39192 research outputs found
Sort by
STRATEGI PEMASARAN PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN CITRA SEKOLAH DI SMK MUHAMMADIYAH 2 BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran
pendidikan
dalam meningkatkan citra sekolah di SMK
Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Fokus penelitian diarahkan pada
penerapan bauran pemasaran 7P, yaitu produk, harga, tempat,
promosi, orang, bukti fisik, dan proses. Latar belakang penelitian ini
didasari oleh fenomena persaingan antar lembaga pendidikan yang
semakin ketat, serta berkurangnya jumlah peserta didik yang menuntut
sekolah untuk merancang strategi pemasaran yang lebih efektif dan
inovatif.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.
Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi,
kemudian dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa meskipun sekolah menghadapi penurunan jumlah peserta didik,
upaya pemasaran telah dilakukan melalui peningkatan kualitas
layanan, pemanfaatan media sosial, website resmi, testimoni alumni,
dan kegiatan promosi langsung. Strategi ini terbukti mampu
memberikan kontribusi terhadap penguatan citra sekolah, meskipun
implementasinya masih perlu ditingkatkan terutama dalam
optimalisasi media digital dan inovasi promosi.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi strategi
pemasaran berbasis digital, pemanfaatan alumni sebagai duta sekolah,
serta peningkatan kualitas layanan pendidikan merupakan faktor
penting untuk membangun citra positif sekolah dan meningkatkan
daya saing di era persaingan global.
Kata kunci : Strategi pemasaran, pendidikan, citra sekolah, bauran
pemasaran 7P
ii
ABSTRACT
This study aims to analyze educational marketing strategies in
improving school image at SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung.
The research focus is directed at the application of the 7P marketing
mix, namely product, price, place, promotion, people, physical
evidence, and process. The background of this research is based on
the phenomenon of increasingly fierce competition among educational
institutions, as well as the decreasing number of students who require
schools to design more effective and innovative marketing strategies.
The research method used is descriptive qualitative. Data were
obtained through observation, interviews, and documentation, then
analyzed in depth. The results showed that although the school faced a
decline in the number of students, marketing efforts have been made
through improving service quality, utilizing social media, official
websites, alumni testimonials, and direct promotional activities. This
strategy is proven to be able to contribute to strengthening the
school's image, although its implementation still needs to be
improved, especially in optimizing digital media and promotional
innovations.
This study concludes that the integration of digital-based
marketing strategies, the utilization of alumni as school ambassadors,
and the improvement of the quality of educational services are
important factors to build a positive image of the school and increase
competitiveness in the era of global competition.
.Keywords : Marketing strategy, education, school image, 7P
marketing mi
PERAN LINGKUNGAN KERJA DALAM MEMBANGUN ETOS KERJA PETUGAS RUTAN KELAS IIB KOTA AGUNG.
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya lingkungan kerja
dalam membentuk etos kerja petugas di Rutan Kelas IIB Kota Agung. Sebagai
institusi pemasyarakatan yang memiliki tugas menjaga keamanan, ketertiban,
serta melakukan pembinaan warga binaan, petugas rutan dituntut memiliki
profesionalitas, kedisiplinan, dan tanggung jawab tinggi. Namun dalam
realitasnya, berbagai permasalahan seperti keterbatasan sarana dan prasarana,
beban kerja yang berat, jumlah petugas yang tidak sebanding dengan jumlah
warga binaan, serta dinamika hubungan sosial di lingkungan kerja membuat
etos kerja petugas tidak selalu optimal. Kondisi ini menunjukkan bahwa
kualitas lingkungan kerja, baik fisik maupun nonfisik, memiliki pengaruh
signifikan terhadap motivasi, semangat kerja, dan performa petugas. Oleh
sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana peran
lingkungan kerja dalam membangun etos kerja petugas serta bagaimana
hubungan keduanya berlangsung di Rutan Kelas IIB Kota Agung.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan
dokumentasi. Informan terdiri dari kepala rutan, beberapa petugas yang
memahami pelaksanaan tugas dan lingkungan kerja, serta narapidana sebagai
informan tambahan yang memberikan gambaran terkait interaksi dan perilaku
petugas selama bekerja. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive
sampling berdasarkan pertimbangan relevansi dan keterlibatan informan
dengan fenomena yang diteliti. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi
data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara deduktif, sehingga
menghasilkan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi lingkungan
kerja dan etos kerja petugas rutan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja memiliki
peran yang signifikan dalam membangun etos kerja petugas Rutan Kelas IIB
Kota Agung. Lingkungan kerja yang kondusif ditandai dengan ketersediaan
fasilitas yang memadai, hubungan sosial yang harmonis, pembagian tugas
yang jelas, dukungan pimpinan, serta pembinaan keagamaan berkontribusi
meningkatkan motivasi, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab petugas.
