39192 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENGUNGKAPAN ENVIRONMENTAL, SOCIAL AND GOVERNANCE TERHADAP FINANCIAL SUSTAINABILITY BANK ISLAM DI ASIA TAHUN 2019-2023
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengungkapan
Environmental, Social dan Governance terhadap Financial
Sustainability Bank Islam di Asia. Environmental, Social, Governance
(ESG) adalah sebuah standar yang diterpkan perusahaan dalam praktik
investasi dimana memadukan serta menerapkan kebijakan perusahaan
hingga tercapai keselarasan dengan konsep Environmental
(lingkungan), Social (sosial), dan Governance (tata kelola). Penelitian
ini menggunakan metode pendekatan secara kuantitatif. Dalam hal ini
populasi yang menjadi obyek penelitian adalah Bank Syariah di Asia
tahun 2019-2023. Dalam pengambilan suatu sampel dengan memakai
teknik Purposive Sampling. Dari adanya kriteria yang sudah
dijelaskan, sehingga dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti
mendapatkan sampel sebanyak 7 Bank Syariah yang digunakan
sebagai sampel dalam penelitian. Pengungkapan Environmental,
Social, dan Governance (ESG) secara positif dan signifikan
memengaruhi Financial Sustainability. Hal ini karena praktik ESG
yang komprehensif meningkatkan nilai perusahaan, mengurangi biaya
operasional, meminimalkan risiko, dan mendorong pengambilan
keputusan yang bertanggung jawab, yang semuanya berkontribusi
pada stabilitas keuangan jangka panjang.ABSTRACT
This study aims to analyze the effect of environmental, Social and
Governance disclosure on the Financial Sustainability of Bank Islams
in Asia. Environmental, Social, Governance (ESG) is a standard
applied by companies in investment practices which integrates and
implements company policies to achieve harmony with the concepts of
Environmental, Social, and Governance. This study uses a
quantitative approach. In this case, the population that is the object of
research is Bank Islams in Asia in 2019-2023. In taking a sample
using Purposive Sampling techniques. From the criteria that have
been described, so that in the research conducted by the researchers
get a sample of 7 Bank Islams used as a sample in the study.
Environmental, Social, and Governance (ESG) disclosures positively
and significantly affect Financial Sustainability. This is because
comprehensive ESG practices increase company value, reduce
operating costs, minimize risk, and encourage responsible decisionmaking, all of which contribute to long-term financial stability
AN ANALYSIS OF MORPHOLOGICAL ERROR IN STUDENTS WRITING TASK AT SMAN 3 KOTABUMI
ABSTRACT
AN ANALYSIS OF MORPHOLOGICAL ERROR IN
STUDENTS WRITING TASK AT SMAN 3 KOTABUMI
By:
Ridho Irawan
This research entitled “An Analysis of Morphological Errors
in Students’ Writing at SMAN 3 Kotabumi” aims to identify and
analyze the types of morphological errors made by students in their
English writing tasks. The study employed a descriptive qualitative
method involving 34 students as the subjects. The data were
collected through students’ writing tasks and analyzed based on the
Surface Structure Taxonomy proposed by Dulay, Burt, and Krashen
(1982), which classifies errors into four categories: omission,
addition, misformation, and misordering.
The findings revealed that the students made a total of 112
morphological errors. The errors consisted of 45 omission errors
(40.17%), 19 addition errors (16.96%), 43 misformation errors
(38.39%), and 5 misordering errors (4.46%). The most frequent type
of error was omission, indicating that students often omitted
necessary morphemes such as plural markers, tense markers, or
affixes. These errors occurred due to limited knowledge of
morphological rules and the influence of the students’ first language.
In conclusion, the results of this research show that
morphological errors still frequently appear in students’ English
writing. It suggests that teachers should provide more focused
instruction on morphological awareness and the use of affixes to
improve students’ grammatical accuracy in writing.
