BERKALA SAINSTEK
Not a member yet
254 research outputs found
Sort by
Isolasi Emas dari Larutan Kompleks Emas Thiourea Hasil Ekstraksi dengan Metode Elektrolisis
Emas merupakan logam mulia dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Metode pemisahan emas dari campurannya yang biasa digunakan yaitu amalgamasi dan sianidasi. Metode isolasi alternatif yang dapat digunakan yakni dengan leachingmenggunakan pelarut thiourea dilanjutkan dengan pemisahan kompleks yang terbentuk dengan elektrolisis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu optimum dan luas permukaan katoda optimum menggunakan karbon selama elektrolisis berlangsung. Variasi waktu elektrolisis yang diterapkan sebesar 60; 90; 120; 150; 180; dan 210 detik. Waktu optimum yang diperoleh yaitu pada 150 detik dengan persentase penurunan Au dalam larutan sebesar 98,99% diikuti kenaikan massa katoda sebesar 0,02 mgram. Elektrolisis selanjutnya dilakukan dengan variasi luas permukaan katoda karbon 0,1256; 0,2462; dan 0,5064 cm2 dengan waktu 150 detik. Luas permukaan optimum yang diperoleh pada 0,2462 cm2 dengan hasil penurunan Au dalam larutan sebesar 98,459% dan kenaikan massa katoda 0,020 mgram
Penilaian Kriteria Green Building Pada Pembangunan Gedung IsDB Project Berdasarkan Skala Indeks Menggunakan Greenship Versi 1.2 (Studi Kasus: Gedung Engineering Biotechnology Universitas Jember)
Perencanaan dalam pembangunan saat ini harus mengacu dalam konsep Green Building yang merupakan salah satu wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dibidang konstruksi dalam menyikapi pemanasan global (global warming), untuk mengurangi efek dari global warming setiap perencanaan harus menerapkan konsep bangunan yang sesuai dengan iklim dan lingkungan alam sekitar. Perencanaan dengan konsep Green Building merupakan rangka dalam mencapai sertifikasi bangunan ramah lingkungan yang dikeluarkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI). Artikel ini bertujuan untuk menilai penerapan konsep Green Building pada salah satu bangunan IsDB di area Universitas Jember. Metode penelitian pada studi ini menggunakan perangkat penilaian Greenship Untuk Bangunan Baru versi 1.2, proses pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara serta data sekunder dari pihak perencana meliputi gambar rencana, BoQ (Bill of Quantity) dan RKS (Rencana Kerja Syarat-syarat), tahap penilaian yang digunakan yaitu tahap Recognisi Desain (DR) dimana penilaian dilakukan saat proyek dalam kondisi finalisasi desain dan perencanaan. Hasil penelitian menunjukkan gedung mendapatkan total penilaian 30 poin presentase sebesar 38,96% dengan predikat Bronze/perunggu, jika gedung dapat menerapkan beberapa kriteria yang telah direkomedasikan gedung dapat memperoleh nilai 46 poin dengan presentase 59.74 % predikat Gold/emas
Analisis Variasi Faktor Eksposi dan Ketebalan Irisan Terhadap CTDI dan Kualitas Citra Pada Computed Tomography Scan
CT Scan merupakan alat pencitraan sinar-X yang dipadukan dengan komputer pengolah data sehingga mampu menghasilkan gambar potongan melintang tubuh dan memiliki dosis relatif lebih tinggi, karena berasal dari radiasi primer dan radiasi hambur dari setiap slice. Dosis yang dihasilkan dipengaruhi oleh parameter scan yaitu faktor eksposi (tegangan tabung, arus- waktu rotasi) dan ketebalan irisan. Kuantitas dosis pada pemeriksaan CT Scan digunakan metode Computed Tomography Dose Index (CTDI). Penelitian ini dilakukan untuk mengatahui efek variasi