39192 research outputs found
Sort by
THE EFFECTIVENESS OF ENGLISH SONGS ON STUDENTS’ PRONUNCIATION OF ELEVENTH GRADE STUDENTS’ OF SWADHIPA NATAR HIGH SCHOOL SOUTH LAMPUNG
ABSTRACT
Pronunciation receives less priority in teaching and learning
English in class. As a result, students‟ have some difficulties in
pronouncing particular sounds, espesially silent consonant sounds.
Furhermore,issues develop as a result of the media‟s failure to do its
jobs. The issues arises when the educational media is less
interesting,causing students‟ become bored. The purpose of this study
was to determine whether there is an effectiveness of using English
song media on students' pronunciation. The English songs media is
good since its repeats the way native speaking say, so it can help
students‟ to train their ears and tongue.
Quasi-experimental design was used in this study. The
population of this study was grade eleven. The sample of this study
was selected through random sampling technique. The sample of this
study was taken from two classes consisting of 38 students for the
experimental class and 38 students for the control class. English song
media was used in the experimental class and printed book media was
used in the control class to teach students. The treatment was held in 3
meetings with 2 x 45 minutes for each class. To collect data, pre-test
and post-test were carried out in a written test by presenting a
multiple-choice test consisting of 10 items for each test and an oral
test consisting of 10 English words containing silent consonants.
In collecting data, the author used pre-test and post-test
instruments. After giving the post-test, the author analyzed it using
SPSS (Statistical Package for Social Science). From the analysis it
was found that the results of sig. (2-tailed) the same variance was
0.000 and = 0.05. Ha is accepted if sig. (Pvalue) <α = 0.05 and Ho is
rejected. Based on the calculation, it can be concluded that there is a
significant increase in the use of English song media on students'
pronunciation skills in class XI students of SMA Swadhipa Natar in
the 2024/2025 academic year. So, this English song media can be used
to improve students' pronunciation skills.
Keywords: Experimental Research, English Songs, Pronunciatio
MANAJEMEN STRATEGI KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MIMA IV SUKABUMI BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam
pembangunan suatu bangsa. Dalam konteks pendidikan Islam,
madrasah memegang peranan penting dalam membentuk karakter dan
kompetensi generasi muda. Oleh karena itu, manajemen yang efektif
di madrasah sangat diperlukan untuk memastikan bahwa proses
pendidikan berlangsung dengan baik dan mencapai tujuan yang
diharapkan1
. Dalam hal ini, kepala madrasah sebagai pemimpin
memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola sumber daya,
termasuk guru, untuk meningkatkan kinerja mereka dalam proses
pembelajaran
Penelitian ini merupakan metode kualitatif dengan
menggunakan deskriftif yaitu field research. Pada penelitian ini
menggunakan metode pengumpulan data dengan observasi,
wawancara dan dokumentasi adapun teknik analisis data dalam
penelitian ini adalah melalui pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data serta kesimulan dan verifikasi.Penelitian ini
memberikan informasi bahwa implementasi manajemen strategi
kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru di MIMA IV
Sukabumi Bandarlampung yang dikaji melalui 3 aspek yaitu
Formulasi strategi, implementasi strategi,dan evaluasi strategi.
Berdasarkan wawancara dan observasi di MIMA IV
Sukabumi Bandar Lampung, formulasi strategi untuk meningkatkan
kinerja guru dilakukan melalui beberapa langkah, yaitu: merumuskan
visi misi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan,
melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja guru, serta memberikan
motivasi berupa reward dan arahan. Upaya kepala sekolah dalam
meningkatkan kinerja guru dilakukan melalui penjelasan awal tentang
tugas, pemberian perangkat pembelajaran yang memudahkan guru,
dan penghargaan secara berkala. Meskipun demikian, terdapat
tantangan seperti perlunya perumusan visi misi yang lebih inklusif dan
adanya perbedaan respons terhadap motivasi antar guru.
Kata Kunci: Manajemen Strategi, Kepala Madrasah, Kinerja Guru
iv
ABSTRACT
Education is one of the main pillars in the development of a
nation. In the context of Islamic education, madrasas play an
important role in shaping the character and competence of the
younger generation. Therefore, effective management in madrassas is
indispensable to ensure that the educational process goes well and
achieves the expected goals. In this case, the head of the madrasah as
a leader has a great responsibility in managing resources, including
teachers, to improve their performance in the learning process
This research is a qualitative method using
descriptive, namely field research. This research uses data collection
methods using observation, interviews and documentation. The data
analysis techniques in this research are through data collection, data
reduction, data presentation as well as conclusions and
verification.This research provides information that the
implementation of strategic management in improving teacher
performance at MISS MMA IV Sukabumi Bandarlampung is studied
through 3 aspects, namely strategy formulation, strategy
implementation, and strategy evaluation.
