BERKALA SAINSTEK
Not a member yet
254 research outputs found
Sort by
Efektivitas Tanaman Lembang (Typha angustifolia L.) di Lahan Basah Buatan dalam Penurunan Kadar TSS, BOD dan Fosfat pada Air Limbah Industri Laundry
Industri laundry merupakan industri rumah tangga yang menggunakan air dan deterjen dalam melaksanakan aktivitasnya. Deterjen mengandung surfaktan, builder, filler dan zat aditif yang menyebabkan kadar materi padat tersuspensi total (total suspended solid, TSS), kebutuhan oksigen biologi (biological oxygen demand, BOD) dan fosfat dalam air limbah laundry tinggi sehingga ketika dibuang langsung ke lingkungan dapat menimbulkan pencemaran ekosistem perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas tanaman lembang (Typha angustifolia L.) di lahan basah buatan dalam penurunan kadar TSS, BOD dan fosfat air limbah industri laundry. Tanaman T. angustifolia ditanam di dalam bak reaktor bervolume 44,73 L yang dasarnya diisi pasir, kerikil dan lempung sebagai media tanam. Air limbah industri laundry dialirkan ke dalam bak reaktor melalui inlet. Proses fitoremediasi berlangsung enam hari. TSS, BOD, dan fosfat air limbah laundry sebelum dan sesudah perlakuan ditentukan kadar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan air limbah laundry dengan tanaman T. angustifolia dalam lahan basah buatan mampu menurunkan kadar TSS, BOD dan fosfat secara berturut-turut sebesar 50 mg/L, 485,5 mg/L dan 29,1 mg/L. Efektivitas tanaman T. angustifolia dalam lahan basah buatan dalam penurunan kadar TSS, BOD dan fosfat secara berturut-turut sebesar 54 %, 22 % dan 39 %
Peningkatan Stabilitas Busa dengan Nanofluida Silika Untuk Meningkatkan Produksi Gas Alam
Pemanfaatan gas alam sebagai sumber energi alternatif masih belum optimal karena masalah beban cairan pada sumur gas, surfaktan merupakan solusi yang menjanjikan untuk mengatasi masalah tersebut, namun dengan kondisi sumur gas yang ekstrem diperlukan stabilizer untuk meningkatkan stabilitasnya. Penelitian ini mempelajari pengaruh pencampuran surfaktan dan stabilizer berupa silika (SiO2) nanopartikel yang disintesa dari sodium silikat (Na2SiO3) untuk mendapatkan kondisi optimum nanofluida SiO2 terhadap waktu paruh busa yang menunjukkan kestabilannya. Silika nanopartikel disintesa dengan metode sol-gel dan dipertahankan dalam fase koloid stabil yang kemudian didispersikan ke dalam larutan surfaktan tanpa perlu penambahan bahan penyambung. Nanofluida SiO2 kemudian dimatangkan dengan variasi waktu dan konsentrasi silika. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa peningkatan waktu pematangan dan konsentrasi silika memengaruhi nilai tegangan permukaan yang berakibat menurunkan waktu paruh busa. Penurunan kestabilan busa terjadi karena peristiwa adsorbsi fisik molekul surfaktan oleh silika nanopartikel yang ditunjukkan oleh nilai tegangan permukaan, karena silika yang bersifat hidrofilik akan membentuk ikatan fisik dengan surfaktan, semakin meningkatnya waktu pematangan dan konsentrasi silika yang didispersikan kedalam larutan akan meningkatkan adsorbsi molekul surfaktan pada permukaan silika dan menyebabkan terjadinya peningkatan nilai tegangan permukaan nanofluida. Stabilitas busa terbaik diperoleh pada sampel dengan waktu pematangan selama 6 jam dan konsentrasi silika 0,001% menghasilkan waktu paruh selama 1170 menit yang jika dibandingkan dengan surfaktan tanpa penambahan silika nanopartikel hanya memeroleh waktu paruh selama 90 menit, sehingga penggunaan silika nanopartikel sebagai stabilizer memberikan efek yang signifikan terhadap kestabilan busa
Kinerja Katalis Ni-Cu/HZSM-5 dalam Pembuatan Biogasoil dari Minyak Bintaro (Cerbera Manghas) dengan Proses Hydrocracking
