Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Raden Intan Repository
Not a member yet
    39192 research outputs found

    PENGEMBANGAN GAME EDUKASI BERBASIS PENDEKATAN EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT ( ESD) UNTUK MELATIH SIKAP PEDULI LINGKUNGAN MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN KELAS X SMA

    No full text
    ABSTRAK Pendidikan berperan penting dalam membentuk kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Namun kenyataannya masih banyak peserta didik yang belum memiliki sikap peduli lingkungan. Dengan penerapan ESD diharapkan dapat mengubah pola pikir dan cara kerja mereka menuju masa depan yang berkelanjutan dengan mengintegrasikan isu-isu pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis prosedur pengembangan game edukasi ular tangga berbasis pendekatan Education for Sustainable Development (ESD), menganalis kelayakan, respon peserta didik dan pendidik dan efektivitas game edukasi ular tangga yang dikembangkan. Model pengembangan yang digunakan yaitu model 4D yang terdiri dari 4 tahap yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek penelitian yaitu 2 ahli media, 2 ahli materi, 1 ahli bahasa, 51 peserta didik dan 2 pendidik biologi. Penelitian dilakukan pada di SMA Negeri 1 Mesuji Raya dan MAN 1 OKI. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni angket validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa, angket respon peserta didik dan angket respon pendidik, lembar observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini didapatkan nilai ahli media sebesar 96% dengan kriteria “sangat layak”, ahli materi sebesar 97% dengan kriteria “sangat layak”, ahli bahasa sebesar 93% dengan kriteria “sangat layak”. Persentase nilai dari respon peserta didik sebesar 85% dengan kriteria “sangat menarik” dan respon pendidik sebesar 90% dengan kriteria “sangat menarik”. Berdasarkan uji independent t-test diketahui sig(2tailed) sebesar 0.000 > 0.05 maka dapat disimpulkan adanya perbedaan signifikan antara sikap peduli lingkungan peserta didik kelas control dan kelas eksperimen yang menandakan game edukasi ular tangga berbasis pendekatan ESD efektif digunakan untuk melatih sikap peduli lingkungan peserta didik. Kata Kunci: Education for Sustainable Development, Game Edukasi, dan Ular Tangga iii ABSTRACT Education plays a crucial role in fostering environmental awareness and concern. However, many students still lack an environmentally conscious attitude. The implementation of ESD (Educational Sustainable Development) is expected to transform their mindsets and work practices toward a sustainable future by integrating sustainable development issues. This study aims to analyze the development procedures for a snakes and ladders educational game based on the Education for Sustainable Development (ESD) approach, assessing its feasibility, student and educator responses, and assess its effectiveness. The development model used is the 4D model, consisting of four stages: Define, Design, Develop, and Disseminate. The research subjects were two media experts, two material experts, one linguist, 51 students, and two biology educators. The study was conducted at SMA Negeri 1 Mesuji Raya and MAN 1 OKI. Data collection techniques used included validation questionnaires from media experts, material experts, and linguists, student and educator response questionnaires, observation sheets, and documentation. The results of this study obtained a media expert score of 96% with the criteria of "very feasible", material experts of 97% with the criteria of "very feasible", language experts of 93% with the criteria of "very feasible". The percentage of the value of student responses was 85% with the criteria of "very interesting" and educator responses of 90% with the criteria of "very interesting". Based on the independent t test, it is known that sig (2-tailed) is 0.000 > 0.05, so it can be concluded that there is a significant difference between the environmental care attitudes of students in the control class and the experimental class, which indicates that the snakes and ladders educational game based on the ESD approach is effective for training students' environmental care attitudes. Keywords: Educational Games, Education for Sustainable Development and Snakes and Ladder

    ANALISIS PENGARUH KEBIJAKAN MAKROEKONOMI TERHADAP DEFISIT APBN DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Tahun 2007- 2024)