Based on interviews and observations at MIMA IV
Sukabumi Bandar Lampung, strategy formulation to improve teacher
performance is carried out through several steps, namely: formulating
a vision and mission by involving various stakeholders, conducting
regular evaluations of teacher performance, and providing motivation
in the form of rewards and direction. The principal's efforts to
improve teacher performance are carried out through initial
explanations of assignments, providing learning tools that make it
easier for teachers, and regular awards. However, there are
challenges such as the need to formulate a more inclusive vision and
mission and differences in responses to motivation between teachers.
Keywords: Strategic Management, Kepala Madrasah Teacher
Perform
MULTIMODAL ANALYSIS IN TEACHING VIDEO RUANG GURU
ABSTRACT
The objective of this research was to analyze the types of
representational meanings in Ruang Guru's English teaching videos
based on Kress and van Leeuwen's framework. This research focused
on identifying about a multimodal analysis in teaching video Ruang
Guru. Meanwhile, the sub-focus of this research was conducted to
know about types of representation meaning used English Language
Teaching on Ruang Guru Video.
The method of this research type was content or document
analysis. The data were taken from Ruang Guru YouTube Video. The
instrument of research was the researcher herself who analyzed the
representational meaning on Ruang Guru Video. The data were
analyzed through four steps namely data reduction, data condensation,
data display and conclusion drawing. To validate the data of research,
it was used triangulation theory but the researcher also validates to the
lecturer.
Based on the findings, it was found that types of
representational meaning were found including Action process,
Reactional process, Verbal and mental process, Conversational
process, Classificational process, and Analytical process. However,
there was no Geometrical symbolism process because the video did
not use any geometrical symbols to represent ideas. Additionally,
there was no Embedded process because each picture in the video
carried multiple meanings instead of combining one meaning into a
single visual. This shows that some types were not used although the
video uses many types of meaning to explain the material.
Keywords: Multimodal Analysis, Representational Meaning,
Ruang Gur
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP HAK ASUH ANAK BAGI IBU YANG MENGIDAP GANGGUAN MENTAL (Studi di Desa Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung)
ABSTRAK
Hak Asuh Anak (Hadhanah) merupakan kewajiban dan hak
seseorang untuk mengasuh, memelihara, serta mendidik anak yang belum
dewasa atau belum mampu berdiri sendiri, baik secara fisik maupun
mental. Hak asuh anak (Hadhanah) bagi ibu yang mengidap gangguan
mental di Desa Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten
Pesawaran Provinsi Lampung, dalam hal tersebut orang tua yaitu ayah
yang sudah meninggal dunia dan ibu yang mengidap gangguan mental.
Sehingga hak asuh anak tidak dapat dilakukan karena pada dasarnya hak
asuh anak harus dilakukan dengan seseorang yang memiliki kondisi fisik
yang normal dan mampu dalam merawat anak tersebut, sesuai dengan
memenuhi syarat dalam tuntunan hukum Islam. Rumusan masalah pada
penelitian ini yaitu mengenai: 1. Bagaimana praktik pemenuhan hak asuh
anak bagi ibu yang mengidap gangguan mental di Desa Sungai
Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung?; 2.
Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap hak asuh anak bagi ibu yang
mengidap gangguan mental di Desa Sungai Langka Kecamatan Gedong
Tataan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung?.
Metode penelitian yang digunakan penulis dalam skripsi ini
adalah metode penelitian lapangan (Field Research) dengan
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam
penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder dengan metode
pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi.
Metode pengolahan data pada penelitian ini menggunakan Pemeriksaan
data
(editing),
penandaan
data
(footnote),
rekontruksi
data
(reconstruction) dan sistematis data (systematizing).
Hasil dari penelitian yaitu bahwa data yang peneliti dapat di Desa
Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran
Provinsi lampung, terdapat 1 orang yang mengidap gangguan mental
pada salah satu keluarga didesa tersebut. Seorang ibu yang memiliki
gangguan mental melakukan hak asuh anak maka hal tersebut tidak sah
karna tidak memenuhi syarat-syarat pemegang hak asuh anak
(Hadhanah), salah satu syaratnya yaitu berakal sehat. Menurut tinjauan
hukum Islam, Hak Asuh Anak (hadhanah) merupakan tanggung jawab
besar yang dibebankan kepada orang tua untuk memastikan
kesejahteraan, perlindungan, serta pendidikan anak. Islam menekankan
bahwa pengasuh harus memiliki kecakapan (kewajiban menjaga dan
membimbing) dan akil-baligh (dewasa secara fisik dan mental).
