Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
99 research outputs found
Sort by
Pembelajaran matematika pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tipe slow learners
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran matematika pada anak berkebutuhan khusus di kelas inklusif SMPN 5 Banjarbaru. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru matematika, GPK dan siswa ABK. Sedangkan objek penelitian ini adalah proses pembelajaran matematika pada materi lingkaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini antara lain sebelum pembelajaran berlangsung, guru matematika telah menyiapkan RPP, silabus, media pembelajaran dan buku paket sebagai sumber belajar. GPK hanya bertugas menyiapkan media, sumber belajar dan siswa ABK slow learners itu sendiri. Dalam pelaksanaan pembelajaran Guru matematika menyiapkan siswa secara psikis dan fisik, memberitahukan materi yang akan dibahas dan mengajukan beberapa pertanyaan, serta menggunakan beragam pendekatan. Guru matematika memfasilitasi terjadinya interaksi di dalam kelas, serta selalu memantau dan membimbing ABK, kemudian bersama seluruh siswa membuat rangkuman atau kesimpulan pelajaran dan melakukan penilaian untuk seluruh siswa, serta memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran. GPK bertugas menjelaskan kembali kepada siswa ABK slow learners tentang apa saja yang disampaikan guru matematika di depan kelas,serta bertugas menilai siswa ABK. Setelah pembelajaran berakhir Guru matematika dan GPK menyampaikan materi selanjutnya, rencana pembelajaran berikutnya dan memberikan tugas kepada siswa biasa dan siswa ABK
Peningkatan hasil belajar siswa melalui blended learning pada materi trigonometri di kelas X Farmasi 1 SMK Negeri 1 Martapura tahun pelajaran 2016-2017
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan aktivitas siswa dalam model pembelajaran koperatif tipe jigsaw dan mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui blended learning pada materi trigonometri di kelas X Farmasi 1 SMK Negeri 1 Martapura tahun pelajaran 2016-2017. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas X Farmasi 1 SMK Negeri 1 Martapura tahun pelajaran 2016-2017, yang berjumlah 37 siswa yang terdiri atas 8 siswa laki-laki dan 29 siswa perempuan, sedangkan objek penelitian adalah aktivitas dan hasil belajar. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, observasi, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah persentase, rata-rata, dan modus. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa berada pada kualifikasi sangat tinggi dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II dari kualifikasi baik menjadi sangat baik
Kecemasan dan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan matematika siswa, kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika, serta hubungan antara kecemasan dan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN Kebun Bunga 4 Banjarmasin, sedangkan sampel yang terambil adalah siswa kelas VIA. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa (1) tingkat kecemasan siswa tergolong kurang cemas; (2) kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika tergolong sangat tinggi; dan (3) terdapat hubungan antara kecemasan dengan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika
Penerapan model pembelajaran teams games tournament berbantuan permainan who wants to be a millionaire
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah model pembelajaran teams games tournament berbantuan permainan who wants to be a millionaire yang dapat meningkatkan prestasi belajar pada materi sistem persamaan linear serta mendeskripsikan besarnya peningkatan prestasi belajar siswa kelas X TKJ 2 SMK PGRI Pandaan. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas X TKJ 2 SMK PGRI Pandaan. Data dikumpulkan dengan tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran model teams games tournament berbantuan permainan who wants to be a millionaire yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dilakukan dengan langkah-langkah membagi siswa menjadi beberapa kelompok heterogen, menyampaikan materi, memberi kesempatan siswa berdiskusi menyelesaikan tugas secara bersama. Setelah itu, siswa mengikuti permainan yaitu menjawab pertanyaan yang terdapat pada kartu bernomor. Kemudian, siswa memainkan turnamen dengan anggota kelompok lain untuk memperolehtambahan poin. Turnamen dilaksanakan dengan bantuan pemainan who wants to be a millionaire.Media permainan berupa banner berukuran 1 muntuk menempelkan stiker soal danstiker jawaban.Soal who wants to be a millionaire terdiri atas 10 soal pilihan ganda. Masing-masing kelompok adu cepat menjawab soal. Pemain menjawab dan menjelaskan jawaban. Pemenang adalah kelompok yang berhasil mengumpilkan poin terbanyak. Pada siklus1 sebanyak 80,95% siswa tuntas belajar, sedangkan pada siklus 2 meningkat menjadi 90,48% siswa tuntas belajar