Sebaliknya, keterbatasan sarana, tingginya beban kerja, ketidakseimbangan
jumlah petugas dan warga binaan, serta tekanan emosional dalam pelaksanaan
tugas dapat menurunkan semangat kerja dan menimbulkan stres. Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja merupakan faktor
fundamental dalam membentuk etos kerja petugas. Penguatan lingkungan
kerja, baik fisik maupun nonfisik, menjadi strategi penting untuk
meningkatkan profesionalitas, integritas, serta kualitas pelayanan
pemasyarakatan di Rutan Kelas IIB Kota Agung.
Kata kunci: Lingkungan kerja, Etos kerja, Petugas rutan, Profesionalisme,
Rutan Kelas IIB Kota Agung
iv
ABSTRACT
The background of this study lies in the crucial role of the work
environment in shaping the work ethic of officers at the Class IIB Detention
Center (Rutan) in Kota Agung. As an institution responsible for maintaining
security, order, and providing guidance to inmates, correctional officers are
required to demonstrate professionalism, discipline, and a high sense of
responsibility. However, various issues such as limited facilities, heavy
workloads, an imbalance between the number of officers and inmates, and
challenges in social dynamics within the workplace indicate that the work
environment significantly affects officers’ motivation and performance. These
conditions show that both physical and non-physical aspects of the work
environment play a substantial role in influencing officers’ work ethic.
Therefore, this study aims to examine the role of the work environment in
building officers’ work ethic and to understand the relationship between both
variables at the Class IIB Detention Center in Kota Agung.
This research employs a qualitative descriptive approach. Data were
collected through observation, in-depth interviews, and documentation.
Informants included the head of the detention center, several officers who
understand operational duties and workplace dynamics, as well as inmates
who served as additional informants to provide insight regarding officers’
behavior and interactions. Informants were selected using purposive sampling
based on relevance and involvement with the studied phenomenon. The data
analysis process involved data reduction, data presentation, and drawing
conclusions through a deductive approach to gain a comprehensive
understanding of the work environment and officers’ work ethic.
The findings of the study reveal that the work environment plays a
significant role in shaping the work ethic of officers at the Class IIB Detention
Center in Kota Agung. A supportive environment—characterized by adequate
facilities, harmonious interpersonal relationships, clear task distribution,
strong leadership support, and spiritual guidance—contributes to enhancing
officers’ motivation, discipline, and sense of responsibility. Conversely, limited
facilities, high workloads, an imbalance in staffing, and emotional pressure
during task execution may reduce work enthusiasm and create stress. In
conclusion, the work environment is a fundamental factor in developing the
work ethic of correctional officers. Strengthening both the physical and non�physical aspects of the work environment is essential to improving
professionalism, integrity, and the overall quality of correctional services at
the Class IIB Detention Center in Kota Agung.
Keyword: Work Environment, Work Ethic, Correctional Officers,
Professionalism, Class IIB Detention Center Kota Agung
KONSELING PROAKTIF UNTUK MENGEMBANGKAN KEPRIBADIAN PADA TAHANAN REMAJA DI DIT RESERSE NARKOBA POLDA LAMPUNG
ABSTRAK
Masa remaja didefinisikan sebagai periode transisi. Remaja
adalah alam dimana individu tidak bisa digolongkan lagi sebagai
anak-anak, namun belum matang jika digolongkan menjadi orang
dewasa. Masa remaja merupakan salah satu periodesasi
(perkembangan) manusia. Periode ini merupakan masa transisi
(peralihan)
dari
kanak-kanak
menuju
dewasa.
Dalam
perkembangannya banyak aspek yang berkembang dalam diri
remaja diantaranya yaitu kepribadian. Adapun tujuan penelitian
ini untuk mengetahui Konseling Proaktif Untuk Mengembangkan
Kepribadian Tahanan Remaja Di DIT Reserse Narkoba Polda
Lampung
Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian
lapangan (field reseach) dengan penelitian yang bersifat kualitatif
dan deskriptif. Sumber data primer yaitu 7 orang terdiri dari 6
orang tahanan remaja dan 1 konselor di DIT Reserse Narkoba
Polda Lampung. Data diperoleh dari buku, jurnal, dan penelituan
yang dilakukan
menggunakan wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian
data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan konseling proaktif sangat
penting dilakukan. penggunaan strategi perilaku dan perilaku
kognitif dengan teknik pengendalian diri dapat membantu remaja
mengubah pola pikir yang menyimpang dan mengembangkan
kepribadian yang lebih positif. Konseling proaktif dilakukan
dengan tiga tahapan yaitu tahap awal, tahap pertengahan dan tahap
akhir konseling. Tahap awal bertujuan agar konselor dan remaja
dapat mengenal satu sama lain dan menumbuhkan rasa percaya.
