BERKALA SAINSTEK
Not a member yet
254 research outputs found
Sort by
Konversi Minyak Biji Nyamplung (Callophyllum Inophyllum Linn) Menjadi Biofuel dengan Katalis Berbasis NiMo/γ-Al2O3
Keterbatasan bahan bakar fosil sebagai salah satu sumber energi yang tidak dapat diperbarui di Indonesia menjadikan wacana untuk menciptakan sumber alternatif dari bahan baku lain yang jumlahnya masih melimpah dan dapat diperbarui. Salah satu bahan bakar alternatif yang paling menjanjikan adalah biofuel, penelitian dibidang biofuel sejauh ini terus berkembang dengan memanfaatkan beragam lemak nabati untuk mendapatkan bahan bakar alternatif (biofuel) dan dapat diperbaharui dengan menggunakan metode Hydrocracking. Penelitian ini mempelajari pengaruh temperatur reaksi pada proses hydrocracking dari minyak biji nyamplung menjadi biofuel berdasarkan parameter yield, konversi dan selektivitas dari komponen produk biofuel. Penelitian dilakukan dalam dua tahapan yaitu preparasi katalis dan proses hydrocracking minyak nyamplung. Gamma alumina (γ-Al2O3) dipreparasi terhadap logam Ni dan Mo menggunakan metode dry impregnation (impregnasi kering) selanjutnya dikarakterisasi dengan Energy Dispresion X-Ray Spectroscopy (EDX) menunjukkan bahwa kadar pada γ-Al2O3 (8,78 wt%) dan logam Ni (1,47 wt%), Mo (1,44 wt%), untuk luas permukaan dari γ-Al2O3 diperoleh dari analisa Brunauner Emmet Teller (BET) yaitu 120.765 – 185.491 m2.g-1 dan ukuran pori rata-rata adalah 0,229 cc/g. Proses hydrocracking menggunakan reaktor batch dengan serangkaian eksperimen dengan tekanan antara 10-15 bar dan rentan temperature 300-350 oC selama 2 jam, dengan volume minyak nyamplung 300 ml dan katalis yang digunakan 10% dari volume minyak. Produk cair yang diperoleh dianalisis menggunakan GCMS (Gas Chromatography-Mass Spectrophotometry) untuk mengidentifikasi produk hidrokarbon sebagai gasoline, kerosen, dan gasoil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konversi tertinggi diperoleh pada katalis NiMo/γ-Al2O3 rasio (2:1) sebesar 80,82% dan selektivitas gasoil 81,48% pada temperature 350 oC, dan selektivitas n-parafin 49%. Sehingga minyak Callophyllum Inophyllum L. dapat direkomendasikan sebagai sumber minyak nabati yang tidak bersaing dengan bahan pangan (non-edibel oil) untuk menghasilkan gasoil sebagai bahan bakar transportasi yang ramah lingkungan
Analisis Perbandingan Kinerja Algoritma Kriptografi Serpent dan Twofish pada Dataset "World Bank Projects and Operations"
Serpent dan Twofish merupakan algoritma kriptografi yang menduduki peringkat kedua dan ketiga dalam kompetisi Advanced Encryption Standard (AES). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui algoritma mana yang lebih unggul dalam proses enkripsi dan dekripsi suatu file, serta keamanan kedua algoritma dalam menahan serangan brute force. Sebagai simulasi, enkripsi dan dekripsi kedua algoritma akan diterapkan pada dataset World Bank Projects and Operations. Sebelum enkripsi, file dataset yang digunakan akan dibagi menjadi beberapa file-file sampel berdasarkan jumlah kolom data. Kemudian file-file sampel yang sudah dienkripsi akan didekripsi dengan serangan brute force. Pada pengujian pertama, untuk kunci 128 bit, kecepatan rata-rata untuk enkripsi dan dekripsi Twofish 35% dan 43% lebih tinggi daripada Serpent. Pada kunci 192 bit, kecepatan rata-rata untuk enkripsi dan dekripsi Twofish 40% dan 48% lebih tinggi daripada Serpent. Pada kunci 256 bit, kecepatan rata-rata untuk enkripsi dan dekripsi Twofish 42% dan 48% lebih tinggi daripada Serpent. Pengujian kedua menunjukkan bahwa kecepatan serangan brute force tidak terpengaruh oleh ukuran kunci. Kecepatan rata- rata serangan brute force pada Twofish 56% lebih tinggi daripada Serpent. Meski dengan perbedaan kecepatan serangan yang tinggi, mendekripsi file yang dienkripsi oleh Twofish tetap memerlukan waktu berabad-abad. Hal ini disebabkan oleh kombinasi kunci yang banyak sekali bahkan pada kunci 128-bit. Secara keseluruhan, Twofish lebih unggul daripada Serpent tanpa mengorbankan sisi keamanan Twofish terhadap serangan brute force
