Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Raden Intan Repository
Not a member yet
    39192 research outputs found

    TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PESANAN DILUAR APLIKASI GOJEK (Studi pada Driver Gojek Kelurahan Rajabasa Nunyai Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung)

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap Pesanan di Luar Aplikasi Gojek dengan studi kasus pada driver Gojek di Kelurahan Rajabasa Nunyai, Bandar Lampung. Fenomena pesanan di luar aplikasi Gojek terjadi ketika customer melakukan pemesanan melalui aplikasi, namun kemudian meminta driver untuk membeli barang tambahan di luar transaksi yang tercatat pada sistem Gojek. Praktik ini menimbulkan permasalahan dari sisi hukum ekonomi syariah, terutama terkait kejelasan akad, transparansi harga, serta keadilan dalam transaksi. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana pesanan diluar aplikasi gojek pada driver gojek Kelurahan Rajabasa Nunyai dan juga bagaimana Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap pesanan diluar aplikasi Gojek pada Diver Gojek Kelurahan Rajabasa Nunyai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik pesanan di luar aplikasi terjadi serta bagaimana tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap praktik tersebut kemudian juga untuk menjelaskan pesanan diluar aplikasi gojek pada driver gojek Kelurahan Rajabasa Nunyai dan juga untuk menjelaskan Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap pesanan diluar aplikasi gojek pada driver gojek Kelurahan Rajabasa Nunyai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dan juga menggunakan metode penelitian field riset. Data diperoleh melalui wawancara dengan driver dan customer Gojek di Kelurahan Rajabasa Nunyai yang pernah terlibat dalam transaksi di luar aplikasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah akad ijārah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pesanan di luar aplikasi ini belum jelas akadnya dikarenakan tidak ada kejelasan dalam biaya tambahan dan harga barang yang ingin dibelikan sehingga berpotensi menimbulkan kerugian, baik bagi driver maupun customer, akibat tidak adanya kesepakatan yang jelas mengenai harga, upah, dan tanggung jawab dalam transaksi. Dari perspektif hukum ekonomi syariah, praktik ini dapat menimbulkan akad yang fasid apabila tidak memenuhi rukun dan syarat akad, seperti ketentuan dalam akad ijārah. Oleh karena itu, perlu adanya kesepakatan yang jelas dan transparan antara kedua belah pihak agar transaksi tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip syariah seperti keadilan (’adl), kejelasan (bayyinah), dan kerelaan (taradhi). ABSTRACT This study discusses the Sharia Economic Law Review of Gojek Outof-App Orders, using a case study of Gojek drivers in Rajabasa Nunyai Village, Bandar Lampung. The phenomenon of out-of-app orders occurs when customers place orders through the app but then ask the driver to purchase additional items outside the transaction recorded in the Gojek system. This practice raises issues from a Sharia economic law perspective, particularly regarding contract clarity, price transparency, and transaction fairness. The research problem is how out-of-app orders are handled by Gojek drivers in Rajabasa Nunyai Village and how the Sharia Economic Law Review of out-of-app orders is handled by Gojek drivers in Rajabasa Nunyai Village. This study aims to understand how out-of-app orders occur, how the Sharia economic law review relates to these practices, and to explain the nature of out-of-app orders for Gojek drivers in Rajabasa Nunyai Village. This study employed a qualitative method with a descriptive-analytical approach and field research. Data were obtained through interviews with Gojek drivers and customers in Rajabasa Nunyai Village who had engaged in off-app transactions. The sampling technique used was purposive sampling and the theory use in this research is a ijarah contract. The results indicate that the practice of ordering off-app transactions is unclear due to the lack of clarity regarding additional fees and the price of the purchased goods. This has the potential to cause losses for both drivers and customers due to the lack of a clear agreement regarding price, wages, and responsibilities in the transaction. From a Sharia economic law perspective, this practice can result in an invalid contract if it does not fulfill the pillars and requirements of the contract, such as the provisions of the ijarah contract. Therefore, a clear and transparent agreement is necessary between both parties to ensure that the transaction complies with Sharia principles such as justice ('adl), clarity (bayyinah), and willingness (taradhi)

    TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH DAN HUKUM POSITIF TENTANG PENGUPAHAN PEKERJA PABRIK TAHU BANDUNG ( Studi Di Desa Tanjung Heran Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus )

