IPTEK Journal of Proceedings Series
Not a member yet
    757 research outputs found

    PENGATURAN HAK PENDIDIKAN DISABILITAS (sebagai persiapan penerapan teknologi berkemanusiaan)

    Get PDF
    Penyandang disabilitas di Indonesia, sebagian besar hidup dalam kondisi rentan dan pengurangan atau penghilangan hak penyandang disabilitas. Untuk mewujudkan kesamaan hak dan kesempatan bagi penyandang disabilitas menuju kehidupan yang sejahtera, mandiri, dan tanpa diskriminasi diperlukan peraturan perundang-undangan yang dapat menjamin pelaksanaannya.Hak untuk memperoleh pendidikan merupakan hak asasi manusia yang dijamin dalam Pasal 31 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Namun dalam prakteknya, anak penyandang disabilitas sangat rentan untuk memperoleh perlakuan diskriminatif dalam memperoleh hak-haknya, khususnya hak atas pendidikan. Hal tersebut disebabkan oleh ketidak-samaan kondisi fisik atau psikis anak penyandang disabilitas. Anak penyandang disabilitas membutuhkan perlindungan dalam memperoleh pendidikan. Pendidikan yang diikuti oleh penyandang disabilitas berguna sebagai bekal dalam kehidupan yang semakin meng-globalberbasis teknologi.Berdasarkan hal tersebut, penulis memaparkan tentang bagaimana pengaturan mengenai hak pendidikan bagi penyandang disabilitas. Metode penelitian yang dipergunakan adalah penelitian yuridis normative.  Kesimpulan dari artikel adalah hak pendidikan penyandang disabilitas telah diatur baik dalam konvensi internasional hak asasi manusia, International Covenant on Economic, Social, and Cultural Rights dan Convention on the Rights of Person with Disabilities dengan Resolusi 61/106, Pasal 28 C ayat (1) dan Pasal 28 E ayat (1) UUD NRI Tahun 1945.Hak atas pendidikan juga telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia khususnya Pasal 12. Secara spesifik perlindungan hak penyandang disbilitas termasuk hak pendidikan terdapat dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas. Selanjutnya, pengaturan di tingkat propinsi yaitu Peraturan Daerah Nomer 3 Tahun 2013 Tentang Perlindungan Dan Pelayanan Penyandang Disabilitas Di Jawa Timur. Begitu pula dengan Peraturan Gubernur  Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi

    Implementation of Lean Services in Hospitals To Improve The Efficiency of Patient Services in The Organization Of Health Social Security (BPJS)

    Get PDF
    The hospital has a very vital role in efforts to improve the health status of all Indonesian people. When the process of serving a hospital is not effective and efficient, patients who can be referred to as customers from the hospital will feel the impact. Long processes and patients who are required to queue in each process results in patients having to wait a long time to get service. It is hoped that Lean will apply it to hospitals to improve the process so that it can provide optimal services, and at a lower cost. From the results of this study, the waste found in the service of The Organization of Health Social Security (BPJS) is waiting /delay & defect. The impact of lean service implementation on the BPJS Health patient service process according to the process activity mapping, increasing the process cycle efficiency to 64%, according to the supply chain response matrix is to add service facilities, and according to the quality filter mapping is to carry out routine control of the registration process and the amount of stock paper and printe

    Reverse logistic location problem for electrical and electronics equipment waste treatment facility

    Get PDF
    Reverse logistics plays a significant role in reducing electrical and electronics equipment waste (e-waste) problem by returning some valuable or hazardous parts back to the distributor or producers. This paper implemented reverse logistics facility’s location problem to find the optimum location of e-waste treatment facilities. E-waste treatment facility location was determined in two phase. First, facility location model is developed to find the optimum location for e-waste treatment facility from the e-waste collecting points using K-means clustering and centre of gravity algorithm. Once the treatment facility location is decided, e-waste collection vehicle routing model is developed using saving matrix algorithm to minimize collecting distance. This paper was developed in three scenarios, based on e-waste collection problem in Jakarta. It is found that multi e-waste treatment facilities, gave the shortest collection distance compared to single and restricted area facility scenarios

    AODV-PNT Performance Study with Added Factor Number of Neighbor Nodes on VANET

    Get PDF
    VANET (Vehucular Ad hoc Network) is a development of Mobile Ad hoc Network or often called MANET. The topology of VANET can change rapidly because of the movement of the node so that the topology can change dynamically, otherwise there is an interesting problem to be investigated on VANET ie connectivity between nodes. AODV protocol routing is further developed one of them is AODV-PNT, by adding prediction of node trend (Prediction Node Trend) by calculating TWR (Total Weight of The Route). In this study the factors - factors in determining TW