Multimedia interaktif pecahan untuk pembelajaran matematika pada siswa kelas IV SDN Gadang 1 Malang
One of the areas of education in elementary school is mathematics. Mathematics is considered as the most difficult subject by the students in general. This case due to mathematics is demanding to think hard and abstract so that students are difficult to understand. The basic concept of mathematics is an important basic principle to support student achievement, one of them is the fractional material. Fractions are the basic material in in mathematics subject lesson for elementary school. It is expected that fractions as the basic reference of the other knowledge, thus it is very important to learn. Based on the observation,if the teacher uses the original media, students' activities are still less active even the students often play with the media that has been given by the teacher. Through the interactive multimedia, mathematics learning process is expected to be more interesting, students are motivated to follow the learning process in mathematics subjects at SDN Gadang 1 Malang.This research aims to find and describe fractions interactive multimedia in learning mathematics for fourth grade students at SDN Gadang 1 Malang. The subject of this study is students of IVB class at SDN Gadang1 Malang. The data collection techniquesare observation, interview and documentation. The research approach used is descriptivequalitative. The data obtained in this research is the application of fractions interactive multimedia in learning mathematics that is analyzed by using descriptive technique done by (1) data reduction, (2) datapresentation, (3) conclusion. The results of this study indicate the application of interactive multimedia is conducive this is strengthenedifthe teacher have already mastered the classwhen teachers apply interactive multimedia, and teacher has memorized the character of students, by understanding students’ character the teachers will be easier in conditioning the class. Based on this research, it can be concluded that the teacher should make preparation before the application of multimedia in the thematic learning, then the teacher give the material to the students and demonstrates the interactive multimedia, at the end of learning process the teacher evaluates the students by giving assessment question
Pengembangan perangkat pembelajaran pendidikan matematika realistik (PMR) berbasis ethnomathematics sebagai upaya mengembangkan kreativitas siswa
Prinsip pembelajaran hendaknya diterapkan dengan adanya pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya siswa. Ethnomathematics merupakan jembatan antara budaya dengan matematika. Melalui PMR (Pendidikan Matematika Realistik) yang berbasis ethnomathematics, siswa diharapkan dapat lebih mengembangkan kreativitasnya dengan memahami implementasi matematika sesuai dengan latar belakang budayanya, sehingga nilai budaya yang merupakan bagian dari karakter bangsa dapat tertanam sejak dini. Tujuan penelitian ini adalah mengembangan perangkat pembelajaran matematika yang baik mengunakan model pengembangan Plomp yang terdiri dari beberapa tahap yaitu (1) Tahap investigasi awal, (2) Tahap perancangan, (3) Tahap realisasi, dan (4) Tahap tes, evaluasi, dan revisi. Kriteria kualitas suatu produk oleh Nieveen digunakan untuk mendapatkan perangkat pembelajaran baik yaitu (1) valid, (2) praktis, dan (3) efektif. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Tes Kreativitas Siswa (TKS). Hasil Penelitian berupa perangkat pembelajaran pendidikan Matematika Realistik (PMR) berbasis Ethnomathematics sebagai upaya mengembangkan kreativitas siswa yang baik yaitu valid, praktis dan efektif
Etnomatematika dalam ragam hias melayu
Budaya merupakan aset yang paling berharga yang dimiliki oleh suatu bangsa. Sehingga perlu dikelola secara bersama-sama dengan satu pemikiran. Serta dapat memberikan hasil yang bagus secara positif. Baik secara fisik maupun non fisik. Pendidikan merupakan pewarisan budaya bagi generasi muda dan proses pengembangan budaya bangsa untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan bangsa di masa mendatang. Oleh karena itu, pendidikan dan budaya merupakan suatu satu kesatuan yang utuh yang tidak dapat dipisahkan. Etnomatematika merupakan salah satu bentuk strategi pembelajaran matematika yang mengaitkan kearifan budaya lokal dalam pembelajaran matematika. Melalui etnomatematika konsep-konsep matematika dapat dikembangkan dalam praktek-praktek budaya. Dengan demikian diharapkan peserta didik dapat mengetahui bagaimana budaya mereka terkait dengan metematika. Unsur budaya yang dapat dikembangkan dan digunakan dalam pembelajaran matematika adalah ragam hias melayu. Ragam hias melayu merupakan unsur budaya yang berasal dari Riau dan berkembang di lingkungan masyarakat Ria
Pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) menggunakan alat peraga untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas V SDN Pakauman 1 Banjarmasin
Berdasarkan hasil observasi awal pembelajaran di SDN Pakauman 1 Banjarmasin umumnya masih menggunakan pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Pada pembelajaran ini biasanya guru menggunakan metode ceramah,tanya jawab,dan tugas latihan atau soal. Kesalahan konsep yang dialami siswa menyebabkan sekitar 50% hasil belajar dan motivasi siswa masih di bawah ketuntasan minimal. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan penelitian tentang penerapan model pembelajaran yang dapat menanamkan pemahaman siswa. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui rancangan pembelajaran jaring-jaring balok melalui strategi (TPS) Think Pair Share sebagai upaya membangun kemampuan belajar matematika. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Pakauman 1 Banjarmasin. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pelaksanaan penelitian ini terdiri dua siklus. Data yang dikumpulkan meliputi : (1) data utama, yaitu proses pembelajaran yang dilakukan (2) data pendukung yang terdiri dari : (a) hasil tes siswa (b) lembar observasi belajar siswa (c) hasil tes siswa (d) hasil observasi aktivitas guru dan siswa. Hasil penerapan pembelajaran.Think Pair share dapat meningkatkan hasil belajar dan motivasi siswa. Pada siklus pertama diperoleh data dengan kriteria baik, namun ada beberapa siswa yang masih belum memahami konsep. Hasil belajar siswa secara klasikal tuntas sebanyak 60% sehingga tindakan ini belum mencapai keberhasilan. Setelah perbaikan pembelajaran dilakukan siklus kedua mencapai 80% dengan rata-rata nilai keseluruhan sebesar 86,31%. Berdasarkan hasil penelitian ini penerapan Think Pair Share dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa SDN Pakauman 1 Banjarmasin
Pengembangan perangkat penilaian autentik untuk pembelajaran matematika di kelas VIII semester 1
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat penilaian autentik untuk pembelajaran matematika di kelas VII semester 1 yang autentik, reliabel dan valid meliputi instrumen dengan kompetensi dasar bilangan bulat, garis dan sudut, serta rasio dan perbandingan untuk penilaian KI 1, KI 2, KI 3, dan KI 4 berupa: indikator, instrumen penilaian, dan rubrik penilaian. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research & development). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model pengembangan Plomp (2010) tiga tahap pengembangan yaitu preliminary research, prototyping phase, dan assessment phase. Aspek reliabilitas dari uji coba lapangan. Aspek kevalidan perangkat pembelajaran ditinjau dari penilaian para ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk aspek penilaian autentik berupa aspek konteks dan tugas memperoleh kategori baik, sedangkan aspek peserta didik dan indikator memperoleh kategori sangat baik. Perangkat yang dikembangkan juga telah memenuhi taraf konsistensi dan reliabilitas, dengan hasil penilaian kualitas oleh ahli memperoleh kategori valid
Penerapan pendekatan model eliciting activities (MEAS) untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika SMP
Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman konsep pada materi SPLDV SMP. Konsep merupakan suatu obyek penting dalam matematika. Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMP Islam PGRI Sumber Pitu, Kec. Tutur, Pasuruan kelas VIII A, didapat kesimpulan bahwa terdapat 11 anak dari 28 anak yang belum memahami konsep tentang persamaan linier dua variabel. Penggunaan Pendekatan Model Eliciting Activities (MEAs) dalam pembelajaran merupakan solusi untuk membantu peserta didik dalam memahami konsep. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas secara kolaboratif yang dilakukan untuk memahamkan konsep peserta didik SMP Islam PGRI Sumber Pitu, Kec. Tutur. Hasil penelitian ini adalah meningkatnya pemahaman siswa dari tindakan I ke tindakan II. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan pemahaman siswa dari tes tindakan 1 ke tes tindakan 2. Berdasarkan hasil tes yang dilaksanakan pada tindakan 1 yang berjumlah 18 dari 28 peserta didik mencapai kategori cukup paham dengan rata- rata perolehan skor yaitu 6. Berdasarkan hasil tes yang dilaksanakan pada tindakan II yang berjumlah 24 dari 28 peserta didik mencapai kategori paham dengan rata – rata skor 8