    No full text
    ABSTRAK Defisit APBN (Anggaran pendapatan dan Belanja Negara) ialah kondisi dimana pengeluaran lebih melebihi pendapatan. Di Indonesia, hampir setiap tahun mengalami defisit. Apabila kondisi ini terus berlanjut resiko utamanya adalah meningkatnya hutang negara dan ketidakstabilan ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Adapun variabel yang diteliti yaitu Surat Berharga Negara, Penerimaan Pajak, dan Suku Bunga. Data yang digunakan adalah data time series dari tahun 2007-2024. Pendekatan yang diterapkan adalah Error Correection Model (ECM) bertujuan untuk melihat pengaruh jangka panjang dan jangka pendek. Penelitian ini memiliki temuan bahwa Surat Berharga Negara memiliki pengaruh positif signifikan dalam jangka panjang dan tidak memiliki pengaruh signifikan pada jangka pendek. Pada variabel penerimaan pajak berpengaruh negatif signifikan dalam jangka panjang dan jangka pendek. Sedangkan pada variabel Suku Bunga tidak berpengaruh signifikan dalam kedua jangka waktu tersebut. Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pemerintah sebagai referensi dalam menentukan kebijakan. Bagi akademisi berguna untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan untuk masyarakat sebagai sumber informasi dan literasi. ABSTRAK The state budget deficit is a condition in which expenditures exceed revenues. In Indonesia, a deficit occurs almost every year. If this condition continues, the main risks are an increase in national debt and economic instability, which will impact the welfare of the people. The variables studied are Government Securities, Tax Revenue, and Interest Rates. The data used are time series data from 2007 to 2024. The approach applied is the Error Correction Model (ECM) to examine both long-term and short-term effects. The study found that Government Securities have a significant positive impact in the long term and no significant impact in the short term. Tax Revenue has a significant negative impact in both the long and short term. Meanwhile, Interest Rates have no significant impact in either time period. This study is expected to be beneficial for the government as a reference in determining policies. For academics, it is useful for advancing knowledge, and for the public as a source of information and literacy

    PENGARUH USIA, PENDIDIKAN, DAN PENDAPATAN TERHADAP TINGKAT LITERASI KEUANGAN SYARIAH MASYARAKAT DI KECAMATAN TANJUNG KARANG BARAT BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Literasi keuangan adalah rangkaian proses atau aktivitas untuk meningkatkan pengetahuan, keyakinan dan keterampilan individu serta masyarakat umum sehingga mereka mampu mengolah keuangan dengan baik dalam rangka mencapai kesejahteraan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh usia terhadap tingkat literasi keuangan syariah; untuk mengetahui pengaruh pendidikan terhadap tingkat literasi keuangan syariah; untuk mengetahui pengaruh pendapatan terhadap tingkat literasi keuangan syariah; untuk mengetahui pengaruh usia, pendidikan, pendapatan terhadap tingkat literasi keuangan syariah masyarakat di Kecamatan Tanjung Karang Barat. Dalam penelitian ini penulis menggunkan metode pendekatan secara kuantitatif.Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah masyarakat di Kecamatan Tanjung Karang Barat. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 100 masyarakat Kecamatan Tanjung Karang Barat. Analisis data yang digunakan dengan regresi linier berganda yang dimana terdapat uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia mempengaruhi literasi keuangan dan bernilai pada masyarakat; pendidikan berpengaruh positif dan signifikanterhadap Literasi Keuangan dengan nilai t hitung yang besar dari nilai t tabel yaitu sebesar 2,181>1,660 dan pada taraf signifikan lebih kecil dari 0,05 (0,032< 0,05). Pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap literasi keuangan dengan nilai t hitung yang besar dari nilai t tabel yaitu sebesar 5,271>1,660 dan pada taraf signifikan lebih kecil dari 0,05 (0,000< 0,05). Pendidikan dan pendapatan secara signifikansebesar 0,000, karena nilai signifikansi pada tabel diatas kurang dari 0,05, maka menunjukkan bahwa secara simultan variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat literasi keuangan syariah. ABSTRACT Financial literacy is a series of processes or activities to improve the knowledge, beliefs and skills of individuals and the general public so that they are able to manage finances well in order to achieve prosperity. The purpose of this study was to determine the effect of age on the level of Islamic financial literacy; to determine the effect of education on the level of Islamic financial literacy; to determine the effect of income on the level of Islamic financial literacy; to determine the effect of age, education, income on the level of Islamic financial literacy of the community in Tanjung Karang Barat District. In this study, the author used a quantitative approach method. In this study, the population was the community in Tanjung Karang Barat District. The number of samples in this study was 100 people in Tanjung Karang Barat District. Data analysis used multiple linear regression where there was a classical assumption test, t test, F test, and coefficient of determination test. The results of the study showed that age affects financial literacy and is valuable to the community; education has a positive and significant effect on Financial Literacy with a large t-value from the ttable value of 2.181>1.660 and at a significant level of less than 0.05 (0.032<0.05). Income has a positive and significant effect on financial literacy with a large t-value from the t-table value of 5.271>1.660 and at a significant level of less than 0.05 (0.000<0.05). Education and income are significantly 0.000, because the significance value in the table above is less than 0.05, it shows that simultaneously the independent variables have a significant effect on the level of Islamic financial literacy

    PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK MODELING DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN INTERPERSONAL PESERTA DIDIK DI SMP AMAL BAKTI JATIMULYO LAMPUNG SELATAN

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini mendeskripsikan tentang “Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Modeling Dalam Mengembangkan Keterampilan Interpersonal Peserta Didik di SMP Amal Bakti Jatimulyo Lampung Selatan”. Rumusan masalah pada penelitian ini terkait dengan keterampilan interpersonal peseta didik yang rendah sehingga hal ini dapat berdampak pada penurunan kualitas hubungan sosial, rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama serta kemampuan berkomunikasi secara efektif. Penurunan interpersonal peserta didik disebabkan hubungan dalam belajar dan beradaptasi. sulit keterampilan membangun Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif, dengan desain studi kasus. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Patisipan dalam penelitian ini adalah guru bimbingan dan konseling SMP Amal Bakti Jatimulyo Lampung Selatan serta 8 peserta didik yang mengalami permasalahan keterampilan interpersonal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa langkah langkah pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling di SMP Amal Bakti Jatimulyo Lampung Selatan menerapkan layanan bimbingan kelompok dengan 4 tahap yaitu tahap pembentukan, tahap peralihan, tahap kegiatan, dan tahap pengakhiran. Pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dalam mengembangkan keterampilan interpersonal peserta didik oleh guru bimbingan konseling di SMP Amal Bakti Jatimulyo Lampung Selatan menggunakan teknik modeling yang terbukti efektif untuk membantu meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berinteraksi sosial serta berempati, pada teknik ini iii peserta didik akan memfokuskan pengamatan dan peniruan tingkah laku modeling. Kata Kunci: Keterampilan Interpersonal, Bimbingan Kelompok, Modeling iv ABSTRACT This research describes "The Implementation of Group Guidance Services Using Modeling Techniques to Develop Students' Interpersonal Skills at Amal Bakti Junior High School, Jatimulyo, South Lampung." The research problem relates to students' low interpersonal skills, which can impact the quality of their social relationships, self-confidence, ability to work together, and their ability to communicate effectively. The decline in students' interpersonal skills is caused by difficulties in building relationships during learning and adaptation. This study used a qualitative case study design. Data collection procedures included observation, interviews, and documentation. The study participants were guidance and counseling teachers at Amal Bakti Junior High School, Jatimulyo, South Lampung, and eight students experiencing interpersonal skill challenges. The results of this study indicate that the steps for implementing group guidance services with modelling techniques carried out by guidance and counseling and counseling teachers at SMP Amal Bakti Jatimulyo South Lampung implement group guidance services with 4 stages, namely the formation stage, the transition stage, the activity stage, and the ending stage. The implementation of group guidance services in developing students’ interpersonal skills by guidance and counseling teachers at SMP Amal Bakti Jatimulyo South Lampung uses modelling techniques wich have been proven effective in helping to increase self confidence and the ability to interact socially and empathize. In this techniques, students will focus on observing and imitating modelling behavior. Keywords: Interpersonal Skills, Group Guidance, Modellin