Kata Kunci: Gangguan Mental, Hak Asuh Anak (Hadhanah), Hukum
Islam. ABSTRACT
Child Custody (Hadhanah) is the obligation and right of a person
to care for, maintain, and educate a child who is not yet an adult or is not
yet able to stand alone, both physically and mentally. Child custody
(Hadhanah) for mothers with mental disorders in Sungai Langka Village,
Gedong Tataan District, Pesawaran Regency, Lampung Province, in this
case the parents are the deceased father and the mother who has a mental
disorder. So that child custody cannot be carried out because basically
child custody must be carried out by someone who has a normal physical
condition and is able to care for the child, in accordance with the
requirements in Islamic law. The formulation of the problem in this study
is regarding: 1. How is the practice of fulfilling child custody for parents
with mental disorders in Sungai Village, Gedong Tataan District,
Pesawaran Regency, Lampung Province?; 2. How is the Islamic law
review of child custody for mothers with mental disorders in Sungai
Langka Village, Gedong Tataan District, Pesawaran Regency, Lampung
Province?.
The research method used by the author in this thesis is a field
research method (Field Research) using a qualitative descriptive
approach. The data sources in this study consist of primary and secondary
data with data collection methods by observation, interviews and
documentation. The data processing method in this study uses Data
examination (editing), data marking (footnote), data reconstruction
(reconstruction) and systematic data (systematizing).
The results of the study are that the data that researchers obtained
in Sungai Langka Village, Gedong Tataan District, Pesawaran Regency,
Lampung Province, there was 1 person with a mental disorder in one of
the families in the village. A mother who has a mental disorder carries out
child custody rights, so it is invalid because it does not meet the
requirements for child custody rights holders (Hadhanah), one of the
requirements is being of sound mind. According to Islamic law, Child
Custody (hadhanah) is a major responsibility imposed on parents to
ensure the welfare, protection, and education of children. Islam
emphasizes that caregivers must be competent (the obligation to care for
and guide) and mature (physically and mentally mature). Therefore,
parents who suffer from mental disorders and are unable to carry out full
caregiving responsibilities may be considered unqualified as primary
caregivers, in the best interests of the child.
Keywords: Mental Disorder, Child Custody (Hadhanah), Islamic Law
TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PERJANJIAN GANTI RUGI AKIBAT TAMBANG PASIR (Studi di Pekon Buay Nyerupa Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat)
ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji perjanjian ganti rugi akibat tambang pasir
ditinjau dalam hukum ekonomi syariah. Perjanjian yang dilakukan oleh
pemilik tambang pasir dan masyarakat di Pekon Buay Nyerupa
dilaksanakan secara lisan. Adapun isi dari perjanjian tersebut bahwa
pemilik sawah sekitar tambang pasir akan menerima biaya Rp. 5.000.000
sebagai bentuk kompensasi dari kerugian yang dilakukan oleh pekerja
tambang pasir. Namun faktanya pemilik tambang pasir tidak memberikan
kompensasi kepada masyarakat dikarenakan pemilik pertama tambang
pasir meninggal dunia pengelolaan tambang pasir kemudian di alihkan
kepada ahli warisnya. Setelah pengelolaan tambang pasir di alihkan, ahli
waris tersebut melakukan kelalaian dalam perjanjian yang telah dibuat
dengan meniadakan uang kompensasi yang telah di sepakati pada saat
akad dengan pengelola pertama. Penelitian ini ingin menjawab dua
persoalan 1) bagaimana praktik perjanjian ganti rugi akibat tambang pasir
di Pekon Buay Nyerupa Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat 2)
bagaimana tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap perjanjian ganti
rugi akibat tambang pasir di Pekon Buay Nyerupa Kecamatan Sukau
Kabupaten Lampung Barat.
Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu metode
menghasilkan data deskriptif. Jenis penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Penelitian
lapangan dilakukan dengan mengkaji data yang bersumber dari lokasi
atau lapangan penelitian. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis.
