belum diketahui dengan pasti maka dianggap tidak terjadi. Konsep membaca pola data yang diadopsi dari teknik datamining menggunakan metode klasifikasi naive bayes dapat menjadi alternatif untuk kelemahan KSPR tersebut yaitu dengan mengklasifikasikan resiko kehamilan. Metode naïve bayes menghitung probabilitas parameter tertentu berdasarkan data pada periode sebelumnya yang telah ditentukan sebagai data training, berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat diketahui resiko kehamilan secara tepat sesuai parameter yang telah diketahui. Metode naïve bayes dipilih karena memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi daripada metode klasifikasi lainnya. Sistem informasi ini dibangun berbasis website agar dapat diakses secara mudah oleh beberapa posyandu yang berbeda tempat. Sistem dibangun mengadopsi dari model Waterfall. Sistem informasi posyandu ibu hamil dirancang dan dibangun dengan tiga (3) hak akses yaitu admin, bidan dan kader dengan masing-masing fitur yang dapat memudahkan penggunanya. Hasil dari penelitian ini adalah sistem informasi posyandu ibu hamil dengan penerapan klasifikasi resiko kehamilan menggunakan metode naïve bayes, dengan tingkat akurasi ketika menggunakan 17 atribut didapatkan 53.913%, 19 atribut didapatkan 54.348%, , 21 atribut didapatkan 54.783%, dan 22 atribut didapatkan 56.957%. Tingkat akurasi klasifikasi diperoleh menggunakan metode pengujian menggunakan Ten-Fold Cross Validation dimana training set dibagi menjadi 10 kelompok, jika kelompok 1 dijadikan test set maka kelompok 2 hingga 10 menjadi training set. Kata Kunci: Posyandu, Resiko Kehamilan, Waterfall, Datamining, Klasifikasi, Naïve baye
Pengaruh Fermentasi Oleh Effective Microorganis-4 (EM-4) Terhadap Kadar Kurkumin Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)
Curcuma xanthorrhiza Roxb. merupakan tanaman asli Indonesia yang lebih dikenal sebagai temulawak. Rimpang temulawak merupakan salah satu bahan untuk pembuatan jamu ternak. Jamu ternak berfungsi untuk meningkatkan produktivitas ternak. Pembuatan jamu ternak relatif murah dan mudah, yaitu dengan mencampurkan rimpang temulawak yang telah dihaluskan dengan cairan EM4. Campuran tersebut difermentasi selama 7 hari pada wadah tertutup. Kandungan kimia utama dalam rimpang temulawak adalah kurkumin. Penelitian untuk mengetahui pengaruh fermentasi oleh EM4 (dengan variasi volume 10, 20 dan 30 ml) terhadap kadar kurkumin yang diperoleh dari ekstrak rimpang temulawak yang dianalisa dengan menggunakan metode KLT-Densitometri, menunjukkan semakin banyak EM4 yang ditambahkan, semakin besar kadar kurkumin yang diperoleh. Namun, pada penambahan EM4 sebanyak 10 dan 20 ml kadar kurkumin yang diperoleh lebih sedikit dibanding kontrol (tanpa penambahan EM4). Hal tersebut didukung dengan adanya dua spot baru selain spot pada larutan standar dengan intensitas yang besar. Sedangkan pada penambahan EM4 30 ml memiliki kadar kurkumin paling besar. Kata Kunci: Fermentasi, Jamu ternak, KLT-Densitometri, Kurkumin, Rimpang temulawak
Implementasi Metode Backpropagation Neural Network (BNN) dalam Sistem Klasifikasi Ketepatan Waktu Kelulusan Mahasiswa (Studi Kasus: Program Studi Sistem Informasi Universitas Jember)
Program Studi Sistem Informasi adalah salah satu program studi di Universitas Jember yang berdiri sejak tahun 2009. Sampai saat ini sudah cukup banyak mahasiswa yang telah menyandang gelar sarjana, khususnya angkatan 2009-2013 , namun tidak banyak yang berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu sehingga berdampak pada penilaian akreditasi dari program studi tersebut. Mahasiswa memiliki beban pembelajaran sekurang-kurangnya 144 SKS dengan masa studi selama 4- 5 tahun untuk memperoleh gelar sarjana. Berdasarkan permasalahan tersebut, terdapat berbagai cara untuk mengklasifikasi ketepatan waktu kelulusan mahasiswa, salah satunya dengan metode jaringan syaraf tiruan Backpropagation. Data yang digunakan yaitu data lulusan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Jember angkatan tahun 2011-2013. Atribut yang digunakan untuk klasifikasi berjumlah 9 atribut, yaitu nilai Indeks Prestasi (IP) semester 1 sampai 6, jumlah SKS yang ditempuh, semester saat terakhir kali memprogram matakuliah Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktik Kerja Lapang (PKL). Kelas yang digunakan untuk klasifikasi yaitu ketepatan waktu lulus mahasiswa tersebut. Penentuan ketepatan