Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
    99 research outputs found

    Pengaruh media pembelajaran macromedia flash terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika

    No full text
    The purpose of this study was to determine the effect of macromedia flash learning media on the ability of concept understanding in mathematics learning to construct a triangle and quadrilateral in grade VII students of SMP 223 Jakarta. The research method used was an experiment by taking two sample groups, each of which amounted to 30 students who were taught with different media. The experimental group was taught using macromedia flash learning media and the control group was taught using power point learning media. After experimenting with different media in the two sample groups then given a test in the form of a description with the same problem to find out the results of the learning activities. Furthermore, the data obtained were tested for data requirements, namely the normality test using Chi-square test and homogeneity test using Fisher's test, from the test results both data were normal and homogeneous. After that, the data were analyzed by t-test. Based on the testing, it was concluded that there was an influence of macromedia flash learning media on the ability to understand mathematical concepts.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran macromedia flash terhadap kemampuan pemahaman konsep dalam pembelajaran matematika bangun datar segitiga dan segiempat pada siswa kelas VII SMPN 223 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan mengambil dua kelompok sampel yang masing-masing berjumlah 30  siswa yang diajar dengan media yang berbeda. Kelompok eksperimen diajar dengan menggunakan media pembelajaran macromedia flash dan kelompok kontrol diajar dengan menggunakan media pembelajaran power point. Setelah dilakukan eksperimen dengan media yang berbeda pada dua kelompok sampel tersebut kemudian diberikan test berbentuk uraian dengan soal yang sama untuk mengetahui hasil dari kegiatan pembelajaran. Selanjutnya data yang diperoleh dilakukan uji persyaratan data yaitu uji normalitas menggunakan uji Chi-kuadrat dan uji homogenitas menggunakan uji Fisher, dari hasil ujinya kedua data tersebut normal dan homogen. Setelah itu, data dianalisis dengan uji-t. Berdasarkan pengujian diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh media pembelajaran macromedia flash terhadap kemampuan pemahaman konsep  matematika

    Pengaruh rasa ingin tahu terhadap koneksi matematis siswa pada pembelajaran trigonometri menggunakan model kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) di kelas X SMA Negeri 10 Banjarmasin tahun pelajaran 2016-2017

    Full text link
    The purpose of this study is to know the curiosity, the ability of mathematical connections, and whether or not there is a curiosity influence on students' mathematical connection ability in trigonometry learning using cooperative type think talk write (TTW) model in X-1 class SMA Negeri 10 Banjarmasin school year 2016-2017. The research method using descriptive research method. Population is the students of class X SMA Negeri 10 Banjarmasin year 2016-2017 lessons, amounting to 226 students. The sampling technique used cluster randomsampling. The sample in this study is the students of X-1 class of SMA Negeri 10 Banjarmasin, amounting to 36 students. Technique of collecting data using observation and test. Results of research on trigonometric learning using the think talk write (TTW) cooperative model in class X-1 SMA Negeri 10 Banjarmasin showed that: (1) Character of curiosity of students included in qualification already developed, (2) The ability of connection between mathematical concepts is included in good category, (3) There is influence of curiosity character to students' mathematical connection ability.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasa ingin tahu, kemampuan koneksi matematis, dan ada tidaknya pengaruh rasa ingin tahu terhadap kemampuan koneksi matematis siswa pada pembelajaran trigonometri menggunakan model kooperatif tipe think talk write (TTW) di kelas X-1 SMA Negeri 10 Banjarmasin tahun pelajaran 2016-2017.  Metode penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif. Populasi adalah siswa kelas X SMA Negeri 10 Banjarmasin tahun pelajaran 2016-2017 yang berjumlah 226 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Sampel dalam penelian ini adalah siswa kelas X-1 SMA Negeri 10 Banjarmasin yang berjumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes.  Hasil penelitian tentang pembelajaran trigonometri menggunakan model kooperatif tipe think talk write (TTW) di kelas X-1 SMA Negeri 10 Banjarmasin menunjukkan bahwa: (1) Karakter rasa ingin tahu siswa termasuk dalam kualifikasi sudah berkembang, (2) Kemampuan koneksi antar konsep matematika siswa termasuk dalam kategori baik, (3) Ada pengaruh karakter rasa ingin tahu terhadap kemampuan koneksi matematis siswa