Tahap pertengahan memfokuskan secara lebih mendalam pada
masalah yang dialami remaja, bantuan apa yang sesuai yang dapat
diberikan kepada remaja berdasarkan penilaian terhadap masalah
yang dialami oleh remaja tersebut. tahap akhir pada tahapan ini
setelah konselor menyimpulkan kegiatan konseling yang
dilakukan dan mengakhiri konseling, konselor memberikan
beberapa
saran
untuk
membantu remaja mengatasi. pemasalahannya dan didapatkan hasil adanya perubahan kearah
positif pada diri remaja.
Kata kunci: Konseling Proaktif, Kepribadian, dan Tahanan Remaja. ABSTRACT
Adolescence is defined as a transition period. Adolescence is
a realm where individuals can no longer be classified as children, but
are not yet mature if they are classified as adults. Adolescence is a
periodization (development) of humans. This period is a transition
period from childhood to adulthood. During development, many
aspects develop in adolescents, including personality. The aim of this
research is to find out Proactive Counseling to Develop the
Personality of Juvenile Detainees at the Lampung Regional Police
Drug Investigation Department.
The type of research in this research is field research with
qualitative and descriptive research. The primary data source is 7
people consisting of 6 juvenile detainees and 1 counselor at the
Lampung Police Narcotics Research DIT. Data was obtained from
books, journals, and research conducted using interviews,
observation, and documentation. Data analysis techniques using data
reduction, data presentation and drawing conclusions.
The research results show that proactive counseling is very
important. The use of behavioral and cognitive behavioral strategies
with self-control techniques can help teenagers change deviant
thought patterns and develop a more positive personality. Proactive
counseling is carried out in three stages, namely the initial stage,
middle stage and final stage of counseling. The initial stage aims to
enable counselors and teenagers to get to know each other and
develop a sense of trust. The middle stage focuses in more depth on
the problems experienced by adolescents, what appropriate assistance
can be given to adolescents based on an assessment of the problems
experienced by these adolescents. The final stage at this stage, after
the counselor concludes the counseling activities carried out and ends
the counseling, the counselor gives several suggestions to help
teenagers overcome their problems and results in positive changes in
the teenagers themselves.
Keywords: Proactive Counseling, Personality,
Prisoners
and Juvenile
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI SINGKONG DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Pada Petani Singkong di Gunung Sugih Lampung Tengah)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor
yang memengaruhi pendapatan petani singkong di Kecamatan
Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, ditinjau dari perspektif
Ekonomi Islam. Faktor yang dikaji meliputi luas lahan, biaya
produksi, dan hasil produksi, dengan fokus bagaimana ketiganya
berpengaruh terhadap pendapatan petani. Penelitian menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan sifat asosiatif. Data dikumpulkan
melalui kuesioner tertutup menggunakan skala Likert, wawancara, dan
observasi terhadap petani singkong di wilayah penelitian. Analisis
data dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan uji t, uji
F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
luas lahan, biaya produksi, dan hasil produksi secara parsial maupun
simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan
petani singkong. Di antara ketiga variabel, hasil produksi merupakan
faktor dominan dengan koefisien regresi tertinggi (0,641), diikuti
biaya produksi (0,417) dan luas lahan (0,263). Model regresi
menjelaskan 72,6% variasi pendapatan petani, sementara sisanya
dipengaruhi faktor lain. Dari perspektif Ekonomi Islam, usaha tani
yang dijalankan dengan prinsip kejujuran, penghindaran riba, efisiensi
biaya, serta orientasi pada kemaslahatan bersama menghasilkan
keberkahan bagi petani. Kesimpulannya, keberhasilan usaha tani2
singkong dipengaruhi oleh optimalisasi faktor teknis sekaligus
penerapan nilai-nilai syariah yang selaras dalam meningkatkan
kesejahteraan petani dan masyarakat. ABSRACT
This study aims to analyze the factors influencing cassava
farmers’ income in Gunung Sugih District, Central Lampung
Regency, from an Islamic economic perspective. The examined factors
include land area, production costs, and production output, focusing
on how they affect farmers’ income. The research employed a
quantitative associative approach. Data were collected through
closed-ended Likert scale questionnaires, interviews, and observations
with cassava farmers in the study area. The data were analyzed using
multiple linear regression with t-tests, F-tests, and the coefficient of
determination. The findings reveal that land area, production costs,
and production output have both partial and simultaneous positive
and significant effects on farmers’ income. Among these variables,
production output is the most dominant factor with the highest
regression coefficient (0.641), followed by production costs (0.417)
and land area (0.263). The regression model explains 72.6% of
income variation, while the remainder is influenced by other factors.