    No full text
    ABSTRAK Salah satu hal yang termasuk dalam muamalah adalah Ijarah. Ijarah adalah akad pemindahan hak guna (manfaat) suatu barang atau jasa dalam waktu tertentu dengan adanya pembayaran upah, tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan atas barang itu. Oleh karena itu Ijarah adalah akad atas manfaat disertai imbalan. Sistem pembayaran upah di Pabrik Tahu Bandung diberikan setiap seminggu sekali sesuai dengan jumlah perebusan kedelainya. Maka dari itu pemilik Pabrik Tahu tidak bisa memperkirakan besar kecilnya dikarenakan upah yang diberikan sesuai dengan permintaan atau pesanan tahu. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana sistem pengupahan pada Pekerja Pabrik Tahu Bandung di Desa Tanjung Heran Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus dan bagaimana tinjauan hukum ekonomi Syariah dan hukum positif tentang pengupahan pekerja Pabrik Tahu Bandung di Desa Tanjung Heran Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pengupahan pada pekerja Pabrik Tahu Bandung yan ada di Desa Tanjung Heran Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus dan untuk mengetahui tinjauan hukum ekonomi Syariah dan hukum positif tentang pengupahan pekerja Pabrik Tahu Bandung di Desa Tanjung Heran Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode field reseach (Lapangan). Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data skunder. Data primer merupakan suatu data yang diperoleh secara langsung di Pabrik Tahu Bandung . Sedangkan data sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber sumber yang telah ada seperti buku, dokumen dan sumber lain.Metode pengumpulan data dari penelitian ini berupa metode wawancara,observasi dan dokumentasi, Adapun Teknik analisis data deskriptif dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Temuan dari penelitian ini adalah sistem pengupahan pada pekerja Pabrik Tahu Bandung di Desa Tanjung Heran Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus dibayarkan kepada karyawan pabrik sesuai dengan perjanjian dalam memberikan upah setiap minggunya. Namun pemilik pabrik tidak dapat memastikan besaran upah atau samar-samar dalam menentukan upah pekerja karena upah yang diberikan sesuai dengan banyak atau sedikitnya pesanan tahu di Pabrik Tahu Bandung. Tinjauan hukum ekonomi syariah tentang pengupahan pekerja pabrik tahu bandung dalam pengupahan sesuai hukum Islam dengan terpenuhinya rukun dan syarat seperti objek ijarah berupa upah yang sesuai dengan banyak atau sedikitnya pesanan dan sighat berupa ijab dan qabul yang sesuai dengan kesepakatan bahwa upah diberikan setiap minggunya dengan banyaknya perebusan dan permintaan tahu Bandung. Adapun tinjauan hukum positif tentang pengupahan pekerja pabrik tahu Bandung di Desa Tanjung Heran dalam pemberian upah pekerja belum layak sebab upah yang dibayarkan tergantung banyaknya pesanan sehingga upah yang dibayarkan kepada karyawan masih tergolong cukup rendah atau dibawah upah minimum kabupaten (UMK) Tanggamus. ABSTRACT One of the things included in muamalah is Ijarah. Ijarah is a contract for the transfer of the right to use (benefit) of a good or service for a certain period of time with the payment of wages, without being followed by the transfer of ownership of the goods themselves. Therefore, Ijarah is a contract for benefits accompanied by compensation. The wage payment system at the Bandung Tofu Factory is given once a week according to the amount of boiled soybeans. Therefore, the Tofu Factory owner cannot estimate the amount because the wages are based on the demand or order of tofu. The problem formulation in this study is how the wage system for Bandung Tofu Factory workers in Tanjung Heran Village, Pugung District, Tanggamus Regency and how the review of Sharia economic law and positive law regarding wages for Bandung Tofu Factory workers in Tanjung Heran Village, Pugung District, Tanggamus Regency. The purpose of this study is to determine the wage system for Bandung Tofu Factory workers in Tanjung Heran Village, Pugung District, Tanggamus Regency and to determine the review of Sharia economic law and positive law regarding wages for Bandung Tofu Factory workers in Tanjung Heran Village, Pugung District, Tanggamus Regency. Study employed a qualitative research method with field research. The data sources used were primary and secondary data. Primary data is data obtained directly at the Bandung Tofu Factory. Secondary data is data obtained from existing sources such as books, documents, and other sources. Data collection methods in this study included interviews, observation, and documentation. The descriptive data analysis techniques used in this study included data reduction, data presentation, conclusion drawing, and data verification. The findings of this study indicate that the wage system for workers at the Bandung Tofu Factory in Tanjung Heran Village, Pugung District, Tanggamus Regency, is paid according to the weekly wage agreement. However, the factory owner cannot confirm the wage amount or is vague in determining workers' wages because wages are based on the quantity of tofu orders at the Bandung Tofu Factory. A review of Islamic economic law on wages for Bandung tofu factory workers in wages according to Islamic law by fulfilling the pillars and conditions such as the object of ijarah in the form of wages according to the number of orders and sighat in the form of ijab and qabul in accordance with the agreement that wages are given every week according to the number of boiling and requests for Bandung tofu. Meanwhile, a positive legal review of wages for Bandung tofu factory workers in Tanjung Heran Village, Pugung District, Tanggamus Regency in providing workers' wages is not yet appropriate because the wages paid depend on the number of orders so that the wages paid to employees are still relatively low or below the Tanggamus district minimum wage (UMK)