waktunya yaitu jika masa studi kurang dari sama dengan 60 bulan, maka mahasiswa tersebut lulus tepat waktu dan jika lebih dari 60 bulan maka tidak tepat waktu. Penerapan metode klasifikasi ini dilakukan dengan menggunakan learning rate 0.1, 0.3, 0.5, 0.7, dan 0.9 dengan batas iterasi masing-masing 1.000, 2.000, dan 3.000 iterasi. Nilai akurasi tertinggi yaitu sebesar 98,82% pada iterasi ke-2000 dan 3000, masing-masing dengan learning rate = 0,7 dan 0,9 untuk iterasi ke-2000 dan learning rate = 0,5, 0,7 dan 0,9 untuk iterasi ke-3000. Hasil tersebut didapat dari jumlah data benar sebanyak 167 data dari 169 data secara keseluruhan. Kata Kunci: Data Mining, Klasifikasi, Jaringan Syaraf Tiruan, Metode Backpropagation Neural Network
Perilaku Bermain Anak Sapi Peranakan Ongole (PO) di Blok Merak, Kawasan Resort Labuhan Merak Taman Nasional Baluran
Perilaku bermain merupakan perilaku yang dilakukan hewan dengan tujuan untuk adaptasi, yaitu sebagai latihan dalam menghadapi predator, latihan dalam menyerang, bertarung, seperti melarikan diri atau menyerang lawannya. Perilaku bermain dapat menjadi indikator kesejahteraan hewan (animal welfare). Penelitian ini dilakukan di Blok Merak, kawasan Resort Labuhan Merak Taman Nasional Baluran. Penelitian ini menggunakan lima anak sapi peranakan ongole (PO). Prosedur penelitian ini yaitu; penentuan sampel anak sapi, pelabelan sampel anak sapi, pengamatan perilaku, dan pengukuran kondisi lingkungan. Metode yang digunakan dalam pengamatan perilaku adalah Focal Animal Sampling. Parameter yang diukur yaitu frekuensi dan durasi perilaku bermain anak sapi PO yang meliputi jumping, bucking, running, mock fighting/butting calf, dan mounting. Data hasil pengamatan perilaku bermain anak sapi PO dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi dan durasi perilaku bermain yang meliputi jumping dan bucking tiga kali tiga detik, running 27 kali 71 detik, mock fighting/butting calf 45 kali 434 detik, dan mounting yaitu 88 kali 224 detik. Frekuensi dan durasi masing-masing anak sapi PO yaitu anak sapi A 44 kali 215 detik, anak sapi B 24 kali 115 detik, anak sapi C 42 kali 202 detik, anak sapi D 30 kali 83 detik dan anak sapi E 22 kali 120 detik. Kesimpulan penelitian ini adalah ditemukan lima perilaku bermain yang diamati pada anak sapi peranakan ongole (PO) di Blok Merak, kawasan Resort Labuhan Merak yang digembalakan secara liar di savana Taman Nasional Baluran. Kata Kunci: Perilaku Bermain, Anak sapi Peranakan Ongole (PO), dan Taman Nasional Baluran
Analisis Ion Fe3+ dan Konduktivitas pada Air Sumur di Sekitar TPA Pakusari secara Simultan Menggunakan Metode Sequential Injection Analysis
Analisis Fe3+ dan konduktivitas pada air sumur di sekitar TPA Pakusari perlu dilakukan untuk mengetahui kualitas perairan Penelitian ini mengembangkan metode penentuan konsentrasi Fe3+ dan konduktivitas secara simultan dan otomatis dengan menggunakan Sequential Injection Analysis (SIA). Desain SIA dibuat dengan cara menghubungkan syringe pump, selection valve dan kuvet FIA dengan menggunakan pipa kapiler PTFE, sedangkan konduktometer dihubungkan langsung dengan komputer. Salah satu parameter yang memepengaruhi metode ini yaitu volume reagen (KSCN 2M) dan laju alir analit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju alir optimum pada 100 μL/s dan volume KSCN 2M optimum pada 6 μL. Metode ini diaplikasikan langsung untuk menentukan kualitas perairan di sekitar TPA Pakusari. Pengambilan sampel diambil delapan itik di sekitar TPA Pakusari diperoleh hasil bahwa titik 30 meter sebelah utara penampungan air lindi memiliki konsentrasi Fe3+ melebihi ambang batas yang telah di tetapkan KEPMENKES.RI.No. 907/MENKES/SK/VII/2002 dengan konduktivitas yang lebih tinggi dibandingkan air sumur yang lain.Kata Kunci: Fe3+, simultan, SIA, konduktivitas, air lind
Distribusi Lamun di Zona Intertidal Tanjung Bilik Taman Nasional Baluran Menggunakan Metode GIS (Geographic Information System)