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa
pertama, Praktik perjanjian ganti rugi akibat tambang pasir di Pekon Buay
Nyerupa dilakukan secara lisan antara Bapak Mirul sebagai pemilik
tambang pasir dengan Bapak Gunawan, Bapak Hermanto, Bapak Idir dan
Ibu Yuli. Isi dari perjanjian tersebut berupa uang ganti rugi Rp.5.000.000
yang dibayarkan setiap satu tahun sekali. Adapun kerusakan yang dialami
oleh Bapak Gunawan yaitu lahan sawah yang hilang dibawa arus sungai
seluas 2 m2, kerusakan yang dialami oleh Bapak Hermanto yaitu
rusaknya pembatas jalan sawah dan sawah seluas 1,2 meter, kemudian
Bapak Idir mengalami kerugian pada tanah dan tanaman seluas 0,7 meter
selanjutnya Ibu Yuli mengalami kerusakan pada lahan tanah perkebunan
seluas 1 m2. Kedua, tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap perjanjian
ganti rugi akibat tambang pasir yang terjadi di Pekon Buay Nyerupa
bahwa hukum akad ganti rugi yang dilakukan oleh Bapak Mirul dengan
Bapak Gunawan, Bapak Hermanto, Bapak Idir dan Ibu Yuli sah menurut
hukum ekonomi syariah karena telah memenuhi rukun dan syarat
perjanjian ganti rugi.
Kata Kunci: Hukum Ekonomi Syariah, Ganti Rugi, Tambang Pasir. ABSTRACT
This research examines compensation agreements resulting from
sand mining in terms of sharia economic law. The agreement made by the
sand mine owner and the community in Pekon Buay Nyerupa was
implemented verbally. The contents of the agreement state that the
owners of rice fields around the sand mine will receive a fee of Rp.
5,000,000 as a form of compensation for losses incurred by sand mining
workers. However, the fact is that the sand mine owner did not provide
compensation to the community because the first owner of the sand mine
died and then the management of the sand mine was transferred to his
heirs. After the management of the sand mine was transferred, the heir
made a mistake in the agreement that had been made by negating the
compensation money that had been agreed upon at the time of the
agreement with the first manager. This research aims to answer two
questions 1) what is the practice of compensation agreements resulting
from sand mining in Pekon Buay Nyerupa, Sukau District, West Lampung
Regency 2) how is the sharia economic law review of compensation
agreements resulting from sand mining in Pekon Buay Nyerupa, Sukau
District, West Lampung Regency.
The method used is a qualitative method, namely a method of
producing descriptive data. The type of research used in this research is
field research. Field research is carried out by examining data sourced
from the research location or field. This research is descriptive analytical
in nature
Based on the research results, it can be concluded that first, the
practice of compensation agreements resulting from sand mining in
Pekon Buay Nyerupa was carried out orally between Mr. Mirul as the
owner of the sand mine and Mr. Gunawan, Mr. Hermanto, Mr. Idir and
Mrs. Yuli. The contents of the agreement are in the form of compensation
money of IDR 5,000,000 which is paid once a year. The damage suffered
by Mr. Gunawan was 2 m2 of rice fields lost to the river current, the
damage suffered by Mr Hermanto was the destruction of 1.2 meters of
paddy field road divider and paddy fields, then Mr Idir suffered losses of
0,000 of land and plants. 7 meters later, Mrs. Yuli experienced damage to
1 m2 of plantation land. Second, a review of sharia economic law
regarding the compensation agreement resulting from sand mining that
occurred in Pekon Buay Nyerupa. It is clear that the compensation
agreement entered into by Mr. Mirul with Mr. Gunawan, Mr. Hermanto,
Mr. Idir and Mrs. Yuli is valid according to sharia economic law because
it fulfills the pillars of law. and the terms of the compensation agreement.
Keywords: Sharia Economic Law, Compensation, Sand Mining
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DAN KETAKUTAN AKAN KEGAGALAN DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA TEKNIK MESIN
ABSTRAK Salah satu masalah yang sering terjadi dikalangan mahasiswa
tingkat akhir yaitu cenderung timbul rasa bosan, sehingga mahasiswa
cenderung mengalihkan dengan hal yang menyenangkan daripada
mengerjakan skripsi. Apabila seorang mahasiswa tidak dapat
mengatur waktunya, maka mahasiswa tidak akan menyelesaikan tugas
skripsi atau mahasiswa akan cenderung menunda tugas yang biasa
disebut prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara konformitas teman sebaya dan ketakutan
akan kegagalan dengan prokrastnasi akademik pada mahasiswa teknik
mesin. Populasi penelitian yaitu mahasiswa teknik mesin di
Universitas Negeri Lampung, menggunakan metode kuantitatif.