Evaluasi Tingkat Kerusakan dan Perencanaan Estimasi Biaya Perbaikan Bangunan Guna Sustainability Gedung di Universitas Jember (Studi Kasus : Gedung 1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP))
Sustainability bangunan gedung sangat dipengaruhi oleh periode penggunaan atau keberfungsian dari bangunan. Agar supaya periode penggunaan sesuai dengan perencanaan, maka pemeliharaan bangunan perlu dilakukan secara berkala terhadap kerusakan dari komponen-komponen bangunan gedung sehingga dapat menjaga tingkat kenyamanan dari para pengguna bangunan gedung tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan indeks kondisi bangunan berdasarkan tingkat kerusakannya, skala prioritas perbaikan, serta estimasi angaran biaya perbaikan bangunan. Evaluasi dilakukan pada Gedung 1 FKIP Universitas Jember. Metode untuk mendapatkan Indeks Kondisi Bangunan dilakukan melalui survey lapangan dengan cara pembobotan komponen dan sub-komponen bangunan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil analisis didapatkan Indeks Kondisi Bangunan Gedung 1 FKIP Universitas Jember sebesar 87,85% yang berarti gedung masih berada dalam kondisi sangat baik, dan tingkat kerusakan sebesar 12,15% yang membutuhkan perbaikan. Estimasi biaya perbaikan didapatkan berdasarkan volume kerusakan masing-masing komponen bangunan gedung dengan nilai sebesar Rp. 48.652.000,00 dengan skala prioritas perbaikan tertinggi pada komponen dinding sebesar 25,9%
Pengelompokan Spesies Helicotylenchus (Nematoda: Hoplolaimidae) Berdasarkan Karakter Morfologi
Nematoda genus Helicotylenchus adalah salah satu organisme parasit yang dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman dan dapat mengakibatkan penurunan produksi. Untuk genus ini sudah ada kompendium yang mencakup beberapa karakter diagnostik yang dapat dimanfaatkan untuk identifikasi. Akan tetapi, karena tidak ada pengelompokan spesies, maka pemanfaatan itu belum bisa terwujud. Penelitian ini dilakukan untuk melakukan pengelompokan spesies-spesies Helicotylenchus berdasarkan karakter morfologi panjang tubuh, Dorsal Oesophageal Gland Opening (DGO), panjang stilet, jumlah anulus kepala, dan jumlah anulus ekor. Pengelompokan dilakukan dengan memvisualisasi data kisaran setiap karakter menjadi hi-lo-close stock chart dengan menggunakan MS Excel. Hasil pengelompokan dengan karakter panjang tubuh terbentuk enam kelompok, DGO tujuh kelompok, panjang stilet tujuh kelompok, jumlah anulus kepala lima kelompok, dan jumlah anulus ekor lima kelompok. Pengelompokan yang paling jelas adalah berdasarkan karakter panjang tubuh. Pengelompokan ini diharapkan dapat membantu identifikasi nematoda genus Helicotylenchus sehingga kajian mengenai spesies genus ini dapat terfasilitasi
Aktivitas Antibakteri Kombucha Daun Sirsak (Annona muricata L.) Dengan Konsentrasi Gula Berbeda
Kombucha daun sirsak merupakan minuman hasil fermentasi simbiosis antara bakteri asam asetat Acetobacter xylinum dan khamir Saccharomyces sp. yang menggunakan bahan baku rebusan daun sirsak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombucha daun sirsak dengan variasi konsentrasi gula yang berbeda. Konsentrasi gula yang digunakan dalam pembuatan kombucha daun sirsak adalah 10%, 20%, 30% dan 40% (b/v). Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran menggunakan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Kombucha daun sirsak memiliki aktivitas antibakteri dengan spektrum luas. Kombucha daun sirsak dengan konsentrasi gula 20% memiliki aktivitas antibakteri tertinggi. Dengan demikian, kombucha daun sirsak sangat berpotensi sebagai minuman kesehatan