From the perspective of Islamic economics, farming practices based
on honesty, avoidance of usury, efficient cost management, and
commitment to communal welfare generate blessings for farmers. In
conclusion, the success of cassava farming is shaped by the
optimization of technical factors alongside the application of Islamic
values, both of which contribute to improving farmers’ welfare and
broader community prosperity
PERAN IPNU DALAM MENGUATKAN NILAI ISLAM MODERAT PADA MASYARAKAT PRINGSEWU SELATAN.
ABSTRAK
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Pringsewu Selatan
memainkan peran penting dalam penguatan moderasi beragama, baik
dalam ranah pendidikan maupun sosial, terutama dalam konteks
munculnya ketegangan antara sebagian kelompok Nahdlatul Ulama
dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Kondisi ini
menegaskan urgensi hadirnya aktor yang mampu meredakan potensi
konflik dan memperkuat nilai keberagamaan yang inklusif.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini terfokus pada dua
rumusan masalah: bagaimana peran IPNU dalam memperkuat nilai
Islam moderat di masyarakat Kelurahan Pringsewu Selatan, serta
bagaimana strategi yang digunakan IPNU dalam mewujudkan
penguatan Islam moderat di wilayah tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan sosiologis untuk mengkaji peran IPNU dalam penguatan
moderasi beragama di Pringsewu Selatan. Data diperoleh melalui
observasi, wawancara, dan dokumentasi dari berbagai sumber seperti
buku, jurnal, dan catatan lapangan, dengan melibatkan 10 informan
yang terdiri dari anggota IPNU dan masyarakat setempat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPNU di Kelurahan
Pringsewu Selatan mempunyai kontribusi yang signifikan dalam
penguatan moderasi beragama melalui bidang pendidikan, kaderisasi,
pembinaan tradisi keagamaan, serta partisipasi sosial dan budaya.
IPNU berfungsi bukan hanya sebagai ruang pembinaan pelajar,
melainkan sebagai aktor penting yang mendorong terciptanya
kehidupan keagamaan yang inklusif dan harmonis. Strategi yang
ditempuh meliputi penguatan karakter dan kepemimpinan,
pembangunan dialog lintas komunitas, pemberdayaan ekonomi kreatif
bernilai Islam, revitalisasi tradisi keagamaan moderat, serta
keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial dan kesenian. Melalui
pendekatan tersebut, IPNU mampu menghadirkan praktik Islam
moderat yang relevan, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat
Pringsewu Selatan.
Kata Kunci: IPNU, Nilai Islam Moderat dan Peran.
iii
ABSTRACT
The Nahdlatul Ulama Student Association (IPNU) in South
Pringsewu plays an important role in strengthening religious
moderation, both in the educational and social spheres, especially in
the context of tensions between some Nahdlatul Ulama groups and the
Indonesian Islamic Propagation Institute (LDII). This situation
highlights the urgency of having actors who can defuse potential
conflicts and strengthen inclusive religious values. Based on this
background, this study focuses on two research questions: how does
IPNU play a role in strengthening moderate Islamic values in the
community of South Pringsewu, and what strategies does IPNU use to
strengthen moderate Islam in the region?
This study uses qualitative methods with a sociological
approach to examine the role of IPNU in strengthening religious
moderation in South Pringsewu. Data was obtained through
observation, interviews, and documentation from various sources such
as books, journals, and field notes, involving 10 informants consisting
of IPNU members and local communities.
The results of the study show that IPNU in South Pringsewu
Subdistrict has made a significant contribution to strengthening
religious moderation through education, cadre development, religious
tradition guidance, and social and cultural participation. IPNU
functions not only as a space for student guidance, but also as an
important actor in promoting an inclusive and harmonious religious
life. The strategies employed include strengthening character and
leadership, building dialogue across communities, empowering
Islamic-based creative economy, revitalising moderate religious
traditions, and actively engaging in social and artistic activities.
Through this approach, IPNU is able to present moderate Islamic
practices that are relevant, adaptive, and have a real impact on the
community of South Pringsewu.