Partisipan penelitian didapatkan menggunakan teknik purposive
sampling dan diperoleh sebanyak 87orang. Teknik pengumpulan data
menggunakan tiga skala, yaitu skala prokrastinasi akademik 36 aitem
(α=0.94 ), skala konformitas teman sebaya 19 aitem (α =0.856 ) dan
skala ketakutan akan kegagalan 30 aitem (α=0.915). Teknik analisis
data menggunakan analaisis regresi berganda dengan bantuan
software JASP 0.19.1.0 for windows.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konformitas teman
sebaya dan ketakutan akan kegagalan bersama-sama mempengaruhi
prokrastinasi akademik pada mahasiswa teknik mesin dengan nilai
r=0.269 dengan p<0.001 dan sumbangan efektif sebesar 26.9%
sisanya sebesar 73.1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti
dalam penelitian ini. Hasil hipotesis kedua diperoleh dengan nilai
rx1y=0.357 dengan p<0.001 artinya terdapat hubungan signifikan
negatif antara konformitas teman sebaya dengan prokrastinasi
akademik pada mahasiswa teknik mesin, dengan sumbangan efektif
sebesar 12.14%. Hasil hipotesis ketiga diperoleh dengan nilai rx2y=
0.392 dengan p<0.001 artinya terdapat hubungan signifikan negatif
antara ketakutan akan kegagalan dengan prokrastinasi akademik pada
mahasiswa teknik mesin, dengan sumbangan efektif sebesar 14.79%.
Dapat disimpulkan bahwa semua hipotesis dalam penelitian ini
diterima.
Kata kunci: Konformitas Teman Sebaya, Ketakutan akan
Kegagalan, dan Prokrastinasi Akademik. ABSTRACT One of the problems that often occurs among final-year
students is the tendency to feel bored, causing them to divert their
attention to enjoyable activities instead of working on their thesis. If a
student cannot manage their time, they will not complete their thesis
or will tend to postpone tasks, which is commonly referred to as
academic procrastination. This study aims to determine the
relationship between peer conformity and fear of failure with
academic procrastination among mechanical engineering students.
The research population consists of mechanical engineering students
at the University of Lampung, using a quantitative method. The
research participants were obtained using purposive sampling
technique, totaling 87 individuals. The data collection technique used
three scales, namely the academic procrastination scale with 36 items
(α=0.94), the peer conformity scale with 19 items (α=0.856), and the
fear of failure scale with 30 items (α=0.915). The data analysis
technique used multiple regression analysis with the help of JASP
0.19.1.0 for Windows software.
The results of this study indicate that peer conformity and fear
of failure together influence academic procrastination among
mechanical engineering students, with a value of r=0.269 and
p<0.001, and an effective contribution of 26.9%, while the remaining
73.1% is influenced by other factors not examined in this study. The
results of the second hypothesis were obtained with a value of
rx1y=0.357 with p<0.001, meaning there is a significant negative
relationship between peer conformity and academic procrastination
among mechanical engineering students, with an effective
contribution of 12.14%. The results of the third hypothesis were
obtained with a value of rx2y=-0.392 with p<0.001, meaning there is
a significant negative relationship between fear of failure and
academic procrastination among mechanical engineering students,
with an effective contribution of 14.79%. It can be concluded that all
hypotheses in this study are accepted.
Keywords: Peer Conformity, Fear of Failure, and Academic
Procrastination
GAYA KOMUNIKASI GURU LAKI LAKI DALAM KELAS DALAM UPAYA PENGEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DINI DI TK AL KAUTSAR BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis gaya
komunikasi yang diterapkan oleh guru laki-laki dalam upaya
pengembangan bahasa anak usia dini di TK Al Kautsar Bandar
Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara,
dan dokumentasi yang melibatkan guru laki-laki, serta beberapa anak
didik di kelas. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa guru laki-laki di TK Al Kautsar menggunakan
berbagai teknik komunikasi verbal dan non-verbal yang mendukung
pengembangan bahasa anak, termasuk pemberian instruksi yang jelas,
penggunaan bahasa yang mudah dipahami, serta stimulasi bahasa
melalui percakapan dan permainan. Gaya komunikasi yang bersifat
interaktif dan responsif terbukti memberikan dampak positif terhadap
keterampilan bahasa anak, baik dalam aspek kosakata, kemampuan
berbicara, maupun pemahaman makna. Penelitian ini memberikan
wawasan tentang pentingnya peran guru laki-laki dalam mendukung
perkembangan bahasa anak usia dini melalui pendekatan komunikasi
yang tepat.