    IMPLEMENTASI PASAL 115 HURUF B UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN PERSPEKTIF SIYĀSAH TANFĪŻIYYAH (Studi di Polresta Bandar Lampung)

    No full text
    ABSTRAK Lalu lintas mempunyai peran penting dalam mobilitas berkendara karena berkaitan langsung dengan transportasi dan angkutan jalan. Di dalam kehidupan masyarakat jika semua lapisan dalam masyarakat bersedia untuk patuh dan taat pada aturan yang berlaku, bisa dipastikan semua mobilitas dalam bermasyarakat terkait keamanan akan berjalan lancar dan tertib. Namun pada kenyataannya pelanggaran lalu lintas masih banyak terjadi di jalan raya yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat, baik pada pengguna jalan roda dua, roda empat, maupun bus atau truk. Hal ini yang menjadi masalah utama dan tugas penting bagi kepolisian. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah Bagaimana Implementasi Pasal 115 Huruf B Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan? dan Bagaimana Implementasi Pasal 115 Huruf B Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan berdasarkan perspektif Siyāsah Tanfīżiyyah? Tujuan penelitian dalam skripsi ini adalah untuk mengetahui Implementasi Pasal 115 Huruf B Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan untuk mengetahui Implementasi Pasal 115 Huruf B Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada Polresta Bandar Lampung berdasarkan perspektif Siyāsah Tanfīżiyyah. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research), dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang berkaitan dengan pelaksanaan penertiban Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandar Lampung. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Implementasi Pasal 115 Huruf B Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang dilakukan oleh Polresta dalam pelaksanaan penertiban balap liar sudah terlaksana dengan melakukan upaya penegakan hukum melalui tindakan preventif dan represif, seperti patroli rutin, penyuluhan, dan penindakan terhadap pelanggar. Namun kendala tetap ada, seperti kurangnya fasilitas balap resmi, perpindahan lokasi oleh pelaku, serta keterbatasan personel. Berdasarkan perspektif Siyāsah Tanfīżiyyah, Implementasi pasal tersebut selaras dengan prinsipprinsip syariah terkait amanah, dan kemaslahatan masyarakat. Penegakan hukum terhadap balapan liar dianggap penting untuk menjaga keselamatan dan ketertiban umum, sekaligus menghindari masyarakat dari kemudharatan. ABSTRACT Traffic plays an important role in driving mobility as it is directly related to transportation and road transportation. In society, if all layers of the community are willing to comply and obey applicable regulations, it can be ensured that all mobility related to security will run smoothly and orderly. However, in reality, traffic violations still frequently occur on the roads committed by most members of the community, whether by two-wheeled vehicles, four-wheeled vehicles, buses, or trucks. This is the main problem and an important task for the police. The research questions in this thesis are: How is the implementation of Article 115 Letter B of Law Number 22 of 2009 concerning Traffic and Road Transportation? And how is the implementation of Article 115 Letter B of Law Number 22 of 2009 concerning Traffic and Road Transportation viewed from the perspective of Siyāsah Tanfīżiyyah? The objectives of this study are to understand the implementation of Article 115 Letter B of Law Number 22 of 2009 concerning Traffic and Road Transportation and to understand its implementation by the Bandar Lampung City Police Resort from the perspective of Siyāsah Tanfīżiyyah. This study is a field research, employing data collection techniques through observation, interviews, and documentation related to the enforcement of traffic and road transportation by the Bandar Lampung City Police Resort (Polresta). The results of this research conclude that the implementation of Article 115 Letter B of Law Number 22 of 2009 by the Police Resort in handling illegal racing has been carried out through law enforcement efforts via preventive and repressive actions, such as routine patrols, outreach, and sanctions against offenders. However, obstacles remain, including the lack of official racing facilities, location shifts by offenders, and personnel limitations. From the perspective of Siyāsah Tanfīżiyyah, the implementation of this article aligns with sharia principles related to trust and public welfare. Law enforcement against illegal racing is considered essential to maintain public safety and order, as well as to prevent harm to society

    PRAKTEK SEWA MENYEWA TANAH UNTUK BANGUNAN RUMAH DALAM TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi di Kelurahan Pasar Liwa Kecamatan Balik Bukit Kabupaten Lampung Barat)