Keywords: Morphological Errors, Writing, Surface Structure
Taxonomy, SMAN 3 Kotabumi
PENGARUH PENGALAMAN INVESTASI,RISK TOLERANCE DAN FENOMENA FLEXING DI MEDIA SOSIAL TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASI DENGAN LITERASI KEUANGAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi pada Generasi Z di Kota Bandar Lampung)
ABSTRAK
Pertumbuhan jumlah investor pasar modal di Indonesia
menunjukkan tren peningkatan signifikan, terutama dari kalangan
generasi Z. Meski adaptif terhadap teknologi, generasi ini masih minim
pengalaman investasi dan cenderung mengabaikan risiko. Selain itu,
meningkatnya konsumsi konten flexing di media sosial turut
memengaruhi cara pandang mereka terhadap kekayaan dan gaya hidup,
yang dapat berdampak pada keputusan investasi. Penelitian ini
bertujuan menganalisis pengaruh pengalaman investasi, toleransi risiko
(risk tolerance), dan menonton konten flexing terhadap keputusan
investasi, dengan literasi keuangan sebagai variabel moderasi untuk
melihat apakah pemahaman keuangan dapat memperkuat atau
memperlemah hubungan antar variabel tersebut.
Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan data primer. Instrumen
yang digunakan adalah kuesioner terstruktur untuk mengukur variabel
secara sistematis. Kuesioner disebar kepada generasi Z yang
berdomisili di Kota Bandar Lampung, dipilih karena tingginya
partisipasi mereka dalam investasi dan relevansi dengan fenomena yang
dikaji.
Hasil analisis menunjukkan bahwa pengalaman investasi
berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap keputusan
investasi. Sementara itu, risk tolerance dan konten flexing memiliki
pengaruh positif dan signifikan. Literasi keuangan tidak memoderasi
hubungan antara pengalaman investasi maupun risk tolerance dengan
keputusan investasi, tetapi mampu memoderasi pengaruh menonton
konten flexing terhadap keputusan investasi. Temuan ini menunjukkan
bahwa pemahaman keuangan dapat menjadi pengendali dalam
pengaruh sosial terhadap keputusan investasi, meskipun tidak selalu
memperkuat semua hubungan antar variabel. ABSTRACT
The growth of capital market investors in Indonesia shows a
significant upward trend, particularly among Generation Z. Although
this generation is known for being tech-savvy, they often lack investment
experience and tend to overlook risks. Additionally, the increasing
consumption of flexing content on social media influences their
perception of wealth and lifestyle, potentially affecting their investment
decisions. This study aims to analyze the influence of investment
experience, risk tolerance, and exposure to flexing content on
investment decisions, with financial literacy as a moderating variable
to examine whether financial understanding can strengthen or weaken
the relationships among these variables.
This is a quantitative study using primary data. The research
instrument is a structured questionnaire designed to systematically
measure the variables. The questionnaire was distributed to Generation
Z respondents residing in Bandar Lampung, selected due to their high
participation in investment activities and the relevance to the
phenomena being studied.
The analysis results show that investment experience has a
positive but insignificant effect on investment decisions. In contrast, risk
tolerance and flexing content have a positive and significant effect.
Financial literacy does not moderate the relationship between
investment experience or risk tolerance and investment decisions, but it
does moderate the influence of flexing content on investment decisions.
These findings indicate that financial understanding can serve as a
control factor in the social influence on investment decisions, although
it does not always strengthen all variable relationships.
Keywords: Experience, Risk Tolerance, Flexing, Financial Literacy,
Investment Decision
GAMBARAN AGRESI RELASIONAL PADA REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI CYBERBULLYING
ABSTRAK
GAMBARAN AGRESI RELASIONAL PADA REMAJA PUTRI
YANG MENGALAMI CYBERBULLYING
Oleh :
Ayu Dina Astia
Agresi relasional merupakan perilaku merugikan orang lain
melalui kerusakan atau manipulasi hubungan sosial. Pada era digital
saat ini, perilaku agresi relasional tidak hanya dilakukan secara
langsung oleh pelaku dalam kehidupan nyata, tetapi juga dapat terjadi
secara online di media sosial. Perilaku ini sering disebut sebagai
cyberbullying.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran perilaku
agresi relasional pada remaja putri yang mengalami cyberbullying.
Penelitian ini menerapkan metode penelitian kualitatif menggunakan
pendekatan deskriptif dan proses pengumpulan data berupa observasi,
wawanara dan dokumentasi. Penelitian ini menerapkan metode
analisis data tematik yaitu mempersiapkan data, membaca semua data,
mengkodekan data, mengidentifikasi tema, mengembangkan
interpretasi, dan pelaporan hasil analisis penelitian.
