Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
    99 research outputs found

    Profil berpikir visual mahasiswa calon guru matematika dengan gaya belajar auditorial dalam menyelesaikan masalah trigonometri

    Get PDF
    Gaya belajar memberikan kebiasaan dan dapat mempengaruhi pemrosesan informasi dalam berpikir. Jurnal ini membahas profil berpikir visual mahasiswa calon guru matematika dengan gaya belajar auditorial dalam menyelesaikan masalah trigonometri. Penelitian deskriptif-eksploratif digunakan dengan pendekatan kualitatif, yaitu: penentuan sumber informasi, pengembangan instrumen, pengumpulan, validasi, penafsiran, analisis, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Ketika memahami, pikiran mendapat input visual dari soal dan petunjuk, kemudian pembayangan mental yang muncul diolah dan direpresentasikan dalam bentuk gambar; 2) Ketika merencanakan, pikiran mendapat input visual dari gambar dan pengetahuan sebelumnya, kemudian pembayangan mental yang muncul membentuk ide; 3) Ketika melaksanakan, pikiran mendapat input visual dari hasil memahami dan merencanakan, kemudian pembayangan mental yang muncul diolah dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan tiap aktivitas untuk menyelesaikan masalah; dan 4) Ketika memeriksa kembali, pikiran mendapat input visual dari gambar-gambar yang ada, kemudian pembayangan mental yang muncul digunakan sebagai dasar perhitungan ulang sehingga diperoleh kesimpulan

    Inovasi pembelajaran matematika berbasis heterogenitas siswa

    Get PDF
    Tujuan kajian pustaka ini adalah menyosialisasikan pembelajaran matematika yang berbasis pada heterogenitas siswa, dengan membedakan siswa menjadi tiga level kemampuan matematika yaitu di atas high-ability, intermediate-ability, dan low-ability. Alasan peneliti mengangkat tema ini karena kurangnya pembelajaran matematika yang berbasis tersebut. Pembagian level ini berdasarkan pada nilai hasil belajar siswa atau hasil pretes siswa. Siswa high-ability diberi pembelajaran berbasis problem solving dengan soal non rutin yang menekankan pada kompetisi individu. Siswa intermediate-ability dan low-ability diberi pembelajaran kooperatif. Penilaian dilakukan dengan portofolio

    Pengaruh kreativitas terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 2 Banjarmasin

    Get PDF
    Dalam proses pembelajaran di sekolah, siswa akan kesulitan menyelesaikan suatu masalah berupa soal-soal yang baru yang dituntut penyelesaiannya dengan cara baru yang membutuhkan adanya kreativitas.. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh signifikan kreativitas terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 2 Banjarmasin tahun ajaran 2015/2016 Penelitian ini termasuk jenis penelitian korelasional dan expost facto dengan pendekatan kuantitatif.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMPN 2 Banjarmasin tahun ajaran 2015/2016.. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data menggunakan SPSS.Hasil Penelitian yaitu Tidak Terdapat pengaruh signifikan  kreativitas terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 2 Banjarmasin tahun ajaran 2015/2016

    Problem-based learning meningkatkan higher-order thinking skills siswa kelas VIII SMPN 1 Daha Utara dan SMPN 2 Daha Utara

    Get PDF
    Higher-order thinking skills (HOTS) merupakan keterampilan yang harus dimiliki siswa karena permasalahan yang ada di kehidupan nyata (real life problems) bersifat kompleks, banyak variabel, dan mengharuskan untuk lebih dari sekedar menghafalkan fakta atau konsep. HOTS dalam penelitian ini mencakup creating, problem solving, evaluating, analysing, dan critical thinking. Berdasarkan temuan di SMP Negeri 1 Daha Utara dan SMP Negeri 2 Daha Utara menunjukkan bahwa HOTS siswa masih sangat rendah. Problem-based learning (PBL) adalah salah satu alternatif metode pembelajaran yang berbasis penemuan (inquiry) sehingga aktivitas siswa dalam pembelajaran lebih dominan dibandingkan dengan guru, sehingga diharap mampu meningkatkan HOTS siswa. Eksperimen semu dilakukan untuk mengetahui apakah PBL berdasarkan 5 fase dari Arends (2008) mampu meningkatkan HOTS siswa yang terdiri dari 5 keterampilan menurut Brookhart (2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL di kelas VIII pada kedua sekolah meningkat, dengan peningkatan maksimal pada keterampilan analysing