Zona intertidal merupakan wilayah perairan laut yang masih dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Salah satu keanekaragaman hayati yang terdapat di zona intertidal adalah lamun. Salah satu tanjung yang memiliki padang lamun adalah Tanjung Bilik Taman Nasional Baluran. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui distribusi lamun di Zona Intertidal Tanjung Bilik Taman Nasional Baluran dengan menggunakan metode GIS (Geographic Information System). Metode pengambilan data yang digunakan yaitu metode jelajah. Data koordinat habitat lamun dipetakan menggunakan program arcGIS 10. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ditemukan empat jenis lamun dengan urutan dari distribusi terluas, yaitu Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Halophila minor, dan Halodule pinifolia. Thalassia hemprichii dan Enhalus acoroides memiliki pola distribusi acak. Halophila minor dan Halodule pinifolia memiliki pola distribusi mengelompok. Kata Kunci: Distribusi, Lamun, Zona Intertidal, Tanjung Bili
Fungsi Likehood Pada Data Tersensor Interval Univariat
Analisis survival adalah metode statistika yang digunakan dalam mempelajari ketahanan hidup yang berhubungan dengan waktu, mulai waktu awal yang sudah ditentukan dalam penelitian sampai waktu akhir penelitian, namun ada beberapa kendala untuk mengestimasi fungsi tersebut yakni adanya data tersensor. Untuk mengestimasi fungsi dengan masalah demikian digunakan metode nonparametrik maksimum likelihood estimator dengan data tersensor interval univariat yakni data pasien kanker payudara di Rumah Sakit Baladhika Husada (DKT) berupa data interval l i =( Li , Ri ) dengan i adalah banyaknya pasien kanker Payudara serta. Pada metode NPMLE sesuai dengan usulan Turnbull perlu dicari terlebih dahulu bagaimana bentuk fungsi likelihood. Dalam mencari fungsi likelihood dengan data univariat, dilakukan pendekatan representasi petrie untuk menghasilkan matriks Clique sebagai matriks indikator (αij ) . Hasil dari penelitian ini berupa fungsi non linear dengan derajat paling besar yaitu berderajat 5. Kata Kunci: survival, nonparametrik, likelihood, matriks Clique,Turnbull
Pemurnian Silikon (Si) Hasil Reduksi Silika dari Fly Ash Batubara
Fly ash merupakan limbah hasil pembakaran batubara yang mengandung beberapa senyawa kimia yang dapat dimanfaatkan.. Salah satu senyawa kimia dengan persentase tinggi di dalam fly ash adalah senyawa silika (SiO2). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan silikon murni hasil dari reduksi silika dari fly ash batubara. Silika diperoleh dengan metode ekstraksi yaitu dengan menggunakan NaOH 3M dan HCl 1M, dilanjutkan dengan pemurnian silika menggunakan HCl 37%. Silika murni yang diperoleh kemudian direduksi menggunakan metode metalotermal dengan logam magnesium. Komposisi massa silika dan magnesium yang digunakan dioptimasi dengan empat variasi perbandingan massa silika:magnesium masing- masing 1:0,8 ; 1:1,5; 1:2 dan 1:2,5. Produk optimum hasil dari proses reduksi kemudian dimurnikan menggunakan 150mL HCl 2M lalu dipanaskan pada suhu 80oC sambil distirer selama 3 jam. Hasil analisa XRF (X-Ray fluorescence) menunjukkan persentase kadar silika yang diperoleh dari proses ekstraksi yaitu 79,72% dan meningkat kadar kemurniannya menjadi 93,76% setelah dilakukan pemurnian. Karakterisasi produk dari reaksi reduksi silika oleh magnesium menggunakan XRD dengan program software Match 3 secara keseluruhan terhadap semua variasi massa silika:magnesium menunjukkan bahwa silikon yang dihasilkan hanya diperoleh pada variasi silika:magnesium 1:0,8 yaitu sebanyak 4,8%. Hal ini ditunjukkan dengan munculnya puncak 2 theta pada titik 42.77 o, 48.43o dan 78.39o. Kemurnian silikon kemudian meningkat menjadi 5,6% setelah dilakukan pemurnian.Kata Kunci: fly ash, pemurnian, reduksi, silika, siliko
Komposisi Jenis Alga Makrobentik Divisi Phaeophyta di Zona Intertidal Pantai Pancur Taman Nasional Alas Purwo
Phaeophyta merupakan salah satu kelompok makroalga yang tersebar melimpah di zona intertidal. Alga makrobentik ini memiliki struktur talus yang terdiri atas bagian holdfast, stipe, dan blade. Kelompok tersebut memiliki kandungan warna yang disebut pigmen fukosantin. Metode yang digunakan adalah road sampling dengan melakukan penyusuran seluruh area sampling menggunakan GPS (Global Positioning System). Jenis-jenis alga yang ditemukan diidentifikasi dan dideskripsikan secara morfologi. Analisis komposisi jenis dilakukan secara deskripsi kualitatif . Hasil yang diperoleh yaitu terdapat empat jenis Phaeophyta yang terdiri atas Sargassum sp., Padina australis, Spatoglossum sp., dan Turbinaria ornata. Jenis-jenis yang ditemukan umumnya memiliki karakteristik morfologi holdfastnya bentuk cakram dan lempeng, stipe pendek, serta blade berupa lembaran dan silindris.Kata Kunci: Pantai Pancur, Phaeophyta, Struktur Morfologi, Zona intertida