Penelitian ini menemukan bahwa kedua subjek yaitu subjek
YTP dan CSA mengalami perilaku agresi relasional dalam lingkungan
pertemanannya. Melalui tiga aspek dari agresi relasional yaitu
manipulasi hubungan, pengucilan sosial, dan penyebaran rumor buruk.
Perilaku agresi relasional tersebut memberikan dampak negatif berupa
penurunan kepercayaan diri, perasaan malu, kesepian dan kehilangan
kepercayaan dari teman-temannya.
Kata Kunci: Agresi Relasional, Cyberbullying, Remaja Putri. ABSTRACT
GAMBARAN AGRESI RELASIONAL PADA REMAJA PUTRI
YANG MENGALAMI CYBERBULLYING
By :
Ayu Dina Astia
Relational aggression is behavior that harms others through
damage or manipulation of social relationships. In today's digital era,
relational aggression behavior is not only carried out directly by
perpetrators in real life, but can also occur online on social media.
This behavior is often referred to as cyberbullying.
The purpose of this study was to determine the description of
relational aggression behavior in adolescent girls who experience
cyberbullying. This study applies a qualitative research method using
a descriptive approach and a data collection process in the form of
observation, interviews and documentation. This research applies the
thematic data analysis method, namely preparing data, reading all
data, coding data, identifying themes, developing interpretations, and
reporting the results of research analysis.
This study found that both subjects, namely YTP and CSA,
experienced relational aggression behavior in their friendship
environment. Through three aspects of relational aggression, namely
relationship manipulation, social exclusion, and the spread of bad
rumors. This relational aggression behavior has a negative impact in
the form of decreased self-confidence, feelings of shame, loneliness
and loss of trust from their friends.
Keywords: Relational Aggression, Cyberbullying, Adolescent Girls
GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA PADA ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ)
ABSTRAK
Gangguan jiwa merupakan kondisi yang menyebabkan
disfungsi dalam pikiran, emosi, dan perilaku, serta menghambat
keberfungsian sosial individu. Di Provinsi Lampung, tercatat
sebanyak 14.662 orang mengalami gangguan jiwa pada tahun
2022, namun 10,4% di antaranya belum mendapatkan layanan
kesehatan jiwa. Salah satu faktor kunci dalam proses pemulihan
orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) adalah dukungan sosial dari
keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk
dukungan sosial keluarga terhadap ODGJ di Desa Semuli Raya,
Kecamatan Abung Semuli, Kabupaten Lampung Utara. Penelitian
ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus.
Subjek penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling, terdiri
dari tiga anggota keluarga inti ODGJ yang tinggal bersama dan
aktif sebagai caregiver. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi non-partisipan.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
dengan tahap mereduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan, kemudian data-data hasil penelitian yang diperoleh
tersebut diolah menggunakan tools software Nvivo 12 Plus. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga mencakup
dukungan emosional, instrumental, informasi, penilaian, dan
jaringan sosial. Dukungan tersebut mencakup pengobatan medis
dan alternatif, pemenuhan kebutuhan dasar, serta perhatian
emosional yang signifikan. Namun, masih ditemukan keterbatasan
dalam penyampaian informasi dan pelibatan ODGJ dalam
lingkungan sosial. Temuan ini menguatkan pentingnya peran
keluarga dalam meningkatkan kualitas hidup ODGJ.
Kata kunci: gangguan jiwa, dukungan sosial, keluarga. ABSTRACT
Mental disorders are conditions that cause dysfunction in
thoughts, emotions, and behaviour, and inhibit the social
functioning of individuals. In Lampung Province, there were
14,662 people with mental disorders in 2022, but 10.4% of them
have not received mental health services. One of the key factors in
the recovery process of people with mental disorders (ODGJ) is
social support from the family. This study aims to describe the
forms of family social support for ODGJ in Semuli Raya Village,
Abung Semuli Subdistrict, North Lampung Regency. This research
used a qualitative approach with a case study method. The
research subjects were selected through purposive sampling
technique, consisting of three ODGJ nuclear family members who
live together and are active caregivers. Data collection techniques
were conducted through semi-structured interviews and non
participant observation. The data analysis technique used in this
study consisted of data reduction, data presentation, and
conclusion drawing stages. The research data obtained was then
processed using Nvivo 12 Plus software tools. The results showed
that
family
support includes emotional, instrumental,
informational, appraisal, and social network support. The support
includes medical and alternative treatments, fulfilment of basic
needs, and significant emotional attention. However, limitations
were still found in the delivery of information and the involvement
of ODGJ in the social environment. These findings reinforce the
importance of the family's role in improving the quality of life of
ODGJ.