    Penggunaan software geogebra dan microsoft mathematic dalam pembelajaran matematika

    Get PDF
    Matematika merupakan mata pelajaran yang bidang kajiannya absrtak dan memerlukan daya berpikir logis sehingga untuk menyampaikannya diperlukan suatu media agar siswa menjadi lebih memahami materi yang disampaikan dan merangsang siswa untuk meningkatkan kemampuan daya berpikir logis. Salah satu media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan saat ini adalah pengguanaan software. Keberadaan software dapat membantu guru untuk menyampaikan materi matematika yang abstrak menjadi lebih mudah dipahami karena software dapat memvisualkan hal itu. Keberadaan software GeoGebra dan Microsoft Mathematic dapat membantu guru untuk menyampaikan materi matematika yang abstrak menjadi lebih mudah dipahami karena software dapat memvisualkan hal itu, selain itu software ini dibuat untuk melatih daya kreativitas dan daya kritis siswa

    Kemampuan mahasiswa membuat koneksi matematis dalam menyelesaikan masalah matematika ditinjau dari perbedaan gender

    Get PDF
    oai:ojs2.jurnal.upk.ac.id:article/3Kegiatan menyelesaikan masalah merupakan aktivitas yang membantu mahasiswa untuk dapat mengetahui dan menyadari hubungan berbagai konsep dan prinsip matematika serta penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Setiap konsep, prinsip, dan keterampilan dalammatematika dikoneksikan dengan konsep, prinsip, dan keterampilan lainnya. Untuk mengetahui kreativitas mahasiswa dalam membuat koneksi matematis, maka diperlukan masalah matematika yang akan digunakan sebagai stimulus, sehingga kemampuannya dalam membuat koneksimatematis dapat diketahui. Setiap individu mahasiswa tentunya memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam bertingkah laku, menilai, dan berpikir. Salah satu karakteristik mahasiswa yang difokuskan pada perbedaan dan penilaian individual adalah masalah gender. Menurut teori nurture (konstruksi budaya), adanya perbedaan laki-laki dan perempuan pada hakikatnya adalah hasil konstruksi sosial budaya sehingga menghasilkan peran dan tugas yang berbeda. Untuk melihat kemampuan membuat koneksi matematis ditinjau dari perbedaan gender, maka telah dilakukan penelitian terhadap mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam yang mengambil mata kuliah kalkulus lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematis, antara mahasiswa laki-laki dengan mahasiswa perempuan, baik itu kemampuan koneksi internal maupun kemampuan koneksi eksternal. Implikasi hasil penelitian dalam perkuliahan, khususnya perkuliahan kalkulus lanjut adalah pada pelaksanaan perkuliahan tidak perlu adanya perbedaan perlakuan antara mahasiswa laki-laki dengan mahasiswa perempuan

    Menanamkan nilai budaya dan karakter bangsa melalui pembelajaran matematika

    Get PDF
    Pendidikan selama ini terlalu berkonsentrasi pada pendidikan yang bersifat keahlian/ketrampilan teknis (hard skill) hingga peserta didik kehilangan banyak kesempatan untuk membentuk karakternya (soft skill). Pendidikan karakter harus dimulai dari guru. Guru merupakan ujung tombak dalam pembentukan nilai budaya dan karakter bangsa di sekolah/madrasah. Model pelajaran merupakan suatu pilihan untuk melakukan perubahan pada proses pembelajaran. Numbered Head Together (NHT) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif. NHT melibatkan lebih banyak peserta didik untuk aktif dalam menelaah materi pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran. Nilai budaya dan karakter bangsa (rasa ingin tahu, mandiri, teliti, kreatif dan pantang menyerah) yang ingin ditanamkan menjadi pembiasaan, diamati melalui aktivitas belajar matematika peserta didik. Aspek-aspek aktivitas belajar matematika yang diamati meliputi kegitan peserta didik dalam (1) melakukan kegiatan matematik, (2) saling bertukar pikiran, bekerjasama dan berdiskusi, (3) merespon/menanggapi jawaban peserta didik lain, (4) mempresentasikan jawaban dan (5) kemampuan membuat kesimpulan. Hasil penelitian tindakan di Kelas XA MAN 1 Banjarmasin semester ganjil Tahun Pelajaran 2013-2014 menunjukkan aktivitas belajar matematika peserta didik meningkat pada setiap siklus. Peningkatan aktivitas belajarnya berimplikasi terhadap hasil belajar matematika peserta didik yang juga terus meningkat. Respon peserta didik terhadap pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe NHT adalah Sangat Baik