Berdasarkan hasil penelitian mengenai gaya komunikasi guru
laki-laki dalam kelas di TK Al Kautsar Bandar Lampung, dapat
disimpulkan bahwa gaya komunikasi yang diterapkan oleh guru laki�laki memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan
bahasa anak usia dini. Guru laki-laki di TK ini menggunakan gaya
komunikasi yang lebih interaktif dan ekspresif, yang memotivasi
anak-anak untuk lebih aktif dalam berbicara dan berpartisipasi dalam
kegiatan belajar. Guru tersebut cenderung menggunakan bahasa yang
sederhana namun tegas, sehingga anak-anak lebih mudah memahami
instruksi dan materi yang diajarkan
Kata kunci : Gaya Komunikasi, Guru Laki-Laki,
Pengembangan Bahasa, Anak Usia Dini.
iii
ABSTRACT
This research aims to explore and analyze the communication
styles applied by male teachers in efforts to develop early childhood
language at Al Kautsar Kindergarten Bandar Lampung. This research
uses a qualitative approach with a case study method. Data was
collected through observation, interviews and documentation
involving male teachers and several students in the class. Data
analysis was carried out using reduction techniques, data
presentation and drawing conclusions. The research results show that
male teachers at Al Kautsar Kindergarten use various verbal and non�verbal communication techniques that support children's language
development, including providing clear instructions, using language
that is easy to understand, and stimulating language through
conversation and games. An interactive and responsive
communication style has been proven to have a positive impact on
children's language skills, both in terms of vocabulary, speaking
ability and understanding meaning. This research provides insight
into the important role of male teachers in supporting early childhood
language development through appropriate communication
approaches.
Based on the results of research regarding the communication
style of male teachers in the classroom at Kindergarten Al Kautsar
Bandar Lampung, it can be concluded that the communication style
applied by male teachers has a significant influence on the language
development of early childhood. The male teacher at this kindergarten
uses a more interactive and expressive communication style, which
motivates children to be more active in speaking and participating in
learning activities. These teachers tend to use simple but firm
language, so that children can more easily understand the instructions
and material being taught
Key words: Communication Style, Male Teacher, Language
Development, Early Childhood
PEMENUHAN HAK-HAK PEKERJA WANITA DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN UNDANG-UNDANG CIPTA KERJA NO 06 TAHUN 2023 (Studi di PT Aman Jaya Perdana Kelurahan Campang Raya Kecamatan Sukabumi Bandar Lampug)
ABSTRAK
Semakin komplitnya gaya hidup seseorang maka semakin
meningkat pula kebutuhan biaya yang harus dikeluarkan. Keadaan seperti
ini juga bisa menggerakkan setiap orang tidak terkecuali kaum wanita
yang ikut berpartisipasi meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan
cara bekerja merupakan hal biasa. Bekerjanya kaum wanita diluar rumah
sudah menjadi suatu hal yang lumrah dan sudah tidak dapat dipungkiri
lagi. Hanya saja sebagai wanita dituntut untuk lebih kreatif dalam
berkarir, agar kewajibannya sebagai ibu tidak terabaikan dan hasrat
berkarirnya terpenuhi.. Namun seringkali terjadi, pekerja ini diabaikan
keberadaan mereka terutama di dalam pemenuhan hak-hak mereka. Hak
hak pekerja yang seringkali diabaikan oleh Perusahaan yaitu pekerja
wanita. Pemenuhan hak pekerja di PT Aman Jaya Perdana berdasarkan
data yang diperoleh bahwasanya masih belum sesuai dengan Undang
Undang Cipta Kerja No 11 Tahun 2023. Pekerja wanita yang bekerja di
PT tersebut menyatakan bahwa salah satu hak pekerja menurut undang
undang yang ada masi belum diterapkan di PT tersebut .
Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (Field
Research) dan sifat penelitian ini yaitu desktiptif analisis. Sumber data
yang digunakan adalah jenis data primer dan skunder. Metode
pengumpulan data meliputi : observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Metode pengolahan data yaitu : editing,klasifikasi, dan sistematis data,
kemudian data analisis data dengan kualitatif dengan pendekatan fikir
secara induktif.Dalam pemenuhan hak-hak pekerja PT Aman Jaya
Perdana telah memenuhi beberapa hak hak pekerjanya sebagai berikut:
memberikan hak atas upah yang sama dalam satu jenis pekerjaan yang
sama bagi wanita dan laki-laki, mendapatkan jaminan kesehatan dan
keamanan khususnya bagi pekerja wanita, memberikan cuti jika
mengalami haid, melahirkan, dan keguguran, memberikan waktu untuk
melaksanakan ibadah.