Keywords: mental disorder, social support, family
BIMBINGAN ROHANI ISLAM DALAM MENINGKATKAN AKHLAK REMAJA DI PONDOK PESANTREN ROUDHOTUL IHSAN ANTASARI KOTA BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Pondok Pesantren mempunyai peran pen�ng dalam
pembentukan peran pen�ng serta dalam pembentukan akhlak santri
serta mencentak lulusan santri insan yang beriman, bertakwa,
berakhlak mulia dan mengiku� ajaran ajaran nabi Muhammad SAW.
Berdasarkan survey yang peneli� lakukakan bahwa akhlak santri
belum bias dikatakan cukup baik karena masih banyak santri yang
�dak berakhlakul karimah. Oleh sebab itu ustad dan ustadzah
mengadakan kegiatan seper� Pengajian, Dzikir, Membaca ai-quran
dan Bimbingan hikmah. Kegiatan tersebut melibatkan semua santri
putra dan putri di Pondok Pesantren Roudhotul Ihsan Antasari.
Rumusan masalah yang ada pada skripsi ini adalah bagaimana upaya
pelaksanaan bimbingan rohani islam dalam Meningkatkan Akhlak
Remaja Di Pondok Pesantren Roudhotul Ihsan Kota Bandar
Lampung? Sedangkan Tujuan dari peneli�an ini yaitu untuk
mengetahui bagaimana upaya pelaksanaan bimbingan rohani islam
dalam meningkatkan akhlakul karimah di Pondok Pesantren
Roudhotul Ihsan. Peneli�an ini menggunakan peneli�an kualita�f
deskrip�f.
Jenis peneli�an yang digunakan yaitu peneli�an lapangan
(field research), sifat peneli�an nya yaitu Peneli�an ini menggunakan
snowball sampling dengan informan Ustad dan Ustadzah serta santri
kelas VII. Tehnik pengumpulan data seper� Observasi, Wawancara
dan Dokumentasi. Tehnik analisis data dengan redaksi data,
penyajian data, menarik kesimpulan atau verifikasi.
Hasil peneli�an menunjukan bahwa terdapat berbagai
bentuk yang digunakan dalam upaya pembinaan akhlak. Bentuk
bentuk tersebut melipu� keteladanan, la�han dan pembiasaan,
nasihat, kedisiplinan, pujian, dan penerapan sanksi. Faktor-faktor
yang menjadi pendukung utama keberhasilan pembinaan akhlak
yang baik adalah kesadaran para santri terhadap nilai-nilai akhlak
mulia, latar belakang individu santri, serta peran pen�ng
kepemimpinan kyai dan guru dalam proses ini. Namun, pen�ng
untuk diingat bahwa dalam perjalanan pembinaan akhlak, terdapat
hambatan-hambatan yang dapat menghambat upaya tersebut. Salah. satu hambatan yang perlu diperha�kan adalah ego individu santri
yang mungkin menghambat proses pembelajaran dan penerimaan
nilai-nilai akhlak. Selain itu, lingkungan yang �dak kondusif juga
dapat menjadi penghambat, yang mungkin menciptakan distraksi
dan gangguan yang mengganggu pembinaan akhlak .Islamic boarding schools play a crucial role in shaping the
character of students and producing graduates who are faithful,
pious, and of noble character, following the teachings of Prophet
Muhammad SAW. Based on a survey conducted by the researcher, the
morals of the students have not been satisfactory, as many of them
still lack good character. Therefore, the teachers and ustadzahs
organize activities such as recitation, dzikir, reading the Quran, and
hikmah guidance. These activities involve all male and female
students at the Roudhotul Ihsan Islamic Boarding School in Antasari.