Analisis Survival pada Data Pasien Covid 19 di Kabupaten Jember
The confirmed number of positive Covid 19 cases in Indonesia until June 15th, 2020 was 38.227 people with 3.134 dead, case fatality rate 5,9%. Case fatality rate is the percentage of the number of dead people from all confirmed and reported positive cases . Particularly, in Jember Regency, the spreading of Covid 19 is still underway day by day with the increasing of number of patient so that appropriate preventive and treatment should be done precisely. The problem of the paper is the survival analysis of Covid 19 patient by using Kaplan Meier and Log Rank test method. The result of this paper, the result of the analysis using Kaplan Meier Curve method, patients with male sex have a chance of recovering faster compared with female patients and patients with age interval of 40-49 years have a chance of recovering faster than any other age intervals, meanwhile Log rank test did not provide significant results. So the Kaplan Meier Curve method is more appropriate to analyze Covid 19 patient data in Jember compared to the Log rank test
Aplikasi Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Wenner dan Wenner-Schlumberger pada Daerah Mata Air Panas Kali Sengon di Desa Blawan-Ijen
Salah satu manifestasi panas bumi yang terdapat di Desa Blawan-Ijen adalah mata air panas Kali Sengon. Struktur bawah permukaan di daerah mata air panas dapat diketahui dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner dan Wenner-Schlumberger. Lintasan penelitian untuk konfigurasi Wenner (lintasan 1) memiliki panjang 76 m, spasi elektroda 2 m dan variasi n 1-6, sedangkan untuk konfigurasi Wenner-Schlumberger (lintasan 2) panjang lintasan 120 m, spasi elektoda 6 m dan variasi n 1-6. Data yang didapatkan diolah dengan software Res2Dinv menghasilkan citra resistivitas 2D. Berdasarkan citra resistivitas 2D pada lintasan 1 dengan kedalaman 6,37 m dan terdiri dari lapisan lempung, air tanah, pasir, batuan tufa, batuan breksi dan batuan basalt dengannilai resistivitas (0,708- 685) Ωm. Citra resistivitas 2D pada lintasan 2 dengan kedalaman 23,7 m yang memiliki nilai resistivitas (0,130- 767) Ωm berupa lapisan air panas, air tanah, lempung, pasir, lapisan batuantufa, basalt, kerikil, batu pasir dan slate
Identifikasi Aktinomiset Selulolitik dan Xilanolitik Indigenous
Lignoselulosa merupakan penyusun utama dinding sel tumbuhan, sehingga keberadaannya berlimpah di alam. Aktinomiset indigenous yang memiliki aktivitas selulolitik dan xilanolitik ekstraseluler berpeluang sebagai agens biokonversi limbah berlignoselulosa menjadi produk bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan aktinomiset potensial yang memiliki aktivitas selulolitik dan xilanolitik. Penelitian ini diawali dari isolasi dan pemurnian aktinomiset indigenous asal lahan perkebunan kelapa sawit dan Taman Nasional Bukit Duabelas Jambi.Tahapan selanjutnya adalah penapisan aktivitas selulolitik dan xilanolitik dari aktinomiset, uji pertumbuhan aktinomiset pada mikrokristalin selulosa, dan identifikasi aktinomiset potensial berdasarkan karakter morfologi, fisiologi dan biokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktinomiset isolat S2 yang diisolasi dari lahan perkebunan kelapa sawit mempunyai aktivitas selulolitik dan xilanolitik lebih baik dari keempat isolat lain. Aktinomiset isolat S2 juga mampu tumbuh secara lebih baik pada mikrokristalin selulosa. Aktivitas selulolitik, xilanolitik dan kemampuan tumbuh pada mikrokristalin selulosa dari aktinomiset isolat S2 menunjukkan potensinya sebagai agens pendegradasi material belignoselulosa. Berdasarkan identifikasi morfologi, fisiologi dan biokimia, aktinomiset isolat S2 tergolong dalam genus Streptomyces