    PENGARUH PENYEDIAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI MTs NURUL ISLAM LAMPUNG SELATAN

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyediaan sarana dan prasarana pendidikan terhadap motivasi belajar siswa di MTs Nurul Islam Sumber Jaya, Lampung Selatan. Sarana dan prasarana merupakan komponen penting dalam proses pembelajaran yang dapat menunjang kenyamanan dan efektivitas belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX dengan jumlah sampel sebanyak 30 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penyediaan sarana dan prasarana terhadap motivasi belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi < 0,05 dan nilai t hitung yang lebih besar dari t tabel. Dengan demikian, hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang berarti bahwa semakin baik penyediaan sarana dan prasarana, maka semakin tinggi motivasi belajar siswa. Penelitian ini merekomendasikan agar pihak sekolah dan yayasan lebih memperhatikan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan terhadap penyediaan sarana dan prasarana pendidikan agar motivasi belajar siswa semakin meningkat. ABSTRACK This study aims to determine the effect of the provision of educational facilities and infrastructure on students' learning motivation at MTs Nurul Islam Sumber Jaya, South Lampung. Facilities and infrastructure are essential components in the learning process that can support student comfort and learning effectiveness. This research uses a quantitative approach with an explanatory research method. The population in this study was all students of grades VII, VIII, and IX with a total sample of 30 students selected using purposive sampling technique. Data collection was carried out through questionnaires, interviews, observations, and documentation. The data were analyzed using simple linear regression analysis with the help of SPSS. The results showed that there was a significant effect between the provision of facilities and infrastructure on students' learning motivation. This is evidenced by a significance value < 0.05 and a t-count greater than the t-table. Thus, the alternative hypothesis (Ha) is accepted, which means that the better the provision of facilities and infrastructure, the higher the students' learning motivation. This study recommends that schools and foundations pay more attention to the planning, organizing, directing, and supervising the provision of educational facilities and infrastructure to further increase students' learning motivation

    UPAYA GURU TPA DALAM MENINGKATKAN KARAKTER ANAK-ANAK DI TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN (TPA) SYUHADA, GARUNTANG, BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan karakter Islami pada anak usia dini di tengah tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi yang berpotensi menurunkan moral generasi muda. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai keislaman tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pembiasaan kegiatan religius seperti mengaji. Di TPA Syuhada, Garuntang, Bandar Lampung, pembiasaan mengaji telah menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter religius peserta didik, meskipun dalam pelaksanaannya menghadapi beberapa hambatan seperti kurangnya motivasi anak, keterbatasan waktu, dan pengaruh lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari satu orang guru/ustadz TPA dan tujuh peserta didik laki-laki. Data primer diperoleh langsung dari informan melalui teknik purposive sampling, sementara data sekunder berasal dari dokumen dan literatur terkait. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Validitas data diperkuat dengan triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru TPA memiliki peran signifikan dalam menumbuhkembangkan karakter Islami peserta didik melalui pembiasaan mengaji. Karakter yang ditanamkan meliputi religiusitas, tanggung jawab, kedisiplinan, kesabaran, dan rasa syukur. Guru berperan sebagai pembimbing, teladan, dan motivator dalam membentuk karakter tersebut. Kesimpulannya, pembiasaan mengaji di TPA Syuhada terbukti menjadi media efektif dalam membentuk karakter Islami anak, meskipun perlu adanya inovasi dan peningkatan strategi untuk mengatasi tantangan yang ada. ABSTRACT This research is motivated by the importance of instilling Islamic character education in early childhood amid the challenges of globalization and technological advancements that potentially lead to moral degradation among younger generations. Islamic Education (PAI) teachers play a strategic role in instilling Islamic values not only through classroom instruction but also through religious habituation activities such as Qur‟an recitation. At TPA Syuhada, Garuntang, Bandar Lampung, regular Qur‟an recitation has proven to be an effective method for shaping students‟ religious character, although some challenges remain, including lack of motivation, limited teaching time, and environmental influences. This study is field research employing a descriptive qualitative approach. Data was collected through interviews, observation, and documentation. The research subjects included one Qur‟an teacher and seven male students. Primary data was obtained directly from the informants using purposive sampling, while secondary data were gathered from relevant documents and literature. Data analysis techniques included data reduction, data presentation, and verification. Data validity was ensured through triangulation of methods and sources. The findings reveal that the Qur‟an teacher plays a significant role in developing the Islamic character of students through the habituation of Qur‟an recitation. The values instilled include religiosity, responsibility, discipline, patience, and gratitude. The teacher acts as a guide, role model, and motivator in shaping these values. In conclusion, the Qur‟an recitation program at TPA Syuhada effectively fosters Islamic character development in students, although continuous innovation and strategy enhancement are needed to overcome existing challenges