The research question in this thesis is how Islamic spiritual guidance
is implemented to improve the morals of adolescents at the Roudhotul
Ihsan Islamic Boarding School in Bandar Lampung City. The purpose
of this study is to determine how Islamic spiritual guidance is
implemented to improve the morals of students at the Roudhotul Ihsan
Islamic Boarding School.
This study uses a descriptive qualitative research approach.
The type of research used is field research, and the research property
is snowball sampling with informants including teachers and students
of class VII. Data collection techniques used are observation,
interviews, and documentation. Data analysis techniques used are
data reduction, data presentation, and drawing conclusions or
verification.
The results of the study show that there are various forms
used in character building efforts, including exemplary, practice and
habituation, advice, discipline, praise, and application of sanctions.The factors that support the success of character building are the
awareness of students towards noble moral values, individual
background of students, and the important role of leadership of kyai
and teachers in this process. However, it is essential to note that there
are obstacles that can hinder character building efforts, such as
individual ego and unsupportive environment.
Keywords: Islamic Spiritual Guidance, Noble Character, Students
TINJAUAN FIKIH SIYᾹSAH TERHADAP PENGAWASAN PENGELOLAAN KEUANGAN DESA BERDASARKAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 73 TAHUN 2020 TENTANG PENGAWASAN PENGELOLAAN KEUANGAN DESA (Studi di Kantor Desa Kotabaru Kecamatan Martapura Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur)
ABSTRAK
Kabupaten Ogan Komring UluTimur mendapatkan dana desa sebesar 256
(dua ratus lima puluh enam) miliar rupiah, dari dana tersebut Kecamatan
Martapura mendapatkan alokasi dana sebesar 9 (sembilan) miliar rupiah yang
akan dibagikan ke 9 (sembilan) desa yang ada di Kecamatan Martapuran. Desa
Kotabaru merupakan desa yang berada di Kecamatan Martapuran, berdasarkan
hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti pada desa Kotabaru ditemukan
beberapa ruas jalan yang rusak dan tidak adanya papan informasi transparanasi
terkait Anggaran Belanja Desa (APBDES) baik untuk tahun anggaran 2022
maupun 2023, hal ini menjadi indikasi bahwa dana desa belum dikelola secara
transparan, efektif dan efisien, sehingga diperlukan mekanisme kontrol dan
partisipasi dari masyarakat desa untuk dapat mengawasi pengelolaan keuangan
desa.
Rumusan masalah pada penelitian adalah Bagaimana pelaksanaan
pengawasan pengelolaan keuangan desa berdasarkan Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 73 Tahun 2020 Tentang Pengawasan Keuangan Desa di Desa
Kotabaru Kecamatan Martapura Kabupaten Ogan Komering dan Bagaimana
pandangan Fikih Siyasah terhadap pengawasan pengelolaan keuangan desa
berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 73 Tahun 2020 Tentang
Pengawasan Keuangan Desa di Desa Kotabaru Kecamatan Martapura
Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Jenis penelitian ini termasuk penelitian
lapangan (field research), Penelitian ini bersifat deskripsi analitis.
Hasil Penelitian ini disimpulkan bahwa, pengawasan pengelolaan
keuangan desa oleh masyarakat desa Kotabaru telah dilaksanakan sesuai
dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 73 Tahun 2020 tentang
Pengawasan Keuangan Desa, yaitu melalui partisipasi masyarakat dalam
musyawarah desa, pengawasan melalui laporan keuangan desa, dan
pelaksanaan pengaduan masyarakat tetapi belum berjalan secara optimal, dan
berdasarkan perspektif Fikih Siyasah Tanfīżiyyah masyarakat desa belum
sepenuhnya mampu melaksanakan amanahnya secara maksimal sesuai
Peraturan Nomor 73 Tahum 2020 Tentang Pengawasan Keuangan Desa,
dikarenakan masyarakat desa masih menemui faktor penghambat yaitu masih
minimnya partisipasi masyarakat dalam musyawarah dusun dan musyawarah
desa, dan belum diberikan sosialisasi terkait partisipasi masyarakat dalam
pengawasan pengelolaan keuangan desa. ABSTRACT
East Ogan Komring Ulu Regency received village funds amounting to 256
(two hundred and fifty-six) billion rupiah, from which funds Martapura
District received an allocation of 9 (nine) billion rupiah which will be
distributed to 9 (nine) villages in Martapuran District. Kotabaru Village is a
village located in Martapuran District, based on observations made by
researchers in Kotabaru Village, several damaged roads were found and there
was no transparency information board related to the Village Expenditure
Budget (APBDES) for both the 2022 and 2023 fiscal years, this is an indication
that village funds have not been managed transparently, effectively and
efficiently, so that a control mechanism and participation from the village
community are needed to be able to oversee village financial management.