Dalam Tinjauan Hukum Islam dan Undang-Undang Cipta Kerja
No 06 Tahun 2023 ketentuan memberikan hak kepada pekerja wanita
harus sesuai dengan ketentuan yang sudah ada. Dalam aturan Hukum
Islam wanita harus menjaga kehormatan dirinya. Islam mengharamkan
mereka berduaan dengan mereka yang bukan muhrim. Larangan ini
mengandung konsekuensi bahwa wanita tidak boleh mengerjakan
perbuatan-perbuatan yang dapat merusak kehormatan dirinya. Akan
tetapi, masih ada beberapa hak yang memang belum sepenuhnya
diberikan
Kata Kunci : Pemenuhan Hak, Pekerja Wanita, Cipta Kerja. ABSTRACT
The more complete a person's lifestyle, the more costs they
have to pay. Situations like this can also move everyone, including
women, whose participation in improving family welfare by working is a
common thing. Women working outside the home has become
commonplace and can no longer be denied. Islam does not prohibit
women from working to become career women and earning a living for
themselves or their families, if circumstances have forced them to work or
in their work there are benefits for themselves or for the people and
society. It's just that women are required to be more creative in their
careers, so that their obligations as mothers are not neglected and their
career desires are fulfilled. However, it often happens that these workers
are neglected, especially in fulfilling their rights. The workers' rights that
are often ignored by companies are female workers. Fulfillment of
workers' rights at PT Aman Jaya Perdana based on the data obtained
shows that it is still not in accordance with the Job Creation Law No. 11
of 2020. Female workers who work at the PT stated that one of the
workers' rights according to existing laws has still not been implemented
at the PT the .
This type of research uses field research and the nature of this
research is descriptive analysis. The data sources used are primary and
secondary data types. Data collection methods include: observation,
interviews, and documentation. Data processing methods are: editing,
classification and systematic data, then qualitative data analysis using an
inductive thinking approach.
In fulfilling workers' rights, PT Aman Jaya Perdana has
fulfilled several of its workers' rights as follows: providing the right to
equal wages in the same type of work for women and men, getting health
and safety guarantees, especially for female workers, providing leave If
you experience menstruation, childbirth or miscarriage, give yourself
time to perform worship. In the Review of Islamic Law and Job Creation
Law No. 06 of 2023, the provisions providing rights to female workers
must be in accordance with existing provisions. According to Islamic law,
women must maintain their honor. Islam forbids them to be alone with
those who are not muhrim. This prohibition contains the consequence
that women must not carry out actions that could damage their honor.
However, there are still some rights that have not been fully granted
Keywords: Fulfillment of Rights, Women Workers, Job Creation
PERAN PALANG MERAH INDONESIA (PMI) KOTA METRO DALAM MENINGKATKAN SOLIDARITAS KEMANUSIAAN DI KOTA METRO
ABSTRAK
Skripsi ini membahas tentang Palang Merah
Indonesia (PMI) Kota Metro Dalam Meningkatkan Solidaritas
Kemanusiaan Di Kota Metro. PMI Kota Metro adalah sebuah
organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak
di bidang sosial kemanusiaan yang berada di wilayah Kota
Metro. Kota Metro menjadi daerah rujukan bagi wilayah
sekitarnya dengan fasilitas pelayanan publik seperti kesehatan,
pendidikan, dan lain-lain. Selain itu Kota Metro merupakan
salah satu pusat pertumbuhan di Provinsi Lampung.
Berdasarkan permasalahan di atas penulis merumuskan
rumusan masalah penelitian yaitu bagaimana peran Palang
Merah Indonesia (PMI) Kota Metro dalam meningkatkan
solidaritas kemanusiaan di Kota Metro ? dan bagaimana
strategi Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Metro dalam
meningkatkan solidaritas kemanusiaan di Kota Metro? Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Palang Merah
Indonesia (PMI) Kota Metro dalam meningkatkan solidaritas
kemanusiaan di Kota Metro dan strategi PMI Kota Metro
dalam meningkatkan solidaritas kemanusiaan di Kota Metro.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian
ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif yang
menggambarkan keadaan dan kejadian suatu objek secara
objektif. Metode pengumpulan data menggunakan 3 metode,
yang pertama metode observasi, kedua wawancara, ketiga
dokumentasi. Pemilihan informan menggunakan teknik
purposive sampling untuk diwawancarai yaitu peneliti
memilih informan yang memiliki kriteria yang sesuai untuk
diwawancarai sesuai dengan tema yang berkaitan. Teori yang
digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah teori
solidaritas Emile Durkheim dan teori strategi oleh David
Hunger dan Thomas L.Wheelen.