Catalytic cracking dan hydroprocessing merupakan dua proses yang digunakan untuk mengubah minyak nabati menjadi biofuel, gabungan dari kedua proses tersebut dinamakan reaksi hydrocracking. Minyak bintaro yang bersifat non-edibleoil serta memiliki kadar minyak cukup banyak yakni sebesar 35-50% dapat direkomendasikan sebagai salah satu sumber minyak nabati yang dapat diolah menjadi biogasoil. Penambahan logam nikel (Ni) dan tembaga (Cu) ialah untuk memperoleh yield yang lebih baik daripada menggunakan satu jenis katalis. Preparasi katalis dilakukan dengan menggunakan metode incipient wetness impregnation. Variabel loading support HZSM-5 yang digunakan sebesar 5% dan 10%, serta ratio logam Ni-Cu yaitu 1:1. Katalis Ni-Cu/HZSM-5 dianalisa menggunakan BET, EDX, dan XRD untuk mengetahui karakteristik katalis. Selanjutnya proses hydrocracking dilakukan dengan mencampurkan 2 gram katalis Ni- Cu/HZSM-5 dan 250 ml minyak bintaro ke dalam reaktor batch berpengaduk pada suhu reaksi 375 ÌŠC selama 2 jam. Produk cair (biofuel) yang dihasilkan dari proses hydrocracking dianalisa menggunakan GC-MS untuk mengetahui komposisi hidrokarbon. Rute reaksi yang mendominasi dalam penelitian ini ialah reaksi dekarbinolasi dan dekarboksilasi. Hal itu terlihat dari komposisi hidrokarbon terbanyak dari produk biogsoil yang dihasilkan ialah C15 dan C17. Hasil dari penelitian diperoleh Ni-Cu/HZSM-5 dengan loading 5% dan ratio logam 1:1 optimum digunakan pada proses hydrocracking minyak bintaro untuk menghasilkan biogasoil dengan yield sebesar 82,7%
Kontrol Pipet Otomatis Dalam Pengambilan Sampel Plasma Darah Dengan Metode Fuzzy
Perkembangan teknologi yang semakin pesat menyebabkan peralihan teknologi yang masih manual menjadi teknologi yang lebih canggih. Pada bidang kesehatan, juga diharapkan terus dikembangkan alat-alat maupun teknologi yang semakin canggih. Salah satu alat dibidang kesehatan yang saat ini masih dapat dikembangkan, yaitu pipet yang berfungsi untuk mengambil sampel berupa cairan. Pada umunya, pipet yang digunakan dibidang laboratorium kesehatan masih bersifat manual dan diharapkan banyak dikembangkan pipet otomatis yang mempercepat dan mempermudah pengambilan sampel. Pada penelitian ini dilakukan perancangan kontrol pipet otomatis menggunakan metode fuzzy untuk pengambilan sampel plasma darah. Hal ini bertujuan agar proses pengambilan sampel yang berupa plasma darah dapat dilakukan dengan cepat dan teliti. Dua metode penyimpulan fuzzy digunakan dalam penelitian ini yaitu fuzzy mamdani dan sugeno. Tahapan pertama dari penelitian ini adalah perancangan kontrol pipet otomatis. Kontrol pipet otomatis yang dihasilkan dari penelitian ini terdiri atas LDR, LED, resistor, sensor servo, mini pump, dan rangkaian LCD yang dihubungkan dengan Arduino. Tahapan selanjutnya yaitu pengujian kinerja sensor. Kinerja sensor dan alat pada sistem diketahui dengan melakukan beberapa pengujian, yaitu pengujian sensor yang berupa uji kalibrasi, akurasi, dan presisi. Hasil pengujian akurasi sensor menunjukkan rata-rata error di bawah 5 % yang berarti sensor yang dirancang cukup akurat. Selain itu nilai lumen yang di uji pada tiap sensor tidak mengalami perubahan yang besar yang menunjukkan sensor pada alat presisi. Hasil pengujian alat juga menunjukkan bahwa kinerja alat yang mengunakan metode fuzzy mamdani dan fuzzy sugeno berjalan baik hal ini terlihat pada pengujian sampel yang sama diperoleh nilai input yang cenderung sama dan nilai output yang cenderung sam
Analisis Ketahanan Gedung Apartemen Surabaya dengan Menggunakan Metode Respon Spektrum
Apartemen Surabaya merupakan bangunan 45 lantai yang di fungsikan sebagai apartemen dan mall dengan ketinggian total bangunan 138 m. Apartemen Surabaya terletak di Jalan Laguna Raya KJW Putih, Mulyorejo, Kota Surabaya, Jawa Timur dimana lokasi berdekatan dengan beberapa situs sesar aktif. Letak sesar aktif yaitu sesar aktif Lasem di sebelah utara dengan jarak ± 70 Km, sesar aktif Watu Kosek di sebelah selatan timur laut yang membujur dari Mojokerto hingga Madura dengan jarak ± 30 Km dan sesar aktif Pasuruan di sebelah selatan yang membujur dari Pasuruan sampai Mojokerto dengan jarak ± 50 Km. Sehingga analisis ketahanan gempa diperlukan pada gedung apartemen untuk mengetahui ketahanan terhadap gempa. Analisis dinamik menggunakan metode respon spektrum digunakan untuk menganalisa gedung. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana cara mengevaluasi struktur dengan menggunakan analisis dinamik metode respon spektrum sesuai SNI 1726:2019. Hal yang ditinjau yaitu base shear, drift dan displacement pada gedung. Hasil analisa menunjukan displacement, drift, dan base shear memenuhi syarat yang telah ditentukan. Nilai drift terbesar arah X 0.22 mm pada lt 35 dan arah Y yaitu 0.28 mm pada lt 23. Sedangkan untuk nilai displacement terbesar arah X dan Y yaitu 0.077 m dan 0.106 m