The research problem formulation is: How is the implementation of village
financial management supervision based on the Minister of Home Affairs
Regulation Number 73 of 2020 concerning Village Financial Supervision in
Kotabaru Village, Martapura District, Ogan Komering Ulu Regency? And
what is the perspective of Fiqh Siyasah on village financial management
supervision based on the Minister of Home Affairs Regulation Number 73 of
2020 concerning Village Financial Supervision in Kotabaru Village,
Martapura District, Ogan Komering Ulu Timur Regency. This type of research
is field research. This research is descriptive and analytical in nature.
The results of this study concluded that, supervision of village financial
management by the Kotabaru village community has been implemented in
accordance with the Regulation of the Minister of Home Affairs Number 73 of
2020 concerning Village Financial Supervision, namely through community
participation in village deliberations, supervision through village financial
reports, and implementation of community complaints but has not been
running optimally, and based on the perspective of Fiqh Siyasah Tanfīżiyyah,
the village community has not been fully able to carry out its mandate
optimally according to Regulation Number 73 of 2020 concerning Village
Financial Supervision, because the village community still encounters
inhibiting factors, namely the still minimal community participation in hamlet
deliberations and village deliberations, and has not been provided with
socialization regarding community participation in supervising village
financial management
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS EDUCATION FORSUSTAINABLE DEVELOPMENT DAN GLOBAL CITIZENSHIP EDUCATION UNTUK MELATIH SIKAP ITERASI LINGKUNGAN KELAS X MATERI PERUBAHAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP
ABSTRAK
Permasalahan global saat ini sangat kompleks, mencakup isu
lingkungan, sosial, dan ekonomi. Pendidikan berperan strategis dalam
membekali generasi muda menghadapi tantangan tersebut melalui Literasi
Lingkungan. Namun, pra-penelitian di SMA Negeri 6 Bandar Lampung
menunjukkan bahwa Literasi Lingkungan peserta didik masih rendah, ditandai
dengan kesulitan memahami konsep ekologi dan keterampilan kognitif terkait
isu lingkungan, yang juga mencerminkan lemahnya penguasaan aspek Global
Citizenship Education (GCE) dalam kesadaran kritis, tanggung jawab global,
dan partisipasi aktif menyelesaikan permasalahan berkelanjutan. Untuk
menjawab tantangan ini, dikembangkan E-Modul berbasis Education for
Sustainable Development (ESD) dan Global Citizenship Education (GCE)
yang interaktif, kontekstual, dan mendukung pembelajaran abad ke-21. Tujuan
penelitian adalah mengembangkan dan menguji kelayakan, kemenarikan, serta
efektivitas E-Modul dalam meningkatkan Literasi Lingkungan peserta didik
kelas X pada mata pelajaran Biologi, khususnya materi Perubahan dan
Pelestarian Lingkungan Hidup.
Metode penelitian menggunakan Research and Development model
4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Instrumen meliputi angket
validasi ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa; angket respon peserta didik
dan pendidik; tes terhadap Literasi Lingkungan; angket terhadap Literasi
Lingkungan; serta lembar obsrevasi terhadap Lietrasi Lingkungan. Data
dianalisis secara kuantitatif dengan skor, persentase, dan uji N-Gain untuk
peningkatan Literasi Lingkungan.
Hasil penelitian menunjukkan : (1) Proses pengembangan E-Modul
mengikuti tahapan 4D sehingga produk terarah dan sesuai kebutuhan
pembelajaran. (2) Kelayakan E-Modul dinilai "Sangat Layak" oleh validator
materi (93%), media (83%), dan bahasa (83%). (3) Respon peserta didik
menunjukkan kategori "Menarik" pada uji terbatas (80%) dan "Sangat
Menarik" pada uji luas di SMAN 6 Bandar Lampung (88%) dan SMAIT Baitul
Muslim Labuhan Ratu (70%), sedangkan respon pendidik juga termasuk
kategori "Sangat Menarik" (77%). (4) E-Modul terbukti efektif meningkatkan
Literasi Lingkungan dengan hasil independent sample test (sig. 0,006 < 0,05)
serta perolehan N-Gain kelas eksperimen (0,74) lebih tinggi dibandingkan
kelas kontrol (0,60). Dengan demikian, E-Modul yang dikembangkan layak,
menarik, dan efektif untuk meningkatkan Literasi Lingkungan peserta didik.