Keywords: IPNU, Moderate Islamic Values and Role
PENGARUH PENDEKATAN SCIENCE, TECHNOLOGY, RELIGION, ENGINEERING, ART, MATHEMATICS (STREAM) BERBANTUAN MEDIA WORDWALL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN LITERASI DIGITAL PESERTA DIDIK
ABSTRAK
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan disalah satu
SMP Negeri di Ogan Komering Ilir diperoleh hasil bahwa pendekatan
pembelajaran yang diterapkan pada sekolah dapat meningkatkan
kemampuan berpikir kreatif dan literasi digital peserta didik. Tujuan
penelitian ini untuk menganalisis Pengaruh Pendekatan Science,
Technology, Religion, Engineering, Art, Mathematics (STREAM)
Berbantuan Media Wordwall Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif
dan Literasi Digital Peserta Didik. Penelitian kuantitatif ini dilakukan
dengan menggunakan metode weak eksperimen. Teknik pengambilan
sampel menggunakan Sampling Total atau Sampel Sensus yang seluruh
anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian yang diberikan
perlakuan sama dari pretest, treatment dan posttest. Pada penelitian ini
didapatkan sampel kelas VIII 1 sebagai kelas penelitian 1 (n=30 peserta
didik), kelas VIII 2 sebagai kelas penelitian 2 (n=30 peserta didik) dan
kelas VIII 3 sebagai kelas penelitian 3 (n=30 peserta didik).
Pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest menggunakan
instrument tes essay kemampuan berpikir kreatif, dokumentasi dan
angket literasi digital. Teknis analisis data yang digunakan yaitu uji N
Gain, Paired Sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
terdapat Pengaruh Pendekatan Science, Technology, Religion,
Engineering, Art, Mathematics (STREAM) Berbantuan Media
Wordwall Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif dan Literasi Digital
Peserta Didik dengan memperoleh nilai signifikan 0,000 < 0,05.
Pada temuan ini diharapkan dapat membantu dan mendorong
guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dan
kreatif dalam pendidikan.
Kata kunci : Struktur Dan Fungsi Tubuh Tumbuhan, Berfikir Kreatif,
Literasi Digital, Pendekatan STREAM
iii
ABSTRACT
Based on the results of research conducted at a public junior
high school in Organ Komering Ilir, it was found that the learning
approach applied at the school can improve students’ creative thinking
and digital literacy skills. The purpose of this study was to determine
the effect of the Science, Technology, Religion, Engineering, Art,
Mathematics (STREAM) approach assisted by wordwall media on
students’ creative thinking and digital literacy of students. This
quantitative study was conducted using a weak experiment method. The
sampling technique used was total sampling or census sampling, in
which all members of the population were used as research samples
and given the same treatment in the pretest, treatment and posttest. In
this study, class VIII 1 was used as research class 1 (n=30 students),
class VIII 2 as research class 2 (n=30 students) and class VIII 3 as
research class 3 (n=30 students). Data collection was conducted
through pretest and posttest using an essay test instrument to assess
creative thinking skills, documentation and a digital literacy
questionnaire. The data analysis techniques used were the normality of
Gain test and the Paired Sample t-test. The results of this study indicate
that there is an effect of the Science, Technology, Religion,
Engineering, Art, Mathematics (STREAM) approach assisted by
wordwall media on students’ creative thinking and digital literacy
abilities, with a significant value of 0,000< 0,05.
It is hoped that these findings will help and encourage teachers
to develop innovative and creative learning menthods in education.
Keywords : Structure and Function of Plant Bodies, Creative Thinking,
Digital Literacy, STREA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) BERBANTUAN MEDIA WORDWALL TERHADAP PERMAHAMAN KONSEP MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK KELAS IV MIN 8 BANDAR LAMPUNG.
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman
konsep mata pelajaran Akidah Akhlak peserta didik kelas IV MIN 8
Bandar Lampung, ditunjukkan oleh hasil prapenelitian yang
memperlihatkan capaian indikator pemahaman ke dalam kategori
rendah. Berdasarkan hal terebut, rumusan masalah dalam penelitian
ini adalah Apakah Ada Pengaruh Model Pembelajaran Numbered
Heads together (NHT) Berbantuan Media Wordwall Terhadap
Pemahaman Konsep Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas IV MIN 8
Bandar Lampung? dan tujuannya untuk mengetahui Apakah Ada
Pengaruh Model Pembelajaran Numbered Heads together (NHT)
Berbantuan Media Wordwall Terhadap Pemahaman Konsep Mata
Pelajaran Akidah Akhlak Kelas IV MIN 8 Bandar Lampung.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pendekatan kuantitatif dengan jenis Quasi Experimental (Eksperimen
Semu), menggunakan desain penelitian Posttest Only Control Group
Design. Penelitian dilaksanakan di MIN 8 Bandar Lampung. Kelas
yang dijadikan kelas eksperimen yaitu kelas IV A dan kelas yang
dijadikan kelas kontrol adalah kelas IV B. Teknik pengumpulan data
menggunakan tes.