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GAME BASED LEARNING BERBANTUAN WORDWALL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPAS KELAS V DI MIN 1 BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Latarbelakang dari penelitian ini adalah rendahnya pemahaman konsep peserta didik kelas V MIN 1 Bandar Lampung. Rumusan masalah penelitian ini adalah Apakah terdapat pengaruh yang signifikan penerapan Model Pembelajaran Game Based Learning berbantuan Wordwall terhadap pemahaman konsep IPAS kelas V di MIN 1 Bandar Lampung?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apakah terdapat pengaruh yang signifikan Model Pembelajaran Game Based Learning berbantuan Wordwall terhadap pemahaman konsep IPAS kelas V di MIN 1 Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperiment dengan desain Nonequivalent Control Group Desain. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Tekhnik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis dan uji n-Gain. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari hasil uji hipotesis Independent sampel T-test yang dilakukan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol didapatkan sig.(2-tailed) adalah 0,000 >0,05 artinya model pembelajaran Game Based Learning berbantuan Wordwall memberikan pengaruh signifikan terhadap pemahman konsep IPAS peserta didik kelas V MIN 1 Bandar Lampung. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis ditolak dan diterima, artinya ada pengaruh signifikan model pembelajaran Game Based Learning berbantuan Wordwall terhadap pemahaman konsep IPAS di MIN 1 Bandar Lampung. Kata kunci: Model pembelajaran Game Based Learning, Wordwall, Pemahaman Konsep i ABSTRACK The background of this research is the low conceptual understanding of fifth-grade students at MIN 1 Bandar Lampung. The research problem is formulated as follows: Is there a significant effect of applying the Game-Based Learning model assisted by Wordwall on students' conceptual understanding in IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) for Grade V at MIN 1 Bandar Lampung? The objective of this study is to determine the significant impact of using the Game-Based Learning model assisted by Wordwall on the conceptual understanding of IPAS among fifth-grade students at MIN 1 Bandar Lampung. The study adopts a quantitative research design. The research employs a Quasy-Experiment design. Specifically the one group pretest posttest model.The method employed for data collection is a test. The data analysis methods used encompass the normality test, homogeneity test, hypothesis test, and N-gain test. The results of the study show that based on the Independent Samples T-test conducted on the experimental and control classes, the value of significance value (2-tailed) obtained is 0.000 < 0.05. This shows that the Game Based Learning approach by Wordwall significantly influences student conceptual understanding of IPAS in Grade V at MIN 1 Bandar Lampung. Therefore, it can be concluded that the null hypothesis (H₀) is rejected and the alternative hypothesis (H₁) is accepted, meaning that there is a significant effect of the Game-Based Learning model assisted by Wordwall on students’ conceptual understanding of IPAS at MIN 1 Bandar Lampung. Keywords: Game-Based Learning model, Wordwall, Conceptual Understandin