    No full text
    ABSTRAK Interaksi dalam aktivitas sewa-menyewa mencerminkan sebuah ikatan hukum yang mengikat antar para pihak yang bersangkutan. Kajian ini menitikberatkan pada transformasi fungsi tanah menjadi area untuk pembangunan hunian yang dikelola oleh warga di Kelurahan Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit. Seringkali, proses penyewaan tersebut berlangsung secara verbal dengan pengaturan hak dan kewajiban yang tidak terperinci, khususnya dalam hal kewajiban pembayaran sewa, yang dapat mengakibatkan kerugian pada salah satu pihak. Fokus penelitian ini adalah mendalami praktek sewa tanah untuk pembangunan rumah di wilayah tersebut dan mengkaji aspek hukum ekonomi syariah yang relevan terhadap praktik tersebut. Tujuan utamanya adalah untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai praktik tersebut serta menyajikan analisis berdasarkan perspektif hukum ekonomi syariah. Kajian ini merupakan suatu penelitian lapangan yang menerapkan pendekatan deskripsi dan analisis. Pengumpulan informasi dilakukan melalui teknik wawancara serta dokumentasi, lalu data tersebut disusun dan diseleksi secara teratur untuk menghasilkan karya ilmiah yang terstruktur dan bernas. Proses analisis data memakai pola berpikir Pendekatan penelitian ini berbasis kualitatif dengan memanfaatkan pola berpikir deduktif dan induktif, di mana data dianalisis secara mendalam dengan menekankan pada pola penalaran logis dari yang umum ke khusus maupun sebaliknya. Berdasar pada hasil penelitian yang telah diperoleh, pelaksanaan aktivitas sewa-menyewa di Kelurahan Pasar Liwa memperlihatkan bahwa akad yang disepakati oleh kedua pihak mensyaratkan kewajiban pembayaran sewa sesuai dengan jadwal yang telah disetujui serta penetapan jangka waktu sewa tanah. Secara praktik, kesepakatan ini biasanya dilakukan secara verbal tanpa dokumen tertulis. Pihak penyewa menyetujui semua ketentuan Kesepakatan yang diperoleh secara kolektif antara pihak pemegang hak atas tanah dan pihak yang menyewakan tersebut penyewa untuk keperluan pembangunan bangunan di atas tanah tersebut. Namun, dalam pelaksanaannya, sering kali terjadi keterlambatan pembayaran sewa pada tahun-tahun berikutnya yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal dan menimbulkan kerugian pada salah satu pihak. Oleh karena itu, praktik penyewaan tanah untuk pembangunan rumah di Kelurahan Pasar Liwa perlu dikaji lebih dalam dari sudut pandang hukum ekonomi syariah guna menilai kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip akad ijarah dalam Islam. ABSTRACT Interactions in rental activities reflect a binding legal bond between the parties involved. This study focuses on the transformation of land into residential development managed by residents in Pasar Liwa Village, Balik Bukit District. Often, the rental process occurs verbally, with unclear rights and obligations, particularly regarding rental payment obligations, which can result in losses for one party. This research focuses on exploring the practice of land leasing for housing construction in the area and examining aspects of Islamic economic law relevant to this practice. The primary objective is to gain a comprehensive understanding of this practice and to present an analysis based on an Islamic economic law perspective. This study is a field study employing a descriptive and analytical approach. Information was collected through interviews and documentation, then the data was systematically compiled and selected to produce a structured and comprehensive scientific paper. The data analysis process employed a qualitative approach, utilizing deductive and inductive thinking patterns. Data were analyzed in depth, emphasizing logical reasoning from the general to the specific and vice versa. Based on the research findings, the implementation of rental activities in Pasar Liwa Village shows that the agreement reached by both parties requires mandatory rental payments according to an agreed schedule and stipulates a lease term. In practice, this agreement is usually made verbally without written documentation. The lessee agrees to all provisions of the agreement, which is reached collectively between the land rights holder and the lessor, for the purpose of constructing a building on the land. However, in practice, there are often delays in rental payments in subsequent years, which are inconsistent with the initial agreement and result in losses for one of the parties. Therefore, the practice of leasing land for housing construction in Pasar Liwa Village requires further examination from the perspective of Islamic economic law to assess its compliance with the principles of the ijarah contract in Islam

    ANALISIS PRAKTIK BAGI HASIL DALAM BUDIDAYA IKAN PATIN PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI ISLAM (Studi di desa Srikaton Kecamatan Buay Madang Timur Kabupaten OKU Timur)