Berdasarkan hasil analisis hipotesis menggunakan uji
independen sampel t-test , dengan taraf signifikasi 5% (α = 0,05)
menunjukkan bahwa sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 yang mana H0
ditolak dan H1 diterima, artinya ada pengaruh model pembelajaran
Numbered Heads together (NHT) berbantuan media Wordwall
terhadap pemahaman konsep mata pelajaran akidah akhlak kelas IV
MIN 8 Bandar Lampung.
Kata kunci : Model Pembelajaran Numbered Heads together (NHT),
Pemahaman Konsep, Akidah Akhlak
ABSTRACT
This study was motivated by the low level of students’
conceptual understanding of Akidah Akhlak among fourth-grade
students at MIN 8 Bandar Lampung. Several factors contributed to
this issue, including students’ attention to the concepts being studied,
the learning model applied, and the learning media used. Based on
the preliminary research results, students’ understanding of Akidah
Akhlak concepts was still relatively low. This was evident from the
distribution of students’ scores by indicator, with the highest
percentage being 39.58% in the translation indicator, among the
conceptual understanding test items administered. Although teachers
had implemented various learning models, these models had not yet
been effective in maximizing students’ conceptual understanding.
Therefore, this study aimed to investigate whether the Numbered
Heads Together (NHT) learning model assisted by Wordwall media
influences students’ understanding of Akidah Akhlak concepts in the
fourth grade at MIN 8 Bandar Lampung.
This research employed a quantitative approach with a quasi�experimental design, specifically the Posttest Only Control Group
Design. The study was conducted at MIN 8 Bandar Lampung, with
class IV A serving as the experimental class and class IV B as the
control class. The data collection technique used was a test.
Based on the results of hypothesis testing using an
independent sample t-test at a 5% significance level (α = 0.05), the
obtained value of sig. (2-tailed) was 0.000 < 0.05, indicating that H₀
was rejected and H₁ was accepted. This means that the Numbered
Heads Together (NHT) learning model assisted by Wordwall media
significantly affects students’ conceptual understanding of Akidah
Akhlak in the fourth grade at MIN 8 Bandar Lampung.
Keywords: Numbered Heads Together (NHT) learning model,
conceptual understanding, Akidah Akhlak
STRATEGI KOMUNIKASI KAMPUS DALAM MEMBANGUN KESADARAN LINGKUNGAN BERBASIS PRINSIP MAQASHID SHARI’AH DI FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi
komunikasi yang dilakukan oleh UIN Raden Intan Lampung dalam
membangun kesadaran lingkungan berbasis prinsip Maqashid AlShari’ah. Fokus penelitian ini mencakup empat tahapan strategi
komunikasi, yaitu mengenal khalayak, menentukan tujuan, menyusun
pesan, dan menetapkan metode, serta keterkaitannya dengan lima
aspek penting kesadaran lingkungan di kampus: menciptakan
lingkungan kampus yang bersih dan nyaman, menjadikan mahasiswa
sebagai agen perubahan dan teladan, mendorong partisipasi aktif
dalam program lingkungan, mengurangi dampak negatif terhadap
lingkungan kampus, serta meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup
sivitas akademika.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif
deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
strategi komunikasi lingkungan kampus telah disusun secara terarah
dan berbasis nilai keislaman. Pesan-pesan yang disampaikan dikaitkan
dengan prinsip-prinsip Maqashid Al-Shari’ah, khususnya hifdz albi’ah (menjaga lingkungan) dan hifdz al-nafs (menjaga jiwa), yang
disampaikan melalui berbagai media dan pendekatan, baik langsung
maupun digital. Mahasiswa sebagai khalayak utama menunjukkan
respons positif terhadap pendekatan yang spiritual dan partisipatif.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi
komunikasi yang dijalankan mampu mendorong tumbuhnya kesadaran
dan perubahan perilaku ekologis sivitas akademika secara signifikan.
Integrasi nilai-nilai Islam dalam komunikasi lingkungan memperkuat
kesadaran bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung
jawab keagamaan. Temuan ini menjadi rujukan penting dalam
pengembangan komunikasi lingkungan yang berkelanjutan di
lingkungan kampus Islam.
Kata Kunci : Strategi Komunikasi, Kesadaran Lingkungan,
Maqashid Al-Shari’ah, Kampus Hijau, UIN Raden
Intan Lampung
ii
ABSTRACT
This study aims to analyze the communication strategies
employed by UIN Raden Intan Lampung in building environmental
awareness based on the principles of Maqashid Al-Shari'ah. The focus
of this study covers four stages of communication strategy: identifying
the audience, determining objectives, developing messages, and
establishing methods. These strategies are linked to five important
aspects of environmental awareness on campus: creating a clean and
comfortable campus environment, transforming students into agents of
change and role models, encouraging active participation in
environmental programs, reducing negative impacts on the campus
environment, and improving the health and quality of life of the
academic community.