parameter scan terhadap CTDI dan kualitas citra dengan menggunakan phantom. Hasil data yang diperoleh menunjukkan bahwa pada variasi 200 mAs, 120 kV dan 5 mm menghasilkan CTDIvol dan CNR optimum dengan nilai masing-masing 25.8 mGy dan 3.51. Hal ini disebabkan adanya keseimbangan nilai antara faktor eksposi yang tidak memiliki rentang yang terlalu jauh sehingga menghasilkan energi dan kuantitas sinar X yang seimbang dan ketebalan irisan tidak menghasilkan noise tinggi sehingga objek dalam phantom tetap dapat terlihat lebih baik. Kata Kunci: CT Scan, CTDI, CTDIvol, LCR, CNR
Screening Fitokimia dan Studi Aktivitas Ekstrak Daun Sintok (Cinnamomum sintoc Bl.) Sebagai Antioksidan dan Antihiperlipidemia
Cinnamomum sintoc Bl. merupakan tanaman yang memiliki kandungan minyak atsiri di kulit batangnya yang digunakan untuk antioksidan, antihiperlipidemia dan lain-lain. Dari penelitian ini, senyawa metabolit sekunder dari daun sintok (kadar air 54,7%±0,69) diekstrak dengan metanol dan dianalisis dengan reagen spesifik. Daun sintok diekstraksi secara maserasi bertingkat dengan meningkatkan kepolaran pelarut, yaitu n-heksana, etil asetat, metanol. Uji antioksidan dan antihiperlipidemia dilakukan pada setiap ekstrak(HS, ES, MS) menggunakan standar asam galat equivalent. Total fenolik dan total flavonoid dihitung menggunakan kurva standar asam galat dan kuersetin, hasil total fenolik dari setiap ekstrak antara lain HS (39,23±2,79 mg AGE/g); ES (110,77±2,37 mg AGE/g); dan MS (283,63±3,96 mg AGE/g). Aktivitas antioksidan pada ekstrak ditentukan dengan kemampuan ekstrak untuk meredam DPPH sedangkan aktivitas antihiperlipidemia ekstrak ditentukan dengan kemampuan ekstrak untuk menghambat kinerja lipase. Potensi ekstrak daun sintok terhadap antioksidan cukup tinggi hanya untuk ekstrak MS, sedangkan potensi terhadap antihiperlipidemia untuk semua jenis ekstrak
Analisis Kepuasan Pelanggan Terhadap Sarana Prasarana dan Lokasi Perumahan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (Studi Kasus Perumahan Griya Pesona Karangrejo Banyuwangi)
Perumahan merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat. Kepuasan konsumen atas pembelian rumah yang ditawarkan merupakan impian dari setiap pengembang. Perumahan Griya Pesona Karangrejo Banyuwangi merupakan kawasan perumahan yang sedang berkembang ke tahap 4. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting perumahan sudah sesuai dengan standar perumahan yang ada, mengetahui variabel apa saja yang menjadi priorotas dari konsumen berdasarkan kualitas produk, sarana prasarana, lokasi dan kualitas pelayanan menggunakan metode QFD (Quality Function Deployment) dan penentuan strategi perbaikan yang harus dilakukan pengembang menggunakan analisis IPA (Importance Performance Analysis). Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan penyebaran kuisioner kepada penghuni perumahan.Dari hasil penelitian didapatkan hasil identifikasi kondisi eksisting dilapangan, Perumahan Griya Pesona Karangrejo Banyuwangi belum sepenuhnya memenuhi standar perumahan yang ada. Urutan variabel yang diprioritaskan diambil 5 variabel yang terbesar dari raw weight yaitu sarana ruang terbuka hijau, perkerasan jalan/paving, keamanan terhadap banjir, lebar dan kondisi jalan utama dan fasilitas pembuangan air kotor/drainase. Dalam penentuan strategi perbaikan berdasarkan analisis IPA pengembang harus melakukan perbaikan jalan sesuai dengan standar dan membangun saluran drainase sesuai standar serta melakukan pengecekan terhadap kualitas produk sebelum diserahkan kepada konsumen