Engineering and Economic Perspective in The Production of Cu Nano
The purpose of this study is to analyze the production of copper nanoparticles (Cu NPs) on an industrial scale in an engineering perspective and economic evaluation perspective. Energy is needed because of various energy related applications. Evaluation of Cu nanoparticle production in an engineering perspective is carried out from the selection of processes that are adapted to industrial scale, calculation of mass balance, to the adjustment of commercially available equipment. Evaluation of production from an economic point of view is done by calculating economic parameters: Gross Profit Margin, Internal Return Rate, Payback Period, Cumulative Net Present Value, Profitability Index, and Break Even Point. Briefly from the production process, we use Copper acetate hydrate (CuAc2.2H2O) (as a source of Cu), Tween 80 (polyoxyethylene-(80)-sorbitan monooleate) and ethylene glycol (as a reducing agent). The engineering viewpoint shows this process is capable of producing Cu nanoparticles which can be used as conductive nanoionic. Economic evaluation determines the process is beneficial, discussing with positive values ​​all economic parameters. However, for some variations this process is not profitable, so economic evaluation is needed
Analisis Perbandingan Kapasitas Balok Komposit Baja-Beton dengan Steel Headed Stud dan UNP Stud
Penghubung geser atau stud memiliki peranan penting dalam menghasilkan perilaku komposit baja-beton. Terdapat dua jenis stud yang direkomendasikan, yaitu steel headed stud atau paku berkepala dan UNP stud atau kanal. Penelitian ini menganalisis perbandingan kapasitas balok komposit baja-beton dengan penghubung geser jenis steel headed stud dan UNP stud. Pemodelan menggunakan program elemen hingga dipilih sebagai metode dalam analisis perilaku non-linier. Luas permukaan kedua jenis penghubung geser dibuat sama sehingga kuat nominal, jumlah, dan jarak pemasangan penghubung geser pun juga akan sama untuk kedua jenis pemodelan ini. Kapasitas yang ditinjau meliputi tegangan pada balok baja WF, tegangan pelat beton, tegangan pada stud, konsentrasi tegangan pada balok baja dan pelat beton, serta defleksi pada balok komposit. Sebelum melakukan pemodelan dengan program elemen hingga, proses desain sesuai SNI 1727:2015 dilakukan terlebih dahulu untuk menentukan dimensi struktur yang akan digunakan. Validasi diperlukan untuk melihat tingkat keakuratan pemodelan yang dilakukan. Metode validasi dilakukan dengan membandingkan nilai tegangan lentur pada serat bagian bawah dan atas balok komposit baja-beton. Persentase pemodelan mencapai 86,95% untuk model steel headed stud dan 87,4% untuk UNP stud. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa balok komposit dengan UNP stud memilik kapasitas yang lebih baik karena menghasilkan nilai tegangan-tegangan dan defleksi yang lebih kecil. Tegangan lentur balok baja UNP stud dan steel headed stud adalah 19,129 MPa dan 19,556 MPa (perbedaan 2,18 %). Tegangagan lentur pelat beton UNP stud dan steel headed stud adalah 1,21 MPa dan 1,194 MPa (perbedaan 1,34 %). Defleksi balok komposit dengan UNP stud dan steel headed stud adalah 0.478 mm dan 0,435 mm (perbedaan 8,99 %)