Kata Kunci : E-Modul, Education for Sustainable Development, Global
Citizenship Education, Literasi Lingkungan, Perubahan dan Pelestraian
Lingkungan
iii
ABSTRACT
Global problems today are highly complex, encompassing
environmental, social, and economic issues. Education plays a strategic role
in equipping the younger generation to face these challenges through
Environmental Literacy. However, a preliminary study at SMA Negeri 6
Bandar Lampung revealed that students’ Environmental Literacy remains low,
as indicated by difficulties in understanding ecological concepts and cognitive
skills related to environmental issues. This also reflects weak mastery of
Global Citizenship Education (GCE) aspects, particularly in critical
awareness, global responsibility, and active participation in addressing
sustainable issues. To address this challenge, an interactive and contextual E
Module based on Education for Sustainable Development (ESD) and GCE was
developed to support 21st-century learning. The research aimed to develop
and test the feasibility, attractiveness, and effectiveness of the E-Module in
improving Environmental Literacy among grade X students in Biology,
specifically on the topic of Environmental Change and Conservation.
The study employed the Research and Development (R&D) 4D model
(Define, Design, Develop, Disseminate). Instruments included validation
questionnaires from subject matter experts, media experts, and language
experts; response questionnaires from students and teachers; Environmental
Literacy tests; Environmental Literacy questionnaires; and observation sheets.
Data were analyzed quantitatively using scores, percentages, and the N-Gain
test to measure improvement in Environmental Literacy.
The results showed: (1) The development process followed the 4D
stages, ensuring the product was systematic and aligned with learning needs.
(2) The feasibility of the E-Module was rated "Highly Feasible" by
validators—materials (93%), media (83%), and language (83%). (3) Student
responses indicated the category "Interesting" in limited trials (80%) and
"Very Interesting" in wider trials at SMAN 6 Bandar Lampung (88%) and
SMAIT Baitul Muslim Labuhan Ratu (70%), while teacher responses also fell
into the "Very Interesting" category (77%). (4) The E-Module proved effective
in improving Environmental Literacy, supported by the independent sample
test (sig. 0.000 < 0.05) and the N-Gain score of the experimental class (0.74),
which was higher than the control class (0.60). Thus, the developed E-Module
is feasible, attractive, and effective in enhancing students’ Environmental
Literacy.
Keywords : E-Module, Education for Sustainable Development, Global
Citizenship Education, Environmental Literacy, Environmental Change and
Conservatio
KONSEP PERHITUNGAN WETON DALAM TRADISI PERNIKAHAN MASYARAKAT JAWA (Studi Di Desa Ambarawa Kabupaten Pringsewu)
ABSTRAK
Penelitian ini membahas Konsep Perhitungan Weton dalam
Tradisi Pernikahan Masyarakat Jawa dengan studi di Desa
Ambarawa, Kabupaten Pringsewu. Perhitungan weton merupakan
tradisi budaya Jawa yang digunakan untuk menentukan hari baik
pernikahan dan masih dijalankan hingga saat ini meskipun
masyarakat telah memasuki era modern. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui praktik perhitungan weton dalam
pernikahan adat Jawa serta bagaimana makna perhitungan weton
dipahami masyarakat di era sekarang. Metode penelitian
menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori postmodernisme
Jean Francois Lyotard, menekankan pada pluralitas makna dan
narasi kecil dalam masyarakat. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik perhitungan
weton tetap dijalankan sebagai penghormatan terhadap tradisi
dan orang tua, namun generasi muda tidak lagi memaknainya
sebagai penentu mutlak, melainkan hanya sebagai prosesi simbolis
sebelum pernikahan. Tradisi ini tetap dijaga keberadaannya, namun
masyarakat menempatkannya dalam posisi yang lebih fleksibel dan
kontekstual, sejalan dengan perkembangan zaman. Dengan
demikian, perhitungan weton dalam pernikahan masyarakat Jawa
kini menjadi bagian dari narasi kecil budaya yang tetap
relevan sebagai jembatan nilai leluhur tanpa mengorbankan
kebebasan individu dalam mengambil keputusan pernikahan.