    Strategy formulation for development of leather footwear centre based on capabilities and source of innovation (case study: leather footwear SMEs in Cibaduyut, Bandung)

    Get PDF
    Small and Medium Enterprises (SMEs) sector is one of an important element in the economic system in Indonesia. This kinds of sector have a major role in developing the employment procurement and the people’s economic condition as well. Thus, it is expected to be well developed and organized. This study aims to identify the strategy used by SMEs based on the influence of SME’s capabilities and source of innovation. This study was conducted by analyzing the influence of variable using structural equation models (SEM) to determine the indicators and variable that have significant influence on SMEs’ capabilities and source of innovation; and classifying the indicator based on SWOT formulation as well. These indicator and variables are categorized into strength-opportunities (SO), strengths-threats (ST), weakness-opportunities (WO), and weakness-threats (WT). The result shows that the weakness-threats (WT) strategy has the most influence value in developing their capabilities and source of innovation. Therefore, the SMEs leather footwear centre in Cibaduyut should focus on the development strategy by considering their weaknesses to confront threats

    Pengukuran Beban Kerja Petugas Keamanan Untuk Memenuhi Standard Minimal Tingkat Keamanan Lingkungan

    Get PDF
    Keamanan lingkungan menjadi kebutuhan mendasar untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif dan sebagai upaya untuk menjaga segala aset atau sumber daya dalam suatu organisasi. Semakin tinggi tingkat keamanan suatu lingkungan akan semakin rendah risiko kerugian akibat kehilangan aset atau bahaya yang mengancam personil. Petugas kemanan dalam suatu lingkungan kerja menjadi salah satu tumpuan untuk melaksanakan fungsi-fungsi pengamanan dan penyelamatan. Secara rutin dan berlanjut, petugas keamanan melakukan kegiatan monitoring terhadap aset-aset internal dan pemeriksaan lalu lintas kendaraan dan orang yang masuk serta keluar lingkungan. Perhitungan jumlah petugas keamanan perlu mempertimbangkan target tingkat keamanan lingkungan, cakupan luas area pengamanan, volume dan frekuensi kendaraan/orang/aset/perangkat yang harus diamati atau diperiksa. Penentuan jumlah petugas keamanan yang diperlukan untuk memenuhi standar minimal keamanan.  Simulasi proses pemeriksaaan surat kendaraan pada pos keamanan dikembangkan dalam penelitian ini untuk mengukur beban kerja petugas keamanan. Jumlah petugas keamanan yang dipertimbangkan dalam simulasi adalah 1 petugas, 2 petugas dan 3 petugas. Sedangkan tingkat pengamanan yang diperhitungkan adalah pada tingkat 100%, 90%, 80%, 70%, dan 50%. Berdasarkan pola data kedatangan kendaraan dan pola waktu siklus pemeriksaan surat kendaraan, penelitian ini dapat menggambarkan beban kerja petugas keamanan terhadap tingkat keamanan yang ingin diterapkan. Untuk menerapkan tingkat pengamanan maksimal yaitu 100%, diperlukan 3 orang petugas keamanan pada tiap pos. Dengan jumlah petugas keamanan sebanyak 2 orang, kondisi beban kerja normal dapat dicapai dengan tingkat keamanan 90%. Namun dengan 1 orang petugas keamanan, tingkat keamanan yang dapat dicapai akan kurang dari 50%. 

    Kajian Pengelolaan Boil Off Gas (BOG) dan Pemilihan Mesin Penggerak untuk Kapal LNG Carrier

    Get PDF
    Dalam pengoperasian kapal LNG, Boil off gas (BOG) yang dihasilkan dapat ditreatment untuk dirubah kembali menjadi LNG atau dapat dimanfaatkan untuk keperluan bahan bakar pada sistem penggerak utama. Penanganan BOG menjadi sangat penting dikarenakan dapat meningkatkan efisiensi operasional kapal, namun sebaliknya dapat menimbulkan kerugian secara ekonomi jika tidak dilakukan dengan tepat. Paper ini mengkaji penggunaan BOG yang dihasilkan oleh kapal LNG sebagai bahan bakar pada berbagai operasional mode (Full speed, Economical speed, NBO speed, Pilotage, Drifting, Anchorage). Mesin utama kapal yang digunakan pada kajian ini adalah dual fuel diesel engine (DFDE). Tujuan dilakukannya kajian ini untuk mendapatkan operasi kapal yang optimum saat proses penguapan Natural Boiled Off Gas (NBO) serta membandingkan tiga jenis dual fuel engine pada pengoperasian kapal LNG, yaitu DFDE, ME-GI engine dan X-DF engine. Metode yang digunakan pada kajian ini adalah perhitungan daya mesin kapal, perhitungan propeler, engine propeller matching, dan perhitungan konsumsi bahan bakar. Dari hasil kajian didapatkan bahwa kapal LNG yang saat ini dioperasikan mengkonsumsi bahan bakar lebih banyak dari pada operasi idealnya. Sedangkan dari perbandingan mesin dual fuel, ME-GI memperlihatkan konsumsi bahan bakar yang lebih efisie