    Penerapan model pembelajaran ARIAS untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis mahasiswa pada mata kuliah analisa real

    Full text link
    The purpose of this research is to know the application of model learning ARIAS in real analysis and knowing students ' mathematical reasoning ability improvement on real analysis. The research method used is the class action Research (PTK) conducted collaboratively and these forces cycle. This research consists of two cycles, each cycle consists of four stages, namely, the Act of planning, analysis, and reflection. The subject of research is the 6th semester students of mathematics education UNINDRA PGRI academic year 2017/2018 a number of 30 persons. To check the validity of the data, the researchers used a system of triangulation, i.e. one way in collecting and summing up the data with the results of observations of the three parties, namely: student, researcher and observer. The results of this research is the application of the model of learning can improve the capability of reasoning ARIAS mathematically students on real analysis. It can be seen from the increase in the average value of mathematical reasoning ability tests on the research introduction to cycle II. Preliminary tests at an average of mathematical reasoning ability is 60.50, on average I cycle the ability of mathematical reasoning is 73.07, cycle II average mathematical reasoning ability has increased into 82.43.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan model pembelajaran ARIAS pada mata kuliah analisa real dan mengetahui peningkatan kemampuan penalaran matematis mahasiswa pada mata kuliah analisa real. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif dan bersiklus. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan,  tindakan, analisis, dan refleksi. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 6 pendidikan matematika UNINDRA PGRI tahun akademik 2017/ 2018 sejumlah 30 orang. Untuk mengecek keabsahan data, peneliti menggunakan sistem triangulasi, yaitu salah satu cara dalam mengumpulkan serta menyimpulkan data dengan hasil pengamatan tiga pihak yaitu: mahasiswa, peneliti dan observer. Hasil dari penelitian ini adalah penerapan model Pembelajaran ARIAS dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis mahasiswa pada mata kuliah analisa real. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata tes kemampuan penalaran matematis pada penelitian pendahuluan hingga siklus II. Pada tes pendahuluan rata-rata kemampuan penalaran matematis adalah 60,50, pada siklus I rata-rata kemampuan penalaran matematis adalah 73,07, siklus II rata-rata kemampuan penalaran matematis mengalami peningkatan menjadi 82,43

    Implementasi project based learning untuk meningkatkan kemandirian dan prestasi belajar mahasiswa dalam pembuatan alat peraga matematika inovatif

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan prestasi belajar mahasiswa dalam pembuatan alat peraga Matematika di sekolah menengah melalui pembelajaran Project Based Learning. Subyek penelitian adalah mahasiswa STKIP PGRI Tulungagung semester IV Program Studi Pendidikan Matematika tahun 2015/2016 sebanyak 40 orang dan terbagi dalam 7 kelompok. Desain penelitian yang digunakan adalah PTK dengan acuan model Kemmis dan Mc Taggart dan dilaksanakan 2 siklus. Pengambilan data dilakukan dengan pretest, lembar penilaian desain alat peraga, lembar pengamatan kerja sama, lembar penilaian psikomotorik dan lembar penilaian alat peraga. Data analisis deskriptif. Hasil dari siklus 1 disarankan ada perbaikan dalam proses pembelajaran. Pada siklus 2 dengan kelompok yang sama dilakukan analisis penilaian dengan hasil penelitian, yaitu : 1 kelompok memiliki kemampuan sangat baik dalam mendesain alat peraga, ada 4 kelompok baik dan 2 kelompok cukup baik. Pada penilaian psikomotorik telah menunjukkan 3 kelompok dengan kriteria penugasan sangat baik dan 3 kelompok baik dan 1 kelompok cukup baik. Sedangkan penilaian pada aspek kerja sama kelompok menunjukkan 1 kelompok sangat baik, 3 kelompok baik dan 3 kelompok cukup baik. Berdasarkan hasil penilaian tersebut maka Project Based Learning (PjBL) mampu meningkatkan kemandirian dan prestasi belajar mahasiswa dalam kelompok untuk membuat alat peraga dengan hasil pemikiran sendiri maupun dari alat peraga yang sudah ada

    Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TS-TS pada mata kuliah struktur aljabar

    Full text link
    Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitaif untuk menggambarkan atau menjelaskan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi tertentu. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar kerja kelompok melihat pemahaman mahasiswa tentang konsep grup dan sifat-sifatnya, lembar observasi untuk mengetahui capaian keterlaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay-Two Stray (TS-TS), serta lembar observasi aktivitas mahasiswa. Sedangkan teknik analisis data dengan persentase. Hasil penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay-Two Stray (TS-TS) pada mata kuliah struktur aljabar di materi grup dan sifat-sifatnya menunjukkan: (1) terlaksananya semua sintaks pada pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe TS-TS (2) Memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep grup dan sifat-sifatnya dikarenakan karakteristik sistem kandang (stay) dan tandang (stray) yang memungkinkan mahasiswa untuk bertanya dan menjelaskan secara tidak langsung dapat memperdalam pemahaman tentang konsep yang dipelajari; (3) Memperbanyak variasi aktivitas yang dilakukan mahasiswa saat perkuliahan, tidak hanya sekadar mencatat, mendengarkan penjelasan dosen, tetapi sharing bertanya jawab dengan teman maupun anggota kelompok

    Penerapan persamaan linear bentuk dasar pada pembelajaran program linear SMA kelas XI MIPA

    Full text link
    This classroom action research aims to enhance the learning’s result of linear program by applying the linear equation of basic forms in XI MIPA 3 students of SMA Negeri  1 Martapura. Futher more, want to see the proccess of instruction, the value results of learning linear program, and the students’ respons. The subject of this research is the class XI MIPA 3 student of SMA Negeri 1 Martapura that consist of 37 students.  All the students have received the linear program learning by applying the linear equation of basic forms, became the object of the observations, filled the questionnaire, answered the test of first and second cycle, and some of them being interviewed. The collected data has been analysed descrivtively. The study’s result shows: (1)  the enhancement of learning result is 15%, from the average 84,63 at the first cycle, becomes 97,33 at the second cycle, it means the application of the linear equotion of basic forms can enhances the learning result of linear program of XI MIPA 3 student at SMA Negeri 1 Martapura in the lesson year 2015/2016, (2) from the instruction process, indicats that the psychomotor of the students are very good, and (3) the respons of the students to the linear program learning by applying  linear equotion of basic forms are in very good catagorized. The respondents hope: (1) the linear equotion of basic forms should be developed, and in the other topics of mathematics and also the other learning subjects could be applying the simple ways, (2) althought the application of linear equotion of basic form is simple, it should be done carefully and following the concept. (3) the teacher should enhance the service to the students by managing the learning’s speed, the using of whiteboard or screen, and give more examples and variated problems, particulary in problem solving.Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar program linear dengan menerapkan persamaan linear bentuk dasar pada peserta didik kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Martapura. Lebih jauh ingin mengetahui proses pembelajaran, nilai hasil belajar program linear, dan respon peserta didik. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Martapura yang berjumlah 37 orang. Semua peserta didik menerima pembelajaran program linear dengan menerapkan persamaan linear bentuk dasar, menjadi objek pengamatan, mengisi angket, mengikuti tes pada akhir siklus I dan II, dan sebagian diwawancarai. Data yang didapat dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) peningkatan hasil belajar sebesar 15% dari rerata 84,63 pada tes siklus I, menjadi 97,33 pada siklus II, dengan demikian penerapan persamaan linear bentuk dasar dapat meningkatkan hasil belajar program linear peserta didik kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Martapura Tahun Pelajaran 2015/2016, (2) dari proses pembelajaran, menunjukkan psikomotorik atau keterampilan peserta didik sangat baik, dan (3) respon peserta didik terhadap pembelajaran program linear dengan menerapkan persamaan linear bentuk dasar dikategorikan sangat baik.  Peserta didik berharap: (1) agar persamaan linear bentuk dasar dikembangkan, dan pada topik/bahasan matematika atau mata pelajaran lainnya juga menerapkan cara-cara yang lebih mudah, (2) meskipun penerapan persamaan linear memberi kemudahan, tetap harus teliti dan mengikuti konsep. (3) guru hendaknya lebih meningkatkan layanan kepada peserta didik dengan mengatur kecepatan pembelajaran, mengelola penggunaan papan tulis atau media tayang, dan memberi contoh serta soal yang lebih banyak serta bervariasi khususnya dalam soal cerita