Evaluasi dan Penilaian Indeks Kondisi Aset Bangunan Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember
Umur bangunan semakin hari semakin tambah tua, tetapi daya tarik secara visual bangunan tidak akan berkurang. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember, mempunyai 3 kampus meliputi kampus 1, kampus 2 dan kampus 3. Umumnya kampus tersebut sudah berumur lebih dari 15 tahun dan sudah terlalu banyak mengalami kerusakan dari beberapa komponen. F aktor kerusakan gedung salah satunya dapat disebabkan karena kurangnya pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung. Pihak Universitas Jember sendiri sudah me laksanakan perawatan dan pemeliharaan supayabangunandapatber fungsi dengan baik, tetapi masih dijumpai beberapa bangunan yang memerlukan perbaikan. Karena banyaknya asset bangunan yang dimiliki, m aka perlu dilakukan evaluasi kondisi terhadap komponen yang ada pada bangunan gedung FKIP dan menentukan prioritas perbaikan dan pemeliharaan berdasarkan kondisi bangunan. Dengan adanya evaluasi ini dapat dijadikan referensi terkait dengan pemeliharaan komponen dan elemen bangunan gedung di FKIP. Pada peneltian ini menggunakan data sekunder dan data primer, data primer menggunakan dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel terikat yaitu mengidentifikasi kerusakan komponen. Variabel bebas yaitu melakukan penyebaran kusioner terhadap beberapa responden mengenai kondisi komponen bangunan. Setelah itu data yang kita dapatkan di olah menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan bantuan aplikasi expert choice Versi 11 untuk menghasilkan bobot komponen dan kita kolaborasikan dengan hasil volume kerusakan untuk mendapatkan nilai indeks kondisi. Indeks kondisi ini menjadi acuan kita untuk menentukan tingkat kerusakan komponen dan prioritas penanganan komponen. Berdasarkan hasil evaluasi didapatkan beberapa komponen bangunan gedung yang mengalami kerusakan. Hasil penelitian menunjukan komponen bangunan gedung masuk pada kerusakan zona indek 1 antara 85% - 100% baik sekali, dengan indeks kondisi paling kecil terdapat pada gedung kampus 1 sebesar 92,567 % dan indeks kondisi paling besar pada gedung c kampus 3 sebesar 98,896 %. Dan prioritas tertinggi pada komponen keramik bobot nilai 0.143 dan terendah komponen penggantung plafond bobot nilai 0.024. Serta total biaya yang diperlukan untuk perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung senilai Rp.177,088,848
Rancang Bangun Aplikasi Analisis Indeks Kepuasan Pelanggan pada PT. PLN (PERSERO) Area Jember dengan Menggunakan Pendekatan Metode Servqual dan K-Means Clustering
PT PLN (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara, bertugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum dengan tetap memperhatikan tujuan perusahaan yaitu menghasilkan keuntungan sesuai dengan Undang-Undang No. 19/2000. Statistik keluhan konsumen pada tahun 2015 mencapai 1030 keluhan, dan keluhan listrik yaitu mencapai 5.63% dengan jumlah 58 kasus. Keluhan listrik tersebut termasuk pada sepuluh besar kategori keluhan tertinggi pada tahun 2015. Oleh karena itu, PT. PLN perlu meningkatkan pelayanan yang baik agar dapat meningkatkan indeks kepuasan pelanggan. Salah satu cara untuk mengetahui indeks kepuasan pelanggan yaitu dengan cara menggunakan pendekatan metode servqual yaitu pendekatan metode yang hanya menggunakan penggunaan dimensi servqual yang kemudian dilakukan pengelompokan berupa cluster dengan menggunakan metode Fuzzy