    Studi Pemisahan Bitumen dari Asbuton Menggunakan Media Air Panas dengan Penambahan Surfaktan Anionik dan NaOH

    Get PDF
    Asbuton adalah aspal alam yang terkandung dalam deposit batuan terdapat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Asbuton dimanfaatkan sebagai bahan alternatif pengganti aspal minyak setelah bitumen dipisahkan dari mineralnya. Penelitian proses pemisahan bitumen dari asbuton menggunakan hot water process sebelumnya telah dilakukan, tetapi bitumen yang terambil kurang maksimal. Oleh karena itu, pada penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan %recovery bitumen dengan modifikasi hot water process melalui penambahan surfaktan anionik dan NaOH. Proses pemisahan bitumen dari asbuton dilakukan melalui dua proses utama, yakni premixing-preheating dan digesting. Premixing-preheating dilakukan dengan mengaduk 250 rpm asbuton dan solar pada suhu 60,70,80, dan 90oC selama 30 menit. Proses digesting mengaduk 1500 rpm campuran solar-asbuton dengan penambahan wetting agent (Rwa), berupa larutan surfaktan LAS-NaOH sebesar 25%,30%,35% dan 40% terhadap massa campuran total. Konsentrasi larutan surfaktan LAS sebesar 0,5%,1%,1,5% dan 2%. Produk proses digesting dipisahkan secara gravitasi dengan menambahkan air garam konsentrasi 3.5% sehingga terbentuk tiga lapisan. Lapisan teratas merupakan larutan bitumen-solar, ditimbang berat dan diukur densitasnya untuk mengetahui persen (%) recovery yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa % recovery bitumen tertinggi diperoleh sebesar 97,74% pada suhu 90oC dengan wetting agent 25% dan konsentrasi surfaktan 1.5

    IDENTIFIKASI BORAKS, FORMALIN SERTA PEWARNA BERACUN DAN BERBAHAYA MENUJU PRODUK MAKANAN SEHAT DAN HIGIENIS

    Get PDF
    Identifikasi dengan cara survey deskriptif dilakukan untuk identifikasi ada tidaknya boraks, formalin dan pewarna berbahaya pada makanan yang dijual oleh pedagang di Kelurahan Gebang Putih, Kelurahan Keputih dan lingkungan ITS ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat berbasis penelitian. Sampel kios makanan diambil secara purposive dan accidental sampling dengan total 100 kios. Kandungan boraks, formalin dan pewarna berbahaya dianalisis secara kualitatif menggunakan test kit. Hasil yang diperoleh menunjukkan terdapat 3 sampel kios makanan yang positif menghidangkan makanan yang mengandung boraks; 2 sampel kios makanan yang menyajikan bakso dan mie mengandung formalin dan terdapat 1 sampel kios minuman yang positif mengandung pewarna berbahaya bagi kesehatan. Terhadap sampel kios penjual makanan dan minuman yang positif terindikasi boraks, formalin dan pewarna berbahaya, diberikan konseling dan bimbingan serta pengarahan tentang bahan alternatif pengganti yang aman untuk kesehatan

    A Review of Structural Relationships in Closed-Loop Supply Chain Model

    Get PDF
    The acquisition strategy of returned products has become essential in the study of reverse supply chain.  There are three primary activities included in the process of a the reverse supply chain, the acquisition of returned products, the remanufacturing process, and redistribution. This literature review intends to study the existing relationship amongst supply chain players in a closed-loop supply chain (CLSC) model. In the remanufacturing process performed by the company, returned products must be collected from consumers. Therefore, remanufacturing companies rely upon consumers as cores suppliers. This makes the good relationship between the two become  crucial in company operational sustainability successfully.  In this study, the identified journal articles were categorized into types of structural relationships between supply chain players and network structures of a reverse supply chain. Types of structural relationships are ownership-based, service-contract, direct-order, deposit-based, credit-based, buy-back, and voluntary–based. There are four types of returned product collector and remanufacturer: Original Equipment Manufacturer (OEM), a third party (3PL), retailer, and remanufacturer. Discussion of the journal articles was presented in each category. After that, the structural relationship was explored to find its advantage and disadvantage, so that CLSC can be managed effectively and efficiently. As a summary, suggestions for future research were described as the result of the literature review conducted

    729

    full texts

    757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IPTEK Journal of Proceedings Series
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