Sistem Informasi Pengukuran Produktivitas Hotel di Kabupaten Jember Menggunakan Metode OMAX (Objective Matrix) dan AHP (Analytical Hierarchy Process) (Studi Kasus Hotel Istana)
Sistem informasi pengukuran produktivitas hotel di kabupaten Jember menggunakan metode OMAX dan AHP merupakan sistem yang bertujuan untuk melakukan perhitungan produktivitas hotel dalam suatu periode dan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan atau penurunan produktivitas sehingga program perbaikan dapat dilakukan ketika produktivitas mengalami penurunan. Metode OMAX digunakan untuk menghitung nilai indeks produktivitas pada periode pengukuran. Sedangkan metode AHP digunakan untuk menentukan nilai bobot pada indikator pengukuran. Sistem informasi pengukuran produktivitas hotel ini dibangun berbasis website agar dapat digunakan dengan mudah oleh manager dan setiap departemen yang ada. Sistem ini dibangun mengadopsi model waterfall. Hasil dari penelitian ini, sistem dapat melakukan perhitungan produktivitas dan menampilkan faktor yang mempengaruhi nilai produktivitas tersebut sehingga dapat membantu manager dalam mengontrol produktivitas. Dengan menggunakan sistem pengukuran produktivitas hotel ini dapat diketahui bahwa pada bulan Oktober 2016 indeks produktivitas mengalami peningkatan sebesar 7,8%. Faktor-faktor yang menyebabkan produktivitas meningkat dibanding periode sebelumnya yaitu rasio hunian kamar, rasio perawatan kamar dan rasio pelayanan F&B.Kata Kunci: Pengukuran Produktivitas, Objective Matrix, AH
Implementasi Algoritma Reversed Vigenere Encryption pada Pengamanan Citra
Pengamanan data atau informasi penting dilakukan untuk mencegah bocornya suatu pesan atau informasi kepada orang yang tidak berhak menerima. Pengamanan suatu data dapat dilakukan dengan menggunakan suatu teknik penyandian yang dinamakan dengan kriptografi. Pada penelitian ini, data yang digunakan adalah pesan/informasi berupa citra RGB sebanyak 10 buah citra. Pesan atau informasi pada penelitian disandikan menggunakan algoritma Reversed Vigenere Encryption. Tujuan dari penyandian citra RGB ini adalah untuk mengetahui bagaimana langkah-langkah enkripsi dan dekripsi serta hasil keamanan dari penyandian citra terhadap serangan-serangan kriptoanalisis. Adapun metode yang digunakan untuk menganalisis hasil enkripsi adalah anilisis histogram dan analisis diferensial. Hasil dari proses enkripsi dan dekripsi citra dapat dilakukan dengan baik namun masih menghasilkan cipherimage yang membentuk sebagian pola dari citra asli sehingga mudah ditebak oleh seseorang. Pada analisis histogram nilai-nilai pixels dari cipherimage belum menyebar secara merata sehingga hasil dari enkripsi citra masih memiliki ketahanan yang lemah terhadap serangan-serangan kriptoanalisis tipe statistik. Pada analisis diferensial, nilai NPCR menghasilkan nilai 100% yang berarti setiap pixels pada citra asli berubah bentuk secara total. Kata Kunci: Kriptografi, Citra RGB, Reversed Vigenere Encryption
Sintesis Silika Gel Berbasis Fly Ash Batu Bara PLTU Paiton Sebagai Adsorben Zat Warna Rhodamin B