The method used in this study was descriptive qualitative, with
data collection techniques through interviews, observation, and
documentation. The results indicate that the campus environmental
communication strategy has been developed in a focused manner and
is based on Islamic values. The messages conveyed are linked to the
principles of Maqasid Al-Shari'ah, specifically hifdz al-bi'ah
(protecting the environment) and hifdz al-nafs (protecting the soul),
delivered through various media and approaches, both in person and
digitally. Students, as the primary audience, responded positively to
this spiritual and participatory approach.
The conclusion of this study indicates that the communication
strategy implemented was able to significantly encourage the growth
of ecological awareness and change in behavior among the academic
community. The integration of Islamic values into environmental
communication strengthens the awareness that preserving nature is
part of religious responsibility. These findings serve as an important
reference in the development of sustainable environmental
communication on Islamic campuses.
Keywords: Communication Strategy, Environmental Awareness,
Maqasid Al-Shari'ah, Green Campus, UIN Raden Intan
Lampung
PERKEMBANGAN DESA RELIGI DAN WISATA KILUAN NEGERI KECAMATAN KELUMBAYAN KABUPATEN TANGGAMUS TAHUN 1977-2017
ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji perkembangan Desa Religi dan Wisata
Kiluan Negeri di Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus,
Lampung selama periode 1977-2017 melalui pendekatan sejarah local.
Rumusan masalah penelitian mencakup: (1) bagaimana sejarah awal
berdirinya Desa Kiluan Negeri tahun 1977-2017, (2) bagaimana
perkembangan aspek religius di Desa Kiluan Negeri tahun 1977-2017,
dan (3) bagaimana perkembangan sektor pariwisata di Desa Kiluan
Negeri tahun 1977-2017.Studi ini bertujuan untuk menghubungkan
masyarakat dengan kesadaran sejarahnya sendiri dan mengungkap
transformasi luar biasa sebuah desa dari wilayah keras yang nyaris tidak
berpenghuni menjadi destinasi wisata yang menarik.
Penelitian ini menggunakan metode historis dengan pendekatan
heuristik dalam pengumpulan data. Data primer diperoleh melalui
observasi lapangan di Kantor Desa Kiluan Negeri, studi arsip dan profil
desa, serta wawancara mendalam untuk mengumpulkan sejarah lisan.
Data sekunder dikumpulkan dari literatur, artikel ilmiah, jurnal, dan
sumber digital yang relevan dengan perkembangan desa. Temuan
penelitian menunjukkan bahwa nama "Kiluan" berasal dari legenda lokal
tokoh sakti Khadin Mas Antawijaya yang mengandung makna simbolik
"permintaan" mendalam. Wilayah ini awalnya merupakan habitat keras
dengan fauna buas seperti gajah dan harimau Sumatera, serta dipenuhi
mitos spiritual tentang keberadaan "sekeddi". Titik balik fundamental
terjadi pada 1977 ketika 11 imigran dari Bali, termasuk Made Rege,
Wayan Budane, dan Nedie, mulai menghuni wilayah melalui negosiasi
dengan pemilik lahan Haji Azhari Gelar Pangeran Jaya Sampurna dengan
pembayaran 55.000 rupiah per orang. Pada 14 April 2007, Kiluan Negeri
resmi memekarkan diri dari Desa/Pekon Negeri Kelumbayan dengan luas
400,7 Ha yang terbagi dalam enam dusun: Bandung Jaya, Kiluan Balak,
Sukamahi, Teluk Baru, dan Teluk Bekhak.
Perkembangan aspek religi menunjukkan adaptasi nilai-nilai
spiritual tradisional dengan modernisasi, sementara sektor pariwisata
mengalami evolusi dari potensi alam yang belum termanfaatkan menjadi
destinasi wisata bahari dan konservasi yang dikenal luas. Penelitian ini
berkontribusi pada pemahaman sejarah lokal dan menjadi referensi
pengembangan desa serupa di wilayah pesisir Lampung.
Kata kunci : Kiluan Negeri, sejarah desa, wisata religi, imigrasi Bali,
Tanggamus, transformasi sosial
ii
ABSTRACT
This study examines the development of the Religious and
Tourism Village of Kiluan Negeri in Kelumbayan Sub-district,
Tanggamus Regency, Lampung during the period 1977-2017 through a
local history approach. The research problem formulation includes: (1)
how was the early history of the establishment of Kiluan Negeri Village
from 1977-2017, (2) how was the development of religious aspects in
Kiluan Negeri Village from 1977-2017, and (3) how was the development
of the tourism sector in Kiluan Negeri Village from 1977-2017. This study
aims to connect the community with their own historical consciousness
and reveal the extraordinary transformation of a village from a harsh,
nearly uninhabited area into an attractive tourist destination.