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini membahas praktik pembagian keuntungan dalam budidaya ikan patin di Desa Srikaton, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, dari perspektif hukum ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan lapangan (field research) melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembagian keuntungan masih menghadapi hambatan berupa kontrak yang tidak jelas, kurangnya transparansi biaya,dan perubahan rasio pembagian keuntungan di luar kesepakatan awal. Kondisi ini bertentangan dengan prinsip-prinsip muḍārabah dalam hukum ekonomi Islam, khususnya kejelasan kontrak, transparansi (alshafafiyah), dan keadilan (adl). Status hukum praktik ini dinyatakan tidak sah karena ketidakadanya kerelaan dari kedua belah pihak dan berpotensi merugikan salah satu pihak. Studi ini merekomendasikan perbaikan melalui kontrak tertulis, penerapan transparansi penuh sejak awal, dan mekanisme tinjauan berkala untuk menjaga keadilan dan keberlanjutan kerjasama. ABSTRACT This study examines profit-sharing practices in catfish farming in Srikaton Village, Buay Madang Timur District, East Ogan Komering Ulu (OKU) Regency, South Sumatra, from the perspective of Islamic economic law. This study used a qualitative method with a field approach through participatory observation, in-depth interviews, and documentation studies. The results show that the profit-sharing system still faces obstacles in the form of unclear contracts, a lack of cost transparency, and changes in the profit-sharing ratio beyond the initial agreement. This condition contradicts the principles of muḍārabahin Islamic economic law, specifically contract clarity,transparency(al-shafafiyah),andjustice(adl).The legal status of this practice is declared invalid due to the lack of willingness from both parties and the potential for harm to one of the parties. This study recommends improvements through written contracts, the implementation of full transparency from the outset, and a periodic review mechanism to maintain fairness and sustainability of the collaboration

    TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PRAKTIK POTONGAN DALAM PENARIKAN TABUNGAN DI PASAR PANJANG KECAMATAN PANJANG KOTA BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik potongan dalam penarikan tabungan di Pasar Panjang, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan prinsip hukum ekonomi syariah. Tabungan nonformal yang dikelola sejak 2020 ini menggunakan akad Ijarah dengan potongan standar 4% (Rp40.000) dari setiap penarikan Rp1.000.000 sebagai imbalan jasa pengelolaan. Namun, ditemukan variasi potongan sebesar 2,5% (Rp25.000) dan 3,5% (Rp35.000) untuk sebagian penabung yang dipengaruhi kedekatan personal dengan pengelola. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui observasi, wawancara terhadap sembilan informan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun akad Ijarah yang digunakan sah menurut syariah, penerapannya belum sepenuhnya mencerminkan prinsip ekonomi Islam, terutama keadilan (al-'adl), keterbukaan, kerelaan (taradhi), dan bebas dari ketidakjelasan (gharar). Tingkat gharar mencapai 60% yang termasuk kategori gharar fahisy (gharar berat). Perbedaan potongan yang tidak diinformasikan secara terbuka menunjukkan ketidakadilan dan bertentangan dengan Fatwa DSN-MUI No. 09/DSN-MUI/IV/2000 tentang Pembiayaan Ijarah yang menekankan kejelasan upah (ujrah) sejak awal akad. Penelitian menyimpulkan bahwa sistem tabungan tersebut perlu direformasi agar lebih adil, transparan, dan konsisten dengan prinsip syariah, sehingga mencerminkan nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan masyarakat. ABSTRACT This study aims to analyze the deduction practices in savings withdrawal at Pasar Panjang, Panjang District, Bandar Lampung City, and evaluate their compliance with Islamic economic law principles. This informal savings scheme, managed since 2020, employs an Ijarah contract with a standard 4% deduction (Rp40,000) from every Rp1,000,000 withdrawal as a management service fee. However, variations in deduction rates of 2.5% (Rp25,000) and 3.5% (Rp35,000) were found for certain savers, influenced by personal closeness to the manager. The research employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach through observation, interviews with nine informants, and documentation. Results indicate that although the Ijarah contract used is valid according to sharia, its implementation does not fully reflect Islamic economic principles, particularly justice (al-'adl), transparency, mutual consent (taradhi), and freedom from uncertainty (gharar). The gharar level reaches 60%, categorized as gharar fahisy (severe gharar). The undisclosed differential deductions demonstrate injustice and contradict DSN-MUI Fatwa No. 09/DSN-MUI/IV/2000 on Ijarah Financing, which emphasizes clear wage (ujrah) specification from the contract's inception. The study concludes that the savings system requires reform to become more equitable, transparent, and consistent with sharia principles, thereby reflecting values of honesty, justice, and responsibility in community financial management

    EFEKTIVITAS KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN AKHLAKUL KARIMAH PADA SISWA DI SMA NEGERI 1 TANJUNG RAJA KABUPATEN LAMPUNG UTARA