Hasil temuan ini menunjukkan bahwa Peran Palang
Merah Indonesia (Kota Metro) dalam meningkatkan
solidaritas kemanusiaan di Kota Metro berjalan dengan baik. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Metro berperan aktif
dalam mempererat solidaritas kemanusiaan di Kota Metro
dengan menyelenggarakan kegiatan sosial kemanusiaan
berupa sosialisasi bantuan hidup dasar, sosialisasi donor
darah, sosialisasi kesehatan, pelatihan pertolongan tanggap
darurat, TAPIS (Tanggap dan Peduli Sesama), gotong royong,
bantuan kebencanaan. PMI Kota Metro berupaya
meningkatkan pemahaman tentang masalah-masalah sosial di
masyarakat tidak hanya mendorong rasa empati tetapi juga
juga mendorong masyarakat Kota Metro untuk membiasakan
diri bahu-membahu membantu mereka yang membutuhkan
secara bersama-sama, dan tidak hanya diam menyaksikan
permasalahan atau kesulitan orang lain. Strategi yang
dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Metro
dapat dikatakan sudah cukup efektif. Hal ini ditentukan
berdasarkan
indikator-indikator
efektivitas
program
diantaranya pengamatan lingkungan dengan menaggunakan
analisis SWOT, perumusan strategi dengan menggunakan
metode Planning, Monitoring, Evaluation, Reporting (PMER)
, implmentasi strategi dengan peningkatan pelayanan dan aksi
program, evaluasi dan pengendalian, sosialiasi, kolaborasi
dengan banyak pihak, digitalisasi, pemberian penghargaan
kepada relawan donor darah.
Kata Kunci : Peran, Solidaritas Kemanusiaan, Palang
Merah Indonesia (PMI) Kota Metro
IDEOLOGI KETAATAN ISTRI TERHADAP SUAMI DALAM AL-QUR’AN (Pendekatan Hermeneutika Fazlur Rahman)
ABSTRAK
Kitab suci Al-Qur'an, yang seringkali dianggap memuat ayat-ayat
universal dengan penafsiran beragam, secara gamblang memberikan
arahan yang jelas dan lugas terkait dinamika hubungan suami istri.
Problem dualisme makna yang kerap muncul dalam penafsiran ayat
ayat umum, justru nyaris tak ditemukan ketika membahas relasi
keluarga dalam Al-Qur'an. Meskipun makna autentik ayat-ayat
keluarga ini terangkum jelas dalam teks suci, namun pada realitasnya
QS. An-Nisa ayat 34 kerap dijadikan legitimasi superioritas laki-laki
terhadap perempuan hingga muncul sebuah doktrin dan sudah menjadi
ideologi bahwa suami adalah raja dalam keluarga, sehingga segala
perintahnya harus ditaati, perilakunya harus diterima dan posisinya
harus dihormati. Oleh karena itu, perlu adanya kontekstualisasi
terhadap ayat ini agar lebih relavan dengan keadaan hari ini dan
sebagai pelindung perempuan atau istri dari kekerasan rumah tangga
akibat penyalahgunaan kedudukan seorang suami dalam rumah
tangga.
Penelitian ini merupakan kajian pustaka jenis kualitatif dengan
metode dekskiptif-analitis menggunakan pendekatan hermeneutika
double movement Fazlur Rahman. Hermeneutika ini merupakan
metodologi penafsiran dua gerakan, yaitu pertama, memahami Al
Qu‟an dari situsasi sekarang ke masa turunnya Al-Qur‟an, dan kedua
dikembalikan lagi ke masa kini. Metode hermeneutik ini menjadi
kerangka analisis Fazlur Rahman dalam menafsirkan ayat-ayat hukum
dan sosial, sehingga relevansi Al-Qur'an dapat terus dirasakan di
setiap zaman.
Adapun hasil dari penelitian ini adalah bahwa ideologi ketaatan
istri terhadap suami perlu dipahami lebih manusiawi, karena pada
hakikatnya agama Islam sangat menjunjung tinggi hak asasi manusia
dan menghapuskan segala bentuk tindakan kekerasan yang bersifat
diskriminatif. Oleh karena itu QS. An-Nisa ayat 34 mengenai
kekuasaan laki-laki atas kepemimpinannya terhadap perempuan perlu
dikontekstualisisasikan dengan kondisi saat ini. Jika pada masa lalu
perempuan dipahami sebagai makhluk tak berdaya, lemah dan
tertindas, maka hari ini perempuan memiliki kedudukan yang
terhormat dan mulia serta mempunyai hak-hak seperti halnya laki-laki. Dalam hal ini pula untuk mewujudkan keharmonisan dan rasa
keadilan dalam rumah tangga, suami dan istri harus saling
menghormati, menyayangi dan memiliki rasa saling memahami satu
sama lain agar terwujudnya keluarga yang harmonis, adil, tentram dan
damai.
Kata Kunci: Hermeneutika, Ideologi, Istri, Ketaatan, Suami