    Profil aktivitas mahasiswa calon guru matematika dalam memahami definisi formal barisan konvergen dengan visualisasi

    Get PDF
    Beberapa mahasiswi kesulitan memahami definisi formal barisan konvergen. Mereka tidak mengetahui apa yang harus dilakukan untuk memahami. Pada makalah ini, dibahas kegiatan-kegiatan yang dilakukan mahasiswi calon guru matematika dalam memahami definisi formal barisan konvergen dengan menggunakan visualisasi. Kegiatan-kegiatan ini memberikan gambaran tahap-tahap memahami definisi dengan visualisasi. Kegiatan-kegiatan tersebut diperoleh berdasarkan hasil penelitian deskriptif-eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Untuk mendapatkan data, dipilih satu mahasiswi sebagai subjek penelitian. Untuk mendapatkan data yang alami, digunakan metode wawancara berbasis tugas dengan format semi-terstruktur dalam mengumpulkan data. Untuk memvalidasi data, digunakan triangulasi waktu. Untuk menganalisis data, digunakan reduksi, kategorisasi, sintesisasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk memahami definisi formal barisan konvergen, mahasiswi: mengenali, membayangkan, memperlihatkan gambaran barisan konvergen, memperlihatkan gambaran atribut definisi, dan menyimpulkan

    Penerapan pendekatan problem posing untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada materi sistem persamaan linear

    Get PDF
    Pada umumnya guru jarang memberikan atau membuat naskah soal yang berkarakter problem solving untuk menguji kemampuan pemecahan masalah. Keadaan ini tentu akan berimbas pada rendahnya kemampuan pemecahan masalah pada pelajaran matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika di SMK Negeri 3 Banjarmasin dengan menerapkan pendekatan pembelajaran problem posing di kelas XA program studi Multimedia pada materi sistem persamaan linear. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Sebelum melakukan treatmen terhadap kelas yang hendak diteliti, terlebih dahulu dilakasanakan pengamatan yang mencakup pembelajaran dan hasil pembelajaran. Indikator keberhasilan siswa dalam memecahkan masalah yakni minimal siswa mampu memecahkan masalah pada level baik. Hasil kemampuan pemecahan masalah pada matematika pada siklus I terkategori sangat baik, sebanyak 12,9% sedangkan pada level baik, sebesar 87,1%. Pada siklus II, kemapuan pemecahan masalah matematika sebesar 100% berada pada level sangat baik

    Implementasi pendekatan scientific untuk meningkatkan kemandirian belajar matematika

    Get PDF
    emandirian belajar siswa dalam matematika merupakan salah satu aspek yang ikut menunjang kesuksesan dan prestasi siswa dalam belajar matematika. Salah satu pendekatan pembelajaran yang bisa meningkatkan kemandirian belajar matematika siswa adalah pendekatan scientific. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pembelajaran dengan pendekatan scientific yang dapat meningkatkan kemandirian belajar matematika siswa. Penelitian ini adalah penelitian dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas X SMA Negeri 10 Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan scientific yang dapat meningkatkan kemandirian belajar matematika siswa terdiri dari 5 (lima) langkah atau yang disingkat dengan 5M, yaitu: (1) Mengamati, (2) Menanya, (3) Mengasosiasi, (4) Mengumpulkan informasi dan, (5) Mengomunikasikan mampu meningkatkan kemandirian belajar matematika siswa.emandirian belajar siswa dalam matematika merupakan salah satu aspek yang ikut menunjang kesuksesan dan prestasi siswa dalam belajar matematika. Salah satu pendekatan pembelajaran yang bisa meningkatkan kemandirian belajar matematika siswa adalah pendekatan scientific. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pembelajaran dengan pendekatan scientific yang dapat meningkatkan kemandirian belajar matematika siswa. Penelitian ini adalah penelitian dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas X SMA Negeri 10 Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan scientific yang dapat meningkatkan kemandirian belajar matematika siswa terdiri dari 5 (lima) langkah atau yang disingkat dengan 5M, yaitu: (1) Mengamati, (2) Menanya, (3) Mengasosiasi, (4) Mengumpulkan informasi dan, (5) Mengomunikasikan mampu meningkatkan kemandirian belajar matematika siswa

    97

    full texts

    99

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