    No full text
    ABSTRAK Ekstrakuriuler Pendidikan Agama Islam merupakan kegiatan tambahan sebagai upaya dalam pemantapan, pengayaan dan perbaikan terhadap nilai-nilai, norma, pengembangan dalam aspek bakat, minat dan kepribadian peserta didik. Selain itu, ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam sebagai pengamalan dan penguasaan terhadap kitab suci, keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, ibadah, sejarah, seni dan kebudayaan yang dilakukan di luar jam pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam melalui kegiatan rohis dalam mengingkatkan akhlak siswa dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat kegiatan rohis dalam meningkatkan akhlakul karimah pada siswa di SMA Negeri 1 Tanjung Raja Kabupaten Lampung Utara. penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini menggunakan seluruh anggota rohis yakni sebanyak 25 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, angket (kuesioner) dan observasi. teknik yang digunakan dalam analisis data untuk memperoleh validitas dan reabilitas instrumen yakni rumus Pearson Product Moment dan Spearmana Brown. Namun sebelum itu harus melalui persyaratan analisis yang harus terpenuhi yakni uji noramalitas, linieritas, Heteroskedastisitas dan Multikolinearitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan rohis di SMA Negeri 1 Tanjung Raja Kabupaten Lampung Utara efektif dalam meningkatkan akhlakul karimah. Hal tersebut telah dibuktikan melalui pengujian statistik yang menunjukkan efektivitas kegiatan rohis memberikan kontribusi terhadap meningkatnya akhlakul karimah sebesar 65,8%. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda, dapat disimpulkan bahwa faktor pendukung dan penghambat secara bersama sama tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap meningkatnya akhlakul karimah, dikarenakan nilai signifikansi ≥ 0,05 yakni 0,852. Kata kunci : Kegiatan Ekstrakurikuler Pendidikan Agam Islam, Akhla

    PENGARUH PENGGUNAAN FITUR CARDLESS WITHDRAWAL DAN KEPUASAN NASABAH TERHADAP LOYALITAS NASABAH (Studi Pada Nasabah Gen Z Pengguna BSI Mobile Di Bandar Lampung)

    No full text
    ABSTRAK Fitur Cardless Withdrawal merupakan transaksi tarik tunai tanpa menggunakan kartu sama sekali, pada saat bertransaksi yang diperlukan nasabah hanya perlu mengingat PIN bahkan bisa menggunakan sidik jari yang lebih personality. Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh penggunaan fitur cardless withdrawal dan kepuasan nasabah terhadap loyalitas nasabah Generasi Z Pengguna BSI Mobile Di Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jumlah sampel 100 responden yang menggunakan layanan Fitur Cardless Withdrawal pada nasabah Bank Syariah Indonesia. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan menggunakan software SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukan bahwa Penggunaan Fitur Cardless Wihdrawal dan Kepuasan Nasabah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Nasabah Gen Z Pengguna BSI Mobile Di Bandar Lampung. Selain itu, perspektif islam penggunaan fitur Cardless Withdrawal sah selama memenuhi prinsip-prinsip syariah, seperti kejelasan akad, perlindungan data, serta tidak mengandung unsur gharar (ketidakjelasan) dan riba. Dalam penelitian ini menunjukan bahwa tingkat penggunaan layanan Fitur Cardless Withdrawal di kalangan Generasi Z Pengguna BSI Mobile di Kota Bandar Lampung tergolong tinggi. Hal ini mencerminkan adanya penerimaan positif terhadap layanan Fitur Cardless Withdrawal. Dalam membentuk loyalitas dengan didukung faktor kualitas layanan, kepercayaan terhadap prinsip syariah,serta inovasi layanan digital yang konsisten memberikan manfaat. Hasil penelitian penelitian ini tidak hanya penting secara akademis untuk mengisi kesenjangan pengetahuan, tetapi juga sangat relevan dan mendesak bagi industri perbankan untuk menghadapi tantangan loyalitas di era digital yang semakin kompetitif. ABSTRACT The Cardless Withdrawal feature is a cash withdrawal transaction without using a card at all, at the time of the transaction that is required, customers only need to remember the PIN and can even use a more personalized fingerprint. This researcher aims to find out and analyze the influence of the use of the cardless withdrawal feature and customer satisfaction on the loyalty of Generation Z customers of BSI Mobile users in Bandar Lampung. This study uses a quantitative approach, with a sample of 100 respondents who use the Cardless Withdrawal Feature service at Bank Syariah Indonesia customers. The analysis technique used was multiple linear regression using SPSS version 25 software. The results of the study show that the use of the Wihdrawal Cardless Feature and Customer Satisfaction have a positive and significant effect on the Loyalty of Gen Z customers of BSI Mobile users in Bandar Lampung. In addition, from a Islamic perspective, the use of the Cardless Withdrawal feature is valid as long as it meets sharia principles, such as clarity of the contract, data protection, and does not contain elements of gharar (uncertainty) and usury. In this study, it shows that the level of use of the Cardless Withdrawal Feature service among Generation Z of BSI Mobile users in Bandar Lampung City is relatively high. This reflects the positive acceptance of the Cardless Withdrawal Feature service. In building loyalty supported by service quality factors, trust in sharia principles, and digital service innovation that consistently provides benefits. The results of this research are not only academically important to fill the knowledge gap, but also very relevant and urgent for the banking industry to face loyalty challenges in an increasingly competitive digital age