Kata Kunci: Weton, Tradisi Pernikahan, Masyarakat Jawa,
Postmodernisme
iv
ABSTRACT
This research discusses the Concept of Weton
Calculation in Javanese Marriage Tradition with a study in
Ambarawa Village, Pringsewu Regency. Weton calculation is a
Javanese cultural tradition used to determine auspicious days
for marriage and is still practiced today despite the modern
era. This study aims to examine the practice of weton
calculation in Javanese traditional marriages and how the
meaning of weton is understood by society in the present time. The
research uses a qualitative approach with Jean Francois Lyotard’s
postmodernism theory, emphasizing the plurality of meanings and
“petite narratives” within society. Data were collected through
observation, interviews, and documentation.
The results show that weton calculation is still conducted
as a form of respect for tradition and parental wishes;
however, the younger generation no longer perceives it as an
absolute determinant but rather as a symbolic ritual before
marriage. This tradition is maintained, yet society places it in a
more flexible and contextual position in line with current
developments. Thus, weton calculation in Javanese marriage
tradition now serves as a cultural petite narrative that remains
relevant as a bridge to ancestral values without sacrificing
individual freedom in marriage decision-making.
Keywords: Weton, Marriage Tradition, Javanese Society,
Postmodernis
ANALISIS BIBLIOMETRIK TERHADAP TREN DAN PERKEMBANGAN PENELITIAN PENDIDIKAN ISLAM DI PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA (2019-2024)
Abstract
This study aims to map the trends, patterns, and developments in Islamic
Education research at the higher education level in Indonesia over the
past five years (2019–2024). A Systematic Literature Review (SLR)
approach combined with bibliometric analysis was employed. The
selection process followed the PRISMA protocol, resulting in 19 Scopus
indexed articles. The findings reveal fluctuations in the number of
publications, with a peak in 2024. Islamic Education studies frequently
explored themes such as curriculum development, religious moderation,
digital technology integration, and Sufistic values. The study utilized
VOSviewer software to map prominent topics including collaborative
learning, blended learning, and the use of artificial intelligence—
highlighting their relevance and contextual significance in addressing
contemporary educational challenges. Data visualization indicates limited
collaboration networks among authors and institutions, yet it also reveals
significant potential for strengthening collective research efforts in the
future. These findings are expected to serve as a strategic foundation for
advancing Islamic Education research that is more adaptive, contextual,
and aligned with national quality standards.
Keywords:
Indonesia
Islamic Education, Bibliometric Analysis, University,
1
Volume 10 , Nomor 3, Juli 2025 , AL-WIJDAN
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren, pola, dan perkembangan
penelitian Pendidikan Islam di tingkat perguruan tinggi Indonesia selama
lima tahun terakhir (2019–2024). Penelitian ini menggunakan pendekatan
Systematic Literature Review (SLR) dan analisis bibliometrik. Proses seleksi
dilakukan melalui PRISMA, dengan 19 artikel terindeks Scopus. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa jumlah publikasi mengalami fluktuasi,
dengan puncak tertinggi pada tahun 2024. Kajian Pendidikan Islam
banyak mengangkat tema kurikulum, moderasi beragama, integrasi
teknologi digital, serta nilai-nilai sufistik. Penelitian ini juga menggunakan
software VOSViewer untuk memetakan topik seperti collaborative learning,
blended learning, dan pemanfaatan artificial intelligence yang menjadi sorotan
dalam pengembangan pembelajaran yang kontekstual dan relevan
terhadap tantangan zaman. Visualisasi data memperlihatkan keterbatasan
jejaring kolaborasi antar penulis dan institusi, namun memberikan potensi
besar untuk penguatan riset kolektif ke depan. Temuan ini diharapkan
menjadi landasan strategis bagi pengembangan arah riset pendidikan
Islam yang lebih adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada mutu
nasional.
Kata Kunci : Pendidikan Islam, Analisis Bibliometrik, Universitas,
Indonesi