    STRATEGI PEMBINAAN ROHANI DAN SOSIAL BAGI PENDERITA GANGGUAN PSIKOTIK DI YAYASAN AULIA RAHMA KECAMATAN KEMILING KOTA BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya kasus-kasus yang ditemukan seperti penderita gangguan psikotik yang mengalami stigma dari masyarakat, diskriminasi dan kehilangan hak asasi manusia yang menyebabkan ketidakmampuan seseorang dalam berkarya serta ketidaktepatan individu berperilaku sehingga munculnya permasalahan sosial di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembinaan rohani dan sosial bagi penderita gangguan psikotik serta dampak dari strategi pembinaan rohani dan sosial bagi penderita gangguan psikotik. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan data primer dan data sekunder berupa jurnal, ilmiah, artikel, maupun bahan bacaan yang berkaitan dengan penelitian. Kemudian data dianalisis dengan cara reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mengidentifikasi berbagai strategi yang diterapkan dalam Pembinaan Rohani dan Sosial bagi penderita gangguan psikotik di Yayasan Aulia Rahma. Strategi pembinaan rohani meliputi pembinaan salat (melatih gerakan wudu dan salat), dzikir dan doa-doa, tausiyah dan ruqiah. Pembinaan sosial mencakup beberapa kegiatan pertama, terapi aktivitas lingkungan ,bimbingan fisik (senam pagi, olahraga, dan permainan), terapi aktivitas kelompok dan terakhir bimbingan keterampilan kerja seperti pelatihan pembuatan thaitea, jasuke, dan telur asin. Penerapan strategi pembinaan rohani dan sosial ini memberikan dampak positif yang signifikan. Penderita gangguan psikotik menunjukkan peningkatan kemandirian, menurunnya diskriminasi dan stigma sosial, terbukanya peluang usaha, berkurangnya ketergantungan, meningkatnya kemampuan komunikasi, serta menumbuhkan ketenangan batin dan kestabilan emosional. Selain itu, kegiatan ini memperkuat hubungan spiritual dan efektif dalam iii mengurangi gejala halusinasi yang dialami oleh gangguan psikotik. penderita Kata Kunci: Strategi, Pembinaan Rohani dan Sosial, Gangguan Psikotik iv ABSTRACT This research is motivated by the many cases found, such as sufferers of psychotic disorders who experience stigma from society, discrimination and loss of human rights which causes a person to be unable to work and behave inappropriately as an individual, thus resulting in the emergence of social problems in society. This study aims to determine spiritual and social development strategies for people with psychotic disorders and their impact. This is a qualitative field study. Data collection methods used were observation, interviews, and documentation. Data sources used were primary and secondary data, including scientific journals, articles, and reading materials related to this study. The data were then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study identified various strategies implemented in Spiritual and Social Guidance for people with psychotic disorders at the Aulia Rahma Foundation. Spiritual guidance strategies include prayer guidance (practicing ablution and prayer movements), dhikr and prayers, tausiyah and ruqiah. Social guidance includes several activities, first, environmental activity therapy, physical guidance (morning exercise, sports, and games), group activity therapy and finally job skills guidance, such as training in making thaitea, jasuke, and salted eggs. The implementation of these spiritual and social guidance strategies has had a significant positive impact. People with psychotic disorders show increased independence, decreased discrimination and social stigma, opened up business opportunities, reduced dependency, increased communication skills, and fostered inner peace and emotional stability. In addition, these activities strengthen spiritual connections and are effective in reducing the symptoms of hallucinations experienced by people with psychotic disorders. Keywords: Strategy, Spiritual and Social Development, Psychotic Disorder

    PENERAPAN KONSELING KELOMPOK TEKNIK SYMBOLIC MODELLING DALAM MENGATASI KEJENUHAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI MTs N 2 BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kejenuhan belajar peserta didik di sekolah. Permasalahan ini terdapat pada peserta didik kelas XIII Unggul 3 di MTs N 2 Bandar Lampung Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan konseling kelompok serta hambatan-hambatan layanan konseling kelompok teknik symbolic modelling dalam mengatasi kejenuhan belajar peserta didik di MTs N 2 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara, observasi, serta dokumentasi, dan teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah teori Kejenuhan Belajar Schaufeli dan Enzman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pelaksanaan konseling kelompok dilakukan dengan tahapan yaitu, tahap prakonseling, tahap permulaan, tahap transisi, tahap kerja, tahap akhir, tahap pascakonseling. Dalam penggunaan teknik symbolic modelling tahapan-tahapan yang dilakukan ialah proses perhatian, proses retensi, proses produksi, dan proses motivasi. 2) peserta didik tidak memiliki hambatan pada saat proses pelaksanaan yang santai dengan dinamika kelompok yang baik antar anggota kelompok dan ketua kelompok serta penyampaian dan penjelasan yang mudah dipahami oleh peserta didik. Sedangkan bagi guru bimbingan dan konseling dan penulis hambatan yang dirasakan dalam pelaksanaan layanan konseling kelompok kurangnya sarana dan prasarana yang memadai serta waktu konseling yang menyesuaikan dengan waktu pembelajaran yang diberikan oleh guru mata pelajaran yang menjadi hambatan penulis selama malakukan penelitian. Kata Kunci: Konseling Kelompok, Teknik Symbolic Modelling, Kejenuhan Belajar. ii ABSTRACT This research is motivated by the presence of learning burnout among students at school. This issue was found among the students of Class XIII Unggul 3 at MTs N 2 Bandar Lampung. The purpose of this study is to analyze the implementation of group counseling and the obstacles encountered in delivering group counseling services using the symbolic modeling technique to overcome students’ learning burnout at MTs N 2 Bandar Lampung. This research uses a qualitative method with a case study design. Data collection techniques include interviews, observation, and documentation. The theory used in this study is Schaufeli and Enzman’s theory of learning burnout. The results of the study show that: 1) The group counseling implementation follows several stages, namely: the pre-counseling stage, initial stage, transition stage, working stage, ending stage, and post-counseling stage. In applying the symbolic modeling technique, the stages involved include the attention process, retention process, production process, and motivation process. 2) Students did not experience any significant obstacles during the counseling sessions, as the sessions were relaxed, had good group dynamics between members and the group leader, and the delivery and explanations were easy for students to understand. However, the guidance and counseling teacher and the researcher faced several challenges, such as inadequate facilities and infrastructure, as well as limited counseling time due to the need to adjust to the subject teachers' teaching schedules. These were the main obstacles encountered during the research. Keywords: Group Counseling, Symbolic Modeling Technique, Learning Burnou