    ANALISIS HUKUM KELUARGA ISLAM TERHADAP KETIDAK HARMONISAN DALAM RUMAH TANGGA AKIBAT PERAN GANDA ISTRI KARNA SUAMI TIDAK MELAKSANAKAN KEWAJIBAN (Studi di Desa Bungkuk Kecamatan Marga Sekampung Kabupaten Lampung Timur)

    No full text
    ABSTRAK Fenomena peran ganda ini semakin banyak terjadi seiring dengan perubahan sosial dan ekonomi, di mana banyak perempuan turut serta dalam mencari nafkah untuk membantu kesejahteraan keluarga. Meskipun demikian, dalam menjalankan peran ganda ini, istri sering menghadapi tantangan, seperti tekanan psikologis, kelelahan, dan kesulitan dalam membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.Dari perspektif Islam konsep peran ganda istri harus tetap berlandaskan pada prinsip keadilan dan keseimbangan dalam rumah tangga. Islam mengajarkan pentingnya musyawarah dan kerja sama antara suami dan istri dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing. Seorang istri diperbolehkan bekerja selama tidak mengabaikan tugasnya sebagai ibu dan istri serta tetap menjaga nilainilai syariat. Namun, jika peran ganda tersebut menimbulkan beban yang berlebihan dan mengganggu keharmonisan rumah tangga, maka perlu adanya solusi yang berlandaskan prinsip Islam, seperti pembagian tugas yang lebih adil serta dukungan dari suami dan keluarga. Oleh karena itu, dalam menghadapi dinamika peran ganda ini, keseimbangan dan komunikasi yang baik antara suami istri menjadi kunci dalam menciptakan rumah tangga yang harmonis dan penuh keberkahan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana latar belakang persoalan tentang peran ganda istri dalam rumah tangga karena suami tidak melaksanakan kewajiban di desa bungkuk kecamatan marga sekampung kabupaten lampung timur, serta untuk mengetahui bagaimana kesesuaian dalam hukum keluarga Islam terkait ketidak harmonisan dalam rumah tangga akibat peran ganda istri karena suami tidak melaksanakan kewajiban di desa bungkuk kecamatan marga sekampung kabupaten lampung timur. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dilakuakn melalui wawancara dan dokumentasi, sumber data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa Peran ganda istri dalam rumah tangga sering kali terjadi ketika suami tidak menjalankan kewajibannya sebagai pencari nafkah, sehingga istri harus bekerja sekaligus mengurus keluarga. Kondisi ini dapat menimbulkan tekanan fisik dan psikologis bagi istri, yang pada akhirnya berpotensi menyebabkan ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Dalam hukum keluarga Islam, pernikahan dibangun di atas prinsip keadilan dan keseimbangan peran antara suami dan istri, di mana suami memiliki kewajiban utama untuk menafkahi keluarga sebagaimana disebutkan dalam QS. an-Nisā’ ayat 34. Hukum keluarga Islam menekankan pentingnya kerja sama dan kesalingan (mubādalah) dalam rumah tangga dan menolak kondisi dimana beban hanya ditanggung oleh satu pihak, terutama jika hal itu berakibat pada ketidakharmonisan dalam pernikahan. ABSTRACT This dual role phenomenon is increasingly occurring along with social and economic changes, where many women are involved in earning a living to help the welfare of the family. However, in carrying out this dual role, wives often face challenges, such as psychological stress, fatigue, and difficulty in dividing time between work and family. From an Islamic perspective, the concept of a wife's dual role must remain based on the principles of justice and balance in the household. Islam teaches the importance of deliberation and cooperation between husband and wife in carrying out their respective responsibilities. A wife is allowed to work as long as she does not neglect her duties as a mother and wife and maintains the values of sharia. However, if this dual role causes an excessive burden and disrupts household harmony, then a solution is needed that is based on Islamic principles, such as a fairer division of tasks and support from the husband and family. Therefore, in dealing with the dynamics of this dual role, balance and good communication between husband and wife are the keys to creating a harmonious and blessed household. The problem in this study is to find out the background of the problem of the wife's dual role in the household because the husband does not carry out his obligations in Bungkuk Village, Marga Sekampung District, East Lampung Regency, and to find out how the suitability of Islamic family law is related to disharmony in the household due to the wife's dual role because the husband does not carry out his obligations in Bungkuk Village, Marga Sekampung District, East Lampung Regency. This study uses a field research type. Data collection was carried out through interviews and documentation, the data sources used consisted of primary and secondary data. The results of the study stated that the wife's dual role in the household often occurs when the husband does not carry out his obligations as a breadwinner, so that the wife has to work and take care of the family at the same time. This condition can cause physical and psychological stress for the wife, which ultimately has the potential to cause disharmony in the household. In Islamic family law, marriage is built on the principle of justice and balance of roles between husband and\ud wife, where the husband has the main obligation to provide for the family as stated in QS. an-Nisā’’ verse 34. Islamic family law emphasizes the importance of cooperation and mutual assistance (mubadālah) in the household and rejects conditions where the burden is borne by only one party, especially if it results in disharmony in the marriage