K-Means karena pelayanan yang diberikan bank menyebabkan persepsi yang berbeda-beda pada tiap nasabah. Pada penelitian ini dibagi menjadi 4 cluster dengan pengujian aplikasi menggunakan 100 responden dengan 80 responden merupakan training set dan 20 responden merupakan test set. Hasil penelitian menunjukan cluster yang memiliki jumlah anggota terbanyak adalah cluster 3 yang artinya banyak pelanggan merasa puas dengan indeks kepuasan pelanggan mencapai 75,18%. Hasil dari pengujian training set terhadap test set, menunjukan akurasinya 100% (persen) pada cluster 1, 100% (persen) pada cluster 2, 97,5% (persen) pada cluster 3, dan 97,5% (persen) pada cluster 4
Karakteristik Sistem Akuifer pada Formasi Endapan Permukaan di Daerah Sei Mati Kota Medan Berdasarkan Metode Geolistrik 2D
Daerah Sei mati memiliki potensi sumber daya air yang baik, dikarenakan daerah yang termasuk Cekungan Air tanah Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi airtanah dengan menggunakan metode geolistrik 2D dengan konfigurasi wenner-schulumberger. Hasil penelitian menunjukan terdapat 2 lapisan akuifer yaitu akuifer dangkal dan dalam. Lapisan akifer dangkal berada pada kedalaman berkisar antara 0 – 50 meter, membentuk pola channel-channel yang menunjukan endapan fluvial dengan nilai tahanan jenis antara 5 Ω.m - 10 Ω.m, dengan litologi pasir lempungan, namun dibeberapa tempat dijumpai channel lempung yang bersifat akuiklud (tidak dapat menyimpan air). Lapisan akuifer dalam muncul pada kedalaman 50 meter hingga 100 meter dengan litologi pasir
Sistem Informasi Penentuan Paket Pembelian Produk Menggunakan Algoritma Frequent Pattern-Growth pada KPRI Jember
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi penentuan paket pembelian produk pada KPRI Jember. Sistem ini menggunakan algoritma Fp-Growth (Frequent Pattern Growth) untuk menghasilkan informasi tentang paket pembelian produk dengan menangkap fenomena yang terjadi dalam transaksi penjualan. Implementasi algoritma Frequent Pattern Growth menggunakan PHP. Data hasil perhitungan algoritma Frequent Pattern Growth divisualisasikan dalam halaman website. Penerapan algoritma Frequent Pattern Growth didukung dengan metode association rules untuk menghasilkan data yang lebih lengkap dan akurat. Perhitungan membutuhkan data masukan berupa minimum support dan minimum confidence untuk memproses data transaksi penjualan menjadi paket pembelian produk. Dengan memasukkan minimum support 1 dan minimum confidence sebesar 50, hasil perhitungan didapatkan bahwa paket pembelian produk yang muncul sebanyak 10 paket dengan minimum support yang bermacam-macam berurutan dari produk pertama sampai produk terakhir. Semakin besar minimum support dan minimum confidence yang dimasukkan maka semakin sedikit paket pembelian produk yang dihasilkan
Sintesis Kalsium Aluminat (CaAl2O4) dengan Variasi Asam Sitrat dan Suhu Kalsinasi Menggunakan Metode Sol-Gel sebagai Katalis Biodiesel
Kalsium aluminat (CaAl2O4) disintesis menggunakan metode sol-gel sebagai katalis biodiesel. Jumlah mol asam sitrat dan suhu kalsinasi berpengaruh terhadap fasa material yang dihasilkan. Perbandingan mol (Ca2+ dan Al3+) : asam sitrat yang digunakan yaitu 1:1; 1:2; dan 1:3 mol, sedangkan variasi suhu kalsinasinya yaitu 700, 800, dan 900 oC. Material hasil sintesis dikarakterisasi dengan XRD untuk mengetahui fasa yang terbentuk, dan diolah lebih lanjut dengan program FindIt dan Match! untuk mengetahui komposisi phase hasil sintesis. Hasil XRD menunjukkan peningkatan kristalinitas dengan kenaikan suhu kalsinasi dan konsentrasi CaAl2O4 meningkat dengan kenaikan jumlah mol asam sitrat yang digunakan. Material katalis yang disintesis pada perbandingan 1:3 mol yang dikalsinasi pada suhu 900 oC diuji dalam reaksi transesterifikasi untuk mengetahui aktivitasnya sebagai katalis biodiesel. Metil ester hasil reaksi transesterifikasi dianalisa GC-MS untuk mengetahui komposisi FAME dan menentukan konversinya. Katalis ini mampu mengkonversi 33,78 % minyak sawit menjadi metil esternya