    Identifikasi kesalahan berpikir visual mahasiswa dalam menggambar grafik fungsi real

    Full text link
    Untuk memahami konsep dan prosedur pembuktian keintegralan suatu fungsi, mahasiswa perlu mengetahui gambaran konsep dari fungsi dan gambaran prosedur dari tiap-tiap langkahnya. Berpikir dengan menggunakan gambaran konsep dan gambaran prosedur menunjukkan mahasiswa telah berpikir visual. Makalah ini membahas hasil analisis kesalahan berpikir visual mahasiswa program studi pendidikan matematika Universitas PGRI Madiun dalam menggambarkan grafik fungsi

    Pembelajaran berbasis TIK dengan Assessment for Learning (AfL) ditinjau dari kemampuan spasial siswa kelas VIII SMP negeri se-kota Banjarmasin

    Full text link
    Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil pengembangan model pembelajaran berbasis TIK  dengan Assessment for Learning (AfL) melalui penilaian teman sejawat serta efektivitas pembelajaran berbasis TIK dengan AfL melalui penilaian teman sejawat terhadap hasil belajar siswa ditinjau dari kemampuan spasial siswa yang merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 3 3. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN Kota Banjarmasin. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 262 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji  ANOVA dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan uji hipotesis, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran berbasis TIK dengan AfL melalui penilaian teman sejawat lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran berbasis TIK dan model pembelajaran konvensional. Selain itu, hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran berbasis TIK lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran konvensional. (2) Hasil belajar siswa yang mempunyai kemampuan spasial tinggi lebih baik dari hasil belajar siswa yang mempunyai kemampuan spasial sedang dan rendah. Selain itu, hasil belajar siswa yang mempunyai kemampuan spasial sedang lebih baik dari hasil belajar siswa yang mempunyai kemampuan spasial rendah

    Penguasaan mahasiswa prodi pendidikan matematika FKIP Unsam terhadap materi integral

    Full text link
    penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan sejauh mana penguasaan mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika FKIP UNSAM terhadap materi Integral dengan cara memberikan seperangkat tes yang berisi sejumlah soal tertulis. Kemudian juga untuk menentukan alternatif pembelajaran agar mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika angkatan berikutnya mampu menguasai dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Penelitian ini berbentuk deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian  ini dilakukan  di  Prodi  Pendidikan  Matematika FKIP Universitas Samudra untuk satu unit kelas Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika semester genap Tahun Ajaran 2016/2017 yang berjumlah 25 orang. Secara umum penguasaan mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika FKIP UNSAM terhadap soal teknik pengintegralan masih rendah. Persentase skor rata-rata terhadap skor maksimal ideal yang dapat dicapai oleh mahasiswa masing dibawah 50%, yaitu 53,12 (53,12 %). persentase mahasiswa  didominasi pada klasifikasi kurang menguasai dan tidak menguasai

    Pembayangan mental awal mahasiswa calon guru matematika terhadap penjumlahan dan pengurangan fungsi real

    Full text link
    Pembayangan mental grafik fungsi merupakan modalitas utama mahasiswa calon guru matematika dalam memahami konsep-konsep terkait fungsi real. Beberapa konsep matematika sangat memerlukan pembayangan mental tentang penjumlahan dan pengurangan fungsi. Paper ini membahas pembayangan mental awal mahasiswa calon guru matematika terhadap penjumlahan dan pengurangan fungsi real. Data diperoleh melalui wawancara berbasis tugas. Sebanyak 20 subjek penelitian dipilih dari mahasiswa semester 7 program studi pendidikan matematika FKIP Universitas PGRI Madiun yang belum pernah mendapatkan materi atau penjelasan tentang visualisasi penjumlahan dan pengurangan grafik fungsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7 (tujuh) bentuk pembayangan mental awal mahasiswa calon guru matematika terhadap penjumlahan dan pengurangan fungsi real

    97

    full texts

    99

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