Abu terbang batu bara dengan prosentase kandungan SiO 2 telah berhasil digunakan sebagai bahan baku pembuatan Silika Gel. Karakteristik silika gel diketahui dengan munculnya gugus fungsi silanol dan siloksan dengan FTIR, struktur kristal tak beraturan (amorf) dengan XRD, bentuk partikel bola (spherical) dan analisis unsur dengan EDX. Silika gel yang dihasilkan masih mengandung sedikit pengotor oksida alumina dan oksida natrium. Pengujian kapasitas adsorpsi Rhodamin-B silika gel lebih besar dibandingkan abu terbang dengan model adsorsi keduanya mengikuti model isotermal Langmuir dengan konsentrasi optimum pada 200 ppm. Kinetika adsorpsi mengikuti model Pseudo Second Order dimana laju adsorpsi silika gel sedikit lebih tinggi dibanding abu terban, tepai perbedaaanya tidak signifikan.Kata Kunci: zat warna Rhodamin B, silika gel, abu terbang batubara, Isotermal adsorpsi, kinetika adsorps
Aktivitas Antioksidan Kedelai Edamame Hasil Fermentasi Kultur Campuran oleh Rhizopus oligosporus dan Bacillus subtilis
Kedelai edamame mengandung senyawa isoflavon yang berfungsi sebagai antioksidan. Senyawa tersebut berupa senyawa yang berikatan dengan gula melalui ikatan glikosida. Biokonversi senyawa isoflavon glikosida menjadi isoflavon aglikon yang sangat berpotensi tinggi sebagai antioksidan terjadi selama proses fermentasi oleh aktivitas enzim β-glukosidase. Dilaporkan enzim β-glukosidase dihasilkan oleh Rhizopus spp. Selain itu, selama proses fermentasi Bacillus subtilis menghasilkan enzim nattokinase yang juga dapat meningkatkan aktivitas antioksidan. Pada penelitian ini proses fermentasi dilakukan menggunakan inokulum Rhizopus oligosporus, B. subtilis serta campuran keduanya dengan lama fermentasi 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Kemudian aktivitas antioksidan diuji menggunakan larutan DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Proses fermentasi pada pembuatan tempe edamame dengan inokulum R. oliosporus dan B. subtilis dapat meningkatkan aktivitas antioksidan eksogenous. Aktivitas antioksidan eksogenous tertinggi oleh R. oligosporus sebesar 97% pada fermentasi 72 jam. Kata Kunci: Kedelai edamame, Isoflavon aglikon, DPP
Analisis Sistem Alir Menggunakan Dua Detektor untuk Mendeteksi Besi(II) (Fe2+) dan Nitrat (NO3-) Secara Simultan
Artikel ini melaporkan tentang analisis besi(II) dan nitrat secara simultan dengan Flow Injection Analysis (FIA). Metode ini menggunakan dua detektor yang dihubungkan dengan satu komputer. Flow Injection Analysis dirangkai dengan menghubungkan Three-Way Solenoid Valve, pompa peristaltik, detektor spektrofotometri dan potensiometri serta komputer. Sinyal FIA spektrofotometri didasarkan pada reaksi pembentukan senyawa komplek antara besi(II) dengan reagen 1.10-fenantrolin. Sinyal FIA potensiometri didasarkan pada keberadaan nitrat yang diperkuat dengan larutan ISA 2M ((NH4)2SO4). Salah satu parameter yang mempengaruhi metode ini yaitu volume reagen. Kinerja sistem injeksi alir didasarkan pada linieritas, limit deteksi, sensitivitas, keterulangan dan uji recovery. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume reagen yang optimum pada penentuan besi(II) dan nitrat yaitu 0,20 mL. Persamaan kurva kalibrasi yang diperoleh dari analisis besi(II) yaitu menunjukkan nilai linieritas sebesar 0.997, sensitivitas sebesar 0.123, limit deteksi sebesar 0.016 ppm dan nilai ketelitian terendah 99.20% serta uji recovery sebesar 98.00%. Persamaan kurva kalibrasi yang diperoleh dari analisis nitrat yaitu menunjukkan nilai linieritas sebesar 0.999, sensitivitas sebesar -96.77 mV per dekade, limit deteksi sebesar 0.36 ppm dan nilai ketelitian terendah sebesar 98.22% serta uji recovery sebesar 96.00%. Kata Kunci: Besi(II), nitrat, penentuan simultan, FIA, spektrofotometri, potentsiometri