    INTERAKSI SOSIAL KEAGAMAAN DALAM TRADISI SEDEKAH BUMI DI TIYUH GUNUNG TERANG KECAMATAN GUNUNG TERANG KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT.

    No full text
    ABSTRAK Tradisi Sedekah Bumi merupakan salah satu warisan budaya religius masyarakat agraris Indonesia yang hingga kini masih bertahan sebagai bentuk ekspresi rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen dan keberkahan alam. Tradisi ini tidak hanya mengandung makna spiritual sebagai ungkapan keimanan dan ketundukan manusia terhadap Sang Pencipta, Melalui pelaksanaan Sedekah Bumi, masyarakat terlibat dalam proses interaksi sosial keagamaan yang mencerminkan hubungan timbal balik antara nilai spiritual dan sosial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan tiga metode, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling untuk diwawancarai yaitu peneliti memilih informan yang memiliki kriteria yang sesuai untuk diwawancarai. Teori yang digunakan yaitu teori Intraksionisme Simbolik oleh George Herbert Mead dalam menganalisis dan membahas hasil temuan yang ada dilapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Sedekah Bumi di Tiyuh Gunung Terang merupakan bentuk ekspresi religius dan sosial masyarakat yang mengandung nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan pelestarian budaya lokal. Bentuk interaksi sosial yang muncul dalam tradisi yaitu interaksi Asosiatif yang meliputi akomodasi, akulturasi, dan assimilation yang diwujudkan melalui kegiatan gotong royong, musyawarah, serta partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, terjadi interaksi antara tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat umum yang mencerminkan komunikasi sosial yang harmonis dan memperkuat nilai toleransi serta kebersamaan antarwarga. Secara sosial, tradisi Sedekah Bumi berfungsi sebagai sarana mempererat hubungan antarindividu dan antarkelompok, membangun solidaritas, serta menjaga integrasi sosial di tengah dinamika perubahan masyarakat. Secara keagamaan, tradisi ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas rezeki dan hasil bumi yang melimpah, sekaligus sebagai media untuk memperdalam spiritualitas dan memperkuat keimanan. Makna yang terkandung dalam setiap simbol dan ritual menggambarkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan, serta menjadi pedoman moral bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sosial dan religius. Kata kunci: interaksi sosial keagamaan, Sedekah Bumi, solidaritas sosial, budaya lokal. iii ABSTRACT The Earth Alms tradition is a religious cultural heritage of Indonesia's agrarian communities, still preserved today as a form of gratitude to God for the harvest and natural blessings. This tradition not only carries spiritual significance as an expression of faith and submission to the Creator, but also engages the community in a process of socio-religious interaction that reflects the reciprocal relationship between spiritual and social values. The research method used in this research is a descriptive qualitative method. The data collection method uses three methods, namely observation, interviews and documentation. The selection of informants used a purposive sampling technique to be interviewed, that is, the researcher chose informants who had appropriate criteria to be interviewed. The theory used is the symbolic interactionism theory by George Herbert Mead in analyzing and discussing the findings in the field. The research results show that the Sedekah Bumi tradition in Tiyuh Gunung Terang is a form of religious and social expression of the community that contains religious values, togetherness, and preservation of local culture. The form of social interaction that emerges in the tradition is associative interaction that includes accommodation, acculturation, and assimilation which is realized through mutual cooperation activities, deliberation, and active participation of all levels of society. In its implementation, interactions occur between traditional leaders, religious leaders, youth, and the general public that reflect harmonious social communication and strengthen the values of tolerance and togetherness among residents. Socially, the Sedekah Bumi tradition functions as a means of strengthening relationships between individuals and groups, building solidarity, and maintaining social integration amidst the dynamics of societal change. Religiously, this tradition is a form of community gratitude to God for abundant sustenance and crops, as well as a medium to deepen spirituality and strengthen faith. The meaning contained in each symbol and ritual depicts the harmonious relationship between humans, nature, and God, and serves as a moral guideline for the community in living their social and religious lives. Keywords: socio-religious interaction, Earth Alms, social solidarity, local culture

    29,220

    full texts

    39,192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Raden Intan Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