    PEMANFAATAN TUMBUHAN DALAM UPACARA ADAT (Pernikahan dan Pemberian Gelar) PADA MASYARAKAT SUKU KOMERINGDI KECAMATAN MADANG SUKU 1

    No full text
    ABSTRAK Komering adalah suatu suku yang berasal dari Sumatera Selatan. Umumnya, masyarakat Komering bertempat tinggal di sekitaran aliran Sungai Komering dan daerah sekitarnya, seperti Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan, Ogan Komering Ilir (OKI) dan sekitarnya. Memiliki karakteristik budaya, bahasa, dan tradisi yang unik dan kaya. Pernikahan dan pemberian gelar merupakan salah satu praktik kebudayaan yang paling mengundang upaya perumusan dari berbagai kalangan dalam suatu masyarakat, terlebih di dalam kehidupan bangsa Indonesia yang terdapat berbagai macam kebudayaan dan adat istiadat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan apa saja, manfaat, makna, dan perbedaan yang digunakan dalam upacara pernikahan dan pemberian gelar adat Komering di Kecamatan Madang Suku 1 di Kabupaten OKU Timur. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dan snowball sampling. Berdasarkan hasil wawancara dari penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti, hasil perhitungan UVs tertinggi yaitu Oryza sativa L., dan hasil ICS tertinggi Curcuma longa L. Tumbuhan yang digunakan dalam adat Komering memiliki makna yang beragam. Dari beberapa macam tumbuhan yang sering digunakan oleh penduduk lokal setempat, pada acara pernikahan dan pemberian gelar terdapat 16 jenis tumbuhan yang digunakan. Tumbuhan – tumbuhan ini memiliki makna simbolis dan spiritual yang penting dalam kehidupan masyarakat suku komering. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman tentang budaya dan tradisi suku Komering, serta pentingnya pelestarian pengetahuan tradisional tentang pemanfaatan tumbuhan dalam upacara adat pernikahan dan pemberian gelar. Kata Kunci: Suku Komering, Tumbuhan, Upacara Adat Pernikahan Dan Pemberian Gelar ii ABSTRACT The Komering are an ethnic group originating from South Sumatra. Generally, the Komering people live around the Komering River and surrounding areas, such as Ogan Komering Ulu (OKU) Regency, East OKU, South OKU, Ogan Komering Ilir (OKI) and surrounding areas. They have unique and rich cultural characteristics, language, and traditions. Marriage and the conferral of titles are among the cultural practices that have attracted the most attention from various groups within society, especially in Indonesia, where there are many different cultures and customs. This study was conducted with the aim of identifying the types of plants, their uses, meanings, and differences used in wedding ceremonies and the conferral of traditional titles in Madang Suku 1 Subdistrict, East OKU Regency. This study used qualitative research methods, with data collection techniques including observation, documentation, and interviews. The sampling techniques used were purposive sampling and snowball sampling. Based on the results of interviews from research conducted by researchers, the highest UVs result was Oryza sativa L., and the highest ICS result was Curcuma longa L. The plants used in Komering customs have various meanings. Of the several types of plants that are often used by local residents, there are 16 types of plants used in weddings and title-giving ceremonies. These plants have important symbolic and spiritual meanings in the lives of the Komering tribe. This research can contribute to the understanding of the culture and traditions of the Komering tribe, as well as the importance of preserving traditional knowledge about the use of plants in traditional wedding ceremonies and title conferral ceremonies. Keywords: Komering Tribe, Plants, Traditional Wedding Ceremony and Title Grantin

    29,220

    full texts

    39,192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Raden Intan Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