This research employs historical methods with a heuristic
approach in data collection. Primary data was obtained through field
observations at the Kiluan Negeri Village Office, archival studies and
village profiles, as well as in-depth interviews to collect oral history.
Secondary data was collected from literature, scientific articles, journals,
and digital sources relevant to village development. Research findings
indicate that the name "Kiluan" originates from the local legend of the
sacred figure Khadin Mas Antawijaya, which contains the symbolic
meaning of profound "request." This area was initially a harsh habitat
with wild fauna such as elephants and Sumatran tigers, and was filled
with spiritual myths about the existence of "sekeddi." A fundamental
turning point occurred in 1977 when 11 immigrants from Bali, including
Made Rege, Wayan Budane, and Nedie, began inhabiting the area
through negotiations with landowner Haji Azhari titled Pangeran Jaya
Sampurna with payment of 55,000 rupiah per person. On April 14, 2007,
Kiluan
Negeri officially separated from Negeri Kelumbayan
Village/Pekon with an area of 400.7 hectares divided into six hamlets:
Bandung Jaya, Kiluan Balak, Sukamahi, Teluk Baru, and Teluk Bekhak.
The development of religious aspects shows the adaptation of
traditional spiritual values with modernization, while the tourism sector
has evolved from untapped natural potential into a widely recognized
marine tourism and conservation destination. This research contributes
to the understanding of local history and serves as a reference for the
development of similar villages in the coastal areas of Lampung.
Keywords : Kiluan Negeri, village history, religious tourism, Balinese
immigration, Tanggamus, social transformatio
PENGARUH VIRAL MARKETING DAN STORE ATMOSPHERE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DENGAN MINAT BELI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DALAM PERSPEKTIF BISNIS ISLAM (Studi Pada Konsumen Momoyo Land Antasari)
ABSTRAK
Industri kuliner di Indonesia terus berkembang pesat dengan
persaingan semakin ketat, termasuk pada segmen minuman ringan dan
ice krim. Momoyo Ice Cream menghadapi tantangan dalam
mempertahankan pasar sehingga membutuhkan strategi pemasaran
efektif. Namun, konten viral sering kali hanya menarik perhatian
tanpa mendorong konsumen melakukan pembelian. Selain itu,
keterbatasan lahan parkir di Momoyo menurunkan aspek store
atmosphere sehingga konsumen merasa kurang nyaman dan enggan
merekomendasikan produk.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh viral marketing
dan store atmosphere terhadap keputusan pembelian dengan minat beli
sebagai variabel mediasi pada konsumen Momoyo Land Antasari.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
kuesioner yang disebarkan kepada 97 responden yang merupakan
konsumen momoyo land antasari. Analisis dilakukan melalui bantuan
program SmartPLS 4.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel viral marketing dan
store atmosphere berpengaruh postif dan signifikan terhadap
keputusan pembelian, viral marketing dan store atmosphere
berpengaruh postif dan signifikan terhadap minat beli, minat beli
berpengaruh postif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dan
untuk hasil uji mediasi membuktikan minat beli memediasi pengaruh
viral marketing maupun store atmosphere terhadap keputusan
pembelian secara parsial. Dengan demikian, viral marketing, store
atmosphere, dan minat beli merupakan faktor penting dalam
meningkatkan keputusan pembelian serta strategi pemasaran Momoyo
melalui media sosial. ABSTRACT
The culinary industry in Indonesia continues to grow rapidly with
increasingly fierce competition, including in the soft drink and ice
cream segments. Momoyo Ice Cream faces challenges in maintaining
its market share, necessitating effective marketing strategies.
However, viral content often only attracts attention without
encouraging consumers to make purchases. Furthermore, limited
parking at Momoyo reduces the store atmosphere, making consumers
feel uncomfortable and reluctant to recommend the product.
This study aims to analyze the influence of viral marketing and
store atmosphere on purchasing decisions, with purchase intention as
a mediating variable among Momoyo Land Antasari consumers. The
research method used a quantitative approach using questionnaires
distributed to 97 respondents, who are Momoyo Land Antasari
consumers. The analysis was conducted using the SmartPLS 4
program.
The results show that viral marketing and store atmosphere have
a positive and significant effect on purchasing decisions. Viral
marketing and store atmosphere have a positive and significant effect
on purchase intention. Purchase intention has a positive and
significant effect on purchase decisions. The mediation test results
indicate that purchase intention partially mediates the influence of
viral marketing and store atmosphere on purchase decisions. Thus,
viral marketing, store atmosphere, and purchasing interest are
important factors in increasing Momoyo's purchasing decisions and
marketing strategies through social media